Daniel mengetuk rumah berwarna biru toska, tak lama kemudian terdapat seorang pemuda yang terkejut melihatnya.

"D- Daniel? Tumben kau datang." Pria itu terlihat panik atau ntah hanya perasaan Daniel saja.

"Kau kenapa sih hyung? Rindu ya denganku?" Canda Daniel, "Udah aku mau masuk."

Daniel mendorong tubuh Jisung lalu ia masuk kedalam rumah yang sekitar 6 bulan tidak ia kunjungi. Daniel berjalan menuju ruang tengah, ia terkejut ketika melihat surai hitam bergelombang dihadapannya. Ia akhirnya mengerti kenapa Jisung panik ketika melihatnya.

"Daniel?" Wanita itu membulatkan matanya ketika melihat sosok dihadapannya.

.

.

.

Let's See

Ch.2 : My Ex

Author : Darkpastwo

Main Cast :

- Kang Daniel

- Park Jihoon

- Ong Seungwoo

-Lee Woojin as Kang Woojin / Ong Woojin

Other Cast : PD101

Genre : Romance

Rating : T

Warn : BxB, BL, GS buat beberapa cast.

.

.

.

"Apa? Ka Seungwoo? Ka Seungwoo yang waktu itu ketua Cheers kita di SMA? Ka Seungwoo yang berubah jadi anak basket di kampus?" Suara Hyungseob terdengar mengelegar membuat Jihoon menutup wajahnya malu. "Gua ngga nyangka dia udah punya anak dan itu anak ka Daniel yang anak rohis waktu SMK?"

"Ih pantes ya gua waktu itu liat ka Seungwoo muntah-muntah pas mau pergi ke kampus, tapi itu kan udah lama banget." Daehwi udah ngomong ala tukang gosip, "Terus pas kelulusan dia gendutan gitu, eh tau taunya baru lahiran ya. Ko aku ngga nyadar sih?"

"Tapi gua masih ngga nyangka Hoon, ka Daniel sama ka Seungwoo pernah do this do that."

"Wajar aja sih, ka Daniel sama ka Seungwoo itu temenan dari smp terus jadian dari kelas 8. Mereka putus pas kita masih jadi maba alias pas mau kelulusan ka Seungwoo."

Jihoon natap Daehwi, duh ko bisa ya dia punya temen tukang gosip kaya gini. Jihoon takut aib suaminya bocor, apalagi Daehwi tukang gosip gitu.

"Dae, tolong ya rahasia ini jangan sampe bocor. Gua gamau suami gua denger gosip tentang dia sama ka Seung, ntar yang ada gua diceraiin." Pinta Jihoon, Daehwi cuma mangut-mangut gajelas.

"Hoon, jadi lu gimana? Lu nerima anak hasil dari persilangan ka Daniel sama ka Seungwoo tinggal di rumahlu? Lu ga sakit hati apa?" Hyungseob yang udah lama diem gegara suaranya abis akhirnya ngomong lagi, Jihoon kembali menutup wajahnya namun kali ini ia nutup wajahnya gegara mau nangis. Nginget suaminya pernah do this do that sama cewek lain.

"Lah kak Seob liat tuh ka Jihoon jadi nangis." Ucap Daehwi heboh, membuat mereka bertiga menjadi pusat perhatian teman-teman sekampusnya.

.

.

.

"Dimana Woojin?" Tanya wanita itu.

"Dia aku titipkan ke tempat penitipan." Jawab Daniel. "Ong Seungwoo."

Seungwoo menoleh, mata Daniel kini terlihat menatap wajahnya tajam. Seungwoo tau ini pasti menandakan hal yang buruk, Seungwoo yakin akan hal itu.

"Bukankah dulu sudahku bilang? Gugurkan kandunganmu." Ucapan Daniel terdengar dingin dan menyayat hati. "Tapi kau tidak mendengarkan ku, kau sengaja kan? Kau ingin ak-"

"Heol. Kau fikir mengugurkan kandungan itu mudah? Kau fikir aborsi itu gampang? Kau fikir itu tidak menyakitkan? Membiarkan dirimu sakit dan terluka ketika melihat tangan kecil yang terpotong dengan darah yang melumuri tubuh mungil itu."

"Jal-"

"Siapa yang membuatku seperti ini?" Seungwoo memotong ucapan Daniel lalu menatapnya datar.

"Tsk... Harusnya kau tau dengan kedatangan anak itu hubunganku dengan Jihoon menjadi renggang."

"Dan harusnya kau tau, kedatangan anak itu membuat masa depanku hancur."

"Makanya dari awalku bilang gu-"

PLAK

Seungwoo menampar Daniel, tubuhnya terlihat bergetar. "KAU TAU BERAPA BANYAK BEBAN YANG KU TAMPUNG? KAU TAU APA YANG ORANG BICARAKAN TENTANGKU?"

"LALU KENAPA DARI AWAL KAU TIDAK MENGUGURKAN SAJA? KAU ... SIFATMU ITU JELAS SEKALI JIKA KAU SUDAH MERENCANAKAN SEMUA INI! JELAS SEKALI BAHWA KAU INGIN MENGGANGGU HUBUNGANKU DENGAN JIHOON."

PRANG

Kali ini Seungwoo melempar gelas yang berada disampingnya ke sembarang arah, Jisung yang mendengar suara pecahan gelas hanya bisa pasrah. Fyi, sebenarnya mereka masih berada di rumah Jisung, dan pemiliknya itu sedang berada di kamarnya.

"Bagaimana bisa sih mereka dulu saling menyukai jadi kaya gini."

.

.

.

"Jadi begitu toh, Seobie harusnya lu ngga kepo begitu!" Woojin ngusap rambut pacarnya.

Samuel cuma nepuk punggung Jihoon sambil bilang, "Mana orangnya? Gua ga rela sahabat gua dinangisin."

Oh iya kenapa ada 2 curut ini?

Jadi begini, seudah Daehwi teriak heboh banyak orang yang diem-diem nengok mereka. Bahkan dikerumunin kaya apa aja, terus 2 curut yang jalan ke kantin kepo. Eh tau-taunya itu yang lagi jadi pusat perhatian pacar mereka + sosok wanita bantet yang lagi nangis.

Jihoon ngelap ingusnya pake tangannya, membuat 4 temennya mandang dia jijik. Samuel yang emang jijikan manggil temennya yang baru masuk ke kantin buat beliin tisu, ga lama kemudian temennya itu ngasih tisu ke Samuel lalu duduk disamping cowo bule itu.

"Gua duduk sini ya." Cowok berambut hitam itu duduk disamping Samuel terus minum jusnya, "Dia siapa?"

"Park Jihoon." Jawab Samuel cuek, "Udah deh nun, nih lap ingusnya pake tisu aja. Jinyoung yang beliin."

Jihoon ngangguk lalu ia ngambil tisu yang dipegang Samuel, "Makasih hiks.." Jihoon natap Jinyoung, "Omong-omong gua baru liat lu hiks"

"Iyalah, orang dia pendiem jadi wajar kalo elu jarang liat dia ehe." Nah, tjabe kita Daehwi mulai bersuara lagi.

"Jihoonie maafin gua ya udah bikin lu nangis);" Hyungseob akhirnya meluk Jihoon.

"Ingin dong dipeluk kamu juga ay." Bukannya dapet pelukan, tapi Woojin malah ditendang sama Hyungseob.

.

.

.

Daniel menatap Seungwoo, ia melihat lengan wanita itu yang sudah memerah akibat ia menariknya sangat keras. Seketika amarah didada Daniel mereda, sedangkan Seungwoo masih menangis sambil memegang tangannya.

"A-aku tidak-" Daniel mencoba meraih tangan Seungwoo namun wanita itu menjauh.

"Jangan mendekat, kumohon." Namun Daniel tak mendengar ucapan wanita yang pernah singgah dihatinya itu. "Kumohon Daniel, aku tidak ingin disakiti lagi oleh orang yang sama."

Daniel terpaku, tiba-tiba saja ingatan soal Daniel yang memutuskannya dan berpindah hati ke Jihoon. Lalu saat dimana Daniel selingkuh dengan seorang gadis padus Seungwoon, ketika mereka bersama.

Daniel menggeleng, "Ma-maafkan aku." Ia berjalan mundur hingga tak sadar bahwa ia kini menginjak beling yang membuat kakinya berdarah.

Daniel mengerang ketika kakinya dibasuh dengan alkohol, tanpa sengaja membuatnya menendang wajah Jisung. Lalu dimana Seungwoo?

Wanita itu berada didepan Daniel, ia hanya menunduk enggan menatap wajah mantannya itu.

"Aku mau pulang." Oh akhirnya Seungwoo kembali berbicara dengan suara seraknya, Seungwoo mengambil jaket dan tasnya. "Jisung oppa, jangan lupa pesananku yang tadi."

"Hm... Hati-hati dijalan ya." Jisung melambaikan tangannya pada Seungwoo, "Sekarang sudah jam 6, pulanglah istrimu pasti sudah menunggumu di rumah."

Daniel mengangguk, beberapa menit keemudian ia pamit. Daniel kini berada dimobilnya dan sudah dekat dengan rumahnya. Sesampainya dirumah ia mengernyit, binggung dengan adanya sepatu anak kecil di rumahnya.

"Heol! Aku lupa anakku tertinggal!"

.

.

.

TBC

Part ini maraton pisan, oke jadi w update 2ch untuk awal ya.

Oh iya maafin w karena membuat Daniel menjadi cowo kerdus, soalnya jujur w agak kesel pas di final concert dia malah asik sama Sungwoon -dan Ong dia anggurin- dan juga pacar thor -baca Jonghyun.

Belum lagi dia photoshoot sama Jaehwan mulu deketnya, sebenernya w curiga dia mau jadi agen ternak lele yth bapak Jaehwan ehe (͡° ͜ʖ ͡°)

Jangan lupa tinggalin jejak ya ^^