Hill of Sorrow
Chapter 2
Genre : Angst, Hurt/Romance, and Drama
Warning (s) : School!AU, BXB, YAOI, abuse!KyungSoo, gang, Banyak adegan S(sadist dalam permainan S and M), tragedy, full of sad and sorrow, sad, ANGST, a little bit (maybe) OOC, full of Typo (s), and rate M.
Rating : M
Disclaimer : Hitsukiro16
Pairing Chara (s) : Of course it's KAISOO, ChanBaek, HunHan, SuLay, KrisTao, ChenMin (Official pairing of EXO)
Small note : Saya akan menjelaskan secara singkat mengenai tingkat pendidikan dan hubungan persaudaraan yang mereka miliki saat ini.
Seung Ri high school
Kelas 1 : Kim Jong In dan Oh Se Hun (17 tahun)
Kelas 2 : Do Kyung Soo dan Zi Tao (18 tahun)
Kelas 3 : Byun Baekhyun, Jong Dae (Chen), Park Chanyeol (19 tahun)
Seung Ri University
Semester 1 : Yi Xing (Lay) dan Joon Myeon (Suho) (20 tahun)
Semester 2 :Minseok (Xiumin) Xi Luhan, Wu Yi Fan (Kris) (21 tahun)
Hubungan satu sama lain :
Jong In dan Sehun adalah saudara sepupu.
Kyung Soo dan Lay adalah adik dan kakak dari ibu yang berbeda. Ayah Lay setelah kehilangan istrinya (warga negara China asli) karena penyakit, meninggalkan ayahnya dan Lay, kemudian menikah lagi dengan wanita yang menjadi ibu Kyung Soo dan Lay sekarang.
Kris adalah saudara sepupu dari Kyung Soo dan Lay yang keturunan China Kanada, ibunya adalah saudara kandung dari ibu Lay.
Small note : Nggak nyangka yang review Chapter pertama sudah di luar prediksi saya, banyak! Arigatouuuu! XD
hehehe, awalnya saya nggak kepikiran bikin rate M ini lho, tapi gara-gara muncul pikiran mesum saya, jadilah fic ini.
Nggak nyangka juga komentarnya, bagus-bagus dan menghibur. :D
Saya berterima kasih buat semua yang review, maafkan saya nggak bisa menyebutkan nama anda semua satu persatu, saya sudah simpan nama kalian di hati saya kok. :D
Hahaha, jadi, Chapter 2 siap untuk diluncurkan! Sudah siap untuk dibaca! Minna, cintai Kyung Soo lebih dan lebih lagi ya! XD
Hitsukiro16
-KAISOO
Orang sepertiku bisa apa? Namja selemah diriku bisa apa? Aku hanya siswa SMA biasa yang tidak bisa berbuat apapun selain disiksa dan dipermainkan oleh kekasihku sendiri. Membela diri tak bisa, mengutarakan kebenaran tak mampu.
Sungguh, hidupku ini selalu dipenuhi dengan kesedihan – Kyung Soo.
-KAISOO-
Flashback :
"Apa yang terjadi padanya?! Siapa yang melakukannya?!" Baekhyun menutupi mulutnya saat kembali menemukan luka bilur di pergelangan tangan Kyung Soo. Baekhyun menatap kekasihnya, namun namja bertubuh tinggi itu hanya dapat menggeleng tak tahu.
"Baekkie, alangkah baiknya jika kau mengobatinya dengan cepat, aku akan menghubungi Lay-hyung untuk mengurus ini," Chanyeol mengeluarkan handphonenya, kemudian menatap kekasihnya, "jangan sampai siapapun mengetahuinya."
Baekhyun mengangguk-angguk paham, ia segera mengambil kotak P3K dan handuk serta air di dekat kamar mandinya, kemudian mulai mengusap tubuh Kyung Soo sementara Park Chanyeol memunggungi Baekhyun agar tidak melihat apa yang harusnya tidak dilihat olehnya.
Tubuh Kyung Soo yang terbaring di atas ranjang kamar dirinya dan Baekhyun, luka lebam dan bilur di sekujur tubuhnya. Namun, yang lebih mengerikan dari semua itu, bercampur dengan amisnya cairan putih yang berpadu dengan merah darah, mengalir tepat di selangkangan Kyung Soo dan meluncur lewat kaki milik namja mungil tersebut, membuatnya ingin muntah.
Setelah pembicaraan cepat antara Chanyeol dan Lay, Chanyeol segera menghampiri Baekhyun yang terlihat kesulitan membersihkan tubuh Kyung Soo. Chanyeol terpaksa harus membantu kekasihnya, mendekat, kemudian ikut mengambil handuk dan mengusapkannya pada luka-luka dan darah di tubuh mungil sekarat itu.
"Chanyeol, aku tak tahan melihatnya." Baekhyun terisak sambil mengusap wajah Kyung Soo, terlihat begitu miris dan kasihan.
"Akupun begitu. Tenang, Baekhyun. Aku akan mencari pelakunya."
-KAISOO-
Tak perlu menunggu lama akan kedatangan Lay ke kamar asramanya. Mendengar dari Chanyeol mengenai kabar adiknya yang miris seperti itu tentu membuat namja berdimple dalam itu panik. Pasalnya Kyung Soo, adik kecilnya, punya badan yang cukup lemah, sehingga mendengar sosok mungil itu terluka sudah membuat hatinya berdegup kencang seolah-olah nyaris lepas.
Lay tak perlu meminta ijin kepada kepala sekolah atau penjaga asrama, karena Lay sudah punya ijin khusus yang diberikan oleh kepala sekolah untuk membantu para pengurus medis di Seung Ri high school mengobati siswa yang terluka.
Lay sudah menjadi anak kuliah semester 1 yang menjuarai banyak lomba selama bersekolah di tempat ini, tak perlu diremehkan lagi bahwa kepala sekolah akan mempercayai penuh dan memberi wewenang tinggi untuk pergerakan mereka di sekolah itu. Anggap saja sembari bersekolah mereka juga bekerja di sekolah mereka sendiri.
Setelah Lay menutup pintu kamar Chanyeol dan Baekhyun, ia melihat keadaan namja mungil pucat pasi di atas ranjang tersebut.
"Keterlaluan sekali..." ujarnya saat mendapati tubuh Kyung Soo yang tertutup setengah badan dengan selimut, mengekspos luka-luka yang terbentuk di tubuh namja mungil itu. Lay memandang dalam-dalam luka yang terpapar pada tubuh putih penuh luka di hadapannya, berusaha mereka-reka apa yang terjadi pada tubuh mungil tersebut.
"Luka-luka ini bekas lecutan ikat pinggang. Sungguh jahat sekali orang yang melukai Kyungie sampai seperti ini." sambil mengeluarkan sesuatu dari tas kecil yang dibawanya, Lay berusaha dengan tenang menjelaskan apa saja yang akan terjadi pada Kyung Soo pasca luka-luka dan 'kekacauan' di bagian bawah tubuh Kyung Soo.
Lay tetap terlihat tegar, dia tidak terganggu dengan keadaan adiknya. Bukan berarti dia tidak peduli, dia tetap berfokus pada tujuannya, mengobati adiknya kemudian menemukan pelakunya. Walaupun, hatinya tersakiti melihat kondisi adiknya yang terkesan begitu parah. Apa yang akan dikatakan pada orangtuanya mengenai keadaan adiknya ini?
"Ia akan mengalami demam, kalian harus menjaganya 24 jam penuh. Jangan sampai suhu tubuhnya menurun drastis. Aku juga akan membantu sebisanya." Baekhyun mengangguk setuju. Ia mencatat semua yang Hyungnya katakan dengan lengkap, kemudian menutup bukunya setelah semua yang Lay bicarakan tentang menjaga Kyung Soo berakhir dengan berganti topik pembicaraan.
Lay menatap Chanyeol, "Chanyeol, kau coba selidiki apa yang terjadi padanya, dan coba cari siapa yang melakukannya." Namja bertubuh itu mengangguk agak ragu, namun ia sedari tadi telah memikirkan satu orang yang punya prosentase besar sebagai penyebab Kyung Soo jadi seperti itu.
"Hyung, ini hanya dugaanku. Tapi kukira pelakunya justru adalah...
.
...Jong In."
.
Tentu saja nama itu membuat Lay terbelalak kaget. Nama itu bukan sembarangan di sekolah ini, namja itu yang berkuasa di tempat ini. dia adalah anak dari pemilik saham terbesar di beberapa sekolah besar di daerah Seoul, saham terkuat yang mencapai 78% dijumlah secara keseluruhan saham tiap-tiap sekolah.
"Chanyeol! Bagaimana bisa kau menuduh Jong In? Apa bukti yang kau dapat dari konklusimu itu?" Chanyeol menggeleng lemah, ia tak punya bukti.
"Yang aku tahu, Jong In selalu membully Kyung Soo dimanapun tempatnya, Hyung. Yang terparah yang pernah aku alami sendiri saat Kyung Soo didorong ke sungai oleh kawan-kawan Jong In."
Melanjutkan dengan menyamankan tubuhnya pada dinding di belakangnya, "Hyung, Kyung Soo nyaris terseret dan tenggelam karena arus derasnya. Untung saja saat itu aku dan Baekhyun berpapasan dengan mobil Jong In yang kebut-kebutan. Kami menolongnya dan menyelamatkannya. Tapi ia tetap tak mau berkata apapun. Ia membela Jong In habis-habisan." Lay terlihat shock, adiknya tidak pernah menceritakan hal itu padanya. Kyung Soo tak menceritakan apapun tentang yang dialaminya, hidup dalam kesengsaraan karena anak dari pemilik saham terbesar di sekolah ini.
"Apakah Kyung Soo masih tidak mau mempercayaiku sebagai hyungnya...?" dengan lirih kalimat itu keluar begitu saja dari bibir Lay.
"Mungkin dia tidak ingin mengkhawatirkanmu, Hyung. Kyung Soo sangat sayang padamu." Baekhyun berusaha membuat Lay tidak berpikiran buruk tentang Kyung Soo. Yang Baekhyun tahu, Kyung Soo sangat mengasihi kakaknya, dan tidak ingin merepotkannya.
Mendengar itu, kelegaan sedikit mengisi ruang hati Lay. Mengembangkan senyumnya, Lay mengangguk pelan.
"Aku percaya itu."
Keheningan sejenak memenuhi tempat itu, semuanya terlihat serius memikirkan tentang tuduhan Chanyeol terhadap Jong In yang belum diketahui kepastiannya sama sekali. Lay ingin sekali percaya mengenai apa yang dikatakan Chanyeol sehingga dia bisa menghajar Jong In sepuasnya, namun hanya pernyataan tak berhubungan itu belum cukup untuk menganggap Jong In sebagai pelaku dalam insiden Kyung Soo kali ini.
Ia harus mendengar semuanya dari mulut Kyung Soo sendiri.
"Tapi sayangnya kita tak bisa menyimpulkannya semudah itu. Kita harus mencari tahu." Sepasang kekasih itu terlihat agak kesal dengan keputusan Lay, walau kenyataannya memang benar, mereka kekurangan bukti. Lagipula itu hanya perkiraan saja, dipandang dari sisi yang lain akan terlalu jauh dan beresiko. Tentu saja mereka tak mau sia-sia menghamburkan uang mereka bersekolah di sini hanya untuk ditendang karena menuduh yang tidak-tidak kepada anak dari orangtua pemilik saham tertinggi di sekolah ini.
Tapi yang mereka tahu, Jong In sudah kelewat batas jika membully Kyung Soo. Yang Chanyeol ingat Jong In pernah membuat Kyung Soo tak bisa makan sehari penuh gara-gara bekal yang dibawa Kyung Soo dijatuhkan oleh Jong In dan seluruh uang untuk bulan tersebut milik Kyung Soo dirobek-robek olehnya di depan kelas.
Yang dia heran, Kyung Soo tak pernah membalas maupun melawan. Yang dia lakukan hanya terdiam dengan takut-takut di depan pria itu, kemudian setelah Jong In pergi dari tempat itu bersama teman-temannya, Kyung Soo memunguti uang yang sudah tersobek-sobek dengan sia-sia dan makanan yang tumpah di lantai, membersihkannya dengan kedua tangannya.
Ia hanya memandang semua yang berada pada genggamannya dengan hati yang sedih dan wajah yang kecewa. Dengan berat hati ia membuang semuanya ke dalam sampah, kemudian pergi dari tempat itu dengan tubuh yang gontai.
Semenjak hal itu yang Chanyeol tahu Kyung Soo tak makan siang dan malam selama satu bulan. Tentu saja Chanyeol dan Baekhyun membelikan makanan untuk Kyung Soo dan memaksanya makan, tapi pemuda itu menolak dengan tegas dan bahkan menghindar jika mereka berdua masih memaksanya untuk mengisi perut. Yang Chanyeol lihat, Kyung Soo hanya makan di pagi hari, siang hari dia akan berada di kelas atau di perpustakaan, sedangkan pada malam hari Kyung Soo mengurung diri di kamar asramanya.
Seingat Chanyeol dan Baekhyun, tiap makan malam, Kyung Soo selalu diganggu oleh Jong In. Yang terparah, Jong In pernah menyiram Kyung Soo dengan sup karena tak sengaja menubruk tubuh namja berkulit tan tersebut. Mungkin saja sejak saat itu Kyung Soo menolak untuk ikut makan malam. Hasilnya, Kyung Soo kehilangan banyak sekali berat badan, hampir 4 kilogram, dan tentu saja itu membuatnya terlihat kurus sekali.
Baekhyun sendiri masih mengingat dengan jelas saat Kyung Soo diseret paksa oleh Jong In menuju ke depan kelas dan dimarahi habis-habisan karena jawaban ulangan yang diberikan Kyung Soo salah 5 nomor, membuat Jong In harus mengikuti ulangan ulang. Namja mungil itu dipermalukan di depan teman-teman sekelasnya yang memandang dengan kasihan, namun tak bisa berbuat apa-apa karena Kyung Soo berurusan dengan Kim Jong In. Bahkan Baekhhyun yang melihat dari luar kelas tak bisa melakukan apapun karena dirinya ditahan oleh Chanyeol.
Begitu menyakitkan melihat raut muka sahabatnya yang dihabisi di depan kelas, namun diri sendiri tak bisa menolongnya. Paras pucat Kyung Soo yang ia lihat saat itu menggores hatinya. Pandangannya yang kosong karena terlalu pasrah, menyerahkan diri sebagaimana Jong In dan kawan-kawannya mengganggunya, bahkan raut mukanya terlihat begitu terluka saat memandang Jong In yang menertawainya sepuas hati.
Mengerang frustasi, Baekhyun membuang memori buruk tentang sahabatnya tersebut.
"Ah! Sudahlah! Saat ini ayo kita rawat Kyung Soo dulu! Lihat lukanya!" Baekhyun memecah keheningan dengan teriakannya, menyadarkan Chanyeol dan Lay dari keterdiamannya. Segera saja mereka melakukan sesuai instruksi Lay.
-KAISOO-
Pintu kamar asramanya terbuka pelan-pelan, Kyung Soo menengok dengan agak takut ke arah pintu di belakang punggungnya. Siapa yang masuk ke dalam kamarnya di malam hari seperti ini? teman satu kamarnya adalah Zi Tao, pemuda sebayanya yang saat ini sedang tidak ada di asrama karena menginap di kamar asrama temannya,Chen.
Ia melirik ke arah jam yang terpatri di dinding berwarna putih tepat di atas kepalanya, pukul satu malam. Biasanya pemeriksaan kamar tiba-tiba juga tidak menginjak waktu semalam ini.
Ia merasa janggal, pintu kamar asrama yang jelas-jelas ada di depannya saat ini tidak menunjukkan kehadiran siapapun. Ia merasa horror, ada yang aneh. Di luar kamar asramanya, penerangan sudah dimatikan karena aturan yang berlaku seperti itu. Ia tak bisa melihat ada atau tidaknya seseorang di depan kamar asramanya jika tidak menengoknya keluar ruangan tersebut.
Ia melangkah takut-takut, menuju ke arah pintu kamar. Saat ia melangkah melewati batas ruangannya dengan lorong di luar, tubuhnya dibekap oleh seseorang secara tiba-tiba. Membuatnya kaget setengah mati dan secara refleks meronta.
'Bau alkohol!' batin Kyung Soo cepat. Tapi saat tubuhnya diperlakukan seperti itu, yang ia tahu, ukuran tubuh yang sangat dia tahu membuatnya bergeridik takut. Laki-laki itu membuatnya sangat-sangat takut.
.
Kim Jong In.
.
Tubuh mungilnya ditarik dengan kencang, memeganginya dengan erat sembari menendang pintu dan sempat-sempatnya mengunci pintu dengan tangan kirinya yang bebas.
Dengan lambat namja itu mengendus leher jenjang milik Kyung Soo, membuat namja mungil dalam dekapan eratnya mengerang menahan napas karena sengatan aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Napas panasnya terus disapukan ke leher milik Kyung Soo, bahkan tangan kirinya mulai bergerak nakal ke dalam pakaiannya, mengusap semua milik Kyung Soo dibalik pakaian yang masih menempel pada tubuhnya.
"Ah, Kyung Soo-ya~ Aku rindu pada tubuhmu..." namja itu menjilat leher jenjang milik Kyung Soo dengan ganas, membuat Kyung Soo semakin takut, namun suara aneh lolos dari bibirnya.
"Jong In... henti-kan..." Kyung Soo tak berdaya, tubuhnya didekap erat sekali, punggungnya merasakan degupan dada dari sosok namja di belakangnya. Jong In terkekeh mendengar ucapan Kyung Soo yang bergetar.
"Kau takut padaku? Kenapa? Bukankah aku ini kekasihmu, Kyung Soo-chagi... Kemarilah, serahkan dirimu padaku, jangan takut..." menggigit keras-keras leher Kyung Soo dan menghisapnya dengan kuat pula, membuat Kyung Soo menjerit tertahan.
Kekasih?
Sejak awal Kyung Soo salah sangka terhadap perasaan Jong In.
Jong In menjebaknya. Jong In menipunya. Jong In memperdayanya. Jong In membohonginya.
Memang benar Kyung Soo sangat mencintai Jong In, tapi tidak dengan Jong In sendiri. Dia hanya suka membully Kyung Soo dan memuaskan hasrat di dalam dirinya dengan mempermainkan dan memperkosa Kyung Soo sepuas dirinya. Ia sangat suka melihat Kyung Soo yang terlihat lemah dan tak berdaya, itupun di dalam kuasanya.
Ia sangat suka saat air mengguyur tubuh Kyung Soo di kamar mandi sekolah, perbuatannya dan teman-teman nakalnya menciptakan kejahilan tak berujung hanya pada pemuda itu. Tentu saja, Jong In sangat puas dengan hal tersebut.
Sejak awal Jong In tak menyukai Kyung Soo, ia hanya menjadikan Kyung Soo sebagai pelampiasan kebosanan saja. Ia merasa sangat beruntung menemukan pemuda itu di lingkungan sekolah ini, sosok kakak kelas ceria dengan segala yang dimilikinya. Bibir merah berbentuk hati yang siap untuk dilumatnya, tubuh mungil yang bisa diterkamnya dan disiksanya kapan saja dia mau, bahkan kulit putihnya yang dapat meningkatkan nafsunya, karya Tuhan yang bisa dia penuhi dengan gigitan-gigitan laparnya.
Seorang Kim Jong In hanya ingin memuaskan kebosanan di dalam hidupnya, bahkan kehidupan percintaannya begitu membosankan. Ia menemukan mainan itu, Kyung Soo, yang dapat ia pergunakan sepuasnya untuk bermain-main dan memuaskan hasratnya yang begitu tinggi.
Saat-saat dimana Jong In bertemu dengan Kyung Soo saat mereka ada di koridor sekolah. Kyung Soo yang terburu-buru mengambil buku-bukunya yang jatuh terlihat begitu lemah namun punya sisi yang indah di mata Jong In. Dan sejak itu Jong In memilih Kyung Soo untuk memuaskan hidupnya.
Pernyataan cinta palsu yang direncanakan oleh Jong In ternyata direspon dengan baik oleh Kyung Soo, namja mungil itu mencintainya dan mau menerima pernyataan tak bermakna dari Jong In. Tentu saja senyuman penuh arti disunggingkan oleh Jong In. Mulai sejak saat itu dia mulai membully Kyung Soo dengan segala cara yang dia mau dan dia inginkan.
Bahkan Kyung Soo tak berani merespon apapun. Protesnya tak lagi muncul semenjak Kyung Soo pernah memintanya untuk menghentikan hubungan tersebut, dan Jong In menghabisinya untuk pertama kali. Tidak hanya dengan pukulan-pukulan keras sampai Kyung Soo babak belur, namun sex menyakitkan untuk pertama kali dirasakan oleh Kyung Soo.
Jong In sangat suka pada tubuh dan karakter Kyung Soo, begitu penurut, tubuh yang mungil, namun terkesan indah. Tapi bukan berarti Jong In mencintainya, tidak. Jong In tidak pernah mencintai bahkan menyukai pemuda itu secara konten dari hati ke hati. Ia hanya suka mempergunakan tubuh itu untuk kesenangannya sendiri.
Terdiam cukup lama, Jong In kembali melanjutkan kegiatannya, dia terus menggigit dan menghisap kulit pada tubuh Kyung Soo, bersamaan dengan erangan tertahan dan desahan berat yang tak kunjung berhenti, justru semakin keras dan kuat.
"Ahh—Jong In... hentikan..." lidah milik namja berkulit tan tersebut bergerak liar menuju ke bahu Kyung Soo, membuat Kyung Soo semakin bergetar karena takut, takut sesuatu yang menyakitkan akan diterimanya lagi malam itu sehingga besok pagi ia tak bisa bergerak sama sekali.
Pakaian Kyung Soo dilepaskan secara terburu-buru oleh Jong In, menyisakan tubuh putih pucat milik Kyung Soo yang siap disantap oleh Jong In. Kyung Soo berusaha mengelak, menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk menghindari sentuhan bibir dan lidah Jong In pada tubuh tak berdayanya.
Namun hal tersebut malah membuat Jong In marah. Ia tak suka apa yang dia lakukan ditolak dan diganggu. Dengan kasar Jong In membenturkan kepala Kyung Soo ke dinding di sebelahnya, membuat namja dalam pelukannya lemas tak dapat memberontak lagi, kemudian Jong In menggendong tubuh Kyung Soo ke atas sofa kamar Kyung Soo. Melucuti seluruh pakaian yang menempel di tubuh putih porselein tersebut, kemudian menyerangnya dengan gigitan ganas dan sesapan kuat yang mulai memenuhi tubuh Kyung Soo. Membuatnya mengerang sambil terus meneteskan air matanya.
"Jong In... Kumohon hentikan... Ini menyakitkan...Ahhh! Ahhh!" Kyung Soo kembali meloloskan erangannya, ia merasa begitu jijik akan suara tersebut, ia berusaha menggapai lengannya dan menggigitnya kuat-kuat, tak mau suara itu keluar lagi dari bibirnya.
Semua yang menempel pada tubuh Kyung Soo sudah bertebaran di atas lantai. Tangan kanan Jong In mengaduk-aduk lubang di tubuh bagian bawah Kyung Soo dengan keempat jarinya. Kyung Soo sendiri sudah mengerang kesakitan, Jong In menusukkan jari-jari tangannya dengan sangat kasar, pengaruh alkohol.
Mulutnya terbuka lebar-lebar sekedar mengambil napas sebanyak yang dia bisa, dadanya begitu sesak, dan tubuhnya sudah berkeringat karena perbuatan Jong In pada tubuh mungil tak berdayanya.
"Ahh! Jong In!" seketika Kyung Soo menggigit bibirnya begitu keras setelah suara yang sangat ia tidak inginkan meluncur begitu saja tanpa dapat ia kontrol. Yang dipanggil tersenyum nakal, jari-jari tangannya semakin nakal untuk bergerak.
Napas Kyung Soo semakin berat, ia tak bisa menerima lebih dari ini, ini diluar batas kekuatannya, dia bisa kehilangan kesadaran.
Namun tiba-tiba tubuh di atasnya ambruk menindihnya. Kyung Soo merasakan berat tubuh di atasnya, mendengar deru napas berat pada telinganya.
Jong In kehilangan kesadarannya.
"Jong—In...? Kau tak—apa?" Kyung Soo berusaha mendorong tubuh di atasnya menjauh dari dirinya. Dia takut, tapi dia lebih takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada namja berkulit tan tersebut.
Kyung Soo memberanikan diri untuk mengangkat wajah Jong In.
"Alkohol..." ucap Kyung Soo lemah.
Dengan perlahan, Kyung Soo menarik dirinya dari tindihan Jong In, kemudian menapakkan kedua telapak kakinya pada lantai. Ia mengambil selimut di dekatnya kemudian membebatkannya pada tubuh telanjang miliknya. Dengan tertatih-tatih, dia memapah tubuh Jong In ke atas ranjangnya.
Setelah perjuangan yang berlangsung selama sekitar 10 menit, Kyung Soo bersandar pada dinding. Tangan kanannya menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya. Kyung Soo menoleh ke arah kaca jendela di samping kirinya, refleksi tubuhnya terpantul di kaca, menunjukkan banyaknya kissmark di tubuhnya, perbuatan Jong In padanya.
Kyung Soo tak kuasa menahan tangisnya yang tiba-tiba menyeruak. Dengan gontai dia berjalan ke arah sofa, merebahkan dengan kasar tubuh mungil miliknya di atas sofa tersebut,dan menangis dalam bisu.
Namun tak butuh waktu yang lama, kelelahan mulai merajainya, dan membawanya ke dalam mimpi.
...
Pukul 5 pagi hawa masih begitu dingin. Keheningan masih sangat familiar dikarenakan kegiatan tidur manusia di ruangan itu masih berlangsung dengan tenang. Namun, isakan tangis terdengar lirih di kamar Baekhyun dan Chanyeol tersebut. Lay tersadar dari lamunannya –tidak tidur semalaman demi menjaga kondisi adiknya- segera menghampiri asal suara tersebut dan mendapati Kyung Soo, adiknya, menangis dalam tidurnya.
"Kyungie... Ada apa..." Lay menarik tangan kanan Kyung Soo dan menggenggamnya erat. Khawatir sesuatu yang buruk menghampiri Kyung Soo.
Kelopak mata Kyung Soo terlihat bergerak, mencoba untuk membuka dan memperlihatkan iris hitam kosongnya pada dunia.
Menemukan paras Hyung tersayangnya ada di hadapannya, Kyung Soo menarik kakaknya ke dalam pelukan, tak peduli rasa sakit dan perih mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Lay-hyung... Uuhh.." isakannya teredam oleh pelukan tiba-tiba Kyung Soo pada dada namja berdimple tersebut. Lay dengan khawatir mengusap puncak kepala adiknya, mimpi burukkah adiknya?
"Rasanya sakit sekali, Hyung..." isakan itu semakin keras. Tubuhnya bergerak-gerak tak nyaman, merasakan perihnya luka di tubuh mulai muncul.
"Hyung tahu itu. Berbaringlah, hyung akan mengambilkan obat untuk mengurangi rasa sakitnya." Mendengar itu Kyung Soo malah semakin mempererat pelukannya pada tubuh tinggi namja yang memeluknya. Menggeleng pelan, enggan berpisah dari kakak laki-lakinya.
"Kalau begitu tenangkanlah dirimu, kau akan memperburuk kondisimu jika tubuhmu tidak rileks dan tenang. Kau terlalu tegang, Kyung Soo." Lay mengusap dengan hati-hati leher jenjang Kyung Soo, yang ternyata, setelah disentuhnya, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal. Sambil mendekatkan tubuh Kyung Soo pada dadanya, Lay mencari-cari hal aneh yang ada di leher jenjang Kyung Soo.
Didapatinya kissmark yang tak sedikit jumlahnya, berbaur pula dengan luka lecut yang tak sedikit dan panjang. Hatinya terasa panas melihat itu. Siapa gerangan yang berani menyentuh adiknya dan memperlakukannya seperti ini. guratan di dahinya terlihat bertumpuk, memamerkan rasa marahnya lewat raut mukanya.
Namun karena masih merasakan getaran tubuh dalam rengkuhannya tak kunjung berhenti malah semakin terguncang, Lay mengatur emosinya dan membuang napas.
"Kyungie. Apa yang terjadi? Kau bermimpi buruk?" Lay berhati-hati saat kedua tangannya merengkuh tubuh rapuh adiknya lebih nyaman, tak mau melukai Kyung Soo.
"Hyung, aku... " tak dapat melanjutkan kata-katanya, hanya tangisan yang dapat mengungkapkan rasa takutnya. Tubuhnya bergetar hebat, Lay merasakannya, adiknya begitu takut hingga tak bisa berkata-kata lagi.
"Hyung ada di sini, Kyungie. Beristirahatlah." Merasakan gelengan kepala pada dadanya, Lay mendesah berat. Sepertinya benar perkiraannya, Kyung Soo mimpi buruk. Lay duduk di atas ranjang, tepat di sebelah Kyung Soo, kemudian mengusap air mata dari pelupuk mata Kyung Soo.
"Apa yang terjadi padamu, Kyungie... Siapa yang melakukan ini padamu..." pertanyaan Lay yang mendadak menghentikan napas Kyung Soo.
Awalnya namja mungil itu terlihat enggan menceritakannya, namun setelah mendapati wajah Lay yang kecewa dan sedih, Kyung Soo memberanikan diri mengungkapkan semuanya.
"...Jong In..."
-KAISOO-
Small note : Yehet~ Jadi deh Chapter 2 nya. Maafkan saya karena butuh waktu lama untuk update fic ini dan fic saya yang sebelumnya karena pulsa modem abis.
Maafkan saya harus menyiksa Kyung Soo sampai seperti ini! Q.Q
Sebenernya saya nggak tega, tapi apa daya saya tak bisa membiarkan ide saya terlantar begitu saja. Saya ingin Kyung Soo mendapatkan yang terbaik di akhir nanti, itu pasti.
By the way, rate M nya nggak kerasa ya? Gomen gomen, saya nggak bakat bikin rate M seperti yang anda inginkan. Saya nggak berani yang vulgar dan terkesan brutal.
Nikmati aja, deh. Hehehe.
For last, Minna, review dan kritik nya ya!
Ditunggu sekali. :D
Buat yang ngefans saya Kyungie, Tos sama Hitsu! XD *angkat tangan!*
