sarasion

Semuanya emang cinta baozi! Tos! Emang tuh om-om, kenapa kali pake ngelarang baozi segala :P *disepak Cao Cao* WOY! Jangan nebarin soal UKK! Bikin orang stress aja...
Makasih udah ngebaca dan review :D

ZhaoYan22

Pembersih toilet jadi benda bahaya XD umpetin, umpetiiiiin~ Nih, sekalian wipolnya kalo mau, Chi! Lantai author selalu jadi wangi XDD *ditendang* Gura's story masih saya lanjut kok~ Tunggu aja, ya...
Makasih udah ngebaca dan review :D

Yumiki-san

Wkwkwk bertahap yaa~ Nanti chapter selanjutnya dia berkeliling kok XD Saya usahain ngebuat ceritanya setijel mungkin... *Readers pada kabur* Waa! Tadi cuma bercandaa!
Makasih udah ngebaca dan review :D

Semoga kalian menikmati chapter ini! :)


Sebelum berangkat, setidaknya ada satu hal yang ingin Sima Zhao lakukan.

Dan itu adalah mengucapkan selamat tinggal pada Wang Yuanji, pacarnya.

Apa Wang Yuanji akan sedih mendengar kepergian Sima Zhao? Apakah dia akan memeluknya dan mengatakan jangan pergi? *eaaaa* Apa dia akan menyanyi bang Toyib (?) untuk Sima Zhao? Apa, apa... Apa-apa-apanya dooong, apanya dong, apanyaaaaa doooooong *nyanyi - dilemparin garem ama merica*


"Yuanji... Maafkan aku, tapi aku harus pergi."

Wang Yuanji tidak dapat menahan air mata yang membendung di pelupuk matanya. Dia terisak dan berjalan mendekat untuk memeluk Sima Zhao. Ini agak membuat pria itu terkejut. Wang Yuanji adalah seorang wanita independen yang luar biasa kuat. Tapi sekarang, dia seperti wanita biasanya yang tidak ingin kehilangan kekasih mereka di medan perang.

Author gak tahan buat adegan beginian, bawaannya pengen nyubitin sesuatu.

Sima Zhao tidak dapat menahan keinginannya untuk membalas pelukan wanita itu. Dia membelai rambutnya dengan lembut dan mengecup puncak kepalanya.

"Apa kau mau menungguku?" tanya Sima Zhao pelan. Dia dapat merasakan cengkraman Wang Yuanji pada lengannya.

"Aku..." jawabnya yang langsung mendongak untuk menatap Sima Zhao. Sima Zhao terkejut dan dengan segera melepaskan pelukannya. Wajahnya bukan wajah Wang Yuanji, itu wajah Dong Zhuo!

"HAHAHAHA! Sana lo pergi aja, gue ambil cewek lo itu! HAHAHAHA!"

Silahkan bayangkan Wang Yuanji berwajah Dong Zhuo... Kantong muntah bisa dipesan...

GUBRAK!

Oke, gak keren banget. Sima Zhao, pendiri fondasi Dinasti Jin jatoh dari tempat tidur dengan keadaan pantat menggantikan kepala?

"Aduduh... Sakiiiit! Kok bisa-bisanya gue mimpiin orang yang waktu dia mati aja gue belom dikandung?"

Sima Zhao merasakan sesuatu dari balik selimut dan mengambilnya. Ternyata itu adalah sebuah buku yang berjudul "Dong Zhuo's Love Story - Short Collection" (covernya muka Dong Zhuo dihiasi pake lope-lope banyak banget. Mau beli? Mau beli? Pesanan dimulai dari sekarang...).

"Pantesan ajaaaa! Author sialan, ngapain lo ngasih gue buku beginiaaan?!"

Kok nyalahin gue sih! Oh, iya, pesanan cerita Dong Zhuo sudah berakhir begitu anda membaca ini. Ehem, jadi melenceng, nih... Lanjut.

Saat pergi ke ruang makan, mood Sima Zhao langsung memburuk karena melihat ayah 'tersayang'-nya sedang duduk santai sambil minumin parfum. Yap, dia ketagihan sama rasanya... Anak baik, jangan ditiru, ya. Kalau diminum, pafum itu beracun (You don't say...)

"Ah, Zhao. Selamat pagi," sapa Sima Yi sok baik. Sima Zhao hanya mencibir dan duduk di kursi yang jauh dari ayahnya.

Sima Yi tidak marah diperlakukan kurang ajar seperti itu. Dia malah menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Sima Zhao sudah bisa menebak apa yang bakal terjadi. Ibunya, sekarang berambut panjang jabrik-jabrik berwarna kuning dengan aura yang luar biasa, berdiri di depan Zhao sambil melipat tangan. Kalau ada yang bisa ngukur kekuatannya, pasti bakal langsung bilang, "It's over 9000!". Sima Zhao mulai berkeringat dingin. Dia tahu ibunya tidak suka melihat dia bertingkah kurang ajar.

Author sensor aja, ya. Kasian, masa' tokoh utama disiksa.

Gura : KOK KAYAKNYA KALO GUE DISIKSA MULU, YA?! Nih! Rasain noh karet!

Aw! Eh, dasar gila, ini lagi ON-AIR! *nengok ke pembaca* Eh... sori. Ehem, lanjut.

"Zhao, katanya kamu mau gantiin ayah cariin Shi baozi, ya?"

Sima Zhao cemberut dengan muka dan seluruh tubuhnya penuh luka. Dia memelototi ayahnya dan menarik napas. "Aku bakal gantiin ayah kalau ayah sakit. Tapi sekarang kayaknya udah sehat, tuh, ma."

"HOOOOEK! OHOK OHOK! BRRRRRR!" Sima Yi pingsan. Entah bohongan atau bukan. Kalau beneran juga gak aneh sih, minumin parfum gitu.

"Hah... Kalau begitu, mama minta tolong, ya Zhao..." kata Zhang Chunhua saat berupaya untuk mengangkat suaminya (kuat banget!-semua wanita yang udah menikah itu kuat...) Dia menunjuk ke arah Sima Shi dengan dagunya. "Lihat, kakakmu itu. Tadi malam saat tidur, dia meracau 'baozi' terus... Supaya bisa tenang, mama kasih aja bantal bentuk bulat! Liat... digigitin gitu..."

Sima Zhao menoleh ke arah kakaknya. Sima Shi duduk meringkuk di kursi sambil dengan buasnya berusaha memakan bantal baozi itu. Walaupun kasian, Sima Zhao berpikir mungkin ini saat yang tepat buat ngambil foto kakaknya itu. Lumayan, bisa dijadiin bahan anceman.

Dia menghela napas panjang. Kalau begini, mau gak mau, dia harus pergi.


"Jadi kamu mau keliling Shu dan Wu, Zhao?"

Jia Chong hanya menatap Sima Zhao yang tengah depresi dengan cuek. Dia menyunggingkan senyum sinis, "Bagus, kan? Mungkin setelah ini kamu gak males lagi."

"Tapi gue mau tidur!" seru Sima Zhao menggebrak meja. "Aaakh... Bisa-bisanya tuh bokap gue nyerahin kewajibannya ke anaknya yang palis pemales..."

"Kalo gitu, jangan males-males lah! Gampang, kan?"

"Diem lo! Muka lo mirip banget ama muka orang yang digambar Tim Burton, tau gak?"

Author setuju.

Setelah membantai habis Sima Zhao dan author, Jia Chong pergi dari kedai. Sima Zhao yang tambah stress akhirnya memutuskan untuk memesan beberapa minuman lagi. Dia pun mabuk.

Gura : Si Zhao minum bir, thor?

Bukan, bukan... Ini cerita buat anak-anak, jadi dia minum jus. Tapi gara-gara lagi stress, minum apa aja jadi mabok.

"Zhao? Sedang apa kamu?"

Sima Zhao mendongak dan mendapati Wang Yuanji berdiri di depannya. Refleks, cowok idiot itu langsung bergerak meluk. Untungnya, Wang Yuanji lebih cepet mukul Zhao (thumbs up dari author)

"Kok kamu gitu sih?!" jerit Sima Zhao gak terima.

"Harusnya aku yang ngomong begitu! Kamu sih, tiba-tiba langsung meluk!" balas Yuanji lebih garang. "Kamu kenapa keliatan teler gitu? Kamu gak minum bir kan?"

"Aku minum jus tomat..." ujar Sima Zhao seraya menunjuk ke arah 10 gelas jus tomat yang sudah kosong.

Zhao, kamu bakal jadi sehat banget.

"Oh, iya, tadi aku ngeliat Jia Chong keluar sambil marah-marah. Emang kalian abis ngapain?"

Sima Zhao terdiam. Apa dia harus memberitahu Yuanji sekarang?

"Yuanji, aku..." Baru saja Zhao mau mengatakannya, Zhuge Dan datang sambil ketawa ngakak.

"HAHAHA! Apa benar kamu mau pergi, Tuan Sima Zhao?!"

"Zhu-Zhuge Dan?!" Pake SFX kaget ala-ala sinetron, ya.

Gura : Gak penting ah, thor!

"Pergi? Apa maksudnya?" tanya Wang Yuanji yang langsung menoleh ke arah Sima Zhao. "Zhao...?"

Sima Zhao rasanya udah mau nyekek Zhuge Dan. Dia kan mau ngasih tau ke Wang Yuanji secara romantis! Eh nih alis botak malah ngasih tau di depan Yuanji dengan gak kira-kira!

"Aku disuruh keliling Shu dan Wu... Untuk menyelamatkan Kak Shi." ujar Sima Zhao sambil menggigit bibir *biar agak dramatis*.

"Kenapa? Memangnya ada apa?"

"Aku... aku..." Ini penentuan, Zhao. KATAKAN ALASANMU!

"Mau nyari baozi."

GUBRAK!


"Ya ampun, Zhao! Cari baozi sih, asal kamu udah keluar dari daerah Wei, pasti ketemu!"

"Gi-gitu, ya?" kata Sima Zhao cengengesan. Zhuge Dan udah keluar dari kedai dengan muka shock, meninggalkan Yuanji dan Zhao yang sekarang sedang duduk-duduk. Kenapa Zhuge Dan shock? Yah, dia kaget banget sama alasan Sima Zhao yang kelewat sepele.

"Iya! Yang lama itu perjalanan ke sana!"

Gak juga sih. Author udah siapin pesawat jet buat Sima Zha- Gwaaaakh *dicekek pembaca* Bi-biar ceritanya gak usah lama-lama!

Gura : Thor, pesawat jet mah gembel... You know, we can travel by...*ngelirik Kermit The Frog*

Kermit : *smirk* MAP

Gue bayar hak cipta mulu ini... Gapapa deh. Lanjut.

"Karena kita udah punya Map dari Kermit, perjalanan 1 bulan pun bisa ditempuh dalam beberapa detik. Muppets, kalian memang sakti." ujar Sima Zhao sambil berdecak kagum. Wang Yuanji cuma bisa sweatdrop. "Yah, karena udah dapet ini, nyari baozi-nya bisa kapan-kapan... Huaaaaahm (yang pas nulis ini, author nguap - gak ada yang nanya!) perginya nanti aja deh, kalo emang udah terpaksa."

"ZHAO!"

"A-ampun! Nah, Shu, here I come!"


-Adegan Mama Chunhua saat marah saya ambil dari Dragon Ball

-Gambar Tim Burton itu keren! Saya suka banget... Tapi entah kenapa Jia Chong selalu ngingetin sama gambar beliau... #digebukin

-Saya minta maaf soal komentar alis botak! Zhuge Dan punya alis, tapi saya susah buat ngeliatnya... #dilemaMataMinus

Gura : APA HUBUNGANNYA SAMA MATA MINUS?!

-Dari The Muppets ^^ Saking kerennya, mereka bisa bepergian dengan peta. LOVE YOU MUPPETS~!


Makin lama makin panjang... ^_^

Gura : Makin lama makin ngebosenin...

Kejem amat... Pokoknya chapter selanjutnya saya usahain bagus!

Makasih udah ngebaca :)