Owari no Seraph © Takaya Kagami & Yamato Yamamoto

.

[Pengarang tidak mencari/mendapatkan profit atas pengerjaan hasil karya fanfik ini].

.

Warning

Canon, typo (s), misstypo (s) dan kekurangan lainnya.

.

For Event #MariBerpuisi

Kategori bebas

.


. : REDAM BALAS DENDAM : .


Ia berkabung dosa

Empat tahun lamanya

Pun rundung penyesalan tak lepas dari raga

Tetapi tak menutup gelapnya trauma

Apalagi api dendam yang membara

.

Akal menoreh bebal

Ia terkenal dengan nama yang tak tahu aturan

Menotis sang walinya lebih ekstra

Empat remaja didekatkan sebagai satu kesatuan

.

Satu pemuda penyambang cundang

Sebab pecundang karena diam menyaksikan di bawah ranjang

sang kakak dihisap darahnya hingga kerontang

.

Satu perempuan gen dari keluarga terpandang

Tetapi sesungguhnya dianaktirikan

Menjadi prajurit mungkin bisa menuntunnya pada kebenaran

.

Satu perempuan montok berisi

Punya kegagalan yang masih mengait dalam memori

Rerekannya yang dulu tewas dalam misi

.

Satu remaja pria tinggi

Bertempur demi kelangsungan hidup sang adik

yang terlilit di tunjangan medikasi

.

Hikayat yang nyaris persis

Riwayat senasib menjadi sepenanggungan

Relasi sahabat tertancap bukan main-main

Kesetiaan dan kepercayaan adalah pertahanan

Spektrum warna cokelat, ungu, pirang dan merah muda

Kata si netra kecubung, "mereka adalah keluarga barumu."

.

Terandilah persekutuan yang lebih besar

Sang iblis menawarkan kekuatan

Sementara ia memberikan imbalan sebuah pertemanan

Kontrak disepakati tanpa tahu bahwa ia jauh lebih mahakuat dari iblis

.

Berpasung dalam arena

Tebas-tebas parang panjang

Menyergap di ranah perang

Anak panah hunjam menikam

Menapak di zona cekam

Sabit dan kapak mengoyak

Berpegang satu tujuan

Menapaktilas kejahatan dari gigi-gigi taring biadab

dan monster-monster yang tersesat

.

Bersama keluarga baru ia berjibaku

Iblis merasuk pada sebilah pedang bermata satu

Lihai menyapu

Tubuh vampir rontok bak abu

.

Ya, pembalasan dendam terkutuk bertalu


a/n

Masih hambar? Yups, tak apa. Saya akui kemampauan berpuisi saya sangat abal. Hahaha.

Thank you atas perhatiannya.

-Snaw-