Tittle : Snow White With The Red Hair (ChanBaek, Vers)
Main cast:
Park chanyeol : pangeran kedua dari kerajaan clarines
Byun baekhyun (GS) : seorang gadis yang berprofesi sebagai ahli obat/apoteker di kota kerajaan Tanbarun yang terlahir dengan rambut menawan dan berwarna semerah apel.
Jung daehyun : pangeran pertama dari kerajaan Tanbarun.
Kim taehyung : pengawal pribadi dari pangeran daehyun
Oh sehun : pengawal pribadi pangeran chanyeol, namun ia sudah menganggap chanyeol sebagai saudaranya sebaliknya chanyeol pun begitu
Xi luhan (GS) : pengawal pribadi pangeran chanyeol, ia memiliki sifat dewasa.
(Dichapter Selanjutnya Bakalan Ada Tambahan Dan Pengurangan Cast ^^)
Genre: romance
Lenght: chapter
Rating: T+
Disini saya hanya mau mengingatkan bahwa fanfic ini adalah chanbaek version dari anime akagami no shirayukihime yang ditulis oleh deko akao dan pengarangnya adalah sorata akizuki, karena ini anime kisahnya sweet banget akhirnya saya memutuskan untuk meremakenya menjadi chanbaek vers. Hoho... :'V
HAPPY READING ^^
.
.
"apa ini.?" ucap chanyeol penasaran, kemudian ia pun memeriksa isi dari keranjang tersebut. Baekhyun yang melihat chanyeol sedang memegang sebuah keranjang pun kemudian melangkahkan kakinya untuk melihat apa yang ditemukan oleh chanyeol. Setelah, sampai dihadapan chanyeol dan melihat keranjang yang kini tengah berada di tangan chanyeol baekhyun pun terkejut dan menghentikan langkahnya, "hah. Itu adalah pita yang kugunakan untuk mengikat rambutku." Ujar baekhyun ketika ia melihat pita yang terikat pada keranjang yang ditutupi oleh kain.
"eh," Chanyeol yang mendengar pernyataan baekhyun pun refleks menurunkan keranjang itu kemudian kain yang menutupi keranjang itu terjatuh menampilkan isi dari keranjang tersebut yang tak lain adalah apel merah dengan hiasan bunga mawar kuning.
.
.
.
Chapter 2
.
Chanyeol kini tengah duduk di sofa, ia sedang membaca isi pesan yang terselip di sela-sela bingkisan apel itu. Sedangkan baekhyun ia duduk di sebrang berhadapan dengan chanyeol, ia menundukkan wajahnya, ditangannya kini terdapat sebuah pita yang ia gulung-gulung. Ya, pita itu adalah pita yang pernah menghiasi rambut merahnya dulu ketika masih panjang.
"asalmu itu dari Tanbarun, bukan?" tanya chanyeol memecahkan keheningan. Baekhyun yang mendengar pertanyaan chanyeol hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil. Ia masih memainkan pita yang berada di tangannya, sedangkan tatapan matanya ke lantai bukan menatap chanyeol yang seolah-olah tengah mengintrogasinya.
"orang yang mengirimkan ini sampai melewati perbatasan untuk mendapatkanmu." Ucap chanyeol dengan memasang smirknya, di tangannya masih terdapat kertas kecil yang berisi pesan dari si pengirim. "sepertinya dia adalah pria yang tengik ya?"
"hahahaha.." baekhyun pun tertawa mendengar pernyataan chanyeol barusan. "ini bukan bahan tertawaan!" ujar chanyeol sedikit berteriak karena kesal dengan respon baekhyun yang hanya tertawa. Bagaimana bisa ia tertawa, tolong jelaskan di bagian mana yang lucu sehingga baekhyun yang daritadi diam bisa tertawa seperti itu. "apa ini sangat serius sampai dia rela melewati perbatasan?" teriak chanyeol sambil menunjuk kertas pesan itu di hadapan baekhyun yang kini tengah menunduk diam.
Baekhyun pun menatap pita yang ia lilitkan di telapak tangannya, wajahnya berubah menjadi sendu, "itu karena siapa dirinya.." ujar baekhyun sambil tersenyum tipis, chanyeol hanya mampu menopang dagunya sambil memperhatkan baekhyun berbicara. Raut wajahnya saat ini sangat tidak santai. "dia adalah pangeran pertama dari Tanbarun.."
"DAEHYUN!" teriak chanyeol terkejut tanpa ia sadari tangannya yang terluka menggebrak meja sangat kuat ketika baekhyun mengungkapkan identitas sang pengirim. Seketika itu raut wajahnya berubah menjadi wajah yang kesakitan. "si... pangeran.. bodoh itu.. ya?" ujar chanyeol terbata-bata karena menahan rasa sakit ditangannya.
"kau baik-baik saja?" tanya baekhyun khawatir saat melihat tingkah chanyeol yang menahan rasa sakit ditangannya. "Dia orang yang terlampau bodoh sampai kebodohannya di ketahui negeri tetangga." Ujar baekhyun, tatapannya masih pada lantai. Chanyeol pun mendudukkan dirinya kembali di sofa.
"itu karena siapa dia, ya? Mungkin ia telah mengecek semua daftar orang yang melewati perbatasan." Chanyeol menatap balutan luka ditangannya.
"dia sampai segitunya, ya?" ujar baekhyun, ia menundukkan kepalanya ke bawah.
"jika ada sesuatu yang dia inginkan, mungkin seketika dia langsung anggap menjadi miliknya." Ucap chanyeol, ia menggerak-gerakkan tangannya yang kini sudah merasa baikkan.
"bahkan kalau itu berarti mengurungnya? Tidak mungkin, bukan?" baekhyun mengambil sebuah apel yang berada di keranjang. Chanyeol pun menoleh kearah baekhyun, sedangkan baekhyun hanya menatap apel merah yang kini tengah berada di genggaman tangannya. Baekhyun memperhatikan buah apel itu dengan tatapan sendu, saat ia melihat ada bagian apel yang mulai membusuk. "sekarang mulai memburuk." Ucap baekhyun sambil mengusap bagian apel yang membusuk itu. "Merah ini mulai menjadi beban" lanjut baekhyun masih dengan tatapan sendu, kemudian ia tersadar akan ucapannya barusan. Ia pun mendongakkan wajahnya ke arah chanyeol lalu tersenyum manis sehingga menampilkan eye smilenya, "Cuma bercanda."
Seketika chanyeol terdiam melihat baekhyun tersenyum begitu manis ke arahnya. Kemudian ia menatap baekhyun, lalu ia berdiri dari kursinya berjalan menuju arah baekhyun yang duduk di hadapannya.
"chanyeol." Ucap baekhyun, ia bingung dengan chanyeol yang tiba-tiba berdiri dan melangkahkan kaki kearahnya. Namun, bukannya menjawab chanyeol malah menggenggam pergelangan tangan baekhyun yang kini tengah memegang apel. Tanpa aba-aba atau izin dari baekhyun, chanyeol malah mengarahkan apel itu ke mulutnya dan menggigit bagian apel yang hampir membusuk. "chanyeol." Ujar baekhyun terkejut, ia membulatkan matanya melihat chanyeol yang kini tengah mengunyah apel sambil menatap kearahnya dan jangan lupakan bahwa chanyeol masih menggenggam lengan baekhyun.
"kau sangat tidak sopan ya.?" Ujar sehun tiba-tiba yang kini tengah mengamati adegan romantis secara gratis dari tangga. Sedangkan chanyeol terbatuk karena tersedak apel yang ia kunyah, baekhyun pun tersedak oleh ludahnya sendiri. Mereka berdua terkejut karena sehun yang tiba-tiba saja muncul di samping mereka. "jangan begitu chanyeol, kau harus mendapatkannya sendiri." Ujar sehun mengejek chanyeol.
"apa yang kau..." teriak chanyeol geram, namun belum sempat ia meneruskan protesnya, ia malah terbatuk-batuk kembali. Disisi lain baekhyun menatap ke arah apel yang telah digigit oleh chanyeol tadi.
"kalau mau makan atau bicara, lakukan satu-satu." Ujar sehun dengan menopang dagu dan menatap ke arah chanyeol kini wajahnya sudah memerah. "aku tidak memanggilmu. Jangan ikut campur!" teriak chanyeol marah karena sehun yang terus menerus mengejeknya. "perkataanmu menyakitkan." Ujar sehun dengan raut wajah yang dibuat-buat sesedih mungkin.
"chanyeol." Panggil baekhyun tiba-tiba
"Apa?" chanyeol sedikit berteriak dan membalikkan badannya kearah baekhyun.
"aku mengatakan hal yang bodoh. Maaf." Ujar baekhyun, chanyeol yang mendengar baekhyun meminta maaf pun terdiam dan menatap kearah baekhyun. tiba-tiba raut wajah chanyeol menjadi serius, "baekhyun. apel itu jangan kau makan." Tegas chanyeol dengan raut wajah yang serius, "eh." Baekhyun terkejut dengan perkataan chanyeol yang melarangnya memakan apel.
"luhan, sehun.." tiba-tiba tubuh chanyeol oleng, ia memegang bibirnya. Wajahnya menjadi pucat. "jangan marah, ya" seketika tubuh chanyeol ambruk ke lantai.
"chanyeol!" teriak sehun dan luhan serempak, mereka berdua kemudian meloncat kearah tubuh chanyeol yang hampir membentur lantai. Sehun dengan gesit menopang tubuh chanyeol yang tengah pingsan. Baekhyun membulatkan matanya terkejut. "ada apa chanyeol?" tanya sehun sambil mengguncangkan tubuh chanyeol yang pingsan, "chanyeol!" panggil luhan berusaha menyadarkan chanyeol.
"hah.." baekhyun pun tersadar akan sesuatu, kemudian ia menggosokkan apel itu ke perban luka di tangannya, lalu ia mencium aroma apel yang tertinggal pada perban di tangannya. Matanya seketika membulat, "Beracun!" ujarnya sedikit berteriak.
"penawarnya?!" tanya luhan seketika dengan wajah serius,
"tunggu sebentas." kemudian baekhyun membuka tasnya dan mengambil botol obat yang ia bawa, "percuma. Aku tidak bisa meraciknya dengan ini." ujar baekhyun memperhatikan dua buah botol obat yang kini tengah berada di genggamannya, "kalau tidak bergegas..."
Kriiieeettttt (bunyi pintu dibuka)
Belum sempat baekhyun meneruskan ucapannya, tiba-tiba baekhyun di kejutkan oleh seseorang yang membuka pintu.
"wah, bukan nona baekhyun yang memakan apelnya, ya?" ujar seseorang itu yang tak lain adalah Taehyung pengawal dari pangeran Daehyun.
"siapa kau?!" tanya sehun dengan nada tinggi, sedangkan luhan sudah siap mengeluarkan pedangnya.
"kau.." baekhyun terkejut ketika menatap taehyung yang kini tengah berdiri di depan pintu sambil memperhatikan baekhyun dengan wajah yang dingin.
"hm, tak apalah." Ujar pengawal taehyung sambil memegang dagunya, kemudian baekhyun berlari menghampirinya. "apa maksudmu?!" tanya baekhyun dengan nada tinggi, tangannya mengepal kuat.
"jangan khawatir, ada seseorang yang memiliki penawarnya. Kau mau ikut denganku dengan damai, kan?" ucapnya sambil mengalihkan tatapannya pada chanyeol yang kini tidak sadarkan diri di pangkuan sehun. Sedangkan baekhyun menggeram kesal karena tingkah laku pengawal taehyung, ia tau siapa dalang di balik semua ini.
.
.
.
"oh, jadi kau?! Begitu ya, aku takjub" ujar pangeran Daehyun pada baekhyun yang kini telah berdiri di hadapannya. Ia mengamati penampilan baekhyun saat ini. "rambut merah yang kau tinggalkan itu asli, ya?" tanya pangeran Daehyun membelakangi baekhyun yang tengah menundukkan wajahnya.
"eng, penawar untuk teman saya bagaimana?!" tanya baekhyun pada pangeran Daehyun yang kini tengah berdiri memunggunginya. "ah ya, tunggu dulu." Ucap pangeran Daehyun, kemudian melangkahkan kakinya ke arah kursi yang berada di hadapannya. "sebenarnya, nona baekhyun.." ucapnya lagi kemudian mendudukkan dirinya di kursi dan menyilangkan kakinya angkuh.
"dunia adalah tempat yang menakutkan. Kenyataan bahwa aku melamarmu tapi kau malah lari membuatku menjadi bahan olokkan di kota dan istana." Pangeran Daehyun memegang keningnya dan menumpukkan tangannya pada meja yang berada di sampingnya. Ia memasang wajah sedihnya, namun itu hanya sementara. Sedangkan baekhyun masih diam mendengarkan apa saja yang akan dikatakan oleh pangeran pertama kerajaan Tanbarun itu.
"ya ampun, karena hal itu. Pandangan publik terhadapku jadi turun. Namun, rumor itu tidak dapat di sanggah karena kesalahanmu." Lanjutnya menyalahkan sikap baekhyun, kemudian ia menjentikkan jarinya, "jadi, demi mengembalikkan nama baikku." Ia menolehkan kepalanya kearah baekhyun yang kini tengah menatapnya tajam, "aku ingin kau menjadi istri mudaku."
"HAH." Baekhyun membulatkan matanya terkejut, "walaupun kau hanyalah gadis kota rendahan. Aku tidak mau mempermalukan seorang gadis. Jadi, inilah solusi yang kuambil dengan berat hati." Jelas pangeran daehyun kepada baekhyun yang masih membulatkan matanya. "s-saya tidak salah dengar?" tanya baekhyun terputus-putus karena masih terkejut dengan pernyataan pangeran daehyun barusan.
Baekhyun sedikit berlari mendekati pangeran daehyun yang masih betah duduk di kursinya dengan senyum yang tak pernah luntur ah sebenarnya bukan senyum lebih tepatnya pangeran daehyun tengah menyeringai kearah baekhyun, "eng, yang terpenting. Bagaimana dengan penawarnya? Apa saya bisa mendapatkan penawar untuk teman saya, pangeran daehyun?" tanya baekhyun dengan nada khawatir, ia masih memikirkan keadaan chanyeol saat ini.
"ah benar juga. Jika kau menyetujuinya. Akan segera kuberikan penawarnya." Ucap pangeran daehyun masih menunjukkan smirknya, kemudian ia mengambil sebuah apel yang berada di atas meja di sampingnya. "ataukah.." potongnya sambil mengarahkan apel merah itu kehadapan baekhyun, "kau lebih ingin aku memberikan benda ini?" kemudian pangeran daehyun menjatuhkan apel merah itu ke lantai, baekhyun terdiam seketika saat melihat apel yang terlepas dari tangan sang pangeran.
Baekhyun teringat dengan perkataan chanyeol saat di hutan, "merah itu seharusnya menjadi warna dari takdir, bukan?" dengan gerakan slow motion apel itu hampir mendarat di lantai, "walaupun sekarang menyusahkan. Mungkin tanpa terduga itu bisa membuatmu terhubung dengan sesuatu." Seketika apel itu terjatuh menggelinding kearah kaki baekhyun. baekhyun menundukkan wajahnya menatap kearah apel yang sudah di buang oleh pangeran daehyun tatapannya kosong, "aku.." ucapnya dalam hati, "pada orang yang mengatakan hal itu kepadaku.." seketika baekhyun mengepalkan tangannya kuat menahan emosi, sedangkan pangeran daehyun malah menyeringai,
"hmm..." gumam pangeran daehyun, kemudian ia berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah baekhyun dan berhenti tepat di hadapan baekhyun dengan jarak yang begitu dekat. "bagiku.." ucapnya ketika telah dihadapan baekhyun, ia menyingkirkan apel yang berada di dekat kaki baekhyun menggunakan kakinya. "sekarang aku tau kalau kau adalah gadis yang sangat menarik." Tangan pangeran daehyun mulai menyentuh wajah baekhyun, "aku tidak ingin kau jauh dariku" bisik pangeran daehyun dihadapan wajah baekhyun, tangannya mulai mengelus rambut merah baekhyun.
Baekhyun hanya mampu terdiam, ia mengepalkan tangannya kuat. Kemudian ia menepis tangan pangeran daehyun yang berada di wajahnya dengan kasar.
"a-apa?" ujar pangeran daehyun yang terkejut dengan tindakan baekhyun yang menurutnya tidak sopan. Namun, baekhyun hanya memasang wajah dinginnya.
"ah, maaf saja." Ucap baekhyun dengan nada datar, "eh.." pangeran daehyun yang melihat baekhyun pun terkejut dengan sikap baekhyun yang tiba-tiba seperti ini.
"pangeran daehyun." Baekhyun menutup matanya sebentar kemudian membuka matanya dan berujar dengan tegas, "silahkan ambil saya, seperti yang anda inginkan." Baekhyun menatap ke arah pangeran daehyun dengan tatapan tajam.
"tunggu. Menjauh!" tiba-tiba terdengar suara ribut dari luar ruangan, "eh.." baekhyun dan pangeran daehyun pun sontak melirik ke arah pintu.
BRAAAKKKKK
Seseorang terlempar dari luar ketika pintu terbuka, "aku menolaknya!" ujar seseorang yang kini telah berdiri di ambang pintu dengan pedang di tangannya. Wajahnya merah padam karena menahan emosi.
"chanyeol." Ujar baekhyun, ketika tau bahwa chanyeol lah yang berhasil masuk ke dalam ruangan itu dengan cara mendobrak dan menghajar para pengawal yang berada di luar ruangan.
"hah.!" Spontan pangeran daehyun pun berteriak, karena ia terkejut dengan kejadian barusan "bajingaan!" teriak pengawal taehyun emosi, pengawal taehyung pun mulai mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya pada chanyeol. Namun chanyeol dengan santainya menahan pedang pengawal taehyung dengan pedang yang berada ditangannya. Lalu dengan mudah ia menghajar pengawal taehyung hingga terhempas ke lantai.
Diluar pintu sudah berdiri sehun dan luhan, mereka berdua juga berhasil melumpuhkan para pengawal yang menghalangi jalan. Kemudian, chanyeol pun melirik kearah pangeran daehyun dengan tatapan tajamnya, "bisakah kau berhenti memuntahkan ucapan kotor semacam itu ke telinga seorang gadis?" ujar chanyeol dengan nada dinginnya.
Baekhyun yang mendengar perkataan chanyeol hanya mampu terdiam, matanya membulat untuk kesekian kalinya. Sedangkan pangeran daehyun menatap takut ke arah chanyeol.
"chanyeol." Ucap baekhyun, kemudian ia berlari kearah chanyeol dengan raut wajah khawatir. "ah, baekhyun. ikatkan ini untukku." Kemudian chanyeol mengangkat tangan yang terdapat lilitan perban yang terlepas, dengan senyum tipis kearah baekhyun.
"eh. Tunggu. Sebelum itu, bagaimana dengan tubuhmu.?" Tanya baekhyun dengan nada khawatir dan wajah yang cemas kemudian ia mendekat kearah chanyeol.
"aku sudah menumbuhkan kekebalan tubuh dari racun kala-kalau aku diracuni." Jelas chanyeol sambil menatap kearah baekhyun yang berdiri di hadapannya.
"tapi..." ucap baekhyun, belum sempat baekhyun meneruskan kata-katanya kemudian di potong oleh suara pangeran daehyun dari arah belakang "begitu ya.!"
Sontak baekhyun dan chanyeol pun menoleh ke arah pangeran daehyun, chanyeol menatapnya dengan tatapan tidak suka. "jadi kaulah pria yang teracuni? Sangat disayangkan. Padahal aku berencana membuat nona baekhyun tidak bisa bergerak dan membawanya pulang." ujar pangeran daehyun sambil memegang dagunya dan berjalan angkuh dihadapan chanyeol dan baekhyun yang kini tengah mengikat perban di tangan chanyeol.
"jadi kau adalah orang yang memberikan apel, ya?" ujar chanyeol dengan nada dingin, dan wajah yang datar serta tatapannya yang tajam ke arah pangeran daehyun, sedangkan pangeran daehyun yang mendengar cara bicara chanyeol tidak sopan menggeram kesal, "perhatikan cara bicaramu kepadaku, bocah." Ucap pangeran daehyun dengan nada tinggi, "ada perbedaan besar diantara derajat kita!" ujar pangeran daehyun dengan nada angkuhnya.
"maafkan saya, pangeran pertama dari kerajaan Tanbarun. Tuan pangeran jung daehyun." Ujar chanyeol, lalu melangkahkan kakinya ke hadapan pangeran daehyun yang diikuti oleh luhan dan sehun dibelakangnya, "eh." Pangeran daehyun pun sedikit terkejut dengan ucapan chanyeol.
"ini memang merepotkan, tapi perkenalkan diri saya." Ucap chanyeol yang sudah berdiri tegap di hadapan pangeran daehyun, lalu sehun dan luhan berada tepat dibelakang chanyeol tatapan mereka terpusat pada pangeran daehyun. Seketika itu chanyeol mengangkat pedang yang ia bawa ke hadapan pangeran daehyun dan menampakkan lambang yang terdapat pada pedang tersebut. "hm? Lambang itu.." gumam pangeran daehyun, matanya terarah pada lambang yang terdapat pada pedang chanyeol.
"senang berjumpa dengan anda. Saya adalah pangeran kedua dari kerajaan Clarines. Park Chanyeol!" ucap chanyeol dengan tegas masih tetap memperlihatkan pedangnya dihadapan pangeran daehyun, baekhyun yang mendengar itu hanya mampu menampilkan wajah bingungnya. "kedua." Gumam baekhyun pelan.
"waahh, p-pangeran." Ucap pangeran daehyun tergagap-gagap dengan wajahnya yang memucat.
"cha-chanyeol, bertahanlah!" baekhyun pun berlari menghampiri chanyeol dengan raut wajah yang menunjukkan kekhawatiran, "apa kau mengenaliku?! Satu tambah satu berapa?!" tanyanya kepada chanyeol, ia begitu terkejut. Ia takut jika chanyeol saat ini tengah mabuk karena efek dari racun tersebut.
"aku serius. Baekhyun!" ujar chanyeol kemudian melirik kearah baekhyun untuk meyakinkan gadis itu bahwa ia benar-benar serius dengan ucapannya. "tapi aku tak pernah menyangka akan diracuni oleh pangeran dari negeri tetangga. Pangeran daehyun." Pangeran Chanyeol pun melirik kearah pangeran daehyun, kemudian ia melangkahkan kakinya kearah pangeran daehyun. Sedangkan pangeran daehyun yang merasa dirinya tengah terancam memundurkan tubuhnya untuk menjauhi pangeran kedua dari kerajaan clarines itu.
"a-aku... maksudnya, tidak ada alasan saya memiliki racun itu!" ujar pangeran daehyun dengan wajah paniknya, suaranya bergetar akibat takut.
"di sini ada banyak, bukan?" tanya luhan tiba-tiba dengan tatapan mengintimidasi. "kita dapat mengetesnya dalam penyelidikan resmi." Sambung sehun dengan wajah datarnya. Pangeran daehyun semakin panik akibat ucapan luhan dan sehun barusan.
"i-itu." Ucap pangeran daehyun terbata-bata, ia sontak memundurkan langkahnya kebelakang dan terjatuh dikursinya, pangeran chanyeol pun melangkahkan kaki untuk mendekatinya. "kalau begitu. Kenapa kita tidak membuat penawaran saja. Pangeran bodoh." Ujar pangeran chanyeol dengan raut wajah yang serius. Sedangkan pangeran daehyun tubuhnya sudah bergetar karena takut. "jika kau tidak ingin tindakan bodohmu tersebar luas. Maka berjanjilah kalau kau tidak akan pernah mendekati baekhyun atau menyebut namanya lagi." Ucap pangeran chanyeol final, pangeran daehyun menatap kearah chanyeol dengan tatapan bingungnya. Kemudian memiringkan kepalanya "bagaimana kau bisa mengenal..." sebelum pangeran daehyun meneruskan ucapannya, ia sudah dikejutkan oleh pedang yang diarahkan kehadapannya oleh pangeran chanyeol. Seketika ia pun terjungkit ke belakang karena terkejut.
"yak yak yak.."
Bruuukkkk
"awww.." pangeran daehyun meringis kesakitan ketika punggungnya terbentur tiang yang berada dibelakangnya, "b-baiklah! Aku berjanji! Aku berjanji!" ujar pangeran daehyun dengan panik dan terbata-bata, wajahnya semakin memucat. Setelah mendengar ucapan pangeran daehyun, pangeran chanyeol pun tersenyum miring. "baekhyun, ada banyak hal yang ingin kau katakan kapadanya, bukan?" tanya pangeran chanyeol, kemudian melirik kearah baekhyun yang berada dibelakangnya.
"eh." Baekhyun yang mendengar pertanyaan chanyeol pun mengangkat kepalanya kedepan. "jika kau ingin protes, maka sekaranglah saatnya. Lepaskan semuanya." Ujar pangeran chanyeol sambil tersenyum kearah baekhyun, kemudian baekhyun pun menganggukkan kepalanya "ya."
Baekhyun mulai melangkahkan kakinya menuju pangeran daehyun yang masih dalam posisi berjongkong akibat terjatuh tadi, ia membawa apel ditangannya. "pangeran daehyun. Santapan agar kau cepat membaik. karena kau terlihat sangat terkejut hingga tidak mampu untuk bangun." Ujar baekhyun saat telah berjongkok dihadapan pangeran daehyun, ia mengarahkan apel merah itu kehadapan pangeran daehyun. "dan juga.. cepatlah berikan penawar untuk chanyeol."
"i-iya." Ujar pangeran daehyun terbata-bata.
.
.
.
Setelah kejadian yang meneganggakan itu, akhirnya pangeran chanyeol memutuskan untuk pergi meninggalkan istana bersama baekhyun, sehun dan luhan menuju rumah yang berada di hutan. Setelah sampai, pangeran chanyeol pun langsung meminum obat penawar dari racun tersebut.
"terima kasih." Ucap baekhyun tiba-tiba yang membuat pangeran chanyeol, sehun dan luhan menolehkan kepalanya kearah baekhyun. posisinya saat ini baekhyun tengah duduk berlutut di hadapan pangeran chanyeol yang duduk di sofa sedangkan sehun dan luhan berdiri di samping pangeran chanyeol.
"ada apa, baekhyun?" tanya pangeran chanyeol sambil menatap baekhyun yang masih berlutut,
"terima kasih karena telah membantuku." Ujar baekhyun dengan wajah yang menunduk, "tapi. Maaf, aku hanya menjadi beban untukmu." Ujar baekhyun lirih, ia masih menundukkan kepalanya, tatapannya ia fokuskan pada lantai.
"apa itu lelucon?" tanya pangeran chanyeol, ia bingung dengan ucapan baekhyun. "karena aku teracuni apel, kau jadi merasa bersalah?" tanyanya lagi, kemudian ia memberikan botol obat penawar yang sudah ia minum habis pada sehun.
"bukan begitu.." perkataannya terhenti saat ia mendengar suara luhan berbicara ke padanya, "tenang saja. Kau tidak perlu meminta maaf, baekhyun." baekhyun pun mengangkat wajahnya untuk melihat luhan yang tengah berbicara, "chanyeol memakannya sendiri. Chanyeol dan kami seharusnya lebih berhati-hati. Itu saja." Ujar luhan, lalu melipat kedua tangannya di dada, "sehun terbawa suasana seperti kalau chanyeol mati dia akan ikut mati dan matanya berkaca-kaca." Jelas luhan sambil melirik kearah sehun dengan tatapan datar, sedangkan sehun ia merasa rahasianya di bongkar oleh luhan sehingga ia menjadi salah tingkah. "wah, jangan dibocorkan!"
"menyedihkan." Ujar luhan sambil tersenyum.
"iya, maaf ya. Lain kali, jika aku mendapatkan buah, akan kusuruh sehun mengupasnya dulu." Ujar pangeran chanyeol sambil menatap sehun dan luhan secara bergantian.
"malah tentang itu ya?" gumam sehun, "hahahaha..." seketika pangeran chanyeol pun tertawa melihat tingkah sehun. Ia pun menetralkan tawanya, setelah berhenti tertawa kemudian ia berdiri dari sofa dan berjalan kearah baekhyun yang masih berlutut, "baekhyun, apa kau ingat dengan apa yang kukatakan di hutan?" setelah sampai dihadapan baekhyun, ia pun berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan baekhyun, "bagiku, aku harap kenyataan kita bisa bersama saat ini adalah karena takdir. Kami berada di hutan yang kau tuju dalam perjalananmu, di mana kita bertemu dan mencoba saling melindungi. Entah itu hanya sebatas ditempat ini, atau hubungan untuk masa depan, adalah sesuatu yang kau bisa pilih." Ujar pangeran chanyeol sambil menatap wajah baekhyun.
"tak apa bagiku untuk memilih?" tanya baekhyun, ia menatap kearah chanyeol yang kini tengah tersenyum kearahnya. "tentu saja! Aku pun menentukan takdirku sendiri." Ucap pangeran chanyeol dengan bangganya, ia meletakkan tangan kanannya di dada, "setelah memutuskannya, terserah padamu kau mau mengikuti jalan itu atau tidak, bukan?" pangeran chanyeol tersenyum dan mengalihkan pandangannya kesamping, luhan yang mendengar perkataan pangeran chanyeol pun tersenyum dan melirik ke arah sehun yang tengah tersenyum juga hingga menampilkan eye smilenya.
"chanyeol. Kau.." ucap baekhyun dengan tatapan kagum kearah pangeran chanyeol.
"apa?" tanya pangeran chanyeol kemudian menolehkan kepalanya kedepan kearah baekhyun.
"cara berpikirmu itu memang hebat ya?" baekhyun pun tersenyum sangat manis kearah pangeran chanyeol sehingga menampilkan eye smilenya.
"bukan caraku berpikir, tapi caraku hidup." Pangeran chanyeol pun berdiri dari posisi jongkoknya, ia menatap kearah baekhyun yang kini tengah menatapnya juga. Posisi baekhyun masih duduk berlutut di hadapan pangeran chanyeol yang sudah berdiri dengan gagahnya. Seketika pangeran chanyeol menjulurkan tangannya kehadapan baekhyun, dengan senyum yang terhias diwajah tampan sang pangeran, "dan jawabanmu adalah?"
Baekhyun yang melihat pangeran chanyeol menjulurkan tangan kehadapannya, hanya mampu menatap dengan tatapan bingung, matanya membulat sempurna.
.
Dan itu adalah kisahku sendiri
.
Kalau bisa berharap
.
Pada jalan di hadapan kami setelah pertemuan ini
.
Suara halaman yang dibalik dalam kisah ini
.
Akan bergema seperti langkah kaki yang saling bergantian
-byun baekhyun
Baekhyun pun perlahan mengangkat tangannya kearah tangan pangeran chanyeol yang berada di hadapannya. "aku..." seketika ia menggenggam tangan pangeran chanyeol sambil tersenyum...
.
.
TBC
Kyaknya chapter 2 nya kependekkan ya, tapi gpp lah ya :'V ok saya tunggu review'annya para readers, supaya bisa update ke chapt 3.. saya usahain buat fast update deh tapi gak janji hehhee.. ahh makasih buat yg udh ngereview, ngefavorite'in, and ngefollow cerita ini..
[Xvwrlskk] makasih udh mau ngerivew apalgi ngasih saran huhu mkasih bngt yak ^^ iya ini udh lanjut kok ^^ kalau masalah ratenya sih saya ngikutin jalan ceritanya jadi iya ratenya sesuai sama cerita aslinya, maaf ya T^T but mksih udh ngsih saran ^^
[Sehurnyeol] duuhh ternyata ada yang lebih dulu ngeremake anime ini iya.. ^^ bisalah buat sharing" gitu hehe.. mitsuhide emng rada" mirip sehun, apalagi pangeran zen mirip banget ama tingkah chanyeol kkkk ^^
[Onlyguest] uwaaa berarti kita samaan, ini juga anime kaporit saya kk ^^ iya kyk di mv lightsaber kan yak byunbaek rmbutnya merah klau gak slah *eh saya lupa soalnya bhaqq :'V iya ini udh lanjut, smga suka ^^
[Yousee] makasih udh mau review ^^ awalnya sih gak berni buat ngeshare cerita di ffn soalnya msih baru bkin ff hehe..
[Leeminoznurhayati] mksih udh mau review, ini udh dinext. Semoga suka ^^
