Woah, ga nyangka dapat review LOL XD
1. Black Roses: Anda benar sekali... Black Roses-san! Tapi sayangnya di dunia ini tidak ada sekolah macam yang murid-murid dambakan... T^T Karena itu berdua emang pantas. LOL
2. Saika Tsuruhime: Iya, bro. Maou-san jadi KepSek lagi. Hmm... Kalau ada Maou-san... apakah sekolah akan tetap baik-baik saja? *ngelirik ke manga Gakuen Basara*
Chapter 1: Kaien daftar masuk Musou Gakuen
P.O.V: Kaien
Tanggal 15 Juli 20xx, hari dimana murid-murid masuk sekolah untuk memulai semester barunya dalam jenjang pendidikan.
Oh ya, aku lupa memperkenalkan diri. Nama asli kusensor, tentu saja. Sebagai gantinya, kalian bisa memanggilku Kaien atau Zhao Ying, bagaimana?
"*sensor nama*! Bangun!" teriak seseorang dari luar kamar tidur, yang kuduga adalah milikmama, tentu saja.
"Nah... lima menit lagi, please...," desahku sambil mengganti posisi tidur.
DUAK! Pintu kamar didobrak hingga jebol, membuatku terpanjat hingga melompat dari posisi tidur dan hampir terjatuh dengan kepala terdahulu ke lantai. Akibat dikejutkan seperti itu, mataku membelak sehingga kedua mataku tidak mau menutup untuk tidur.
"KAU KIRA SEKARANG SUDAH JAM BERAPA, HAH?" omel mama.
"Emm... Lima pagi?" Dan yang kuterima adalah jitakan di kepalaku. Kutengok jam alarm di meja kecil sebelah kasur, menyadari bahwa alarm SIALAN ini sudah MATI sejak jam DUA PAGI! OH SH*T!
"KAU INI HARUS MENJALANI TEST UNTUK MASUK GAKUEN MUSOU, KAU INGAT ITU?!"
Test? Tunggu... Test? Test... OH SH*T!
"AKU LUPAAAA!"
Aku langsung berdiri, mengambil baju dan handuk dari dalam lemari lalu masuk ke kamar mandi sebelum mendapat lebih banyak 'ceramah pagi hari no jutsu' dari mama.
"Sialan tuh alarm. Kenapa pula harus matinya hari ini? Kalau mau mati tuh kemaren aja, pas masih hari Minggu!" geramku dengan kesal sambil berjalan menuju ruang KepSek.
Sepanjang perjalanan dari gerbang utama hingga ke dalam gedung sekolah, yang kulihat hanyalah murid-murid dan para guru yang berlalu-lalang. Ga aneh sih tapi... KENAPA PADA BAWA SENJATA, HAH?! JANGAN-JANGAN INI SEKOLAH MAFIA LAGI?! TERUS KENAPA INI SEKOLAH NAMANYA TENAR SAMPAI KE BULAN, HAH? Ok, hiperbola abis... Yang penting jangan ada yang nodongin senjata ke gue deh... Gue ga bawa apa-apa nih... kecuali tas, buku tulis, kotak pensil dan sebuah iTab[1] kesayanganku.
Sesampainya di depan pintu, aku mengetuk tiga kali dan setelah mendapat respon 'silahkan masuk', aku masuk ke dalam untuk menemui... dua orang kepala sekolah?
"Zao an, xiaozhang men...," sapaku disertai bungkukan.
"Hmm... jadi, kau yang namanya *sensor nama*?" tanya salah seorangnya yang bermuka seram, memakai dua jas sekaligus dan beraura sangat gelap disekelilingnya. Serem amat...
"Be-begitulah...," aku membalas disertai senyum ragu dan kagok. Tian, kok kepala sekolahnya serem banget? Mampus ga ya gue nanti? Moga ga deh...
"Silahkan duduk," ujar yang satunya lagi dan aku duduk di hadapannya. "Kau siap menjalani test?" tanyanya.
Aku mengangguk... dengan ragu...
"Siapa namamu?"
"Saya tidak akan memberi tahu nama asli, tidak apa-apa, 'kan?" Dan ia balas dengan anggukan. "Xiexie. Namaku adalah Zhao Ying namun biasa dipanggil Kaien. Terserah Anda mau memanggilku apa."
"Oh, jadi saya panggil 'telor dadar' juga tak ada masalah?" tanya si KepSek seram, lebih tepatnya menyindir.
"Tian a... xiaozhang... Emangnya mukaku flat kayak telor dadar apa?"
"Kalau kayak Jay Chou masih iya...," batinku. Walau... tidak.
"Panggil saya pakai salah satu dari dua nama yang saya sebutkan tadi. Emang mau saya panggil Anda 'mister mustache'?" tanyaku (baca: ejekku). Dan gue mendapatkan surprise yaitu ditodongin shotgun. Alamak! Gue mau dirampok!
"Sudah, sudah... Mari kita kembali ke subjek," saran yang satunya. "Berapa banyak bahasa yang kau kuasai?"
"Aku bukan menguasai, hanya bisa. Dan bahasa yang kubisa hanya Indonesia, Inggris, Mandarin dan Jepang. Untuk Jepang, aku meng-'khususkan' diri pada kanji," jawabku panjang lebar.
"Sudah punya pacar atau sudah menikah?"
Aku hampir tersedak permen yang kumakan sejak tadi. "Uhuk... belum, pak... saya belum punya pacar apalagi menikah...," balasku seraya mengelus dada.
LU GILA YA GUE UMUR SEGINI UDAH NIKAH? SADAR DEH SEKARANG TUH ABAD 21! LU KIRA INI ABAD-ABAD LU YANG SEUMUR JAGUNG GINI BOLEH NIKAH?! INGET! GUE NARIK LU BERDUA DARI ABAD TIGA DAN ENAM BELAS BUAT NEH FICT! Tunggu... kok sejauh ini pertanyaannya kayak lagi ngelamar pekerjaan di kantoran aja, ya? Sebenarnya gue ngedaftar buat masuk sekolah atau kerja di kantoran sih?
"Kau sudah baca rules dari sekolah ini?" tanyanya, yang kubalas gelengan. Ia mengeluarkan sebuah buku dari dalam lacinya lalu diserahkan padaku.
Aku membuka lembar pertama dan setelah membaca enam rules yang katanya PALING penting, aku mulai bertanya beberapa hal.
"Err... Cao xiaozhang," tanyaku setelah mendapatkan namanya dari name tag yang ia kalungkan, "jadi kita boleh bawa senjata nih?" Ia mengangguk.
Hening...
PANTESAN AJA TADI ITU SEMUA MURID-MURID BAWA SENJATA UDAH KAYAK PERKUMPULAN MAFIA SIAP BERAKSI BUAT MELAKUKAN PERANG ANTAR GENG! *duckface*
"Terus, di sini tertulis kalau kita boleh pakai sihir. Nah, sihirnya kayak gimana? Sebatas magic atau-"
"Sorcery juga bisa. Tapi, jangan yang aneh-aneh," balas Cao xiaozhang dengan tatapan 'if you know what I mean'.
"Nah, sekarang kau sudah paham apa maksud enam rules yang kemungkinan nanti bisa bertambah di kemudian hari. Sekarang, kau punya senjata?"
Aku berpikir keras. Sialan... gue bukan pencinta gore, yandere, psycho dan semacamnya yang suka bawa pisau, belati dan kapak kayak yang di anime [Psycho Pass] ataupun [Mirai Nikki]. Gue bukan rampok, teroris dsb, hanya seorang warga sipil biasa yang tidak bersenjata. Dan... gue bukan Ranger dari Dragonica yang punya basok ataupun Mari dari Grand Chase yang punya one hell of electrical weapons. Eh tunggu... Gue 'kan author neh fict gaje yang masuk ke dalam cerita ini. Artinya...
"Saya ada senjata!" seruku lalu mengeluarkan iTab kebanggaan. "Ini senjataku!"
"Memangnya, apa yang bisa kau lakukan dengan itu?" tanya... err... orang Jepang... jadi namanya pasti Nobunaga kalau dibaca pakai logat Jepang.
Aku tertawa jahat lalu meng-unlock iTab. "Kan wo de li hai[3]!" Lalu kutuliskan 'Air blaster' dan keluarlah senjata yang kuinginkan.
"Bagus!" puji Nobunaga xiaozhang. "Baiklah, kau lulus untuk yang ini. Sekarang," ia mengeluarkan setumpuk kertas tes. "Kerjakan ini! Kau punya satu jam saja!"
Aku mengeluarkan kotak pensilku dengan gaya yang super mantap seperti Yoshii Akihisa dari anime [Baka to Test to Shokanju] dan mengambil pensil 2B dari dalamnya. Saatnya beraksi...
Aku membuka cover kertas test dan membaca soal pertama...
'Artikan nama senjata ini: 猛乱覇尖爪[4]'
THE *sensor* WITH THIS?! SERIUS LU?!
Aku langsung membaca seluruh soal dan semuanya sama yaitu... mengtranslasikan nama-nama senjata yang semuanya- WHA THE HECK?! Tertulis dalam huruf kanji, hiragana, katakana... Aduh, musuh gue semua ngumpul jadi satu, united.
... Bagaimanapun aku harus masuk sekolah ini... HARUS!
Aku menarik nafas panjang... lalu mulai mengerjakan soal-soal yang tak masuk akal ini. Bener ato ga, urusan nanti. TEMBAK AJA!
Sejam berlalu dan akhirnya ujian itu selesai juga. Aku hanya bisa menjawab 40% soal tersebut dengan (yang kuyakini) benar dan sisanya ngasal saja. Cao xiaozhang langsung memeriksanya dan hanya dalam hitungan belasan menit saja, hasilnya sudah keluar. Saat ia akan membacakannya, jantungku berdetak kencang dan bibirku terasa kering. Cao xiaozhang membuka mulutnya untuk berbicara.
"Kau..." Mataku berbinar-binar...
"Dinyatakan tidak pantas!" potong Nobunaga xiaozhang dengan tegas.
Waktu serasa berhenti.
CETAAAARRRRR...!
DAFUQ?!
"Haaaaaahhh...?" Aku langsung panik (baca: lebay) dan tidak bisa berkata apapun lagi selain itu. Jadi... jadi... semua perjuangan yang gue lakukan dari tadi pagi sampai sini yaitu mandi cuma sepuluh detik, ga sarapan gara-gara telat, digigit anjing tetangga karena disangka rampok pagi hari, hampir ketabrak bis, ketabrak sepeda tukang pos dan jatuh terguling-guling di koridor... semuanya SIA-SIA?!
Broken pieces[2]... Tamatlah riwayatku.
Anehnya, xiaozhang men ini malah tertawa. "Maksudnya 'tak pantas untuk tak lulus'!" sambung Caoxiaozhang.
Krik krik kriiikkkk...
TIAN AAAAA! GUE LULUS!
Aku melompat dari kursiku. "Duoxie a, xiaozhang men!" aku berterima kasih sampai ber-kowtowdihadapan mereka. Gue lulus, broooo! LUCKY ME!
"Baiklah karena kau sudah menjadi seorang murid dari sekolah ini, besok kau masuk dan mulai menempuh pendidikanmu di sini," tambah Nobunaga xiaozhang. "Jangan terlambat seperti hari ini!"
Dan akhirnya, gue bisa masuk ke sekolah ini setelah melalui battle-battle yang sangat EPIC tadi...
"Baiklah, aku mengerti. Xiaozhang men, aku mohon diri!" Aku berbalik dan berjalan (penuh kemenangan) menuju pintu saat tiba-tiba namaku dipanggil oleh Nobunaga xiaozhang.
"Sebelum kau pergi, bisakah kau mengabulkan satu permintaanku?" tanyanya. Aku mengangguk. "Baiklah kalau begitu...," aku mengambil iTab. "Aku mau kau menaikan harga makanan di kantin sebanyak 300%."
GUBRAK!
KALAU YANG ITU MANA GUE BISA!
To Be Continued...
A/N: Semoga ada yang menyukainya... XDDDD
Tujuan utama fict ini sama seperti fict-fict humor (mungkinkah ini masuk comedy juga?) pada umumnya yaitu, membakar stress Anda yang membacanya sampai hangus jadi abu lalu ditiup jauh-jauh oleh gelak tawa Anda! Maaf kalau kurang greget T^T
See you at the next chapter!
Extra Notes:
[1] Plesetan iPad.
[2] Plesetan dari 'broken heart' yang dibikin oleh adikku karena hati yang broken itu ia gambarkan seperti pecah berkeping-keping. Kurang lebih seperti itulah alasannya membuat seperti itu.
[3] "Kan wo de li hai" artinya "Lihatlah kehebatanku".
[4] Nama senjata terakhir Yue Jin yang artinya 'Chaos domination Hookswords'
