Title: KiHae

Author: aoora

Cast: KiHae

Warning: yaoi, boys love, boyXboy, typos, alur waktu-tempat semua gak jelas, etc...

All Cast Belong to God

.

.

.

.

.

"Ayo kita pulang" ucap Kibum tiba-tiba dan hal itu sukses membuat Donghae menatap kearahnya heran. Karna melihat Kibum melihat Donghae yang terus saja terdiam ditempatnya. Akhirnya Kibum pun meraih pergelangan tangan Donghae. Lalu Kibum pun berjalan sambil menggenggam perjelangan tangan Donghae. Tak sadar kah ia kalau sekarang hal itu membuat wajah Donghae merona karnanya.

.

Selama perjalanan pulang baik Kibum maupun Donghae tidak ada yang berniat untuk mengeluarkan sepatah kata pun guna menghilangkan suasana canggung mereka yang sepi. Padahal biasanya jika Donghae pulang bersama KyuMin atau pun Hyukkie ia selalu berceloteh ini itu, entah apa yang dibicarakannya. Yang jelas seorang Lee Donghae tidak akan sesunyi ini jika ia tidak bersama Kim Kibum seperti sekarang.

Bagi Donghae bisa pulang berdua dengan seorang Kibum adalah suatu anugrah untuknya hari ini. Tak bisa ia jelaskan seperti apa perasaannya saat ini. Yang jelas sekarang ia sangat merasa senang. Dan lagi sekarang pergelangan tangannya masih digenggam oleh Kibum. Hal itu membuatnya tidak bisa berpikir dengan baik sekarang. Intinya seorang Kim Kibum kini telah sukses membuat Donghae tidak karuan.

.

.

.

Donghae POV

.

Aish… Kibum, kenapa kau masih memegang pergelangan tanganku sih. Tak tau kah kau dengan sikapmu yang seperti ini, membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat dari pada biasanya. ahh… bagaimana ini, apa aku suruh ia melepaskan tanganku saja ya. Hah… sepertinya itu lebih baik.

"Ki…kibum" ucapku tiba-tiba dengan sedikit tergagap.

'Aish… Lee Donghae sejak kapan kau bicara gagap seperti ini' runtukku kesal dalam hati. Kibum yang mendengar namanya dipanggil pun langsung menghentikan langkahnya lalu menatapku

"Wae?" tanya Kibum singkat sambil menatapku. Aku yang ditatap pun hanya bisa menundukkan kepalaku malu. Malu? Jelas saja malu, mana tahan aku ditatap Kibum secara langsung seperti ini. Apalagi kalau sampai ia melihat semburat merah dikedua pipiku. Ya… andwae aku tak mau ia melihatnya. Bisa-bisa kalau ia melihatnya aku akan dikira aneh karna merona tanpa sebab

"Ani… hanya saja bisakah kau lepaskan tanganku" ucapku pelan namun aku yakin Kibum masih bisa mendengarnya dengan jelas. aku yakin setelah ini ia akan melepaskan tanganku

"Kenapa… apa kau tidak suka hyung?" tanya Kibum yang kini malah mempererat genggamannya dipergelangan tanganku.

"Bu… bukan seperti itu. Tapi apa kau tidak risih dilihat oleh orang-orang yang lewat?" jelas saja dilihat, saat ini kan masih dilingkungan sekolah. Belum lagi anak-anak masih banyak yang belum pulang. dan sejak kapan seorang Kim Kibum berjalan dengan seseorang yang ada disampingnya. Hah… sungguh pemandangan yang langka bukan. Mengingat Kibum selalu bersikap dingin pada orang yang baru ia kenal

"Untuk apa risih? Selama aku masih merasa nyaman seperti ini, apa boleh buat" Kibum berujar cuek. Aku hanya menatapnya bingung, masalahnya aku dan dia kan baru saja bertemu tadi. Berkenalan secara resmi pun belum. Walaupun aku yakin baik aku maupun dia sama-sama mengetahui nama masing-masing. Tapi tetap saja ini membingungkan. Kenapa ia bersikap seperti sudah kenal lama denganku. Tak bisakah ia memperlakukan aku dengan lebih santai. Seperti pulang bersama namun tanpa ia menggenggam pergelangan tanganku seperti ini. Aish sudahlah aku pasrah saja. Lagi pula ini adalah keberuntungan untukku. sepanjang perjalanan pulang tanganku dipegang sama Kibum. Wah… seperti mimpi saja.

.

Donghae POV end

.

.

.

Tanpa sadar Donghae pun tersenyum ketika ia melihat tangan Kibum yang kini masih setia menggenggam pergelangan tangannya dengan lembut. Kibum yang melirik Donghae saat itu pun hanya bisa ikut tersenyum ketika ia melihat senyuman Donghae yang entah mengapa saat ini sangat indah untuk dipandang.

.

"Rumahmu dimana hyung?" tanya Kibum tiba-tiba saat mereka sudah berada didepan gerbang sekolah

"rumahku hanya beberapa blok dari sini" jawab Donghae santai karna ia sudah mulai merasa nyaman dengan keberadaan Kibum disampingnya saat ini. Kibum hanya mengangguk paham mendengarnya

.

"Terima kasih Bummie… telah menemaniku pulang" ucap Donghae saat ia sampai didepan rumahnya

"Ne… sama-sama hyung. Lagi pula rumahku juga tinggal satu blok lagi"

"yasudah kalau begitu. Hati-hati ya Bummie" ucap Donghae tanpa sadar

"Ehh… Bummie?" ucap Kibum heran. Donghae yang menyadari perkataannya tadi pun hanya bisa menutup mulutnya. Kibum hanya tersenyum ketika melihat tingkah laku Donghae yang seperti itu

"Tidak apa-apa hyung kau boleh memanggilku seperti itu. Jika hal itu bisa membuat kita lebih akrab" seketika Donghae yang mendengar itu pun melepaskan tangannya dari mulutnya dan menatap Kibum malu

"Kalau begitu aku pulang dulu ya… hyung yang manis" ujar Kibum sambil menepukkan kedua tangannya dikedua pipi Donghae dengan gemas. Setelah itu Kibum pun mulai berjalan meninggalkan Donghae yang kini wajahnya telah memerah sempurna sampai telinga.

'Aigoo… Kibum bilang aku manis' batin Donghae bingung sambil mengusap kedua pipinya yang memerah.

Sedangkan dari kejauhan kini Kibum memperhatikan Donghae yang dari tadi berdiam diri didepan rumahnya.

'Menarik' ucap Kibum dalam hati sambil tersenyum kecil. Lalu ia pun melanjutkan perjalanan pulangnya.

.

.

.

"Yaa… Donghae-ahh kenapa kau bediri disana" tegur seseorang sambil menepuk belakang pundak Donghae pelan. Hal itu pun sukses mebuat Donghae sadar dan berhenti mengusap kedua pipinya yang masih memperlihatkan samar-samar rona merah

"Ehh" Donghae pun membalikkan badannya. Dan saat itu juga ia pun menemukan sesosok namja berkepala besar yang menatapnya heran

"Sungie hyung~ kapan kau datang?" ucap Donghae lalu memeluk namja itu

"Hem… baru saja Hae. Kau baru pulang sekolah?" Donghae hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Lalu mereka pun masuk kedalam rumah bersama.

.

.

Sedikit penjelasan… Yesung itu merupakan kakaknya Donghae yang selama dua tahun ini kuliah diluar kota. Masalah orangtua… mereka tidak peduli karna selama ini kedua orangtua mereka hanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Dan hal itu juga yang membuat Donghae dan Yesung meminta orangtuanya membelikan mereka rumah yang sederhana seperti sekarang.

Namun karna selama dua tahun ini Yesung kuliah diluar kota, jadilah Donghae hidup sendirian dirumah sederhananya itu. Sederhana? Sebenarnya kedua orangtua mereka ingin memberikan rumah yang lebih dari kata sederhana.

Tapi baik Yesung maupun Donghae berpikiran 'Untuk apa rumah yang besar kalau ujung-ujungnya hanya kami berdua yang tinggal disitu'. Padahal kedua orangtua mereka juga tidak menyetujui prmintaan kedua anaknya yang ingin tinggal dirumah lain. Tapi apa boleh buat kedua anak mereka sama-sama keras. Jadi tak ada gunanya mereka melarang kedua anaknya tersebut. Lagi pula bila dipikirkan ada keuntungannya juga. Baik Donghae maupun Yesung akan lebih mandiri jika hidup bersama seperti itu.

.

.

"Oh ia… bagaimana kabar anak-anakmu hyung"

"anak-anak?"

"Nee… kura-kura kesayanganmu itu"

"Ohh mereka semua baik… apa lagi sekarang ada yang membantuku menjaga mereka"

"Ada yang membantu menjaga mereka? Nugu?" tanya Donghae lalu menatap heran Hyung tersayangnya itu. Bukannya menjawab Yesung malah melangkahkan cepat kakinya keruang tamu mereka. Donghae hanya bisa mendengus sebal karna pertanyaannya diabaikan oleh Yesung

.

"Dia siapa hyung?" tanya Donghae bingung kepada Yesung saat ia mendapati namja manis yang sedang duduk manis diruang tamu mereka

"Oh ia namjachinguku Hae…" namja manis itu pun tersenyum kepada Donghae

"Wah… tak kusangka hyungku yang pabbo ini bisa mendapatkan namjachingu yang manis seperti ini" ucap Donghae kelewat polos tanpa melihat Yesung yang kini menatapnya dengan tatapan tajam

"Yaa… apa maksudmu Hae?" tanya Yesung lalu menjitak kepala Donghae dengan sayang. Namja manis yang merupakan namjachingunya Yesung itu hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku Donghae dan Yesung saat ini. Mendengar namjachingunya yang tertawa, Yesung pun segera menghentikan kegiatannya yang sedari tadi berusaha ingin menjitak kepala Donghae lagi

"Yaa… chagi apa yang kau tertawakan"

"Tidak ada" jawab namja manis itu

"Oh ia kenalkan aku Lee Donghae namja paling tampan dirumah ini" ucap Donghae tiba-tiba sambil meraih tangan namjachingu hyungnya itu.

"Kim Ryeowook… salam kenal" balas Ryeowook sambil tersenyum manis.

"Yaa… ikan cucut, cepat lepaskan tangan namjachinguku" ujar Yesung kesal karna melihat Donghae yang tak kunjung jua melepaskan tangan namjachingu tercintanya itu

"Aish… kau ini hyung. Tenang saja aku tidak akan merebut namjachingumu yang manis ini"

"Nee… aku tahu itu, soalnya kau kan juga sudah mempunyai namjachingu"

"Namjachingu?"

"Aish… kau ini bilang saja kau sudah punya namjachingu"

"Yah… aku memang belum mempunyai namjachingu hyung" ucap Donghae yang kini malah merengek tak jelas

"Mengaku sajalah… namja yang menngantarkanmu pulang tadi itu namjachingumu kan?" tanya Yesung kepada Donghae dengan penuh selidik. Sedangkan Ryeowook hanya menatap bingung kearah mereka berdua, karna ia tak mengerti apa yang kedua kakak beradik ini bicarakan

"Kau melihat Bummie mengantarku hyung?" tanya Donghae dan menatap Yesung tak percaya

"Ohh… jadi namjachingumu itu namanya Bummie"

"Yaa… dia bukan namjachinguku hyung" ucap Donghae gak nyantai

"Seleramu bagus juga ya Hae. Namjachingumu itu wajahnya sangat tampan" Yesung berujar cuek

"Arghh… hyung pabbo menyebalkan" geram Donghae karna kesal.

"Wookie chagi aku lapar. Sebaiknya kau memasak ne…" ucap Yesung tanpa menghiraukan Donghae yang kini kesal karnanya

"Tapi hyung… aku tidak tau dapurnya dimana"

"Baiklah kalau begitu… biar aku tunjukkan" Yesung pun memeluk Ryeowook dari belakang lalu dituntunnya namjachingunya itu menuju dapur. Sedangkan Donghae hanya bisa bergumam tak jelas karna ia merasa keberadaannya diabaikan.

.

"Ikan cucut…" terdengar teriakan nyaring Yesung dari dapur

"Ada apa hyung?" tanya Donghae yang juga balas berteriak sambil dilangkahkannya kakinya kedapur

"Kau kemanakkan isi kulkas?" tanya Yesung saat Donghae telah sampai didapur

"Ehh… itu, selama aku sendiri aku kan memang tidak pernah berbelanja bahan makanan"

"Jadi selama ini kau makan apa Hae?"

"Aku selalu makan diluar hyung"

"Aish… yasudah, kalau begitu sana kau pergi beli bahan makanan" perintah Yesung sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada Donghae

"Tapi hyung kenapa harus aku?"

"Salahmu sendiri kenapa tidak ada persediaan bahan makanan sedikit pun dikulkas"

"Baiklah… kalau begitu aku ganti baju dulu" Donghae pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya sambil menggerutu kecil. Setelah selesai ganti baju ia pun langsung pergi keluar untuk pergi membeli bahan makanan disupermarket terdekat.

.

.

.

.

.

.

tbc

.

yah… kelanjutannya gak jelas ya. ao udah usaha supaya dapetin ide yang lebih dari ini. Tapi gimana ya ujung-ujungnya malah bingung, terus ya jadinya gini deh… tapi moga aja chingudeul gak kecewa ya ma chap yang ini

balesan reviews:

dewi: ia ini masih tbc ko. Ini udah lanjut… makasih ripiunya chingu

kim seo jin aka kimmy: ini udah lanjut. Makasih ripiunya :D

Kim kihae: nee Bummie emang suka sama Hae, tapi Bummie masih malu-malu meong(?). ini udah apdet kilat gak? Makasih ripiunya chingu XD

dew'yellow: ia maklum nih diotak gentayangan KiHae mulu hihi… ini udah lanjut. Makasih ripiunya chingu

elfish: ini udah lanjut… makasih ripiunya

Lullu48129: ia Kibum juga suka sama Hae, tapi masih blm mau ngakuin perasaannya. Ini udah lanjut… makasih ripiunya

Park Je Hee a . k . a NaHaZa: ini chap 2nya udah apdet :D

anon: ini udah lanjut…. XD

isfa . id: ini udah lanjut chingu… makasih ripiunya

MissKihae: ini apdetnya udah cepet belum?

lee minji elf: ini udah lanjut chingu. berapa chap ya? ao juga gak tau, yang jelas chapnya tergantung sama isi otaknya ao hihi…

.

akhir kata… mind to review chingu? :D