:: TWINS ::
Chapter 1
Pair: KyuWook
Slight :
SiChul
Ahra
Member of Super Junior
dll
Genre: Angst/Hurt/Comfort
Rate: M
Disclaimer: All cast is belong to them self, this fict is belong to me!
Waning: YAOI, INCEST, M-PREG, A little bit violance, Typo everywhere, GeJe. Boleh ngeBash cerita tapi dilarang keras NgeBash Cast! DON'T LIKE = DON'T READ
:: TWINS ::
Hal yang paling aku benci di dunia ini adalah mengakui bahwa kita sama. Tanggal lahir kita sama, nama marga kita sama, dan kita terlahir dari rahim yang sama. Tapi kemudian, aku juga sangat besyukur karena kau adalah setengah dari aku. Dan aku yakin kau adalah pemilik tulang rusukku, begitu pula sebaliknya. Saranghae, Choi Ryeowook. –Choi Kyuhyun
Ketika aku menanggung dosa ini, aku bersumpah dihadapan Tuhan bahwa aku mencintaimu. Saranghae, Choi Kyuhyun. –Choi Ryeowook
:: TWINS ::
Pagi yang cerah menyambut kediaman keluarga Choi. Seluruh anggota keluarga tengah berkumpul di ruang makan untuk menlakukan ritual wajib mereka setiap pagi, yaitu sarapan bersama.
Tiga orang lelaki dan seorang wanita telah duduk manis di kursi mereka masing-masing, menunggu menu sarapan tersaji di meja makan. Seorang lelaki yang terlihat masih sangat tampan dan berkharisma meskipun telah menginjak usia kepala empat tengah membuka koran paginya di ujung meja. Kursi di sebelah kanannya tampak kosong, namun di kursi kedua ada seorang wanita muda sedang sibuk dengan diktat kuliahnya. Menuliskan sesuatu di kertas-kertas itu.
"Kau seharusnya mengerjakan tugasmu kemarin, Ahra-ya." ucap pria tadi sambil tetap fokus pada korannya, mengamati berita perekonomian Korea Selatan saat ini. Bahkan suaranya pun terdengar sangat berkharisma.
"Aku sangat sibuk kemarin, Appa." jawab wanita itu tanpa memandang Appanya. Terlalu sibuk dengan tugas kuliahnya.
"Cih, apa kau mau mengatakan bahwa menonton drama dari pagi hingga larut malam adalah suatu kesibukan?" sindir seorang lelaki yang mengenakan seragam dari sebuah senior high school paling ternama di Seoul. Jemari tangannya dengan lincah menekan tombol-tombol benda berwarna hitam yang biasa disebut PSP. Dia duduk di sebelah kanan pria setengah baya tadi.
"Geuman haja." kata Ahra. Mencoba tetap fokus pada tugasnya dan tidak terpancing kata-kata namdongsaengnya itu.
"Dasar, Drama Queen." sepertinya lelaki itu suka sekali mengganggu noonanya.
"Ya! Choi Kyuhyun! Kenapa hanya aku yang kau serang, huh? Ryeowookie juga menonton drama bersamaku kemarin. Kenapa kau tidak mengejeknya, hah?" marah Ahra sambil mengacung-acungkan pensilnya ke arah Kyuhyun.
"Kalian berdua sama saja." balas Kyuhyun singkat dan dingin.
Ahra hanya bisa menggeram kesal. Kalau saja dia tidak ingat akan tugasnya yang belum selesai, dia pasti sudah meledak saat ini.
Seorang pria berkaca mata tipis yang duduk di sebelah kiri Ahra hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Tangan kanannya terangkat untuk membelai rambut Ahra lembut sementara tangan kirinya terlihat sedang memegang beberapa lembar kertas yang merupakan jurnal kesehatan pasiennya.
"Haish, kenapa kalian berisik sekali sih? Ya! Mwoya ige? Kita sedang di ruang makan, bukan di ruang kerja." teriak seorang namja cantik ketika dia melihat keadaan meja makannya yang penuh dengan kertas-kertas saat dia keluar dari dapur.
"Choi Siwon, cepat lipat koranmu! Choi Ahra, masukkan semua diktat kuliahmu kedalam tas sekarang! Choi Kyuhyun, aku bersumpah akan membuang benda terkutuk itu kalau kau tidak segera berhenti memainkannya! Dan kau Yunho, cepat masukkan kertas-kertas sialan itu kalau kau masih mau menjadi menantuku!" Ancam namja cantik itu yang langsung dipatuhi oleh semua orang yang ada di situ. Mereka tau bahwa namja itu tidak pernah main-main dengan ancamannya.
Namja cantik itu segera meletakkan piring-piring besar di tangannya yang berisikan masakan lezat menggugah selera. Dibelakangnya, mengekor seorang namja mungil yang membawa minuman untuk mereka.
"Eomma, bisakah kau berhenti menjadikan Wookie sebagai pembantu? Semua masakan ini, pasti Wookie yang memasak. Dan eomma hanya membantunya sedikit, iya kan?" kata Kyuhyun.
"Yack! Dimana sopan santunmu?" bentak sang Eomma.
"Ne, Heechulie. Bukankah sebaiknya kita memakai jasa pembantu saja?" tawar Siwon.
Heechul menatap suaminya tajam, membuat sang suami kembali menundukkan kepalanya. "Shiro!" tegas Heechul. Dia memang sangat pemilih untuk soal detail seperti itu. Dia sangat tidak suka hal-hal pribadinya disentuh orang lain, bahkan dia hanya mempekerjakan dua orang pembantu yang sangat dipercayanya untuk membersihkan rumah. Padahal penghasilan Siwon sebagai pemilik kerajaan Mall di Korea Selatan sangat berlebih jika hanya untuk mengisi manornya dengan butler atau maid di setiap sudutnya.
"Gwaenchana Appa, Kyu, aku sangat senang memasak bersama eomma." kata Ryeowook manis.
"Tuh kan, Wookie saja tidak keberatan." elak Heechul.
"Tapi waktumu untukku jadi berkurang, Wookie-ah." bentak Kyuhyun pada namja mungil di sebelah kanannya. "Eomma, kenapa tidak menyuruh noona saja untuk memasak, bagaimana pun dia kan seorang wanita." lanjut Kyuhyun.
"Ya! Kenapa tiba-tiba kau membawa-bawa namaku, hah?" protes Ahra.
"Ani Kyuhyun-ah... Kau tidak ingat apa yang terjadi saat terakhir dia memasak?" tanya Heechul.
"EOMMA!" Teriak Ahra. Dia begitu takut eomma dan dongsaengnya akan membuka aibnya di depan sang tunangan. "Anieyo oppa, jangan dengarkan mereka. Aku akan belajar memasak, masakanku tidak akan kalah dari Wookie, ne?" katanya pada Yunho.
Yunho tertawa, "Gwaenchana, Ahra-ya. Oppa akan memakan semua yang kau masak." kata Yunho. Siwon dan Heechul berusaha mati-matian menahan tawa mereka, Kyuhyun memasang wajah ingin muntah, sementara Ryeowook memandang Yunho dengan tatapan memuja.
"Ah, aku sangat iri pada Ahra noona. Kelak aku juga ingin punya suami seperti Yunho hyung." kata Ryeowook tiba-tiba. Kyuhyun tiba-tiba menegang mendengar hal itu.
"Hahaha... Siapapun yang menjadi suamimu pasti orang yang sangat beruntung, Wookie-ah. Aigoo.. Kenapa kau manis sekali sih?" tanya Yunho gemas. Dia berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangannya, bermaksud mengacak surai lembut Ryeowook.
PLLAAAKK...
Belum sempat tangan Yunho menyentuh kepala Ryeowook, Kyuhyun sudah dengan sigap menapik tangan Yunho. "Kyuhyun-ah! / Choi Kyuhyun!" teriak semua yang ada di situ.
Kyuhyun berdiri dan menatap Yunho dengan tatapan membunuhnya. Sementara Yunho memandangnya tak mengerti.
Ryeowook buru-buru menarik Kyuhyun dan mengusap dadanya lembut, "Waeire?" tanya Ryeowook pelan. Kyuhyun hanya diam.
"Ya! Apa yang kau lakukan?" teriak Ahra. "Oppa, gwaenchana?" tanya Ahra panik sambil memeriksa tangan Yunho.
"Gwaenchana Ahra-ya." Yunho tersenyum samar.
"Choi Kyuhyun, cepat minta maaf pada Yunho!" perintah Siwon.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya. Ryeowook menggenggam tangannya di balik meja. Kyuhyun menatap Ryeowook yang dibalas anggukan oleh Ryeowook. Kyuhyun menghela napas berat.
"Mianhae Yunho hyung." kata Kyuhyun tulus.
"Arasseo, Gwaenchana Kyuhyun-ah. Hyung juga minta maaf, ne?" kata Yunho.
"Sudah sudah, sekarang ayo cepat kita makan. Ahra-ya, bukankah tugasmu belum selesai?" tanya Siwon.
"Ah, matta... Oppa, ayo cepat makan. Aku tidak boleh kesiangan pergi ke kampus hari ini." lagi-lagi Ahra panik sendiri. Membuat semua orang hanya bisa menggeleng-gelengkan tingkah satu-satunya wanita yang ada ditempat itu.
"Oya Rell, Tuan Seo mengundang kita ke pesta pernikahan putri pertamanya malam ini. Apa kau mau ikut?" tanya Siwon dengan panggilan sayangnya pada Heechul.
"Ah... apa aku harus menghadapi para ibu-ibu tukang gosip itu?" keluh Heechul.
Siwon tertawa terbahak-bahak, "Tapi kau yang tercantik, Rell." rayu Siwon.
"Arasseo, aku akan menemanimu nanti." jawab Heechul.
"Thank you, Rell." ucap Siwon lalu mengecup punggung tangan Heechul.
"Eomma, Appa, kalian membuatku malu di depan Yunho oppa..." kata Ahra. Sebenarnya Yunho sudah sangat hafal kebiasaan SiChul yang menurutnya masih sangat romantis untuk ukuran pasangan seusia mereka.
"Ah, ne ahjumma, ahjusshi. Aku ingin meminta ijin kalian untuk membawa Ahra menginap di rumahku malam ini. Eomma dan Appa sedang berada di Korea, jadi mereka ingin menghabiskan waktu dengan Ahra." kata Yunho sopan. Ahra memerah.
Siwon dan Heechul hanya mengangguk.
"Geumanhae, noona. Jangan memasang tampang seperti itu, kau mengerikan." kata Kyuhyun. Ahra mendengus kesal.
"Kalian bagaimana? Eomma dan Appa mungkin akan pulang larut malam ini." tanya Siwon pada Kyuhyun dan Ryeowook.
"Gwaenchana Appa. Kami sudah terbiasa di rumah sendiri." jawab Ryeowook.
"Eomma, Appa, aku sudah terlambat. Aku berangkat dulu ne?" pamit Ahra.
"Kami juga, Appa, Eomma.." pamit Ryeowook.
Satu persatu mereka mencium pipi orang tua mereka dan berangkat ke tujuan masing-masing.
Setelah semua anak-anaknya pergi, kini hanya tinggal Siwon dan Heechul yang ada di manor itu. Siwon mendekati Heecul yang sedang membersihkan meja makan. Dia memeluk Heechul dari belakang dan menciumi tengkuk belakang Heechul. Membuat namja cantik itu sedikit mendesah.
"Siwonie, aku sedang membersihkan meja." kata Heechul.
"Ayolah, Rell." Siwon menjilat telinga Heechul.
"YACK CHOI SIWON! JAUHKAN TANGANMU DARI PAHAKU. DASAR KUDA MESUM!" Teriakan Heechul menggema di seluruh penjuru manor.
:: TWINS ::
"Kyuhyun-aaaahh..." Ryeowook merengek pada namja yang beberapa meter ada di depannya. Dia berlari kecil mencoba menyamakan langkahnya dengan langkah kaki panjang Kyuhyun yang berjalan cepat. Ryeowook saat sudah dekat, tangannya menggapai pundak Kyuhyun dan membuatnya mau tak mau harus berhenti.
"Lepas!" kata Kyuhyun sambil menampik tangan Ryeowook.
"Kau mengacuhkanku. Apa salahku? Hiks Hiks Hiks..." Ryeowook mulai menangis di hadapan saudara kembarnya itu. Dia tidak peduli tatapan dari beberapa murid yang melintas.
Kyuhyun segera memberikan death glare-nya pada murid-murid itu dan membuat mereka lari ketakutan. Kyuhyun kembali mengamati Ryeowook yang menangis semakin kencang. Saudara kembarnya itu memang terkenal sangat cengeng walaupun saat ini mereka sudah duduk di bangku kelas dua di Sapphire Blue Senior High School. Berbeda dengan dirinya sendiri yang sangat susah mengeluarkan air mata.
"Kau tidak tau kesalahanmu apa?" tanya Kyuhyun sinis.
Ryeowook menatap wajah Kyuhyun dan menggelengkan kepalanya. Tangannya bergerak menghapus air matanya.
Kyuhyun memasukkan tangannya ke saku depan celananya. "Kau menyukai Yunho hyung. Itu kesalahanmu. Apa kelebihan Yunho hyung dibandingkan aku, huh? Dia itu bodoh, Wookie. Saking bodohnya, dia sampai bisa memilih Ahra noona menjadi tunangannya." kata Kyuhyun.
"Aku tidak menyukainya, Kyu. Aku hanya... Yunho hyung sangat lembut dan hangat dalam memperlakukan noona. Dan lagi, itu namanya cinta Kyuhyunie, bukan bodoh." kata Ryeowook tak terima.
"Jadi kau tidak suka caraku memperlakukanmu selama ini, huh?" tanya Kyuhyun.
"Bukan begitu... Kau selalu dingin padaku, tidak pernah mengatakan hal-hal yang manis, kau bahkan mengataiku jelek beberapa kali. Yunho hyung tidak pernah bilang begitu pada noona." bela Ryeowook.
"Aku hanya berkata apa yang sebenarnya. Aku bukan pembohong besar seperti Yunho hyung itu." kata Kyuhyun keras.
"Mwoo! Jadi aku jelek?" teriak Ryeowook. Sungguh, orang yang tidak tau pasti akan mengira bahwa ini adalah pertengkaran antara sepasang kekasih. Tidak akan terbersit di pikiran mereka bahwa Ryeowook dan Kyuhyun adalah saudara... KEMBAR.
"Ne, kau jelek. Dan aku mencintaimu. Kau puas?" balas Kyuhyun. Ryeowook yang sudah akan ngambek, terkejut dengan kata-kata terakhir Kyuhyun. Pipinya merona, dia juga tidak dapat menahan senyumnya.
Kyuhyun memegang bahu Ryeowook erat, "Ini caraku mencintaimu. Kau hanya harus menerimanya. Bagaimanapun caranya aku mencintaimu, kau HARUS menerimanya. Aku tidak peduli kau menyukainya atau tidak. Ini bukan pernyataan cinta, ini perintah, Ryeowook. Jadi kau harus melakukannya. Wae? Karena kau adalah milikku. Arasseo?" tandas Kyuhyun.
Ryeowook mengerucutkan bibirnya kesal, "Sifat egoismu kembali lagi." kata Ryeowook.
CHUUP.. Kyuhyun tidak mempedulikan gerutuan Ryeowook. Dia hanya mengecup bibir manyun Ryeowook sekilas lalu menarik tangan Ryeowook menuju sekolah mereka yang masih beberapa block lagi.
..
..
..
Ryeowook terlihat sibuk menandai kertas-kertas yang bertebaran di mejanya. Bel istirahat belum berbunyi, namun keadaan kelas Ryeowook sudah sepi mengingat songsaenim mereka tidak masuk dan hanya memberikan beberapa tugas.
"Aaahh... pegoppa..." teriak Eunhyuk yang duduk di sebelah Ryeowook.
"Kalau lapar, kenapa tidak ke kantin saja, hyung?" tanya Ryeowook tanpa mengalihkan perhatian dari kertas-kertas formulir di tangannya.
"Aku menunggu Donghae. Haah... apa gunanya Park songsaenim tidak masuk kalau akhirnya tetap saja aku harus menunggu si Donghae keluar kelasnya." keluh Eunhyuk. Ryeowook tak menanggapi.
"Itu apa, Wookie-ah?" tanya Eunhyuk.
"Formulir pendaftaran club musik dari para hoobae. Aku harus menyerahkannya pada Yesung sunbae nanti sepulang sekolah." jawab Wookie.
"Kenapa harus di selesaikan sekarang? masih ada jam istirahat, kan? Aaahh... aku lupa kau sudah punya jadwal tetap selama jam istirahat, mian." Eunhyuk menjawab sendiri pertanyaannya. Ryeowook terkikik geli.
Selama beberapa menit, mereka sama-sama diam dalam kesibukan masing-masing. Ryeowook sibuk dengan formulirnya dan Eunhyuk sibuk menatapi wajah Ryeowook. Merasa risih karena dipandangi seperti itu, Ryeowook tiba-tiba memutar tubuhnya menghadap Eunhyuk dan membuatnya sedikit terkejut.
"Hyung, kenapa menatapiku seperti itu sih?" tanya Ryeowook sebal.
"Neo jinjja... Aku benar-benar masih tidak percaya bahwa kau adalah saudara kembar dari seorang Choi Kyuhyun. Namja paling dingin dan mengerikan yang pernah aku temui." kata Eunhyuk.
"Hyung, sudah berapa kali kubilang kalau kami ini kembar tidak identik. Lee seongsaenim juga pernah membahasnya dalam pelajaran biologi kan?" Ryeowook mengingatkan.
"Itulah... Kalian itu terlalu tidak identik, Ryeowook-ah... Mulai dari wajah, wajah kalian sangat sangat berbeda. Kyuhyun tampan dan berkulit pucat, sementara kau lebih condong ke manis dan kulitmu tidak sepucat kulitnya. Kyuhyun tinggi dan kau pendek. Kyuhyun sangat pintar, dia selalu masuk kelas A selama dua tahun, sementara kau? Kau selalu sekelas denganku Ryeowook-ah... di kelas E. Kyuhyun juga pintar berolah raga, sementara kau..."
"Yack hyung, Geumanhae! Kenapa jadinya kau malah menjelek-jelekkan aku sih?" protes Ryeowook keras. "Kata eomma, karena aku adalah hyungnya, makanya sejak masih di dalam kandungan aku selalu memberikan nutrisi - yg seharusnya untukku- kepada Kyuhyun." lanjutnya.
Eunhyuk tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Ryeowook yang menurutnya terlalu polos untuk ukuran siswa kelas 2 senior high school. "Ya, Wookie-ah! Mana ada alasan seperti itu? Dan kau mau tau apa lagi yang membuatku ragu kalau kalian adalah kembar?" pancing Eunhyuk.
"Mwoga?" tanya Ryeowook tidak terlalu antusias.
"Interaksi kalian." jawab Eunhyuk singkat.
Ryeowook memucat, "In... Interaksi?"
"Ne, interaksi kalian itu lebih cocok dibilang sebagai interaksi sepasang namja chingu dari pada saudara kembar. Kyuhyun seperti namjachingu yang over protectif dan kau adalah namja chingu yang manis dan penurut." kata Eunhyuk menjelaskan.
"A-ah... K-kau berlebihan, hyung." bantah Ryeowook.
"Ani, kau ingat kan? Waktu itu kita sedang melakukan permainan saat MOS dan Kyuhyun tiba-tiba memukul Donghae ketika dia melihat Donghae memelukmu dari belakang. Padahal kan itu sudah jadi peraturan permainan waktu itu. Mereka berkelahi sampai dihukum oleh para sunbaenim. Kalau saja Donghae tidak menganggapmu seperti adik kandungnya sendiri, dia pasti tidak mau dekat-dekat dengan Kyuhyun sampai sekarang." Eunhyuk mengenang masa-masa mereka baru saja berkenalan.
Mereka bertiga (Ryeowook, Eunhyuk, dan Donghae) saling mengenal terlebih dahulu mengingat Ryeowook yang satu kelas dengan Eunhyuk. Dan Donghae, yang meskipun berbeda kelas, selalu mengekor kemanapun sang namja chingu a.k.a Eunhyuk pergi. Saat itu, Donghae langsung jatuh hati pada keimutan wajah Ryeowook dan mengklaimnya sebagai adik dari Lee Donghae, tanpa mengetahui bahwa Ryeowook memiliki saudara kembar dari kelas A.
FLASHBACK ON
"Baiklah, permainan selanjutnya adalah permainan induk dan anak ayam. Jadi peraturannya, masing-masing kelompok mengirimkan 10 anggotanya. Satu anggota akan menjadi induk ayam, dan sisanya akan menjadi anak ayam. Anggota yang bisa terlepas dari induknya karena kelompok lawan, akan di anggap gugur. Kelompok yang memiliki anak ayam lebih banyak, akan memenangkan pertandingan. Apa kalian mengerti?" tanya seorang sunbae yeoja yang mengenakan kalung name tag bertuliskan nama "Soo Young".
"Ne, sunbae..." jawab para peserta kompak.
"Kelompok 1 terdiri dari gabungan kelas A dan B, kelompok 2 gabungan kelas C dan D, dan kelompok 3 gabungan kelas E dan F. Sekarang masing-masing perwakilan kelompok maju untuk memutuskan siapa lawan kalian." kata Soo Young sunbae lagi.
Setelah melewati proses gunting batu kertas, maka hasilnya adalah: kelompok 2 melawan kelompok 3 terlebih dahulu. Lalu pemenangnya akan melawan kelompok 1.
"Ya, adeul-ah, dengarkan aku. Eunhyuk-ah, kau jadi induknya. Karena para yeoja dan Ryeowook memiliki badan yang kecil, kita harus melindunginya. Jadi urutannya adalah: Eunhyuk, Ryeowook, aku, Taeyon, Dara, Yoochun, Minzy, Junsu Jia, lalu Seung Ho. Okey?" tanya Donghae. Semuanya mengangguk tanda setuju.
Pada permainan pertama, meskipun pertandingan sangat seru, kelompok 3 yaitu kelompok dari Eunhyuk dkk menang dengan kehilangan 2 anak ayam. Permainan yang sangat sengit membuat Donghae memeluk pinggang Ryeowook erat dengan lengan kirinya, sementara tangan kanannya membantu teman-teman di belakangnya. Donghae tidak sadar bahwa tindakannya itu diawasi oleh sepasang mata yang menatapnya tajam.
Pada babak ke dua, kelompok 3 menghadapi kelompok 1. Permainan berjalan sangat alot, namun kelompok 1 yang masih memiliki tenaga banyak jadi lebih mendominasi. Satu per satu anak ayam kelompok 3 gugur, sementara anak ayam kelompok 1 hanya berkurang 1 orang. Keadaan kelompok 3 berada di saat yang kritis saat ini. Anggota mereka hanya tersisa tiga orang, yaitu Eunhyuk, Ryeowook, dan Donghae. Sedangkan kelompok 1 masih tersisa setengah.
"Ryeowook-ah, kau berpeganganlah pada Eunhyuk seerat mungkin. Hyung akan membantu Eunhyuk untuk menghabisi kelompok 1. Hyung sekarang bergantung padamu, Wookie-ah." ujar Donghae.
"Ne, hyung." balas Ryeowook. Ryeowook mengeratkan pegangan tangan kanannya pada ujung belakang kaos Eunhyuk dan tangan kirinya memegangi lengan Donghae di perutnya agar tidak mudah terlepas.
Kelompok 3 yang tinggal tiga orang berlari kesana-kemari untuk mencari celah supaya bisa menarik anggota kelompok 1, namun semuanya terkejut saat Kyuhyun, yang merupakan anggota kelompok 1, tiba-tiba keluar dari barisannya dan berjalan mendekati kelompok 3. Detik selanjutnya semua murid dan para sunbae berteriak saat Kyuhyun meninju wajah Donghae hingga dia jatuh terjerembab.
"Ya! Mwoanengoya?" teriak Donghae. BUUAAGG... Donghae membalas pukulan Kyuhyun. Tak lama kemudian, Kyuhyun dan Donghae pun berkelahi tanpa mempedulikan apa pun, saling pukul, saling tendang, dan saling menjatuhkan. Kyuhyun sudah akan menyerang Donghae lagi jika saja Ryeowook dengan segera menahan Kyuhyun dan mengusap dada Kyuhyun. Perlahan emosi Kyuhyun mereda.
"YA! APA-APAAN KALIAN?" Teriak Jung Hyun, ketua pelaksana MOS. "Kalian berdua dihukum membersihkan kamar mandi laki-laki dan mencabut rumput di halaman depan." lanjutnya.
"Tapi dia yang memulai terlebih dahulu, sunbae." kata Donghae sambil menunjuk Kyuhyun.
"Tidak ada protes lagi. Sekarang cepat pergi ke ruang kesehatan dan obati lukamu. Lalu langsung laksanakan hukuman kalian, aku sendiri yang akan memeriksanya nanti. Jadi jangan berpikiran untuk melarikan diri. Yang lain, cepat kembali ke tempat masing-masing!" perintah Jung Hyun.
..
..
"Chagiya, apa menurutmu sekolah ini tidak salah memasukkan siswa baru? Bagaimana bisa orang gila seperti anak itu dibiarkan sekolah di sini?" tanya Donghae pada Eunhyuk yang sedang mengobati lukanya di dalam kelas. Donghae tidak mau berada satu ruangan dengan Kyuhyun.
"Apa kau tidak tau siapa Kyuhyun? Dia adalah peraih nilai tertinggi saat masuk ke sekolah ini. Donghae-ya, apa kau pernah berbuat salah padanya? Kenapa dia tiba-tiba memukulmu?" Eunhyuk menghentikan sejenak kegiatan tangannya.
"Aku baru hari ini melihat wajahnya, bagaimana mungki aku berbuat salah? Sudah ku duga, dia pasti orang gila." kata Donghe. Sesekali dia meringis kesakitan karena Eunhyuk terlalu keras mengompres memar di wajahnya.
"Donghae hyung..." panggil seseorang.
Eunhyuk dan Donghae menoleh bersamaan ke arah datangnya suara. "Oo.. Wookie-ah, wae?" balas Donghae.
Ryeowook masuk ke kelas dengan di ikuti Kyuhyun di belakangnya. Seketika itu juga, wajah Donghae kembali masam. "Hyung, maafkan Kyuhyunie, ne? Dia datang untuk meminta maaf." pinta Ryeowook.
"Kyuhyun-ah..." panggil Ryeowook.
"Mian." kata Kyuhyun singkat.
Donghae berdecih kesal. "Benar-benar permintaan maaf yang mengesankan. Ya, Ryeowook-ah. Apa kau mengenal anak sombong ini? Bagimana kau bisa mengenalnya, huh?" tanya Donghae sinis.
"Donghae hyung, kenalkan. Kyuhyun ini saudaraku... Kami... Kembar..." jawab Wookie perlahan.
"MWWOOO?" Teriak Eunhyuk dan Donghae berbarengan.
FLASHBACK OFF
"Sudahlah hyung, berhenti berpikir yang tidak-tidak." kata Ryeowook membuat lamunan Eunhyuk buyar.
"Tapi Wookie..." TEEETT... TEEETTT... TEEEETTT... Ucapan Eunhyuk terputus oleh suara bel tanda jam istirahat. Dilihatnya Ryeowook segera membereskan formulir-formulir yang bertebaran di meja, memasukkannya ke dalam laci mejanya, dan mengeluarkan bekal dari dalam tasnya.
Eunhyuk menghela nafas. Diliriknya jam dinding yang tertempel di depan kelas, "Dan pangeran kembarmu akan datang dalam 5... 4... 3... 2... 1..."
"Wookie-ah..." panggil Kyuhyun dari dekat pintu kelas. Ryeowook tersenyum. "Hyung, aku pergi dulu, ne?" pamit Ryewook.
Eunhyuk mengamati punggung Ryeowook yang perlahan menjauh. Dapat terlihat jelas di matanya bagaimana pandangan antara Ryeowook dan Kyuhyun, terutama tatapan Kyuhyun yang sangat berbeda. Tatapan Kyuhyun pada Ryeowook mengingatkan Eunhyuk pada tatapan Donghae padanya. "Inilah yang membuatku semakin curiga, Wookie. Kalian selalu meghabiskan jam makan siang berdua, mana ada saudara yang seperti itu?" kata Eunhyuk pada dirinya sendiri.
:: TWINS ::
Kyuhyun merebahkan kepalanya di pangkuan Ryeowook. Saat ini mereka berada di tempat khusus mereka, atap sekolah, menunggu jam istirahat berakhir.
Ryeowook membelai rambut Kyuhyun lembut, "Kyuhyun-ah, sepertinya mulai sekarang kita harus menjaga jarak." ucap Ryeowook hati-hati, tidak mau menyulut emosi Kyuhyun.
Kyuhyun membuka matanya yang sedari tadi tertutup, "Apa maksudmu?" tanya Kyuhyun datar.
"Sepertinya, orang-orang mulai curiga dengan hubungan kita. Tadi, Eunhyuk hyung juga mengatakan bahwa kita terlalu dekat. Aku... takut kalau mereka tau dan mengatakannya pada Appa dan Umma." Ryeowook berkata dengan suara bergetar menahan tangis. Ryeowook bahkan tak berani membayangkan bagaimana reaksi bumunim-nya ketika mendengar tentang hubungan terlarang anaknya.
"Biarkan saja. Aku tidak peduli." kata Kyuhyun, tetap dengan ekspresi dinginnya.
"Tapi Kyuhyun-ah..." Ryeowook tidak meneruskan perkataannya karena melihat Kyuhyun bangkit dari tempatnya.
"Hentikan omong kosong ini, Ryeowook-ah. Sudah ku bilang aku tidak peduli dengan anggapan orang lain. Siapa pun. Bahkan aku tidak peduli jika Tuhan akan menghukumku, sekali pun." kata Kyuhyun sebelum berjalan meninggalkan Ryeowook.
Ryeowook tak beranjak sedikit pun dari tempatnya. Ditatapnya langit luas berwarna biru cerah. Perlahan air matanya turun tanpa bisa ia cegah. Dalam benaknya terdapat berbagai macam angan-angan yang sepertinya mustahil untuk ia dapatkan. Dalam benaknya, ia berharap bahwa ia terlahir bukan dari keluarga Choi, bukan dari rahim seorang Kim Heechul. Sungguh, Ryeowook bersedia dilahirkan dari keluarga mana pun di dunia ini asal tidak dari pasangan Choi Siwon dan Kim Heechul. Karena dengan begitu, ia bisa mencintai seorang Choi Kyuhyun dengan leluasa, menikah dengan orang yang dicintainya itu, dan membesarkan anak-anak mereka. Tanpa harus memikirkan pandangan orang lain yang akan menganggapnya menjijikkan. Terlebih lagi, dia tak harus berhadapan langsung dengan sang Penciptanya.
Sayangnya, sekali lagi itu hanya ada dalam benak seorang Choi Ryeowook. Karena pada dasarnya, Ryeowook pun tidak yakin apa dia bisa bertemu dengan Kyuhyun jika mereka tidak dilahirkan seperti ini. Ryeowook tidak yakin apa dia bisa mencintai Kyuhyun sebesar rasa cintanya saat ini jika saja mereka bukan saudara kembar. Cinta mereka yang terlarang membuat setiap momen yang mereka lalui terasa berkali lipat indahnya. Mereka jadi sangat menghargai setiap detik yang mereka lalui dan menikmati setiap sentuhan yang mereka lakukan.
Lagi-lagi, hanya hembusan angin yang menemani jatuhnya buliran air mata yang keluar dari iris karamel lembut itu. Tanpa ada jawaban.
:: TWINS ::
Heechul melepas high heels-nya dengan kesal dan melemparkannya ke segala arah. "Hah, lelah sekali. Sudah kuduga akan seperti ini jadinya. Lain kali aku tidak mau menemanimu ke acara seperti itu lagi Masi. Apa kau dengar?" tanyanya pada sang suami.
Bukannya menjawab, sang suami malah menarik tangannya. Membuat Heechul menabrak tubuh Siwon dengan keras. "Yaa..." protes Heechul.
"Rell, apa kau tau? Kau yang tercantik yang ada di pesta tadi. Semua mata hanya tertuju padamu." kata Siwon sambil memeluk pinggang Heechul erat.
"Arasseo... Kau pikir aku siapa, hah? Aku Choi Heechul. Dengan kecantikanku ini, siapa yang akan mengira bahwa aku seorang namja?" kata Heechul sombong. Namun memang tidak ada yang salah dari semua perkataannya.
Siwon mengarahkan kedua lengan Heechul ke lehernya, lalu kembali memeluk pinggang Heechul. "Tapi aku tidak suka." tandas Siwon. "Aku tidak suka saat melihat tatapan lapar para namja itu padamu. Kau sepenuhnya adalah milik Choi Siwon, dan Choi Siwon tidak suka berbagi." lanjutnya.
Heechul memutar kedua matanya jengah, sepertinya sekarang dia tau dari mana sifat posesif berlebihan seorang Kyuhyun berasal. Lagi pula, siapa yang memintanya untuk di temani ke acara pesta pernikahan salah satu pejabat tinggi di Korea Selatan itu?
Siwon menyusuri wajah sang istri dengan telunjuk tangan kanannya, "Dahi ini, kedua mata ini, hidung ini, bibir ini, dagu ini, semuanya... hanya milikku." kata Siwon. Suara rendahnya membuat Heechul merinding. Tiba-tiba saja Siwon mencium bibir Heehul beringas. Heechul tak tinggal diam, dibalasnya ciuman sang suami dengan nafsu yang sama. "Eeemmmhh..." desah Heechul tertahan. Tangannya meremas rambut sang suami untuk menyalurkan rasanya.
Bibir Siwon beralih pada leher jenjang Heechul yang memang sudah terekpos karena Heechul mengenakan gaun hitam tanpa lengan dan berpotongan leher yang rendah. Heechul mendongakkan kepalanya, memberikan akses lebih pada Siwon untuk menikmati setiap inci leher Heechul. Meninggalkan tanda sebanyak-banyaknya di sana.
Tanpa menghentikan aksinya pada leher Heechul, tangan Siwon bergerak meraih resleting gaun Heechul. Heechul menahannya, "Jangan di sini Siwon-ah... Anak-anak... Emmhh..."
Heechul tidak bisa meneruskan kata-katanya karena Siwon telah membungkam bibirnya dengan bibir tebal Siwon. Siwon memasukkan lidahnya dan mengaduk-aduk mulut Heechul. Membuat gairah namja cantik itu semakin tinggi. Dia sampai tidak sadar bahwa gaunnya telah jatuh di kakinya. Meninggalkan tubuhnya yang kini hanya berbalut celana dalam.
"Mereka sudah tidur, Heechul-ah..." desah Siwon tepat di telinga Heechul. Heechul sudah tidak peduli lagi pada apa pun. Dilepasnya jas Siwon dan membuangnya ke lantai. Jemari lentik Heechul bergerak membuka kancing kemeja Siwon, namun karena merasa tidak sabar, Heechul merobek kemeja Siwon. Membiarkan kancing-kancingnya berhamburan.
Tangan Heechul beralih ke celana Siwon yang masih lengkap dengan ikat pinggangnya. Heechul meremas kejantanan Siwon dari luar, "Eeennghh..." desah Siwon. Heechul tersenyum mengerikan.
Heechul berlutut, dengan cepat dikeluarkannya penis Siwon dari sarangnya. Ditiupnya benda panjang itu, sengaja menggoda Siwon.
"Rell... Pleassee..." rengek Siwon. Heechul tak mempedulikan permintaan Siwon, dia malah gencar menggoda suaminya dengan hanya memainkan twins ball Siwon tanpa sedikit pun menyentuh penisnya.
Siwon sudah seperti kehilangan kesabarannya. Dengan kasar, ditariknya rambut belakang Heechul dan menjejalkan penisnya ke bibir mungil istrinya itu. Siwon memegang kepala Heechul dan mulai memaju mundurkan penisnya dalam mulut Heechul. Beberapa kali Heechul tersedak karena penis Siwon yang panjang itu menyentuh tenggorokannya. Namun tak lama kemudian Heechul berbalik mengendalikan permainan.
Dengan lihai Heecul mengkombinasikan mulut, lidah, dan giginya untuk memberikan blow job pada Siwon, menghisap-hisap penis Siwon dan memainkan twins ball-nya. Kepalanya pun bergerak maju mundur dengan sendirinya, membuat Siwon terus menggeram nikmat dan mendesahkan nama Heechul. "You're so damn good, Rell." kata Siwon.
Siwon merasakan "adik kecil"nya berkedut keras, dia segera menggendong Heechul ala bridal dan membaringkannya di sofa ruang tamu. "Aku sudah tidak tahan lagi, Rell... No lube, are you okay?" tanya Siwon.
Heechul mengangguk, "Take me, MaSi... roughly..." balas Heechul.
Siwon meletakkan kaki Heechul di pundaknya. Diciumnya bibir Heechul seiring penetrasinya pada man hole sang istri. Heechul berteriak tertahan.
Siwon mulai bergerak, perlahan pada awalnya, namun tak butuh waktu lama Siwon mulai bergerak membabi buta. Menusukkan penisnya pada lubang Heechul dan mencari-cari titik kenikmatan istrinya itu. Tubuh Heechul naik turun seirama hentakan yang dilakukan Siwon. Bibirnya tak pernah berhenti mendesahkan nama Siwon.
"Aaahh... Th- There Siwon-ah..." kata Heechul ketika penis Siwon mengenai prostatnya.
"Ahh... Harder... Siwon-ah... Aaahhh... Emmm... Yess..." desah Heechul tak karuan.
"Fuck... you're so tight, Rell..." geram Siwon. Tanpa menghentikan gerakan in-outnya di tubuh Heechul, tangan kanan Siwon mengocok keras penis Heechul. Tangan kirinya memelintir puting kanan Heechul dan mulutnya sibuk mengulum puting kiri Heechul.
Mendapat perlakuan 'lengkap' seperti itu, tubuh Heechul kian memanas. "No... Siwoonn... I want... to... cum.. Aaahh.. ahh..." kata Heechul susah payah.
"Together, Rell..." balas Siwon. Dia menghentakkan penisnya dalam-dalam.
"Aaahhh..." desah Siwon dan Heechul saat keduanya berhasil mencapai orgasme mereka bersamaan.
Siwon dan Heechul terlihat terengah-engah dan mencoba menstabilkan nafas mereka.
"Siwon-aah... Di sini dingiinn..." rengek Heechul walaupun sebenarnya hal itu bohong karena tubuhnya sendiri sedang diselimuti keringat. Tangannya memeluk leher Siwon yang memang berada di atasnya.
Siwon menghapus peluh di dahi Heechul dan tertawa, "You're so naughty, Rell." kata Siwon sebelum menggendong Heechul di depan tubuhnya dan berjalan menuju kamar mereka. Mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi lampu dapur menyala dan ada dua orang di dalamnya. Mendengar dengan jelas apa yang Siwon dan Heechul lakukan, dari awal hingga akhir.
~ TBC ~
No Edit, Sorry for Typos. Chapter ini saya persembahkan buat Jeje a.k.a Jennyluvera a.k.a SimbaRella, maaf mommy payah bgt bikin adegan NC-nya SiChul... T_T
Terima kasih buat reviewer chapter kemaren dan please review buat reader chapter ini. Please anticipate KyuWook NC on next chapter. Kkkkk... Saranghamnida all... Review juseyo...
~KyuWook is Love~
