Title : I Think I Love You

Disclaimer : Tite Kubo

Chapter 2

"Kamu suka?" tanya Ichigo kemudian.

Rukia mengangkat alis. "Padamu?"

"Buku itu!"

"Oh..." Rukia manggut-manggut. "Suka,"

"Kenapa?" tanya Ichigo.

"Karena memang bagus," jelas Rukia tanpa sadar tersenyum. "Itu buku pertama yang membuatku lupa bahwa semua itu karangan semata,"

"Gaya penulisannya membuat seakan-akan penjelajahan waktu yang dilakukan Chappy benar-benar terjadi. Aku paling terkesan saat Chappy di ceritakan bertemu dengan seorang Putri yang cantik. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan sangat menarik dan membuat orang yang ada di dekatnya akan merasa bahagia." tambahnya.

"Kau ini benar-benar sangat kekanak-kanakan sekali ya!" kata Ichigo.

"Apa kau bilang?" tanya Rukia dengan nada terkejut.

"Kau ini tuli ya? Aku bilang, kau itu kekanak-kanakan, sama sekali tidak dewasa." jawab Ichigo sinis.

"Heh! Berani sekali kau mengejekku! Kau pikir kau ini siapa? Aku sama sekali tidak butuh komentarmu, dasar kepala jeruk!" balas Rukia dengan nada suara yang sangat keras. Dia sangat kesal dengan cowok yang ada disampingnya hari ini.

"Ap-apa, jeruk? Pendek! Kau tidak berhak membentak-bentakku seperti ini! Kau bertanya siapa aku? Apa kau ini Alien? Sampai tidak tahu kau berhadapan dengan siapa!? Dengar ya, aku ini adalah pewaris tunggal Kurosaki Company sekaligus anak dari pemilik sekolah ini." kemarahan Ichigo benar-benar sudah sampai puncaknya karena baru sekali ini ada orang yang kasar terhadapnya.

Rukia yang mendengarnya terlihat sangat terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka kalau ternyata SMA Karakura, sekolah yang sangat elit dan terkenal akan prestasinya ini dikuasai oleh Kurosaki Ishin, direktur utama Kurosaki Company.

"Heh, kenapa diam? Apa sekarang kau merasa menyesal, karena sudah bersikap tidak sopan padaku?" tanya Ichigo penuh kemenangan melihat Rukia mematung.

"Huh..siapa yang menyesal? Menyesal kau bilang! Aku justru merasa kasihan padamu. Karena kekayaan yang selama ini kau bangga-banggakan, itu semua adalah milik ayahmu. Kau sama sekali tidak punya uang sepeserpun. Dan jangan berani-berani bilang kalau aku ini pendek! Kalau tidak, tamat riwayatmu!" jawab Rukia dengan nada mengancam disertai dengan sebuah bogem mentah kearah Ichigo.

Ichigo langsung melotot, tidak percaya akan hal yang didengarnya barusan. "Maksudnya???"

Rukia berdiri dan meninggalkan Ichigo yang masih terbengong-bengong.

-

-

Upacara penerimaan siswa baru telah selesai. Para siswa diharuskan untuk memasuki kelasnya masing-masing. Rukia masuk di dalam kelas 1-A. Setelah lama mencari-cari dan akhirnya menemukannya, dia segera mengambil tempat duduk disamping jendela.

"Hai perkenalkan, namaku Hinamori Momo. Siapa namamu?" tanya seorang gadis dengan tiba-tiba mendatangi tempat duduk Rukia.

"Eh, namaku Rukia Kuchiki. Senang berkenalan denganmu." jawab Rukia agak kaget.

"Senang berkenalan denganmu juga. Teman?" kata Momo sambil tersenyum.

"Teman." balas Rukia sambil tersenyum.

Tiba-tiba semua gadis berteriak histeris. "Kyaaa...Ichigo...!"

Terlihat Ichigo memasuki kelas dengan sikap coolnya, sama sekali tidak menghiraukan fans girls nya yang sudah meneriaki namanya dengan tidak karuan. Dibelakangnya, berdiri seorang cowok berambut putih yang sikapnya sangat cuek berjalan mengikuti Ichigo dengan gaya yang sama.

Mulut Rukia menganga lebar begitu melihat Ichigo, cowok yang membuatnya sangat kesal masuk kedalam kelas yang sama dengannya.

Ichigo segera mengambil tempat duduk paling depan. Sebenarnya dia tahu kalau Rukia satu kelas dengannya. Tapi dia sama sekali tidak peduli. Dia masih sangat kesal, marah, dan tidak bisa menerima penghinaan yang dilontarkan Rukia tadi pagi. Penghinaan yang mampu melukai harga diri Ichigo sebagai pewaris tunggal Kurosaki Company.

-

-

Saat malam hari, Ichigo bersama dengan seorang cowok berambut putih tampak sedang duduk menikmati minuman Hot Coklat di sebuah Cafe mahal.

"Ichigo, kenapa sejak pagi mukamu itu cemberut terus? Apa kau ada masalah?" tanya cowok itu.

"Tidak, bukan masalah besar. Hanya saja ada tikus kecil yang ingin mencoba bermain-main denganku. Kau tidak perlu cemas, Hitsugaya."

Sebelum cowok yang ternyata bernama Hitsugaya itu membalas, datang seorang gadis berambut orange kecoklatan datang menghampiri.

"Hai Ichigo," sapanya dengan nada manja. Ichigo sama sekali tidak bergeming. Dia sudah tahu siapa orang yang datang.

"Oh, Inoue. Aneh sekali, kenapa aku sama sekali tidak melihatmu di sekolah tadi?" tanya Hitsugaya sementara Ichigo masih diam sama sekali tidak melirik Inoue.

"Aku memang sengaja tidak masuk tadi. Habisnya hari pertama masuk pasti upacara. Dan aku tidak mau waktuku terbuang percuma dengan hanya berdiri dan berjemur dibawah terik matahari, nanti bisa-bisa kulitku yang halus dan putih ini jadi hitam dan kusam. Jadi aku putuskan untuk membolos dan pergi bersenang-senang, shopping dan kesalon!" jawab Inoue sok kecentilan.

Ichigo dan Hitsugaya yang mendengarnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

-

-

Ditempat lain, Rukia yang baru saja pulang kerumah setelah kerja part time sehabis pulang sekolah, hanya bisa menghela nafas panjang sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur. Besok pagi-pagi sekali dia harus mengantarkan koran dan itu sudah menjadi tugas sehari-harinya. Dia harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri, mengingat Kuchiki Byakuya meninggalkannya sendirian dan melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Sedangkan Ibunya Hisana Kuchiki sudah meninggal ketika Rukia berusia 8 tahun karena sebuah penyakit. Dan sejak saat itu, Byakuya mulai sering melakukan hal-hal diluar kebiasaannya. Sering pulang malam bahkan pernah tidak pulang sama sekali, kalah taruhan sehingga hutang disana-sini. Hidupnya sangat kacau karena setiap hari harus dikejar-kejar oleh para penagih hutang atau rentenir. Menurut Rukia, itu disebabkan karena rasa penyesalan Byakuya yang tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena tidak bisa menyembuhkan penyakit Hisana.

To be continue.

Mari balas Repyu...

Himeka walker : Salam kenal juga, saya sgt senang dg adanya saran dari himeka. Tapi ada yg membuat saya bingung dg karakterisasi. Kalau Nemu saya sudah paham, itu memang kesalahan saya sepenuhnya knp memakai chara Nemu. Lalu yang membuat saya bingung dg karakterisasi Rukia kata Hime belum matang, apa maksudnya? Mohon dijelaskan!

Ni-chan d'sorayuki : Iya ntu lihat aja skg Ichigo jad senyam-senyum gaje disana! Hehehe...Oh terimakasih klu ternyata Ni-chan suka ama fic aq ini. Yups,bwt Ichigo miskin ya? Bwt aja Ni-chan, tak dukung kok.

The great kon-sama : Terimakasih atas sarannya, jujur aku ini masih pemula bgt. Jadi isinya pada ancur semua. Penjelasan kamu jelas bgt kok ga membingungkan. Akan saya perhatikan lagi deh dan saran-saran dari kamu akan saya terapkan, insyaalah...

Mss Dhyta : Oww..terimaksih mss klu kamu suka. Yup5, sarannya terimakasih. Aku baru tahu kalau POV ntu ternyata sudut pandang Rukia. Jujur, sebelumnya aku ga tahu loh...

Kazuka Ichirunatsu : Oh ga pa2..klu ga repyu. Ntu fic emg ga pantes dpt repyu. Terimaksih atas penjelasannya kmrin. Klu soal tanda petik akan saya teliti lgi.

Sora-chan : Wih..beneran nih bagus? Jadi semangat 45 nih bwt update!

Binbin Mayen : Sangat terharu krn kamu adl perepyu pertama, Terimakasih. Ya saya akuin klu bnyak kata2 yang ilang coz waktu ngetik ngebut pake kekuatan jet biar cepet selesai. Jadinya beginilah,,,,Klu soal Nemu, aku waktu itu bingung mo pakai chara siapa, akhirnya kepikiran bwt pake Nemu tp aq sama sekal ga tahu klu Nemu aslinya ntu pendiem. Sungguh...

Nicateef : Terimakasih, aku seneng klu ternyata nica suka. Klu Nemu udah aku jelasinkan diatas.

Yohna-nyu- : Yup5, aku bikin Ichi nyebelin tp diam2 menghanyutkan. Loh, knp posternya dirobek2? Sini bwt aq aja..Hehehe...

Bwt para author, aku minta bantuannya ya...

Kira2 Shiba Kaien cocoknya dipairing ma sapa????(kecuali ama Rukia loh!)