Hai..
Ff ini bakal saya lanjut.. karena saya seneng banget dapet juara 1, yah walau cuman tingkat satu kelas.. anggap saja berbagi kebahagiaan..
Mungkin ff ini akan sedikit melenceng dari prolognya.. cuman ini saya bikin rada hurt, yang kemarin kurang konflik. Udah segitu aja bocorannya.
.
.
.
.
.
.
Chapter 1
"Hoammm.. ahh, jam berapa ini" gunggam Sungmin sambil meraba-raba meja nakasnya, mencari ponselnya.
"Jam 05.00, lebih baik aku mandi dan bersiap. Mandi pagi sangatlah menyegarkan" Sungmin berbicara pada dirinya sendiri, entah apa yang membuat dirinya seperti itu. Tapi bagi Sungmin berbicara pada diri sendiri dapat membuat otak cerdas.
Sungmin melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang berada dipojok kamarnya. Ia melepaskan bajunya dan membuangnya(?) Ke keranjang baju kotor.
"Sungmin-ahh lebih baik mandi air dingin atau air hangat ?"
"Menurut artikel yang aku baca, air hangat itu cocok untuk meredakan pegal-pegal, sedangkan air dingin untuk menyegarkan"
"Tadikan aku berniat untuk menyegarkan diri, aku juga tidak merasa pegal-pegal"
Begitulah Sungmin saat dikamar mandi, tidak hanya dikamar mandi saja. Dimana pun ia berada jika tidak ada yang menjadi lawan bicara ia akan bicara pada dirinya sendiri, memang aneh. Sungmin bukanlah gadis gila atau bodoh karena berbicara pada dirinya sendiri, ia adalah gadis yang cerdas.
Setelah membersihkan dirinya, Sungmin bergegas memakai baju handuknya dan berdandan terlebih dahulu.
Sungmin memperhatikan lagi make up tipisnya.
"Sempurna"
Sungmin memang menggunakan make up saat sekolah, walau pun ia sudah cantik, yang namanya gadis remaja. Perlu kalian ketahui Sungmin tidak menggunakan make up tebal seperti teman-teman di senior high school nya yang dulu, ia menggunakan dengan sangat sangat tipis, bahkan tidak ada bedanya jika tidak memakai make up.
Selesai dengan make up tipisnya Sungmin beranjak dari kursinya, dan melangkahkan kakinya ke walk closetnya, dan mencari seragam barunya. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat seragam barunya.
Sungmin berlari menuju dapur tanpa memperdulikan ia hanya menggunakan baju handuknya.
"Eomma, kenapa rok nya pendek sekali dan apa-apaan ini?! Apa kalian pikir aku pendek dan kalian mengejek kalau kalau berat badanku bertambah? Bagaimana bisa eomma memberiku rok sependek ini?! Eomma ukuran baju ku M, bukan S.. pasti sempit eomma jika dipakai, apa eomma mau anaknya yang manis ini sesak napas?" Cerocos Sungmin tanpa peduli eommanya mengerti apa tidak yang ia bicarakan.
"Aigoo! Anak eomma, eomma minta maaf. Besok eomma belikan yang baru. Di toko seragammu kemarin tidak ada yang seukuran denganmu. Eomma janji, jika besok tetap tidak ada eomma akan meminta Kwon ajhumma membuatkan seragam yang baru, yang sesuai dengan keinginanmu" Leeteuk mencoba memberi Sungmin pengertian.
"Baiklah, ini bukan salah eomma. Aku bisa mengerti" Jawab Sungmin, setelah itu ia melesat pergi ke kamarnya berganti baju.
Sungmin mengganti baju handuknya dengan seragamnya, ia juga tidak melupakan safety pants nya. Bagaimanapun juga roknya hanya 20 cm dari pinggul, dan itu pendek sekali. Sungmin tidak mau jika nanti teman-teman barunya menganggap ia gadis nakal.
"Sayang.. Sudah selesai? Sarapan akan dimulai" ucap Leeteuk sedikit berteriak didepan pintu kamar Sungmin, sambil membuka knop pintunya.
"Ne, eomma" jawab Sungmin setelah selesai menata rambutnya yang sengaja ia curly dibawahnya. Tak lupa ia menggunakan jepitan pita pink disisi kanan rambut atasnya. jepitan rambut itu berguna untuk poni nakalnya saat membaca.
Tuan Lee memimpin doa saat akan sarapan. Mereka sarapan dengan khitmat sampai suara Tuan Lee memecahkan keheningan.
"Sungmin-ahh, hari ini kau ingin diantar eomma tau appa? Atau kau bawa mobil sendiri atau juga Kim Ajhussi yang mengantarmu?" Tawar Kangin, ia memberikan banyak pilihan untuk anak gadisnya.
"Aku sudah lama tidak diantar eomma. Eomma, antarkan aku, ne?" Sungmin memohon dengan puppy eyesnya yang tak pernah gagal.
"Aigoo! Manis sekali anak ini. Arra, eomma akan mengantarmu. Tapi sebagai imbalannya.." ujar Leeteuk sambil menunjuk-nunjuk pipi tirusnya.
Chup.
"Bagaimana dengan Appa?" Protes Kangin.
"Shirreo! Appa jelek" ledek Sungmin sambil menjulurkan lidahnya.
Chup.
"Aku tidak mau memiliki Appa yang jelek, tenang saja. Appa akan menjadi tampan setelah ku cium" Sungmin mengatakan itu sambil terkekeh.
"Apapun itu, asal membuat anak Appa ini bahagia" ujar Kangin diakhiri dengan tawa khasnya. Sungmin mengerti bahwa ia secara tidak langsung diledek oleh sang Appa, sesuai dwngan kebiasaannya ia merajuk dan mengecurutkan bibirnya.
"Sudah, jangan dilanjutkan. Sungmin sekarang sudah siang, lebih baik kita berangkat. Dan kau, yeobo! Berhenti menggoda Sungmin, ingatlah dengan kulitmu yang sudah mulai keriput" Leeteuk membela Sungmin, jika ia tidak menengahi seperti ini. Maka dapat dipastikan acara mari meledek yang dilakukan oleh Kangin dan Sungmin tidak akan pernah berujung. Dan itu artinya Sungmin akan terlambat.
"Aigoo! Uri eomma/yeobbo, sedang merajuk" ledek KangMin bersamaan dan tertawa terbahak bahak setelahnya.
"Ingin eomma jewer eoh?! " Dengan ekspresi marah yang dibuat-buat Leeteuk menghapiri Sungmin.
"Eomma, aku tidak ingin terlambat. Lebih baik kita berangkat sekarang" Sungmin mengalihkan pembicaraan dan langsung menggandeng eommanya, tak lupa ia mengecup pipi kanan dan kiri Kangin.
"Appa, aku berangkat dulu"
"Hati-hati dijalan, Appa juga mau berangkat"
Sesampainya di pintu gerbang sekolah, Sungmin enggan turun. Karena Sungmin tidak tahu dimana letak kelasnya, ia meminta Eommanya menemaninya.
"Eomma, ayolah. Aku tidak tahu dimana kelasku. Ah.. ani, bahkan ruang kepala sekolah aku pun tidak tahu, ruang guru juga tidak tahu" rengek Sungmin sambil menggoyangkan lengan ibunya.
"Arra. Sekarang turun dulu" ujar Leeteuk sambil membuka pintu mobilnya, sedangkan Sungmin melonjak girang. Sebenarnya Sungmin bisa mencari ruang guru atau ruang kepala sekolah, tapi ia malas jalan sendiri dan ia tahu pada ujungnya ia akan menjadi tontonan siswa/i di Senior High Schoolnya yang baru.
"Kajja!" Ajak Sungmin sambil mengandeng lengan Eommanya.
Setelah sampai diruang guru, Leeteuk mencari-cari wali kelas Sungmin.
"Omo! Annyeonghaseo, Nyonya Lee. Inikah yang bernama Sungmin? Aigoo. Manisnya" kagum Jung seongsangnim sambil menatap Sungmin.
'Banyak bicara' batin Sungmin didalam hati.
"Ne, ini putriku"
"Algeseumnida, mari. Biar Sungmin masuk bersama saya saja, lagi pula jam pelajaran pertama itu jam saya" jelas Jung seongsangnim.
"Baiklah, Sungmin kau ikut Jung seongsangnim, ne? Eomma pulang dulu" jelas Leeteuk kepada Sungmin,
Sungmin hanya mengangguk dan melambaikan tangan saat Eommanya pulang, ia hanya mengekori Jung Seongsangnimnya saja tanpa banyak bicara.
"Sungmin-ahh, kau duduk dulu diruanganku, ne? Saem akan mengambil bahan untuk pelajaranmu nanti" izin Jung Seongsangnim sebelum melesat pergi ke loker guru.
Tak lama setelah Sungmin menunggu Jung seongsangnim, bel masuk pun berbunyi. Sungmin tetap menunggu dan akhirnya Jung Seongsangnim datang membawa tas kerja dan laptop.
"Ssaem, mau saya bantu?" Sungmin menawarkan bantuan, dan diindahkan oleh Jung Seongsangnimnya.
"Baik sekali, tolong bawakan laptopku saja" jawab Jung Seongsangnim sambil menyerahkan laptopnya kepada Sungmin.
"Gomawo, Sungmin-ahh" Jung seongsangnim mengucapkan terima kasih kepada Sungmin, ia rasa ucapan terima kasih memang perlu.
"Cheonma seongsangnim" Jawab Sungmin, dan mereka berjalan menuju kelas. Bukan berjalan bersama, tapi Sungmin mengekori Jung seongsangnim lebih tepatnya.
Suara gaduh dikelas pada pagi hari memanglah sangat lumrah, tapi bukan berarti kegaduhan tersebut membuat konsentrasi seorang namja jenius pecah, ia tetap menyelesaikan gamenya sebelum seongsangnim yang banyak bicara datang.
"Pagi" sapa Jung Seongsangnim kepada seluruh muridnya.
"Pagi, Ssaem" jawab mereka serempak kecuali satu namja yang duduk sendirian di paling belakang ujung kanan yang hanya menjawabnya lirih bahkan semut pun tidak mendengar apa yang ia ucapkan.
"Kita akan kedatangan murid baru, pindahan dari Daeggu senior high school. Murid baru silahkan masuk" ujar Jung Seongsangnim mempersilahkan Sungmin masuk.
'Cantik sekali'
'Kulitnya, Astaga!'
'Apakah dia barbie?'
Sekiranya seperti itulah pujian pujian yang ditujukan kepada Sungmin. Tapi Sungmin hanya menanggapinya dengan senyuman sekilas. Tak ayal senyuman Sungmin membuat seluruh namja dikelas berekspresi alay seakan akan baru saja terkena badai.
"Sudah, silahkan perkenalkan dirimu" Jung Seongsangnim menyuruh Sungmin memperkenalkan dirinya, Sungmin pun berjalan di tengah muka kelas.
"Annyeonghaseo, Lee Sungmin imnida. Bagapseumnida" Sungmin memeprkenalkan diri dan diakhiri dengan membungkuk sedikit kepada teman-teman barunya.
"Apakah itu pantas disebut perkenalan? Seharusnya ia menyebutkan nomor ponselnya" Jawab Bad Boy kelas yang diketahui namanya adalah Young Do.
"Uri Young Do! Apakah kau tidak tahu mana yang privasi dan mana yang bukanJun?" jawab Jung Seongsangnim sarkatis, bukan menjawab sebenarnya tapi bertanya balik.
"Baiklah Sungmin, kau duduk di..." kata Jung Seongsangnim sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas.
"Disamping Cho Kyuhyun. Kyuhyun angkat tanganmu"
"Joseonghamnida ssaem. Saya keberatan" Tolak Kyuhyun.
"Saya tidak menerima penolakan tuan Cho, lagi pula hanya satu bangku yang tersisa" ucap Jung Seongsangnim final, dan Kyuhyun tidak akan mampu menolak.
Pelajaran dimulai, semuanya berjalan dengan lancar. Sungmin juga tidak kesulitan dengan pelajarannya. Sampai pada saat seseorang yang meneyebalkan mengatakan ini kepadanya..
"Seragam macam apa itu? Kau berniat menggoda atau sekolah?" Kata Kyuhyun sambil memelototi rok Sungmin yang terlampau pendek.
"Ne, kau benar. Aku sedang menggodamu Tuan muda Cho yang tampan" balas Sungmin tak lupa dengan senyum menggodanya, sedangkan Kyuhyun yang digoda...
'Shit! Aku tegang' kata Kyuhyun dalam hati, tanpa sadar tangannya menutupi juniornya.
"Omo! Lihat baru saja aku menggodamu dan kau tegang? Astaga! Mungkin jika aku menyentil milikmu kau akan langsung mendapatkan organsme mu?" Goda Sungmin menjadi-jadi.
'Apakah dia tidak tahu, aku berkerja keras untuk mendapatkan organsmeku saat bersolo' gerutu Kyuhyun dalam hati.
Sungmin merasa godaannya tak ditanggapi, ia pun melayangkan godaan yang lebih gila lagi. Sungmin mengangkat kaki sebelah kanannya lalu menumpukannya kepada kaki kiri, dan itu sukses membuat pahanya lebih terkespose lagi.
'Gluk'
'Awas saja kau nanti, akan kubalas!'
TBC.
Mianhae otak mepet segitu aja yah.
Mau curhat bentar, sebenernya males buat lanjutin Ff IMILYBF kayaknya readers kurang minat sama tu Ff, jadi FF itu bakal lama update.
Mianhae, kalo aku plin plan bilangnya ff ini gak bakal aku lanjut, sedih pas pemberitahuan kemarin ada yang PM : kenapa gak berhenti nulis aja sekalian.
Rnr ne? Butuh penyemangat buat lanjutin Ff ini..
Gomawo
