Ada Spider Man di Ryodan
By: Azumaya Miyuki
A Hunter x Hunter Fan Fiction.
Disclaimer: Hunter x Hunter dan seluruh properti dalamnya (masih) menjadi milik Togashi Yoshihiro. Eh… ngomong-ngomong, beliau selamat nggak sih dalam tsunami Jepang? Ada yang tau kabar mengenai beliau?
Dan 'semedi' Kuroro selama 7 hari 7 malam pun dimulai.
Banyak sekali hambatan yang mendera, namun author yang ngetik fanfic ini tetap sabar menjalaninya… *lho?*
Bagaimanakah hari-hari Kuroro selama 7 hari ini? Kita lihat yuk…
HARI PERTAMA
Kuroro yang sedang adem ayem di kamarnya tiba-tiba membuka pintu sampai engselnya copot. Hal ini jelas membuat Feitan dan Shalnark yang sedang minum teh sambil berguman 'ho, ho, ho' (mirip siapa tuh?) menjadi kaget bukan kepalang.
Shalnark : Danchou! Apaan sih? Kok kayak orang lagi kesurupan gitu? Sampai keringatan pula!
Feitan : Iya nih… ada apa? Habis ngeliat kecoa, ya?
Shalnark : Atau hantu lewat…
Feitan : Atau orang gila…
Shalnark : Atau Hisoka…
Feitan : Atau daster warisan ibunya Danchou yang warnanya pink?
Kuroro : BUKAN! Bukan itu…
Shalnark : Jadi apa?
Kuroro : Aku hanya ingin tanya…
Feitan : Tanya apa?
Kuroro : Anu…
Shalnark : APA?
Kuroro : Tukang mie ayam udah lewat belum? Aku lapar…
Feitan & Shalnark : *GUBRAK!*
HARI KEDUA
Tukang pintu yang bertugas membetulkan pintu kamar Kuroro yang jebol di hari sebelumnya BARU SAJA angkat kaki dari tempat tersebut. Shalnark dengan berat hati membiarkan gajinya yang tak seberapa dari hasil membantu neneknya berjualan ketoprak untuk membayar biaya perbaikan pintu tersebut. 'Demi Danchou', katanya. Huh… beratnya jadi anak buah di Ryodan…
Namun… semenit kemudian…
JeeDAAAARRRRR!
Lagi-lagi pintu itu jebol… gara-gara didorong paksa oleh Kuroro yang lagi kebelet pengin ke kamar mandi… tinggallah Shalnark yang nangis dengan wajah memelas… kasihan...
HARI KETIGA
Saat Feitan dan Shalnark lagi asyik-asyiknya nonton film di televisi, Kuroro keluar dari kamarnya dan duduk di antara mereka berdua.
Kuroro : Shal…? (dengan nada mesra nan aduhai)
Shalnark : Apa sih? (kesal)
Kuroro : Lu masih marah sama gw? Gara-gara duit lu habis buat ngebayarin biaya perbaikan pintu gw?
Shalnark : (pura-pura baca majalah) Danchou pikir aja sendiri!
Feitan : Shal, majalahnya kebalik tuh!
Shalnark : Eh? Iya ya…
Kuroro : Kamu grogi ya karena berdekatan dengan orang seganteng aku?
Shalnark : Iih… Danchou narsis!
Kuroro : Maafin aku ya! Suer deh, nggak bakal aku ulangin!
Shalnark : Benar nih?
Kuroro : Benar! Masa' sih aku bohong?
Shalnark : Ya udah deh… aku maafin…
Kuroro : Nah gitu dong! Shalnark baik deh! (mencubit pipi Shalnark)
Shalnark : Iih… Danchou bisa aja…
Feitan : Kok aku jadi merinding melihat mereka berdua? Hii… (kabur)
Kuroro : Nah… karena kita udah baikan, aku boleh minta tolong nggak?
Shalnark : Minta tolong apa tuh? (firasat buruk)
Kuroro : Aku mau beli tiket konsernya Justin Bieber, tapi aku nggak punya duit. Beli dong buat aku.. plisss?
Shalnark : Ugh…
Dan kocek Shalnark pun kembali terkuras pada hari itu. Kasihan…
HARI KEEMPAT
Shalnark hendak menonton televisi, tapi batal karena keburu diserobot Kuroro. Ketika Shalnark ingin melengos pergi, Kuroro malah memanggilnya.
Kuroro : Hei, Shal! Kok lu malah pergi, sih?
Shalnark : Lagi males aja.
Kuroro : Sini, dong. Ada tayangan bagus nih di TV. Nonton sama gw, yuk!
Shalnark : Ah, serius nih, Danchou? (duduk di samping Kuroro) Apa sih? Apa sih tayangannya? Harry Potter, ya?
Kuroro : Uh-huh! (menggelengkan kepala)
Shalnark : Boys Before Flower? Eragon? Lord of the Rings? Ketika Cinta Bertasbih? Kabhi Kushi Kabhi Gham?
Kuroro : Iih… bukan lho!
Shalnark : Jadi apa, dong?
Kuroro : Cinta Cenat-Cenut… (dengan wajah innocent)
Shalnark : Semprul! Tak sobek-sobek mulutmu! (gebukin Kuroro)
Kuroro : Eeh… awas, dong! Rangga lagi muncul, tuh!
Shalnark : HAH? (garuk-garuk kepala)
HARI KELIMA
Pintu kamar Kuroro tertutup rapat, diplester oleh tulisan 'Dilarang Melintasi Garis Ini' ala lokasi-lokasi TKP. Shalnark yang melihat itu merasa lega, ia berpikir bahwa Kuroro mulai serius memikirkan bagaimana caranya merekrut Spider-Man menjadi anggota Ryodan. Karena tidak ingin mengganggu Kuroro, ia pun tidak jadi memasuki kamar Kuroro.
Padahal sesungguhnya apa yang dilakukan Kuroro di dalam?
Kuroro sedang duduk di depan laptop, menunggu lagu 'Chaiyya-Chaiyya' yang sedang didownload-nya. Ia ingin mengikuti aksi Briptu Norman, menjadi beken karena numpang narsis di YouTube.
HARI KEENAM
Shalnark : Danchou gila, ya? Ini sudah hari keenam dan Danchou belum menemukan ide apapun?
Kuroro : So what gitu lho...
Shalnark : Danchou! Aku serius, nih! (guncang-guncang bahu Kuroro)
Feitan : Lagian lu jadi rada aneh deh, Shal! Kok gw liat malah lu yang jadi antusias dengan persoalan ini, padahal awalnya lu biasa-biasa aja deh kayaknya.
Shalnark : Ya… itu... karena aku berharap Spider-Man bakalan betul-betul jadi anggota Ryodan.
Kuroro : Ntar deh gw cari caranya nanti supaya kita bisa ke Hollywood…
Shalnark : Betul ya Danchou? Aku pengin banget ke sana soalnya! Ya... sekalian refreshing gitu… 'kan kita nggak pernah liburan…
Kuroro : Baiklah Shalnark… tapi sebelum itu... (mengeluarkan kertas dari kantongnya)
Shalnark : *firasat buruk*
Kuroro : Tolong beli dulu keperluan kita untuk sebulan. Untuk uangnya karena aku sedang bokek, pakai dulu uang gajimu ya…
Shalnark : Gaji? Memangnya Danchou pernah menggaji KAMI?
Kuroro : Eh? Nggak pernah, ya? Ya sudah deh… kalau itu pakai aja dulu uang yang dikirim sama emakmu tiap bulan. Oke? (sambil mengacungkan kertas bertuliskan 'DO IT OR DIE!')
Shalnark : Danchou jahat... (nangis sesenggukan di pojok ruangan)
HARI KETUJUH
Bulan purnama, hampir tak tampak sinarnya karena tertutup awan kelam. Shalnark, Feitan, Machi, dan Hisoka sedang duduk santai sambil main kartu. Mereka menunggu gerak-gerik Kuroro yang masih stay cool di kamarnya.
Hisoka : Eh, Kuroro mana sih? Bosen nih nungguin dia nggak keluar-keluar!
Machi : Huh! Padahal gw udah bela-belain datang! Tau nggak, gw padahal lagi ada syuting iklan minyak goreng, tapi gw batalin demi Danchou!
Shalnark : Hah? Minyak goreng?
Machi : Iya! Trus besok gw juga mau syuting sinetron! Pokoknya jadwal gw super padat! Yah… tapi karena gw baik, gw batalin deh itu semua. Gw 'kan setia sama Ryodan…
Feitan : Alah… bilang aja lu mau ketemu sama Spider-Man!
Machi : Eh, kok lu tau sih? (tampang polos)
Hisoka : Jangan pergi… jangan pergi… jangan kau pergi ku tak ingin sendiri… (ngelirik Machi)
Machi : Lu kenal sama dia? (nunjuk Hisoka sambil ngeliat Feitan)
Feitan : Kayaknya gw nggak kenal…
Hisoka : Hiks… teganya kalian…
? : Ada apa sih ini ribut-ribut?
Semua menoleh ke arah sumber suara…
Hisoka : Kurapika!
Kurapika : Yo! Apa kabar semua?
Machi : Ngapain lu di sini? (menatap Kurapika dengan tajam)
Kurapika : Ya suka-suka gw dong! Gw di sini juga karena Kuroro yang minta! Jadi lu nggak usah ikut campur!
Hisoka : Huh… perang dingin di antara sesama wanita…
Sebuah guji antik dari porselen pun secara sengaja mendarat dengan sukses di atas kepala Hisoka.
Kurapika : Berapa kali sih harus gw bilang… GW BUKAN CEWEK!
Machi : Ah, masa' sih? Gw juga sebetulnya ragu lho dengan gender lu…
Kurapika : Gw… cowok kok! Betulan deh, suer!
Hisoka : Nah lho… kok jadi agak meragukan gini yah?
Shalnark : Aduh… udah dong, kasihan itu si Kurapika…
Feitan : Beginilah nasib orang-orang yang kurang kerjaan.
Tiba-tiba tanah bergetar… Shalnark cs. sudah hampir panik karena mengira gempa bumi dan tsunami Jepang datang lagi… namun batal karena ternyata ini semua adalah efek dari kemunculan Kuroro… yang sudah berdiri di ambang pintu dengan kerennya.
Shalnark : Danchou! Akhirnya! (mata berbinar)
Kuroro : Langit memanggilku, bulan memanggilku, bumi memanggilku, orang-orang memanggilku, tukang bakso memanggilku, tukang es doger memanggilku, para fans mengejarku, tukang batagor menangkapku, tukang rokok menagih utangku, polisi memborgol tanganku, kerumunan massa menghajarku, dan~~
Namun, sutradara memotong kata-kata Kuroro…
Sutradara : CUT!
Kuroro : Ada apa, pak?
Sutradara : Kamu salah baca script, yah? Itu 'kan dialog untuk episode ke -29!
Kuroro : Ha? Masa' sich? (membolak-balik naskah) Wah, script-nya salah fotokopi, nih!
Sutradara : Gitu, ya? Ya udah! Kamu pake punya saya aja… (menunjuk sebuah dialog dalam naskah) Nah, seharusnya yang kamu katakan tadi itu adalah kalimat ini!
Kuroro : Oh, oke… oke…
Sutradara : Kamu bisa ngapalin-nya sekarang, nggak?
Kuroro : Bisa, bisa… tenang aja, Bos!
Sutradara : Ya, kamu harus professional! Soalnya kita nggak mungkin pake peran pengganti!
Kuroro : Iya, pak. Eike mengerti.
Sutradara : Dan waktu syuting kita kagak banyak. Kita harus gantian tempat ini sama Shireen Sungkar dkk. yang lagi syuting sinetron 'Cinta Fitri season 7'!
Kuroro : He-eh, pak. Nih, naskahnya. Saya udah hapal.
Sutradara : Oke, deh. Ayo, semuanya siap?
Para kru : SIAP, COY!
Sutradara : Baik! Camera, rolling, ACTION!
Maka adegan pun diulang...
Kuroro : Langit memanggilku, bulan memanggilku, bumi memanggilku, orang-orang memanggilku. Kenapa semuanya memanggilku? Aku juga tak tahu menahu… Tanyakan sajalah pada tukang babat yang berdiri di sana (nunjuk Hisoka). Namaku Kuroro, dan dengan kekuatan bulan, aku akan menghukummu! (pasang pose ala Sailor Moon).
Sutradara : Wah, hebat, hebat! Oke, Kuroro. Kontrakmu saya perpanjang 2 tahun lagi.
Kuroro : Baiklah, senang berbisnis dengan Anda… (berjabat tangan).
Machi : Sumpah deh… ini cerita apaan sih?
Hisoka : Author sarap… (ngelirik author)
Shalnark : Danchou! Yang bener, dong! Jadi nggak berangkat ke Hollywood-nya?
Kuroro : Ha? Iya Shalnark… kita akan segera berangkat ke sana…
Feitan : Akhirnya! Kita naik apa, Danchou?
Kuroro : Hmm… sayangnya aku belum memutuskan hal itu.
Shalnark cs. : APA?
Kuroro : Sudah kukatakan kalau aku tidak punya uang.
Shalnark : Danchou ngaco deh...
Kurapika : Jangan-jangan karena masalah ini kamu nyuruh aku buat minta tolong sama Killua… Kamu mau pinjam helikopter pribadi keluarga Zaoldyeck, 'kan?
Machi : Danchou! Kenapa kita harus minjem sama keluarga Zaoldyeck? Bagaimana pun mereka adalah saingan kita dalam dunia bisnis!
Hisoka : Kuro, bukannya Ryodan punya helikopter pribadi?
Kuroro : Punya… tapi sayangnya baling-balingnya rusak. Aku udah minta tolong sama Doraemon buat ngebetulin dan minjemin baling-baling bambunya, tapi Doraemon nggak mau. Katanya masih ada urusan penting dengan Nobita.
Shalnark cs. : Yaaaaaahhh... (kecewa berat)
Kurapika : Kalau udah gini ceritanya sih, ya nggak ada jalan lain…
Kuroro : Ya sudah, ayo kita berangkat ke kediaman keluarga Zaoldyeck!
Shalnark : Hmm… Danchou, ngomong-ngomong kita naik apa ke sana?
Kuroro : Ada busway, ada bajaj, ada becak, ada ojek… kamu mau pilih yang mana?
Shalnark : DANCHOU! (geram setengah mati)
Bagaimana perjalanan mereka ke rumah Killua?
Apakah Killua mau meminjamkan helikopter pribadi keluarga Zaoldyeck kepada mereka?
Dan berhasilkah mereka menemukan Spider-Man?
Ditunggu saja di chapter berikutnya… *author dirajam karena kebanyakan bacot*
_to be continued_
~ Note:
Huwaaaa... hontou ni gomen nasai ne'!
Maafkan saya karena update-nya sungguh sangat lama…
Oh ya, special thanks untuk Luxam-san! Karena saya memikirkan ide untuk cerita ini sambil membaca salah satu fanfic-nya yang berjudul 'Selamatkan Indonesia!'. Jadinya saya sedikit terbantu… Sankyuu!
Bagaimana dengan chapter kali ini? Mengejutkan kah? Membuat perut mulas kah? Atau ada pesan yang mau disampaikan sama author? Misalnya kenapa Cinta Fitri sama SM*SH mulu yang dibawa-bawa di setiap fanfic besutan author? Boleh… boleh… Silakan saja… *disiram minyak jelantah karena terlalu banyak bicara*
Jadi, silakan di review ya apabila berminat…
Arigatou gozaimasu, minna-san!
-Azumaya Miyuki-
