Warning: AU (setting di sekolah), beberapa karakter yang mungkin agak OOC (karena masih ¼ jalan memainkan gamenya jadi saya belum terlalu memahami tokoh-tokohnya), shotacon, lolicon. Jadi kalau anti dengan salah satu warning yang kusebutkan, jangan lanjutkan baca lebih jauh lagi!!!
Pairing: Yuri x Karol *shotacon*, Yuri x Patty *lolicon* bisa juga disebut Karol x Yuri x Patty
Rating: T (Kata-kata dan adegan yang nyerempet *beep*)
Disclaimer: Yuri, Karol, Patty dan tokoh-tokoh lain milik Namco Bandai serta Kousuke Fujishima dkk. Aku hanya menculik mereka untuk keisenganku.. nyahaha.. malang sekali yang kedapatan jatah pairing XD chapter ini masih murni semua tokoh Talesof Vesperia tapi untuk selanjutnya mungkin saja bisa ada karakter numpang lewat dari 'tales of' lainnya^^;;
Note: nano ja: pengganti 'desu' yang biasa diucapkan oleh Patty.
- - - -
"Ups gawat, ketahuan deh kita,"
"Sudahlah jangan panik sensei,"
"Siapa di sana??" Karol memberanikan diri untuk bertanya.
"Patty nano ja"
"Mati aku.."
"Ampun dehh!! Sadar Rol!! sadar!! Lihat sebelah kirimu. Semuanya baik-baik saja, tidak ada yang akan membunuhmu," Teriak Yuri sambil mengguncang-guncangkan kedua bahu Karol untuk menciptakan kesan terlalu didramatisir(?) dan lebay(?).
"Huh?" Karol memutuskan menuruti omongan senpainya dan menengok ke arah kiri. Dirinya pun langsung bernapas lega
"Ahhh... ternyata cuma anak kecil, bikin jantungan aja,"
'Bukannya kamu sendiri juga anak kecil,' Batin Yuri di dalam hati sambil sweatdrop.
"Namamu pasti Rock & Rol ya.. haha.. jadi membuatku teringat sesuatu," Seseorang yang mengaku dirinya Patty akhirnya membuka suara untuk yang kedua kalinya.
Kini giliran Karol yang sweatdrop. Tidak terima dirinya mendapat julukan aneh, dia langsung menentangnya.
"Namaku bukan Rock & Rol tau!!! tapi Karol!! Karol Capel!! Ingat itu baik-baik!!"
"Ohh ternyata aku salah.. Salam kenal ya Karol," Ujar Patty sambil memamerkan senyuman termanisnya.
'Wahh kawaiii dan moe nya dapat(?)!!' Batin Yuri dan Karol di dalam hati.
"Oya Patty Kamu kelas berapa?" Tanya Karol sambil malu-malu.
"B nano ja."
"Wah sama denganku donk.. Aku juga kelas B!! Berarti kita sekelas nih. Kalau boleh nanti kita duduk sebelahan ya,"
"Tentu, karena sepertinya kamu enak diajak ngobrol Rol,"
"Nanti siang kita makan bareng yuk. Oya Patty bawa bekal sendiri atau mau jajan di kantin?"
"Aku tidak bawa bekal kok karena ingin mencoba kelezatan masakan ibu kantin, oke nanti kita balapan lari ke kantin ya."
"blablablablabla....."
Selama kurang lebih ½ jam, Yuri hanya duduk menonton obrolan 'anak kecil' sambil menguap dan terkantuk-kantuk. Akhirnya sudah tidak tahan lagi dengan rasa bosannya karena tidak diberi pertanyaan apapun maupun diajak terlibat dalam 'diskusi', dia pun buka suara sambil berdehem.
"Ehem... Hallo?"
"Ahhh.. Yuri!! Gomen, rupanya aku melupakan kamu!!"
"Aduh Rol.. Rol.. Mentang-mentang punya pacar baru yang cantik dan imut, aku diceraikan. Hatiku benar-benar sangat tersayat-sayat oleh kepedihan yang pekat Rol." Yuri dengan gaya yang lebay berakting sedih dan mengeluarkan air mata buaya(?).
"P-pacar?! Ja-jadi kalian pacaran ya?!! Kukira dia neechan mu Rol." Ucap Patty dengan megap-megap karena terkejut dengan pernyataan Yuri. Tidak sampai di situ saja karena sepersekian detik kemudian Patty memarahi Karol.
"Tapi kau benar-benar tidak bertanggung jawab Rol, masa pacarmu sejak tadi cuma didiemin aja dan tidak diajak ngomong, tak heran dia ngambek."
"Dia benar-benar tidak bertanggung jawab ya, masa pacar secantik kau ditinggalkan. Dia laki-laki yang tidak bisa dipercaya ya.." Patty bersimpati kepada Yuri dan mengelus-elus punggung Yuri yang masih pura-pura sedih.
"Yuri!! katakan kalau ini bohong!!! Dan kau juga bukan seorang per--" Yuri tersenyum menyeringai, sambil menekan bibir Karol dengan jari telunjuknya dan berbisik. "Ini hukuman dari oniichan,"
"Mou Yuri!!! Aku benar-benar tidak sengaja, gomen...." Karol merasa menyesal dan menunjukkan ekspresi akan menangis.
"Hahaha Rol.. Gomen Rol.. aku cuma bercanda kok jangan terlalu diambil hati donk. Err... Seorang laki-laki tidak boleh menangis," Yuri tertawa sambil menepuk pelan punggung Karol.
"Dan sayang sekali oujochan, aku bukan seorang cewek seperti yang kau kira," Ujar Yuri sambil menoleh ke arah Patty dengan tersenyum simpul.
"Bercandamu kelewatan Yuri!!" Karol berusaha memukul-mukuli(?) senpainya, tapi dengan gerakan yang gesit Yuri bisa menghindari semua serangan(?) yang ditujukan kepadanya.
Patty yang melihat mereka berdua yang sedang asyik di dunia nya sendiri, tersenyum senang karena hari-harinya bakal dihiasi dengan kegembiraan(?).
Akhirnya Patty memutuskan untuk membuka suara dan menginterupsi kedua calon 'temannya' itu. "Sepertinya memang sangat menyenangkan bersama kalian, bolehkan aku berteman denganmu Yuri-nii?"
"Tentu, ini merupakan sebuah kebanggaan karena seorang putri yang cantik bersedia berteman dengan hamba,"
Mendengar respon terakhir Yuri, Karol sweatdrop dan karena tidak tahan dia mengkritik senpainya, "Halah Yu..Yu.. kalau ga usah terlalu lebay gitu kenapa sih?"
Tiba-tiba Patty menggandeng tangan Yuri dengan romantis(?) sambil menatap tajam ke arah Karol sambil mengeluarkan aura 'Tidak akan kuserahkan Yuri padamu!'
Karol yang menerima tantangan dari cewek berambut pirang itu langsung mendekap tangan Yuri melakukan serangan balasan dengan tatapan 'Tak akan kubiarkan kau merebut Yuri ku semudah itu!!'
Perang dingin pun terjadi di antara mereka. Yuri yang berada di tengah-tengah mereka hanya bisa merasakan hawa permusuhan yang tidak enak.
"Etto, Kalian ini kenapa sih?"
"Tidak apa-apa kok," Jawab mereka berdua bersamaan sambil berusaha tersenyum dibuat-buat ke arah Yuri.
BBRRUUUAAAAAAKKKK!!
JJEEDEEERRRR!!
Yuri yang hanya bisa sweatdrop dikagetkan dengan suara pintu yang dijebol dengan kaki.
"Hahaha.. Ternyata putri manisku di sini ya, Ayo ikut paman sini.."
"Tidak mau!!"
"Siapa kau?"
"Kau tak perlu tahu. Pokoknya serahkan anak itu baik-baik atau kalian memilih untuk kubunuh? Hah?!"
Sementara itu Yuri hanya terlihat bengong bagai tersambar petir di siang bolong(?), 'Uhh.. Semalam aku habis mimpi apa ya.. sepertinya deja-vu..'
"Cepat jangan buang-buang waktuku dan serahkan dia padaku anak manis,"
"AKU TIDAK MAU IKUT KAMU!!!," Teriak Patty kemudian lari bersembunyi di punggung Yuri
"TIDAKK!! TAKKAN KUBIARKAN KAU MEREBUT TEMANKU!!" Karol menyatakan siap bertarung sambil mengeluarkan sebuah palu super gede(?) dari dalam tasnya.
"Oh begitu ya jawabanmu, ANAK BODOH!!"
Terjadi pertempuran sengit di antara Karol dan penjahat itu. Penjahat bertubuh besar itu nampak kepayahan dalam menghindari serangan palu dari Karol. Detik-detik saat Karol lengah karena sudah kecapekan menggerakkan senjata kampaknya(?) yang berat, datanglah beberapa penjahat yang memberikan pertolongan kepada bos nya. Akhirnya dalam waktu yang tidak lama salah satu dari para penjahat itu berhasil menghempaskan Karol hingga mengenai tembok kawat dan membuatnya pingsan tidak berdaya lagi.
Patty segera berlari mendekati Karol dan sangat mencemaskan Karol yang terluka dan pingsan.
"KEPARAT Kau!! berani-beraninya melukai sensei ku!! KAU JUGA CURANG MAIN KEROYOKKAN!! TAKKAN KUBIARKAN KAU SEENAKNYA!!"
"Dia sensei mu ya? Ahh kecil, berarti kau lebih lemah dari dia.. Wah tapi kau cukup manis juga sayang, boleh juga kujadikan budak seks ku. Sebentar lagi kita akan bersenang-senang, jadi bersabarlah sayang. Jadi ikutlah denganku secara baik-baik bersama tuan putri itu,"
"CIH, JANGAN SEENAKNYA KAU BICARA BRENGSEK!! Dari pada HARUS menjadi milikmu lebih baik aku matI!!!!"
"begitu rupanya jawabanmu, DASAR ANAK-ANAK ZAMAN SEKARANG MEMANG SUSAH DIATUR!!!! AKAN KUBAWA KAU DENGAN KEKERASAN!!"
"BOLEH!! AKU SAMA SEKALI TIDAK TAKUT PADA PENGECUT SEPERTIMU,"
Karena tidak membawa senjata kesayangannya, terpaksa Yuri melawan mereka dengan tangan kosong. Satu per satu anak buah penjahat itu maju, langsung dikalahkan dengan berbagai variasi tendangan dan pukulan hingga babak belur. Akhirnya setelah ketujuh anak buahnya berhasil ditumbang hanya dalam waktu 5 menit, sang bos hanya bisa menggigil ketakutan dan bersandar di tembok. Tanpa belas kasihan Yuri tak segan-segan lagi memukul perutnya hingga kesakitan dan tidak bisa berkutik lagi.
"S-Siapa kau sebenarnya?? "
"kau tidak menyesal menanyai namaku brengsek? Yah baiklah supaya kau jera kuberitahu. Namaku YURI LOWELL. Ingat baik-baik.."
Begitu mendengar kata 'Yuri Lowell', bajingan itu hanya bisa semakin menggigil ketakutan. Rupanya dewi fortuna tidak berpihak kepadanya karena dia menghadapi dengan orang yang salah. Tentu saja semua bajingan kelas rendah yang mendengar nama itu saja sudah ketakutan apalagi yang menghadapinya secara langsung. Bisa-bisa dia pulang dengan kehilangan bagian tubuhnya atau mati di tempat.
Selain itu Yuri juga masuk dalam daftar 'WANTED' di kalangan mereka. Bahkan siapapun yang berhasil menangkapnya hidup-hidup atau pun membunuhnya akan mendapatkan bayaran sebesar 100 juta gald. Banyak di antara mereka yang juga nekat meregang nyawa mereka untuk menangkap Yuri demi mendapatkan harta.
"Y-Yuri L-Lowel... Maukah kau menjadi anak buahku? kubayar berapapun yang kau mau,"
"Hmpp.. aku bukan budak uang seperti yang kau kira brengsek."
Yuri menjadi semakin kesal padanya setelah mendengar tawaran itu dan menendang perut bajingan itu dengan keras.
"Kau beruntung karena ini sekolah, kalau bukan di sekolah tak segan-segan aku membunuhmu." Yuri menyorotkan aura membunuh ke arah penjahat itu.
"Yuri-nii.."
"kok mau hidup damai saja susah sekali ya? Hah.." Yuri bergumam sendiri.
Patty menjadi merasa sangat bersalah atas insiden yang melukai orang yang tidak ada sangkut paut dengan dirinya. "gomen Yuri-nii, gara-gara aku, kalian jadi terkena masalah dan Karol jadi terluka."
"tidak apa-apa, heran aku tak habis pikir kenapa penjahat bisa masuk ke sekolah ya,"
"Oujosama, apakah anda baik-baik saja," Segerombolan bodyguard berlari-lari panik mendatangi tuan putrinya.
"aku baik-baik saja. Sebas tolong rawat anak ini dan kau Mimura urus pengacau-pengacau itu,"
"Terima kasih karena telah melindungi oujosama," Salah satu bodyguard membungkuk dalam-dalam kepada Yuri.
"Tak masalah bagiku kok,"
"Tuan Yuri, kepala sekolah ingin bertemu dengan anda, mari saya antarkan anda menemui beliau.
"Tunggu sebentar, aku mau melihat keadaan temanku dulu."
Yuri pun bergegas menghampiri bos nya yang terluka. "Gomen Karol aku gagal melindungimu,"
"Tidak apa-apa Yuri, berkat itu aku bisa melihat aksimu yang keren, jarang-jarang... uhuk.."
"Sudahlah Karol kau tidak perlu bicara lagi.."
"Aku tidak bakal mati semudah itu Yuri baka~!"
"Setelah urusanku selesai, aku janji akan selalu berada di sisimu sensei," Ucap Yuri bergaya sok romantis.
"Ehem.. maaf mengganggu acara ngobrol tuan-tuan.. tolong segera selesaikan pembicaraan kalian kalau tidak luka tuan Karol akan semakin parah."
"Ini memang sudah selesai kok," Sambung Yuri dengan senyuman sinis.
Para pengawal Patty hanya bisa sweatdrop mendengar jawaban Yuri.
"Kuserahkan Karol pada kalian, 'TAPI' kalau dia sampai kenapa-kenapa, kalian tahu khan apa akibatnya?" Yuri tak segan-segan melempar death glare kepada para bodyguard. Malang sekali nasib mereka.
"Kami mengerti. Baik tuan, kami bisa tuan andalkan dan kami janji tidak akan mengecewakan tuan,"
"Bagus, ayo kita segera menemui Gakuincho, Patty."
TBC...
- - - -
Setelah dilakukan 3 kali revisi dan penambahan scene kurasa chapter 2 ini selesai juga.
mainin game Tales of Vesperia PS3 ver. sangat menyenangkan ^^ Tapi arena dungeon, & indoor nya benar-benar menjengkelkan.. T__T
sayang console wii ku sedang bermasalah sehingga suaranya tidak bisa keluar sehingga harus diservice.. aduh geregeten udah 2 minggu lebih hiatus main Tales of Graces.. mudah-mudahan saya tidak lupa sampai dimana jalannya.. T___T
mudah-mudahan sebelum masuk kuliah bisa menamatkan ToV dan ToG ini juga melanjutkan Tales of the Abyss!! (tapi sepertinya tidak mungkin sempat)
Sekian chit-chat yang tidak jelas dari saya.
Mohon review dan terima kasih bagi yang telah bersedia membaca.
Mohon maaf kalau ada misstypo dan kata-kata yang aneh. Dengan senang hati akan saya perbaiki.
