Tittle : Classic Story

Author : exgulliver

Genre : Family, Romance

Rated : T

Main Cast :

- Yesung (22 tahun)

- Kyuhyun (20 tahun)

Support Cast :

- Heechul (25 tahun)

- Yunho (22 tahun)

- Siwon, Ryeowook, Kibum (20 tahun)

- Minho (14 tahun)

- Jinki (8 tahun)

- Baekhyun (7 tahun)

- Minsung (6 tahun)

- Sohyun (6 tahun)

- Yoogeun (4 tahun)

Summary : Sejak umur 7 tahun Yesung telah menjadi bagian Keluarga Kyuhyun. Bersama anak-anak yang memiliki nasib sepertinya, Yesung menjalani hari-harinya tanpa keluhan. Sikap dingin dan tertutup Yesung justru membuat orang sekitarnya bingung, termasuk Kyuhyun. Bagaimana cara Kyuhyun memahami Yesung sejauh ini? Seperti apa hubungan kakak-beradik mereka setelah menginjak usia dewasa?

Disclaimer : This story is mine *w* ok, hanya meminjam nama oppars saja ~

.

.

Warnings : Typos, BL, skinship, dont like dont read :3 paii

.

.

.

~~~Happy Reading~~~

###===Classic Story===###

.

.

.

"Kenapa hyung tidak di rumah saja kalau sedang sakit? Kurasa Heechul hyung juga tidak senang melihatmu memaksakan diri." celoteh Kyuhyun dari balik stir kemudi.

Yesung memejamkan sepasang manik sabitnya. "Aku baik-baik saja." sahutnya.

Jawaban itu membuat Kyuhyun merasa gemas pada sifat keras kepala Yesung. "Yesung hyung ... ─"

"─Aku capek. Bisakah kau diam?"

Seketika kekesalan Kyuhyun menciut sekecil biji kedelai. Ia tak bisa melakukan apapun lagi jika Yesung sudah memotong ucapannya.

"Aish.. hyung benar-benar susah diberitahu." gerutu Kyuhyun.

"Kyuhyun ..."

"Baiklah-baiklah aku diam. Istirahatlah."

.

.

.

###===Classic Story===###

.

.

.

Pagi hari yang lumayan cerah meskipun langit dipenuhi beberapa awan kecil. Yesung sudah berada ditempat kesukaannya, taman belakang rumah Kyuhyun. Di bawah sebuah pohon oak yang berukuran sedang namun menyejukkan, Yesung menghabiskan waktunya untuk mendengarkan musik.

"Yesung hyung!" Dari kejauhan Yesung melihat sosok Kyuhyun mendekat dengan tergesa-gesa.

"Apa hyung punya kamera polaroid?" tanya Kyuhyun begitu sampai dihadapan Yesung.

"Ada."

"Bolehkah aku meminjamnya hari ini dan kubawa ke kampus?"

"Ambil saja di kamar."

Manik Kyuhyun berbinar senang. "Sungguh? Kalau begitu aku pinjam ya hyung, gomawo!"

.

Grep

.

Setelah memberi pelukan terima kasih, Kyuhyun langsung berlari ke kamar Yesung di lantai dua. Sementara itu, Yesung yang memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun hanya mampu menggelengkan kepala.

"Dasar.." lengkungan tipis dibibir cherry itu menjadi bukti nyata bahwa Yesung masih ingat cara untuk tersenyum tanpa beban.

.

.

.

"Yesungie.."

Yesung menghentikan langkahnya ketika mendengar suara panggilan Mrs. Cho. "Ya eomma?"

"Kau libur hari ini?" Ibu Kyuhyun menghampiri Yesung.

Namja manis itu mengangguk.

"Eomma ingin minta tolong. Susu Yoogeun habis, bisakah kau belikan di supermarket? Ini uangnya."

Tanpa ragu Yesung mengatakan iya. Memang benar jika Yesung tidak terlalu ambil pusing dengan orang-orang disekitarnya, tapi hal itu bukan berarti dia jahat dengan menolak permintaan Mrs. Cho.

"Oppa, ikut~~"

"Sohyun~ee, Yesung oppa hanya membelikan susu untuk Yoogeun. Di rumah saja nde?" bujuk Mrs. Cho.

Sohyun menggeleng tak mau, "Shireoooo. Sohyun mau ikut Yesungie oppa, eomma~"

"Biar Sohyun ikut denganku." ujar Yesung menyela.

"Yay!" Sohyun langsung berseru girang mendengar ucapan Yesung.

"Sungguh tidak apa-apa, Yesungie?"

"Eum, tidak apa. Yasudah, kalau begitu aku pergi dulu eomma." Yesung pun menggandeng tangan mungil Sohyun pergi ke supermarket.

.

.

.

###

.

.

.

Di supermarket, tujuan Yesung sedikit terganggu karena Sohyun beberapa kali merengek untuk dibelikan makanan. Tak ada pilihan lain bagi Yesung kecuali membiarkan adik kecilnya itu mengambil barang yang ia mau. Yesung tak mau repot jika nanti Sohyun menangis dan membuat orang-orang disekitarnya menatap Yesung curiga.

"Sohyun~ee.. ini yang terakhir." Yesung memasukkan sebungkus coklat rasa strawberyy ke keranjang belanjaannya.

Lihatlah isi keranjang itu. Seharusnya hanya ada dua kaleng susu di sana, tapi berkat Sohyun kini benda-benda tak terdaftar sudah masuk ke dalam keranjang yang sama.

"Gomawo oppa~" Sohyun tersenyum cerah sambil mencium telapak tangan Yesung. Auh~ Yesung tak bisa menolak aegyo anak-anak seperti ini.

"Yasudah, ayo kita pulang." Keduanya pun bergegas menuju mesin kasir untuk membayar belanjaan mereka.

.

Deg

.

Langkah Yesung mendadak terhenti. Sebuah pemandangan yang tak asing berhasil membuatnya terdiam tanpa kata.

"Oppa kenapa?" tanya Sohyun kecil bingung.

"O-oh, tidak apa-apa. Kajja kita pulang~" Yesung kembali menggandeng tangan Sohyun meninggalkan area supermarket.

'Apa yang dia lakukan dengan pria itu?' sekilas Yesung kembali menatap sepasang namja dan yeoja dibelakangnya.

Gadis cantik itu adalah Seohyun ─kekasih Kyuhyun─. Yesung yakin dengan pasti karena ia pernah beberapa kali melihat foto Seohyun dikamar maupun ponsel Kyuhyun. Tapi apa yang Seohyun lakukan di supermarket ini bersama seorang pria asing? Mengapa mereka saling bergandengan tangan begitu mesra layaknya sepasang kekasih?

'Kyuhyun..' mendadak nama Kyuhyun muncul dikepala Yesung. Si manis tiba-tiba dilema memikirkan reaksi Kyuhyun jika tahu kekasihnya pergi dengan pria lain. Haruskah Yesung memberitahu adik angkatnya itu mengenai Seohyun dengan resiko Kyuhyun patah hati? Atau lebih baik ia diam membiarkan waktu yang mengatakan kebenaran pada Kyuhyun?

.

.

.

###===Classic Story===###

.

.

.

Suara ketukan dipintu membuat sang empunya kamar bangkit dari ranjang. Yesung berjalan sembari memikirkan orang yang mungkin mengetuk pintu kamarnya disaat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

"Kyuhyun.." sosok namja jangkung itu kini nyata berdiri dihadapan Yesung. "Kau mabuk?" selidik Yesung sebelum Kyuhyun sempat mengucapkan apapun. Jelas sekali Yesung bisa menghirup aroma alkohol yang menguar dari nafas kasar Kyuhyun.

"Hyung.." obsidian Kyuhyun menatap sayu kedua onyx Yesung. Manik itu seolah berteriak dari dalam palung kegelapan di relung hatinya.

"Masuk ke kamarmu sekarang." perintah Yesung.

Kyuhyun mengabaikan kata-kata Yesung. Kesadarannya sudah hilang, jadi Kyuhyun tak peduli meskipun orang tuanya memergoki dirinya pulang dalam keadaan mabuk.

.

Grep

.

Tubuh Yesung harus mundur dua langkah menahan tubuh Kyuhyun yang menerjangnya dengan sebuah pelukan. "Yesung hyung, hik ini sakit hyung~ sangat sakit." racau Kyuhyun.

Yesung memicingkan sebelas alisnya heran. "Sakit?"

"Seohyunie.. hik dia pembohong hyung. Dia bukan malaikat lagi."

Rasa-rasanya sekarang Yesung tahu kemana arah pembicaraan Kyuhyun. Nampaknya masalah ini muncul karena perselingkuhan yang dilihatnya minggu lalu di supermarket.

"Sekarang aku merasa bodoh. Aku tak tahu lagi mana yang benar dan salah hyung. Sungguh, ini semua membuatku muak." adu Kyuhyun.

Yesung mengusap punggung Kyuhyun simpati. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir cherry Yesung. Namja itu menunjukkan kepeduliannya melalui kenyaman yang ia berikan pada Kyuhyun.

Air mata Kyuhyun kembali luruh. Hatinya benar-benar hancur mendapati cinta yang begitu ia jaga kini justru mengkhianatinya. Sulit rasanya untuk percaya meskipun fakta telah berbicara. Hati ini tak selamanya menurut dengan logika.

"Itu bukan berarti kau bisa pulang dalam keadaan mabuk." ujar Yesung dengan nada dingin.

Kyuhyun melepaskan pelukannya. "Lalu apa yang bisa kulakukan?! Apa hyung tak mengerti perasaanku, huh!?"

Yesung tertegun melihat Kyuhyun membentaknya. Seumur-umur, ini pertama kalinya namja jangkung itu berbicara dengan nada tinggi pada Yesung.

"APA- urhmm!"

"Kau.." tangan kanan Yesung langsung membekap mulut Kyuhyun. Mencegah namja itu berteriak untuk kedua kalinya. "Kau ingin semua orang terbangun, eoh? Dengan teriakanmu itu, apa kau ingin orang tuamu melihat kau pulang dalam keadaan mabuk seperti ini karena seorang wanita?"

Kyuhyun terdiam. Akal sehatnya seolah baru saja kembali hinggap diotaknya.

Yesung kembali bersuara meski kini Kyuhyun menatapnya dengan mata berair. "Kau pikir tindakanmu ini pantas untuk kau perlihatkan pada semua orang? Jika dengan patah hati kau rusak tubuhmu dengan alkohol, apa yang akan kau lakukan jika seluruh keluarga meninggal?!"

Tanpa ia sadari, kini nada biicara Yesung sama tingginya dengan suara Kyuhyun. Namja manis itu mengatur kembali suasana hatinya begitu ia sadari dirinya sudah terlalu emosional.

Kakak-beradik itu sama-sama membisu dalam kecanggungan. Yesung yang merasa konyol karena membicarakan hal tak jelas. Serta Kyuhyun yang terkejut karena mendengar perkataan tak terduga dari Yesung.

"Keluar." bariton khas itu kembali bersuara.

"Hyung.."

"Diam. Aku bilang keluar, sekarang." Yesung berbalik menuju tempat tidurnya. Ia langsung membaringkan tubuhnya tanpa memperdulikan sang adik yang masih mematung ditempat.

Kyuhyun menatap nanar sosok Yesung. Dalam hatinya ia merasa kasian entah sebab apa. Malam ini Yesung terlihat lebih menyedihkan daripada dirinya yang sedang patah hati.

Luka Kyuhyun mungkin tak seberapa dengan luka yang ada dalam relung hati Yesung selama ini. Sesuatu yang tak bisa ia luapkan pada siapapun.

.

.

.

###===Classic Story===###

.

.

.

Kyuhyun terbangun dengan rasa pusing dikepalanya. Efek dari belasan gelas kecil soju yang ditenggaknya kemarin.

"Argh.." erang Kyuhyun. Ia memijat pelipisnya pelan.

Setelah merasa cukup kuat berjalan, Kyuhyun meraih handuk dibelakang pintu dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari aroma-aroma alkohol semalam.

Tiga puluh menit kemudian ia keluar dari kamar mandi. Wajah kusutnya terlihat lebih segar dibandingkan dengan tadi sebelum ia mandi.

"Jam sepuluh.." komentar Kyuhyun begitu melihat jadwal kuliah yang tertempel disalah satu dinding kamarnya.

Kyuhyun putuskan untuk turun dan menikmati sarapan di lantai bawah.

.

.

.

Di meja makan, anak-anak dirumah Kyuhyun berkumpul selagi menunggu sarapan mereka datang.

Suara berat Mr. Cho terdengar dari bangku paling ujung. "Minho~ya.."

"Ya appa?" sahut seorang anak bermata bulat.

"Mulai hari ini bisa kau temani Jinki berangkat ke sekolah?" tanya Sang Ayah.

Minho meletakkan gelas susunya. "Aku hanya punya satu sepeda, Ayah." jawabnya.

Bagaimana Minho bisa mengajak Jinki berangkat bersama dengan satu sepeda tanpa kursi belakang?

"Yesungie.." Kali ini giliran nama Yesung yang disebut.

Yesung yang sedang duduk menyendiri di ruang keluarga mengangkat wajahnya. "Ya?"

"Mulai hari ini Appa ada perjalan bisnis selama seminggu di Busan, jadi Appa tidak bisa mengantarkan Baekhyun dan Jinki seperti biasa. Eomma akan mengantarkan Sohyun~ee, Minsung~ee, dan Baekhyun minggu ini. Jadi bolehkan Appa meminjam sepedamu selama seminggu untuk Jinki?"

Yang ditanya mengiyakan tanpa komentar. Yesung bisa naik bus kapanpun. Ia juga tak mungkin membiarkan Jinki yang naik bus ke sekolah sendirian.

"Terima kasih Yesungie.." satu usapan hangat dari Mrs. Cho mendarat dibahu Yesung. Si Manis tersenyum tipis sebagai balasannya.

"Anak-anak, habiskan sarapan kalian dan segera bersiap ke sekolah, mengerti?" perintah Mrs. Cho sembari berjalan menuju meja makan.

"Ne Eommaaa!" jawab anak-anak itu serempak. Mr. dan Mrs. Cho tersenyum lembut mendengar jawaban putra-putri mereka.

Sang Ibu menyadari putra kandungnya turun dari tangga. "Oh, kau sudah bangun? Cepat kemari dan sarapan bersama."

"Ne Eomma.." sekilas Kyuhyun mencuri pandang pada sosok Yesung di ruang keluarga. 'Masih saja tak mau makan bersama.' batinnya berkomentar.

Begitu menuntaskan sarapan mereka masing-masing, Jinki dan Minho langsung berangkat ke sekolah. Mrs. Cho juga segera mengambil kunci mobilnya untuk mengantarkan Sohyun, Minsung dan Baekhyun. Sementara Mr. Cho bergegas pergi ke Busan untuk perjalanan bisnisnya.

Semua telah pergi meninggalkan Kyuhyun dan Yesung berdua di rumah. Yang lebih muda berinisiatif menghampiri hyungnya terlebih dahulu.

"Hyung tidak kerja?" Tanya Kyuhyun yang sudah menempatkan dirinya di sofa.

"Shift siang." jawab Yesung tanpa menoleh ke arah sang adik. Pandangannya hanya fokus ke acara televisi yang tengah menyiarkan hiburan musik.

"Oh begitu. Hmm.. ngomong-ngomong soal semalam."

Yesung menajamkan fokusnya pada suara bass Kyuhyun. "Wae?"

"Aku minta maaf sudah mengganggumu malam-malam."

"Eum.."

"Haaah~ konyol sekali, kemarin aku benar-benar merasa hancur karena seorang wanita pembohong. Tak ku sangka Seohyun akan menkhianatiku dengan sahabat prianya itu, ckc, sekarang aku sadar tak seharusnya aku menghancurkan diriku seperti semalam." cerita Kyuhyun. "Yesung hyung.." panggilnya.

"Apa?" kali ini Yesung mau menoleh menatap adik laki-lakinya.

"Terima kasih sudah menyadarkanku, hyung."

"Aku tidak melakukan apapun."

"Tidak, kau melakukannya."

Yesung bangkit dari tempat duduknya. Melangkah menuju meja makan untuk mengambil roti tawar di meja.

Namja dengan manik tajam di sofa hanya diam mengikuti setiap gerak-gerik Yesung.

"Berhenti melihatku seperti itu." Yesung meletakkan kembali pisau yang baru saja ia gunakan untuk mengoleskan selai.

"Kenapa hyung harus menunggu yang lain pergi hanya untuk makan?" tanya Kyuhyun dari tempatnya.

"Tindakanku mengganggumu?" tanya Yesung balik.

Kyuhyun menggeleng sebagai wujud penolakan. "Bukan begitu, hyung."

"Lalu?"

"Apa makan bersama membuatmu tidak nyaman?"

"Tidak."

"Lalu apa alasanmu tak pernah bergabung bersama yang lain?"

Yesung menggigit roti isinya. "Haruskah aku mengatakannya padamu?" ujarnya disela-sela kunyahannya menikmati sarapan.

"Hyung.." desah Kyuhyun pelan.

.

Drrrtt

.

Sebuah panggilan masuk tertera dilayar ponsel pribadi Kyuhyun. Salah satu teman kampusnya menelpon.

"Ada apa Ryeowook~ah?"

"Seohyun mencarimu. Dia bilang ingin bicara denganmu, Kyu." sahut Ryeowook dari line seberang.

Ekspresi wajah Kyuhyun berubah masam. "Seohyun? Untuk apa dia mencariku lagi? Katakan saja aku sibuk."

"Terlambat. Aku terlanjur memberitahunya kalau kau masih dirumah." sesal namja bermarga Kim itu pada Kyuhyun.

"Aissh.. yasudah kalau begitu. Terima kasih sudah memberitahuku." Kyuhyun mengakhiri panggilan teleponnya.

Sial, apalagi yang ingin Seohyun bicarakan padanya. Baru minggu lalu mereka berkencan dan saling membagi kata cinta, sekarang Kyuhyun merasa enggan hanya untuk membayangkan wajah cantiknya.

.

.

.

###

.

.

.

Ting Tong..

.

Kyuhyun berjalan ke arah pintu dengan lesu. Rasa-rasanya ia sudah dapat menebak siapa yang berada didepan pintu rumahnya pagi ini.

"Oppa!" Seohyun langsung bersuara begitu pintu terbuka menampilkan sosok Kyuhyun.

"Kenapa kau kemari?" tanya Kyuhyun dingin.

"Oppa, ada hal yang harus kujelaskan padamu."

"Tak ada yang perlu dijelaskan."

"Aku sungguh minta maaf." Seohyun menggenggam sebelah tangan Kyuhyun. "Tapi ini semua hanya salah paham oppa. Aku benar-benar tidak menjalin hubungan apapun dengan Yong Hwa. Kami hanya berteman, itu saja." tuturnya panjang lebar.

"Kyuhyun.." dari dalam rumah, tiba-tiba Yesung datang menghampir kedua insan tersebut.

Yesung melihat penampilan Seohyun dari atas hingga bawah. "Apa kau Seohyun?"

"Nde? Aku Seohyun"

"Kau ingat aku?"

Seohyun menatap Yesung tak mengerti. Ia tahu Kyuhyun memiliki seorang kakak angkat bernama Yesung, tapi ini pertama kalinya gadis itu melihat Yesung secara langsung.

"Kita berpapasan di supermarket minggu lalu."

"Eh? S-supermarket?" mata Seohyun seketika melebar mendengar penuturan tak terduga Yesung.

"Heum. Kau pergi dengan seorang pria waktu itu, iyakan?"

"Pria?" Kyuhyun menyela percakapan Yesung dan mantan kekasihnya.

"Ya, aku melihatnya bergandengan tangan dengan seorang pria tampan. Kurasa tinggi namja itu sama denganmu." jawab Yesung seadanya.

Wajah Kyuhyun langsung memerah. Ia menatap tajam ke arah Seohyun yang kini terlihat kaget. "Pergi! Jangan pernah menjelaskan apapun lagi padaku. Kita selesai Seo Jeo Hyun." putus Kyuhyun diikuti suara pintu yang dibanting kuat-kuat.

"OPPA! Kyuhyun oppa kumohon dengarku aku dulu! Aku bisa menjelaskan semuanya, oppa!"

Kyuhyun menghiraukan teriakan-teriakan frustasi dari Seohyun. Kini dimatanya hanya ada sosok Yesung.

"Hyung.. kenapa kau.." sulit bagi Kyuhyun untuk menyampaikan isi hatinya kali ini. Bagaimana mungkin Yesung tega menyembunyikan kebenaran ini? Jadi Yesung juga telah membohonginya dengan bersikap tak tahu apapun mengenai perselingkuhan Seohyun dengan Yong Hwa?

"Tak ada gunanya aku bicara." balas Yesung tanpa sempat Kyuhyun menyelesaikan pertanyaanya. Yesung sudah tahu kelanjutan kalimat itu meskipun adiknya tidak bertanya secara utuh.

"Aku tak percaya kau tega melakukannya, hyung. Kenapa kau sembunyikan semua ini dariku, huh!? Wae?!" sentak Kyuhyun.

"Apa bedanya jika kau tahu dariku atau dari gadis itu? Apa kau akan percaya jika aku tiba-tiba menemuimu dan mengatakan bahwa kekasihmu berselingkuh dengan pria lain? Apa kau akan percaya, Cho Kyuhyun? Katakan." Yesung membalas bentakan Kyuhyun dengan nada dingin.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya. Membuat kukunya memutih karena emosi yang tak dapat ia luapkan. Obsidian itu menatap onyx Yesung dengan pandangan kecewa selama beberapa saat. Setelah itu ia memilih pergi meninggalkan Yesung tanpa sepatah katapun.

"Haaah.." Yesung membuang nafas kasar.

Meskipun Kyuhyun terlihat kesal padanya, setidaknya Yesung sudah berbuat sesuatu tadi. Jika saja Yesung tidak merasa penasaran dan datang menghampiri Kyuhyun mengatakan kebenaran yang dilihatnya, mungkin Kyuhyun sudah termakan oleh tipuan Seohyun.

Ini salah satu alasan mengapa Yesung tak terlalu ingin berbaur. Sebuah hubungan hanya akan menimbulkan kesalahpaham jika tak ada kepercayaan satu sama lain.

Yesung tak mau ikut campur dalam masalah siapapun. Cukup baginya hidup sendiri dan menjauh dari rasa cinta serta benci yang bisa jadi sangat menakutkan kapan saja.

.

.

.

###

.

.

.

"Huwaaa Ummaaa~~" tangisan nyaring dari Yoogeun membuat Yesung tersentak. Segera ia berlari ke lantai dua untuk menuju kamar adik bungsunya. Sepertinya Baby Yoogeun terbangun.

"Yoogeun~ee.. eh?" memasuki pintu kamar Yoogeun yang tak tertutup sempurna, Yesung mendapati balita 4 tahun itu berada dalam gendongan Kyuhyun. Yoogeun masih saja sesenggukkan meski Kyuhyun sudah berusaha menenangkannya.

"Ssst.. berhenti menangis Yoogeun~ee. Hyung minta maaf sudah mengagetkanmu dengan suara pintu tadi, nde? Cup cup~" celoteh Kyuhyun sambil menimang adik laki-lakinya.

Yesung berdiri di ambang pintu sambil memangku tangan didepan dada. Melihat sang adik yang nampak tak mengerti harus berbuat apa.

Tangisan Yoogeun yang terus terdengar dari gendongan Kyuhyun membuat namja manis itu sedikit geram. "Susunya.." seru Yesung.

Kyuhyun menoleh ke arah pintu, "Susu? Mana?" tanyanya celingukan.

Dengan malas Yesung mengambil botol susu Yoogeun didekat ranjang. "Mana ada jika kau tidak membuatnya."

"A-aku?" ujar Kyuhyun terbata.

Ingin rasanya Yesung membedah kepala Kyuhyun dan mencabut sifat lolanya itu. "Sudahlah." Yesung memilih mengalah dengan membuatkan susu untuk yoogeun.

Dari belakang, Kyuhyun hanya mengamati cara yesung meracik susu formula Yoogeun. dari mulai menakar susu, menuangkan air panas hingga meneteskan susu tersebut ke tangannya. Yesung terlihat mahir dalam melakukan hal tersebut.

"Ini."

Kyuhyun langsung meraih botol tersebut dari tangan Yesung dan meminumkannya pada Yoogeun. Ajaib, dalam dua detik Yoogeun langsung terdiam dan menikmati susunya dalam gendongan Kyuhyun.

Yesung menyesap tetesan susu ditangannya yang membuat adik tertuanya bertanya.

"Kenapa hyung meneteskannya ke tangan?"

"Lidah anak kecil itu sensitif. Jangan memberikan susu yang terlalu panas atau kau bisa melukai lidah mereka. Teteskan ke tanganmu supaya kau dapat mengira-ira panasnya." jawab Yesung.

Namja jangkung itu mengangguk-angguk polos mendengar penjelasan Yesung. Kyuhyun merasa kagum. Seorang Yesung yang Kyuhyun pikir tak begitu peduli, nyatanya justru lebih memahami masalah ini ketimbang dirinya.

.

.

.

###

.

.

.

"Yesung, kau tidak bawa sepedamu?" Yunho menyadari Yesung berjalan menuju pintu utama bersamanya.

Yesung selalu meletakkan sepedanya diarea belakang restoran. Tempat dimana para pekerja yang lain juga memarkirkan kendaraan mereka.

Yunho yang memang lebih sering naik bus, tentunya memilih langsung lewat pintu keluar daripada harus memutar.

"Tidak." jawab Yesung.

"Kau akan naik bus?"

"Tidak."

Kening Yunho berkerut bingung. "Oh, Kyuhyun menjemputmu?" tebaknya.

"Tidak juga." Yesung memasang headset hitamnya.

"Lalu?"

"Jalan kaki." selanjutnya Yesung mengancingkan jaket merahnya.

"Hah? Kenapa tidak naik bus saja? Apa kau yakin mau jalan kaki sampai rumah?"

Rumah Kyuhyun dan restoran Heechul itu cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki. Naik sepeda saja membutuhkan waktu 30 menit, lalu apa kabar Yesung yang berniat jalan kaki malam ini?

"Beberapa hari lalu dompetku hilang. Aku gunakan sisa uangku untuk membelikan Sohyun makanan. Mana mungkin aku naik bus tanpa membayar? Aku harus menghemat untuk bisa naik bus sekali sehari dalam seminggu."

"Ya Tuhan.. dompetmu hilang? Bagaimana bisa? Kenapa kau tidak bilang saja pada orang tuamu dan katakan yang sebenarnya? Kurasa mereka akan memberimu uang untuk naik bus."

"Aku tidak akan melakukan hal itu. Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya. Pulanglah sebelum bus terakhirmu pergi." pesan Yesung begitu mereka keluar dari restoran. Ia mengambil jalan yang berlawanan dengan Yunho.

.

.

.

Yesung mengintip jam digital ditangannya. Sudah jam 10.20 dan Yesung masih setengah perjalanan ke rumah.

Ternyata pilihannya untuk berjalan kaki sekali-kali bukan sesuatu yang patut disyukuri. Betapa lelahnya Yesung harus berjalan kaki setelah seharian bekerja di restoran.

Jika tempo hari Yesung lebih berhati-hati sehingga tidak kehilangan dompetnya, mungkin sekarang ia sudah berada di dalam bus yang mengantarnya pulang.

.

.

.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya Yesung menginjakkan kakinya dirumah.

"Haaah.. benar-benar menguras tenaga." keluh Yesung. Kini ia sudah berada tepat di ujung tangga lantai dua dengan nafas terengah.

.

Klek!

.

Seseorang keluar dari dalam kamar Kyuhyun. Namja itu menatap Yesung dengan pandangan aneh.

Yesung hanya sekilas melihat sang adik. Cepat-cepat ia berjalan ke kamarnya tanpa bicara apapun.

"Baru pulang?"

"Eoh." Yesung menimpali dengan sebelah tangannya yang siap membuka pintu.

"Hyung, aku ingin bicara denganmu ten─"

"─Aku lelah. besok saja."

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas kecewa mendengar suara pintu kamar Yesung tertutup rapat.

.

.

.

###===Classic Story===###

.

.

.

Siang harinya di kampus, wajah Kyuhyun terlihat kusut sepanjang hari. Nampak seperti tak punya semangat sedikitpun sekedar untuk tertawa.

"Apa yang salah dengan wajahmu hari ini?" Ryeowook meletakkan sekaleng cola dingin di depan Kyuhyun. "Untukmu.." ujarnya sembari duduk tepat dihadapan Kyuhyun.

"Terima kasih.." Kyuhyun mengambil minumannya. Menenggaknya perlahan dan kembali berkata, "Ini tentang hubunganku dengan Yesung hyung."

"Yesung hyung? Memangnya ada apa?" kali ini sebuah pertanyaan ingin tahu datang dari namja berdimple disamping Kyuhyun.

"Kami bertengkar." jawab Kyuhyun.

Kibum yang duduk disamping Ryeowook merasa tertarik dengan masalah teman geniusnya. "Diusia kalian ini masih terjadi pertengkaran?" tanyanya.

Ryeowook bereaksi lebih dulu, "Yakk Kim Kibum, apa kau pikir pertengkaran mereka hanya untuk memperebutkan sebutir permen?"

"Ah~ aku hanya bertanya." bela Kibum

"Yesung hyung tahu tentang perselingkuhan Seohyun dan Yong Hwa tapi dia tidak bicara apapun padaku. Aku membentaknya dengan nada tinggi kemarin." tutur Kyuhyun menghiraukan perdebatan kedua temannya.

"Kau membentaknya karena dia tidak mengatakan yang sebenarnya padamu?" tanya namja berdimple itu memperjelas pernyataan Kyuhyun.

"Eoh, dan setelah itu dia menghindariku."

"Aigoo~~ Kyu," Ryeowook menggelengkan kepalanya malas. "Jika aku jadi Yesung hyung, aku mungkin sudah berteriak padamu. 'Apa salahku sampai kau membentakku hanya karena aku melihat kekasihmu berselingkuh?'" komentar Ryeowook sambil memperagakan caranya mengomel.

"Kau yang tak pernah begitu dekat dengan Yesung hyungmu itu, apa mungkin kau langsung mempercayainya?"

Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan dari Kibum.

"Lihatlah, kau bahkan meragukannya." lanjut Kibum menyimpulkan.

"Kau tahu seberapa besar aku mencintai Seohyun." balas Kyuhyun berusaha membenarkan diri.

Siwon –namja berdimple itu- ikut berpendapat. "Dan apa kau sadar seberapa besar Yesung hyung peduli padamu?"

"Mwo?"

"Berpikirlah, apa Yesung hyung membencimu? Pernahkah dia mengatakan hal-hal buruk padamu?"

"Tidak."

"Menurutmu, apa alasannya tidak memberitahu perselingkuhan Seohyun padamu?"

kyuhuyn menggeleng, "Entahlah. Aku tak tahu."

Siwon berdecak. "Jelas hyungmu itu tidak mau kau terluka Cho Kyuhyun. Alasan mengapa dia memilih diam adalah karena dia tahu kau begitu mencintai Seohyun. Dia tahu kau akan patah hati jika tahu Seohyun berselingkuh dengan pria lain."

"Waaa.. Siwon-ah, darimana kau bisa menyadari hal itu?" kagum Ryeowook.

Siwon tersenyum tipis. "Hmm pengalaman saja." balasnya.

"Ah~ Kim Heechul." celetuk Kibum. Namja tampan itu paham arti kata pengalaman yang dimaksud oleh Siwon. Apalagi kalau bukan perselingkuhan yang dilakukan Hangeng beberapa waktu lalu. Siwon yang mengetahui perselingkuhan itu memilih diam tanpa memberitahu Kim Heechul karena sejujurnya Siwon sangat menyukai Heechul, namja yang lebih tua lima tahun darinya.

"Secepatnya kau harus minta maaf pada kakakmu, Kyuhyun~ah." pesan Siwon pada Kyuhyun.

.

.

.

###===END or TBC?===###

.

.

.

part dua kelar.. update yg cukup lama krna pengeditan yg tertunda hehe hope u like it nde :)

Reply to Review ::

R: Yoai? Pure brothership aja ya #smile...

A: iya, yaoi

.

R: lanjut dong msa mau end si -_-
kerenlah next chap

A: hehe iya lanjut ._.v

.

R: Wow ada story baru

Hoh aku kira Yesung disini punya penyakit mematikan? Ternyata cuma meriang? doang to wkwk

Thor pas di kata "satu-satu" kurang tepat seharusnya itu "satu-satunya" gitu

A: hehe kasian yesung kalau penyakitan, ndak tega saya -_- ah nde, uda diedit. Terima kasih sudah dikasih tau :D

.

R: karya baru lagi wuhuu aku suka ceritanya!
seperti biasa ff nya keren!
yesung tertutup banget deh sama yg lain terutama kyu kenapa ya? apa terjadi sesuatu?
nice ff author-nim ini ada lanjutan nya kan? ditunggu

A: gomawo :] siaaap..

.

R: Kyaaaaa... Di lanjut dong authornim... SECEPAT NYA ..!

Suka banget sama karakter yesung dan kyuhyun di sini :D

A: hehe iya, sip sip ~

.

R: ditunggu kelanjutannya thor ya, penasaran banget ama sifat yesungie yg misterius.
kangen banget ama couple ini, semoga aja sungie cepat selesai wamil dan bisa ikut ss6 ina.
ditunggu chap depannya ya,hwaiting!

A: aaa saya jg kangen T.T untk kmrin mreka selca brdua stelah sekian abad (?) sabar" sebulan lagi umma pulang

.

R: apapun yg terjadi ff ini harus di lanjut ..
Bikin penasaran ._.
Yesung jangan dingin dong kalo udah beku baru tau rasa :'D
Next

A: deket" epil kyu ntar juga panas hehehe xP

.

R: Lanjut thor! Butuh asupan ff kyusung! Update cepat yaa thor kalo bisa wordsnya yg banyak muheheheh! Makasih banyak thor! :D

A: diusahakan hehe

.

R: huuwaaa penasaarrraaann knp yesungie tetap brsikap dingin wlo sdah tinggal dgn kyuhyun dan kluarga slma 15thun? Apa ad rahasia yg d smbunyikan yesungie?

Ok next, fighting :)

A: masih kita cari tahu hehe nde, gomawo :)

.

R: Next terus!
Ditunggu kelanjutannya …
Kyusung nya dibanyakkin

A: diusahakan ok ok hehe

.

Dan terakhir, jangan lupa tulis pendapat kalian dikolom review kalau mau ceriya ini dilanjut :) okay ~~^^

see you paii paii