Tittle : Twins love

Author : 137hyunhee (Aulia)

Pairing : kyumin & kyungiehyun

Genre : romance, AU(?),gaje(?),hurt/confort(?) , OOC.

Disclaimer :

plot is mine, this FF is mine, but the cast belong to god and him self and family but kyu belong to ming and ming belong to kyu^^.

Summary :

Ketika cinta datang dengan berjalannya waktu dan mereka tidak menyadari perasaan mereka, apa yang akan mereka lakukan?.

Rated : T

Length : chapter

*cuap – cuap author :

HAI! Aku kembali lagi

FF ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dengan seseorang, NOT PLAGIAT

Tapi maaf kalau misalnya ada kesamaan dalam cerita dan lainnya, karena tidak disengaja ff ini bisa berubah – ubah seiring waktu dan ratednya juga bisa berubah XD ffnya jangan diflame ne. jangan bash castnya, tapi authornya kkk~

Yauda gak ush lama, silahkan baca.

Cast :

cho kyumin as kyumin child (OC)

cho minhyun as kyumin child(OC)

lee sungmin as cho sungmin

cho kyuhyun as cho kyuhyun

and other cast

WARNING! :

TIDAK SESUAI EYD

Don't like don't read

No bashing!

And no plagiat!

NO FLAME

NO SILENT READERS!

HAPPY READING

Cinta memang sangatlah rumit, tidak akan ada yang bisa menebak atau memprediksikannya. Cinta sangat suka berkunjung kedalam hati dan juga suka pergi meninggalkan hati itu, bahkan, seorang detektif maupun polisi tidak bisa menganalisis datangnya cinta.

Dan cinta juga tidak bisa dipaksa atau terpaksa datang, cinta itu memang aneh, satu detik dia tersenyum, tetapi detik kemudian dia bersedih. Tidak ada yang bisa memecahkan rumusan cinta tersebut, yang kini mereka rasakan hanyalah sebuah perasaan hangat dan nyaman, yang merasup kedalam hati masing – masing insan yang sedang merasakan cinta.

*story begin*

Author pov

Minhyun dan kyumin masih didalam posisi mereka masing – masing. Minhyun kini meminjamkan pahanya untuk sang oppa tidur, memang ini bukan kegiatan yang tidak biasa, mereka memang sering melakukannya bersama, tertawa, bersedih, dan juga marah ditempat tersebut dan sudah pasti tidur dengan posisi tersebut.

Tempat yang menjadi tempat favorite mereka berdua, tempat dimana kyung tidur selain ruang kesehatan. Tempat yang cukup nyaman, disekelilingnya terdapat langit biru yang membentang,Ya..benar, ini adalah balkon sekolah tempat mereka berdua bersembunyi. Minhyun masih memandang oppanya dengan tersenyum, hatinya selalu berdegub kencang dikala melihat wajah oppanya yang sedang terlelap maupun sedang tersenyum disaat mata indah itu terbuka dan bertemu dengan manik matanya.

Perasaan itu muncul ketika mereka masih kecil, tidak pernah ada yang menyangka kalau itu adalah perasaan lebih dari seorang kakak pada adik, maupun adik pada kakak, perasaan yang hangat dan nyaman yang menjadi candu untuk mereka berdua. Bahkan orang tua mereka hanya menganggap cinta mereka hanya cinta sesaat karena emosi yang masih sangat labil. Namun mereka salah mengira kalau hal itu benar terjadi.

"oppa.., apakah oppa ingat kejadian saat kecil?" minhyun masih memandangi wajah sang oppa yang tertidur dengan lelap, ia tersenyum sambil bercerita sendiri.

"…" kyung tertidur dengan pulsa tanpa menjawab atau mendengar apa yang hyun bicarakan.

"hihihi, aku sangat ingat wajah polosmu itu oppa, aku bahkan sangat menyukai wajah kecil polosmu itu.."

"…"

"ne.., kalau kita ingat – ingat ternyata kita memang sangat lucu ya…"

Seakan menerawang dan mengingat kembali kejadian tersebut, minhyun tersenyum dan melihat kearah langit sambil memegang jantungnya yang semakin berdegub.

*flash back*

***in jeju beach, 20 july 2002***

"oppa dimana ya.."

Saat itu minhyun sedang berada dipantai, ia sedang mencari oppanya karena ia merasa bersalah pada oppanya, ia sudah janji mau menemani oppanya, tapi ia malah pergi bersama zhoumi sang paman. Minhyun berjalan menyusuri pantai untuk menemukan oppanya, deburan ombak semakin lama semakin keras, minhyun yang seorang anak kecil masih menikmati ice cream yang ia beli dengan zhoumi ditaman hiburan.

Sembari membawa balon pinknya ia masih mencari oppanya, umurnya dengan kyumin masih menginjak 7 tahun, mereka berdua kabur kejeju karena sedang marah pada appa dan umma mereka. Marah karena sang appa yang mulai tidak memperdulikan anak – anaknya yang masih haus akan kasih sayang , dan marah karena suatu hal yang tidak pernah sama sekali bisa terfikirkan oleh orang tua mereka.

"oppa!"

Kyumin akhirnya ditemukan oleh minhyun, kyumin sedang teduduk dipinggir pantai sembari melihat pemandangan yang indah dihadapannya, minhyun memandang wajah oppanya yang kini sedang berfikir, anak 7 tahun? Memang hal yang aneh kalau mereka sudah dewasa, namun karena orang tua mereka yang pergi, menyebabkan mereka menjadi dewasa.

"ne?" sembari melihat kearah minhyun.

"oppa cedang apa dicini cendilian?"

"oppa anyah mau liat pemandangan yang indah.." berdiri dan mendekati minhyunnienya.

"capi hyunnie cudah nyali – nyali oppa dali tadi dan balu ketemu..hufft" minhyun mempoutkan bibirnya dengan lucu karena kesal.

"allaceo, mian ne?"dengan tiba – tiba kyung mengecup bibir hyunnie sekilas, dan minhyun yang merasakan dan melihatnya hanya bisa membulatkan matanya dengan lucu.

"eungg~ oppa tadi itu apa?"

"itu cepelti yang appa dan umma lakukan hehehe" kyung yang merasa malu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

"eumm..begitu ne.."

"eumm, mian ne?"

"umm~ ne oppa wenchana.. hehehe" dengan memamerkan gigi kelincinya pada kyung, membuat minhyun mau memaafkannya, walaupun kyung sedih saat ditinggal minhyun ketaman bermain tanpa mengajaknya.

"tenapa tamu dicini hyunnie, alusna kamu main cama mimi ajucci tan ditaman belmain?"

"ne oppa, keunde.., hyunnie mauna cama oppa, tidak boleh eo?"

"oleh chagi, hehehe"

"oppa.."

"hm?"

"oppa beljanjilah.." minhyun menatap manik mata kyung yang sangat indah menurutnya, manik mata yang cukup memabukan.

"eung? Janji apa?"

"oppa akan belcama hyunnie dimanapun oppa belada? Allachi?" minhyun menautkan jari kelinking mereka berdua, pinky promise memang sering mereka berdua lakukan bersama.

"ummm~~ kulleom! Oppa akan janji untuk hyunnie chagi, oppa akan menjaga hyunnie! Oppa janji! kkkk~"

"oppa, kapan kita pulang? Hyunnie kangen appa & umma.."

"campai appa & umma mau melestui kita.."

"kulleom oppa, talau appa tidak melestui eotte?"

"belalti kita alus Kabul dali lumah kkk~"

"waeyo? Tenapa teltawa cepelti appa?"

"hihi, ania…, cebenalnya oppa.. umm.. kalena oppa…"

"melestui apa oppa? Tenapa oppa tidak bilang apa – apa cama hyunnie"

"melestui.. umm…"

"apa oppa?" dengan mendekatkan wajahnya kehadapan kyung, minhyun yang berwajah polos bertanya – Tanya.

Deg..deg

"umm…itu…kalena"

"kalena apa?"

Deg..deg..

"kalena oppa cinta.. oppa cinta hyunnie! Callanghae! Telus oppa mau menikahi hyunnie!"

Deg!

"cincca? O..oppa tidak boong eoh?"

"a..ani!…oppa tidak boong matanya oppa ajak hyunnie kecini…" dengan menundukan wajahnya karena malu dengan perasaanya sendiri, jantung kyung masih saja berdetak tidak beraturan.

"oppa wae? Oppa cakit ne? tita kedoktel ne? nanti bial oppa cembuh.."

"anio, oppa titak apa – apa"

"cincca?"

"ne…oppa titak apa – apa" minhyun yang ingin mengecek keadaan tubuh kyung dari suhunya, perlahan minhyun mendekatkan keningnya pada kening kyung, kyung masih belum mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya dan jantungnya kini, yang ia pernah dengar itu, itu namanya cinta.

"k..kamu cedang apa eo?" kini minhyun sudah menempelkan keningnya pada kening sang oppa.

"cedang mengecek cuhu tubuh oppa, cepelti yang umma lakukan"

"t..tapi..te..tenapa halus begitu?"

"hehehe jantung oppa tenapa?"tanpa sadar minhyun memegang dada sebelah kiri kyung yang sudah meledak – ledak seperti petasan.

Deg..deg

"oppa tenapa! Oppa!"

Kyung yang merasa kini tubuhnya lemas karena jantungnya, hanya diam dan mengerdip – ngerdipkan matanya dengan lucu.

"oppa..?"

"…."

"hihihi, bunyina.. tenceng"

Setelah beberapa detik kemudian, kyung tersadar dari lamunannya.

"y..yakk, tenapa dipegang" kyung menyingkirkan tangan hyunnie yang tadi menyentuh dadanya dengan halus.

"hihihi"

"wae..waeyo?"

"oppa.. nado callange, hyunnie juja ingin menikah dengan oppa…" minhyun kini langsung menubruk tubuhnya dengan kyung, mereka kini berpelukan didekat senja pantai yang sangat indah, dua manusia yang masih belum mengerti cinta, namun mereka sudah diberikan cinta oleh tuhan, dan itulah cinta.

*flash back off*

"tuh kan lucu..hihi"

Minhyun memandangi wajah oppanya yang terlihat lelah, ada perasaan khawatir yang kini menghinggap didalam hatinya, perasaan khawatir karena pada kenyataannya appa mereka masih belum bisa merestui hubungan ini, dan khawatir kalau kelak appa mereka akan melakukan hal yang tidak masuk akal.

Tidak sadar, minhyun ikut tertidur dengan bersandar ditembok beton balkon. Mereka mungkin kelelahan, beruntung minhyun memegang kunci balkon dan kunci ruangan tertentu, jadi dia dan kyung bisa pulang jam berapa saja.

*flash back*

"yunho ajucci, tolong kyungie..hiks"

"eh? Kyung? Wae?"

"kyungie melacakan pelacaan aneh ajucci"

"mwo? Perasaan apa?"

"umm, cetiap kyung meliat hyunnie, akan melaca nyaman dan cetiap hyunnie menatap kyungie, jantung kyungie dug dig dag dig dug begitu.."

"oh.. itu namanya cinta kyung.. MWO! KALIAN!" yunho, ya, dia adalah kakak kakek kandung kyung dan minhyun, sekaligus appa dari cho kyuhyun kini sangat shock dengan apa yang ia dengar.

"hiks..hiks.."

"eh..eh uljimma, harabeoji tidak akan marah kyung..sssttt" dengan cepat yunho memeluk kyung dan mengelus punggungnya pelan.

"lalu kyungie alus gimana harabeoji?"

"arrasseo, kamu ikut harabeoji ke jeju, kita bicarakan disana dan pikirkan disana ne.."

"ne allacceo"

"kyu! Anak – anak kita kemana?!"

"eh? Bukannya mereka main ditaman belakang?"

"ani! Aku melihatnnya pergi dengan yunho appa, itu mereka kenapa terburu – buru, apa yang telah mereka lakukan?"

"MWO! Mau kemana mereka!"

"cepat susul mereka kyu! Palli hiks..hiks" sungmin kini terisak melihat kedua anaknya pergi begitu saja tanpa membawa bajunya.

"ne..ne.. uljimma, aku akan pergi.."

"cepat!"

Kyuhyun pov

Aissh, anak – anakku ini memang benar – benar evil. Mereka suka sekali mengerjaiku. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi yunho appa dengan ponselku.

"yoboseyo.., appa! Kau mau kemanakan anakku ah?!"

"…."

"aissh kau ini!"

"…."

"arra! Arra! Kalian jangan kemana – kemana selain tempat itu ne! aku akan kesana!"

Hah~, benar – benar,aku bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya pada keluarga kecilku, baru kemarin aku dan sungmin hyung kembali kekorea, tetapi sekarang ada masalah lagi. Kyung datang padaku dan menceritakan hal yang tidak pernah aku anggap serius selama ini.

Ia menceritakan kalau melihat minhyun, ia akan merasakan perasaan aneh didadanya dan jika melihat minhyun tersenyum padanya dia akan kebingungan, dan aku tau itu perasaan cinta, kyung mencintai saudarinya sendiri, saudari kandungnya, bahkan bukan hanya kandung tapi kembar.

Ya tuhan! Apa salahku sampai kau menghukumku begini! Apa yang harus kulakukan, aku sangat bingung untuk mengambil keputusan apa, dan sebelumnya sungmin juga mengatakan kalau minhyun menceritakan hal yang sama padanya, bahwa minhyun juga mencintai kyung.

Kyuhyun pov end

Yunho pov

"kami ke villa jeju milikku kyu"

"…"

"ya.. kami tidak akan kemana – mana, dan ada yang mau aku bicarakan padamu kyu"

"…."

Kyu menelphoneku dengan nada yang sangat panik dan sangat khawatir, memang aku salah karena membawa kedua buah hatinya untuk kabur ke jeju saat ini, kumatikan telephone dari kyu.

Hah, anak – anak ini memang benar – benar membuatku bingung, tetapi jika tidak begini, masalah mereka tidak akan selesai. Aku memahami perasaan mereka, ditinggal oleh orang tua bukanlah hal mudah untuk anak berusia 7 tahun. Dan kulihat kyung benar – benar sangat bertanggung jawab dalam menjaga sang adik.

Kulihat wajah polos mereka yang kini sedang tertidur didalam mobilku. Kami sudah sampai dijeju dan aku memakai mobil yang dibawa supirku, aku memang memiliki sebuah villa di jeju dan meninggalkan satu mobil untuk berpergian. Aku sangat tidak tega dikala melihat mereka sedih dan meminta tolong padaku, perasaan itu akan sulit sekali hilang, walaupun mungkin saja orang lain akan menganggap cinta mereka hanyalah cinta monyet anak kecil dan saat dewasa mungkin saja mereka akan lupa.

Tetapi sepertinya hal itu akan sangat sulit, entahlah, mungkin hanya firasatku saja, semoga pembicaraanku dengan kyu nanti akan menghasilkan jawaban.

Setelah aku berada divillaku, aku meminta jae yang masih divilla kami untuk membantuku menggendong kedua anak manis yang tampak seperti malaikat ini *kyuhyun : anak evil appa, yunho :

"boo! Tolong aku~"

"ne chagi~"

"kamu gendong minhyun dan aku gendong kyung ne?"

"arrasseo~, kenapa mereka berdua kesini? Bukan seharusnya mereka diseoul untuk menyambut kedua orang tua mereka?" sembari menggendong minhyun yang kelelahan, jae melihat kearah yunho penuh tanda Tanya.

"ne yeobo.., tapi ada suatu masalah, nanti akan aku jelaskan.."

"ah.. begitu, ayo masuk"

"ne.. kajja" dengan mengeratkan gendongannya pada kyung, jae dan yunhopun berjalan berdampingan dan memasuki villa milik mereka berdua.

Setelah mereka memasuki villa mereka, mereka membaringkan kyung dikasur tamu yang sudah disiapkan jaejoong sebelum yunho dan anak – anak sampai. Mereka berdua keluar setelah menyelimuti tubuh kedua raga berbeda gender itu, dan berjalan menuju sofa dekat televisi.

Mereka berdua duduk disofa tersebut, Nampak sekali yunho kini sedang kebingungan dengan apa yang telah terjadi pada cucunya, namun ia harus bersikap wibawa dan tidak terbawa emosi dikala ia sedang berbicara dengan kyuhyun nanti, ia masih mencerna setiap kalimat yang kyung berikan, walau ia masih kecil, namun kata – katanya sarat akan makna cinta.

"waeyo yeobo?" jaejoong yang melihat kini hanya dapat kebingungan melihat sang suami yang telah melamun sambil melihat televisi dihadapannya, namun jae tau kalau fokusnya bukan pada televisi itu.

"hah~" yunho menghela nafasnya berat.

"waeyo eum?" jaejoong kini memeluk sang suami yang sudah cukup berumur dengan lembut.

"kamu tau kenapa kyung dan minhyun bisa sampai kesini?"

"eh! Wae?"

"karena.." ucapnya ragu.

"karena apa eum?"

"karena kyung mecintai minhyun…" ucapnya lirih.

"HAH!" yunho berjengit kaget karena suara jae.

"hei.., jangan keras – keras, mereka tidur"

"arra.. ta..tapi, kenapa.."

"hah.., aku juga bingung boo.."

"ck, dasa, sabar ne…" yunho mengangguk pelan.

"liat nanti saja pembicaraanku dengan kyu.."

"arrasseo.., lakukan yang terbaik yeobo.., arra?" jae mengecup bibir yunho sekilas.

"ne~"

*other side*

Kyuhyun kini masih dalam perjalanan dengan mobilnya menuju villa appanya, ia kini sangat kesal dengan perbuatan anak – anaknya yang menurutnya tidak sopan, namun kyu juga sadar karena ia dan sungmin telah menelantarkan anak – anaknya setahun belakangan ini untuk perusahaan mereka, namun, tetap saja sebagai seorang ayah yang menginginkan hal terbaik untuk anaknya, ia tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi, membiarkan mereka menjalin benang merah berwarna kelabu, karena telah tercampur dengan noda, kyu tidak mau, kalau sampai dia diCAP seorang AYAH yang gagal, oleh karena itu ia menentang keras hubungan mereka berdua.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, kyuhyunpun sampai divilla itu saat malam. Ia sangat marah saat ini, karena kedua anaknya yang keras kepala ini membuatnya harus memijit kepala dan memutar pikirannya berulang kali, walaupun kyuhyun genius.

"hah~ akhirnya sampai.." kyuhyun bergegas masuk kedalam villa tersebut, villa yang dulunya adalah tempat ia bermain saat kecil dengan appanya, yunho. Kyuhyun mengetuk pintu tersebut.

"ah! Kyu sudah datang!" teriak jae, sang umma sumringah.

"ne umma, dimana anakku?"

"aissh, bukannya kangen sama umma, malah langsung Tanya anakmu, peluk umma dulu kyunnie" kyuhyun mengerlingkan malas, itu adalah kebiasaan sang ibu yang selalu ingin dipeluk jika rindu.

"hah~ arra..arra" kyuhyunpun mengerlingkan matanya dan memeluk jae.

"nah.., itu baru anak umma"

"sekarang dimana anakku?"

"mereka sedang bermain dikamar, jangan ganggu dulu.."

"AISH! TAPI-"

"sudahlah, kamu bicara dengan appamu dulu" jaejoong menutup pintu dan berjalan menuju tempat yunho berada.

"ahh, sudah datang" yunho berdiri dari sofa.

"anjja.." kyuhyun menurut appanya dan duduk.

"jadi kamu sudah tau kan masalah kyung dan minhyun yang saling mencintai.."

"n..ne, aku tau appa" jawab kyu tertunduk

"jangan sedih begitu.."

"tapi.., kyu tau ini masalah karena perbuatan kyu"

"ania.., lebih baik kita restui saja mereka.."

"ani.., aku punya rencana appa.."

"apa itu?" Tanya yunho penasaran dan mendekatkan wajahnya pada kyu.

*ming side*

Sungmin kini sedang membeku didalam kamar kedua buah hati yang sangat ia cintai, ia terus – terusan menangis semenjak kedua anaknnya dibawa yunho, ia sangat cemas kalau terjadi hal yang tidak – tidak nantinya pada sang suami, maupun pada sang anak. Karena sampai malam, min masih belum menerima kabar apapun.

"hiks.., mianhae..hiks, umma akan merestui kalian, tapi jangan begini hiks" sungmin yang baru saja pergi meninggalkan anaknya selama dua bulan hanya bisa menangis meratapi apa yang terjadi padanya, dan hanya bisa berdoa agar tidak terjadi apa – apa.

Ia memeluk baju kedua anaknya secara bersamaan, lalu menghirup aroma mint dari baju kyung, juga aroma strawberry dari baju minhyun, ia sangat merindukan kedua malaikat kecilnya itu.

"hiks..hiks..mianhae"

*back to kyu and yunho*

"MWO! KAU SUDAH GILA KYU!"

"ani appa.., ini bukan gila, tapi hanya ini yang bisa.."

"ani, kau tidak boleh melakukannya.."

"aku yang mengerti appa, jangan halangi rencanaku.."

Namun tidak sadar dibalik tembok kamar ada yang menguping mereka berdua

'apa yang akan appa lakukan cih'

.

.

.

.

.

TBC

WAHHHH! Akhirnya saya lanjut juga…..

Ayo dong siders kasih komentar, kalo kasih komentar banyak aku updatenya cepet loh…

Aku mohon komentar

Gomawo juga yang sudah review… :3

RnR please ~(^o^)~