Author : yaa~ akhirnya saya kembali mengapdet fic ini. Gara-gara udah SMA jadi ga bisa sering-sering ke warnet nih -.- daan OMG, fandom ES rame amat ya sekarang *cengo ngeliat udah 4 page*

Review Reply (saya sibuk berat akhir-akhir ini, sory baru bisa bales T_T) :

Chian30ne : Balesan yang di message ^^

-Ikkyu naik kereta, kan udah dijelasin pas hiruma ngeliat Ikkyu di stasiun ^_^

-hmm Deimon di Tokyo, Shinryuji di Kanagawa, lumayan jauh kan.

-Well yeah gitu lah XDD

Makasih reviewnya^^

Angel's apple : ohh oke, makasih reviewnya ^^ p.s. : She Will be Loved-mu apdet dongg!!!

Nahoko Morinozuka : Wkwkwk dimana-mana iblis itu kan yang jahat ya, tapi kalo iblisnya sekeren Hiruma sih lain lagi ceritanya *ditendang* makasih reviewnya ya^^

dilia shiraishi : hehe, iya dia topless. Lagi di jacuzzi ^^ sama dil, saya juga nosebleed ngeliatnya XDD ah iya, Unsui-nya lebay amat ya T_T makasih review dan kritiknya _

omoidani: Ikkyu mau apa ya? *belagak mikir* *dihajar* hhh iya, unsui OOC =.=' tapi ga sampai lamba-lambai sapu tangan kok XDD makasih reviewnya ya

Kumiko Mikage : bukan HiruMamo lho, tapi HiruMamoIkkyu *nunjuk-nunjuk Ikkyu yang terlupakan*

iya, emang pendek. Sengaja biar penasaran *ditendang* ^^ makasih reviewnya

AiNeko-chan : wkwkwk kalo monta sih emang udah kalah sebelum bertanding XDDD ikkyu beda dong *nepuk-nepuk pundak ikkyu* makasih reviewnya ^^

Akatsutsumi Ai : eps 108 yang devil bats bikin pesta di pesiar, terus anak-anak ojo ikut ngerusuh disana ^^ ibu ngelepas anak??? *swt* unsui OOC-nya parah banget ya? *baru sadar* makasih reviewnya^^

Yusaki Kuchiki : ada apa ya? *dihajar massa* wkwkwk ikkyu lagi jeolus, maklumi aja XDD makasih reviewnya

Shinku Amakusa : hehe iya, pada OOC =.= nih udah apdet ^^ Makasih reviewnya

My-kite : iya nih udah dilanjutin^^ Ikkyu vs Hiruma next chap mungkin. Makasih reviewnya.

Okay, let's start the fic ^^ dan sorry kalau membosankan -.-'


Mereka bilang aku gila

.

Konyol,

Aku tidak gila!

Aku hanya sedang jatuh cinta.

.

.


Crazy

© Sapphire

Eyeshield 21 © Riichiro Inagaki and Yusuke Murata

-1-

Ikkyu: The Boy with No Name


Ikkyu berjalan keluar dari stasiun. Tapi baru beberapa langkah, dia langsung menyadari tindakan gilanya yang baru saja dia lakukan ini.

"Ya ampun, aku ini kerasukan apa sih? Mikir apa aku sampai datang ke Tokyo segala? Sampai bolos dari sekolah lagi! Pulang-pulang bisa dibunuh sama pelatih nih." Ikkyu bergumam sendiri sambil meremas rambutnya dengan frustrasi.

Dia bahkan terlalu takut untuk mengecek ponselnya yang sedang dalam kedaan silent, mungkin sudah banyak pemain Shinryuji yang menghubunginya. Tapi akhirnya Ikkyu memberanikan diri untuk memeriksa ponselnya. Dan setelah melihat layar ponselnya, Ikkyu terbelalak kaget.

52 missed calls. 47 new messages. 25 new mails.

Ikkyu memukul-mukul kepalanya sendiri dengan kesal. Memikirkan hukuman macam apa yang menantinya; berendam 12 jam di air terjun, mengepel seluruh lantai sekolah, menghapalkan satu kitab Budha super tebal, diceritakan legenda-legenda setan Jepang oleh Trio Saiyuki. Ya, silakan dipilih. Ikkyu semakin yakin akan mati begitu pulang kembali ke Shinryuji.

Anezaki Mamori.

Mengingat gadis itu kembali membuat Ikkyu merasa hidup.

Hiruma Yoichi.

Mengingat iblis itu kembali membuat Ikkyu semakin memantapkan hatinya. Sudah keburu berada di Tokyo, untuk apa memikirkan kembali ke Kanagawa.

.

.


"Sial, anak itu sudah gila ya?" Yamabushi mendengus kesal sambil berkali-kali mencoba menghubungi Ikkyu dengan ponselnya. "Ditelpon, nggak diangkat. Dikirimin SMS, nggak dibales. Maunya apa sih??? Apa dia nggak tau kalau aku sudah menghabiskan semua bonus SMS ku Cuma buat SMS-in dia!!"

"Tenangkan dirimu, Yamabushi-senpai." Ujar Unsui mencoba menenangkan. Saat ini para pemain Shinryuji sedang berkumpul di pinggir lapangan dalam suasana kalut. Kepergian mendadak Cornerback jenius itu membuat semua pemain kelabakan mencarinya, dan untuk sementara menunda dulu sesi latihan.

Yamabushi mendelik, "Tenang katamu? Bagaimana bisa tenang, sedangkan sekarang Ikkyu kabur dari latihan dan malah pergi ke Tokyo." Geramnya menahan kesal. "Unsui, kenapa kau tidak mencegahnya sih?"

Unsui berdehem singkat, "Maaf, aku lengah." Dustanya. Mana mungkin dia memberitahu alasan sebenarnya kalau ternyata dia malah terharu—hingga nangis-nangis lebay—dengan kata-kata Ikkyu, dan melepasnya begitu saja.

"Apa pelatih sudah tau?"

Unsui menggeleng, "Belum."

"Bagus, sembunyikan masalah ini dulu dari beliau. Ikkyu bisa dijadiin perkedel kalau sampai Pelatih tau tuh anak minggat." Jelas Yamabushi ngeri.

"Eh, perkedel rasa Ikkyu? Sepertinya enak." Gumam Sanzo sambil membayangkan yang tidak-tidak, dan langsung dihadiahi jitakan maut oleh Yamabushi.

Yamabushi kembali memandang Unsui, "Ikkyu bilang apa padamu?"

"Dia hanya bilang kalau dia sudah tidak tahan lagi dan ingin memberi pelajaran ke Hiruma Yoichi." Jawab Unsui ala kadarnya.

"Wow, berani juga si Ikkyu." Gumam Goku kagum pada bocah yang sering menjadi korban kekerasannya itu.

"Bukan waktunya untuk kagum, Goku!" tegur Yamabushi. "Cepat, coba hubungi dia lagi!"

Goku mendesah, "Buat apa sih buang-buang pulsa Cuma untuk nelpon dan SMS-in dia? Nanti juga pasti bakal balik sendiri kok."

Yamabushi memberi pandangan membunuh ke Goku, "Jangan membantah!"

Goku dengan enggan akhirnya menurut juga. Kembali mencoba menelpon Ikkyu untuk yang ke 18 kalinya. Dan hasilnya sama saja, tidak diangkat.

"Hm, sebenarnya ada masalah apa sih antara Ikkyu dengan Hiruma?" tanya Hakkai penasaran sambil memandang para pemain Shinryuji satu persatu. "sampai-sampai membuat Ikkyu—yang biasanya gampang digencet dan tidak suka dengan konflik—nekat kabur ke Tokyo."

"Entahlah, tapi sepertinya dia merasa tersaingi oleh Hiruma." Jawab Sagojo. "Tahu sendiri kan Ikkyu itu orangnya ambisius dan nggak mau kalah."

Samon yang sedang sibuk mengetik SMS-nya yang ke 11 untuk Ikkyu, mengangkat alis. "Tersaingi dalam hal apa? Nggak mungkin kan dalam hal catch? Itu sih dia saingannya sama monyet dari Deimon itu."

Yamabushi mengangguk setuju, "Itu benar, kenapa dia harus merasa kesal dengan Hiruma?"

"Sishi Hakuto." Gumam Unsui. Semua pemain menoleh padanya. Unsui kembali melanjutkan ucapannya, "dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menacapai tujuannya, bahkan menghancurkan Hiruma sekalipun. Well, kurasa Ikkyu sudah mampu menerapkan inti dari kata-kata itu dengan baik."

Kesabaran Yamabushi tampaknya sudah habis. Dia bangkit dari duduknya dan berdiri dengan ekspresi kesal luar biasa. "Demi Budha di langit, baik apanya?!! Mencari masalah dengan Hiruma Yoichi itu sama dengan cari mati, tahu!"

"Ada yang mengatakan tentang 'mencari masalah dengan sampah'?"

Suara horror itu membuat semua pemain menoleh dengan pandangan ngeri.

.

.


Ikkyu memutuskan untuk berjalan kaki dalam perjalanannya ke SMU Deimon, jaraknya toh tidak jauh dari stasiun—kata seorang Kakek yang tadi dia tanya di depan stasiun sih begitu. Dan yeah, juga karena sebenarnya dia tidak sanggup membayar taxi ataupun kendaraan lainnya. Jujur saja, uangnya sudah habis untuk membeli tiket kereta dari Kanagawa ke Tokyo, ditambah lagi bento yang dimakannya tadi di dalam kereta. Bento yang rasanya enak pun tidak, tapi harganya sungguh memeras kantong.

"Huufh, coba tadi minjem uang ke Unsui," Gumam Ikkyu sambil berjalan gontai. "seengaknya kan bisa naik Taxi. Kenapa nggak kepikiran sih? Eh tunggu, sepertinya memang aku nggak berpikir sama sekali dari tadi."

Lalu dia kembali mengecek ponselnya, ada pesan masuk lagi. Semua pesan yang masuk isinya membosankan, dan relatif sama. Seperti;

Lagi dimana? Sama siapa? Ngapain? Cepet pulang!

Ikkyu sudah hampir menekan tombol close ketika melihat nama pengirim pesan itu. Dari Agon. Dia mengurungkan niatnya tersebut dan dengan penasaran menekan tombol open.

From: Agon

LOL

Ikkyu mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Dia membaca ulang pesan itu, mencari-cari mungkin ada kalimat tambahan. Tapi tidak ada, hanya tiga kata itu saja. "LOL? Laughing out Loud. Dia lagi tertawa? Sialan, dia pasti lagi mentertawakanku!"

Nyaris saja Ikkyu menelpon Agon saking kesalnya dengan isi pesannya yang terlihat melecehkan itu. Tapi mendadak dia teringat, Agon pasti sedang berada di Shinryuji. Ikkyu bisa membayangkan ada Yamabushi disamping Agon dengan wajah merah penuh amarah dan siap meledak kapan saja untuk memarahinya. Dan kembali membuat Ikkyu mengurungkan niatnya.

Kenapa anak-anak Shinryuji itu sangat konservatif sekali sih dalam masalah percintaan? Gerutunya dalam hati. Baru mau memperjuangkan cinta saja sudah dianggap gila, pantas saja mereka pada nggak punya pacar.

Ikkyu lalu memperhatikan jalan di sekeliling, "Eh, ini dimana ya?" gumamnya gugup. Mendadak sadar kalau dia bahkan tidak tau rute menuju SMU Deimon, dan belum pernah sekali pun kesana. Ikkyu mencoba mengingat perkataan sang Kakek tadi;

"Hm, SMU Damon ya? Sepertinya tidak jauh dari sini. Coba saja lurus terus, mungkin nanti ketemu. Budha memberkatimu, anak muda."

Hiih, cara dia menyebut nama Deimon saja sudah salah. Ikkyu merasa jadi orang tolol karena sudah mendengarkan omongan Kakek itu.

"Gyaa, aku tersesat!"

Pelajaran moral nomor satu untukmu, Hosokawa Ikkyu; Jika ingin menanyakan arah, jangan dengan Kakek tua yang kau temui di Stasiun. Sesat!

.

.


Setelah terkatung-katung di jalanan selama beberapa jam, dan menanyakan rute menuju Deimon pada seluruh orang yang ditemuinya, barulah pada orang ke 28 Ikkyu mendapatkan jawaban yang memuaskan. Bahkan orang itu berbaik hati mau mengantarnya sampai tujuan. Sungguh orang yang dimuliakan oleh Budha, pikir Ikkyu saat itu.

Akhirnya Ikkyu sampai juga di SMU Deimon. Dia mengamati gedung sekolah itu, tentu saja tidak sebesar sekolahnya. Bukan sekolah elit ya? Batin Ikkyu. Sekolah ini nggak sekeren Shinryuji, Ojo, atau Teikoku.

"Jadi, inilah SMU Deimon. Bagaimana menurutmu, Hosokawa?" pertanyaan orang di sebelahnya itu membuyarkan lamunan Ikkyu.

Ikkyu berdehem singkat, "Ehem, ya sekolah yang bagus. Ah, terima kasih sebelumnya Satoshi-san karena mau repot-repot mengantarku ke sini."

Pemuda pendek itu, Muro Satoshi, hanya memasang cengiran di wajahnya. "Sama-sama, lagipula ini juga sekolahku kok."

Ikkyu melongo sesaat, "Eh, kau ini murid SMU?" untuk sesaat dia berpikir kalau pemuda ini adalah seorang Karyawan kantoran.

Muro memasang ekspresi polos, "Yeah, tentu saja. Memangnya tampangku kelihatan seperti Om-Om?"

Ikkyu tanpa sadar mengangguk, tapi buru-buru dia menggeleng. "Be-berapa umurmu?" Yah, mungkin saja dia adalah siswa abadi yang tidak pernah naik kelas. Pikir Ikkyu.

"17." Jawab Muro singkat dan masih terlihat heran.

"Hee, kita seumuran!" Ikkyu jadi makin histeris. Tapi dia langsung menampar wajahnya sendiri—salah satu ajaran (sesat) dari Sanzo; jika ingin menenangkan diri dari kepanikan, tampar wajahmu sendiri—dan mencoba berpikir jernih. Ukh, ayolah, masih banyak siswa SMU yang berwajah seperti Om-Om kan? Kid, Musashi, Onihei, Yamabuhsi-senpai juga. Mereka semua kan juga kayak Om-Om. Kenapa aku harus se-histeris itu sih? Rutuknya dalam hati.

"Hosokawa, kau baik-baik saja?" tanya Muro khawatir.

"Yeah, yeah. Aku baik-baik saja," Jawab Ikkyu cepat, "Cuma sedikit shock. Tak perlu dipikirkan."

Muro mengangguk-angguk, lalu mendadak tersenyum aneh. "Jadi, apa sebenarnya tujuanmu datang kesini, Hosokawa?"

Ikkyu mengerjap, bingung juga ingin menjawab apa. "Ehm, aku ada urusan dengan Hiruma Yoichi."

Muro mengangkat alisnya, terlihat sangat tertarik. "Hoo, ada masalah dengan anak Klub Football itu ya? Kau kesini ingin menghajarnya?"

"Eh, menghajar orang tak berdosa itu kan dilarang." Jawab Ikkyu mengutip kata-kata di pelajaran Agama yang dipelajarinya di sekolah kemarin. Tapi segera dia sadar, justru Hiruma Yoichi adalah si 'Pembuat dosa' nomer satu, jadi rasanya pantas-pantas saja untuk dihajar.

Melihat Ikkyu yang kelihatan bimbang membuat Muro merasa di atas angin, "Jadi, jadi, kau mau menghajarnya kan? Kalau perlu sekalian saja panggilkan anak-anak Shinryuji Naga lainnya untuk membantumu menghabisi seluruh anggota Deimon Devil Bats."

Mendengar kata-kata berbau 'adu domba' dari Muro, membuat Ikkyu memasang tampang seramnya. "Ini nggak ada hubungannya dengan Naga dan Devil Bats. Ini hanya tentang aku dan Hiruma! Permisi, Satoshi-san. Sekali lagi terima kasih atas pertolongannya." Ikkyu segera meninggalkan Muro dan berjalan memasuki SMU Deimon.

Pelajaran moral nomor dua untukmu, Hosokawa Ikkyu; Jangan pernah dengarkan apapun kata-kata yang keluar dari mulut seorang Muro Satoshi. Isinya 'adu domba' semua!

.

.


Melihat Ikkyu yang masih mengenakan seragam Shinryuji berkeliaran di SMU Deimon, menyebabkan bisik-bisik dari murid-murid Deimon yang kebetulan dilewatinya. Tapi berhubung sekarang sudah waktunya bubar sekolah, jadi hanya segelintir murid saja yang masih bertahan di sekolah.

"Haduh, lapangan ini luas sekali sih." Keluh Ikkyu ketika dia baru seperempat jalan menuju markas Devil Bats. "lebih baik aku berlari saja, lebih efisien." Gumamnya sambil mulai berlari.

Berlari mundur lebih tepatnya.

Lari mundur adalah kemampuan yang paling di banggakan oleh Ikkyu setelah kemampuan catch-nya. Dengan kecepatan 4,89 detik dalam jarak 40 yard, dia menjadi pelari mundur tercepat di Jepang. Bahkan Ikkyu sangat meragukan Sena bisa mengalahkannya jika mereka bertanding balapan lari mundur. Tapi ketika sedang asik-asiknya berlari mundur, mendadak Ikkyu menabrak sesuatu sangat keras di belakangnya. Otomatis dia dan yang ditabraknya itu jatuh seketika.

Pelajaran moral nomor tiga untukmu, Hosokawa Ikkyu; Se-jenius apapun kau dalam lari mundur, setidaknya pastikan dulu apakah dibelakangmu itu sudah benar-benar kosong atau tidak.

"A-aduh." Rintih orang itu.

Ikkyu yang juga masih meringis nyeri segera memandang orang yang menjadi korban tabrak lari mundur-nya itu. "Maaf, maafkan aku. Kau baik-baik saja?" tanya Ikkyu cemas, tapi dia langsung membeku begitu melihat orang itu.

"Yeah, aku tidak apa-apa. Ah, kau Hosokawa Ikkyu kan?"

Sepertinya Budha sedang ingin mempermainkan Ikkyu saat ini.

TBC


Author : aah gaje lagi =.=' terlalu bertele-tele ya ceritanya, saya jadi ga pede buat nerusin fic ini T_T dialog Ikkyu-Muro pun terasa gak penting *jedot-jedotin diri ke tembok* Cuma mau nampilin si Muro aja, tuh orang nyebelin banget sih -.-

Hm, enaknya pairingnya nanti siapa ya? HiruMamo kah? IkkyuMamo? Atau malah HiruIkkyu? *ditendang Hiruma* *dihajar Ikkyu* XDDD

Hiruma & Ikkyu: EMANGNYA KITA APAAN??

Author: sorry, sorry, Cuma ngasih alternatif aja ke reader

Hiruma: Tch, jangan sampe deh

Ikkyu: gue juga ogah sama elu

Hiruma & Ikkyu : *berantem gaje*

Author : =.=' yak lanjuut~

P.S.: ada yg tau nggak hiruma itu manggil ikkyu apa O.o? terus ikkyu manggil mamori apaan? Aah bingung =.=

Mind to review again?