Stand by your side

Rating : M

Pairing : Sasuhina

Genre : Drama

Warning : AU, OOC, typo, abal, gaje, alur kecepetan, ide pasaran, dan lain-lain

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

00.30 am

"Ah…Ita. eum."

Tak kubiarkan dia menyebut namanya, langsung kubungkam bibirnya dengan bibirku. Jangan salahkan aku, dengan apa yang sedang kuperbuat saat ini, salahkan saja kesempatan yang ada. Benar kata orang-orang bijak, kejahatan timbul karena adanya ..ha

Kau takkan lolos kali ini Hinata.

19.30 am

Itachi nampak sangat sibuk dia akan lembur malam ini. Tadi ada telpon dari kantornya menyuruh dia secepatnya kembali ke kantor. Mukanya gusar tapi aku senang. Setidaknya malam ini dia tidak akan bersama dengan Hinata. Aku sendiri juga tak luput dari tugas kantor yang menumpuk namun aku paksakan untuk menyelesaikan dirumah, tujuanku Cuma satu sesering mungkin dapat melihat Hinata.

Malam ini dia terlihat sangat cantik dengan hanya memakai kaos kebesaran yang biasa, tapi entah kenapa di mataku dia nampak menawan.

Kami sekeluarga sudah memenuhi ruang makan tentu tampa Itachi, aku cukup gembira saat ini.

Seandainya Naruko pun tak ada, maka mungkin malam ini jadi lebih special bagiku. Ah… apa yang kupikirkan.

"Sasuke-kun." Ibu memanggil ku saat makan malam berakhir dan kami sedang duduk di ruang keluarga. "Besok, apa kamu bisa datang kesekolah Himawari?" ibu melihat kearahku sedikit berharap, apa ini? Apa ibu mendukungku...beranikah aku perpikir begitu. Tapi sebelum aku menjawab Hinata lebih dulu menyela "T-tapi kaan-san, Ita-kun sudah berjanji pada Hima…"

"Bisa!"

"Eh" Terkejut heh, aku takkan melewatkan kesempatan ini.

"Hinata. Biarkan Sasuke yang datang pada pertemuan orang tua, Itachi sedang sibuk akhir-akhir ini." Entah apa perasaan ini saat ayah mengeluarkan suaranya dan menwujudkan mimpiku, "B-baik, otousan." Aku tak dapat menahan senyumku mungkin besok adalah hari keberuntugan ku, siapa sangka aku dapat dengan mudah dapat berinteraksi dengan darah daging ku sendiri tampa adanya Itachi.

"Tak apa Hinata, kalo Itachi-nii sedang sibuk. Kau boleh mengandalkan suamiku kok" aku nggak terlalu suka ketika Naruko juga ikut menyeruakan suaranya, tampa persetujuannya aku pun akan tetap pergi kesekolah Himawari. Dia anakku sendiri, memangnya aku akan melewatkan momen ini.

...

Ketika seluruh penghuni Uchiha istirahat. Aku menemukan diriku di depan kamar Itachi, setidaknya sebelum tidur aku ingin melihat wajah Hinata begitu pikirku sebelumnya namun siapa sangka, malam ini akan jadi malam yang menggairahkan bagiku. Dan aku menyeringai ketika tau pintu kamarnya tidak di kunci dari dalam, teledor sekali kau Hinata.

Kamar itu remang-remang karena sedikit penerangan, satu-satunya cahaya Cuma ada bohlam lampu didekat pembaringannya. Perlahan tapi pasti aku mendekat padanya, tidurnya terlentang dengan tangan sebelah kiri berada di dahinya sedikit menyingkap piyama yang dipakainya memperlihatkan perutnya yang rata. Padahal dia sudah punya satu puteri. Ah..sesuatu bergejolak dalam perutku.

Mulutnya sedikit terbuka, sesekali dia mengigit bibir penuhnya. Membuat aku tak tahan ingin melumatnya, tampa sadar aku malah menghapus jarak diantara kami dan kulumat bibir ranum itu rasanya manis, dia sedikit mengeliat tak nyaman mungkin karena pasokan udara yang kuhalangi masuk, aku hanya memberinya waktu beberapa detik sebelum kembali menciumnya, tangan ku bergeria di dalam piyamanya ketika menemukan tempat sensitifnya kubelai melingkar arah dadanya, dia mengeram. Aku tak membuang kesempatan untuk memasuki mulutnya dengan lidahku, kusapu diding atas dan giginya

"Eum… Ita?" sialan! yang sedang menciumi mu ini adalah Sasuke, Hinata. kenapa malah dia yang kau panggil? Langsung kubungkam bibirnya lagi aku tak ingin mendengar Aniki disebut ketika diriku bersamanya apalagi saat aku mencumbunya. Bibirku kemudian menyusuri daerah rahangnya perlahan menuju lehernya dan tangan ku sudah menbuka beberapa kancing piyamanya. Namun tampa kusadari matanya perlahan terbuka, tapi dengan cepat aku tutup matanya menggunakan tangan kiriku sedangkan tangan kananku sudah menangkup dadanya yang cukup besar, aku sedikit terpana dengan ukurannya.

Dulu aku mungkin tidak terlalu memperhatikan tubuhnya sedatail ini, waktu itu aku sedang mabuk, dan tak ingat apa-apa. Sungguh beruntung si Aniki itu, dan saat ini adalah keberuntungan untuk aku. Aku menyeringai memikirkannya.

"Eum I-ita-kun, kau sudah pulang? B-bukankah tadi ah..k-kau bilang banyak kerjaan di kantor?" dia susah payah mengeluakan suaranya. aku menghembuskan napas hangatku di telinganya, aku merasa bahunya bergetar mungkin menahan hasrat aku kembali menyeringai. kena kau Hinata.

"Ita-kun?" Hinata memengang tangan kiriku yang masih menutup matanya, kelihatanya dia ingin aku memindahkan tangan ku, tapi tak semudah itu. Aku menekan kuat dadanya dan memutar dengan arah berlawanan dia menjerit tertahan, hn aku tau ini tempat tersensitif mu Hinata. Nafasnya memburu tak beraturan seiring dengan napasku yang tak kalah sama dengannya. Sungguh aku tak tahan.

Bagian bawah pingganku menegang dengan sempurna, ingin cepat-cepat di bebaskan.

Jari-jariku masih bertahan di atas payudaranya, mengencet sekali-kali kuputar-putar putingnya yang sudah menenggang, mulutku perlahan turun kearah dadanya sedangkan tangan kanan mulai menyusuri bagian bawahnya yang masih tertutupi celana dalam berwarna biru kesukaanku.

"I-i-ta…oh..tuhan, eum" putingnya sudah sempurna didalam mulutku.

Kuhisap dadanya dengan perlahan, dia mengeram tertahan,saat jari-jari tanganku sudah mulai menurunkan celana piyamanya, tak lama aku mendengar suara kaki menaiki tangga. Sialan kenapa Itachi pulang? menggangu acara ku sajaaku mendesis tak lera melepas kesempatan ini begitu saja, namun apa boleh buat aku tak ingin ketahuan secepat ini.

"Ita?" aku berdiri berusaha mengapai sebuah dasi yang terletak tak jauh dari pembaringan langsung kulilit disekitar matanya. "Ita-kun, apa yang kau lakukan?" kurasa dia kebinggungan, tak ada waktu menanggapinya langsung saja aku berdiri di belakang pintu masuk. Agar Itachi tak melihat ku dan berhasil, ketika Itachi lenggah aku langsung kabur dari kamarnya. Tapi dibalik pintu masih bisa kudengar kata-kata Hinata yang kebigungan.

"Ita-kun. k-kau baru pulang?" "Ada apa, nata-chan?" suara Itachi terkesan jahil dan aku benci mendengarnya. Namun setelah itu darah ku mendidih dan aku mengepal tangan ku erat-erat mendengar perkataan selanjutnya. "Kau ingin bercinta, denganku?" sialan kau itachi.

Aku memasuki kamarku dan menutup pintu kamar agak keras. kurasa aku membangunkan seseorang. "Kau dari mana, Sasuke-kun?"

"Hn" Aku malas menjawab, namun Naruko terkikik dan menunjuk kearah celanaku. "Apa perlu aku bantu?" dia menggerling nakal kearah ku.

"Tak usah. Aku hanya menahan kencing saja" entah kenapa aku tak ingin melakukanya dengan Naruko, aku lebih memilih mengeluarkan hasratku di kamar mandi. dan aku masih bisa kulihat wajah bingungnya.

Aku merasa diriku sedikit ketus pada Naruko akhir-akhir ini, mungkin aku jahat namun isi kepala ku hanya berkisar tentang Himawari dan Hinata saja, dan baru ku sadari dunia ku hanya berputar di sekitar mareka. Sungguh ini ketelaluan.

...

Aku sekarang berada di sekolah Himawari dan Hideki, menghadiri pertemuan wali murib. Siapa sangka di sana kami, aku dan Naruko bertemu dengan mantan kakak iparku. Konan

Pertemuan singkat yang membahas tentang prestasi-prestasi yang Himawari dapatkan membuatku sangat bangga, tentu saja dia seorang Uchiha.

Setelah itu aku Naruko, Konan sepakat untuk menghabiskan waktu di sebuah restoran, katanya sih Naruko ingin berbincang-bincang dengan Konan.

"Ayah memaksa aku, dan Itachi untuk berpisah..hik..dan..hik..memaksa Itachi menikah dengan wanita itu." Konan mengakhiri ceritanya dengan isak tangis yang menyayat hati Naruko, tapi tidak untuk ku aku tak begitu tertarik dengan kisah dramatis tersebut.

"Tenanglah kak, entah kenapa aku juga tak suka sama perempuan itu, dia sepertih pencuri yang suka mengambil punya orang, dulu Sasuke sekarang Itachi." Aku tak komentar kali ini, tapi aku juga tak suka wanitaku di jelekkan.

"Aku masih mencintai Itachi…dan masih ingin bersamanya" mantan kakak iparku ternyata masih berharap. "Kalau begitu, aku akan membantu kakak. Benarkan Sasuke?" hei kenapa panahnya kearahku. Tapi…tunggu dulu, ini akan memudahkan jalanku.

Aku menyeringai dan mengangguk.

Konan dan Naruko membawa Hideki untuk jalan-jalan katanya kesempatan ini jarang ada. Otomatis Himawari sekarang bersamaku aku cukup merasa bahagia.

"Ji-san, kita akan kemana?" Himawari yang berada di sampingku kayaknya agak bingun ketika mobilku ku ini tak mengarah ke jalan rumah, aku cuma terseyum sedikit. 'Ji-san mirip outo-san kalau sudah begini." dia mengembungkan pipinya ah manis sekali sama sepertih ibunya, tapi aku agak jengkel juga ketika dia memenggilku ji-san, hei dia anakku, kenapa malah aku yang jadi pamannya?.

"Panggil aku. Outo-san." Dia memandangku heran "Kenapa, aku harus memanggil begitu?" aku diam. Terus melajukan mobilku hingga sampai di sebuah taman bermain. "wow" dia berguman kagum.

"Kau suka?" dia tak merespon namun wajahnya menampakkan kegembiraan dan langsung lari meninggalkankan ku.

"Outo-san jarang membawa kami kesini." Himawari berguman lirih namun masih bisa tertangkap indra pendengarku."Kalau kau mau, aku bisa membawa mu kemari setiap hari." Dia memalingkan wajahnya padaku. "kenapa aku harus memanggil ji-san sepertih itu?

Rupanya dia masih mengingat perkataanku sebelumnya, sungguh benar-benar Uchiha.

"Kalau kau mau." Dia memandangku heran tapi tak bertanya lagi. "aku bosan…ayo kita pulang."

...

T-terimakasih sudah mau datang kesekolah Himawari, Sasuke-kun." Itu yang dia katakan waktu aku sudah sampai dirumah.

"Hn" jawab aku seadanya

"S-sakuke-kun, se-semalam kau dimana?" sudut bibir ku naik, aku menyeringai. "Kenapa?".

"B-bukan maksud ku i-ingin tau". Dia gugup luar biasa, siapa suruh bertanya. Aku tertawa dalam hati. "Jadi, dimana?" sengaja kupandangi dia lama dan aku menangkap wajahnya yang kian gelisah, sehingga kaos oblongnyalah yang jadi sasaran remasan tangannya.

"…"

"…"

"…"

"Dikamar istriku." aku bisa melihat wajahnya memerah.

"Ah m-maaf"

"…"

"…"

"A-aku permisi" dia langsung kabur dari hadapanku. Sungguh aku ingin tertawa sekarang.

Sebentar lagi hinata, sebentar lagi kau akan kembali padaku.

.

TBC

Terimakasih sebelumnya kepada: IndigOnyx. Mizuhashi Yumi. Guest 1. Mitsuki ota no login. Aori yuu. Gece. Jump-an. Guest 2. Guest 3. . dreamer ladies. Hime no rika. Iianita. Lol. Narusaku venus. KumbangBimbang. . maaf bila ada kesalahan nama, dan maaf juga ficku ini belum berkembang. Tapi aku akan terus berusaha.