The Wooden Door

Pair: Minyoon,VKook,Hopega Slight! Namjin

First name top!

Romance,Fantasy,lil bit of humor (receh)

WARNING! BoyXBoy,Typo everywhere,dsb. Siapkan kantung muntah sebelum membaca.g thanks.

Dont like? Dont read ^^

.

.

.

Chapter 1: New House

Yoongi menatap keluar jendela mobilnya selama perjalanan. Hari ini,ia dan keluarganya juga sepupunya akan pindah ke sebuah desa kecil di daerah Busan. Pekerjaan ayahnya membuatnya mau tak mau harus ikut pindah ke Busan dengan kedua orang tuanya.

Saat ini Yoongi masih dalam keadaan mood yang buruk,karna sebenarnya ia tidak terlalu menyukai Busan. Pasalnya di Busan ini jarang turun salju,sedangkan Daegu selalu turun salju. Yoongi menyukai salju omong-omong.

"Kita sampai!"

Yoongi memerhatikan rumah yang ada di depan matanya. Sebuah rumah bergaya klasik ala bangsa eropa berwarna hijau matcha dengan pintu besar berwarna putih. Yoongi mengernyit,rumah ini terlalu aneh untuk ada di negara Korea.

"Whoa,rumah ini keren!"

Taehyung –sepupu Yoongi- dengan raut antusias keluar dari mobil menggendong tas punggungnya dan pergi ke bagasi mobil lalu menarik koper berbentuk anenya menuju rumah itu. Yoongi yang menyadari bahwa kedua orangtuanya sudah turun,dengan cepat ia ikut turun dari mobil sambil menyeret koper berwarna putihnya. Saat ia turun,terpaan angin yang lumayan dingin berhembus,mengacak acak poni surai abu abu itu dengan cepat.

Lagi lagi Yoongi mengernyitkan dahinya. Jika tadi karna rumahnya yang terlalu aneh untuk pedesaan di Korea,sekarang ia juga merasa aneh dengan angin yang tiba tiba berhembus. Yeah,angin berhembus itu bukan hal yang aneh,tapi angin ini aneh,seperti ada sebuah bisikan yang melintas bersama angin.

Yoongi mengangkat bahunya acuh,lalu kembali berjalan melewati pintu kayu jati berwarna putih itu.

Ia tidak sadar,ada seseorang ber hoodie hitam sedari tadi memerhatikan Yoongi dari atas pohon oak tua di pinggir rumah. Menyunggingkan senyum penuh arti dibalik tudungnya yang samar.

"Dia sudah datang"

Bisik orang itu lalu mengilang secepat kilat bersamaan dengan daun kering yang berjatuhan.

.

.

.

Saat memasuki rumah itu,untuk sesaat Yoongi tertegun dengan interior rumah barunya,well dari luar rumah ini terlihat suram dan tampak kuno,tapi yang ia lihat di rumah ini adalah rumah elegan ala kerajaan eropa jaman dulu,dengan ruang tengah di hiasi lampu gantung yang tampak mewah,sofa berwarna merah marun dengan ukiran rumit di atasnya,dan jangan lupakan hiasan hiasan antik yang nampak bersih. Ia rasa barang barang itu bukan dari rumah lamanya,karna seingatnya,sofa di rumah mereka berwarna cokelat tua,juga hiasan hiasan itu bukan milik keluarganya atau Taehyung,tentu saja.

"Yoongi,kamarmu ada di lantai 2, Simpanlah barang barangmu,setelah itu beristirahatlah"

Suara lembut ibunya menyadarkan Yoongi dari keterkagumanya akan rumah baru ini,Yoongi mengangguk lalu dengan langkah pelan menyusuri rumah besar ini. Ia menaiki tangga yang berada di ruang tengah,saat sampai disana terdapat ruangan yang tidak terlalu luas,hanya sofa hijau tua yang ada di kamarnya,karpet beludru berwarna cokelat milik Taehyung,rak rak bukunya,juga perapian kecil di sebelah rak buku juga meja komputernya.

Yoongi tersenyum kecil,ia tidak terlalu menyesal karna ia pindah ke Busan,toh ia mungkin akan merasa nyaman dengan suasana rumah ini.

Di sisi kananya, ia melihat 2 buah pintu kayu jati berwarna abu-abu di sisi kiri dan kananya,dan ia melihat Taehyung keluar dari pintu di sebelah kiri.

"Oh,Hyung,kau akan menyukai tempat ini,disini benar benar nyaman!"

"Tunggu,apa aku sekamar denganmu lagi?!" Yoongi melotot tak percaya,sedangkan Taehyung hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Kurasa begitu,karna ada 2 ranjang di kamar ini. Pintu kanan itu kamar mandi. Aku akan turun kebawah hyung"

Dan Yoongi hanya bisa menatap sepupunya yang sudah turun dengan tatapan malas,yeah lagi lagi dirinya tidak akan tidur dengan tenang lagi.

.

.

.

Yoongi merebahkan dirinya di kasur ber seprai putih polos,kamarnya yang kali ini bisa dikatakan luas,sangat luas malah. Dengan interior yang sangat nyaman menurut Yoongi. Yoongi dan Taehyung itu sebenarnya memiliki beberapa kesamaan dalam hal favorit,tapi sifat mereka berbeda 180 derajat. Yoongi cenderung pemalas dan mencintai ketenangan,tetapi Taehyung itu anak yang rajin dan juga ceria,bisa dikatakan berisik.

Yoongi memejamkan matanya,dan dalam hitungan detik ia sudah tertidur dengan dengkuran halus. Dan masih tak ia sadari,ada seseorang tengah mengintainya sambil tersenyum lembut dari arah jendela yang terbuka.

"Yoongi hyung,aku merindukanmu"

Sosok itu kembali hilang bersama hembusan angin lagi.

.

.

.

TBC

A/N: Haii apa kabar readers sekalian '-' . saya kembali dengan chapter 1 TWD/? Maaf karna saya apdetnya ngaret.g btw aku juga bakal ngaret update lagi karena senin saya ukk doakan saya oke hihihi ^^. Jiminya belum muncul disini,mungkin chapt depan muncul '-'

Btw thanks juga yang udah review+fav+follow,see you in next chapter,bye :3