Buram. Suram. Kelam. Gelap. Gulita. Pekat. Hitam. Loh-loh-loh?! Kok malah 'Dark' gini sih? =?= Sorry, ulang lagi. XE

Buram. Hei, mulai jelas. Jelas. Jelas. Awas, ada kilatan silau! Silau, men! (emang iklan Happydent?) X) . Sesosok lelaki berambut biru muda gondrong (panjang maksudnya, peace! :)) perlahan namun pasti membuka matanya. Membiasakan korneanya dari cahaya yang memaksa masuk ke mata. Dan ia mulai mengerjap-ngerjap demi memfokuskan penglihatannya (cie ilah! Putis banget).

Siapakah orang misterius itu? Dia adalah ...

Hmmmmmmmmm ... Mmmmmmmmmmmm ... Hnnnnggggggggggggggg ... Nnnnnnnnnnn ... #Readers ngelempar kapal Titanic ke Author XO

Masa' pada nggak tau sih? Yang ituloh! Nah, tau gitu kok. Rugi kalo nggak liat Saint Seiya pas di Atlantis.

Yap, yang saya maksud adalah Gemini Kanon. Sekaligus merangkap Sea Dragon Kanon. Seorang Saint setengah Marina yang berhasil mensukseskan Saint Seiya! *Kanon FC sorak-sorai* Tapi, pada tau nggak kok bisa nyuksesin Saint Seiya? Nah, kapan-kapan aja ngasih tau nya. Entar judulnya malah ganti jadi 'The History of Gemini Kanon'. *Kanon FC ngeroyok Author*

"Uugh.. Tempat apaan, nih? Eh, kak Saga!" Kanon pun langsung menghampiri sang kakak, Gemini Saga.

Nggak jauh beda sama adiknya, Saga yang terkenal sebagai Super Star Sanctuary ini juga berhasil ambil andil mensukseskan Saint Seiya *Saga FC ikut bersorak ria*. Mantan Pope ini diduga mengalami kelainan Sychrozenia (betul kagak tulisannya?), yaitu two-soul-in-one-body. Ngerti kagak? Ini bukan Kamen Rider W, loh! Tokusatsu aja bukan genre nya kok. *Author diplindes Tokusatsu Lovers* XO

Kembali ke T-K-P! (calon dalang, nih!) X)

Saga yang sudah berdiri bak memandang Senja (mang lagi sore :P) spontan menoleh ke Kanon, "Elo disini juga, Non." Kanon manggut-manggut 2 kali kayak DJ Diskotik.

"Gitu deh!"

Usai ngomong, Kanon langsung tengok kanan kiri depan belakang. "Eh, yang lainnya mana?"

"Nggak tahu. Kayaknya, kita mencar deh dari yang lain," ujar Saga sambil memunggungi Kanon. Tentunya masih mencari-cari yang lain.

Readers ingin tau isi pikiran mereka berdua sekarang? Check it out, yuuuk~

'Yah, padahal gue mau sama Milo. Kok malah sama Saga, sih? Entar gue yang belepotan ngurus Ares-nya. Milo, gue harap loe gak bareng Camus. Amin!' batin Kanon sambil ngusap muka sekali. Kayak habis doa biasanya ah.

'Padahal mau berdua bareng Aiolos. Kenapa malah ketuker sama nih anak? Bisa repot kalo dia kabur. Nggak asik, ah!' batin Saga sambil ngehentakin kaki (pelan tentunya). Malu entar kalo tau Saga yang gantengbanget hentak-hentak gajelas.

Kanon sekarang sudah berada di sebelah Saga, "BTW."

"Hn," respon Saga seadanya alias Stay Cool.

"Kak Saga tau kita dimana? Tempatnya aneh pula," tanya Kanon diselingi kata menusuk-tapi-indah buat Mbok-Mbok (?) pembantu di Las Noches.

"Entahlah. Tapi aku ngerasa ada aura horor di sekitar sini," ujar Saga yang kepekaan indera ke-enam nya mulai aktif.

"Aura horor ...?" Perkataan Kanon menggantung begitu terdengar sebuah suara asing dan seram. "Kak...!" Bulu kuduk cowok cool ini langsung berdiri

"Apa, dek?"desis Saga agak 'eneg' bilang kata terakhir tadi. Tapi merasa Kanon serius, ia pun membuang jauh-jauh rasa 'eneg' itu.

Oh, sekarang Saga mengerti maksud dari kata-kata bernada takut dari Kanon. Hawa dingin tampaknya menyelimuti punggung nya, meski sang Aquarius tidak ada disini. Dengan hitungan Tu-Wa-Ga-Pat ala Lee Hi nya YG Entertainment, dua saudara kembar itu langsung berbalik ke belakang.

"GRRAUUWWW!"

"HWAAAAAA! MONSTEEEEERRR!"

.

.

Disclaimer : Saint Seiya punya Masami Kurumada-senpai dan Bleach punya Tite Kubo-san. Dua anime yang sangat terkenal! :D

Warning : OC khusus, Gaje, OOC akut, Typo kayak topan, Garing kacang delé, Abal bal-balan, gak ada EYD, Gaul, bikin katarak, Author sendiri nggak ngerti ceritanya, dan Bahaya. Yang nggak mau baca, silahkan klik Back atau klik Cancel. Don't Like Don't Read! Dimohon dengan sangat! Ada yang sakit, Author gak nanggung. X) Author Crazy is on again. Be careful for your favorite character! X) *menyeringai*

.

.

Crazy Destiny

Chapter 1 : Hello? Serang aza!

By : Samuel Rama Karna

Bleach - Tite Kubo

Saint Seiya - Masami Kurumada

and All in this story is not mine

But this Story is Mine forever

Happy Reading, everybody! ;D

.

.

.

KLIK KLOK KLIK KLOK KLIK KLOK KLIK KLOK (jadi keinget lagunya U-KISS yang Tick-Tack. Eh, kok?)

Bunyi jam dinding masih belum bisa menyadarkan 3 insan yang membatu seperti patung disana. Masih dengan Orihime yang memeluk bahagia Shura, Shura yang sekarang cuman membelalak gara-gara takut laler menclok di mulutnya, dan DM yang cengo tapi giginya nggak sampe kayak Hirako. #ditendang Shinji

Dengan semangat Kambing Laut (?) yang sudah membumbung tinggi, akhirnya Shura melepas pelukan Orihime."Maaf, kamu siapa ya?"tanya Shura dengan watados tapi cool. Akhirnyaaaa~ ditungguin 5 jam bisa stop juga adegan patungan nya. *dipotong Excalibur*

"Kok nii-chan lupa sih sama aku? Ini aku, Orihime, Sora nii-chan," jawab Orihime riang sambil mengusap air mata bahagianya.

Otak Shura segera memproses kata-kata gadis di depannya, 'Loh, nama gue kan Shura. Bukan Sora. Kayaknya gadis ini salah orang, deh.' batin Shura usai menyelesaikan kasus ini (bisa jadi Shura Holmes, nih! :D). *backsound James Bond ancur-ancuran*

'Huff~ kukira bener adiknya Shura,' DM menghela napas lega usai berbatin ria.

"Anu, Orihime-san," panggil Shura sambil garuk-garuk tengkuk yang nggak gatel.

"Ya," jawab Orihime singkat.

Dengan 100% keengganan, Shura pun mulai berkata, "Kamu salah orang."

"Bukan nii-chan?" Persimpangan Ciledug (?) terbentuk manis di dahi kecil Orihime.

Shura pun melanjutkan perkatannya, "Aku nggak punya adik."

Raut wajah Orihime pun langsung berubah 100 derajat usai 2 kalimat ucapan Shura. "Jadi, *hiks* kamu bukan nii-chan?"

"Iya, Orihime-san," balas Shura dengan senyum maksa.

"HUAAAAAAA! NII-CHAN! HWAAAAAAAA!"

DM dan Shura menutup telinga begitu tangisan menggema dari seorang Inoue Orihime. Ampun! Nih cewek nangisnya cetar membahana banget, batin mereka berdua sesuatu (Syahrini fever up!). Karakura pun dilanda gempa 5 SR. Shura dan DM nyaris saja terpental ke langit jikalau tak ada dinding.

'AMPUN! Shur, berhentiin tuh cewek! Kita bakalan mati lagi kalo nih cewek nangis gak mandeg-mandeg,' suruh DM lewat telepati.

'Gimana mau berhentiin? Gadis itu aja nangis sampe bikin kita mau mental,' protes Shura balik ke DM.

'Hah! Apapun caranya, yang penting cewek ini berhenti nangis. Gue udah kagak kuat lagi!' DM sambil lost hope.

Dua insan itu pun hanya pasrah pada Yang Maha Kuasa agar selamat lahir batin.

~Saint Seiya~

Sekarang daripada ribet ngurus yang tadi, mari pindah ke scene yang lain. *dihajar amukan FC Shura and FC Deathmask*

Heehm, ehem! Di sebuah ruangan yang gelap (atau mungkin lebih tepatnya pikiran seseorang), terdapat sesosok sule *mimin, oh, mimin oh~(?)* mengambang di posisi meditasi *dibakar Shaka*. Rupanya, Gold Saint Virgo satu ini sedang terhanyut dalam tsunami meditasi (?).

'Apakah aku sudah mati?'

'Belum, Shaka. Kau sekarang berada di dunia yang berbeda.'

'Apa maksud anda, Buddha?'

'Saya dan Tuhan telah memutar-balikkan kehidupan kau dan teman-temanmu. Kalian akan menolong untuk menyelamatkan dua dunia. Banyak musuh yang akan menghadang.'

'Kenapa harus bertarung sekali lagi? Hanya pertumpahan darah yang akan ada.'

'Kali ini lebih spesial dibanding yang lain. Kau akan tahu sendiri nantinya.'

CRING

"Dimana aku?" gumam Shaka pelan menyadari ada aura berbeda di ruangannya berada. Dengan mata tertutup, ia pun bangun dengan susah payah. Serasa ada bau apa gitu?

SRAG

Shaka pun membuka mata biru lautnya yang indah nan menawan. *Shaka FG nosebleed*

5 detik ...

10 detik ...

20 detik ...

1 abad ... (loh?) *dihajar Readers* XO

"Iiiiueww~ kenapa gua bisa di tempat kumuh gini sih? Najis-najis~!" ucap Shaka lebay mode on. Buru-buru dibersihkan bajunya dari kotoran-kotoran yang menempel.

Usai bersih-bersih badan, Shaka pun berjalan keluar dari tempat kumuh itu. Sepanjang ia berjalan, dilihatnya banyak orang-orang yang terlihat melarat banget. Dari pakaian compang-camping kayak pemulung, sampai rumah-rumah yang persis kayak gubuk Jembatan Monas (?). Tak lupa ia menutup mata lagi guna menghindari peluncuran bom Nagasari (?).

TEP

Begitu berhenti, insting Virgo nya mengatakan di depannya adalah sebuah gerbang raksasa yang dijaga beberapa orang. Dan benar saja, mereka langsung menghadang sang inkarnasi Buddha.

"Heh! Sape lu?" bentak salah seorang penjaga nggak pake sopan.

Shaka dengan tenang menjawab, "Saya cuman berjalan saja. Apa ada yang salah?"

"Salah lah! Orang macam ente tak boleh masuk sembarangan ke area khusus Seireitei," hardik penjaga satunya yang gak salah kayak preman Lawang Sewu.

"Eh, baju orang itu putih. Ada garis hitam nya," ucap penjaga satunya lagi kaget kayak kesamber gledek.

"Bisa kah saya lewat? Saya tak ingin basa-basi disini," desah Shaka sambil melemaskan otot tangan (kayak persiapan nyerang gitu deh!). 3 penjaga berkimono hitam itu mundur beberapa langkah.

Dan ketika Eminem terbang, –ralat ketika gagak berlalu ...

"ADA SERANGAN ARRANCAR DI DEPAN GERBAAANGGGGG!"

Shaka mengernyitkan dahi. Arrancar? Apaan itu, batinnya heran. Tidak lama kemudian, didengarnya banyak derap langkah bakiak di sekitar tempatnya. Juga suara sirine ambulans dari jauh. Apa ada korban kecelakaan ya? Aneh. Mungkin dirinya harus sering ke Dunia Gundam untuk belajar lebih banyak. (eh, Evangelion? Atau Dragon Ball ya? Apa mungkin Fairy Tail?) [Author ngaco deh!] :DD

"Jangan bergerak kau, Arrancar!" Sebuah pedang teracung tajam di depan Shaka. Pasti banyak orang di sekelilingnya, terhitung puluhan mungkin.

'Orang-orang ini kenapa sih? Kayak lihat buronan kabur saja,' batin Shaka heran. "Baiklah. Apa yang membuat saya terlihat sebagai penjahat?"

"Karena anda adalah musuh Soul Society," jawab seorang lelaki berhaori putih. Aura kuat nan asing pun terasa oleh pun berhembus sepoi di keadaan yang tegang.

~Bleach~

"Kalau begini kan lebih baik,"

Rupanya Mutsuki alias Mu habis mati-matian melerai makhluk di kanan kirinya. Rangiku Matsumoto dan Toushirou Hitsugaya. Ada beberapa luka dan lebam di sekujur tubuh Matsumoto, sementara Mutsuki luka di lengan. Hitsugaya? Jangan ditanya. Karena dia juga tak kalah parah dengan Matsumoto.

"Kalau ada masalah, selesaikan pakai kepala dingin. Bisa bahaya kalau pakai emosi," tutur Mu sambil mengobati luka yang diderita gadis 'semok' di yang sekarang minum jus semangka hanya bungkam. *Author dipelotoin Readers yang ngamuk gara-gara 'itu' ah*

"Iya deh, Mutsuki~! Aku malu nih kalo kamu yang ngobatin~~~" balas Matsumoto malu-malu kucing garong. Mu tersenyumhalus mendengarnya. *Mu FC tepar* :)O

"Nah, sudah selesai," Mu pun menutup kotak P3K yang kebetulan ia dapat di jalan tadi. "Oh iya. Apa aku bisa menginap di rumah kalian berdua? Aku sedang mencari teman ku di kota ini."

Matsumoto dan Hitsugaya langsung terlonjak kaget. Nyaris saja Hitsugaya menyemburkan jus semangka yang diminumnya jika ia tidak hati-hati tadi. Mereka rumah aja numpang di apartemen nya Orihime. Ini orang yang baru mereka kenal langsung minta numpang. Kalau dibawa ke Soul Society kan nggak mungkin. Bahaya, nih!

"Anu ..." ucap Matsumoto menggantung di jalan.

"Kami antar sekarang saja," potong Hitsugaya lalu beranjak berdiri. Matsumoto memberi tatapan mang-taichou-mau-bawa-dia-ke-mana pada Taichou mungil nya itu. Hitsugaya membalas dengan tatapan udah-loe-nanti-juga-tau.

5 menit kemudian

"Wah, ini rumah teman kalian rupanya," puji Mu sambil memandangi fisik luar rumah tingkat di depannya.

Jadi singkat cerita, Matsumoto dan Hitsugaya menjelaskan sedetail-detailnya mengenai tempat tinggal mereka. Karena yang biasa dijadikan panti penitipan orang nyasar (?) adalah rumah si Ichigo, jadilah mereka akan menitipkan Mu di rumah nya. Padahal belum tau Ichigo dapet titipan juga.

JGREG KRIEETTT

"Permisi~!" sahut Matsumoto sambil masuk sembarangan ke rumah. Disusul Mu dan kerasa ada yang janggal?

BLAMM BRUK BRUK GEDEBRAK BUGH

"Sepertinya ada yang senggol itik (?) dari lantai 2, Taichou," bisik Matsumoto ke Hitsugaya. Hitsugaya mengangguk setuju. Sementara Mu cuman mengernyitkan dahi bingung.

"Aduuhh~! Punggungkuuu~~" rintih Ichigo mengelus punggungnya yang nyaris retak 100%.

"Kalo nyeret jangan sampe diterjunin ke tangga dong, Rukia!" Sekarang gantian Renji yang ngamuk. Wait, kok sikapnya malah ketuker? Biarin aja, deh.

"Kalian juga, kalau diseret jangan kayak Chappy lagi Ramies (?). Makanya aku lempar aja kalian," balas Rukia tanpa dosa. Rukia sudah gila ya?, batin Ichigo dan Renji bersamaan.

"Heh! Nggak sopan meding di depan orang,"

Renji dan Ichigo langsung terlonjak kaget menghantam lantai bersama, tentunya begitu tahu Hitsugaya membuat mereka serasa diterkam Lemur Es (?) *dihajar Hitsugaya*. Kasihan banget nasib mereka hari ini. Iya nggak, Readers? *Ichigo FC & Renji FC mbanting Author ke kali kecing*

"Eh, ada Hitsugaya-taichou sama Matsumoto. Ada apa ya?" tanya Rukia seakan nggak terjadi apa-apa tadi. Ichigo dan Renji bersungut ria sambil pundung di pojokan. Cinta mereka pada Rukia telah bertepuk samping serong tangan (?). (Baca chap 1 biar ngerti)

Matsumoto pun langsung to the point ngomong, "Gini, Rukia-chan. Kita mau nganterin orang buat-"

"TOSHIROUU~!"

Belum Matsumoto selesai bicara, Ichigo yang habis pundung rokok langsung meluk cinta keduanya itu dengan kecepatan 50 jet Sukhoi. Sampai-sampai Ichigo menindih tubuh kerdil Hitsugaya. Dan Ichigo yang OOC super-super duper langsung menangis sejadi-jadinya. *IchiHitsu berteriak histeris plus mimisan* (Wow!) Ayo, Fujoshi lovers! Manfaatkan momentum berharga ini selagi bisa. Yoohooooo! :D

Renji yang selesai pundung langsung shock E-E-E-E-Electric Shock (Lunaaa~ Krystaalll~ Saranghaaeee! XD), eh maksudnya langsung kaget mbengek lihat kejadian T+ di depannya. Bahaya nih kalo Rukia yang lagi selingkuh lihat Ichigo selingkuh juga, batin Renji panik. =,="

Dengan bantuan Matsumoto yang-nggak-mau-tanggung-taichounya-diapain, mereka berdua pun melaju kencang bak Valentino Pedrosa (?) membawa Rukia dan Mu ke lantai 2. Sementara di ruang tamu, masih dengan Hitsugaya yang darahnya berdesir deras dengan Ichigo mulai ngerapeHitsugaya sambil nangis.

Mari berdoa agar Ichigo tetap hidup dan menjadi the best Main Anime Character chapter depan. Author tak akan tau karena sekarang sudah dilihat sebagai rate M. Hidup IchiHitsu! :OD

~Saint Seiya~

Keesokan harinya ...

Di sebuah gang kecil, seorang gadis cantik berambut cream sepinggang tergerai dengan merdunya melantunkan nyanyian sembari berjalan riang.

"Hi no ataru basho ni dete,"

"Kono te wo tsuyoku nigitte mitai,"

"Ano basho ano toki wo kowashite,"

"I can change my life,"

"Demo kokoro no naka subete wo,"

"Totemo tsutae kire nai,"

"Kantan ni ika nai kara Ikite yukeru..."

TEEETTT

And lulus! Loh? Kok malah kayak juri X-Factor diriku ini? Peace! :D *Readers batal ngebukin*

"Ah~ nice morning," gumam nya senang usai bersenandung tadi. Bisa kita lihat gadis itu memakai kaos putih polos dan celana olahraga panjang (pasti lagi jogging). Di dada kiri nya terdapat tanda pengenal yang tertulis : 'Alyssa Chan'. Ya udah, sebut aja Alyssa. (ini dia, OC guest chapter kali ini)

BRUGH BRUGH

Tiba-tiba, di depan Alyssa jatuhlah dua malaikat tanpa sayap. Eh, maksudnya dua orang misterius.

Sontak saja Alyssa langsung menjerit, "KYAAAA! Eh, orang rupanya."

Di depan nya, dua orang lelaki dengan baju biasa yang sobek-sobek tergolek lemah. Jangan lupa mereka habis jatuh dari atas. Entah darimana.

"Kejam banget. Siapa sih yang tega ngelempar orang terluka dari atas? Kalau pelakunya ketahuan, udah aku smack down orang itu," geram Alyssa emosi begitu melihat luka-luka dua manusia di depannya.

"Harus diobatin, nih. Tapi dimana ya?" tanyanya pada dirinya sendiri. Alyssa pun berpikir sejenak ... CLING! Bohlam Sinyoku langsung menyala terang di atas kepalanya.

.

.

Urahara shop

DOK DOK DOK

"URAHARA-SAN! URAHARA-SAN!" panggil Alyssa 3 oktaf. Jelas saja harus keras, dia sedang bawa orang yang sedang kritis. Dua pula.

SREEEGG

"Aduh~ pagi-pagi kok tereak-tereak, sih? Ada apa, Alyssa-chan~?" Dari pintu, keluarlah sang tuan rumah masih dengan pakaian biasanya sepanjang seri Bleach. Siapakah? Ya Urahara Kisuke, lah! Nggak ada orang jaman sekarang pake topi ijo-putih sama baju kuno kayak yang dia pake. *disawat Urahara pake Benihime*

Alyssa pun menjelaskan yang dia alami, "Gini Urahara-san, aku nemu dua orang di jalan. And mereka kayaknya keadaan terluka agak parah."

"Orang nya mana~?" tanya Urahara sambil kipas-kipas kayak tuan putri (hoek!).

"Nih," tunjuk Alyssa pada kereta tarik dua kursi (entah apa, tapi kayak delman orang Jepang yang ditarik orang gitu deh) di langsung berdecak kagum (malah) karena Alyssa yang kategori cewek ringan bisa membawa total berat 1 kuintal lebih. Gila,beu!

"Ya udah. Biar aku suruh Tessai sama Yoruichi-chan buat bawa mereka masuk," Urahara pun menutup kipasnya dan bersiap masuk lagi.

"Kalau gitu aku pulang dulu, Urahara-san. Sekarang waktunya masak buat sarapan. Bye!" Alyssa pun melesat kencang bak pelari Olimpiade 100 meter. Bukan karena adiknya, Rihanna Chan, akan teriak-teriak minta makan. Tapi karena kakaknya, Leetuk 'Park' Chan, yang biasanya kalem-kalem malaikat bakal langsung kayak setan marah kalau kesabarannya abis. Sedangkan kedua orangtua nya sedang tugas ke Istanbul buat syuting 'Ketika Jodoh Bertarji'.

Urahara yang baru mau ngomong langsung gak jadi. Ia pun bergumam sambil kipas-kipasan lagi, "Yah, kok ditinggal, sih~? Ya udah deh. Yang penting dua orang ini diobatin dulu dah~"

~Bleach~

Istana Las Noches

"Hmm..."Duduklah Sousuke Aizen dengan anggun nya di bangku paling ujung meja besar Ruang Rapat. Dengan di kanan-kirinya (jelas) berdiri

Ck! Idup lagi, idup lagi. Nih orang kampret emang nggak puas buat nguasain dunia ya *digebukin Aizen pake Kyouka Suigetsu*. Yah, atas kehendak saya yang Luar Biasa (Jiiahh!) dan wish dari para Fans nya, saya kasih dia kesempatan bebas lagi. Kan nggak asik juga kalo nggak ada main Antagonis nya. X)

Back to TKP. Dengan (gak) sopan nya, lelaki yang setahun-atau-nggak-tiga-tahun menjabat sebagai Penguasa Hueco Mundo itu menyilangkan kakinya menindih kakinya yang satu (entah gimana, ya pokoknya gaya duduk anak remaja jaman sekarang).

"Selamat datang kembali, para Espadaku yang tercinta,"

KRIK KRIK KRIK KRIK

Tak ada respon. Semua Espada di meja rapat itu hanya diam (entah mikirin apa).

"Bagaimana rasanya bisa hidup kembali? Menyenangkan bukan?"

KRIK KRIK KRIK KRIK

Sekali lagi, tak ada respon. Nggak biasanya mereka nggak nyahut.

"Ah, *prok prok prok* bagaimana jika sekaleng biskuit dan secangkir teh? Sudah lama kan kalian tidak menikmati camilan?"

KRIK KRIK KRIK KRIK

Masih saja tidak mendapat respon. Bahkan yang paling rame seperti Grimmjow, Nnoitra, Zommari, dan Yammy saja lagi ngelamun. Hati-hati, nanti kesambet loh! (emang Espada bisa kesambet? XP)

"Grrr!"

"Yare-yare~ jangan ngamuk dong, Aizen-sama. Namanya juga lagi beradaptasi dari kematian," bisik Ginsantai usai menepuk pundak sohib nya itu.

Beda dengan Aizen dan Tousen yang penampilannya tetap, hanya Gin saja yang merubah penampilan nya. Gak banyak sih, cuman baju Arrancar nya ganti jadi jiplakan 99% setelan jas putih dengan corak yang sama di baju sebelumnya. Rambut peraknya juga ditata overlay long bangs ala Kim Hyun Joong. Jadilah, Gin dinobatkan sebagai yang paling rapi dan gak aneh-aneh di Hueco Mundo. *Gin smile, Fans bersorak sorai* ^^ *Aizen ndelik tajem ke Author, karena you know Tousen kan nggak bisa lihat Author dimana lah yauw* XD

"Kayaknya, jangkrik-jangkrik kesayangan gue pada kabur ," Ucapan biasa dari Kaname Tousen langsung membuat ring tinju di sekitarnya. Baiklah pemirsa [Author MC Tinju : On], mari kita saksikan WBA Championship live di Las Noches. Dengan Kaname Tousennn melawan Sousuke Aizennn. TRENG TRENG.

BAG BIG BUG MIAUWW GUK GUK PETOK PETOK PETOK MOOOOOOOOO

Silahkan Readers taruhan siapa yang akan menang di meja taruhan. Karena ini akan jadi pertandingan tinju paling hebat sepanjang sejarah Bleach. Back to Scene.

Beralih dari tempat pertandingan Aizen dan Tousen, dengan Gin sebagai wasitnya, kita beralih ke para Espada di sana. Dan WOOW, menakjubkan Readers! Mereka bahkan tidak melirik atau partisipasi dalam pertandingan seru di dekat mereka. Luarrrr Biassseee! ^.^ Langsung saja kita baca yang mereka pikirin saat ini. Nyoook!

Ulquiorra (menoleh ke jendela): 'Kenapa perasaanku tidak enak? Apa yang terjadi padamu, onna?'

Nnoitra (nyisir rambut) : 'Ck, pemimpin kurang kerjaan. Kalo tau gini, mending gue di Neraka aja cari mangsa.'

Grimmjow (nopang kepala pake satu tangan sambil cemberut) : 'Argh! Kenapa sih mbosenin banget? Mana gak ada yang mau gw ajak duel. Bosen!'

Harribel (baca album foto nya) : 'Sung-Sun sama yang lainnya bagaimana ya? Semoga Aizen-sama memberi mereka kesempatan buat bersama ku lagi.'

Zommari (habis mantengin I-Pad buat liat balapan MotoGP Qatar) : 'Kira-kira, siapa yang menang ya? Aizen-sama, atau Tousen-sama? Ayo berjuang, Aizen-sama, Tousen-sama!'

Yammy (keadaan ngenes di meja) : 'Gue laper nih. Cacing di perut gue udah pada tawuran, tau.'

Stark : (lagi tidur nyenyak banget)

Szayel (ngeliat-liat barang di genggaman tangan nya) : 'Ah, barang unik dari Laboratorium alien sarap itu bagus juga. Mungkin aku harus bikin versi lainnya. Ditambah pita, pewangi, dan kertas warna. Ini bakalan jadi penemuanku yang paling hebat. Mmuuaach!' (nyium barang itu)

Neliel (merenung sambil liat Grimmjow lalu Harribel) : 'Seharusnya aku pergi ke rumahnya Ichigo saja bersama Pesche, Dondochakka, dan Bawa-Bawa. Aku benci Superman Is Crazy itu. Tapi setidaknya ada Harribel-san, lah.'

Aaroniero (wajahnya dua-dua mantengin 2 foto Brad Pitt + Sule) : 'Cocoknya foto yang mana ya?' 'Yang itu aja, maa~' 'Weish, gue mau yang ini aja.' 'Itu!' 'Ini!' 'Itu!' 'Ini!'

Dan suasana gaje itu pun berlangsung sampai-sampai Menos Grande stress ndengernya dari jauh. Bahkan Hueco Mundo yang selalu malam seakan kelihataan lagi musim panas. Fin.

.

.

TBC

.

.

Cerita pun semakin rumit. Apakah Kanon dan Saga berhasil selamat? Bisakah tangisan Sang pemilik Katen Kesshun dihentikan? Bagaimanakah nasib Taichou Juubantai yang (hampir) nyaris ternodai? Kenapa Aizen cs bebas, Espada hidup lagi? Author nggak ngerti harus jawab apa. ;(

.

Minna! :D Gomen kalo dah nunggu sebulan ya. Pusing ngurus pelajaran plus lanjutan ceritanya :"( . Gimana ceritanya? Garing banget, kan? Sekali lagi gomen kalo hasilnya nggak begitu bagus and OOC nya kebangeten. ^_^

Kalau begitu, saya balas dulu review nya. Lumayan dapet banyak Review padahal baru Prolog. Nah, ini dia answer buat Review story ku.

tamaHakusho : iya cross, tuh dah ada lambangnya *nunjuk lambang crossover di fic*. Cool? Iya nggak, sih. Author terlalu pesimis ^_^". Makasih dah review, makasih juga pujianya buat scene Hitsugaya-Matsumoto. Kapan-kapan liat Wikipedia Saint Seiya biar tau, ya?

tamara Hakusho : ciah-jiah-jiah! Daku sampe kaget pas kamu tanya keras-kerasan "apa-apaan itu":-) . Iya, gak apa-apa kalo gak bisa jawab. Makasih dah review.

tiffany jeez : ADUH~! Telingaku mau pecah rasanya! Ya, saya maafin. Tapi jangan pake toa, loh. Bahaya buat Author and Readers lainnya. Oh, disini Rukia suka Aiolia, cuman Aiolia gak sadar kalo si Rukia suka dia. Iya tuh, bahkan Ichigo sampe mau nge-rape Shirou-chan. Sorry ya, kamu nggak beruntung. Tapi kapan-kapan aku yang baik nan ganteng (jiah!) ini bakalan bikin lagi. Thanks dah review!

guest 45 : ini sudah update. Makasih buat review nya.

IchiRuki CaMil : wah, saya juga setuju. Entah kenapa di pikiran saya, kok Aiolia cocok jadi pacar sementaranya Rukia *dihajar IchiRuki Fans*. Oh, kok kamu tau sih? Ya, Dite ada peran sendiri. Entar juga ketauan dia lagi ngapain di tempat lain. Aduh, sayang sekali kamu nyaris saja menang. Sayangnya kamu lupa nambah Shaka sama Dohko biar jadi lengkap. Tapi gak apa-apa. Ada yang sama kayak kamu. Entar aku usahain buat bikin itu lagi. Terima kasih sudah review.

Gessie : Yah, gitu ah. Penjelasannya ada diatas. Nah, selamat karena kamu berhasil memenangkan ini. Gimana karakternya? Sorry kalo gak begitu mantep. Lagi bingung naruhnya dimana ^_^". Salam kenal juga. Makasih dah review.

imouto Ishida : Ishida bokek? Ya, emang dia bokek tapi gengsi ngomongnya. Ya, terima kasih sudah review.

qopi-harmuwahah : Wahhhh! Matur suwun sanget nggeh, mbak qopi. Saya jadi senang bisa the first buat dibaca. Terima kasih sudah review.

muhammad s. johnson : ah, ada Readers cowok, ya? Iya, saya akan berusaha sekuta mungkin buat nyelesain fic ini. Maaf kalau kamu gak menang. Thank you for your review.

nana : iya. Saking perdananya, saya sampe terharu semuanya termasuk kamu mau review. :D AH! seadianya kamu kasih nama, pasti kamu bisa sama Gessie buat jadi OC di chapter kali ini. Gomen ya? And makasih dah review.

PHIUWWFFF~! *menghela napas sekuat mungkin* Sekali lagi makasih ya. Baik yang membaca fic ini maupun yang me-review juga. Semoga saya bisa selalu memberi yang terbaik lewat cerita ini.

Jangan Lupa Review lagi, ya! :D