Title : Try to Try

Main Cast : Baekhyun and Chanyeol EXO

Other Cast : Member Exo and Other

Genre : YAOI,Romance,Angst

Rate : T

Author : Yesbyunbaekhee12

Lenght : Chaptered

Chaptere 2

A/N : WARNING,this FF with Genre YAOI,JUST FANFICTION!Typo in everywhere,ini fanfic yaoi pertama author,jadi,mohon reviewnya ya,saran dan kritik sangat diperlukan disini :D,baca perlahan,santai dan review :D. Ingat! This is just a fanfic

~EXO'S FANFIC~

"Annyeong haseyo"jawab Baekhyun menakuti rasa takutnya.

"kenapa kau terlihat sangat takut?oh iya, perkenalkan, Park Chanyeol imnida"ujar Chanyeol memperkenalkan diri sembari sedikit membungkuk.

"ne,ne , Choi Baekhyun imnida, bangapsumnida Chanyeol-ah"Baekhyun sedikit gugup saat memperkenalkan dirinya, ekspresi wajahnya tak dapat berbohong tentang itu,percayalah.

Baekhyun kembali menghadap kedepan karena dosen mereka sudah datang, dan lagi, Chanyeol menampakan senyum-nya yang begitu..errr, misterius.

Sungguh, selama hidupnya, Baekhyun tidak pernah seperti ini, merasa sangat ketakutan. Bagaimana tidak takut, kau sekelas dengan seorang 'penjahat' dan hanya mengajak berkenalan dengan dirimu? Keringat dingin terus mengalir dari pelipis Baekhyun. Ia merasa risih dengan dirinya sendiri dan namja yang ada di belakangnya. Wajahnya pucat, sungguh seperti orang yang ketakutan. Lebih tepatnya, menunjukan bahwa seorang Choi Baekhyun sangat takut. Karena ditatapi oleh seorang Park Chanyeol.

"AKHIRNYA"Batin Baekhyun lega. Yap,jam mata kuliah pertama akhirnya selesai dan dengan cepat ia mengemasi buku-bukunya.

"kau terlihat sangat terburu-buru, maukah kau kita ke cafetaria kampus bersama?"

Tubuh Baekhyun kaku, suara itu, lagi. "ma-maaf Chanyeol-ah, aku ada janji dengan teman-teman ku"jawab Baekhyun lalu melesat pergi. "kyaaa" Baekhyun hampir terlentang karena terpeleset. Dengan sigap ia memulihkan keseimbangannya lalu berlari lagi.

"apakah aku semenyeramkan itu hingga dia sampai seperti itu?"tanya Chanyeol bingung.

SKIP TIME~

Baekhyun sampai di cafetaria kampusnya, ia melambaikan tangan kanannya ke suatu arah lalu beranjak menghampirinya.

"kenapa kau terlihat pucat Baekhyunie~?"tanya Luhan lembut.

Baekhyun menatap Luhan dengan ekspresi like this O_O and the answer from Luhan is like this -_-.

"waeyeo Baekhyun-ah?"kini Kyungsoo yang buka suara.

"aku..."Baekhyun mulai menjawab. "aku..."sambung Tao. "satu kelas dengan Chanyeol sekarang, bisa bayangkan seberapa buruknya itu?"tanya Baekhyun.

"astaga..."respon Lay dan Kyungsoo lalu menutup mulut masing-masing. "tunggu,apa yg jadi masalah?"tanya Tao polos.

"dia hanya mengajak aku saja untuk berkenalan di kelas tadi"jawab Baekhyun.

"kau harus berhati-hati mulai sekarang"pesan Luhan. "maksud mu hyung?"tanya Baekhyun menggigit kuku jari tangannya. "aigoo, aku harus pergi sekarang, aku ada pertemuan dengan dosen ku, annyeong"pamit Luhan lalu melesat pergi.

"Hyung~"lirih Baekhyun namun tak digubris oleh Luhan sama sekali.

"itu Chanyeol!"seru Tao saat melihat sosok Chanyeol dan adiknya Jongin. "astaga Tao!"pekik Baekhyun dalam hati. Chanyeol tersenyum mengerti dengan suasana seperti ini. Karena pasti, Baekhyun sudah menceritakan hal tentang Chanyeol pada kawan-kawannya.

Sedangkan Jongin, ia justru terpesona oleh sosok Kyungsoo yang tengah membulatkan matanya yang sudah bulat ke arah Tao.

Chanyeol dan Jongin pun berjalan mendekati meja tempat Kyungsoo dan kawan-kawannya menunggu pesanan. Jongin tersenyum ke arah Kyungsoo sambil melambaikan tangannya "hai~"

Kyungsoo hanya menatap aneh Jongin dengan mata bulatnya lalu mengerjapkan matanya imut. Itu sungguh sangat imut, membuat Jongin semakin tersenyum dan membuat wajahnya semakin tampan. Kini Kyungsoo sudah tidak peduli dengan Tao dan Tao memandang aneh pada Kyungsoo. Ah,jangan bilang kalau kau terpesona pada Jongin Kyungsoo-ya?

Tak lama, pesanan mereka pun datang, hanya semangkuk sereal saja. Baekhyun mulai menyantap serealnya yang sudah ada di depan mata. Saat suapan ke-3, Baekhyun merasa aneh dengan atmosfer disekitarnya. Ia menoleh sedikit kekanan, tepat meja Chanyeol dan Jongin yang berada tidak jauh disamping mereka. Baekhyun mendapati Chanyeol menatapinya lalu tersenyum yang malah membuat wajah Chanyeol terlihat mesum, dengan cepat Baekhyun mengalihkan pandangannya.

Selama ia makan siang dengan Kyungsoo, Lay dan Tao. Baekhyun sungguh tak bisa menikmati waktu beristirahat itu, keringat dingin menetes terus dan membuat kaos dalam Baekhyun basah. "sial,padahal lagi musim dingin"umpat Baekhyun.

Baekhyun merasa risih dengan tatapan Chanyeol, berkali-kali ia menjatuhkan sendoknya karena saat ia melirik sedikit saja, ia mendapati Chanyeol tengah menatapnya tajam. Bukan karena ia malu karena di tatapi oleh namja setampan Chanyeol, lebih tepatnya lagi karena ia merasa takut dengan sosok Chanyeol, sangat takut. Ia berfikir "mana mungkin Chanyeol menyukai ku, aku tidak cantik, tampan, manis atau imut dsb. Tapi sungguh, aku merasa takut akan hal ini, sangat takut" ayolah Baekhyun, kau mengatakan kau tidak tampan, imut, manis atau cantik? Itu adalah salah satu kebohongan besar jika kau mengatakan TIDAK.

Berbeda dengan Baekhyun, Chanyeol justru tersenyum senang melihat sikap Baekhyun sekarang. Ntah apa yang difikirkan oleh Chanyeol. Yang pasti, Chanyeol memiliki rencana yang cukup licik untuk mendapatkan seorang Baekhyun seutuhnya. Baekhyun,sepertinya kau harus berhati-hati!

~EXO FICTION~

"SIAL!"pekik seorang namja payuh bara sambil menjatuhkan setumpuk kertas yang semula di meja kerjanya sekarang berhamburan di lantai. Asisten namja itu hanya menundukan kepalanya.

"jadi tuan Choi, bagaimana ini?jika hutang dan permasalahan lain di biarkan, Choi Group benar-benar bisa bangkrut total tuan"tanya asistennya.

"kenapa bisa jadi seperti ini!argh!"seru namja itu.

"ini sungguh terjadi secara tidak terduga"jawab asistennya. "saya rasa, jika anda menjodohkan salah satu anak anda dengan putra dari Park Corporation, itu bisa banyak membantu perusahaan ini tuan"tambah asistennya.

"jika begitu, aku sama saja menjual Kris dan Luhan pada mereka demi perusahaan ini, lagi pula mereka masih sangat muda"respon tuan Choi.

"Baekhyun?"

"Baekhyun? Cih,apa yang bisa diandalkan dengan anak itu, fisik lemah yang selalu menyusahkan, mana mungkin keluarga Park mau menerima"bantah tuan Choi.

"kita tidak akan pernah tau tuan, kita harus mencobanya, lagi pula, Baekhyun sangat manis dan cantik, kita coba saja dulu"nasehat sang asisten.

"jika gagal?"tanya tuan Choi ragu. "kita bisa memikirkan itu setelah ini, kita tidak boleh berlama-lama, Perusahaan Park lah satu-satunya yang bisa diharapkan"

Tuan Choi terdiam, haruskah ia menggunakan Baekhyun? Perlahan ia mengangguk walaupun ada 1 keraguan dihatinya, namun ia hapus dengan keseriusannya.

"kita akan berbicara dengan tuan Park"titah tuan Choi yang di angguki oleh asistennya.

~EXO FICTION~

Baekhyun melirik jam tangannya, "masih jam 4 sore"ujarnya. Ya, kuliah lebih cepat selesai hari ini karena dosen Baekhyun sedang sakit. Jadi, sang dosen pun meminta pengertian mahasiswa-siswinya untuk mengakhiri kuliah hari ini 1 jam lebih awal.

"haruskah aku pulang kerumah naik bus? Kris-hyung saja masih kuliah, ya sudah, aku keruang musik saja"ujar Baekhyun kemudian melangkahkan kakinya melewati lorong dengan tujuan utamanya 'ruang musik'.

SKIP TIME~

Baekhyun berhasil sampai di ruang musik dengan selamat sehat sentosa(?). ia mendapatkan ruang musik yang kosong tersebut. "baguslah"gumamnya.

Ia berjalan menghampiri sebuah piano berwarna transparan sehingga memperlihatkan struktur dan kinerja piano tersebut. Ia meraihnya dan mulai memainkan setiap tuts piano tersebut sembari bersenandung merdu.

Boiji anhteon ge boigo~ Deuliji anhteon ge deullo~

Neo nareul tteonan dwiro naegeneobdeon hingmi saenggosseo~

Yap, Baekhyun mengekspos suara merdunya tanpa diketahui bahwa ia sedang diperhatikan oleh orang lain di luar sana, tepatnya di balik pintu yang tertutup.

"suaramu sangat merdu, kau mampu membuat hati ku bergetar, jangan salahkan aku jika aku benar-benar ganas pada orang lain saat aku memliki mu nanti, karna kau, benar-benar hanya untuk ku"batin seseorang.

"aahhh, lagu Miracles in December memang sangat indah, ini lagu yang aku dan Kris hyung ciptakan untuk Suho hyung sebagai kado ulang tahunnya. Hufftt, kenapa Suho hyung tidak menembak ku saja dan meminta ku menjadi kekasihnya, sudah dipastikan aku akan langsung menerimanya, ahhh" Baekhyun mulai berfantasi ria tanpa menyadari telah membuat seseorang yang memperhatikan nya merasakan sakit yang teramat sangat.

Baekhyun beranjak mendekati sebuah gitar berwarna putih polos. Ia mencoba memainkan segala lagu yang ia ingat dengan kemampuan bergitar yang sangat terbatas itu.

"astaga, kenapa bermain benda ini sangat susah"keluh Baekhyun yang selalu gagal saat memainkan lagu-lagunya.

"bukan seperti itu cara bermainnya sayang"suara berat yang sangat ia kenali dan sangat tidak asing baginya.

"Cha-cha-chanyeol"gumam Baekhyun. Baekhyun dengan cepat berlari mengambil tasnya yang bersandar di dinding. Namun, saat ia membalikan badannya, ia terhalang karena Chanyeol yang tiba-tiba menahan kedua tangannya lalu membentangkan tangannya ke dinding. Sial, Baekhyun sudah terpojok di dinding sekarang, bahkan gitar yg ia genggam terhempas ke lantai dingin itu.

Sungguh, kaki Baekhyun terasa sangat lemas sekarang, belum lagi kini matanya menatap mata tajam Chanyeol dengan jarak yang sangat dekat.

Chanyeol menyeringai, Baekhyun berkeringat dingin. Atmosfer di ruangan tersebut terasa memanas, padahal sedang musim dingin dengan suhu yang sangat rendah.

"kau tau, kau miliku semata, tak boleh ada orang lain yang merebut mu, aku akan memberi tanda itu pada mu, tanda kau miliku secara ilegal"ujar Chanyeol seduktif dan berhasil membuat Baekhyun menelan air liurnya dengan susah payah.

"Tuhan, tolong kirimkan Kris hyung kesini, aku takut"batin Baekhyun.

"bersiaplah sayang"ujar Chanyeol. Chanyeol mulai mengeliminasi jarak diantara mereka. Secara perlahan Chanyeol mendekat, menempel kan bibirnya dengan bibir Baekhyun. Ia mulai melumat bibir Baekhyun, menjilati bibir manis itu dan seperti ingin melahap bibir itu. Sungguh, Chanyeol sedang mencium Baekhyun dengan sangat panas sekarang.

Baekhyun membelalakan matanya, satu tetes air matanya menganak sungai dari sudut mata. "hyung~tolong aku~hiks hiks hiks"

"eungh,eungh"desah Chanyeol yang benar-benar melahap bibir Baekhyun. Merasa kurang direspon, Chanyeol menggigit kecil bibir Baekhyun. "Cha-mmmpphh"belum sempat Baekhyun melanjutkan ucapannya, Chanyeol langsung memasukan lidahnya kedalam mulut Baekhyun. Mengabsen setiap butir gigi indah Baekhyun. Menjelajahi setiap inci gua hangat tersebut.

"mmpphh" Baekhyun mulai mendesah tidak jelas karena tak tahan. Baekhyun, ku mohon sadarlah!

Tangan Chanyeol mulai nakal meraba tubuh ramping Baekhyun. Kemudian, Chanyeol sudah mulai melepas kancing kemejanya dan melepaskan sabuk di celananya. Astaga Chanyeol, apa yang akan kau lakukan hah?!

Baekhyun semakin lemas dan takut, pikirannya sudah kemana-mana, ia bukan menikmati, tapi pasrah dan takut. Air matanya semakin deras saat melihat kancing celana jeans Chanyeol telah terbuka memperlihatkan underwear Chanyeol, di tambah lagi saat ia melihat tubuh Chanyeol terekspos karena seluruh kancing kemeja sudah terlepas. Baekhyun semakin takut dan takut.

Kini, tangan Chanyeol tengah menarik tengkuk Baekhyun untuk memperdalam ciumannya, ia lapar, lapar akan tubuh Baekhyun.

"hyung~tolong adik mu"

Hanya itu yang bisa diucapkan Baekhyun dalam hatinya, lebih tepatnya berteriak, ia sangat takut, sungguh takut.

"BAEKHYUN!" pekik seseorang dari arah pintu masuk. "terima kasih Tuhan"batin Baekhyun. "cihh, pengacau, sungguh, libido ku sudah, ahh"Chanyeol semakin jadi memangsa Baekhyun tak memperdulikan seseorang yang datang.

Namja itu mendekati Chanbaek, dengan kasar namja itu menarik Chanyeol melepaskan tautan bibir antara Chanyeol dan Baekhyun. Baekhyun menjadi sangat lemas dan dengan segenap tenaga ia membopong tubuhnya dengan kedua tangannya.

Baekhyun mulai menangis "hiks hiks"

Namja itu menghempas tubuh Chanyeol ke lantai, ia menduduki perut Chanyeol lalu menonjok wajah Chanyeol beberapa kali dengan kepalannya yang kuat, bahkan sangat kuat.

"SHIT!"umpat namja itu.

"beraninya kau menyentuh Baekhyunie"ujarnya masih memukul Chanyeol. Namja itu kemudian bangkit lalu mengangkat Chanyeol dengan menarik kemeja Chanyeol.

"NEO?!" bentaknya lalu memukul Chanyeol dengan sangat kuat hingga membuat Chanyeol membalikan badannya hingga jatuh lagi. Bahkan, membuat bibir Chanyeol sedikit berdarah dan mengalirkan sedikit darah di ujung bibirnya. Chanyeol malah tersenyum meremehkan.

Namja itu mulai mendekati Chanyeol lagi, belum puas ingin menghajar Chanyeol yang dengan lancangnya menyentuh Baekhyun. Ditambah lagi dengan keadaan Chanyeol yang dengan kancing kemeja terlepas dan kancing celananya yang juga lepas.

"Su-su, Suho hyung..."suara Baekhyun menginterupsi kegiatan namja itu yang ingin menghajar Chanyeol LAGI.

Namja yang bernama Suho itupun menoleh kearah Baekhyun. "wae Baekhyunie?"tanya Suho berusaha lembut.

"bi-bisa hiks hiks, kau hiks hiks, mengantarku pulang?hiks"tanya Baekhyun sambil terisak. Ya, sekarang, air matanya hingga menetes ke atas lantai.

"tentu Baekhyun"jawab Suho menghampiri Baekhyun lalu membantu Baekhyun bangkit dan membawa tasnya.

"bagus lah hyung, hiks hiks, aku tak ingin Kris hyung melihat keadaan ku yang seperti ini hyung"jelas Baekhyun lalu beranjak pergi dibantu Suho.

"kau Chanyeol-ah, aku tak akan membiarkan mu hidup jika ini terulang"pesan Suho lalu membawa Baekhyun pulang.

Chanyeol tersenyum meremehkan, walaupun ia gagal mencicipi Baekhyun, ia cukup senang saat ini, ia berhasil membuat tanda di bibir Baekhyun. Tanda bahwa Baekhyun akan benar-benar menjadi miliknya. "dan kau Suho, jangan harap kau bisa dekat dengan Baekhyun lebih lama lagi" ujarnya kemudian mulai merapikan dirinya.

~EXO FICTION~

Baekhyun dan Suho sedang berada di dalam mobil sekarang, tubuh Baekhyun sudah terbungkus oleh selimut tebal yang kebetulan ada di dalam mobil Suho. Suho mengendarai mobilnya menuju rumah Baekhyun. Sesekali ia menoleh ke arah Baekhyun yang sedang menangis meratapi kebodohannya yang tidak menolak perlakuan Chanyeol.

Bukannya tidak mau menolak, Baekhyun terlalu lemah saat itu, ditambah lagi ia belum mengisi perutnya. Mengingat kejadian itu justru membuat Baekhyun semakin menangis.

"sudah Baekkie, kau aman sekarang, sudah sudah"Suho berusaha menenangkan Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk paham saja namun masih tetap menangis.

SKIP TIME~

Mobil Suho berhenti dengan mulus didepan rumah mewah Baekhyun. "ayo aku antar kedalam Baekhyunie"ujar Suho sedangkan Baekhyun hanya mengangguk.

Sungguh, Baekhyun sedang tidak karuan saat ini, sedih karena hal yang ia alami tadi, senang karena orang yang ia sukai sekarang sedang merangkulnya, memeluknya membawa masuk kerumah, mencoba menghangatkan tubuh mungil Baekhyun.

Saat sudah sampai di depan pintu. Baekhyun meminta Suho pulang kerumah, bukan maksudnya untuk mengusir orang yang ia sukai. Ah, aku salah, lebih tepatnya yang dicintai oleh Baekhyun. Baekhyun khawatir dengan kesehatan Suho jika tidak langsung pulang, lihat saja salju sudah turun lagi.

Suho yang mengerti langsung pamit dan meninggalkan Baekhyun didepan pintu. Saat ia lihat punggung Suho sudah tak ada dihadapannya, Baekhyun pun masuk kedalam rumah, sungguh penampilannya sudah tidak karuan sekarang.

Rambut acak-acakan, wajah kusut, ada banyak jejak air mata di wajahnya, dan yang terburuk sekarang adalah bibirnya yang membengkak ulah Chanyeol. Ditambah lagi dengan bercak ungu dibibir cherrynya. Ya, Chanyeol terlalu lahap menyantap bibir Baekhyun.

Luhan yang ternyata sudah pulang duluan tadi menghampirinya, dengan cepat Baekhyun menundukan kepalanya "jangan sampai ketahuan, bisa mati namja yang bernama Chanyeol itu nanti"batin Baekhyun.

"hai Baekhyun, ibu memasak bacon, ayo makan, kami menunggu mu sedari tadi"ajak Luhan.

"ani hyung, aku lelah dan ingin langsung ke kamar saja"jawab Baekhyun menyembunyikan wajahnya dan tangan kirinya memegangi perutnya.

"kenapa kau memalingkan wa-"

"aku ingin langsung kekamar saja hyung"potong Baekhyun cepat dan langsung berlari menuju kamarnya.

"YAK!Baekhyun" teriak Luhan namun tak digubris oleh Baekhyun. "ada yang tidak beres ini, pasti"yakin Luhan.

Baekhyun langsung menutup pintu kamarnya dengan keras, ia mengunci kamar itu dan menggantung kunci kamarnya di gantungan dekat meja belajarnya. Ia dengan cepat mengganti bajunya dan berlari kekamar mandi. Selesai dengan itu semua, ia berlari ke kaca riasnya.

"Ya Tuhan~"lirih Baekhyun saat melihat pantulan nya di cermin riasnya.

Ia memegangi bibirnya, ia dapat melihat dengan jelas bercak-bercak ungu ini walau dari jauh sekali pun.

Baekhyun runtuh, ia terduduk di lantai kamarnya, jendela tiba-tiba saja terbuka dan menghembuskan angin malam, angin musim dingin. Menerpa gorden putih tipis itu, menerpa lonceng hadiah suho yang ia gantung di jendela, menerpa Baekhyun yang merasa hancur. Air mata kembali menghiasi wajahnya.

"hiks hiks"isakan kembali keluar dari bibir Baekhyun. Ia memejamkan mata indahnya, membiarkan air mata yang terus mengalir. Ia menikmati tangisannya yang diterpa oleh angin malam yang mengelus lembut surainya.

Other Side

"dimana adik mu Kris?"tanya sang Appa, tuan Choi.

"ia tidak turun-turun juga ne"tambah sang Eomma.

"ada yang tak beres dengannya, ia juga menolak makan malam bersama, padahal ada bacon"kini Luhan lagi yang berbicara.

"sungguh?"tanya Kris kaget. Luhan mengangguk, "ia bahkan tak mau menatap ku, aku yakin dia belum makan, ia saja tadi memegangi perutnya yang sempat berbunyi, lalu berlari menuju kamarnya"jelas Luhan lagi.

"pasti ada masalah lagi"Batin Kris.

"aku akan menemuinya setelah makan, Selamat Makan"ujar Kris lalu mulai melahap makanannya.

15 menit berlalu, Kris selesai dengan makan malamnya, membiarkan piringnya yang tergeletak di meja karena ia tau maidnya akan mengurusi itu semua. Kris membawa nampan yang terdapat menu makan malam diatasnya menuju destinasi utamanya, kamar Baekhyun.

Tok Tok Tok.

"Choi Baekhyun, buka pintu kamar mu"ujar Kris.

Baekhyun membelalakan matanya, ia spontan menjawab dengan suara yang masih bergetar "tidak mau"

Kris semakin merasa ada yang aneh dengan adiknya, pasti ada sesuatu yang terjadi. "aku ulangi sekali lagi Baekhyun, buka pintu mu!"perintah Kris dan Baekhyun masih keras kepala tidak mau membuka pintu. Ayolah Baekhyun, jangan bodoh, kau lupa kau sedang berurusan dengan kakak mu yang tidak biasa itu ha?

"baiklah jika kau tidak mau Baekhyun-ah!"suara Kris mulai meninggi.

HENING~

Clek!

Pintu Baekhyun tiba-tiba terbuka, mata Baekhyun melebar. Astaga! Itu yang difikirkan Baekhyun. Kris mulai masuk kedalam kamar dan Baekhyun berlari menuju ranjang dan menutupi wajahnya dengan selimut.

"kau lupa kalau hyung punya kunci cadangan kamar mu eoh? Ayo makan!"perintah Kris.

"ani!"jawab Baekhyun.

"keras kepala anak ini ternyata"gumam Kris.

"ayo makan"perintah Kris menarik selimut Baekhyun. Baekhyun terkejut, ia bangun dan menatap Kris namun ia menutup bibirnya dengan erat.

Kris tersentak saat melihat ada jejak air mata di wajah Baekhyun. Ia curiga dengan Baekhyun yang menutupi bibirnya. Dengan kuat Kris menarik tangan Baekhyun dan berhasil.

Kris semakin terkejut saat melihat bibir Baekhyun yang bengkak dengan bercak ungu itu. Mata Kris membulat, Baekhyun menangis lagi.

"siapa yang melakukannya?"tanya Kris khawatir. Baekhyun menggeleng. "aku tau kau diantar oleh Suho pulang, jika kau tak ingin melihat Suho babak belur karna memulangkan mu kerumah dengan keadaan seperti ini, beri tau aku Baekhyun"ujar Kris lantang.

Baekhyun menatap kakaknya. Ia tau kakaknya sangat serius. Namun tak pernah seserius ini, sungguh.

"hhaahhh~" Baekhyun menghela nafasnya bergetar. "beri...tau...aku"ujar Kris lagi.

"Chanyeol" dan Baekhyun pun mulai menjelaskan semuanya.

Kris mengepalkan tangannya, ia menggertakan giginya. Ia sangat marah karena adiknya telah dilecehkan seperti itu. Ia berjanji, Chanyeol akan mendapatkan pelajaran berharga selain mata kuliahnya.

~EXO FICTION~

3 hari kemudian.

BUKH!

Satu bogem mentah melayang dipipi mulus Chanyeol. "hyung!"teriak Baekhyun dari dalam mobil. "hyung!"teriak Baekhyun lagi. Baekhyun ingin sekali berlari menahan Kris yang emosi atas sikap Chanyeol padanya.

Bagaimana Baekhyun ingin keluar, ia dikunci oleh Kris didalam mobil. Sungguh, Baekhyun sangat takut melihat kakaknya yang berubah sangat ganas sekarang. Baekhyun takut kakaknya akan membunuh anak orang. Itu saja.

"kau, kurang ajar! Beraninya kau!"bentak Kris mendorong Chanyeol kedinding sembari mengenggam erat kerah kemeja Chanyeol.

"kenapa? Kau tidak senang eoh? Baekhyun saja sampai mendesah kemarin, bukankah dia menikmatinya?"tanya Chanyeol dengan nada mengejek.

"brengsek kau Chanyeol! Jangan pernah kau sentuh adik ku lagi! Kau dengar! Aku tak ingin masa depannya hancur karena mu"ujar Kris melepas kemeja Chanyeol.

"kau pikir kau siapa?"

"aku kakaknya!"bentak Kris.

"adikmu tak akan bisa lepas dari ku"ujar Chanyeol menyeringai. "kau! Sungguh..."Kris menahan emosinya, ia tidak ingin membunuh anak orang walau dalam hati ia sudah sangat ingin menghabisi Chanyeol.

Ia berlalu pergi kembali ke mobilnya. Chanyeol tersenyum senang, bukan Chanyeol namanya jika ia menyerah untuk mendapatkan tubuh Baekhyun seutuhnya.

"bahkan, tanda dibibir itu tidak hilang, padahal sudah 3 hari berlalu"ujar Chanyeol tersenyum penuh kemenangan.

~EXO FICTION~

"aku benci saat kau berbuat kasar hyung"ujar Baekhyun ketus langsung berjalan menuju kamarnya.

"aku kesal Baekhyun-ah"jawab Kris.

"aku tidak peduli"bantah Baekhyun.

"cepat mandi dan kita akan makan malam!"seru Kris.

"tidak, kau makan saja sendiri sana"bantah Baekhyun lagi.

"aku akan menyiapkan satu makam untuk Suho jika kau tidak mau makan malam"pesan Kris. Baekhyun langsung membelalakan matanya. Ia membayangkan jika Suho, orang yang ia cintai namun belum ia nyatakan perasaannya, akan mati hanya karena ia tak ingin makan malam.

"Baiklah, aku akan makan"Baekhyun menyerah, Kris tersenyum senang.

SKIP TIME~

Keluarga Choi tengah menikmati hidangan makan malam yang tersedia. Kali ini, temanya adalah masakan Jepang. Hening, hanya suara sumpit yang terdengar saat bertemu dengan alat makan lainnya. Semua tetap hening hingga tuan Choi bersuara.

"Baekhyun, Appa ingin berbicara"

Baekhyun menatap ayahnya sambil mengunyah makanannya. "dengarkan dengan baik ne"titah ayahnya. "kau akan menikah minggu depan dengan putra sulung keluarga Park, Park Chanyeol. Ayah, Ibu, dan keluarga Park sudah sepakat akan menjodohkan kalian"tambah tuan Choi.

Baekhyun mendengarnya sangat terkejut, ia langsung menelan makanannya tanpa rintangan yang berarti. Sedangkan Kris dan Luhan, mereka langsung mengambil segelas air putih.

Mata Baekhyun memanas.

"aku tidak mau"bantah Baekhyun.

"tidak ada penolakan, kami sudah sepakat, ini juga demi perusahaan, kau harus melakukannya demi memulihkan perusahaan, dengan pernikahan ini, keluarga Park akan mengalirkan dana ke perusahaan kita, dan perusahaan terselamatkan. Dan tuan Park bilang, Chanyeol sangat tertarik pada mu, tidak ada penolakan. Sekali-sekali, jadilah anak yang berguna Baekhyun-ah"jelas Ayahnya.

Sungguh, Baekhyun merasa dirinya sebuah cermin yang jatuh dari Namsan Tower lalu pecah berkeping-keping. Ia merasa dirinya seperti di jual.

"ne~"Baekhyun menunduk dan menjawab ayahnya dengan suara bergetar. "baguslah"ayah Baekhyun lega.

"aku sudah selesai dengan makanan ku"ujar Baekhyun lalu berlari meninggalkan ruang makan itu. Ia menangis, tak mampu membendung air matanya.

"Baekhyun"lirih Kris. Ia tak tau mengapa, hatinya merasa tertusuk dan pecah berkeping-keping mendengar perjodohan ini. Baekhyun-nya, akan menikah dengan orang yang dibenci olehnya. Kris menggertakan giginya. Mengepalkan tangannya.

"Brengsek kau Chanyeol"gumam Kris yang sudah meninggalkan ruang makan tersebut.

TBC

Annyeong haseyo yeoreobun. Baekhee kembali dengan chapter 2 dari Try to Try(judul mainstream) ==". Terima kasih ya buat chingu yang udah mau ngereview FF Baekhee, ngefollow dan juga ngefavorite. Sungguh Baekhee sangat menghargainya dan Thanks a lot. Maaf ya kalau adegan kisseunya kurang Hot -,- Baekhee masih amatir buat FF yang hot begini -.- tapi Baekhee janji bakal buatnya lebih bagus lagi di next chapter. Maaf ya buat Chanbaek sipper karna Baekhyun belum memiliki rasa sama Chanyeol. Tunggu saja ne ~Wink~. Pasti ada kok suatu saat nanti karena mereka pusat cerita ini.

Lalu, jangan lupa review ne, mari kita saling menghargai karya seseorang ^^. Need your review ^^ tunggu chapter selanjutnya! Gomawo simida, terima kasih, thank you, mercy, arigato gozaimasta, xie xie!