Akulah yang membuat senandungan lagu itu, berharap dengan menyanyikannya aku bisa bertemu dengannya untuk kedua kalinya. Bukan pembunuh keji yang menggangap dirinya ksatria dengan membunuh pembunuh lain dengan cara kotor, melainkan seorang ksatria asli yang telah menyelamatkanku dari kebakaran itu. Tapi apakah permohonanku dapat terkabul?

It's not a fairy tale anymore

By Rei Iwasaki

Death Note isn't mine. It belongs to TO2 TTwTT

Chapter 1: I'm the Fair Lady

XXX

Tokyo, Japan

"Kami turut berduka cita atas kematian kekasihmu, Shiori, Light," ucap seseorang yang mendekati seorang pemuda yang bernama Light itu.

"Terima kasih, Yamamoto," ucap Light dengan senyum terpaksa. Sepertinya dirinya masih diselimuti kabut kepedihan atas kematian kekasihnya yang telah ditembak oleh salah satu anggota FBI yang bernama Naomi Misora.

"Maaf mengganggu ada Light-san, tapi ayah Anda sudah menunggu anda," ucap seorang bawahan milik ayahnya.

"Saya permisi sebentar Yamamoto," ucap Light.

Light beranjak dari tempatnya dan menuju ke mobil hitam tempat ayahnya berada.

"Ada apa ayah?" tanyanya.

"Apakah kau mau bergabung denganku dalam investigasi mengenai Kira?"

"Tentu saja. Akan kubalas perbuatan Kira yang sudah membunuh Shiori," ucap Light.

"Baiklah. Ikutlah ayah ke markas investigasi Kira. Akan kuperkenalkan dirimu dengan pemimpin kasus ini," ucap ayah Light.

Mereka masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan pemakaman itu menuju suatu tempat yang disebut dengan markas investigasi Kira. Akhirnya mobil mereka berhenti.

"Inikah tempatnya?" tanya Light pada ayahnya.

"Masuklah dia pasti sudah menunggu kita," ucapnya.

Saat mereka berada di depan pintu gedung tersebut, mereka disambuti oleh seorang kakek tua.

"Silahkan tinggalkan barang komunikasi anda dan senjata anda semuanya di dalam sini." Kakek tua itu menunjukkan tangannya ke arah sebuah berankas kecil. Mereka semuapun menaruhkan semua barang yang diperuntukan untuk masuk ke dalam berankas tersebut.

"Baiklah sekarang saya akan mengantar kalian semua," ucapnya sambil menuntun jalan.

Mereka mulai masuk ke dalam Lift dan saat lift itu berhenti mereka dituntun menuju suatu ruangan yang memiliki pintu besi yang sangat canggih. Dibutuhkan deteksi mata dan tangan agar bisa masuk ke dalamnya.

"Silahkan masuk," ucap kakek tua itu.

Di dalamnya terdapat ruang investigasi yang mungkin sangat canggih dan mirip dengan markas-markas pertahanan yang ada di Amerika.

"Perkenalkan namaku Ryuuzaki. Saya ucapkan selamat datang di sini," ucap seorang yang berparas seperti orang barat dan berumur kurang lebih 20 tahun.

XXX

Semuanya tampak sibuk memperhatikan berkas-berkas pembunuhan yang telah dilakukan Kira selama sebulan terakhir, berusaha untuk mencari celah agar dapat pengetahui siapakah pelaku Kira yang sebenarnya dan bagaimana dia melakukan semua pembunuhan itu, tapi ditengah kesibukan itu terdapat seorang yang sedang asyik membaca kumpulan cerita dongeng di tangannya.

"Ryuuzaki, apa yang kau lakukan dengan buku itu? Kau seharusnya membantu kami bukan sebgai pemimpin investigasi ini?" ucap Ligth sedikit marah.

"Maaf saja, tapi buku ini bahkan lebih bagus dari kasus itu," ucap L santai dan tampah membalikan kepalanya dari buku itu.

"Kalau begitu kenapa kau mau susah-susah menangani kasus ini?" sindir Light.

"Tentu saja karena dongeng menarik ini menjadi nyata dalam kasus ini." L akhirnya membalikan tubuhnya dari buku itu dan menatap Light dengan sebuah senyuman.

"Hah?" Light tampak bingung dengan penuturan L. Tetu saja mana ada orang yang tidak bingung dengan kata-kata tersebut.

Mana ada sebuah dongeng yang bisa menjadi kenyataan? Sebuah dongeng dikatakan dongeng tentu saja karena tidak ada bukti nyatanya sama sekali, bukan? Tapi tentu saja terkecuali jika dongeng itu dilakukan secara sengaja untuk membuat sebuah film atau drama. Tapi intinya sebuah dongeng tidak akan pernah menjadi nyata tanpa unsur kesengajaan.

"Memangnya dongeng apa yang membuatmu sampai tidak serius dengan berkas-berkas pembunuhan ini?" tanya Light.

"London- Bridge- Is- Falling- Down," ucap L mengeja kalimatnya.

"Ceritanya?" tanya Light.

"Without i tell you, you suppose already to know it." Setelah berkata demikian dirinya keluar dari ruangan itu tampah berkata apapun.

London bridge is falling down

falling down falling down

London is falling down

MY FAIR LADY

"My fair Lady," bisik L entah pada siapa.

"My fair lady?" tanya Light entah pada siapa saat dia mendengarkan suara L menyanyikan senandungan lagu itu di belakang pintu yang dia berdiri sekarang.

XXX

London, Inggris

"There's a place i know if you are looking for a show," ucap seorang gadis yang berperawakan orang barat dan jepang

"Really where can i find it?" ucap seorang laki-laki yang berperawakan orang barat asli.

"Right... under this bridge," ucap gadis itu.

Plashh

Dengan sigap gadis itu memotong perut laki-laki itu, membuatnya menjerit dan langsung mati ditempat. Gadis itu memandang ceceran darah yang ada di tangannya lalu berkata, "How a beautiful bloody red, remind me of his beautiful hair."

Tidak menunggu lama banyak mobil polisi dan ambulans menuju ke jembatan London.

"It's time to find the black book now," ucap gadis yang sudah menjauh dari jembatan itu dan tidak entah bagaimana tidak ada yang mencurigainya sebagai pelaku pembunuhan itu.

Gadis itu menuju ke bagian bawah jembatan London. Mencari sesuatu yang disebutnya dengan the Black book.

"London bridge is falling down falling down fallling down. London bridge is falling down. I'm the fair Lady," nanyi gadis itu.

Sementara kota London bagian jembatan itu ramai, tak jauh dari jembatan itu juga banyak mobil polisi yang sedang mengejar mobil hitam yang berlaju sangat kencang. Saat sudah agak jauh dari polisi mobil itu tiba-tiba saja berhenti menyebabkan polisi kembali bisa mengejar mereka.

"Matt, kenapa kau berhenti. Kalau kau tidak cepat kita bisa tertangkap oleh para polisi sialan itu," teriak seorang pemuda yang sedang ingin menyadarkan temannya dari lamuannya.

"Ah, maaf Mello, aku hanya merasakan sesuatu yang beda beda dari biasanya," ucap orang yang bernama Matt itu kepada temannya yang bernama Mello.

"Aku tidak peduli dengan penyebabmu melamun itu! Yang penting sekarang kita bebas dari kerjaran para polisi itu," ucap mello

"You no need to worry about it. Kita hanya perlu melewati rahasia di London bridge sehinga mereka tidak akan bisa menemukan kita," ucap Matt. Seperkian detik kemudian dia langsung membalap mobil yang mereka tumpangi dan membuat polisi itu kehilangan jejak mereka.

Di tengah perjalanan mereka keluar dari jalan rahasia itu mereka melihat seorang gadis sedang berjalan menuju jalan yang berbeda dari mereka sambil menyanyikan sebuah senandunagn lagu aneh,"London bridge is falling down falling down fallling down. London bridge is falling down. I'm the fair Lady," nanyi gadis itu.

"Kenapa bisa ada orang di sini? bukannya ini adalah jalan rahasia yang hanya diketahui oleh kita?" oceh Mello sedangkan Matt sibuk dengan pikirannya sendiri.

'I'm the fair lady?' Entah dari mana tiba-tiba kata-kata itu terbesit dibenaknya saat mereka sudah keluar dari jalan itudan membuatnya penasaran dan merasakan perasan yang ganjil. Kata-kata yang didengarnya dari seorang asing ada yang saat mereka melewati jalan rahasia untuk menghindari kejaran para polisi.

XXX

Tokyo, Japan

"Hey, Light sampai kapan kau mencueki dan tidak membalas semua perkataanku," ucap sebuah benda ah- tunggu dulu kita tidak bisa mengatakannya benda sebab dia bisa berbicara jad kita memanggilnya seseorang? Ah-kupikir bukan juga karena dia bukan manusia kalau monster? Hmm... sepertinya lumanyan mendekati tapi tetap saja tidak cocok. Ah- bagaimana kalau kita memanggilmu Tuan Shinigami saja shinigami-san?

Orang yang dipanggil Light itu masih tetap tidak menyaut tetaoi dia menggerakan tangannya untuk menulis sesuat pada sebuah buku yang ada di depannya.

Dia mengawasi kita. Lihat saja sekeliling kamar ini, banyak sekali kamera kecil yang dipasangnya. Sepertinya dia curiga kalau aku adalah Kira.

"Wah, ternyata dia pintar juga. Sepertinya kau akan mempunyai rival yang berat dalam menjalankan misimu," ucap shinigami itu. 'Yang membuatku semaikin ingin bermain-main dengan manusia yang menarik ini,' batin shinigami itu.

Ingin bertanya kenapa shinigami ini sangat santai berbicara tanapa takut tertangkap kamera? Jawabannya singkat saja karena makhluk shinigami ini tidak akan terlihat oleh siapapun kecuali pemuda yang bernama Light itu karena saat ini pemuda itu adalah tuannya, jawabnnya singkat sekali bukan?

Oke kembali ke topik sekarang.

Pemuda itu kembali menggerakan tangannya untuk kembali menuliskan sesuatu

Dia harus disingkarkan kalau tidak rencanaku tidak akan berhasil dengan mulus tapi bagaimana caranya, aku sama sekali tidak mengetahui nama aslinya walaupun sudah mencari datanya di kantor.

"Wah ternyata dia orang yang waspada juga dan sudah mulai mengetahui modus cara pembunuhanmu. Bagaimana kalau aku akan memberitahukannya dengan senang hati tapi sebagai balasannya setenagh nyawamu akan kuambil.

Tidak terima kasih, kalau aku melakukannya tidak aku tidak akan berjaya lama akan hasil karyaku nanti.

"Hmm, benar juga."

Apakah kau pernah mendengar dongeng London bridge is falling down?

"Wah aku tidak percaya kalau kau mengetahuinya. Hmm.. apakah ini kau jadi mengetahuinya karena kau sudah berhubungan dengan shinigami?"

Apa maksudmu?

"Apakah tidak kau tidak capek menuliskan kata- kata panjang itu semua? Lebih baik kita peri ke suatu tempat yang kuyakin tidak akan ada yang mendengarkan pembicaraan kita.

Baiklah.

Light lalu menutup buku miliknya dan menaruhnya kembali ke dalam laci meja belajarnya bersama dengan pulpen yang digunakannya tadi.

"Ibu, aku pergi sebentar,"ucapnya saat dia hendak keluar dari rumahnya.

"Hati-hati ya sayang," ucap ibunya.

Light berjalan keluar dari rumahnya dan mengikuti shinigaminya yang hendak menuntungnya ke suatu tempat. Mengikutinya terus sampai mereka sampai disebuah perumahan tua, seeprtinya perumahan itu dulunya adalah perumahan orang kaya yang entah sekarang menjadi tak perpenghuni. Mereka masuk dan mulai berjalan ke arah rumah yang paling besar dan juga bisa dibilang menakutkan.

"Di sini tidak akan ada yang menggangu pembicaraan kita. Hmm... baiknya aku mulai dari mana,ya?" ucap shinigami itu.

"Dari mana saja," ucap Light.

"Pertama. Percayakah kau akan yang namanya perputaran hidup?" tanya shinigami itu.

"Maksudmu reinkarnasi,Ryuk? Yang benar saja," ucap Light pada Ryuk.

"Wah, sayang sekali padahal semua itu kau alami," ucap Ryuk.

"Kau merupakan reinkarnasi dari pemeran tokoh utama London bridge is falling down yang merupakan pembunuh yang membunuh pembunuh lainnya sama dengan pekerjaan yang akan kau lakukan sekarang, pemeran utama yang bernama Harry Roberts dan dia adalah orang yang sekarang bernama Light Yagami. Menarik bukan kalau kejadian masa lampau akan terulang lagi?" ucap Ryuk sambil menyeringai.

"Jadi itu makanya dia bilang kalau cerita itu lebih menarik daripada kasus Kira karena dari situ dia bisa membongkar semua rencanaku?" tanya Light pada Ryuk.

"Hah? Maksudmu orang yang bernama Ryuuzaki itu. Tidak ada seorang manusiapun yang mengetahui cerita itu, cerita itu hanya beradar dikalangan para shinigammi dan pemegang death note," ucap Ryuk.

"Tapi jelas-jelas aku melihatnya sedang membaca kumpulan buku dongeng yang dibuat oleh seorang pengarang terkenal yang tentunya seorang manusia," ucap Light sedikit panik.

"Baiklah kalau begitu kau tidak perlu khawatir, kalau manusia yang menulisnya maka rahasiamu tidak akan terbongkar. Coba saja kau lihat pasti tidak ada tertulis modus pembunuhan Harry dalam buku itu, penulis itu pastu hanya menulis cerita yang ada diluar saja tetapi tidak didalamnya. Dia pasti tertarik karena tidak menyangka kalau kasus yang dibacanya itu sama dengan dongeng yang dibacanya. Intinya kasusmu lebih menarik dari dongeng itu," jelas shinigami yang bernama Ryuk itu.

Hm... shinigami-san ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu bahwa dugaanmu tidak sepenuhnya salah tapi tidak juga sepenuhnya benar karena dia sidah membaca dongeng itu sebelum dia mendapatkan berkas kasus yang kalian lakukan, hanya satu hal yang akan kukatakan, hati-hatilah karena satu langkah saja kau salah maka semuanya akan tamat.

XXX

Los Angeles, Amerika

"Sebentar lagi kita akan bertemu. Sebentar lagi, sebentar lagi. Tunggulah aku," ucap seseorang yang sama sekali tidak bisa dihilat wujudnya. Ruangan itu sangat gelap sampai apapun tidak terlihat kecuali suara teriakan mengerikan yang ada di dalamnya.

Dengan tidak berperasaan orang itu membunuh semua orang yang ada di ruangan yang ditempatinya. Lantai marmer yang berwarna putih, dinding yang berwarna putih semuanya berupa menjadi merah peka. Tak ada yang tidak ternodai.

Orang itu berjalan di tengah-tengah mayat itu. "Mata yang indah," ucapnya pada salah satu mayat wanita yang diperhatikannya.

"Mengingatkanku pada batu emerlad yang sewarna dengan mata indahnya. " orang itu mulai dengan sadis mencongkel mata itu dan memasukkannya ke dalam sebuah botol berisikan cairan untuk mengawetkan mata itu.

"Seprtinya aku sudah tidak berkeperluan di sini lagi." Dirinya dengan segera pergi meninggalkan tempat itu. Tentu saja dia juga tidak lupa untuk menghilangkan semua jejak miliknya supaya polisi tidak akan pernah menemukan.

"London bridge is falling down, falling down, falling down. London bridge is falling down. Just wait for me, My fair lady."

Xxx

Tokyo, Japan

"Ada kemajuan dengan kasus Kira?" tanay L sambil memakan sarpan paginya yaitu strawberry shortcake.

"Sedikit. Aku sudah mulai memahami metode yang digunakan Kira," ucap Light sambil tetap memperhatikan berkas-berkas mengenai Kira yang ada di depannya.

"Hmm...baguslah kalau begitu. Jadi kita bisa meninggalkan Jepang untuk sementara waktu," ucap L atau bisa dibilang sebuah pengumuman yang akan membuat orang bingung.

"Yang benar saja! Kau tidak boleh melakukannya," ucap Light kaget.

"Tentu saja bisa," ucap L santai.

"Memangnya kita akan kemana?" tanya Light.

"London," jawab L.

"Yang benar saja! Memangnya kita tidak punya pekerjaan di sini?" ucap Light marah.

"Untuk sementara kita tidak punya pekerjaan di sini," ucap L acuh tak acuh tehadap kemarahan Light.

"Lalu bagaimana dengan kasus Kira?" tanya Light menahan amarahnya.

"Itu kita bisa kerjakan setelah kita pulang nanti. Lagipula kau sudah memahami metodenya sedikitkan. Dan lagi kau juga akan melihat kesaamaan di sini dengan kesamaan yang akan kita kerjakan nanti," ucap L lagi-lagi sangat santai.

'Jangan bilang kalau dia mau mengajakku ke London bridge. Ck, kalau begitu caranya aku terpaksa harus-' pikirannya terputus oleh perkataan L.

"Aku membutuhkan jawabanmu sekarang," ucap L.

"Memangnya aku punya hak untuk menolak?" tanya Light dengan nada kesal

"Tidak,"jawab L dengan tegas.

"Kalau begitu sudah pasti aku akan setuju, bukan?" ucap Light pasrah atas watak L yang keras kepala.

Hey, hey, hey, bukannya kau juga sama keras kepalanya dengan dia?

"Pulanglah sekarang dan datanglah sebentar jam 8. Pesawat kita akan berangkat jam 08.30," ucap L.

"Ha'i ha'i," ucap Light sebelum dia pulang dari tempat itu.

Light segera berjalan pulang ke rumahnya tapi sepertinya dia tidak terlalu berminat untuk kembali pulang . setidaknya untuk sekarang. Masih banyak yang harus dia lakukan tanpa harus terus diawasi oleh kamera CCTV milik Ryuuzaki yang selalu mengintainya 24 jam. Taman sepi tanpa orang sepertinya menjadi tujuannya kali ini.

"Apa resiko kalau aku meningggalkan atau tidak menggunakan death Note untuk sementara waktu?" tanya Light.

Merasa dirinyalah yang ditanya, Ryuk segera menjawabnya,"Kau hanya akan kehilangan memory akanya sebentar tetapi ketika kau menyetuhnya kembali semua ingatanmu akan death note akan kembali terkecuali."

"Baguslah, sekarang waktunya menyembunyikannya. Kalau tidak dia akan bisa membongkar semuanya di sana," ucap Light. Light berdiri dari kursi taman dan pulang menuju rumahnya, tapi rupanya dia tidak betul-betul ke rumahnya melainkan berbelok ke kiri menju hutan yang ada di dekat rumahnya.

"Sepertinya inilah tempat yang baik untuk menyembunyikannya." Light mulai menggali lubang di tempat yang diinginkannya. Lubang jadi tinggal memasukkan barang yang diinginkannya. Death Note miliknya mulai dimasukkannya ke dalam sebuah kotak besi berukuran buku tersebut dan kemudian menguburkannya ke dalam lubang yang telah dibuatnya.

"Sampai jumpa Ryuk. Kita tidak akan bertemu untuk sementara waktu," ucapnya pamit pada shinigami miliknya. Sebentar lagi dia akan berakting menjadi orang baik yang tidak memounyai celah untuk disalahkan.

Light berjalan keluar dari hutan dan menuju ke rumahnya dengan cepat. Jam miliknya sudah menunjukan 07.45. sebentar lagi dia akan bertemu dengan Ryuuzaki dan dia sama sekali belum mengatur barang yang akan dibawanya.

"Tadaima," ucapnya pada orang-orang rumahnya.

"Ah, Light rupanya. Kau pasti capek, aku sudah membuatkanmu makanan kesukaanmu," sapa Sachiko yang merupakan ibu rumah tangga dari keluar kecil milik Yagami.

Light dengan cepat masuk dan naik ke tangga menuju lantai dua. " Maaf, kaasan tapi aku ada tugas dan mungkin aku tidak akan pulang beberapa hari," ucap Light.

Sementara Light membereskan barang milikinya saat ini L sedang duduk santai disofa miliknya sambil menyedu kopi miliknya. Suasana damai itu terus berlanjut sampai sebuah deringan telpon mengacaukannya.

L mengangkat telepon itu dan membiarkan sang penelpon untuk berbicara terlebih dahulu.

"The fair lady has a life and the Joker has already been found." Tanpa mengucapkan kata-kata apa lagi sang penelpon langsung menutup sambungan yang dibuatnya.

L kembali menikmati seduhan kopi miliknya sambil memejamkan mata lalu berkata," berani sekali menghubungiku padahal kau sudah tahu dengan statusmu, first jack."

Ting tong

Bel apartemen milik L berbunyi tapi dia tetapi diam di tempatnya karena tentu saja nanti Watari yang akan membukanya. Dasar anak yang tidak berbakti pada ayah angkatnya (?)

Watari mulai mengetuk pintu kamarnya dan L mempersilahkannya masuk.

"Light-san suah menunggu Anda diluar," ucap Watari sopan.

L meletakan kopi miliknya pada meja yng ada disamping sofa miliknya dan beranjak berdiri. "Siapakan mobil untuk mengantarku dan Light-kun menuju ke bandara," ucap L.

"Baik," ucap Watari dan lalau pergi dari kamar itu.

London, Inggris

Malam yang indah. Dipenuhi oleh lampu yang selalu berkelap-kelip. Suasana dimana selalu terlahir kedamaian dan yang dinamakan cinta oleh kebayakan orang tapi tidak baginya kota ini melahirkan kepedihan dan malapetaka baginya dan juga kehilangan terhadap kekasihnya tercinta.

"Kita harus segera pergi Mademoilse. Mereka akan segera tiba," ucap salah seorang gadis yang ada di sampingnya.

"Bukannya lebih baik kalau membiarkan mereka untuk sementara waktu untuk berkeliling di London? Setidaknya itu bisa menutupi kecurigaannya pada kita walau hanya sedikit," ucap sang Nyonya.

Sang bawahan hanya bisa mengangguk dan lalu berkata,"Akan segera saya katakan pada 'Dia',"

Dan malam yang indah penuh dengan lampu itu menenggelamkan mereka ke dalamnya, menghilang tanpa bekas dari tempat mereka berdiri tadi.

L membuka handphone miliknya yang berdering oleh sesuatu. Dirinya lalu tersenyum melihat apa yang telah dibacanya.

"Sekarang kita akan mulai dengan kasus the greates criminal or pyschopath we can say," ucap L seraya melemparkan berkas itu kepada Light.

Light menangkap berkas itu dengan sigap. Matanya mulai melihat dengan teliti berkas tersebut. Tangannya mulai membalikan kertas tersebut ke kertas lainnya. Dia membaca halaman yang selanjutnya.

Light berusaha menyembuyikan suara tegukan ludahnya. Oh, ini gawat, apakah ini semua Cuma kebetulan atau sesuatu yang sudah direncanakan. "Kita akan pergi ke sana?" tanya Light.

L menjawabnya," Tentu. Malam ini juga kita akan menangkapnya di sana. Beberapa saksi mata mengatakan kalau saat ini dia sering beroprasi di sana. Di Jembatan London yang ada di kota ini."

L berdiri dari tempat duduk miliknya. "Apa yang kau lakukan di sana? Kau ingin aku meninggalkanmu sendiri di sini sambil bengong dan aku mengerjakan kasus itu sendiri?" tanya L.

"Tidak," jawab Light.

"Kalau begitu cepatlah. Kau sendiri yang ingin kasus ini cepat selesai dan kita kembali pada kasus Kira bukan?" tanya L lagi.

Light mengangguk. Dia berjalan mengikuti L dari belakang dalam diam dan terus berkutak-katik dengan pertanyaan yang menyeruak di dalam pikirannya.

Sampai-sampai dia tidak menyadari...

"Kenapa kau masih tetap diam? Kita sudah sampai di lokasi kejadiannya." Ucapan L membuyarkan semua lamuannya.

... kalau mereka sudah ada di jembatan London.

"B-baiklah," ucap Light terbata.

Mereka segera menyelusuri jembatan itu menoba mencari jejak kriminal milik mereka. Selagi mereka mencari kenapa kita tidak melihat keadaan yang lain untuk mengusir kebosanan?

XXX

Laki-laki itu kira-kira berumur 17 tahun. Umur yang masih belum bisa dikatakan legal untuk mengkonsumsi rokok bukan? Tapi sepertinya pemuda itu sama sekali tidak peduli akan benda yang nantinya akan merusak tubuhnya secara perlahan.

Dia menjalankan mobilnya menuju ke jembatan London. Tempat dimana dia melarikan diri bersama dengan Mello saat dikejar-kejar polisi dan juga tempat dimana dia menyisakan rasa penasaran pada gadis yang ditemuinya sekilas. 'Siapa dia? Kenapa saat dia menyanyikan senandungan lagu itu aku merasa kalau aku pernah mengenalnya?' batin Matt.

Sesampainya dia di jembatan London kini dia dikejutkan lagi oleh sesuatu. Oh, jembatan ini sunggu memberikannya rasa penasaran dan kaget dalam satu hari. Mata Matt menatap lekat-lekat mobil yang terparkirkan disudut jalan yang ada di atas jembatan London. Dia mengenal mobil itu –ralat- dia sangat mengenalnya. Mobil milik orang yang sangat dikagumi Mello, mobil milik L si detektif terkenal.

Matt mulai mengarahkan mobilnya mendekati mobil itu. 'Kenapa L bisa berada di sini? bukannya saat ini dia sedang berada di Jepang untuk mengurusi kasus yang bernama Kira?' batin Matt. Matanya kali ini bukan lagi menatap mobil milik L tetapi orang yang ada di samping mobil itu. Asataga itu adalah gadis yang ditemuinya tadi secara sekilas. Gadis yang bernyanyi senandungan lagu itu!

Matt memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil milik L. Dia keluar dengan cepat dari mobilnya dan berjalan pergi menuju milik L. Sesampainya di sana dia mendapati gadis itu menghilang secara misterius lagi. Oh, jangan katakan kalau dia semacam hantu atau alien yang bisa menghilang dalam sekejap.

Dirinyapun mulai melangkahkan kembali ke dalam bukunya karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Di dalamnya mobilnya dia mendapati ada sesuatu yang aneh. Sebuah buku berwarna hitam entah kenapa bisa berada di krusi kemudi miliknya. Bagaimana caranya dia masuk padalah dia ingat kalau dia sudah mengunci pintu mobilnya sebelum dia beranjak dari sana.

Dia mendapati rasa penasaran pada buku itu. Diaraihnya dan lalu...

Sesuatu yang tidak terduga tertangkap oleh matanya.

To be continue

A/N: Mind to give review, an advise, a critic or even a flame?