Chapter 2

Naruto, dkk punya Masashi Kishimoto

Gaahina

Rated T++++

Romance

Story pure for Jhino

Happy reading

Flashback on

Seorang pria sedang tersenyum melihat foto kekasihnya yang ia jepret ketika berkencan.

"Gaara, kau gila yang tersenyum sendiri?" ejek Shikamaru calon kakak iparnya yang bentar lagi akan menikah dengan Temari.

Gaara tak peduli, "ya, aku gila, gila karena Hinata."

Shikamaru mendengus kesal. "aku tak yakin dia mencintaimu, gaara. kalau dia mencintaimu kenapa satu bulan ini dia menjauhimu?"

"itu hanya perasaanmu saja. Lagi pula Hinata sibuk untuk mempersiapkan ujian semester depan dan jadwal kuliahnya juga padat." Bela Gaara lalu menyimpan foto Hinata di dompetnya.

"apa kau sudah memberitahukan pekerjaanmu yang sebenarnya ke Hinata?" tanya Sai.

"belum, dia hanya tau aku seorang potografer saja, sai. Nanti setelah melamarnya aku akan menceritakan sebenarnya." Jawab Gaara.

"kau serius? Oh anak bungsu menteri pertahananakan menikah dengan anak presiden?" tanya lee kaget.

"aku rasa batalkan saja Gaara. dia hanya memanfaatkanmu saja untuk posisi aman ayahnya." Kata Sasuke datar.

"jaga mulutmu Sasuke. Jangan sampai aku patahkan lehermu, meski kau sahabatku. Hinata tak mungkin seperti itu, kami saling mencintai." Balas gaara menahan emosi.

"hei, jangan emosi begitu Gaara. aku bicara fakta, kalau kau tak percaya datanglah ke kafe dekat kampusnya sabtu besok." Kata Sasuke.

"baik, aku kan kesana, akan ku buktikan kalau omonganmu itu salah." Gaara kemudian berlalu keluar dari ruangan tersebut.

"Shikamaru, bagaimana ini?" tanya sasori.

"apa boleh buat, hanya itu satu-satunya cara Sasori. Aku tak ingin calon adik iparku terlalu banyak berharap pada gadis itu. Dan dari awal Hyuuga Hiashi dan anak perempuannya itu bekerja sama memanfaatkan jabatan ayah Gaara hanya untuk mengamankan posisinya." Jelas Shikamaru.

"Tapi hanya Hanabi saja tau tentang pekerjaan Gaara yang sebenarnya." Kata Lee.

"Hanabi memang genius untuk mencari identitas orang, meski dia sangat muda. Oleh karena itu Hanabi sangat dekat dengan Gaara." tambah Kiba sambil mengasah pisaunya.

"ya begitulah... sebaiknya kita latihan saja. Satu jam lagi ada rapat internal." Sai mengingatkan.

.

.

.

.

.

Drrt drrrt drrt..

"halo..."

"Gaara-nii, bagaimana cincin pesanannya sudah niisan ambil?" tanya seorang gadis di seberang telpon.

"ya sudah hanabi. Terima kasih ya, aku merepotkanmu saja." Jawab Gaara sambil tersenyum mengamati cincin yang baru saja dia beli di toko perhiasan.

"ah tak apa-apa niisan, itu kan tugas negara, jadi pasti niisan tak mungkin menghindar. Oh ya kapan niisan melamar neesan?"

"setelah peresmian ayahmu menjadi presiden yang kedua kalinya, sekaligus aku akan menceritakan tentang pekerjaanku sebenarnya, Hanabi." Jawab Gaara.

"oke, aku tak sabar Gaara-nii menjadi kakak iparku, hahahahaha. Baiklah kalau begitu aku belajar dulu niisaan." Kata Hanabi kemudian mematikan telponnya.

Sejenak Gaara teringat perkataan Sasuke tadi, kemudian dia mencari nomor kekasihnya di ponselnya.

"halo hinata"

"halo gaara-kun, ada apa?"

"tidak ada, aku hanya merindukanmu sayang. Ohya apa bunganya sampai?" Jawab Gaara tersenyum tipis.

"iya terima kasih, gaara." jawab hinata singkat.

"oya Hinata, nanti malam bisa berkencan? Sudah sabulan ini kita tidak bertemu." Tanya Gaara penuh harap.

"maa gaara, aku sangat sudah ya, aku masih ada urusan." Kata Hinata. Ketika gaara hendak berbicara lagi tiba-tiba salauran telponnya di matikan sepihak oleh Hinata. Gaara hanya bisa menghela nafas 'sebegitu sibuknya kah sampai kau dingin padaku hinata?' tanya Gaara dalam hatinya.

Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahunya dari belakang.

"hei gaara, ayo rapat, jangan sampe kita kena hukuman."kata Shikamaru dibalas anggukan oleh Gaara.

.

.

.

.

.

Meeting room

"negara akan mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta misi di Amerika dalam pemberantasan narkoba terbesar di Colombia selama dua tahun. Dan yang dipilih oleh jendral adalah Sabaku No Gaara. karena kau ahli dalam bela diri dan strategi. Bagaimana Gaara?" tawar Kakashi.

"hanya saya saja kapten?" tanya gaara.

"kau boleh mengajak partner. Bagaimana Gaara?"

"beri saya waktu untuk berfikir kapten."

"baiklah, aku menunggu jawabanmu senin depan. Pikirkan baik-baik gaara, kau di pilih karena kau terbaik di dalam kemiliteran ini. Aku harap keputusanmu nanti tidak mengecewakanku." Ucap kakashi kemudian pergi.

"kenapa kau tidak terima saja Gaara, kami akan menemanimu dan menjadi partnermu." Lee sangat bersemangat.

"aku tau tapi aku sebentar lagi akan melamar Hinata. Tak mungkin meninggalkannya selama dua tahun." Jawab Gaara.

"kau ini bodoh. Hinata hanya mempermainkanmu."

Bugh!

Gaara emosi langsung memukul Sasuke.

"Hinata tak mungkin tega kepadaku. Dia gadis yang setia, akan ku buktikan!" ucap gaara berlalu meninggalkan ruangan itu.

.

.

.

.

Satnight in cafe

Gaara duduk di tempat ujung cafe tersebut dengan memakai penyamaran yaitu topi bassball dan masker. Menunggu orang yang di cari seperti Sasuke katakan. Tiba-tiba..

Triiing...

"selamat datang di kafe kami." Ucap pelayan itu dengan senyuman tentunya.

"ah iya, aku dan kekasih pesan seperti biasanya ya.", ucap gadis itu lembut.

Deg!

suara yang familiar Gaara tau sapa itu tanpa harus membalikkan badan.

"kau cantik sekali hari ini hinata. Semakin aku cinta padamu." Ucap laki-laki itu, tapi tetap diam mendengarkan.

"apapun untukmu naruto-kun. Aku juga cinta padamu." Ucap hinata, membuat gaara meremas dada tanpa sadar. Terasa sakit mendengarnya.

"kalau kau mencintaiku, cepat tinggalkan pria culunmu itu, Hinata."

"sabar Naruto-kun, aku pasti akan membuangnya setelah ayahku resmi menjadi presiden lagi." Balas Hinata sambil bergelayut manja. Gaara terus meremas dadanya terasa lebih sakit.

"hahaha, kau pintar sekali memanfaatkannya sayang. Dia terlalu jelek untukmu, culun bahkan menciummu saja tak berani. Hahahaha!" pria yang bernama Naruto itu tertawa nyaring. Gaara mengeratkan kepalan tangannya sambil berkata dalam hati, " brengsek!"

"aku saja muak padanya, tapi tak apa-apa untuk jadi pelayanku yang mau aku suruh-suruh, hehehehe. Bagiku dia hanya pria tua yang tak berguna. Setelah aku buang dia, aku milikmu Naruto-kun."

Tes..tes..tes..

Air mata Gaara menetes akhirnya, sakit rasanya gadis yang begitu ia cintai tega kepadanya. Benar apa kata Sasuke. 'gaara kau memang bodoh!' kutuknya di dalam hati. Diapun mengusap air matanya lalu memakai kacamata culun dan berdiri menghampiri kekasihnya itu.

"Hinata.." gaara memanggilnya lembut...untuk terakhir kalinya.

"ga..gaara-kun" Hinata gagap karena kaget begitu pula dengan naruto.

"selamat atas hubungan kalian ya, aku bahagia kalau Hinata bahagia. Terima kasih atas semuanya Hinata. sampah ini sudah sadar diri sekarang, kalau memang harus dibuang bukan? karena sudah dari awal aku tak pantas untukmu..hehehehe...ehm, tapi aku tetap mencintaimu Hinata, so..hubungan kita berakhir sampai disini. Selamat tinggal Hinata." Ucap gaara dengan senyuman tulus untuk terahir kalinya lalu membungkukkan badan dan pergi. Sedangkan hinata tanpa sadar meneteskan air mata.

.

.

.

.

.

Dua minggu kemudian

Setelah peresmian selesai satu jam lalu, semua keluarga Hyuuga menjamu para pejabat luar negeri maupun dalam negeri.

"selamat pak presiden." Ucap sejumlah menterinya.

"terima kasih, ini juga karena dukungan kalian semua saya terpilih lagi."

"ohya presiden, bagaimana kerjasama kemiliteran antar negara, apa kah Konoha ikut?" tanya menteri luar negeri Amerika.

"tentu saja. Mungkin tuan sabaku bisa menjelaskannya."

" untuk misi itu, kami sudah ada perwakilan Konoha. ah letnan Kakashi tolong suruh mereka masuk."

Masuklah para perwira yang menjadi perwakilan Konoha tersebut.

Deg!

Semua pejabat Konoha kaget, terutama keluarga Hyuuga. Salah satu perwira itu mereka kenal, namun berbeda 180 derajat dari pada sebelumnya.

"perkenalkan, mereka adalah Sabaku No Gaara, Uchiha Sasuke, Akasuna Sasori, dan Shimura Sai. Mereka adalah perwira terbaik yang akan ikut dalam misi tersebut." Jelas Rei datar.

"tuan Sabaku, apa anda tidak salah? Bukankah gaara hanya tukang foto, bagaimana bisa ia ikut?" tanya Hiashi tak percaya dan tanpa sadar meremehkan Gaara.

"oh itu, karena dia harus menyamar, pak presiden. Agar ketika dia menjalankan tugas negara tak ada yang mengenalinya." Jawab Rei.

"anda mengorbankan anak anda sendiri tuan Sabaku."kata Hinata dengan angkuh.

"kalau memang itu untuk Konoha, seluruh Keluarga Sabaku siap mengorbankan nyawanya. Nona Hyuuga Hinata." Gaara menjawab dengn muka yang tenang namun mengepalkan tangan menahan emosi. Rei tersenyum mendegarnya dan menatapp bangga padanya.

Flashback of

TBC