Kuroko No Basuke - AkaKuro FanFiction
Author : LSA
Cast :
Akashi Seijuroo
Kuroko Tetsuya
Pair : AkaKuro
Disc : All is not mine, except this Story.
Kuroko No Basuke (C) Fujimaki Tadatoshi
Warning : Pendek-sependek castnya , Kisah dua anak SMA cowok alias YAOI alias Boys Love alias Humu
Rate Fic : T
Genre : Cinta-cintaan antara anak muka tembok dan anak titisan setan-
Lenght : Sekali makan/?
'Author-Note'
'Cerita ke-2 dengan Bintang tamu chara paling anu/? sejagat Kurobasu ;)'
Happy reading
Hari Senin
"Oi Tetsu, duluan ya… Hati-hati pas pulang—jangan sampe diculik anak titisan setan dari kelas sebelah"
"Aomine-kun juga, hati-hati saat pulang. Jangan sampai ditabrak mobil limousine mahal punya Akashi-kun"
Momoi yang mendengar percakapan yandere 2 anak cowok didepannya langsung menengahi, "Sudah-sudah ~ Tetsu-kun , aku dan Dai-chan pulang dulu ~ ~Matta ne ~"
Kuroko Tetsuya hanya membungkuk sopan melihat Momoi menyeret Aomine keluar kelas. Melihat kelas sudah sepi, Kuroko segera meraih sapu di pojok kelas dan mulai menyapu
Hari ini adalah jadwal piketnya, jadi dia harus tinggal dikelas untuk bersih-bersih.
Sret!
Ia menoleh kearah pintu, mengernyit melihat teman sekelasnya berdiri dengan selembar kertas dan alat pel,
"A-ano Kuroko-kun… hari ini piket ku, kau bisa pulang …" ucapnya dengan nada pelan.
Kuroko mengernyit, menunjuk jadwal piket yang tertempel di dinding, "Tidak, hari ini benar jadwalku piket kok" Teman sekelasnya malah menggeleng hebat—lalu menyodorkan selembar kertas yang sejak tadi dia bawa,
"Ini jadwal yang baru Kuroko-kun …"
Akhirnya Kuroko menurut saja, "Baiklah"
Dia segera menyandang tas lalu keluar kelas, baru saja akan menuruni tangga, ada tangan yang meraih puncak kepalanya,
"Tetsuya, kau sudah selesai piket ?"
Kuroko secara reflex menoleh, "Ah, Akashi-kun … Hari ini aku tidak piket, jadwalnya berubah ~"
Akashi terlihat mengangguk paham, tangannya beralih menggenggam tangan Kuroko—membuat yang bersangkutan dag-dig-dug
"Kebetulan sekali ~ bisa tolong temani aku ke toko buku ?"
Kuroko merasa tidak punya alasan menolak
.
.
.
Hari Selasa
Kuroko melambaikan tangan ke Momoi yang hari ini pulang sendirian, setelahnya ia melirik anak laki-laki hitam disebelahnya, "Aomine-kun, kenapa tidak pulang ?" Tanya nya,
Aomine menguap malas, "Menunggu Kise. Dia minta diantar ke pemotretan"
Kuroko mengangguk saja, dia segera mengambil sapu diujung kelas. Aomine melirik si baby blue, "Lhoh bukannya piket mu sudah kemarin ya ? Kenapa sekarang piket lagi ?" Tanya nya. Kuroko menatap Aomine datar, "Ano, jadwal nya berubah. Mulai kemarin piket ku hari selasa Aomine-kun …"
Si Ace Team Basket berdiri dan maju ke depan kelas—menge-check jadwal piket yang tertempel disana. Mata biru tua Aomine mengernyit, "Oi Tetsu ! Kau salah baca !" ujarnya. Dia menunjuk-nunjuk jadwal sambil menatap Kuroko,
"Jadwal baru piket mu besok. Sudah sana pulang !"
Kuroko mulai menampakan ekspresi diwajah datarnya, dahinya mengernyit, "Aku tidak salah baca Aomine-kun ! Piket ku selasa !"
Aomine gemas, dia merobek jadwal itu dan memberikannya pada Kuroko , "Baca Baca ! ! Apa mau ku pinjamkan kacamatanya Midorima biar lebih jelas ? !"
Kuroko merengut saat menyadari apa yang dikatakan temannya itu benar, jadwal piketnya memang besok. Aomine tertawa mengejek, lalu merebut sapu yang sejak tadi dipegang Kuroko
"Sudah sana pulang ! Anak kecil sepertimu bahaya kalau pulang maghrib-maghrib ! ! nanti dibawa setan ahahaha !"
Kuroko melirik Aomine sengit sebelum menendang kaki temannya itu, "Permisi Aomine-kun aku duluan ya"
"Njir ! Udah nendang kaki—pakek pamit segala ! Dasar !"
Kuroko terkikik pelan mendengar umpatan Aomine, dia segera berlari untuk menuruni tangga. Diujung bawah sana bisa ia lihat Akashi berdiri bersandar ke dinding sambil membawa sesuatu.
"Akashi-kun ? Belum pulang ?" Tanya Kuroko pelan—takut mengagetkan Akashi. Yang ditanya menoleh lalu tersenyum tampan membuat Kuroko merona
"Oh Tetsuya ! Kebetulan sekali ! ! Kau sudah selesai piket ?" Tanya dengan nada gembira, Kuroko menggeleng pelan, "Jadwalnya berubah lagi ~"
Akashi melambaikan sebuah kertas tipis berwarna-warni, "Baguslah ~ ! Aku baru saja dapat voucher makan gratis dari Maji burger, mau menemaniku kesana ? Akan kutraktir ~"
Kuroko menarik ujung bibirnya malu-malu, ah ! Lagi-lagi dia tidak punya alasan menolak ~
.
.
.
Hari Rabu
Kuroko sudah memastikan berkali-kali jika hari ini memang piketnya. Dia tidak mau tidak piket lagi, dia tidak mau dibilang tidak tanggung jawab dengan tidak piket sejak hari senin.
"Tetsu-kun ! !"
Kuroko menghela nafas saat setelah panggilan tadi bergema, ada tubuh yang menempel dipunggungnya, "Momoi-san ... berat..."
Momoi merengut, sejenak kemudian kembali tersenyum lebar, "Ayo, kau sudah siap-siap kan ?"
Kuroko ganti mengernyit, "Bersiap-siap apa Momoi-san ? Setelah ini kita akan ujian ?" Momoi refleks menggeleng, menatap teman nya itu aneh, "Tetsu-kun tidak diberitahu kalau hari ini ada latih tanding dengan SMA sebelah ?"
"Tidak ada yang memberi tahu ku Momoi-san ..."
Momoi merengut, "Akashi-kun bilang kau sudah diberitahu kemarin... bagaimana sih ?!"
"Maaf, aku kemarin lupa satsuki..."
Kuroko dan Momoi langsung menoleh ke arah pintu kelas, Akashi berdiri dengan balutan jacket Team. "Maaf Tetsuya, aku lupa memberitahu mu kemarin ~"
Melihat wajah teduh Akashi saat minta maaf Kuroko tidak bisa untuk tidak memaafkan,
"Tidak apa-apa Akashi-kun ~"
Kuroko menghela nafas, melirik ke sudut ruangan
Sepertinya hari ini dia lagi-lagi harus absen dari tugas piket
.
.
.
Hari Kamis
Dengan wajah datar seperti biasa Kuroko mengemasi peralatannya dimeja. Disampingnya Aomine berdiri sambil memasang wajah malas,
"Oi Tetsu"
"Ya Aomine-kun ?"
Aomine menarik sapu yang dipegang Kuroko, "Hari ini aku gantikan!" sahutnya keras. Kuroko menarik lagi sapu yang dibawa Aomine, "Tidak mau ! Hari ini aku mau piket."
Si ace Team basket, mendecih—
"Begini ya Tetsu, hari ini aku dapat piket belanja peralatan team bersama akashi. Sampai Mai-chan jadian sama aku—aku gak bakal mau belanja bareng anak setan itu" deklarasi Aomine ber-api-api. Kuroko menghela nafas saja, "Kenapa begitu aomine-kun ?"
"Habis nanti ujung-ujungnya aku jadi kuli angkut—ogah banget"
Kuroko baru saja akan menolak, tapi Akashi muncul dipintu, "Daiki ! kenapa kau lama sekali ? Aku menunggumu sejak tadi!"
Aomine langsung menatap Kuroko dengan tatapan memohon. Akhirnya Kuroko luluh juga—mengingat Aomine adalah sahabat kesayangannya.
"Berhenti menatap Tetsuya dengan tatapan sok memelas begitu !" Akashi menggertak, Kuroko menghela nafas dan menatap sepasang mata merah itu,
"Akashi-kun, apa boleh aku saja yang menggantikan Aomine-kun menemanimu belanja peralatan untuk team ?" tanyanya kalem. Akashi diam beberapa detik, lalu tersenyum manis—sial Aomine sampai kaget melihatnya—
"Baiklah Tetsuya, ayo kita berangkat sekarang. Setelah belanja aku juga akan langsung mengantarmu pulang."
Kuroko meraih tasnya dan keluar kelas diiringi lambaian tangan bahagia Aomine. Saat menuruni tangga ia menanyai Akashi pelan,
"Akashi-kun, apa nanti aku akan jadi kuli angkut seperti Aomine-kun ?"
Akashi langsung menoleh sambil menggeleng serius, "Tentu tidak Tetsuya ~" ia meraih kedua tangan Kuroko, "Aku tidak akan biarkan tangan lembut dan cantik ini melakukan pekerjaan rendahan"
Kuroko merona, Akashi menambahkan, "Aku tidak ingin Tetsuya kelelahan~" dengan satu senyum tampan diakhir
.
.
.
Hari Jumat
Hari terakhir dan Tetsuya sudah memegang sapu kelas bahkan sebelum bel pulang berbunyi. Momoi sempat menanyai kelakuan aneh anak baby-blue itu,
"Aku sudah membolos piket sejak hari senin Momoi-san." Momoi memutar badannya menghadap Kuroko sepenuhnya.
"Eh ? Memang apa yang terjadi Tetsu-kun ? Tidak biasanya kau membolos piket..." Momoi memeluk tasnya. Kuroko menghela nafas, "Hari pertama dan kedua jadwalnya dirubah, lalu setelahnya kita ada pertandingan, lalu aku harus menggantikan Aomine-kun belanja bersama Akashi-kun..."
Momoi mengernyit, "Jadwal piketnya berubah ?" gadis cantik itu segera berlari kedepan kelas dan memeriksa jadwal piket yang disebut Kuroko baru itu.
"Eh Tetsu-kun, ini masih jadwal yang lama kok... Lihat, bahkan tanggal dibuat dan tanda tangan Sensei saja masih sama... Tetsu-kun yakin tidak salah baca ?" Momoi dengan polos menatap Kuroko.
Aomine yang sedari tadi diam akhirnya bicara, "Mungkin ada yang mengerjaimu Tetsu. Tapi kalau yang seperti ini sih bukan mengerjai, tapi memudahkan. Lihat, seminggu ini kau jadi tidak perlu piket" Aomine menguap sambil menyampirkan jas sekolahnya asal-asalan.
"Aku... dikerjai ? Aomine-kun tahu siapa yang mungkin melakukan ini ?" tanya Kuroko pelan. Aomine mengedikan bahu, "Mana aku tahu, apa lagi dia berani memalsu tanda tangan sensei di jadwal—"
Kuroko berdiri dari kursinya sambil menatap Aomine serius, "Aku sudah tahu orangnya Aomine-kun."
Dengan cepat Kuroko berlari keluar kelas. Ia menuruni 2 lantai dan berbelok ke salah satu ruangan yang tak pernah ia masuki sebelumnya. Tanpa basa-basi Kuroko membuka pintu,
Sret !
"Oh tetsuya, tumben sekali kau berkunjung ke Ruang OSIS. Ada sesuatu yang bisa kubantu ?" Akashi sedang duduk dikursi kebesarannya sambil menulis beberapa hal. Kuroko mendekat,
"Maaf Akashi-kun, tapi aku ingin bertanya. Apa aku mengganggumu ?" Kuroko urung langsung menuduh Akashi melihat banyaknya kertas berserakan dimeja Ketua OSIS itu.
"Ah ya aku memang sedikit sibuk. Sedang menyusun rencana untuk minggu depan."
"Rencana untuk—"
"Rencana untuk membuat Tetsuya tak melakukan piket lagi."
Kuroko mengatupkan bibirnya lurus, "Jadi benar... Akashi-kun sengaja..."
"Tetsuya, kau baru tahu ya ? Ahahaha maaf, habisnya aku tidak tahan melihat Tetsuya kelelahan karena menyapu dan membuang sampah. Aku sudah menyuruh anak lain untuk menggantikan Tetsuya. Jadi selama 2 tahun kedepan Tetsuya tak akan melakukan piket lagi."
"Tapi Akashi-kun, sebagai warga kelas—"
"Sebagai gantinya, selama 2 tahun kedepan aku akan mentraktir Tetsuya vanilla milkshake. Sebanyak yang Tetsuya mau, dan kapanpun Tetsuya mau. Bagaimana ? Tetsuya setuju ?"
Akashi tersenyum sambil beranjak mendekati Kuroko, ia menyibak helaian baby-blue Kuroko pelan,
"Tetsuya ? Kau keberatan ?"
"Tidak Akashi-kun... tidak sama sekali"
Kuroko tersenyum kecil mengecup pipi Akashi kilat lalu berjalan keluar ruangan,
"Terima kasih Akashi-kun, kau kekasih yang baik"
.
.
.
FIN
A/N : Ahahaha ini cerita ke-2 di Series ini ;)
Diusahakan untuk terus diupdate karena LSA juga sayang AkaKuro ;)
Salam merdeka,
LSA Smith
