SasuFemnaru

Naruto dan seluruh cast-nya adalah milik Masashi Kishimoto

Dan itu Mutlak

Umur chara:

Namikaze Naruto AKA. Akasuna Kyubii - 28 Thn

Uchiha Sasuke - 29 Thn

Hatake Kakashi - 32

Uchiha Itachi - 34

Namikaze Kurama - 32

Namikaze Naruko - 28 (Lebih mudah 4 bln dari Naruto)

Namikaze Deidara - 29 Thn

Akasuna Sasori - 30 Thn

Simura Sai - 18 Thn - 3 SMA

Yamanaka Ino - 18 Thn -3 SMA

SasuFemnaru or KakaFemNaru

"Tidak! Aku tidak akan mengajukan pembatalan pernikahan!" ujar Sasuke tegas.

"Tidak Sasuke! Ka-san tidak mau tahu! kau harus membatalkannya." Tukas ibunya tak kalah sengit. Mikoto tak akan menyerah untuk memaksa Sasuke untuk membatalkan pernikahannya dengan Naruto.

Saat ini seluruh keluarga Uchiha maupun Namikaze sedang berkumpul di kediaman pribadi Sasuke. Dari keluarga Uchiha ada dua Uchiha senior, Fugaku dan Mikoto, juga Itachi dan Sasuke.

Dan dari pihak keluarga Namikaze ada, Minato kepala keluarga Namikaze berserta Kushina, dan Naruko anak bungsu mereka. Anak sulung mereka tak hadir.

Pagi-pagi sekali mereka semua mendatangi kediaman Sasuke. Dengan tujuan untuk membatalkan pernikahannya dengan anak kedua Namikaze.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya kedua keluarga berusaha memaksanya bercerai secara sepihak.

Terutama ibunya. Mikoto selalu merecoki dan memaksanya dengan segala cara dan itu membuatnya merasa jengah dengan paksaan ibunya.

Karena tidak ingin sampai berseteru dengan sang ibu, maka Sasuke memutuskan pindah dari rumah orang tuanya ke rumah yang telah lama ia siapkan untuk tempat tinggalnya dengan sang istri. Tapi istrinya malah pergi entah kemana sejak 5 tahun lalu.

Dan disinilah mereka semua, duduk di ruang tamunya. Kembali memaksakan kehendak mereka terhadap dirinya.

"Tapi ini sudah lima tahun, Sasuke! apa kau tidak ingin menikah lagi dan yang paling penting tidakkah kau ingin punya anak?" Kushina ikut menimpali. Ia sebisa mungkin membantu Mikoto untuk membujuk Sasuke.

"Oto-san! bagaimana dengan anda? apa anda juga berpikir bahwa sebaiknya aku menceraikan putri anda?"

Bukannya menjawab pertanyaan ibu mertuanya, ia malah balik bertanya pada ayah mertuanya, Minato. Setelah terdiam cukup lama.

Semua orang lantas memalingkan perhatian mereka pada kepala keluarga Namikaze tersebut.

Minato yang dilempari pertanyaan seperti itu dari menantunya, tak tahu harus menjawab apa. Di satu sisi ia merasa bersalah pada keluarga Uchiha, atas kelakuan putri keduanya yang dianggapnya tak bertanggung jawab, karena sudah pergi tanpa kabar selama Lima tahun.

Tapi di sisi lain Minato juga tak bisa menampik bahwa ada ketidakrelaan jika sampai pernikahan putrinya kandas di tengah jalan. Meskipun semua ini memang kesalahan Naruto.

Tapi tetap saja Minato adalah seorang ayah. Dan sebagai ayah dirinya tak ingin rumah tangga anaknya berakhir.

"Sasuke-kun! kau pasti tahu apa yang ada dihatiku ini. Sebagai ayah aku tak ingin melihat rumah tangga anak-anakku berantakan."

"Anata! apa yang kau katakan? Naruto bukan hanya sudah membuat Sasuke-kun, menderita. Tapi ia juga sudah membuat malu keluarga kita!" Sergah Kushina sembari memandang tajam pada suaminya.

Tapi tak perduli pada Istrinya, Minato justru melanjutkan ucapannya;

"Sasuke! aku tak pernah ingin kau menceraikan Naruto. Tapi demi kebaikan semua orang, ada baiknya kau pertimbangkan ulang. Bagaimanapun, di sini putrikulah yang bersalah karena telah pergi meninggalkanmu. Jadi jika kau ingin menceraikanya, aku tak akan bicara apapun." Ujar Minato.

Kushina dan Mikoto tersenyum lega mendengar ucapan Minato.

Naruko yang duduk disamping Kushina juga tak kalah senangnya. Tapi dia terpaksa menahan diri.

Berbeda halnya dengan Fugaku dan Itachi. Fugaku memang sejak awal menentang pernikahan Sasuke dengan Naruto, sama seperti Istrinya.

Tapi seiring berjalannya waktu Fugaku pun akhirnya menerima Naruto dengan lapang dada. Meski pada akhirnya dirinya justru merasa kecewa, karena di saat ia mulai menganggap Naruto sebagai menantunya, Naruto malah pergi. Membuat Sasuke menderita.

Karena itulah saat Mikoto menyarankan agar Sasuke membatalkan pernikahannya dan mencarikan jodoh lain untuk Sasuke, Fugaku-pun menyetujuinya.

Itachi hanya memandang khawatir pada adiknya. Lima tahun yang lalu, saat adik iparnya pergi atau hilang. Sasuke sangat terpukul dan frustasi, Sasuke bahkan hampir depresi. Itachi masih ingat bagaimana kurusnya tubuh Sasuke, karena menjadi pecandu Alkohol.

Ia memilih Alkohol sebagai pelariannya. Bukan hanya tubuhnya rusak dan tak terawat. Mentalnya pun menjadi labil. Dia kerap berteriak memanggil-manggil nama istrinya. Dan saat orang yang dipanggilnya tak datang, maka Sasuke akan menghancurkan barang-barang disekitarnya.

Barulah Sasuke kemudian membaik Ketika Itachi tanpa sepengetahuan orang tuanya, akhirnya berjanji untuk mencari dan menemukan Naruto.

Namun sebagai gantinya Itachi-pun meminta Sasuke untuk tak merusak dirinya lagi dengan minum-minuman keras.

Sasuke dengan senang hati menerima janji Aniki-nya itu. Dia pun ikut berjanji untuk berhenti minum.

Meskipun tak mudah untuk lepas dari ketergantungannya pada Alkohol.

Dan sebagai langkah awal Itachi membawa Sasuke keluar negri. Lalu membantunya mendapatkan Psikolog untuk membantu kesembuhan mentalnya.

Sasuke akhirnya bisa sembuh.

Dirinya berhasil lepas dari ketergantungannya pada Alkohol. Mentalnya juga perlahan-lahan mulai stabil.

Tiga tahun yang lalu Itachi dan Sasuke akhirnya pulang ke Jepang setelah Sasuke dinyatakan sembuh.

Fugaku dan Mikoto menyambut kepulangan kedua putra mereka dengan haru.

Namun belum lama kepulangan mereka, sang ibu tiba-tiba saja tanpa tedeng aling-aling, langsung meminta Sasuke untuk membatalkan pernikahannya.

Itachi merasa cemas sekali saat itu. Takut Sasuke akan kambuh.

Tapi ketakutan Itachi tak terbukti. Sasuke dengan tenangnya menolak keinginan sang ibu. Tapi Mikoto tetap ngotot. Karena tidak tahan lagi, Sasuke akhirnya memilih pindah ke rumah ini.

Sasuke mengepalkan tangannya.

"Baiklah! kalau begitu, aku akan menceraikan Naruto. Tapi setelah dia kembali." Ujar Sasuke final.

Sasufemnaru

Hari sudah sore, ketika Kyuubi berjalan pulang sambil menghitung uangnya. Ia tersenyum lebar. 'Akhirnya, aku bisa menyewa rumah setahun ke depan.' Kata nya senang.

Wanita berambut pirang cerah itu tadi mampir ke Bank untuk mengambil uang simpanannya. Selama lebih dari setahun ia bekerja serabutan, mengumpulkan sesen demi sen. Dan kini uangnya telah terkumpul. Dengan uang itu Kyuubi ingin menyicil sebuah rumah dan sisanya untuk kebutuhan sehari-harinya.

Akasuna Kyuubi datang dari desa terpencil di pinggiran Kota Suna. Dua tahun lalu, saat neneknya, nenek Chio meninggal. Kyuubi nekat pergi ke konoha seorang diri dengan sedikit uang peninggalan neneknya yang tak seberapa. Pergi ke konoha tanpa sanak saudara atau kenalan bukanlah hal yang mudah bagi Kyuubi.

Saat tiba di konoha 2 tahun lalu, Kyuubi sudah mengalami banyak hal.

Mulai dari terluntah-luntah di jalanan karena tak punya tempat tinggal, kelaparan, percobaan pelecehan sexsual, hingga harta bendanya yang tak seberapa dirampas anak-anak jalanan.

Kyuubi sudah terlunta-luntah di jalanan selama 3 hari ketika ia ditemukan oleh paman Teuchi, seorang pemilik kedai ramen. Teuchi memiliki seorang anak perempuan yang beberapa tahun lebih mudah darinya. Setelah mengetahui betapa tragisnya nasib Kyuubi, Teuchi berbaik hati memperkerjakannya di kedai miliknya, karena merasa tersentuh. Entah kenapa dia bersyukur putri semata wayangnya masih memiliki dirinya. Hingga tak harus mengalami hal yang sama dengan Kyuubi.

Mendapat tawaran pekerjaan tentu saja dengan senang hati Kyuubi menerima tawaran paman Teuchi.

Kyuubi bahkan tak mempermasalahkan gaji kecil yang diterimanya.

clangk...klang...

Sebuah suara mengagetkan Kyuubi saat memasuki sebuah gang yang menjadi jalan pintas pulang ke flatnya. Ia dengan hati-hati mendekati arah suara.

Sebenarnya Kyuubi takut, tapi dia juga penasaran.

"Itu suara apa?"

Saat semakin dekat Kyuubi mengambil sebuah balok kayu tak jauh dari tempat sampah yang dilewatinya. Jaga-jaga kalau ternyata orang jahat.

Matahari yang mulai tenggelam mempersulit Kyuubi untuk melihat dengan jelas apa lagi gang tersebut memang sudah gelap karena kurangnya cahaya.

Kyuubi menyipitkan mata saat siluet seseorang terlihat di ujung gang. Orang itu dengan kepayahan mencoba bangkit dan berpegangan pada dinding sebagai penopang. Tapi tubuhnya terlalu lemah sampai akhirnya orang itu kembali roboh ketanah.

Melihat orang itu roboh tak berdaya ke tanah, Kyuubi-pun segera berlari kearahnya, berniat menolong.

Persetan jika dia adalah penjahat, Kyuubi selalu akan ingat pesan nenek tercinta agar senantiasa menolong orang yang membutuhkan.

Setelah berada di dekat orang itu, Kyuubi segera menopang orang itu yang ternyata adalah seorang lelaki.

Tapi karena hari semakin gelap ia tidak bisa melihat jelas wajah lelaki itu.

Kyuubi tak sengaja menyentuh sesuatu yang lembab pada bagian perut laki-laki itu dengan tangannya. Karena penasaran dengan apa itu, Kyuubi-pun mengangkat tangannya untuk melihatnya. Dan alangkah terkejutnya saat melihat cairan merah ditangannya.

Atau mungkin darah.

T . B . C