I Will Try
Actor's
Kim Taehyung – Jeon Jungkook
Other's
Byun Baekhyun
Mingyu
Kim namjoon
Etc.
Mature Content
Yaoi
Don't Like?
Just close this content
Cerita murni pemikiran author, no republish please
.
.
.
"Ini Kim Taehyung, dia adikku"
Taehyung berusaha menampilkan senyum terbaiknya, tetap duduk tegak berwibawa dengan sedikit melonggarkan dasi hitamnya. Dia akui makhluk bak malaikat dihadapannya ini sungguh terlihat menarik dengan jarak yang lebih dekat. Kedua gigi kelinci yang mengintip, wajah manis menggemaskannya, pipi menggembung lucunya, sungguh_ terlalu indah dipandang oleh mata.
"Nah ini, ya ampun siapa namamu? Ju_?"
"Jungkook_ Jeon Jungkook hyung" Jugkook menyahut kelewat cepat, ia tak ingin menahan tawanya lagi saat hyung menggemaskannya itu kembali random menyebutkan namanya asal.
"Ah ya tentu, padahal aku sudah menyebut namamu berulang kali tapi tetap saja lupa hahaha" baekhyun terkekeh sesaat.
"Hey.. ayo bersalaman"
Maka kedua pria itu berjabat tangan, saling menggenggam erat sebagai lambang awal mula pertemuan. Taehyung masih dengan senyum tampannya, dan entah hanya perasaan Jungkook saja atau memang saat Taehyung menampilkan sedikit seringaiannya bersamaan dengan itu ia merasa remasan keras pada tangannya.
"Jadi tae.. apa pekerjaan untuk Jungkook?"
Taehyung terlihat berfikir, mengusap dagunya sesaat lalu memindai tubuh Jungkook dari ujung kepala, hingga ujung kaki.
"Entahlah hyung, dia terlihat menarik diberbagai pekerjaan" baekhyun menatap aneh adiknya.
Apa itu menarik diberbagai pekerjaan?
Andaikan tidak ada Jungkook mungkin Baekhyun sudah menggiling Taehyung dengan mesin cuci double attack kebanggaan ibu mereka.
Namun yang dilakukan baekhyun hanya menginjak kaki adiknya itu dengan keras sehingga Taehyung meringis kesakitan.
Adik tidak sopan_
"Hyung tunggu, aku tidak bisa bekerja disini, niat awalku kemari hanya akan menemui hyung karena aku sudah berjanji" Jungkook berujar heboh.
"Hah? tapi kenapa? kau ini sudah membantuku Jungkook" Baekhyun beralih menatap Jungkook tak mengerti.
"Tidak hyung.. aku tidak apa-apa sungguh" pria bergigi kelinci itu kembali tersenyum tulus.
"Emmtt.. sepertinya aku harus pulang sekarang hyung" Jungkook siap berdiri dari tempat duduknya, hingga sebuah jemari ramping menarik lengannya untuk kembali duduk.
"Hey.. Jungkook, kumohon.. pikirkan baik-baik tentang tawaranku, aku benar-benar merasa bersalah, izinkan aku membalas kebaikanmu"
Jungkook terdiam, baekhyun masih menatapnya dengan raut wajah sedih andalannya, dan jungkook melemah.
"Baiklah"
Baekhyun berbinar.
"Ok, datanglah kesini jika esok hari kau berubah pikiran"
Jungkook menghela nafas, menatap baekhyun sesaat lalu tersenyum dan mengangguk, lantas ia berdiri dari tempat duduknya, membungkuk sopan pada kakak beradik dihadapannya.
"Kalau begitu, aku pamit" lalu kaki jenjangnya semakin menjauh dan hilang dibalik pintu yang tertutup.
"Hyung…."
"Hm?"
"Jungkook buat aku saja bagaimana?"
"Hah?"
.
.
.
"I Will Try"
Created By: Angela Kim
.
.
.
Pikiran Jungkook meracau, pria itu merebahkan tubuhnya diatas kasur berukuran sedangnya, sambil menutup mata, pikirannya menerawang jauh.
"Aish_"
Otaknya bercabang, memikirkan bahwa saat ini dia adalah seorang pengangguran dan harus segara mencari pekerjaan secepat mungkin. Baru tersadar jika ia dipecat dari club menjelang 3 hari pemberian gaji yang ia tunggu-tunggu.
Astaga_
Mau pecah saja kepalanya.
Pertama, ia tak akan mungkin kembali ke club dan meminta gajinya, dia tau betul bagaimana garang bosnya. Itu adalah pekerjaan entah keberapanya, tapi sungguh baru sekitar satu bulan bekerja disana dan harus keluar tanpa mendapat gaji sepeserpun itu adalah hal tersial dihidupnya. Jungkook kembali mengacak kasar helai rambutnya.
Dia tidak menyesal menolong baekhyun waktu itu, yah walaupun itu sedikit extreme karena kekacauan yang ia perbuat. Tapi hey.. dia tidak bisa diam saja melihat baekhyun diserang banyak pria bertubuh kekar begitu saja. Kekacauanpun tak terhindar dan berakhir dengan suara lantang bosnya yang mengeluarkan ultimatum pemecatan dirinya. Kedua, biaya hidupnya, jungkook meraih dompet usangnya sesaat, menatap lemah 3 lembar uang won. Dia baru ingat jika bulan ini dia belum membayar uang sewa, lisrik, dan lain sebagainya. Belum lagi stok makanan, astaga-astaga…. Jungkook lantas kembali menarik surai kelamnya kasar.
Ok.
Berpikiran tenang.
Sore ini ia hanya butuh istirahat sejenak, Pelupuk indah itu mulai terpejam perlahan semakin jauh, jauh… menerawang ke alam mimpi.
.
.
.
Siapa yang tak tau perusahaan Kim Group, perusahaan ini bergerak dibidang (contructions) atau usaha pembangunan terbesar dikorea selatan. Terkenal dengan strategi bekerja yang tersusun sangat rapi, dipimpin oleh kakak beradik yang nama dan tampangnya tersohor diseantero kota seoul.
Perusahaan kakak beradik itu entah mengapa terlintas di pikirannya.
Jika ada dua pilihan mungkin Jungkook akan memilih salah satunya, misalnya saat terbangun dari tidur malamnya ia dikejutkan dengan milyaran lembar won mengisi setiap sudut kamarnya. bongkahan emas disetiap sudut kamar mandinya, lalu ribuan permata dibawah tempat tidurnya, tapi yeah_ itu hanya omong kosong, lelucon tergila yang ia fikirkan pagi ini.
"bagaimana cara mendapatkan banyak uang dalam waktu dekat ?"
"bagaimana cara mendapatkan banyak uang dalam waktu dekat ?"
"bagaimana cara mendapatkan banyak uang dalam waktu dekat ?"
Jungkook menggeram tertahan, meletakkan kepalanya diatas lutut yang ditekuk lelah. Lama ia termenung tanpa suara, berpikir sekuat tenaga yang ia bisa..
Hingga akhirnya, satu pemikiran awal menari-nari diotaknya,
Ok_
Haruskah?
.
.
.
"Baekhyun hyung, terimakasih sungguh"
Jungkook tersenyum lemah, ia tak tau apa yang harus dilakukannya untuk membalas kebaikan baekhyun.
"Jungkook.. nyawaku? kau ingat? tak ada yang lebih berharga dari itu"
Baekhyun tersenyum puas, menatap Jungkook dengan sedikit membetulkan letak dasinya. Berbangga diri melihat tampilan Jungkook nampak tampan dengan pilihan pakaiannya.
"Uang kemeja dan semua perlengkapan ini akan kuganti secepatnya" Jungkook berujar lemah.
"Hey_ gunakan dulu gaji pertamamu ini untuk keperluan pentingmu itu kook, kau ini sudah ku anggap sebagai adikku, santai saja"
Jungkook menggaruk pelipisnya, ia sungguh tak enak hati dengan baekhyun. Gaji yang ia minta di awal bekerja, tapi sungguh jika bukan baekhyun, ia bersumpah tak akan mendapatkannya dari siapapun. Kemudian perlengkapan kantor seperti jas kemeja dan lain sebagainya baekhyun yang menanggungnya, semula ia hanya ingin menemui baekhyun untuk menerima penawarannya, namun betapa tololnya ia yang mana mungkin bekerja dengan pakaian butut tak pantasnya.
"Baekhyun hyung.,, terimakasih"
Baekhyun tersenyum halus, menarik kedua pipi Jungkook gemas.
"Aigo aigo.. sudah acara berterimakasihnya ok!, ayo pergi"
Baekhyun sudah melangkah terlebih dahulu untuk membayar belanjaanya dikasir, lama Jungkook terdiam menatap baekhyun yang kini kembali tersenyum cerah kearahnya sambil melambaikan tangan menyuruhnya untuk segera menyusul.
Lalu Jungkook balas tersenyum. Berjalan lambat menuju hyungnya sembari berucap syukur tanpa henti di dalam hati, diseparuh hidupnya yang ia anggap hampa tak berarti, ketika ia merasa semuanya benar-benar tak adil hanya pada dirinya saja, ia sadar tuhan telah mengirimkan malaikat penolong untuknya.
.
.
.
Dan disinilah ia, duduk dibalik meja dengan layar monitor yang menyala. Ia tak mengerti betul apa itu menggambar desain layaknya arsitek, apakah itu sama halnya dengan menggambar biasa?
Entahlah.. namun tekatnya sudah bulat, apapun yang terjadi ia akan berusaha sebisa mungkin untuk berkerja dengan baik. Dia tak akan mengecewakan baekhyun.
"Kau tegang sekali" pandangan Jungkook mengedar, menemukan seorang pria yang tengah berdiri menyender pada lemari kerja disamping mejanya.
"Yah sedikit, ini hari pertamaku" Jungkook mengangkat bahunya enteng.
"Hahahaha tentu" pria itu tertawa, Jungkook sempat merinding karena berfikir entah apa yang lucu. "ku harap kau betah bekerja disini" lanjutnya. Lalu kepalanya menoleh kearah kanan dan kiri antisipasi, mendekat kearah jungkook dan berbisik pelan tepat ditelinganya "jangan biarkan dia membuat hari-harimu buruk"
Apanya?
Jungkook memandang pria dihadapannya tak mengerti.
Orang ini waras atau tidak?
"Maksudmu?"
"Maksudku_" pria itu lalu menarik kencang tangan Jungkook dan menjabatnya.
"Aku mingyu, senang berkenalan denganmu"
Jungkook mematung sempurna di tempat duduknya.
What the_
.
.
.
Tbc
Mind to review ?
.
.
.
Maaf di part kali ini aku blum bisa munculin vkook banyak2.. gk tau knapa aku ngerasa aja timingnya kurang pas.. jadi klau vkook tiba-tiba "deket" itu agak sedikit aneh.
Ya gtu pokoknya../ngomong apa ini -_-
Aku coba edit chap 1 tapi gk bisa.. maafkan ke ndeso anku makek ffn.. bneran aku perlu belajar mengoprasikan ini aplikasi
Dan Hai..
Hai buat Taekooks'cream.. aku excited banget sama komenmu bneran.. terimakasih buat sarannya, aku kasih kmu dua jempol, khusus aku pinjemin dari jk sama taehyung, oh aku pinjemin dari bang jin juga mueehehee..
yah aku akan coba perbaiki lagi cara penulisanku. Salam kenal.. sungguh_ mkasih sudah mau review kawand… :)
Dan untuk SwaggxrBang.. Big thank's juga sudah mau review di ff abal2ku.. wow bahkan aku ngerasa ini ff gk mutu ya ampun.. stelah lama gk back nulis jadinya bahasa ancur lebur gk karu karuan.. dan aku sempet nangis sesenggukan mikirin ini.. :( #alay mode
Mueheeehe..
Yah pokoknya thank's buat yg fav sama follows.. aku sangat-sangat berterimakasih, smoga kita bisa menjadi kawand yg baik ehe..
Oh iya ini aku gk sempet aku edit lagi.. flu sedikit menganggu sbagian aktivitasku.. maaf jika mengecewakan..
