Choosing your own Chocolate!

.

Fem!Malik & Fem!Joey in Role

SLIGHT

Boy's Action

.


Ishtar HouseHolds, Living Room

Saat ini tepatnya Ishizu sedang duduk santai di sofa dengan secangkir hangat kopi di tangannya di depannya nampak TV yang saat ini sedang menampilkan acara favoritnya, yaitu 'OBSESI' singkatan dari Obrolan seputar selebriti hoho~ Ishizu nampak sangat nyaman menikmati waktu senggangnya ini sampai..

BRAK!

Suara pintu yang terbanting cukup keras berhasil membuat Ishizu terkaget-kaget sampai hampir menjatuhkan kopinya-bersyukurlah kagak jatuh tuh kopi-, menaruh cangkirnya di atas meja, Ishizupun beranjak dari sofa mencari tahu darimana asal suara itu berasal dan ternyata..

"Ah, Kakak~ Aku pulang~" ucap Malik

Ishizu menghela napas, syukurlah ternyata itu Malik dan bukan maling atau semacamanya karena ia sudah bersiap-siap akan menghajar mereka. "Malik, sudah kakak bilang berkali-kali jangan membanting pintu rumah kalau kau pulang.." nasihat Ishizu bak ibu-ibu *Plak!*

"Ini penting kak~ sangat SANGAT PENTING!" ucap Malik sambil mengguncang-guncang tubuh Ishizu

"T-Tenang.. Malik.." ucap Ishizu sambil memegang bahu adiknya itu "..Apa yang terjadi?"

"Pokoknya mulai sekarang dan detik ini juga.. ajari aku cara membuat coklat!" sahut Malik dengan mantap

Ishizu menatap adiknya "APA!?"


Minamoto's HouseHolds

"Shizuka~" ucap Joey pada temannya itu

Setelah dari Toko, Joey langsung Marathon menuju rumah temannya ini dan beruntungnya dia kalau sang pemilik ternyata sudah pulang dari sekolah dan kini ia sedang berada di dapur mengenakan celemek berwarna putih dengan renda, seorang gadis yang tampak sebaya dengan Joey berambut ungu gelap dengan mata biru yang menawan kini berdiri di samping Joey dan juga mengenakan celemek sepertinya mereka sedang memasak.

"Hmm.. Jadi kau ingin belajar membuat coklat Joey?" tanya Shizuka

Joey mengangguk mantap "Benar! Coklat yang terenak dan terlezat yang pernah ada!" ucapnya bersemangat

Shizuka tertawa kecil mendengarnya "Pasti untuk orang yang spesial kan? Supaya dia bisa mengerti perasaanmu yang diutarakan dalam coklat itu kan?"

Joey menggeleng "Sebenarnya sih coklat itu akan kugunakan untuk membuat Seto tunduk padaku.. tapi yah.. yang itu juga bisa dibilang 'iya'.." gumam Joey

"Hee? Mana mungkin coklat bisa membuat orang tunduk?" Shizuka kebingungan mendengar perkataan Joey

Joey menggeleng "Sudahlah.." ucapnya "Ayo! Ayo~ Kita mulai memasak~"

Shizuka mengangguk kemudian memotong coklat balok menjadi dadu-dadu kecil "Pertama-tama kita potong coklat seperti ini~"

Nah kita tinggalkan kesibukan Joey dan Shizuka untuk sementara dalam acara masak-memasak mereka dan kita berpindah ke lokasi yang lain~


Ishtar Residents, Kitchen

Boof! Bush!?

Asap mulai mengepul menyelimuti dapur kecil kediaman keluarga Ishtar ini sukses membuat Odion berlari marathon sambil membawa tabung pemadam kebakaran.

"Se-Selesai...?" ucap Malik sambil tersenyum miris menatap hasil karya agungnya yang sekarang sudah tertata di atas kabinet dapur, Err—Bagaimana cara mendeskripsikannya yah?

Saat ini, Peralatan di dapur semuanya sudah berserakan tidak beraturan dimana bbanyak sekali cairan kental berwarna merah—Bukan darah lho, kini berceceran dimana-mana.

Panci, Penggorengan, Spatula, dan peralatan masak lainnya semuanya dilumuri oleh sesuatu yang berwarna kehitam-hitaman pekat.

Asap yang diperkirakan kini berasal dari salah satu alat masak sukses membuat Ishizu harus meratapi nasib lantaran kini bajunya sekaligus wajahnya sukses memiliki bercak hitam disana-sini.

Ini bencana yang lebih parah dari perang dunia ke 4—Entah sejak kapan ada perang dunia ke 4.

"Err.. Apa yang..Terjadi?" tanya Odion kebingungan melihat Ishizu yang hanya berdiri terpaku dengan pakaian yang kotor dan Malik yang tersenyum miris.

Ishizu mendesah sambil menggelengkan kepalanya "Jangan pernah membuat Malik memasak di dapur untuk kedua kalinya dalam sejarah.." gumam Ishizu kemudian melangkah pergi meninggalkan dapur, meninggalkan Odion yang masih kebingungan sementara Malik sekarang menghela napas frustasi.

"Akhirnya.. selesai juga.." ucapnya kemudian membungkus mahakaryanya dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Odion yang masih berdiri mematung. Sepertinya ia ketinggalan berita deh~


Minamoto's HouseHolds

"HOREEE~" Joey bersorak senang melihat mahakarya coklatnya yang berbentuk kelinci kecil yang imut

"Yah, untunglah jadi juga ya Joey.." ucap Shizuka tersenyum

Joey mengangguk sambil menyeringai kecil 'Hehehehe.. Lihat saja Seto! Kau akan merasakan serangan balasan dari Joey ini!' Joey berpikir

"Ok, ayo kita bungkus coklat-coklat ini untuk Hari Valentine nanti.." ajak Shizuka sambil mengeluarkan kotak kecil dan plastik juga berapa kertas pembunngkus berwarna pink cerah

Joey mengangguk kemudian keduanya kembali membungkus coklat buatan mereka untuk Hari Valentine yang tinggal menghitung hari saja.


Boy's Encounter, Seto's Mansion

BOOOMM!

"Ingatkan aku untuk tidak mengajak kalian memasak menggunakan dapurku lagi.." gumam Seto yang kini duduk diatas tangga dengan para pelayannya kini sibuk berlalu-lalang membawa ember berisi air juga tabung pemadam karena Insiden dapur yang disebabkan oleh Bakura dan Marik.

"Kupikir coklat akan cepat meleleh kalau dimasukkan kedalam Microwave.." ucap Marik sambil tercengir "Ternyata hasilnya malah sebaliknya yah.."

Bakura menyeringai "Setidaknya ledakan yang kita hasilkan sangat dahsyat!"

"Ok, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang.. karena dapur Seto kini rusak akibat ledakan barusan.." ucap Yami menatap tajam Bakura dan Marik "..Apa kita akan melanjutkan acara masak-memasak coklat untuk Acara disekolah.."

"Bagaimana kalau kita membeli saja coklat yang ada di toko?.. Daripada kita harus membuat coklat yang berakhir dengan Insiden yang sama dengan ini.." usul Noa bijak

Atem mengangguk menyetujui "Setuju.. lagipula aku tahu dimana tempat kita bisa mendapatkan coklat-coklat itu.." tambahnya

"Well, Apa yang kita tunggu lagi..Ayo cepat kita pergi dari tempat ini.." ucap Seto yang sudah tidak betah di dalam Mansionnya yang dalam keadaan kacau ini kemudian melangkah keluar dengan diikuti kelima orang lainnya di belakang.

Alhasil kini keenam tokoh cowok ini pergi dengan—Menumpang—dengan Mobil sport milik Seto menuju sebuah Toko yang terletak dipusat Kota yang ditunjukan oleh Atem. Dan ternyata Toko yang mereka tuju itu adalah sebuah Toko yang sangat besar dan mewah dengan etalase yang menunjukan berbagai macam kreasi coklat-coklat yang unik dan menarik dan tentunya memikat banyak konsumen di dalamnya. Nama Toko itu adalah 'Chocolatoz Viezano'—Mirip kayak iklan Gerry—Sebuah Toko Coklat yang baru-baru ini dibuka yang sudah mendapat banyak sekali Konsumen-Konsumen dari ChocoHolic dari berbagai daerah.

"Hahahaha... Akan kuberikan coklat manis ini untuk Malik-Himeku tercinta karena coklat ini sama manisnya dengan Malik sayangku~ Hahahahaha.." tawa Marik sambil menarik-narik coklat raksasa setinggi atap rumah yang dijadikan pajangan di depan Toko—Oalah, Gimana bawanya tuh? Kebangetan..

"Tinggalkan orang bodoh itu.." gerutu Bakura tidak mau menganggap keberadaan Marik

"Anggap saja dia tidak datang bersama kita.." tambah Seto miris kemudian memasuki Toko bersama yang lainnya meninggalkan Marik yang masih sibuk mengurusi Coklat.

~Inside The Store~

Memang apa yang dikatakan—Tempat ini memang surganya COKLAT! Dimana-mana terdapat berbagai variasi coklat aneka bentuk dan terdapat coklat-coklat batangan beraneka jenis dan kualitas bagi siapa yang ingin membuat coklatnya sendiri.

"Hemmm…" gumam Bakura melihat seisi rak terlihat bingung untuk memilih coklatnya sendiri

Yami dilain pihak—karena Yugi sangat menyukai Strawberry, ia memilih coklat berbentuk bulat yang terdapat selai Strawberry yang akan meleleh keluar kalau digigit sehingga menciptakan sensasi manis dan juga sedikit asam-asam dari Strawberry tersebut—Ia membeli 5 kotak penuh sekaligus sambil tersenyum puas.

Seto di sisi lain—Merasa kalau Joey menyukai apa saja yang ia berikan atau apapun itu, malah membeli 12 lusin coklat yang berbeda dari masing-masing rak sambil berekspresi datar tidak mempedulikan berbagai pandangan para pengunjung yang melirik kea rah keranjang belanja milik Seto, setiap ia mendapati seorang pemuda yang menatapi keranjangnya dengan muka yang tidak bisa dipercaya, Seto menatap pemuda itu dengan tatapan yang mengatakan 'Apa?-Aku punya uang untuk membeli semua ini-Kau iri, huh?'

Sementara Atem—bukannya memilih coklat ia malah memainkan handphone-nya di sudut Toko disamping rak peralatan memasak coklat.

Subject xXx

Chocolate Truffle adalah coklat yang tepat untuk dibeli di saat Valentine seperti sekarang—Rasa coklat putih yang manis berpadu dengan kombinasi susu murni yang sangt bisa merilekskan pikiran, saat ini Chocolate Truffle banyak sekali diburu para pasangan untuk diberikan sedangkan para Chocolatier hadir dengan Variasi Chocolate Truffle yang baru… Tunggu apa lagi? Kalau kau ingin membuatnya bahagia di hari Valentine ini, maka belilah Chocolate Truffle…

End Subject xXx, Give Comments…

Wah, Wah—Ternyata si Atem malah lagi nyari referensi coklat buat Laksmi, pantesan aja sibuk sama handphone ketimbang milih coklat. Merasa sudah cukup mendapat referensi tentunya Atem langsung menyambar keranjang belanja dan segera mengambil 4 kotak penuh Chocolate Truffle Exclussive ditambah dengan 5 kotak Orangette Chocola sambil tersenyum puas di dalam hati, tentunya di pertempuran ini ia harus bisa selamat demi tujuannya.

Noa kali ini malah sibuk memandangi masing-masing deretan coklat di hadapannya—Apa yang paling disukai Mokuba? Coklat disini memang bermacam-macam sehingga ia susah untuk memutuskan mana yang seharusnya ia beli dan tentunya ia tidak mau berakhir dengan memborong begitu banyak coklat seperti Seto ataupu membeli coklat yang aneh seperti Marik.

Noa menghela napas sambil berpikir sejenak—Hal yang paling disukai Moku? Hemm tentunya ia harus memilih sesuatu yang sangat disukainya kan? Tapi masalahnya—Apa yang paling disukai Moku~?

"Aku suka sekali dengan Panda~ Mereka imut sekali kan Noa~ Lihat-Lihat~" terngiang ucapan Mokuba sewaktu mereka dulu mengunjungi kebun binatang

"Panda—ya?" gumam Noa kemudian melihat coklat-coklat di sekitarnya, tidak ada yang mirip dengan Panda disini kecuali sekotak coklat yang terisi dengan 4 coklat berbentuk puzzle yang bercorak pohon bamboo dengan kata bertuliskan 'Panda Luv You'—Noa menaikkan alis heran, bukan coklat berbentu panda tetapi coklat yang bertuliskan panda.. Hemm mungkin Moku akan menyukainya, Noa mengambil coklat tersebut kemudian berjalan menuju Kasir dimana ia juga bertemu dengan Seto dan yang lainnya yang sedang mengantri untuk membayar barang mereka.

Suasana kasir sangatlah ramai mengingat banyak sekali pengunjung di Toko ini—Seto yang tidak mau menunggu lama langsung saja memotong antrian sambil memasang tatapan tajam pada setiap pengunjung yang ini protes, 'Aku ini Seto Kaiba! Kalian mau menghalangi jalanku—Hah!'

Dilain pihak Marik yang justru datang paling mengejutkan—Ia tidak jadi membeli coklat pajangan di depan Toko lantara para penjaga melarangnya karena itu adalah arsip Toko yang sangat berharga di lain pihak justru saat ini Marik membawa coklat setinggi seorang gadis dengan ukiran menyerupai Malik yang terlihat seperti cupid dengan Plattform yang bertuliskan 'For My Malik-Hime, I love you Honey'—Gedubrak! Bukan hanya itu juga ternyata versi coklat besar itu juga ada di dalam versi minimalis sebesar genggaman tangan yang terbungkus kotak yang rapi—Semua pengunjung ternganga dibuatnya, Apalagi Marik langsung memotong antrian untuk membayar, tak semuapun bisa memprotes Marik karena sepertinya orang ini memiliki aura yang sangat menyeramkan kalau di tentang.

"Setidaknya aku tidak segila orang itu.." ucap Bakura yang kini malah membawa miniature coklat berbentuk kelinci mungil di tangannya yang sudah dibungkus dengan plastid an ditempeli pita dan bukan hanya itu juga, ia membawa coklat yang isinya menyerupai kelinci dengan coklat putih leleh di dalamnya dan dibungkus rapi dalam sebuah kotak berwarna putih

Atem dan Yami hanya bisa menggelengkan kepala—Mereka sudah selesai membayar barang mereka tanpa harus memotong antrian seperti Seto dan Marik karena dengan mudahnya mereka diperbolehkan untuk membayar terlebih dahulu oleh para gadis-gadis di antrian sebelah mengetahui 2 orang ini adalah kembaran ter-Hot di majalah-majalah terkenal—Ada untungnya juga kan jadi cowok ganteng? Mwaahhahahaha

Selesai membayar barang-barang mereka, tentunya mobil yang mereka bawa tidak akan muat menempatkan semua coklat-coklat yang menumpuk itu apalagi coklat milik Marik yang sungguh luar biasa SPEKTAKULER itu, untungnya Toko menyediakan Truk pengantar coklat untuk mengantar coklat tersebut ke Rumah masing-masing sementara keenam orang tersebut kembali lagi ke Mansion Kaiba untuk menyusun strategi yang akan direncanakan—Hello, ini berkaitan hidup dan mati sehingga strategi itu sangatlah penting untuk dibentuk!


Litte: and—OUT!

Seto: -_- dasar Baka Author ngak guna! Minat ngetik ato kagak sih u!

Litte: Lho? Emangnya kenapa? *polos*

Yami: CHAPTER ini PENDEK Baka! Pensi udah lama balik-balik bikin kecewa readers aj!

Litte: HELLO~ Gue kan juga punya kehidupan—Asiiek dah bahasanya *seneng gaje* Okeh emang sengaja ini dibikin pendek dan StepShipping sbgai pairing utama sengaja diperdikit-Plak! Karena akan dilanjutkan besok! BESOK! Maksudnya CHAPTER depan hehehehe…

Atem: Emangnya acara Valentinenya sebegitu parah samapi harus bikin strategi segala?

Litte: Kalo perlu sampe bertumpahan darah Litte jadiin sih

Marik: Untunglah gue kagak jadi sasaran pukul lagi *lega*

Noa: Sebenarnya buruk banget acara Valentin sekolah kita?

Litte: -_- BUSETT dah! Baru nongol juga pertanyaan buat Litte sejibun gini! Sabar yah Bro dan UNTUK jawabn lengkapnya silahkan dinantikan besok~ Karena besok Akan Litte skip time ke main EVENT aja…

All: -_- AUTHOR NGAK GUNA

Litte: o Makasiiih~

All: Sweatdropped