Bulan yang menerangi langit malam.

Bulan yang menjadi saksi bisu.

Bulan yang menyampaikan rindu.

Bulan merindu.

..

..

Réamhaisnéis

(oracle/prophecy/ramalan)

A TAEKOOK's fanfiction.

AlphaDominantAbsolutePureBlood Taehyung x OmegaPureBlood Jungkook.

AlphaDominantPureBlood Hankyung x BetaPureBlood Heechul.

BetaPureBlood Yoongi.

Another cast? You can find it in the whole story.

Vampire life, Alpha Beta Omega Universe, MPreg.

..

..taekook..

..taekook..

..

..taekook..

..taekook..

..

Puri indah yang menjadi poros kerajaan klan Rialóir itu berdiri dengan kokoh di antara rumah-rumah anggota klan tangguh itu. Puri yang berdiri kokoh di tengah kisruh abad ke-18 di dataran benua Eropa itu menampung seluruh keluarga pemimpin kerajaan selama berabad-abad. Puri yang dibangun menyerupai istana itu kini kembali lagi menjadi kediaman penguasa tertinggi klan Rialóir yang kesepuluh. Raja Hankyung, keponakan Raja kesembilan yang menikahi beta berdarah murni anak tertua Raja kesembilan. Beta berdarah murni yang menjadi Permaisuri sang Raja, beta berdarah murni mate sang Raja, Kim Heechul.

Raja kesembilan menikahkan anaknya dengan sang keponakan agar kekuasaan tetap bergulir di bawah keluarga mereka, hal ini dikarenakan dua pangeran, dua anaknya tak ada satupun yang berstatus alpha berdarah murni. Kedua pangeran itu berstatus beta berdarah murni dan omega berdarah murni, keadaan ini yang membuat sang Raja menikahkan anaknya dengan keponakan alpha berdarah murninya, toh… pernikahan sedarah bukan hal asing bagi pemimpin suatu klan. Tambahannya… calon Raja Hankyung saat itu ternyata telah terikat benang merah takdir dengan Kim Heechul, pangeran sulung anak dari Raja kesembilan.

Semuanya berjalan lancar kan?

Tidak sebelum kemelut melanda kehidupan puri megah itu. Pangeran bungsu, adik Kim Heechul, harus terusir dari istana oleh sang Raja kesembilan. Intrik dan konspirasi membaui kepergian pangeran bungsu yang terusir dari klannya sendiri.

Kim Heechul yang saat itu sudah berstatus sebagai mate Hankyung yang sedang menunggu perayaan pesta pernikahannya itu murka akan keputusan ayahnya, Raja kesembilan. Kim Heechul mengamuk, menghancurkan seluruh puri saat mengetahui adiknya terusir ketika ia tak berada di puri itu. Kala itu, Kim Heechul yang baru kembali menjalankan tugasnya sebagai pangeran sulung klan Rialóir harus tersedak ludahnya sendiri saat mendengar kabar kepergian adik tersayangnya. Menanyakan keputusan sang Raja dan mendapatkan jawaban memuakkan seperti "Beta sepertimu tak usah menanyakan keputusan sang Raja berstatus alpha sepertiku." Hal ini menyulut emosi Kim Heechul dan untuk pertama kalinya ia mengeluarkan inti sari kekuatannya yang selama ini ia coba tekan agar tak keluar. Inti sari kekuatan beta berdarah murni dengan watak tak terduganya, penghancur semesta. Dengan kekuatan yang dapat mengendalikan alam itu Kim Heechul membelah purinya menjadi dua, menunjukkan pada ayahnya bahwa beta sepertinya mempunyai kekuatan selevel alpha karena ia adalah pure blood.

Kim Heechul hampir kelepasan untuk membunuh sang Raja sebelum Hankyung, seorang alpha dominan berdarah murni calon pengganti Raja yang tak terpengaruh intimidasi Kim Heechul bergerak menyelamatkan sang Raja yang hanya bisa termangu saat menyaksikan sendiri bagaimana kekuatan pangeran sulungnya.

"Heechul ah, berhenti." Hanya kalimat pelan dengan nada lembut itu, hanya itu yang bisa menghentikan seorang Kim Heechul yang terluka harga dirinya dan tersakiti hatinya.

Heechul melempar tatapan bengisnya sebelum berbalik meninggalkan puri, mengabaikan tatapan ketakutan penghuni istana dan tatapan meremehkan sosok pembuat konspirasi terusirnya pangeran bungsu.

Kejadian itu mengajarkan sang Raja bahwa ia tak bisa meremehkan apapun status darah terlebih lagi status darah peranakan dari pasangan berdarah murni seperti dirinya dan Permaisurinya.

Sesampainya di luar puri, Kim Heechul mencoba mengendus jejak bau adiknya yang tertinggal, dan jejak bau itu terhenti tepat setelah sang adik keluar dari barrier pelindung klannya. "Sial, adik kurang ajar! Kenapa kau menyembunyikan baumu?" maki Heechul kesal karena ia tak bisa melacak kepergian sang adik.

Setelah itu, Heechul berkelana ke sepanjang benua Eropa untuk mencari sang adik, Heechul yang berniat menyebrang ke dataran Asia terpaksa kembali ke kerajaan saat matenya datang dan muncul di hadapannya.

"Lupakah dirimu jika kita telah terikat?" Hankyung menatap datar wajah keruh Heechul sebelum melanjutkan. "Lupakah kau jika seminggu lagi adalah hari pernikahan kita?" tanyanya tenang. Namun ketenangan Hankyung mengintimidasi Heechul dan membuat Heechul tak bisa mundur selangkahpun.

"Aku ingin mencari adikku!" teriak Heechul berusaha lepas dari intimidasi matenya itu. "Tak tahukah kau bagaimana takutnya aku memikirkan dirinya berada di luar sana?"

"LALU KAU TIDAK MEMIKIRKANKU?!" bentak Hankyung penuh amarah, membuat seluruh tulang Heechul bergetar takut. "Kau tidak menutup baumu! Kau juga berkeliaran di luar klan sendirian tanpa pengawalan. Dan kau tidak memikirkanku, kita telah terikat Heechul ah. Tidakkah kau memikirkan bagaimana tersiksanya aku saat kau jauh?"

Tatapan sendu yang dilayangkan Hankyung itu membuat Heechul tersadar akan keegoisannya itu. Selama ini ia bersikeras mencari adiknya, dan ia melupakan ikatan yang telah tercipta di antara dirinya dan Hankyung. Ikatan kuat yang akan melemahkan pasangan yang berjauhan itu terlupakan oleh Heechul karena tekad kuatnya untuk mencari adiknya itu. "Maafkan keegoisanku." Ucap Heechul pada akhirnya.

Hankyung mendekat ke arah Heechul, memberikan telapak tangannya untuk digenggam oleh Heechul. "Kita pulang?" tanyanya.

"Lalu adikku?" Tanya Heechul ragu.

"Tidakkah kau sadar? Adikmu memiliki kekuatan yang sama denganmu, dan saat ia keluar dari barrier pelindung ia sudah menutup baunya. Ia masih hidup Heechul ah." Ucap Hankyung yakin.

"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" Heechul mengernyit bingung melihat keyakinan Hankyung.

"Tidakkah kau berpikir jika ada vampire yang mati, mereka pemburu vampire akan membuat berita besar-besaran? Dan tak mungkin ada vampire yang bisa mengalahkan adikmu, omega berdarah murni anak dari alpha berdarah murni dan juga beta berdarah murni terkuat di klan kita? Klan Rialóir?"

Ya… abad dimana vampire diburu dan kematiannya dijadikan pemberitaan besar-besaran itu sedang melanda mereka. Dan penjelasan Hankyung setidaknya menenangkan hati Heechul. "Ya, kita pulang." Heechul meraih telapak tangan besar Hankyung dan bersama mereka kembali pulang ke klan mereka.

..

..taekook..

..taekook..

..

Tahun 1843, empat puluh tahun setelah kepergian pangeran bungsu putra dari Raja kesembilan klan Rialóir, Raja terbaru dilantik. Raja Hankyung menduduki tahta tertinggi itu setelah sang Raja kesembilan musnah di tangan Raja klan Scáth musuh mereka dalam peperangan perebutan wilayah kekuasaan.

Saat sang Raja kesembilan musnah, Hankyung yang sudah pasti akan melanjutkan kepemimpinan akan klan Rialóir maju ke medan tempur sebagai pemimpin klan. Hankyung menunjukkan kekuatannya, dominasinya dan kepemimpinannya. Kekuatan yang dipadukan dengan kekuatan matenya membuat pasangan itu berhasil menghancurkan klan Scáth yang berperang melawan mereka.

Dan setelah kembali dari peperangan itu, Hankyung dilantik menjadi Raja kesepuluh dengan Heechul sebagai Permaisurinya. Di bawah kepemimpinan Hankyung klan mereka aman tanpa adanya serangan ataupun peperangan yang melanda klannya. Di bawah kempemimpinan Hankyung, klan Rialóir membuktikan bahwa kedudukan klan mereka sama seperti arti nama klan mereka, klan penguasa dengan kekuatan dan kedudukan tertinggi.

Tujuh tahun setelahnya, pangeran sulung terlahir. Pangeran sulung putra pertama Raja Hankyung dan Permaisuri Heechul terlahir di tengah-tengah kedamaian dan masa kejayaan klan mereka.

"Abu-abu?" Hankyung tercengang begitu melihat bayinya yang ia tuntun untuk keluar dari perut Permaisurinya itu berkulit abu-abu pucat. Abu-abu… seorang beta?

Para penyembuh satu-persatu meninggalkan kamar utama itu setelah selesai mengobati Permaisuri mereka, meninggalkan Hankyung yang masih tercengang melihat sosok anak pertamanya.

"Rajaku… berikan darah pada putra kita." Ucapan lemah Heechul di atas ranjang itu menyadarkan Hankyung untuk segera memberikan asupan pertama putranya. Saat sang pangeran sulung selesai menikmati asupannya, Hankyung membawa putranya itu untuk berbaring di samping Heechul. "Apa kau kecewa karena pangeran pertama kita adalah beta?" suara lirih Heechul membuat Hankyung mengerjapkan matanya dan tersadar akan lamunannya.

"Aku… aku hanya bingung, pada alpha mana nantinya putra pertamaku akan terikat? Saat ini tak ada satupun peranakan alpha yang kupercayai untuk menjaga putraku yang berharga ini." Jawaban Hankyung itu menyadarkan Heechul, meskipun kerajaan mereka terlihat damai, namun mereka berdua tahu pembuat konspirasi yang belum diketahui siapa itu sedang menunggu waktu untuk menyerang kerajaan mereka. Kedua pasangan itu mencium bau anyir pengkhianatan di langit kerajaan mereka dan membuat mereka berhati-hati di dalam puri mereka sendiri.

"Rajaku… Réamhaisnéis masih belum datang. Kita dengarkan terlebih dahulu Réamhaisnéis itu sebelum memutuskan bagaimana kita melindungi pangeran kita." Ujar Heechul lirih sembari menepuk-nepuk pelan tubuh keabu-abuan putra pertamanya yang kini bersandar di atas dadanya.

Tak lama, ribuan pendar bintang itu merangsek masuk ke dalam kamar utama itu, pendar itu berkumpul di tengah-tengah ruangan dan membentuk sebuah bola cahaya indah yang melantunkan nyanyiannya untuk putra pertama Raja klan Rialóir kesepuluh.

"Pangeran sulung putra Raja kesepuluh yang indah." Mulai Réamhaisnéis bersenandung di antara kumpulan pendar bintang itu.

Hankyung menatap dan mendengarkan dengan seksama Réamhaisnéis yang mulai bernyanyi.

"Pangeran sulung, beta berdarah murni yang mewarisi kekuatan Permaisuri kesepuluh." Lanjut Réamhaisnéis.

Heechul terkesiap mendengar nyanyian itu, mewarisi kekuatannya? Pangeran sulungnya? Putranya memiliki kekuatan penghancur semesta sepertinya? Detik itu Permaisuri berjanji akan melatih putranya ini untuk mengontrol kekuatannya agar kekuatannya tak menimbulkan efek yang besar.

"Pangeran sulung yang menyayangi adiknya dengan segenap hatinya, pangeran sulung yang bersembunyi dibalik keangkuhannya." Réamhaisnéis masih bernyanyi menyampaikan ramalan masa depan untuk pangeran sulung.

Hankyung mengerling ke arah Permaisurinya seakan menggoda pasangan hidupnya yang mewarisi keangkuhannya juga pada anak pertama mereka.

"Pangeran sulung yang sulit mengakui perasaannya, akan berjodoh dengan alpha berdarah campuran yang berasal dari luar klan."

Di detik nyanyian itu disampaikan, Hankyung dan Heechul saling memandangi satu sama lain dan mulai merasa cemas.

"Alpha berdarah campuran yang akan menjaga pangeran sulung dari mara bahaya dengan kekuatan guardiannya."

Guardian? Alpha berdarah campuran mana yang bisa medapatkan kekuatan guardian? Takdir seperti apa yang akan melingkupi pangeran sulung mereka?

"Pangeran sulung yang akan memimpin prajurit terdepan klan dalam pertempuran terakhir bersanding dengan pangeran bungsu sebagai komandan tertinggi."

Biasanya… saat Réamhaisnéis menyanyikan nyanyian kelahiran untuk setiap anak klan mereka, Réamhaisnéis hanya akan membahas takdir peranakan yang terlahir. Dan saat orang di luar takdir masa depan sekaligus mate mereka disebutkan juga, berarti anak itu memiliki hubungan batin yang erat dengan sosok ketiga itu. Dan contoh kali ini adalah pangeran sulung mereka memiliki keterkaitan yang kuat dengan pangeran bungsu mereka di masa depan?

"Pangeran sulung sosok pemimpin dibalik bayang terkuat, yang rela keluar dari bayang itu untuk melindungi adiknya. Pangeran sulung yang indah, pangeran sulung beta berdarah murni terkuat. Pangeran sulung yang terikat dengan alpha berdarah campuran pemegang kekuatan guardian. Pangeran sulung yang memperoleh kebahagiaannya dengan matenya. Pangeran sulung kebanggaan klan."

Dan seperti biasa, sesaat Réamhaisnéis selesai bernyanyi untuk menyampaikan ramalan masa depan itu, pendar Réamhaisnéis yang berjumlah ribuan itu masuk ke tubuh peranakkan yang baru saja terlahir itu. Semakin banyak pendar yang masuk, semakin memperlihatkan warna asli dari kulit pangeran sulung. Putih seputih gumpalan awan, kulit putih yang indah. Dan semakin banyak lagi pendar yang masuk, rambut hitam kelam itu menyembul di atas kepala pangeran sulung. Lalu saat pendar terakhir masuk, pangeran sulung membuka matanya untuk memperlihatkan pendar amethyst yang indah itu sebelum berubah menjadi warna coklat madu yang indah. Pendar amethyst yang hanya bisa dilihat oleh keluarganya dan juga matenya nanti. Pendar amethyst yang sama seperti milik sang Permaisuri.

"Mata yang indah." Hankyung mengelus pelan kening anaknya yang kini mengerucutkan bibirnya dan mulai terisak kecil untuk menangis. "Aigoo, menangislah pangeranku. Menangislah." Dan bagaikan mantra, pangeran sulung menyahut perintah sang Raja dengan tangisan tersedu-sedunya.

"Aigoo, sayangku. Kau kesal keluar dari perutku, nde? Aigoo…" Heechul berulang kali menepuk pelan tubuh anaknya untuk menenangkan pangeran sulung yang menangis begitu sedihnya itu.

"Aigoo, Kim Yoongiku sayang…" Hankyung turut membelai kepala putra pertama mereka yang telah mereka siapkan namanya jauh-jauh hari, Kim Yoongi, bayi manis mereka yang kini terlelap nyenyak di pelukan sang Permaisuri.

..

..taekook..

..taekook..

..

Kim Yoongi yang masih mengantuk itu mengusap-usap matanya saat ia mendengar kegaduhan di depan kamarnya. Orang-orang bodoh itu tak bisa mengecilkan suaranya atau bagaimana? Adiknya yang baru berumur seminggu itu bisa terganggu dengan semua kebisingan itu. Sial, dan mereka mengganggu tidur Yoongi. Yoongi, pangeran sulung bersurai abu-abu yang kini berusia sepuluh tahun itu beranjak dari ranjangnya untuk melihat orang bodoh mana yang mengganggu ketenangannya.

"Apa yang kalian lakukan?" dengan semua keangkuhan yang dimilikinya, Yoongi bertanya pada salah satu pelayan yang berlari tergopoh-gopoh melaluinya.

"Maafkan kami pangeran sulung sudah membuat keributan." Jawab pelayan itu takut.

"Katakan alasan kalian melakukan keributan ini." Potong Yoongi yang tak ingin mendengar alasan terbata-bata pelayannya itu.

"Maafkan kami pangeran sulung, Yang Mulia Hankyung memerintahkan kami untuk mencari pangeran bungsu. Pangeran bungsu menghilang dan kami belum menemukannya semenjak dua jam perintah ini diberikan." Lapor pelayan itu yang terus membungkukkan badannya.

"Kenapa kalian tidak melacak baunya saja?" Tanya Yoongi kesal mendengar kebodohan pelayan itu.

"Maafkan kami pangeran sulung, kami pelayan dapur belum pernah berjumpa dengan pangeran bungsu dan kami tak tahu bau pangeran bungsu. Yang Mulia Hankyung juga belum bisa menemukan keberadaan pangeran bungsu."

Dahi Yoongi berkerut mendengar itu, bahkan appa mereka tak bisa membaui keberadaan adiknya? "Ya sudah, lanjutkan pencarian kalian." Ujar Yoongi dengan suara datarnya dan ia melangkah menyusuri lorong bangunan puri itu, di sepanjang jalan ia melihat seluruh penjaga puri dan pelayan berlarian kesana kemari untuk mencari adiknya. Bahkan Yoongi sesekali melihat kelebatan bayangan appanya yang mencari adiknya itu dengan gusar.

Yoongi melangkahkan kakiknya menuju kamar ibunya untuk mendapati sang ibu sedang duduk dengan tangan yang bertaut di depan dadanya. "Umma sedang berdoa?" tanyanya dan membuat Heechul terkesiap.

"Yoongi… adikmu…" mata Heechul yang masih belum bisa beranjak dari ranjangnya itu berkaca-kaca karena begitu ia terbangun dari tidurnya ia tak melihat pangeran bungsunya yang seharusnya tertidur di tengah-tengah ia dan sang Raja.

Yoongi melangkah dan menaiki ranjang untuk menggenggam tangan sang ibu yang panik.

'Hyung?'

Suara asing itu tiba-tiba saja masuk ke pendengaran Yoongi, tidak… ke kepala Yoongi?

'Siapa kau?' Tanya Yoongi setelah berusaha memusatkan kekuatannya pada pikirannya.

'Memangnya hyung punya belapa adik?' suara asing bernada ceria itu kini tertawa di benak Yoongi.

"YA! Kim Taehyung! Dimana kau sekarang?" pekik Yoongi tanpa sadar saat ia mendengar suara kikikan geli adiknya itu.

Hankyung yang baru saja memasuki kamarnya terkejut mendengar teriakan pangeran sulungnya dan juga Heechulpun turut terkejut.

'Hyung, main cama TaeTae yuk?' suara adiknya itu membujuknya dengan penuh semangat.

'Katakan pada hyung, kau ada dimana sekarang? Hyung akan kesana!' Yoongi kembali berkonsentrasi dan mengabaikan pertanyaan kedua orang tuanya.

'TaeTae ada di atap menala cayap kili hyung!' dan kikikan geli itu masih saja terdengar.

'Kau tunggu disana oke? Hyung akan kesana dengan appa, oke? Jangan kemana-mana!' perintah Yoongi masih melalui pikirannya.

'Oke hyung, TaeTae tungguuuu~.' Ujar pangeran bungsu penuh nada riangnya.

"Appa! Atap menara sayap kiri, Taehyungie berada disana!" ujar Yoongi memberitahukan Hankyung yang tercengang bagaimana pangeran sulungnya bisa mengetahui keberadaan sang adik? "Appa cepat! Kalau tidak Taehyungie bisa beranjak dari sana!" dan kini sosok Yoongi sudah menghilang, dalam sekejap mata Yoongi sudah berteleportasi menuju tempat adiknya itu.

"Teleportasi?" Tanya Heechul yang baru pertama kali melihat kemampuan pangeran sulungnya itu.

Hankyung bergerak ke atas ranjang untuk membawa tubuh Heechul ke dalam pelukannya, "Ya, kekuatan yang sama sepertiku." Dan Hankyung membawa Permaisurinya untuk segera berteleportasi ke atap menara yang terletak di sayap kiri.

Sesampainya mereka di atap menara, kedua pasangan itu melihat Yoongi yang sibuk menahan kaki adiknya yang sibuk melontarkan tubuhnya setinggi-tingginya.

"TaeTae?" panggilan pelan Heechul membuat pangeran bungsu itu berhenti dan tersenyum bahagia melihat sosok sang ibu sebelum melecut dan berada di dekapan ibunya. "TaeTae sayang kemana saja? TaeTae sayang tak boleh pergi seperti itu, umma khawatir TaeTae tak ada bersama umma saat umma bangun." Ujar Heechul sembari mengecupi pipi bulat anaknya itu.

'TaeTae tadi mau main, tapi umma macih tidul jadi TaeTae main cendili!'

"Ya, Taehyungie! Alasan apa itu?! Pokoknya Taehyungie tidak boleh main pergi seperti itu!" teriak Yoongi frustasi mendengar alasan adiknya itu dan menimbulkan tatapan heran dari kedua orang tuanya.

"Taehyungie berbicara pada Yoongi?" Tanya Hankyung.

"Appa memangnya tak mendengar Taehyungie berbicara? Bahkan tadi Taehyungie berbicara di kepala Yoongi dan menyuruh Yoongi kesini." Ujar Yoongi dengan tatapan polosnya.

"Jadi TaeTae bertelepati dengan Yoongi hyung? Kenapa dengan umma dan appa tidak?" Tanya Heechul yang seketika mengerti maksud ucapan pangeran sulungnya.

'Molla umma…' ujar Taehyung masih dalam telepatinya dan masih hanya Yoongi yang bisa mendengarnya.

"Dia bilang tidak tahu, umma." Sahut Yoongi saat mata kedua orang tuanya memandanginya.

"Taehyungie, dengarkan appa oke?" pinta Hankyung yang sekarang yakin jika pangeran bungsunya sangat-sangat istimewa, "Taehyungie tak boleh pergi seperti tadi lagi, Taehyungie jika ingin main dan kami masih tertidur maka Taehyungie harus membangunkan kami. Jangan menghilang lagi, oke?" Tanya Hankyung sembari menatap kedua mata hitam Taehyung yang bersinar polos.

'Oke appa,' balas si kecil, pangeran bungsu klan terkuat itu dengan cengiran manisnya.

"Dia bilang oke, appa." Ujar Yoongi, lalu Yoongi berjalan pelan ke arah adiknya, "Ya, cepat bisa berbicara dengan normal, aku lelah menjadi jembatanmu!" keluh Yoongi.

Dan Taehyung? Pangeran bungsu bersurai merah itu hanya terkekeh geli sebelum kembali melecut ke arah pangeran sulung.

"Dasar nakal." Keluh Yoongi. "Aku akan membawanya ke kamar appa dan umma." Ujar Yoongi dan mulai berteleportasi meninggalkan kedua orang tuanya.

"Nyanyian Réamhaisnéis tentang kekuatan kedua anak kita tak main-main." Ujar Heechul yang bersandar sepenuhnya pada tubuh matenya.

"Ya sayang, kurasa kenapa hanya Yoongi yang bisa mendengar ucapan Taehyung adalah karena ikatan batin mereka yang begitu kuat seperti nyanyian Réamhaisnéis saat kelahiran Yoongi dulu."

Ucapan Hankyung yang diangguki Heechul itu menjadi suara terakhir mereka sebelum keduanya berteleportasi ke kamar mereka untuk berada bersama kedua pangeran istimewa mereka.

..

..taekook..

..taekook..

..

..

TBC.

..

..

..taekook..

..taekook..

..

..

YOLO!

Ini next storynya, hayo… siapa yang nebaknya bener?

Serius deh yang masih nanya ini TAEKOOK apa bukan… summary castnya kan ada… dan saya udah bilang ini TAEKOOK, seriusan, cuma ya diceritain dulu masa kelahirannya pangeran bungsu sama beberapa latar belakang klannya, begitu.

Daaaan, baby Jeon masih belum muncul~ hayo baby Jeon masih dirahim Bunda yaaa? Haha~

Nah, aku balas-balas review kalian dulu yak!

..taekook.. ..taekook.. ..taekook..

Yellow-ssi : Nov, serius pas kamu ngeline dan bilang baca ff ini aku syok. Duasar temen ngengalong aku, haha. Ini genre nya kayak karedok nov, campur sari bingids. Sok lah atuh yang penasaran, udah sedikit terjawab belum rasa penasarannya? Kamu juga semangat! Itu prolog taekook yang kita bicarain itu kok belum dilempar juga? Hayooo, hahah /ciumbalik

JeonJeonzKim : mana ya jojonit vampfic yang bertebaran… aku kok ngeliatnya dikits yak? Nih udah lanjut jojonits!

Byuryujuuu : hula! Gimana? Apa sesuai harapannya?

Vkook57 : maapkeun nih lama, saya emang syuka yang lama-lama~

Taekookie : syudah.

Kakaokuki : orang baik hati mana yang bilang dirinya sendiri baik kao? Ini si kao sering bingids galham, sampai heran aku…

VKookKookV : apanya? Apanya yang kelihatan? Hiing bukan ya, masa jelas-jelas ditulis appanya itu Hankyung kok emaknya bisa Seokjin? Yuk pantengin terus ff ini.

Kira : iyaaa, ini syudah lanjut~

Hantu Just In : kok Seokjin terbuang oleh Namjoon? Ngarang dih, haha. Trus, siapa bilang Yungi gelap… yungi terang benderang gitu. Errr… sabar ya kalau ff MinYoonnya… syedang merasa kothor untuk melanjutkan ff itu saat ini.

VJk1 : aaa~ kalau saya sih gaselamat hati ini gegara comeback mereka, parah. Untung ditutup dengan manis seri terakhir HYYH nya. Haha. Ckck, bukan akang Seokjin ya pangeran sulungnya~

Everyonepiece : eung? Aku gacinta kamu tuh, haha. Ini syudah lanjut yaa.

YM424 : next? Ini sudah_

Yoonginugget : PLIS NITAKS! AKU UDAH NARO ARTI JUDULNYA YA DI SUMMARY SAMA CUAP-CUAP DI AKHIRNYA! KAMU MAH MUSTI DICAPSLOCK DULU BIAR KEBACA. DUASAR! Segila apa sih? Engga nit, engga gila kok ide ff ini.

Idungiveasht : biasanya, saat ada yang nyuruh update cepat… saya akan kabur dan lama syekali updatenya… syalalalalala~ hahahaha~

InfinetlyLove : IYA DONG WE, DOMINANTTAEHYUNG EMANG MUSTI KUADH! Syudah update ini we…

Strawbaekberry : apa ya… warna kulit sebelum Réamhaisnéis datang itu syeperti perlambang status mereka, ya seperti itulah. Kenapa gak? Yungi tuh pangeran sulungnyaa. Aku juga syuka baca yang vampfic, walau takut nih nulisnya, takut tulisannya jelek… hiiing.

Fika137 : wow~ beberapa tebakan kamu benaar~ syelamat~ tuh identitas si sulung dan statusnya syudah terungkap. Haha.

Shirayuki miu : Kinaaaans! Tiada maaf untukmu! Haha. Apanya yang tersembunyi Kinans? Aku mah gasuka main sembunyi-sembunyian, serius. Lah atuh si taetae dicurigain… semangadh juga kinans, laafyu tu! Hwaiting rlnya!

Tchandra07tc : euum, plis jangan panggil saya thor… inspirasi… heum, karena syuka baca vampfic dan syuka ngayal vampfic taekook makajadilah. Iyak mpreg… tuh udah lanjut.

DarkHwangLyi : saya aja baca ff ini berulang kali setelah publish, nyariin typonya haha. Makasih loh udah baca~ dan serius, jangan panggil saya thor…

Kookiestaetae : maap ya, saya syuka kabur dan memperlambat update kalau ada yg nyuruh cepet dilanjut, haha. Yoklah apa vampfic ini memuaskan dahaga kerinduanmu akan ff vampfic?

Kalsium : seriously, jangan panggil saya thor juseyong~

RonaTan : Oi! Adel! Kamu yaaa, awas yaaa… ini syudah lanjut del, eotte?

..taekook.. ..taekook.. ..taekook..

Nah, buat kalian yang baru kenal saya, saya gasyuka dipanggil Thor, lah wong saya bukan salah satu member Avenger dari Asgard yang memiliki palu dewa itu, serius bukan! Panggil saja saya, My. Okaaay? Atau Kira juga bolee~ salam kenal ya, syelamat menikmati ffnya~

..