7 Keys © LaChoco Latte
Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
Genre: Fantasy, Adventure, Romance, Friendship.
WARN: Typo(s), OOC, Many!OC, AU— AR?.
A/N: Kiseki no Sedai + Kagami berada disekolah yang sama. Kagami juga salah satu member Kiseki no Sedai. *wink*
Don't Like? Go back.
~ Happy Reading ~
"Shitsureishimasu," ucap Kiseki no Sedai bersamaan.
"Tadaima!" ucap Miiyu saat sudah sampai di sebuah bangunan yang cukup luas jika dilihat dari luar. Kakinya melangkah memasuki bangunan itu. Para anggota Kiseko no Sedai tetap setia mengekori dari belakang.
"Sepi sekali ssu. Apa Miiyucchi tinggal sendirian disini ssu?" tanya Kise. Ia mengamati sekelilingnya, siapa tahu ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
'M-miiyucchi?' batin Miiyu bingung. Awalnya dia sempat aneh dipanggil 'Miiyucchi'— karena baru pertama kali Ia dipanggil seperti itu, oleh orang yang baru Ia kenal pula— tapi Miiyu tidak ambil pusing dengan itu, dia terima terima saja dipanggil begitu oleh Kise.
Kise menepuk pundak Miiyu pelan. "Na, kau tidak keberatan aku panggil Miiyucchi 'kan?"
"Ah!" Miiyu tersentak. "T-tentu saja tidak, Kise-san! Soal pertanyaanmu tadi, aku tidak tinggal sendirian disini kok. Aku tinggal bersama ke-enam teman terbaikku disini."
"Laki-laki atau perempuan?" Kagami ikut bertanya.
"Perempuan, tentu saja."
Mendengar jawaban itu, secara tak sadar Akashi menghela napas senang.
"Heee." Otak mesum Aomine bangkit. "Apa mereka cantik-cantik?"
"Tentu saja mereka cantik!"
"Lalu, apa dada mereka be—" Kepala Aomine dipukul pelan oleh Kuroko. "Sakit, Tetsu!"
"Tolong jaga bicaramu didepan seorang perempuan, Aomine-kun. Misaki-san, tolong maafkan sikap tidak sopan Aomine-kun." Kuroko membungkuk. Muka Miiyu terlihat memerah sedikit saat mengerti apa yang akan diucapkan oleh Aomine.
"Hoy, Tetsu! Untuk apa kau minta maaf, ha?!"
"S-sudah, sudah. Tidak masalah kok." Miiyu angkat bicara—berusaha menghentikan debat antara Aomine dan Kuroko. "Ah, ya, tolong panggil aku Miiyu."
Sekarang, mereka sudah berada di ruang tamu. Miiyu mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang tersedia disana. Lalu, Ia pamit ke dapur—membuat sesuatu untuk menjamu tamu mereka.
"Tadaima!" seru seseorang dari arah pintu masuk. Terdengar langkah kaki—yang diduga milik orang yang baru saja datang. Tak lama kemudian, sosok itu menampakkan dirinya—dua orang gadis. Yang pertama, gadis cantik dengan rambut putih keperakan sepinggang, lurus dengan dua kepangan di sisi rambut. Mempunyai mata berwarna violet yang indah. Yang kedua, gadis cantik dengan rambut putih keunguan sepinggang dan mempunyai warna mata yang sama.
"Heh! Siapa kalian?" tanya salah satu dari kedua gadis itu seraya menunjuk ketujuh orang yang sedang duduk santai disofa ruang tamunya.
"Sebelum bertanya pada orang lain, perkenalkan dirimu sendiri," ucap Midorima seraya membetulkan letak kacamatanya yang sama sekali tidak melorot.
"Miiyu-chan!" panggil gadis itu saat melihat Miiyu yang datang ke ruang tamu sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan. "Mereka siapa?"
"Maa, duduk dulu, Atsuko-chan. Nanti aku jelaskan." Miiyu menyimpan nampan itu diatas meja.
"Arigatou na," ucap Akashi singkat.
Miiyu mengangguk seraya tersenyum. "Tak masalah."
"Jelaskan sekarang, Miiyu."
"Kau tidak sabaran sekali ssu." Kise berkomentar, dan itu membuatnya diberi tatapan tajam oleh gadis yang memiliki warna rambut putih keunguan.
"Ne, kalian masih ingat 'kan cahaya teleportasi yang dibuat oleh pemimpin kota?" Kedua gadis itu mengangguk. "Nah, mereka ini adalah orang yang telah menyentuh cahaya teleportasi itu."
"Hooo. Mereka mau membantu kita?"
"Un!" Miiyu mengangguk. Lalu Ia memperkenalkan para anggota Kiseki no Sedai. "Yang berambut pirang itu Kise Ryouta-san. Yang biru tua itu Aomin Daiki-san. Yang Hijau Midorima Shintarou-san. Yang merah kehitaman Kagami Taiga-san. Yang biru muda Kuroko Tetsuya-san. Yang ungu Murasakibara Atsushi-san. Dan yang merah itu Akashi Seijuuro-san."
"Sou. Amai Akaki desu. Yoroshiku," ucap gadis yang mempunyai rambut putih keunguan sepinggang cuek.
"Maa, Akakicchi! Jangan cuek seperti itu. Coba senyum, kau pasti akan terlihat manis ssu!"
Semburat merah tipis muncul dipipi Akaki. "U-urusai yo, baka! Dan apa-apaan itu, Akakicchi katamu?! Kenapa namaku jadi aneh begitu."
"Hidoi ssu yo! Itu tidak aneh! Itu nama panggilan yang keren tahu." Kise merengek.
"Itu aneh. Sekali aneh tetap aneh." Akaki tak mau kalah.
"Sudah. Kalian ini seperti anak kecil saja sih. Ah, ya, Izumikawa Atsuko desu. Yoroshiku." Gadis dengan rambut putih keperakan memperkenalkan dirinya. Lalu Ia menghampiri Kuroko dan mencubit pelan pipinya. "Tetsu-chan! Kau kawaii sekaliiiii!"
'T-tetsu-chan?!' bantin Kiseki no Sedai—minus Akashi kaget. Baru kali ini ada yang memanggil Kuroko dengan embel-embel chan!
"I-izumikawa-san tolong lepaskan. Ini sakit," pinta Kuroko sopan.
"Tehee~" Atsuko nyengir. "Gomen ne. Panggil aku Atsuko, Tetsu-chan!"
"Arara~ Kalian berisik. Ayo cepat kasih tau apa yang harus kita lakukan, nyem," ujar Murasakibara, Ia dengan santainya memakan cemilan yang disediakan oleh Miiyu sebelumnya.
"Ah, baik. Dalam perjalanan mencari tujuh kunci itu, kita dibagi menjadi tujuh tim. Satu tim terdiri dari dua orang. Jadi, kalian ber-tujuh yang bukan berasal dari dunia ini, akan dipisah," jelas Miiyu.
"Heh? Dipisah?" ucap mereka tak percaya.
"Iya. Kalian akan satu tim dengan salah satu dari kami."
"Bagaimana bisa ssu? Kami bertujuh, sedangkan kalian bertiga." Kise menghitung.
"Masih ada empat orang lagi. Mereka sedang tidak ada disini sepertinya." Atsuko angkat bicara.
"Lanjutkan penjelasannya," perintah Akashi.
"Jadi, disini kami yang akan menjadi ketua Tim. Masing-masing dari kami akan memberitahu apa yang harus kalian lakukan, dan kami juga akan membantu kalian agar kalian tahu apa kekuatan kalian," lanjut Miiyu. "Nah, sekarang kalian pilih. Diantara kalian, siapa yang ingin satu tim dengan kami?"
"Miiyu. Kau denganku," ucap Akashi dengan cepat tanpa berpikir panjang. Miiyu mengangguk.
"Tetsu-chan! Kau satu tim denganku, ya!" ucap Atsuko riang. Kuroko mengangguk.
"Hai', mohon bantuannya, Atsuko-san."
"Aku ingin bersama Akakicchi ssu!"
"Cih. A-apa boleh buat. Baiklah, kau bersamaku." Akaki mengalihkan pandangannya—tsunderenya kumat.
Melihat reaksi teman baiknya, Atsuko menyeringai dan menyikut pelan pinggang Akaki. "Akaki-chan, kau menyukai Ryou-chan yaa~"
Akaki mendelik. "T-tentu saja tidak!"
Atsuko mencolek-colek pipi Akaki. "Raut mukamu berkata lain, A-ka-ki-chan~"
"Tsk." Oh, jangan lupakan fakta bahwa temannya ini sangat peka. Karena tidak ingin ditanya-tanya lebih jauh, Akaki memutuskan untuk berjalan menjauhi tempat itu. Ia sempat berhenti sebentar, lalu menoleh. "Kise, kau ikut aku. Cepat."
Kise beranjak dari tempat duduknya, lalu melambaikan tangannya ke orang-orang yang tengah duduk disofa ruang tamu. "Hai', hai'. Jaa ne minna."
Lama-kelamaan, sosok mereka pun hilang dari pandangan.
"Akaki-chan sudah mengambil langkah! Tetsu-chan, ayo!" Atsuko dengan semangat menarik tangan Kuroko. Kuroko yang ditarik hanya bisa pasrah saja.
"Jaa ne!"
"Oi, oi." Kagami bersuara. "Lalu kami bagaimana?"
"Kalian mau menunggu teman-temanku pulang, atau meu menyusul mereka?" tanya Miiyu.
Aomine menguap. "Aku ingin menyusulnya saja biar tidak lama."
Murasakibara, Kagami, dan Midorima mengangguk setuju.
"Ah, baiklah kalau begitu." Miiyu mengambil pulpen dan kertas, lalu menulis sesuatu dikertas itu.
"Ini. Aku sudah membuat petunjuk arahnya." Miiyu memberi kertas itu pada Murasakibara, Kagami, Midorima dan Aomine. Ia juga memberikan pin berbentuk bunga Anemone.
"Miiyu-chin, pin ini tidak bisa dimakan," protes Murasakibara. Miiyu sweatdropped.
"T-tentu saja tidak bisa, itu memang bukan makanan."
"Jadi, pin ini untuk apa, nodayo?"
"Petunjuk, bisa dibilang. Pokoknya, pin itu akan bersinar jika kalian sudah sampai ke tempat tujuan."
"Baiklah kalau begitu. Kami pergi." Keempat pemuda itu bangkit dari tempat duduknya, dan mulai meninggalkan tempat itu.
"Un. Hati-hati dijalan."
Dan tanpa mereka sadari, sedari tadi terdapat burung gagak—yang diketahui sebagai hewan mata-mata kerajaan terkutuk— yang memperhatikan mereka.
.
To Be Continue
.
A/N: Yosh! Kedua OC sudah muncul~ Saya tidak menyangka, ternyata ada juga yang mau berpatisipasi untuk fict ini. :'D /terharu./
Saya juga minta maaf jika OC kalian terlihat OoC ya. Huhu. ;w;
Saya sudah mendapatkan 6OC, jadi pendaftaran OC ditutup ya. :3
Makasih banget buat kaliaaan para partisipasion(?), reviewer, dan silent reader! :'D
Saya mau bales review buat yang log-in. :3
NadineMidford: Wah, ternyata ada yang suka fict fantasy juga. :3
Maaf, OC mu telat daftar. ;w; udah keduluan sama yang lain nih. Duh, sekali lagi maaf sebanyak-banyaknya. ToT
Makasih udah RnR~ Berniat RnR lagi? ;)
Guest: Eeeeh?! Bener sama? Jangan-jangan... kita satu pemikiran?! XD /gak.
Begitukah? Syukurlah jika penulisan saya mudah dipahami. :'D
Boleh, boleh~ OC-nya diterima, ya! ;)
Makasih udan RnR~ Berniat RnR lagi? ;)
.
Review?
V
