Seorang pemuda bermanik merah tampak mengurai surai kemerahannya sendiri. Kesal tanpa bisa melakukan apa pun. Bagaimana tidak kalau manik jade itu langsung mendeliknya marah karena sudah mengganggu kegiatannya—saat ia menariknya. Kalau saja sang pemilik jade tidak sedang berbadan dua, Kyuubi akan dengan senang hati melemparkannya ke atas ranjang dan memberikan sedikit hukuman kecil.
Di dunia ini seorang Namikaze Kyuubi tak takut akan apa pun kecuali satu dan satu-satunya.
Belahan jiwanya. Seorang pemuda berambut merah yang kini asyik menggelayut manja pada pemuda pirang disebelahnya. Sang pemuda yang ditatap dengan tatapan membunuh hanya bisa berdoa di dalam hati akan kepanjangan umurnya sebelum mati di tangan kakak kandungnya sendiri.
"Anooo … Kyuu-nii. Ini bukan—"
Namikaze Naruto, pemuda bermaniks safire dengan helaian pirang dikepalanya tampak menangisi posisinya yang benar-benar serba salah saat ini.
"Nghhh … Naru-chan harum jeruk, Gaa-chan suka."
What the …
Dan Kyuubi bersumpah akan memutilasi adiknya sendiri saat melihat bagaimana sang istri kesayangannya merengek manja di lengan sang adik. Cukup membuat manik merah Kyuubi membawa bahkan dengan hawa setan neraka di belakangnya. Tak peduli kalau korbannya ini adalah adik kandungnya sendiri—coret umur dewasanya yang kalah saat ini dengan perilakunya.
"Mati kau Namikaze Naruto."
"Huweeeee …. Kaa-saaaaannnn …"
"Uhmnpp … Kyuubi-chan to Naru-chan … akur ne," ujar sang obyek yang tersenyum manis pada keduanya.
"Kalau tidak—" sang menantu keluarga Namikaze itu sudah menjilati sebilah pisau—entah dapat darimana—ditangannya dengan senyum mengerikan dan berujar pelan, "kalian berdua kujadikan sup untuk makan malam nanti."
Membuat keduanya langsung duduk manis dan sontak mengangguk.
Wanita—pria—hamil memang mengerikan—begitulah pikiran keduanya.
.
.
.
Skak Mat
A KyuuGaa Fanfiction
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: MxM, M-preg, rush, typo, ooc parah, not for underage this chapter please out if you under 18+
.
.
.
Kyuubi merebahkan tubuhnya yang masih masih di atas tempat tidur. Tak peduli kalau ranjangnya akan basah dan Gaara akan mengomelinya lagi.
Sudah dua bulan Gaara tinggal bersamanya. Menculik sang tunangan dari sang bunda yang langsung melemparnya dengan barang-barang di rumah saat tahu kalau menantu kesayangan wanita berambut merah tersebut akan dibawa.
Bersyukur saat Kyuubi mengatakan kalau Gaara tengah hamil. Sang bunda malah memasang wajah polos padanya. Menyuruh Gaara cepat-cepat tinggal di apartemen Kyuubi. Sepertinya Kushina sudah tak sabar mendapatkan cucunya. Dan memastikan anak sulungnya tak membuat sesuatu hal yang ceroboh.
"Kaa-san pikir aku Naruto? Tentu saja aku akan menjadi Gaara dengan hati-hati. Aku sudah dewasa Kushina-chan."
Begitulah jawaban Kyuubi dengan santainya menjawab. Duduk di atas meja makan dengan sepotong apel yang baru saja diiris dan berakhir dengan lemparan pisau dapur milik Kushina karena ke kurang ajaran anaknya.
Dengan berat hati wanita berambut merah itu melepaskan Gaara ke sarang setan mesum—panggilannya pada apartemen Kyuubi—walau dengan seribu pesan dan ancaman pada sang sulung.
Bahkan Kushina langsung menikahkan keduanya sebelum cucunya lahir di luar nikah nanti. Tapi pada akhirnya sang calon nenek muda itu tersenyum kecil melihat wajah bahagia keduanya terlebih di hari pernikahan membuat semua orang ikut terbawa suasana. Mereka sangat menantikan cucu pertama keluarga Namikaze tersebut.
Lalu apa hubungannya dengan Naruto di scene awal?
Begini, Gaara mengancam Kyuubi untuk membawa serta Naruto—untuk teman bermainnya. Kalau tidak Gaara tak akan mau pindah dan memilih tinggal di rumah bersama mertuanya saja. Air mata dan wajah memelas sang istru menjadi senjata ampuh untuk Kyuubi saat ini dan bisa dipastikan Gaara mendapatkan apapun kemauannya.
"Kyuu."
Kyuubi membuka matanya yang sempat terpejam dan menemukan Gaara yang duduk di sampingnya dengan sebuah handuk kecil yang kini tengah mengelap badannya.
"Kau bisa sakit kalau tiduran dengan tubuh basah begini," ujar Gaara lagi.
Saat ini memang Kyuubi tak memakai apa pun kecuali handuk yang menutupi bagian bawahhnya.
"Sudah selesai bermain dengan Narutomu?"ujar Kyuubi datar.
Gaara terkikik kecil melihatnya. Mendudukan tubuh Kyuubi hingga ia bisa mengelap rambut sang suami.
"Kau cemburu, Kyuu?" tanya Gaara pelan. Meluk tubuh telanjang Kyuubi dari belakang. Sengaja ingin menggoda Kyuubi walau pada akhirnya kedua Namikaze bersaudara itu berlarian di dalam rumah dan baru berhenti setelah keduanya tercebur ke dalam kolam.
"Untuk apa? Aku hanya tak suka kau dekat Naruto itu saja."
Terkekeh pelan, Kyuubi menarik kepala Kyuubi mendekatinya. Mengecup singkat bibir Kyuubi yang terasa basah dibibirnya. Sebuah ciuman lembut yang berubah panas saat Kyuubi menahan kepalanya tetap di posisi dan berbalik Kyuubi yang memagut bibirnya kasar.
"Umnnpp …. Kyuu—"
Suara kecipakan terdengar di kamar tidur suami istri tersebut. Mendudukkan Gaara dipangkuanya, Kyuubi masih bermain lidah bersama lidah Gaara. Saling membelit di luar dan kembali masuk ke dalam mulut Gaara. Benang saliva mereka terputus saat Kyuubi mengakhiri ciuman itu dan tersenyum kecil melihat wajah memerah milik istrinya.
Mengusap pelan perut Gaara yang menonjol, Kyuubi menggigit kecil daun telinga Gaara. Menjulurkan lidahnya ke sela telinga Gaara. Tertawa di dalam hati melihat desahan tertahan keluar dari bibir merah Gaara. Salah siapa menggodanya dengan bermesraan dengan adiknya dan sekarang Kyuubi akan membalasnya dengan sedikit hukuman kecil.
"Enngghhh … Kyuu~ jangan menyentuh—aghhhh."
Gaara menjauhkan tubuh Kyuubi, mendorong dada bidang suaminya berharap acara jilat-menjilat yang kin sudah turun ke lehernya berhenti. Menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah yang semakin memerah.
"Tidak apa kan selama aku tidak memasukkannya?" tanya Kyuubi sembari menjilati leher putih Gaara yang meninggalkan jejak merah karena ulahnya. Tangannya sudah ke bawah menyentuh milik Gaara dari luar boksernya. Mengusap dan memijatnya Kyuubi tersenyum kecil melihat Gaara yang akhirnya menyerah dengan menyembunyikan desahannya di balik tangannya. Kyuubi hanya ingin menggoda istri tercintanya.
"Ja—ngan … enghhhhhh … Kyuu~" mohon Gaara disertai desahan halus. Tangannya sudah berpindah ke dada Kyuubi. Bergetar menahan sesuatu yang mulai terkumpul di ujung dengan semua sentuhan lembut Kyuubi.
"Benarkah?" padahal 'dia'sudah mulai bangun lo, Gaara-chan?"goda Kyuubi menjilati bibir putih Gaara yang kini memerah samar. Tangannya semakin kuat memijat kejantanan milik Gaara. Merasakan sesuatu mulai menetes ke luar. Bahkan tangannya yang meremas dari luar terasa agak basah.
Memasukkan tangannya ke dalam bokser milik Gaara, akhirnya Kyuubi merasakan langsung cairan precum yang mulai keluar karena ulahnya. Membiarkan desahan dan erangan istrinya semakin mengeras.
"Hag … Kyu … nghhh … haagh … dame yo."
"Iie." Kyuubi tertawa setan melihat bagaimana wajah Gaara yang semakin memerah. Membiarkan saja rambutnya di tarik istrinya saat tubuh Gaara semakin menegang bahkan hanya dengan sentuhan tangannya.
"Kyuuuu …"
Splassshh
Teriakan Gaara pada suaminya itu memberikan sebuah sentakan keluar bersamaa dengan cairan miliknya yang menyembur. Hangat dan begitu lega. Gaara mengatur napasnya sejenak yang terengah-engah sedikit memberikan istirahat pada jantungnya yang bekerja ekstra karena Kyuubi.
"Manis." Kyuubi mengangkat tangannya dari bawah, menjilati kelima jarinya dengan seduktif. Menyisakannya, Kyuubi memasukkannya ke dalam mulut Gaara dan memerintah Gaara membersihkannya.
Menjilatinya perlahan, Gaara mengangkat bibirnya tipis tanpa disadari oleh Kyuubi. Menggerakkan bokongnya menggesek sesuatu di bawah sana. Tertawa pelan saat melihat perubahan ekpresi wajah Kyuubi.
"Jangan menggodaku, Panda."
"Menggoda? Tidak kok," ujar Gaara santai memberikan jilatan terakhir pada jari Kyuubi dengan gerakan yang sangat pelan—berbalik menggoda Kyuubi.
Kyuubi merutuk di dalam hati darimana Gaara belajar segala hal mesum yang selalu bisa membuatnya menahan diri untuk menghajar lubang Gaara dengan miliknya. Terlebih di saat hamil muda begini. Dimana ia sedang 'berpuasa' Gaara acap kali membuatnya kehilangan kendali walau akhirnya hanya sebatas foreplay ringan.
"Uwaaaahhhh … dia bangun," ujar Gaara dengan nada ceria yang terlihat di sengaja.
"Nghhh." Kyuubi tak tahu kapan Gaara sudah berjongkok di depan kejantannya miliknya. Dan sejak kapan tangan lembut itu sudah memijat miliknya. Melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya. Bahkan kini lidah kecil Gaara sudah menjilati ujung kejantananya dengan wajah yang menghadap ke arahnya. Sungguh menggoda iman seorang Kyuubi.
'Damn, awas saja kau panda nakal. Saat aku sudah bisa menyentuhmu kau harus bersiap-siap—tepatnya menyiapkan lubangmu untukku,' rutuk Kyuubi di dalam hati. Menatap tajam pada jade Gaara yang balas menatapnya.
"Hwae Hhhyyuu?" tanya Gaara polosnya pada Kyuubi bahkan dengan kejantanan milik Kyuubi di mulutnya. Gigi Gaara beberapa kali menyentuh kejantanan Kyuubi sengaja mengigitnya dan membuat Kyuubi merasakan miliknya semakin membesar di dalam sana.
Menutup mulutnya sendiri, Kyuubi membiarkan miliknya dimanjakan tangan dan mulut Gaara. Merasakan bagaimana rongga hangat milik istrinya menelan habis kejantanan besarnya. Basah dan berlendir di dalam sana. Bahkan tangan Gaara yang memainkan bola kembar miliknya menambah sensasi nikmat yang dirasakannya—walau tak senikmat bagaimana lubang Gaara menjepitnya.
"Gaaraa." Kyuubi mendesis kecil saat sperma miliknya meluncur keluar memenuhi seisi mulut Gaara—lepas karena permainan Gaara. Banyak, bahkan melumer hingga keluar membasahi wajah Gaara. Sungguh pemandangan yang erotis.
"Ouch … kalau mau keluar bilang-bilang Kyuu. Kau membuatku basah," delik Gaara marah pada Kyuubi karena membuat tubuhnya berlumuran cairan milikk Kyuubi.
Tak mempedulikan protes milik Gaara, Kyuubi menarik Gaara ke dalam pelukannya. Menjilati sisa sperma di wajah Gaara dengan lidahnya. Jilatan tersebut berakhir di dalam mulut Gaara dengan sebuah pertarungan lidah lainnya.
Gaara meremas kuat surai kemerahan milik Kyuubi. Memiringkan kepalanya merasakan lidah Kyuubi yang membelit lidahnya dan saling menghisap di dalam sana. Bahkan saliva bercampur sperma tampak mengalir di sudut bibirnya.
"Nghhhh … Kyuu … enghhh."
Desahan dan erangan milik Gaara menggema melalui mulutnya. Kedua pasangan suami istri tersebut saling memainkan peran mereka dalam memuaskan pasangan masing-masing. Berbagi kenikmatan tanpa menyadari kalau sepasang maniks safire terpaku dengan mulut menganga lebar.
Kyuubi yang merasakan kehadiran orang lain dikamarnya pertama kali, mengintip melalui bahu Gaara, Kyuubi mendapati adiknya yang kehilangan rohnya berdiri di depan pintu.
"Apa yang kau lakukan di sana, Bocah?" tanya Kyuubi dingin dari balik dada Gaara. Beruntung Gaara sedang berada dipelukannya kalau tidak Naruto pasti sudah melihat tubuh telanjangnya. Memerintah dari sudut matanya pada Gaara untuk diam.
"Agh—i—itu … aku mau pulang, Kyuu-nii. Kaa-san memintaku menemaninya di rumah," ujar Naruto menundukkan kepalanya menghindari tatapan Kyuubi yang hendak memakannya hidup-hidup karena sudah mengganggu acara sakral mereka. Salah sendiri tak menutup pintu jadi Naruto menyelonong masuk.
Mengintip perlahan dari balik poninya, Naruto tak berani melihat langsung bagaimana posisi keduanya saat ini. Walau dirinya seusia dengan Gaara sepertinya pengalaman mereka jauh berbeda terlebih sejak Gaara menikah dan diajari langsung dengan raja mesum itu.
'Hah … Gaaraku yang polos,' bathin Naruto nelangsa mengingat beberapa tahun sebelum bertemu Kyuubi. Bagaiamana seorang Gaara bahkan tak mengerti dengan buku porno yang diberikannya—sekarang bahkan Gaara bisa menggoda sang direktur muda dengan mudahnya.
"Aku pergi dulu Kyuu-nii," ujar Naruto berbalik sebelum menutup pintu dengan sempurna, "oh ya, lain kali kunci pintumu kalau ingin berbuat mesum dengan istrimu. Kau bisa membuat orang lain pingsan dengan permainan kalian," canda Naruto berlalu pergi sebelum Kyuubi melemparnya lagi ke kolam renang karena cemburu.
"Kau tak mengunci pintu kita tadi, Gaara?" tanya Kyuubi menatap tajam pada istrinya yang memasang wajah tak bersalah.
"Sepertinya aku lupa," jawab Gaara santai turun dari pelukan Kyuubi dan menggesek sengaja dengan lututnya dan sebuah desahan kecil keluar dari bibir Kyuubi.
"Kau—"
"Kenapa? Terangsang sayang? Tapi maaf yah aku tak mau 'menidurkannya' lagi. Lakukan sendiri, Ok," ujar Gaara tertawa kecil, mengecup singkat bibir Kyuubi dan juga kepala kejantanan Kyuubi yang mulai menegang membuat maniks darah Kyuubi sedikit membesar.
"Ck … dasar istri nakal."
"Nakal begini tapi kau mencintaiku kan Namikaze Kyuubi?" tanya Gaara mengambil pakaian Kyuubi di dalam lemari. Tak mungkin Kyuubi akan bertelanjang di rumah mereka sepanjang hari.
Cup …
"Kau tak perlu meragukan hal itu, Panda." Kyuubi balas mengecup singkat bibir Gaara dan berlalu ke kamar mandi untuk membersikhkan tubuhnya yang terasa lengket meninggalkan sejenak istrinya yang tersenyum padanya sembari terkekeh pelan.
"Dasar tak bisa jujur, apa susahnya bilang 'ya aku mencintaimu'.
.
.
.
"Apa-apaan ini?"
Kyuubi menatap horor pada menu makan malam mereka yang serba hijau dan memenuhi meja makan. Kemana benda berlemak kaya rasa yang disebu daging di sini, apa pedagang daging di Tokyo sudah pada bangkrut hingga tak bisa menyediakanya.
"Sayur." Gaara menjawabnya pelan. Menyendokan nasi dan berbagai makanan hijau ke piring Kyuubi yang diterima dengan pandangan aneh oleh suaminya.
"Kenapa hanya sayur? Kau tahu aku tak bisa makan sayur, Gaara."
"Anakmu yang minta. Dia tak mau makan daging malam ini."
Ck …
Kyuubi mendecak melihat benda hijau di piringnya. Sungguh, Kyuubi benar-benar membenci jenis makanan satu ini. Lebih baik ia makan apa pun kecuali benda mengerikan ini.
Menatap heran pada istrinya yang tengah makan dengan lahap, Kyuubi menarik napas pelan. Jangan katakan istrinya memulai acara mengidamnya—salah satu pesan Kushina padanya.
"Gaara … apa tak ada yang lain aku sungguh tak bisa memakannya," bujuk Kyuubi lagi. Mengusap pelan punggung tangan Gaara yang bebas berharap Gaara mengabulkannya lagi.
Oh, tidak lagi. Kyuubi menutup wajahnya saat Gaara menoleh padanya manik jade milik Gaara mulai berkaca-kaca dengan bibir yang bergetar—pertanda buruk.
"Jadi, Kyuu tak mau memakan masakanku lagi?" tanya Gaara pelan dengan wajah sendu.
Sungguh Kyuubi akan membunuh siapa pun yang mengajari Gaara trik mengerikan begitu. Trik murahan yang selalu mempan padanya bahkan kini sang Namikaze mulai panik melihat butiran bening yang akan turun dari jade Gaara.
'Tidak lagi,' bathin Kyuubi dan akhirnya mengalah. Kyuubi lalu mengangguk dan mulai menyendokkan sayuran ke udara. Meneguk ludahnya susah payah saat bau sayuran mulai masuk ke penciumannya.
Hap …
Kyuubi memasukkan nasi beserta sayurannya ke dalam mulutnya dan langsung menelannya tanpa dikunyah.
"Uhuk … uhuk …"
Gaara sontak menyodorkan air saat Kyuubi tiba-tiba tersedak. Gaara mengusap pelan punggung Kyuubi. Tak menyangka kalau Kyuubi benar-benar tak bisa menerima makanan berwarna hijau itu.
"Kau baik-baik saja, Kyuu? Gomen ne … biar aku saja yang menghabiskan semuanya. Gomen, Kyuu."
Kyuubi menggeleng pelan, merasakan tenggorokannya sudah sedikit lega. Menarik tangan Gaara ke pangkuannya. Kyuubi mengusap air mata yang hendak lolos dari jade milik Gaara. Istrinya ini benar-benar sensitif dan labil. Sebentar menangis, sebentar lagi tertawa, dan sebentar lagi menggodanya.
"Aku tak apa-apa. Sudah jangan menangis."
Gaara menggeleng. Sekarang apa yang akan dilakukannya. Ia tak bisa memasak yang lain kalau persediaan makanan untuk seminggu ke depan hanyalah sayuran segar yang ada di kulkas. Perutnya akan terasa mual bila berdekatan dengan makanan berminyak dan berlemak.
"Sssshhh … sudah jangan menangis lagi," ujar Kyuubi pelan mengusap jejak air mata Gaara dengan jempolnya. Mengecup kelopak matanya pelan.
"Jika kau ingin aku memakannya akan kulakukan—"
"Tapi?"
"Kau harus menyuapinya dengan—mulutmu," seringai Kyuubi jahil. Kalau memang calon bayi mereka menginginkannya maka akan dilakukannya tapi tentu saja dengan keuntungan lainnya dari sang calon ibu.
"Bagaimana?" tanya Kyuubi pelan, tangannya mengusap pelan perut Gaara dengan gerakan memutar. Merasakan ada pergerakan samar di dalam janin yang masih terbilang muda.
Gaara mengerucutkan bibirnya kesal pada Kyuubi yang selalu saja bisa mendapatkan keuntungan dari acara mengidamnya. Ck, tapi lihat saja nanti pasti ada masanya Kyuubi bisa dibalasnya.
"Baiklah." Mengalah, Gaara menyuapkan sesendok nasi dan sayura ke dalam mulutnya. Mengunyahnya sebentar sebelum mendekati bibir Kyuubi. Memasukkan lidahnya ke dalam mulut Kyuubi yang terbuka dan melumat bibir Kyuubi. Lidah Gaara yang mencoba mendorong masuk makanan lunak tersebut tertahan lama di dalam sana. Tentu saja kalau Kyuubi sedikit bermain dengan lidah Gaara sembari menghilangkan rasa aneh di tenggorokannya. Dan saliva Gaara yang bercampur dengan miliknya adalah yang terbaik.
"Uhmmpppn … Kyuu … nghhh."
Gaara mengerang saat makanan yang sudah habis di mulutnya masuk ke lambung Kyuubi, suaminya berbalik bermain di dalam mulutnya. Menggelitik langit-langitnya dengan perlahan sesekali membelit lidahnya dan menyesapnya kuat.
Begitulah acara makan Kyuubi malam itu dengan sedikit berbeda dan olahraga lidah yang berujung Gaara menolak dicium Kyuubi lagi keesokan harinya.
"Lidahku mati rasa gara-gara kau, Rubah Mesum. Tak ada ciuman untuk seminggu ini," titak sang ratu yang membuat Kyuubi langsung mengerang kesal dan hanya bisa mengiyakan saat Gaara mengancam akan pulang ke rumah dan melaporkan semua ulah Kyuubi. Hei, siapa yang mau bertarung lagi dengan wanita berambut merah yang bisa meremukkan tulangnya kali ini bila ketahuan membuat gara menangis—pura-pura tepatnya.
"Shit! Kenapa aku merasa kalau bayi itu hendak bermain-main denganku?"
.
.
.
Penderitaan Kyuubi belum berakhir saat istrinya semakin ngambek karena Naruto tak kembali ke rumah mereka—karena menyelesaikan laporannya di kota sebelah. Membuat Gaara sendirian di rumah karena tak ada jadwal kuliah sedangkan Kyuubi masih sibuk di kantornya.
"Gaara … ayolah bukakan pintunya."
"Tidak. Hari ini kau tidur di luar. Salah siapa meninggalanku sendiri sedangkan kau mengurangi jadwal kuliahku."
Kyuubi hanya bisa kembali mendesah melihat mood swing Gaara yang benar-benar tak terkontrol. Bukan salahnya juga yang harus pulang terlambat malam ini dan membuatnya harus terkunci di luar kamar mereka.
Salahkan ayahnya yang mulai bisa mengancamnya dengan iming-iming harga dirinya yang dipertaruhkan.
"Apa kau tidak malu nanti Kyuubi, kalau putramu mengetahui kalau ayahnya tak bisa bekerja dengan benar bahkan kau tak bisa menyelesaikan tender mudah ini?"
Terkutuklah Minato yang sengaja mengerjainya dengan membuat pekerjaan selama seminggu dikerjakannya dalam sehari itulah mengapa Kyuubi terlambat.
"Baiklah. Hanya saja jangan lupa minum susumu. Aku akan mandi di kamar bawah," ujar Kyuubi dari balik pintu. Seharusnya Gaara sadar seringaian di wajah Kyuubi pasti berarti sesuatu, "lalu mungkin aku akan keluar sebentar. Mencari hiburan mungkin—wanita cantik misalnya," sambung Kyuubi tertawa di dalam hati mengamini kalau sebentar lagi pintu akan terbuka.
Cklek. Benar kan.
"Awas saja kalau kau berani. Kukebiri milikmu, Kyuu."
Dan Kyuubi benar-benar tertawa saat melihat wajah Gaara langsung muncul di depan pintu lengkap dengan piyama tidurnya. Gaara menatap nyalang pada Kyuubi yang tersenyum jahil padanya.
"Shit! Kau membohongiku!" teriak Gaara sadar kalau sudah dipermainkan Kyuubi. Tangannya yang hendak mendorong pintu kalah cepat dengan Kyuubi yang menahan pintu dan akhirnya berhasil masuk ke dalam kamar.
Melenggang masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Gaara yang memakinya sedari tadi. Saa nanti juga diam sendiri.
Butuh waktu lima belas menit untuk Kyuubi membersihkan diri dan keluar dari sana dengan memakai bathrobe. Mencegah kegiatan goda-menggoda dengan istri cantiknya. Walau pun Kyuubi sudah bisa menyentuh Gaara hanya saja malam ini tubuhnya benar-benar terasa lelah dan sepertinya besok melakukan pembalasan kecil dengan ayah tersayangnya akan mengasyikkan.
Kyuubi tersenyum kecil saat melihat stelan piyama bermotif sama yang disiapkan Gaara di atas tempat tidur. Ternyata Gaara tak benar-benar marah dengannya hanya mungkin sedikit kesal karena seharian diacuhkan.
Memakai pakaiannya segera, Kyuubi ikut naik ke atas ranjang dimana Gaara tengah membelakanginya. Masuk ke dalam selimut, Kyuubi memeluk tubuh Gaara dari belakang menyesap wangi tubuh Gaara yang menguar ke udara bercampur dengan wanginya sendiri.
"Jangan marah begitu. Kau tahu kalau pekerjaanku di kantor bagaimana, Gaara."
"…"
"Jangan mengacuhkanku."
"…"
"Gaara?"
"…"
Mendengar dengkuran halus dari bibir Gaara. Kyuubi mengulum senyum tipis. Bodohnya ia yang sedari tadi berbicara seorang diri.
"Oyasumi Gaara."
Kyuubi ikut menyamankan tubuhnya pada Gaara yang tengah berlayar ke dunia mimpi. Tanpa sadar menarik kedua tangan Kyuubi untuk semakin erat memeluknya tanpa berniat menyakiti calon bayi mereka.
'Oyasumi mo Kyuu'
.
.
.
Gaara terbangun di tengah malam dengan kepala yang sedikit pusing. Mengusap kepalanya Gaara mencoba bangun dengan sedikit susah payah. Selain karena kondisi perutnya juga kesadarannya yang belum terkumpul seutuhnya.
"Haus …" bisik Gaara pelan merasakan tenggorokannya yang sedikit kering. Lampu kamar yang sedikit redup membuat Gaara menyadari kalau air minum yang selalu tersedia di kamarnya habis.
Menolehkan kepalanya ke samping Gaara menemukan Kyuubi yang sangat terlelap dan kelelahan bahkan sentuhan Gaara membangunkannya tak bisa mengusik tidur Kyuubi. Kesal Gaara hampir saja menendang Kyuubi ke bawah. Kalau saja ia sedang tak malam turun ke bawah maka Gaara akan mengambil minumnya sendiri dan sekarang Kyuubi malah tak bisa dibangunkan.
"Lama-lama kau beneran mirip Naruto, Kyuu. Kebo," cibir Gaara pada suaminya sendiri yang tentu saja tak mendengarnya—bisa habis Gaara kalau Kyuubi mendengarnya, seenaknya saja disamakan dengan Naruto. Seharusnya mertuanya yang harus disalahkan karena sekarang punya senjata ampuh untuk mengerjai Kyuubi.
"Hiks aku haus, bagaimana ini?" tanya Gaara mengusap perutnya lalu tertawa pelan saat merasakan tendangan dari dalam sana.
"Tou-sanmu tak mau bangun, Sayang."Gaara bermonolog seorang diri di samping Kyuubi dengan calon bayinya sebelum bibirnya menyeringai senang.
"Bukankah ada itu?" sorak Gaara senang. Terkikik pelan terhadap apa yang akan dilakukannya, "gomen ne Kyuu tapi aku sungguh haus dan aku malas sekali untuk turun ke bawah, gomen ne."
Mendekati tubuh Kyuubi, Gaara mengesot pelan mendekati Kyuubi. Tertawa pelan dengan tangan yang menurunkan piyama Kyuubi dan dalamannya. Berbinar senang saat melihat benda yang tengah tertidur seperti tuannya tanpa tahu kalau akan ada sesuatu yang mengejutkan.
Mengelusnya perlahan, Gaara memijat pelan milik Kyuubi dengan tangannya. Dan tak butuh lama hingga kejatanan milik Kyuubi tengah tegah menantang.
"Nggghhh … Gaara?"
Gaara sempat menolehkan kepalanya dan bersyukur kalau Kyuubi hanya menginggau pelan. Mungkin di mimpinya Kyuubi tengah mimpi basah. Dan itu tentu saja menguntungkan Gaara.
Rona merah di wajah Gaara terpias saat sadar kalau namanya lah yang keluar dari mulut Kyuubi bahkan saat mulut Gaara tengah memanja milik Kyuubi. Berharap 'milk' kesukaanya akan keluar dengan segera dan ia bisa kembali tidur.
Desahan kecil dari mulut Kyuubi keluar saat Gaara merasakan milik Kyuubi di mulutnya semakin berdenyut kuat. Bahkan tubuh Kyuubi mulai bergerak gelisah di dalam tidurnya seiring dengan gerakan mulut Gaara yang memanas. Maju mundur di dalam sana. Hingga tak lama kemudian cairan milik Kyuubi meluber di dalam mulut Gaara yang dengan senang hati di telan Gaara.
"Phuaaahhh."
Gaara menghapus sisa sperma yang tersisa di mulutnya. Melirik Kyuubi yang kini tertidur pulas karena selesai menuntaskan hasratnya—lega. Dan sepertinya Kyuubi terlalu lelah hingga tak menyadari kalau ada panda nakal yang bermain dengan tubuhnya.
"Selamat tidur, Kyuu." Memperbaiki celana Kyuubi dan mengecup singkat bibir Kyuubi, Gaara kembali tidur. Puas dengan rasa hausnya yang hilang bahkan dengan minuman terbaik. Memposisikan tubuhnya di dalam pelukan Gaara, Kyuubi menjadikan tangan Kyuubi sebagai bantalnya.
"Benar-benar minuman yang enak, apa lain kali kuminta Kyuubi untuk mengganti air mineral dengan spermanya saja ya, baby?" tanya Gaara pelan pada bayi di dalam kandungannya "ah tapi 'milk' itu lebih enak kalau dinikmati langsung dari tempatnya, benar bukan?" sambung Gaara lagi lalu menutup matanya untuk menyapa alam mimpinya dengan senyum yang tak henti dari bibirnya. Tak sadar kalau kepolosannya benar-benar tercemari oleh seorang Namikaze Kyuubi yang bahkan tak sadar sudah menjadi obyek keisengan istrinya sendiri.
"Sebenarnya itu mimpi atau nyata?" tanya Kyuubi pada dirinya sendiri smebari melirik Gaara yang masih bergelung nyaman di dalam pelukannya. Mengusap pelan dahi Gaara lalu mengecupnya dan kembali memeluk erat tubuh Gaara. Yah kesiangan di hari libur tak mengapa bukan.
Seorang Namikaze Kyuubi yang terheran merasakan mimpi basahnya yang nyata dengan sentuhan yang sangat dikenalnya terpaksa menghentikan kecurigaanya—tak ada gunanya pikirnya. Saa seharusnya Kyuubi sedikit sadar dengan noda putih yang sudah mengering di piyama atas Gaara dan ia tentu akan sedikit memiliki bahan interogasi untuk istri tersayangnya.
.
TBC
.
Iseng publish chapter 2nya … kebetulan sempat daripada ntar kelupaan ama ini fict.
Sankyu buat yang udah review di chap kemarin ya: Azz| Kirin| BlacknightSkyeye Yue-Hime| Kazeknight| Viviandra Phanthom| Yuufujoshi| Kirei-neko
Tuh udah Nee tambahin dasar imotou mesum. Chap end nanti gak ada lemonan lagi ok*ketawa setan* sorry gak ada ngidam-ngidam yang aneh2 bosen ama draft gituan*digaplok*
Narunya jadi cameo adja di fict ini gak lebih dari bantuan tak langsung adja ok, jadi yang minta masukin pair lain, gomen ga bisa—ntar ada neko yang ngamuk*laugh*. Lagi pula ini ff juga udah end di chap depan hari minggu nanti.
Ok … pai … pai
See you in Next chapter
Sabaku 'Mizu' Akumu
_Thanks for Reading_
