Tittle : Love or Lust. Chapter 2.
Author: Momo.
Rate : M.
Genre : Romance, Drama, etc.
Warnings: Yaoi, Rape, BL, OOC, Typos, etc.
Pairings : Sasunaru, Kakairu, yang lain menyusul.
#Ini chapter 2nya, Minnatachi (^0^)/
Momo mengucapkan banyak terima kasih pada para pembaca dan reviewers.
Sebagai author baru momo sangat beruntung mendapat banyak review dari minnatachi sekalian.
~Balasan review...
Kirio – kun. Terima kasih untuk sarannya. Itu bukan flame kok, Kirio – kun ^^ . Ini emang masih percobaan, momo akan berusaha yang terbaik untuk kedepannya.
BlackRipper. Wah, terima kasih atas pujiannya. Rating m-nya ya~ ditunggu aja.
ChaaChulie247. Sasu emang terkenal super mesum ^^ Momo akan usahain update cepat, soalnya lappienya musti gantian.
Nami asuma. Salam kenal juga nami-chan. Maaf terlalu pendek, ntar momo coba panjangin lagi.
Naruuke lovers. Momo setuju kok ama pendapat kamu. Sebagai pembaca di ffn selama 2th lebih, tentu unek-unek macam itu juga ada. Momo g' suka dengan orang yang publish junkfic seperti beberapa waktu yang lalu. Momo juga g' suka sama author2 yang sok alay. Momo akan usahakan yang terbaik.
Sasunaru4ever. Hehehe... kita lihat aja nanti nasib naru gimana, oke?
Ndok. Ini sasunaru kok, tenang aja ^^ Momo juga g' terlalu suka dengan narusasu(sory for narusasu lovers).
Saiyuki ayaseharu gk log in. Hontou? Arigatou ne, kayaknya momo masih belum pantas untuk mengajari. Tapi kalau mau tanya momo akan menjawab sebisanya. Sebenarnya momo pengen buat yang rumit lho, tapi lagi males aja. Makasih sarannya, momo akan koreksi lagi.
Namikaze-toki. Maaf, momo g' bisa janji.
Shiki Raven-Sakuraii. Ini bisa dibilang prolog ya? Boleh lah. Untuk request akan momo pikirkan.
Icha22madhen. Makasih koreksinya, momo akan perbaiki.
Haru-QiRin. Momo juga sasunaru lovers kok ^^ tenang aja.
Oioioi?. Terimakasih atas penilaiannya. Ini lanjutannya.
YuriceSF males login. Hm... gimana ya~ dilihat aja deh.
Oh iya, ini settingnya setelah pertemuan pertama kelompok Kakashi dengan Sasuke, tapi momo agak rubah sedikit.
Terima kasih untuk para reviewers, Momo jadi semangat buat lanjutin.
Douzo...
_######****Sasu'momo'Naru****######_
Love or Lust chap 2
Konoha...
Pagi yang cerah meliputi desa yang damai itu. Para penghuninya mengerjakan kegiatan sehari-hari mereka dengan perasaan senang dan aman. Meski tidak bisa juga dikatakan aman, mengingat mereka tinggal di negara yang menganut sistem Shinobi, yang tentunya tidak akan pernah sepi dari musuh. Tapi para penduduk konoha tidak terlalu khawatir, karena di desa mereka ada seorang Hokage yang hebat dan para shinobi-shinobi yang membanggakan yang akan selalu siap melindungi mereka.
Dari jauh tampak seorang remaja lelaki yang sedang berjalan dengan kepala menunduk. Tubuhnya sudah tidak lagi dibalut perban. Rambut pirang cerahnya bergerak-gerak lembut ditiup angin. T-shirt hitam yang dikenakannya tampak sedikit kusut.
Remaja bernama lengkap Naruto Uzumaki itu akhirnya berhenti di depan kedai ramen Ichiraku. Seulas senyum tipis terukir di wajah tan-nya. Ia dengan segera memasuki tempat itu.
"Wah, ada Naruto rupanya. Kau baru pulang dari misi ya?" sambut paman Teuchi, pria tua pemilik kedai ramen Ichiraku.
Naruto menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. "Hehehe... begitulah paman, aku pesan satu ramen yang biasanya ya paman!" serunya semangat. Mengaburkan segala kegalauan yang sempat membuat hatinya mendung.
Tidak beberapa lama kemudian semangkok besar ramen miso dengan irisan daging diatasnya tersaji di hadapan Naruto, hanya dengan melihat ramen saja sudah cukup membuatnya sedikit melupakan kegalauan hatinya. Sepasang mata sebiru langit itu bersinar gemerlapan layaknya intan.
"Itadakimaaasu!"
Masih teringat jelas di memori Naruto bagaimana mantan teman setimnya itu menyerangnya dengan chidori, sehingga membuatnya mendapatkan luka-luka ringan. Tapi Sakura tetap menyuruhnya untuk menginap di rumah sakit agar ia bisa dirawat dengan lebih intensif. Walau sebenarnya dia baik-baik saja. Terima kasih pada Kyuubi yang di segel di dalam tubuhnya.
'Tapi apa yang harus kulakukan saat ini...'
_#######*****Sasu'momo'Naru******########_
Orochimaru's cave...
"jadi begitu... Sasuke akhirnya meminta saran juga pada anda, tuan Orochimaru" seorang laki-laki berkaca mata bundar menyodorkan segelas ramuan obat pada laki-laki lain yang memiliki kulit sepucat mayat.
"khu,khu, khu...nampaknya aku harus berterimakasih pada bocah rubah itu, dia seperti angin yang dapat membuat api menjadi lebih membara. Sayangnya hal itu malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri" Orochimaru menyesap ramuan obat yang dibuat Kabuto, rasa pahit dari bahan-bahan yang tidak lazim itu seakan sudah tidak dapat dirasakan oleh indra pengecapnya lagi, mengingat ia mengkonsumsi obat itu setiap hari.
"tuan Orochimaru memang hebat, anda pasti sudah merencanakannya dari awal bukan?"
Orochimaru meletakkan gelasnya di atas meja kecil di samping kursinya.
"kita hanya perlu menunggu Kabuto. Biarkan semuanya mengalir seperti air, aku sudah bisa mencium adanya hal menarik.."
Disisi lain, Sasuke sedang berjalan-jalan menyusuri hutan di dekat markas baru Orochimaru. Salahkan para ninja Konoha yang sudah seenaknya menyusup ke markas mereka. Dengan alasan bodoh yang tidak berguna sama sekali. Sasuke beruntung ia sudah pergi dari Konoha, perkiraannya tidaklah salah, ia tidak akan mendapat kekuatan dengan terus menetap di desa itu. Meski sekarang ia harus tinggal di dalam gua yang minim ventilasi bersama siluman ular tua dan pengikutnya yang bodoh.
Tapi, yang paling merepotkan pastinya remaja berambut pirang yang mengaku memiliki ikatan dengannya.
"TOLONG!"
Sasuke menghentikan langkahnya. Tangan kirinya sudah bersiap pada pangkal katananya. Kedua matanya menatap awas pada sekeliling. Kakinya melangkah pelan menuju asal suara.
"di dalam hutan.." gumam Sasuke tenang.
Pemuda berambut hitam kebiruan itu segera bersembunyi di balik pohon besar. Matanya memicing menatap lima orang lelaki bersenjata, yang diyakinininya sebagai perampok, sedang mengepung sebuah kereta kuda beserta penumpangnya yang hanya terdiri dari pasangan paruh baya dan seorang anak lelaki berambut panjang sebahu.
Sasuke bisa melihat bagaimana para perampok itu mengambil paksa harta benda mereka, dan perlawanan sia-sia dari pasangan itu hanya berujung pada kematian mereka...
"Kaasan...tousan..." bocah lelaki berusia sekitar 12th menatap tubuh ke2 orang tuanya bersimbah darah, air mata mengalir deras dari ke2 mata kecilnya. Hal yang amat di benci Sasuke, itu membuatnya terkenang dengan adegan masa kecilnya. Air mata tidak akan menghasilkan apapun. Tak berniat menolong, Sasuke melepaskan tangannya dari pegangan katana miliknya.
Ia tak peduli meski para perampok itu mulai menggagahi bocah ingusan yang baru saja menjadi seorang yatim piatu.
Desahan nikmat dari para lelaki bar-bar dan jeritan kesakitan dari bocah itu menghiasi kesunyian hutan di hari yang makin gelap itu. Sasuke menatap kosong adegan itu. Tidak ada rasa kasihan yang tersirat dari wajah tampannya.
Ia melangkah pergi, meninggalkan sekumpulan manusia yang masih terbakar nafsu.
Detik berikutnya, Sasuke tersenyum kecil. Senang karena ia sudah mendapatkan ide bagus untuk rubah menyebalkan yang akhir-akhir ini sangat suka mengganggu.
_######*****Sasu'momo'Naru*****######_
"Hee? Aku dapat misi sendirian?"
Wanita berambut pirang dikuncir 2 itu menghela nafas panjang. Mencoba menekan amarahnya menghadapi ninja berbaju oranye dan memiliki warna rambut yang sama dengannya. Butuh kesabaran ekstra memang, tapi... siapa yang pernah bilang kalau hokage yang terlihat masih muda ini bisa bersabar?
Brakk!
"DENGARKAN AKU DULU NARUTO?"
Teriakan sang Hokage sukses membuat semua penghuni ruangan itu merinding ketakutan, tidak terkecuali babi berwarna pink yang berada di dalam pelukan Shizune.
"ba..baik"
Tsunade memejamkan mata sejenak.
"ini hanya misi tingkat C. Kau harus mengawal para pedagang ini dengan aman hingga tujuan mereka. Akhir-akhir ini banyak perampok yang berkeliaran di hutan-hutan. Tapi menurut informasi para perampok ini bukanlah shinobi, jadi aku rasa ini bukanlah masalah besar bagimu. Bukankah... kau adalah calon Hokage N.A.R.U.T.O"
Background api membara tiba-tiba muncul di balik punggung Naruto, ke2 mata birunya turut berubah. Naruto mengangkat tinjunya ke udara.
"YOSH! Naruto Uzumaki akan menerima tugas ini dengan senang hati!"
'mudah ditipu...' begitulah yang dipikirkan Tsunade ataupun Shizune.
TBC...
#Masih pendek ya... hontou ni gomennasai minnatachi. Lappie di bawa ama ortu mulu, jadi momo cuman punya sedikit waktu buat lanjutin nih fic.
Sekali lagi momo minta maaf sudah banyak mengecewakan.
Still mind to review?
