'Segalanya dapat terhapus oleh waktu, kecuali satu hal, apakah itu?
Jawabannya adalah keajaiban, keajaiban akan selalu melintasi waktu'
Disclaimer : Tite Kubo
Chapter 2
-Karin 16 years old-
"maaf manager saya terlambat" seru seseorang berambut merah padam yang setengah membungkuk dihadapan gadis yang nampaknya sedang kesal
"kau kan kaptennya? Gimana sih, yang lainnya saja sudah siap latihan" jawab gadis itu
"akukan sudah minta maaf padamu Karin"
"kau harusnya minta maaf pada yang lain, bukan padaku Jinta" bentak Karin
" iya-iya aku akan minta maaf ke yang lain juga"
"Kapten…ayo cepat turun ke lapangan!" seru seseorang dari dalam lapangan
"OK, aku akan segera kesana!" teriak Jinta
"nah Karin, mereka saja keliatannya tidak marah padaku, kenapa mesti minta maaf…hahaha"ucap Jinta
" bagaimanapun kamu harus tetap minta maaf, karena kamu salah " emosi Karin mulai memencak
"eh…iya iya" jawab jinta, sambil berlalu kelapangan
"fuhh" Karin mendesah dengan berat
Diumurnya yang ke-16 tahun, Karin merupakan manager dari klub sepak bola SMA Karakura, dia belajar di kelas XI-2 jurusan Ilmu Alam bersama sang Aka no Taichou, begitulah teman-teman yang lainnya menyebut seorang Jintah Hanakari. Penampilan Karin tidaklah berubah, dia masih senang mengenakan t-shirt dan celana pajang atau celana sepertiga seperti dulu. Tapi diumurnya yang sekarang Karin memanjangkan rambut hitamnya sepunggung dan di ikatnya dua seperti ekor kuda dengan topi merah darah dikepalanya.
"Yosh hari ini latihan kita selesai!" teriak Jintah
Semua pemain berlari ke pinggiran lapangan dan mendekati bangku dimana Karin sudah menyiapkan banyak air mineral untuk mereka
"tak terasa, hari ini liburan musim dingin kita yang terakhir" seru salah seorang dari mereka
"yap,,besok sudah harus masuk sekolah, padahal menyenangkan ya latihan sepak bola dimusim dingin pagi-pagi begini " jawab yang lainnya
" ya jadi gak keringatan, tapi dingin juga si" jawab salah satu dari mereka dengan tubuh agak menggigil"
"dasar, pembicaraan yang tidak penting" gumam Karin
Setelah lama bercakap-cakap tentang PR liburan musim dingin, pertandingan yang akan dihadapi dan lainnya, mereka semua memutuskan untuk pulang, kecuali Karin yang memutuskan untuk pergi ke café langganannya.
"irasaimase Karin-cahan" teriak perempuan mudah berseragam biru, berambut orange sepunggung yang membukakan pintu untuk Karin
"hai, arigatou Inoue-san"
"mau yang biasa ya?"
"yep, tolong ya"
Karin melangkahkan kakinya mendekati sebuah meja berbentuk persegi yang beralaskan kain putih bersih dengan renda di ujungnya. Meja itu terletak paling ujung dan berdekatan dengan jendela bergorden putih juga yang diikat ujung-ujungnya dengan sebuah pita besar. Karin duduk di kursi yang satu set dengan meja tersebut yang berjumlah empat buah. Dia duduk pada kursi yang paling dekat dengan jendela.
Semangkuk sup berwarna krem muda terhidang didepan Karin,, eh tunggu dulu, itu bukanlah sup melainkan smooty pir yang dihidangkan di mangkuk (selera Karin memang aneh). Karin menikmati smootynya membuat orang disekitarnya terbelalak. Dimusim dingin seperti ini memesan smooty yang notabennya minuman untuk musim panas, apalagi semangkuk besar pula.
Krt…suara pintu etalase dibuka
"Irasaimase" teriak si pelayan tokoh
"hai, arigatou"
Seorang perempuan berambut hitam panjang memasuki café bersama seorang laki-laki.
Karin tidak memperhatikan mereka, yang ada diotaknya hanya menikmati dinginnya makanan atau minuman lebih tepatnya yang ada dihadapannya.
Perempuan itu melihat sekeliling café, dan mulutnya mulai tersenyum ketika melihat seorang perempuan sedang menyantap sup krem muda dengan nikmatnya
"Karin!" perempuan itu menepuk pundak Karin, alhasil perempuan yang kena tepukkannya pun tersedak dan menatapnya dengan tatapan death glare.
Muka Karin tampak seram beberapa detik karena acara makannya terganggu, tapi tiba-tiba iya tersenyum
"oh, Hinamori-chan!" seru Karin
Momo Hinamori adalah teman sekelas Karin, dia murid pindahan dari eropa di kelas Karin semester yang lalu. Dulu dia di Eropa ikut dengan ayahnya yang bekerja sebagai dewan PBB dan sekarang dia mengikuti ibunya yang asli orang jepang dan memutuskan untuk bersekolah di Jepang.
"wah Karin.. keliatannya enak ya sup nya?" teliti Hinamori
"eh?...ini bukan sup..ini smooty" jawab Karin sambil nyengir
"hah..?" hinamori memasang muka tidak percaya
"hehehe…" Karin hanya ber-hehe ria
"oh ya, boleh duduk disini?" Tanya hinamori
"tentu saja"
Setelah mendapatkan izin dari Karin, hinamori mempersilahkan seseorang untuk duduk juga
"ne..shiro-chan kita duduk disini saja ya"
Orang yang dipersilahkan duduk tersebut mengangguk dan duduk disamping hinamori
"shiro-chan…"gumam Karin pelan
"eh kenapa Karin-chan?" Tanya hinamori
Yang ditanya diam sejenak tampak berpikir dan kemudian tertawa keras membuat semua pehatian pengunjung tertuju padanya. Toushirou yang merasa dilecehkan memandang Karin dengan death glarenya, namun yang dipandangnya justru tertawa lebih keras..
"ano..karin-chan…?" selah Hinamori
"eh.." pandangan Karin tertuju pada hinamori yang mukanya memerah karena malu
"he..hountou ni gomenasai hinamori-chan" seru Karin sambil menghentikan tawanya
"iie…" jawab hinamori agak berat
"eh sekali lagi gomenasai,, abis kok dipanggil chan si?" Tanya Karin
"sudah ku bilang jangan panggil aku shiro-chan" toshirou menahan marahnya pada hinamori
"….."hinamori terdiam dan menunduk
"sudah-sudah…"Karin merasa bersalah dan berusaha mencairkan lagi suasana
"ano.. Karin-chan..ini Hitsugaya Toushirou" hinamori memperkenalkan laki-laki yang bersamanya tadi
"eh..aku Kurosaki Karin" Karin memperkenalkan dirinya
Karin berusaha tersenyum pada Toushirou tapi toushirou diam tak merespon
"benar-benar menyebalkan" pikir Karin
"shiro-chan akan satu kelas dengan kita besok, dia juga dari eropa, tapi asli orang jepang dan sekarang dia tinggal di Jepang bertetangga denganku" jelas hinamori
"oh begitu" jawab Karin dengan tampak biasa-biasa saja
"ano sumimasen..pesan apa?" Inoue menghampiri mereka
"eh ya aku lupa kesinikan mau minum yang hangat-hangat" kata hinamori
"aku ingin coklat panas,. Shiro-chan?" lanjut hinamori
"aku vanilla late saja" jawab toushirou singkat
"ano..inoue-san..boleh aku tambah" Tanya Karin ragu-ragu
"Karin! yang kamu pesan tadi ukuran besar..masa masih kurang nanti ichigo-kun akan marah padaku kalau kamu sakit..lagian stock esnya juga sudah habis kami hanya buat 2 plate es..ya khusus untuk kamu saja..kan sekarang musim dingin jadi makanan dan minuman dimenu semuanya hangat" tegas Inoue
"iya…iya besok lagi saja aku pesannya" jawab Karin dengan nada sedikit kecewa
"nah begitu" jawab Inoue
Inoue kemudian meninggalkan mereka dan dengan cepat kembali lagi menghantarkan pesanan yang mereka pesan
Percakapan mereka pun berlanjut
"Karin-chan, kenapa minum smooty dimusim dingin seperti ini?" Tanya Hinamori
"Karena suka" jawab Karin
"suka? Kenapa?"
"untuk menyukai sesuatu tidak perlu ada alasannya kan?"
"eh,.? Benar kata inoue-san, nanti kamu sakit klo minum minuman dingin dimusim dingin seperti ini"
"bukankah sakit karena sesuatu hal yang kita sukai bukanlah dinamakan sakit?" kali ini yang menjawab toushirou
Mendengar jawaban itu, muka Karin berubah. Ada sesuatu yang nampaknya Karin lupakan. Kata-kata itu tidak asing baginya..dia berpikir keras…..
"Karin..karin-chan?" Tanya hinamori kawatir melihat temannya tanpa ekspresi setelah mendengar jawaban dari toushirou
"eh…aku baik-baik saja" jawab Karin sambil nyengir
"shiro-chan..kata-kata yang bagus, dari mana kau dapat" Tanya hinamori
"tidak usah diperdulikan kata-kata tadi" jawaban yang tidak logis menurut kedua perempuan yang mendengar jawaban itu
"kami pulang dulu" seru Karin dan hinamori pada Inoue, sedangkan toushirou hanya terdiam
"ya..hati-hati di jalan,. Salam untuk orang dirumah ya Karin-chan" jawab inoue
Ketiga orang itu pun meninggalkan café
Disepanjang perjalanan Karin terus memperhatikan toushirou yang sedang mendengar hinamori mengoceh mengenai besok disekolah..
Ada hal penting yang ia lupakan, tapi apa? Batin Karin bertanya-tanya
Yang diperhatikan Karin tanpak menghindar dari pendangan Karin, mungkin karena malu
~Karin's POV~
hal penting apa yang aku lupakan? Kata-kata orang itu tampak tak asing bagiku, aku pernah mendengarnya, tapi dimana? Dimana?..
mercusuar..ya mercusuar yang pernah ni-chan bilang kalau aku selalu mengigau kata-kata itu ketika pingsan. Aku terbangun ditempat yang begitu terang dan tak dapat ingat apa-apa,
mercusuar..disana ada apa?
~Toushirou's POV~
Wanita yang bernama Karin itu terus memperhatikanku. Nampaknya ada yang sedang dia pikirkan..raut mukanya yang tampak riang tadi sudah pergi menjadi raut muka sedih. Ada apa sebenarnya? Apa ada hubungannya denganku? Apa perkataanku tadi di café salah untuknya?
~End Toushirou's POV~
"ne..karin-chan..kita berpisah disini, sampai jumpa besok" omongan hinamori membuat Karin tersadar dari lamunannya
"eh iya"
Mereka berpisah dipertigaan jalan
"Tadaima…" seru Karin dengan nada yang malas sambil memasuki rumahnya
"hai,. Okaerinasai" jawab laki-laki berambut orange yang tak lain adalah kakaknya, Kurosaki Ichigo
"eh..ni-chan kok ada di rumah? Tumben biasanya pergi main ma renji ni-san..yuzu mana?"
"oh aku lagi mau dirumah saja..yuzu sedang belanja buat makam malam nanti"
"ni-chan?"
"ya..ada apa?"
"ingat kejadian tiga tahun kemarin..waktu aku kecelakaan?"
"eh? Ya kenapa?
"ni-chan menemukanku dijalan pulang dari mercusuarkan?, trus kata ni-chan aku mengigau kata mercusuar terus sewaktu pingsan, sedang apa aku di mercusuar?"
mendengar pertanyaan Karin , ichigo sweetdrop
"ya aku tidak tahu, kamukan yang ke mercusuar"
"…" Karin terdiam sambil menunduk
"eh..gome ne… kalau aku terlalu keras..karin-chan kan yang ke mercusuar, ya ni-chan ga tahu, ni-chan nemuin kamu udah tergeletak dijalan, kedinginan pula…kayanya kamu ditabrak kendaraan de,.trus tu sopir kayanya kabur"
"begitu ya" Karin tampak tidak puas dengan jawaban kakaknya
"oh ya…waktu itu kamu memakai jaket dan syal yang kamu dapat dari teman kamu sewaktu kecil, kamukan pernah cerita…ya sampai-sampai kakak ingin ketawa,. Abis jaket udah kecil masih dipakai,. Klo syalnya si ya gapapa"
"oh iya aku baru ingat" gumam Karin
Karin langsung berlari ke kamar nya tanpa memperdulikan teriakan ichigo yang memanggilnya. Dibukannya lemari tua dikamarnya..nampaknya dia sedang mencari sesuatu. Dan akhirnya digenggamnya erat sebuah syal biru es bermotifkan salju di kedua ujung , benda tersebut kemudian dipakainya kemudian Karin keluar dari dalam rumahnya.
~Karin's POV~
ini memang hampir malam, tapi aku harus pergi ke tempat itu, mercusuar. Sebenarnya ada apa disana, aku ingin tahu..
aku terus berlari dengan cepat, lama-kelamaan satu demi satu ingatanku merespon, aku sepertinya sudah pernah melakukan hal semacam ini untuk beberapa tahun yang lalu, nafas berat ini sudah pernah ku rasakan, berat langkah kaki ini juga sudah pernah kurasakan. Dan salju yang tiba-tiba turun ini juga sudah pernah ku lihat.
Aku sudah sampai di mercusuar, satu demi satu tangga telah kunaiki. Di tangga satu dari terakhir kakiku berhenti reflek tanpa aku perintah. Kenapa pikirku? Kenapa berhenti? Aku terus memcoba mengingat tapi ternyata sia-sia.
Akhirnya aku smpai diatas mercusuar, hampa pikiranku.. ternyata susah sekali untuk mengingat sesuatu yang telah hilang..aku memandang jingganya langit, matahari hampir terbenam…
Mataku mulai berat..nafasku juga melai terengah-engah menahan dinginnya sore ini..
Matahari sudah pergi meninggalkanku…
Dan saljupun ikut meninggalkanku…..
Entah ilusi atau bukan..aku melihat seekor burung biru melintas dihadapanku…matanya merah buluhnya indah sebiru langit..ekornya sedikit pendek…
Ingin sekali ku raih burung itu…ku gerakkan tanganku untuk meraihnya..
Tapi…
Gagal…
Aku tidak dapat menyentuhnya…
Aku merarasa terbang..
Tapi lama-kelamaam terasa sakit menghujam diseluruh tubuku..
Dingin menyelimutiku…langit yang jingga kini sedah Nampak biru tua…
Sepotong episode terputar di benakku…
"jika bisa melihat aoi tori-kun saat matahari terbenam dan saat hujan salju telah redah, aku bisa minta satu harapan padanya"
Seorang anak laki-laki mengatakan itu padaku..
"Aku ingin…aku ingin bertemu dengan dia..wahai aoi tori-kun" seruku pelan
Napasku sudah hampir habis, mataku hampir tertutup penuh…
Tiba-tiba Sebuah tangan menyambutku dari atas..ingin..ingin sekali kuraih tangan itu..
Dan akhirnya dapat kuraih
"aoitori-kun" desahku menyebut laki-laki yang selama ini aku tunggu
~End Karin's POV~
