Because, I love you

Chapter 2

Disc © Masashi Kishimoto

Rated : T

Genre : Drama, Romance(?), Family

Warning : Gender bender, OOC, typo(s),Miss typo(s), bahasa amburadul

(1412)

"Dobe..." panggil Sasuke.

"Nani teme?" tanya Naruto.

Kini Mereka berdua tengah berjalan-jalan di taman Konoha. Jika Kalian ingin tahu maka Mereka tengah kencan, Mereka adalah sepasang kekasih. Meski hanya segelintir orang yang tahu.

"Naru ada yang ingin kubicarakan."

"Aku juga," ujar Naruto tersenyum manis.

"Naru. Aku ingin Kita putus," ujar Sasuke tiba-tiba.

"Eh? Apa yang Kau bicarakan? Itu tak lucu teme. Hahaha." tawa Naruto. Dia tak menganggap serius perkataan Sasuke.

"Naruto Aku serius. Aku ingin Kita putus." ujar Sasuke menatap mata sapphire milik Naruto.

"Ke-kenapa Kau berkata seperti itu?" tanya Naruto tak mengerti.

"Karena Aku ingin putus. Aku sudah dijodohkan." jawab Sasuke.

"Di-dijodohkan? Ke-kenapa Kau tak menolaknya?"

"Karena ini perintah Ayahku. Untuk masa depan Klanku."

"A-apa Klanmu lebih penting dariku?" tanya Naruto pelan.

"Ya. Karena ini perintah."

"Siapa gadis yang dijodohkan denganmu?"

"Hinata. Hyuuga Hinata."

Deg.

Matanya membulat kaget. Hinata? Gadis pemalu yang Dia ketahui juga menyukai Sasuke, sekaligus sahabatnya. miris sekali rasanya.

"Souka. Klan Hyuuga memang Klan terpandang, tidak seperti Uzumaki yang punah. Semoga Kau bahagia Sasuke." ujar Naruto, tersenyum manis. Matanya sudah berkaca-kaca, air matanya dapat tumpah kapan saja.

"Sayonara." gumam Naruto. Berlari menjauh meninggalkan Sasuke.

Sasuke hanya menatap kepergian Naruto dengan tatapan sedih.

[(Flashback)]

"Sasuke. Tou-san sudah menjodohkanmu dengan putri Ketua klan Hyuuga." ujar Fugaku.

"A-apa? Tapi Tou-san tahu bukan Aku sudah memiliki kekasih. Dia adalah Naruto." Sasuke mencoba menolak.

BRRAAKKK

Fugaku menggebrak meja, "Jangan membantah Kata-kata Tou-san Sasuke. Ini untuk kepentingan Klan."

"Kaa-san..." Sasuke mencoba meminta bantuan Ibunya, namun hanya mendapat gelengan dari Mikoto.

"Aku tak akan membiarkan Kau bersatu dengan gadis Uzumaki itu. Aku akan melakukan apapun. Meski itu harus membunuh gadis yang Kau cintai." ancam Fugaku serius.

"Kau keterlaluan Tou-san." ujar Sasuke tak habis fikir tentang sifat Ayahnya.

"Tergantung pilihanmu."

Sasuke terdiam. Dia mencintai Naruto, tapi jika Dia meneruskan keinginannya untuk bersama Naruto maka gadis itu dalam bahaya. Namun jika Dia memutuskan ikatannya dengan Naruto, gadis itu pasti sakit hati dan tak akan memaafkannya.

"Baiklah. Aku setuju akan perjodohan itu. Tapi Kau harus berjanji satu hal. Kau tak akan menyentuh Naruto sehelai rambutpun atau Kau akan tahu akibatnya." Ujar Sasuke, matanya berubah sharingan memutar cepat sampai menjadi MS. Dia tak lagi hormat pada Sang Ayah. Dia enggan, ternyata Ayah yang Dia kagumi itu licik.

"Baiklah. Aku berjanji." Janji Fugaku. Senyum senang tak lepas dibibirnya.

'Gomen dobe.' batin Sasuke.

[(Flashback off)]

Sasuke berjalan pulang setelah acara pemutusan(?) dirinya dan Sang Kekasih, ralat sekarang mantan Kekasih.

"Aku benar-benar minta maaf dobe. Ini kulakukan untuk kebaikanmu. Karena Aku mencintaimu." gumam Sasuke.

(1412)

" ...Sasuke-kun? Kau daritadi melamun ada apa?" tanya Hinata melihat Sang suami ak menyentuh sarapannya sama sekali.

"Gomen Hinata. Tak ada apa-apa, hanya sedikit pusing akan pekerjaan Ketua Anbu." jawab Sasuke berbohong. Tentu saja berbohong. Mana mungkin Dia jujur dan berkata 'Aku hanya ingat masa laluku dengan gadis yang sangat kucintai sampai sekarang,' Dia pasti akan dibunuh seluruh anggota Klan Hyuuga.

"Jangan terlalu banyak fikiran. Tak baik untuk kesehatan." nasehat Hinata.

"Arigatou. Sepertinya ada Misi." ujar Sasuke melihat burung yang terbang diatas kediaman milik keluarga kecilnya.

Hinata mengangguk mengerti. Beginilah nasib istri Ketua Anbu. Tak tahu tempat, jam berapa, sedang apa, jika ada Misi harus berangkat.

"Itterasai." Melambaikan tangan mengantar kepergian Sasuke dengan senyum manisnya.

Namun senyum itu sirna setelah kepergian Sasuke. Dia memegangi perutnya yang datar. Sangat jelas dalam ingatannya saat salah satu temannya mengatakan hal yang tabu bagi para istri beberpa tahun lalu.

(Flashback on)

"Hinata Gomen, tapi Aku harus mengatakannya. Kau tak bisa memiliki keturunan. Ada yang salah dengan rahimmu." Ujar Sakura memasang wajah bersalah. Tak tega mengatakan hal itu.

"A-apa maksudmu Sakura-chan? Pa-pasti ada kesalahan." sangkal Hinata tak terima.

"Sayangnya tidak. Aku sudah mengeceknya beberapa kali. Gomen."

(Flashback off)

'Apa ini kutukan darimu Naru-chan. Kutukan karena mengambil Sasuke-kun darimu? Tapi Aku juga pantas bahagia, pantas mendapatkan cintaku.' Batin Hinata.

(1412)

"Katon : Gokakyuu no jutsu."

Teriak seorang bocah berumur 10 tahun. Menyemburkan api dari mulutnya.

"Huaa.. Nii-chan Sugoi. Shina juga bisa." ujar gadis kecil berumur 7 tahun berambut Hitam panjang bermata Sapphire -Nara Shina- putri dari Uzumaki Naruto dan Nara Shikamaru.

Shina berkonsentrasi mencoba mengeluarkan bayangan dan mengikat dengan bayangan sang Kakak.

"Kagemane no jutsu sukses." ujarnya bangga namun hanya tahan beberapa detik.

"Huh menyebalkan. Kenapa Aku tak memiliki jutsu seperti Tou-san." gerutu anak laki-laki berumur 10 tahun, Berambut hitam jabrik dengan mata sapphire (bayangin aja Menma) -Nara Haru- putera pertama pasangan Naruto dan Ahikamaru

Naruto dan Shikamaru saling berpandangan dan mengaguk. "Mungkin ini sudah waktunya." ujar Shikamaru.

"Haru. Ada yang ingin Tou-san bicarakan," panggil Shikamaru.

Haru berjalan mendekati kedua orangtuanya diikuti sang adik Shina.

"Tou-san akan berbicara sangat serius. Dengarkan baik-baik." ujar Shikamaru menatap puteranya. Haru mengangguk mengerti

"Sebenarnya. Kau bukan putera Tou-san."

"Apa maksud Tou-san?" tanya Haru kaget.

"Tou-san akan menceritakan sedikit masa lalu Kaa-sanmu. Jangan memotong pembicaraan." ujar Shikamaru. Menatap Naruto yang tengah menguncir rambut Shina.

Merasa ditatap Naruto mengangguk mengizinkan.

"Kau tahu bukan Konoha adalah desa tempat Tou-san dan Kaa-san tinggal?" tanya Shikamaru. Haru mengangguk.

"Sebelum Tou-san dan Kaa-san menjadi suami-istri, Kaa-san memiliki seorang kekasih. Dia tampan, Jenius, dari klan terpandang di Desa. Kaa-san dan pria itu saling jatuh cinta. Mereka sepasang kekasih yang diramalkan menjadi keluarga bahagia. Namun tiba-tiba pria itu memutuskan hubungan dengan Kaa-sanmu. Dan berencana menikah dengan wanita yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya. Wanita itu juga dari Klan terpandang sekaligus sahabat dari Kaa-sanmu." Shikamaru meghisap rokoknya, menghembuskan keatas.

"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Haru. Dia sudah dapat menebak arah pembicaraannya. Namun Dia menyangkalnya, tak ingin mendengar kelanjutannya.

"Kau adalah anak pria itu." jawab Shikamaru.

"Apa maksudnya?" tanya Haru.

"Saat Kaa-sanmu ingin memberitahukan kabar bahagia itu, si pria memutuskannya. Tanpa tahu Kaa-sanmu mengandung." Jelas Shikamaru.

"Ti-tidak. Aku tidak mau jadi anak pria yang sudah menyakiti Kaa-san." teriak Haru berlari kearah hutan.

"Ha-haru-kun." panggil Naruto khawatir. Namun ditahan Shikamaru. Shikamaru menggeleng.

"Dia butuh sendiri untuk menerima kenyataan yang baru diterimanya." ujar Shikamaru.

Naruto memeluk Shikamaru. Shina hanya bingung menatap kedua orangtuanya, namun Dia sudah menyimpulkan apa maksud dari cerita itu. Seperti diharapkan dari keturunan Nara.

(1412)

Hujan perlahan turun, satu tetes, dua tetes, tiga tetes, dan semakin deras.

Haru melopati pohon berlari kearah Hutan.

'Apa maksudnya? Aku bukan anak Tou-san? Aku anak pria berengsek yang membuat Kaa-san bersedih. Kuso. Kenapa jadi seperti ini.' batin Haru.

"Arrggghhh..." teriaknya Frustasi. shappirenya perlahan berubah menjadi merah dengan tiga tomoe.

"Menyakiti Kaa-san. Kubunuh Kau pria brengsek!" teriak Haru diiringi petir menggelegar.

(1412)

Naruto menatap air hujan. Hatinya gelisah, khawatir akan puteranya, "A-anata. Mungkin Aku harus mencarinya." ujar Naruto berjalan kearah pintu masuk.

"Kita beri waktu untuk Haru menerima semua ini. Ini tak mudah untuknya." Shikamaru mencoba menghalangi Sang istru namun tak ditanggapi

Sreggg

Pintu masuk terbuka. Naruto dan Shikamaru menatap kearah pintu.

"Haru-kun." pekik Naruto kaget melihat Haru yang basah kuyup.

Shikamaru bukan kaget karenabasah kuyup, melainkan mata dari Haru.

"Sharingan." ujar Shikamaru pelan namun masih terdengar oleh telinga Naruto.

Membulat kaget. Naruto melihat mata Haru, "Kaa-san." Panggil Haru sebelum akhirnya tak sadarkan diri.

(1412)

Naruto menatap puteranya khawatir. Badanya panas. Sepertinya Dia demam akibat terlalu lama diguyur hujan.

"Kau perlu istirahat Naru-koi. Aku yang akan menjaga Haru." Ujar Shukamaru khawatir. Semalaman Naruto tak tidur hanya untuk menunggui puteranya.

"Aku tak apa Anata. Aku hanya ingin berada disampingnya saat Haru-kun membutuhkanku. Pasti berat mengetahui kenyataan ini." Mengusap rambut hitam Haru dengan penuh kasih sayang.

"Ugghhh..." lenguh Haru, perlahan matanya terbuka. Melirik kearah Naruto dan Shikamaru.

"Kaa-san, Tou-san." panggil Haru lemah.

"Yokatta Kau telah siuman. Ada apa sayang? Apa yang Kau butuhkan? Mau minum atau Kau lapar ingin makan?" tanya Naruto.

Haru menggeleng lemah, "Apa Kaa-san membenciku?" tanya Haru tiba-tiba.

"Eh. Kenapa Kau mengatakan hal itu? Mana mungkin Kaa-san membencimu. Kau adalah buah hati Kaa-san." jawab Naruto tersenyum lembut.

"Ta-tapi Aku putera dari Pria yang membuat Kaa-san sedih." ujar Haru.

"Apa yang Kau bicarakan? Kau putera Kaa-san dan Tou-san, Nii-san dari Shina."

Haru mengalihkan pandangannya pada Shikamaru, "A-apa Tou-san masih mau menganggap Haru puteramu? Tou-san tahu bukan Aku bukanlah darah dagingmu."

"Tidak. Kau tetap putera kebanggaan Tou-san. Putera Nara Shikamaru. Jangan berkata seperti itu lagi, Kau menyakiti hati Kaa-san dan Tou-san yang menyayangimu." Ujar Shikamaru mengacak-acak rambut Haru.

"Shina juga menyanyangi Nii-san. Sangat sayang." Shina masuk kedalam kamar Kakaknya membawa sepiring buah-buahan.

"A-arigatou." Haru mengusap air mata terharunya. Memiliki keluarga seperti ini sudah cukup untuknya.

(1412)

"Oh ya Haru-kun. Apa Kau merasa ada yang berbeda pada bagian tubuhmu?" tanya Naruto.

"Mata. Entah kenapa mata Haru saat dihutan rasanya aneh." jawab Haru.

"Kau membangkitkan Sharingan puteraku. Pria itu seorang Uchiha. Kau pasti tahu bukan Klan Uchiha dari buku-buku yang Kau baca." ujar Shikamaru menjelaskan.

"Klan terkutuk. Aku tak suka." gumam Haru.

"Haru-kun bolehkah Kaa-san meminta sesuatu darimu." Naruto menatap puteranya. Haru mengangguk, sedikit ragu karena tak biasanya sang Kaa-san meminta sesuatu darinya.

"Saat Kita pulang ke Konoha apapun yang terjadi jangan gunakan saringanmu. Apapun yang terjadi." ujar Naruto menatap puteranya serius.

"Memangnya kenapa Kaa-san?" tanya Haru. Dia juga sebenarnya tak berencana menggunakan kekuatan dari Klan Ayah biologisnya, tapi tak masalah bukan Jika ingin tahu alasan Kaa-sannya.

"Jika para Uchiha tahu. Kau pasti akan diambil Mereka. Kaa-san tak ingin berpisah denganmu sayang." jelas Naruto. Memeluk erat Haru. Membulatkan matanya, tersenyum lembut, senang karena Sang Bunda menyayanginya.

"Tunggu. Kaa-san bilang pulang ke Konoha?" Tanya Haru melepas pelukannya.

"Iya. Besok Kita ke Konoha. bagaimanapun Kita keluarga Ninja, Kaa-san dan Tou-san sudah terikat janji dengan Godaime Hokage. Lagipula Kau juga ingin menjadi ninja bukan, jadi Kami memutuskan untuk pulang." jelas Naruto. Menatap Shikamaru yang memasang wajah lembut.

"Yatta. Shina bisa melihat desa Konoha, Iyakan Haru-nii." ujar Shina berjingkrak senang.

"Ya sudah sekarang Kalian menyiapkan barang yang akan dibawa besok. Beristirahatlah Hari." ujar Shikamaru. Menuntun Naruto kekamarnya.

(1412)

"Hokage-sama. Apa yang sedang Anda lakukan?!" tanya Sakura. Perempatan siku-siku terlihat didahinya.

Orang yang dipanggil Hokage itu melihat Sakura dari balik buku orangenya.

"Apa? Ya tentu saja sedang membaca Sakura." Jawab sang Hokage, Kakashi Hatake, Rokudaime Hokage menggantikan Tsunade Senju yang sekarang menjabat menjadi Kepala Rumah Sakit Konoha. Dan Sakura terpaksa menjadi Asisten Hokage, tak ada yang sanggup menghadapi sikap santai dan malas seorang Hatake.

"Aku berjanji akan membakar semua koleksi buku Hentaimu sensei." ujar Sakura kesal.

"E-etto... Sa-sakura-chan. A-aku tadi bercanda. Aku akan bekerja serius." Kakashi menutup buku orangenya. Membuat murid dari Tsunade Senju. Itu artinya tak saang nyawa.

"Kejakan kertas-kertas itu. Aku akan keluar dulu. Saat Aku kembali semua harus sudah selesai." ujar Sakura menunjuk keras-kertas yang menumpuk di Meja Hokage.

"Harusnya Aku tak menerima jabatan ini." gumam Kakashi menatap kepergian Sakura.

(1412)

"Kaa-san apa masih lama?" tanya Haru.

"Sebentar lagi Sayang. Lihat gerbang konoha sudah terlihat." Jawab Naruto,

"Shina ngatuk Tou-san. Hoam." gumam Shina. Shikamaru menggendong Shina agar dapat tidur.

"Tidurlah. Nanti Tou-san bangunkan." ujar Shikamaru.

Naruto menggenggam tangan Shikamaru erat dan sedikit gemetar takut.

"Semua akan baik-baik saja Naru. Aku akan selalu berada disampingmu." Bisik Shikamaru.

Haru melakukan hal yang sama. Menggengam tangan Sang Bunda menampilkan cengiran lima jari ala Naruto.

(1412)

Keluarga kecil itu berjalan masuk kedalam desa Konoha. Sang penjaga gerbang abadi(?) Kotetsu dan Izumo membulatkan matanya kaget siapa yang memasuki desa Konoha.

Sebagian warga juga banyak yang melihat kearah Mereka. Terlebih kaum Adam, bagaimana tidak. Naruto, terlihat mempesona dimata mereka. Kulit putih susu, rambut pirang sepunggungnya diikat setengah dan setengah lagi dibiarkan tergerai. Tubuhnya dibalut Yukata Putih bermotif bunga sakura 5 cm diatas lutut. High heels putih terpasang cantik di kakinya (yang biasa Tsunade pake, tapi warna putih), Ahh ya. Dia juga memiliki tanda di dahinya. Bertahun-tahun tak menggunakan cakra berlebihan membuatnya dapat menyimpan cakra seperti Tsunade. Benar-benar mirip Tsunade versi muda.

Shikamaru melihat itu memberi deathglare gratis plus bonus deathglare dari Haru. Ayah dan anak yang overprotektif ternyata.

"Apa Kita ke Kantor Hokage dulu Anata?" tanya Naruto.

"Tentu saja. Nanti baru Kita temui Tou-san dan Kaa-san." jawab Shikamaru.

"Tunggu Anata. Gunung Hokage itu. Bukankah ada yang aneh?" Naruto menunjuk pantung wajah Hokage, terus menatap,

"Aahh... wajah patungnya bertambah satu. Da-dan itu wajah Kaka-sensei." ujar Naruto heboh.

"Cepat. Cepat Kita ke gedung Hokage." ujar Naruto semangat.

Ahh. Fisik memang berubah namun sifat tak sepenuhnya berubah, Shikamaru menghela nafas, "Itulah Naru yang Tou-san cintai." ujarnya pada Haru. Haru hanya terkekeh melihat kelakuan Sang bunda diluar kebiasaannya. Maklumlah yang Dia tahu Ibunya adalah seorang wanita yang pendiam tidak seperti tadi yang heboh.

"Sampai lupa suami dan anak-anaknya." gumam Shikamaru swatdrop.

(1412)

Drap. Drap. Drap. Braakkk

"Kaka-sensei!" teriak Naruto semangat mendobrak pintu ruang hokage.

Kakashi yang diam-diam tengah membaca buku orangenya sampai jatuh terjungkal dari kursi hokage karena kaget.

'Sa-sakura kah?' batin Kakashi sedikit takut.

"Na-naruto?" tanya Kakashi ragu, yang Dia tahu Naruto adalah gadis tomboy, namun cengirannya mirip sekali milik muridnya itu

"Tentu saja Aku." Jaawab Naruto senang.

"Na-naruto. Kau pulang?" tanya Kakashi memastikan.

"Aduh Sensei. Iya ini Aku. Yang terpenting, benarkah Kaka-sensei menjadi Hokage?" tanya Naruto.

Kakashi tersenyum dari balik maskernya, "Seperti yang Kau lihat. Oh mana suamimu?" tanya Kakashi jail. Wajah Naruto langsung memerah malu.

"Kaa-san. Kenapa meninggalkan Kami." suara Haru. 3 Orang lainnya masuk, Shikamaru, Haru dan Shina yang sudah bangun.

"Kaka-sensei. Kenalkan ini puteraku Nara Haru, dan puteri kecilku Nara Shina. Dan suami yang sangat kucintai Nara Shikamaru." ujar Naruto. Shikamaru memeluk pinggang Naruto lembut.

Cengo. Seorang Kakashi syok mendengar penuturan salah satu muridnya. "Lama tak berjumpa Kakashi-sensei. Tidak, sekarang Anda Rokudaime Hokage, Hatake Kakashi." ujar Shikamaru.

"Ahh lama tak berjumpa. Salam kenal Haru-kun. Shina-chan. Aku adalah Sensei dari Kaa-san Kalian." sapa Kakashi pada anak muridnya.

"Baa-chan mana Sensei?" tanya Naruto.

Drap. Drap. Drap.

"Naruto!" panggil Tsunade masuk keruang Hokage diikuti Shizune dan Sakura.

"Baa-chan,"

"Kau keterlaluan. Kau kira berapa lama meninggalkan desa?" tanya Tsunade marah.

"Gomenasai."

Tsunade mendekati Naruto. Naruto sudah menutup matanya siap-siap menerima hukuman.

Greep.

Tanpa diduga Tsunade memeluk Naruto, "Okaerinasai putriku." ujar Tsunade.

"Ta-tadaima," gumam Naruto menangis Haru.

"Naruto?" panggil Sakura memastikan.

"Hai Sakura-cha. Lama tak berjumpa." Sapa Naruto.

"Baka. Kau kira berapa lama Kau pergi. Meninggalkan tim 7 tanpa pemberitahuan. Jika Neji tak terkena racun saat Misi pasti Kami tak tahu keadaanmu." ujar Sakura kesal.

"Bisakah reuninya ditunda dulu. Kami belum mengunjungi keluarga Nara." Shikamaru mengintrupsi, Dia juga kasihan pada kedua anaknya yang kelelahan akibat perjalanan jauh.

"Ah ya silahkan. Kita masih memiliki banyak waktu untuk berbincang." ujar Kakashi mengizinkan. Keluarga kecil itu berjalan menjauh keluar gedung Hoakge. Menuju kediaman Nara.

"Itu anak-anak Naruto dan Shika?" tanya Sakura.

"Ya. Kalau tak salah namanya Nara Haru, dan Nara Shina." jawab Kakashi.

"Entah kenapa Mereka terlihat bahagia dan harmonis. Indahnya." gumam Shizune.

"Ya. Gadis itu sudah menjelma menjadi seorang istri dan Ibu. Ternyata banyak waktu yang sudah terlewat." ujar Tsunade.

"Yang paling penting. Sensei, Sepertinya keetas di meja itu tidak berkurang. Kau pasti sibuk dengan buku hentai itu." Sakura melirik Sang Rokudaime. Tangannya dikepalkan. Dan teriakan tak lazimpun terdengar diruang Hokage.

(1412)

"Tadaima Tou-san, Kaa-san." Shikamaru memasuki rumahnya menuntun kedua putera dan puterinya diikuti Naruto dari belakang.

Shikaku dan Yoshino yang tengah berbincang diruang tamu melirik asal suara senyum lembut terpatri dibibir keduanya, "Okaerinasai Putera dan puteriku." sambut Yoshino memeluk Shikamaru dan Naruto bergantian.

"Kau terlihat cantik dan dewasa Naru-chan. Ahh pasti ini cucu-cucuku. Ternyata sudah besar." Yoshino menatap kedua cucunya bergantian dan memeluknya.

"Nara Haru desu."

"Nara Shina desu."

Keduanya memperkenalkan diri. Shikaku menatap puteranya dan tersenyum, "Kau membuatku bangga nak. Sudah sepantasnya Kau mewarisi Kepala klan Nara." ujar Shikaku menepuk pundak Shikamaru.

"Terimakasih telah menjaga Shikamaru Naru, Maaf merepotkanmu." ujar Shikaku menatap Naruto.

"Ti-tidak Tou-san. Akulah yang sering menyusahkan Shika-kun. Maaf mengambil Shikamaru dari Kalian." Naruto menundukkan kepalanya.

"Sudahlah. Kalian pasti lelah, belum makan Kaa-san buatkan makan siang." ujar Yoshino berjalan kearah dapur.

"A-ano Ka-Kaa-san. Bo-bolehkah Aku membantu?" tanya Naruto kikuk.

Yoshino tersenyum lembut, "Tentu saja." jawabnya.

"Anata, Tolong tidurkan Shina-chan Dia terlihat lelah. Haru-kun juga tidur, nanti saat makan siang sudah siap Kaa-san bangunkan." ujar Naruto pada suami dan puteranya.

"Anata, heh? Kau beruntung mendapatkan istri seperti Naruto." Bisik Shikaku. Shikamaru hanya memutar bola matanya bosan.

(1412)

Kabar tentang kepulangan Naruto dan Shikamaru bersama anak-anaknya menyebar dikalangan para Rokkie. Mereka ingin sekali mengunjungi Keduanya namun dilarang oleh Sakura. Naruto dan Shikamaru pasti lelah setelah perjalanan yang cukup jauh.

'Syukurlah Kau sudah bahagia Dobe. Aku ikut senang. Meski Aku tak terima cintamu kini tak lagi untukku' batin Sasuke.

TBC

A/N : Yosshaa... ini Dia chapter kedua dari Fanfic Author. Hmm rasanya alurnya masih kecepatan tapi nanti makin kesini makin lambat kok, soalnya di Konoha bakal banyak hal yang terjadi. Disini juga menceritakan ada hubungan apa antara Naruto dan Sasuke di masa lalu.

Terus Naruto disini Jinchuriki namun Dia besar di luar desa Konoha Dia besar bersama Jiraya, ikut berpetualang. Sesudah malam penyegelan Dia dibawa Jiraya. Pas umur 10 tahun Dia datang ke Konoha dan menetap disana, Jiraya kembali berpetualang. Disini ngga ada yang tahu Dia anak Yondaime hokage kecuali Hokage dan 3 tetua bangkotan yang selalu bikin kesel, Naruto sendiri tahu jati dirinya namun ditutup rapat. Tahukan diluar sana banyak musuh dari Yondaime. Masalah pair tetap emmm~ masih tahap pemikiran cuma nanti Author buat scane romatis antara ShikaNaru (: Maklum Author fans dari dua orang itu :D Masih banyak Misteri dari Naruto yang belum Author ungkap, mangkannya di chapter 1 dan 2 alurnya di percepat.

Oke A/Nnya kebanyakan. Gomen ga bisa bales review satu-satu, tapi makasih yang udah review, follow, ataupun favorite. See you next time Minna-san ^_^

Review?