Judul:
Author: MaruMin
Summary:
Hanya sebuah kisah berisikan perjuangan dari seorang Lee Seokmin
Genre(s): Romance, Comedy, (probably) Drama and Slice of Life
Rate: K-T
Warn: Gender Switch
Disclaimer: Tidak ada satupun cast yang saya miliki meskipun saya ingin.
~Selamat membaca~
Seokmin galau. Sejak dua hari yang lalu kerjaannya hanya merenung. Dipanggil tidak menjawab, diajak ke kantin tidak mau, makan juga tidak nafsu. Soonyoung sampai bingung dibuatnya.
"Kau ini kenapa sih? Dipanggil tidak menjawab, diajak makan tidak mau, maumu apa?!" Soonyoung agak naik darah. Sementara itu, yang diajak bicara hanya mengangkat kepalanya, menatap Soonyoung sejenak, kemudian ia menghela napasnya sambil kembali menatap ke luar jendela.
"Mungkin dia patah hati, Soon, mungkin Jisoo-sunbae nya punya pacar," ujar Seungkwan, sahabat mereka yang terkenal bermulut pedas sambil mengibaskan rambut pendeknya. Soonyoung mengernyitkan dahinya sambil melihat reaksi Seokmin yang hanya menjedot-jedotkan kepalanya ke meja.
"Itu benar Seok?" Kali ini Vernon, pacar Seungkwan yang kebetulan main ke kelas mereka angkat bicara.
"Yah, begitulah, ternyata hatinya milik orang…" lirih Seokmin. Soonyoung hanya menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu dengan prihatin.
"Aigoo, aigoo, kasihan sekali temanku ini, bagaimana kalau kita pergi ke game arcade nanti sore? Kita main sampai kenyang!" Soonyoung berujar dengan semangat. Seokmin memandang sahabatnya ragu.
"Lupakan saja, aku tidak ada uang, Soon," Lagi-lagi Seokmin hanya menjawab dengan lesu.
"Eyyy! Aku traktir bagaimana? Mau tidak? Kebetulan aku baru gajian!" Soonyoung berusaha membujuk Seokmin kembali. Padahal dalam hati ia menelan ludah karena gajinya bekerja part time bulan ini mungkin akan ludes seketika saat melihat wajah Seokmin menjadi cerah.
"Jinjja?! Kalau begitu aku ikut!"
Dan itulah yang mereka rencanakan tadi siang. Sekarang Seokmin sedang berdiri sendirian di depan pintu sekolah. Meratapi nasibnya yang ditinggalkan Soonyoung. Bocah sipit itu ternyata lebih memilih menghampiri "calon pacar"-nya, Lee Jihoon yang tiba-tiba meminta bantuan Soonyoung untuk ikut rapat antara Klub Paduan Suara, Klub Dance dan OSIS. Soonyoung yang digandrung gandrungi sebagai ketua Klub Dance berikutnya mau tidak mau terseret. Sementara Seokmin tidak bisa berbuat apa-apa karena Lee Jihoon merupakan perwakilan Klub Padus. Ditambah lagi gadis kecil itu sepupu jauh Seokmin sekaligus adik dari Min Yoongi. Seokmin semakin tidak bisa berkutik.
"Loh, Seokmin, belum pulang?" tiba-tiba ada suara lembut yang sangat Seokmin kenal menyapanya dari belakang. Seokmin berbalik dan mendapati Jisoo yang sedang berjalan ke arahnya.
"Belum, ini baru mau pulang," Seokmin menjawab sambil tersenyum canggung, tidak terbiasa akan basa-basi. "Sunbae tidak ikut rapat?"
Jisoo menahan tawanya melihat ekspresi Seokmin. Kemudian ia menggelengkan kepalanya lembut.
"Untuk apa ikut rapat kalau Min Yoongi, Lee Jihoon, Jeon Jungkook dan Kim Taehyung sudah ada di sana?" Seokmin berani bersumpah jantungnya berhenti saat melihat Jisoo tertawa kecil. Mata cantiknya yang menghilang saat tertawa, rambut hitamnya yang halus, bibirnya yang berwarna pink natural, ingin sekali Seokmin menc- ah, apa yang kau pikirkan Lee Seokmin!? Hatinya sudah ada yang memiliki!
"Sunbae sekarang menunggu seseorang, atau mau pulang?" Basa basi busuk mu terdengar lemah, Lee Seokmin, jika Kwon Soonyoung menyaksikan hal ini ia pasti akan menghujatmu tujuh hari tujuh malam.
"Oh, tidak, aku mau ke daerah pertokoan dulu. Seokmin, menurutmu hadiah apa yang biasa diinginkan laki-laki?" Seokmin mengangkat alisnya penasaran. Apakah Jisoo-sunbae nya akan memberikan hadiah untuk Choi-Ssaem? Tapi Hari Valentine sudah lewat jauh?
"Untuk siapa, Sunbae?"
"Adik sepupuku, dia seumuran denganmu." Seokmin menghela nafasnya, hampir menertawai dirinya yang nyaris cemburu buta. "Ulang tahunnya sudah lewat, tapi aku lupa memberinya hadiah padahal tahun lalu aku sudah berjanji padanya, jadi dia sekarang sedang merajuk."
"Kalau begitu, mau aku temani?" Jisoo terlihat terkejut mendengar penawaran dari Seokmin.
"Ah, itu, mungkin lebih baik jika aku ikut, karena aku tidak tahu dia suka yang seperti apa." Tambah Seokmin sedikit terburu-buru. Jisoo tersenyum tipis sambil kemudian mengangguk setuju.
"Baik kalau begitu, kau boleh ikut denganku!" Jisoo tertawa ceria sambil berjalan mendahului Seokmin. Pemuda tinggi itu diam-diam tersenyum tulus memandangi gadis itu sambil berjalan pelan-pelan.
Seokmin dan Jisoo berkeliling daerah pertokoan. Mereka beberapa kali memasuki toko, mulai dari toko baju sampai peralatan memasak, karena kata Jisoo sepupunya suka memasak. Setelah berkali-kali menelusuri toko-toko tersebut, akhirnya Jisoo memutuskan untuk membelikan adik sepupunya itu kemeja. Pada awalnya Jisoo ingin berterimakasih kepada Seokmin dengan membelikannya hotteok, tetapi takdir berkata lain. Ketika mereka akan keluar dari toko tersebut, hujan sudah mengguyur deras.
"Ah, bagaimana ini? Aku tidak membawa payung." Ujar Seokmin sedikit panik. "Sunbae bawa payung tidak?"
"Wah, aku juga tidak bawa payung." Jisoo menghela napasnya sambil menatap langit mendung. "Aneh, tadi ramalan cuacanya cerah?"
"Mau tunggu reda atau terobos saja sunbae?" Jisoo terlihat berfikir serius. Seokmin yang melihatnya, berjalan menerobos hujan lalu menghilang ke dalam minimarket di depan toko tersebut. Jisoo hampir meneriakinya saat ia melihat Seokmin berlari. Tidak lama kemudian Seokmin kembali muncul kali ini sambil menggunakan sebuah payung.
"Maaf, Sunbae, aku hanya sanggup membeli satu, Sunbae pakai saja, aku sudah biasa pulang menerobos hujan kok." Ucap Seokmin sambil menyerahkan payung yang dipegangnya. Baru saja ia akan mengambil ancang-ancang untuk lari lagi menerobos hujan, tiba-tiba tangannya ditahan.
"Mana boleh begitu! Kita terjebak hujan karena kau menemaniku kan, jadi kau juga berhak atas payung ini, apalagi kau yang membelinya!" Jisoo mengembalikan payung itu ke tangan Seokmin.
"Tapi, Sunbae, payung ini untuk Sunbae, bawa saja tidak apa-apa!" ucap Seokmin tersenyum lembut. Jisoo tetap menggelengkan kepalanya.
"Ah, kalau begitu, bagaimana kalau aku mengantar Sunbae pulang, lalu setelah itu aku pulang?" usul Seokmin agaknya kehabisan akal.
Jisoo terlihat berfikir sebentar lalu mengangguk setuju. Kemudian diberikannya payung tersebut kepada Seokmin yang lebih tinggi darinya. Seokmin kemudian memposisikan dirinya di samping Jisoo. Baru saja mereka hendak melangkah, tiba-tiba sebuah motor melaju dengan kencang dan mencipratkan air genangan di depan Jisoo. Seokmin dan Jisoo terdiam karena kaget. Cipratan air tersebut cukup besar sampai membasahi kemeja Jisoo yang kebetulan tidak memakai blazernya.
"Sunbae, tidak apa-apa?" Seokmin agak cemas juga takut Jisoo-sunbae nya terkena flu. Jisoo menganggukkan kepalanya memberi isyarat baik-baik saja, tetapi tiba-tiba ia bersin hebat sampai membuat Seokmin hampir melompat kaget. Seokmin melepas blazer seragam sekolahnya yang tudak terlalu basah, kemudian menyampirkannya ke bahu Jisoo.
"Eh, tidak usah, aku tidak apa-apa kok!" Jisoo merasa segan dengan perlakuan Seokmin karena mereka baru kenal. Seokmin hanya tersenyum lebar.
"Pakai saja, Sunbae, bisa repot kalau Sunbae sampai flu," jawab Seokmin. Kalau ini webtoon, pasti muncul bunga-bunga di belakang Seokmin yang mendadak keren. Jisoo mengerutkan alisnya antara bingung dan berterimakasih.
"Jangan panggil aku Sunbae, panggil Noona saja, Jisoo-noona, lama-kelamaan aku risih juga dipanggil Sunbae terus," ucap Jisoo tiba-tiba di tengah perjalanan mereka. Mata Seokmin membulat mendengar ucapan pujaan hatinya.
"Benar, Sunb- eh, Noona?" Untung saja langit mulai bersemburat merah, jadi Jisoo tidak bisa melihat wajah Seokmin yang memerah.
"Jangan kaku begitu! Aku tidak suka!" Jisoo tersenyum ceria sambil menyenggol lengan Seokmin pelan. Andai Jisoo tahu, saat ini jantung Seokmin rasanya sudah dag-dig-dug-derr. Seakan jantungnya naik ke tenggorokkan. Persetan dengan sebelah bahunya yang basah kuyup terkena hujan, Jisoo-sunbae nya sudah di upgrade menjadi Jisoo-noona.
"Oh, Seokmin, ini rumahku, terimakasih ya, sudah mengantarku pulang," Jisoo tersenyum manis sambil membungkuk sopan. Mereka saat ini sudah berada di depan sebuah rumah yang terbilang cukup besar. Seokmin balas membungkuk. Tidak lama kemudian, pintu rumah tersebut terbuka, lalu seseorang keluar sambil membawa payung, menjemput Jisoo yang masih berada di depan gerbang.
"Noona! Dari mana saja?! Kenapa hujan-hujanan begini!?" terlihat pemuda itu membuka gerbang rumah tersebut sambil mengomeli Jisoo.
"Aku hanya mampir ke toko sebentar tadi, oh iya, Seokmin, ini sepupuku yang tadi kuceritakan," ucap Jisoo lembut. Seokmin yang sejak tadi memperhatikan hal lain menoleh menatap Jisoo, lalu ia baru menyadari kehadiran satu orang lagi di antara mereka.
"KAMU KAN!"
-つづく
Halo! Balik lagi dengan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan cerita ini karena WOI UDAH PUNYA PLOT RAPI DARI AWAL SAMPE AKHIR MASA KAGA DIPAKE SIH?
Hari ini, saya mau bales-bales comment hehe, lagi luang waktunya lumayan.
leshare: Alhamdulillah dibilang bagus, terimakasih ya udah mau baca :") Hayo tebak ini shipnya apaa h3h3
CalicoCateu: Cie yang receh, sama dong, saya juga receh dari lahir ;)
ECCEDENVY: Iya nih say, akhirnya kesampean hehe, tapi Cheolsoonya kayaknya nggak hidden deh h3h3 :)
Segini dulu ya, kalau saya sempat menulis, mungkin saya akan update dalam waktu depan. Terimakasih atas review-reviewnya, jangan lupa review lagi yaa!
Jawa Barat, 22 April 2018
Marumin
