Hyuuga Hinata terdiam dengan tubuh kaku. Manik amethysnya membulat seakan tidak percaya dengan apa yang retinanya tangkap. Hinata tidak tahu apa yang harus ia lakukan selain terdiam seperti sekarang. Ia tidak mungkin berteriak meminta tolong pada kawanannya. Karena sekarang Hinata berada jauh di perbatasan wilayah. Ini memang tempat yang paling Hinata sukai sejak dulu. Tapi untuk sekarang, Hinata tidak menyukai tempat ini lagi. Sosok serigala itu mengganggunya. Bau yang menguar dari tubuh serigala itu mengganggu fokus penciuman dan juga seluruh indranya. Seperti saat ini. Sosok serigala berbulu abu-abu bergerak dengan gagah ke arahnya. Mata coklatnya mengkilap tajam, ekor abu-abu hitamnya bergoyang mengikuti tubuh besar serigala itu. Seakan menandakan dengan jelas bahwa serigala- Uchiha Sasuke mendekat ke arahnya sambil memperlihatkan perubahan wujud manusianya yang sempurna pada Hinata.
Sosok pemuda berambut raven muncul, menggantikan sosok serigala itu. Tubuh dan otot Sasuke terpampang dengan jelas di mata Hinata. Pria itu hanya mengenakan celana levis selutut dan memperlihatkan tubuh berotot yang terlihat menggiurkan pada Hinata. Jujur saja, Hinata tidak pernah setertarik ini pada siapapun sebelumnya. Uchiha Sasuke memang berniat menggodanya lagi. Pria itu tahu, jika Hinata tidak bisa mengelak untuk sekian kalinya.
Sial! Sial! Sosok Sasuke semakin mendekat dan dirinya sama sekali tidak bisa bergerak mundur ketika wajah Sasuke sudah berada di depan wajahnya dengan seringaian menakutkan. Tubuh mungilnya kembali menabrak pohon di belakangnya, saat lengan Sasuke terulur di samping kepala Hinata.
"Wajah ketakutanmu terlihat menggiurkan, Hinata." Suara bariton itu terdengar menggoda saat berbisik di telinga Hinata. Membuat Hinata kembali merasakan suhu tubuhnya kembali memanas dengan cepat. Hinata ingin menerkam Sasuke kali ini. Darahnya begitu menggoda. Berbeda dengan para serigala yang pernah Hinata temui. Bau dari serigala lain menjijikan. Tapi bau Sasuke benar-benar memabukan. Dan Hinata benci fakta itu.
Entah harus berapa kali Hinata harus mengumpat dengan kejadian yang sudah ia alami sejak pertama kali bertemu Sasuke. Serigala itu selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengannya setiap hari. Dan Hinata tidak habis pikir bagaimana bisa Sasuke memasuki perbatasan wilayah vampire kerajaannya.
"M-menjauhlah dariku." Sial! Hinata tidak suka saat dirinya gugup di depan bangsa serigala seperti ini. Sudah jelas derajat bangsa vampire lebih tinggi dari pada serigala. Itu yang selalu di ajarkan ayahnya.
Sasuke terkekeh saat melihat wajah Hinata yang tengah memerah sempurna. Ia sangat yakin jika Hinata tidak bisa menekan hasratnya saat ini.
"Kau tidak akan bisa lari dariku." Tangan Sasuke terulur untuk menyenyuh pipi Hinata. Mengelus lembut pipi yang merona. Hingga membuat gadis bersurai indigo itu mengepalkan tangannya untuk menahan segala bentuk hasrat dan emosinya saat sentuhan Sasuke membuat darahnya berdesir.
Hinata harus pergi menjauh dari Sasuke. Jika ia tidak ingin hal buruk terjadi. Alpha yang berada di depannya ini berbahaya. Vampire biasa sepertinya tidak mungkin melawan kekuatan aneh dari Alpha itu.
"Aku tidak akan pernah menjadi mate mu, Uchiha." Manik amethysnya memerah. Menatap tajam onyx yang sejak tadi menatapnya intens. Tangan Hinata bergerak, mendorong tubuh Sasuke menjauh dengan sisa kekuatannya.
Sial! Sasuke hanya terdorong lima meter di depannya saja. Ia tidak boleh menyianyiakan hal ini lagi. Hinata harus segera pergi. Tubuhnya mulai berbalik. Menjauh dari Sasuke yang sekarang menggeram marah saat melihat punggung Hinata menghilang dari pandangannya.
FIN/?
KAMPRET KAN GUE? WKS
Ga ada editing. Cuma iseng kok. wkwk
