Valentine Day

.

.

By Mei Hyun

.

.

Pair : HaeHyuk

Rate : M

Genre : Romance

Warn : BL, typo(s), dsb

.

.

.

.

.

Sepasang kekasih berjenis kelamin sama terbaring di atas sebuah ranjang king size yang berhiaskan taburan kelopak bunga mawar merah. Yang lebih kekar mengungkung yang lebih kurus. Saling mengecup, meraba, mengusap dan meremas tubuh satu sama lain tanpa henti. Berusaha untuk mendominasi pasangannya.

Suasana kamar yang temaram karena pancaran cahaya lilin-lilin kecil di kamar itu begitu mendukung kegiatan mereka. Jangan lupakan desahan dan erangan tertahan yang mengalun dari bibir masing-masing, yang semakin menambah panas malam yang seharusnya dingin itu.

"Mmhh... Haehh..."

Libido Donghae semakin memuncak kala telinganya mendengar desahan yang begitu dirindukannya. Terdengar manja dan terkesan memohon, walau sebenarnya si empunya desahan tidak seperti itu bila sedang tidak bercinta dengannya.

Kedua bibir itu masih saling bertaut. Decakan basah bahkan terdengar sangat jelas, menunjukkan betapa panas dan dalamnya ciuman kedua anak adam itu.

"Haehh..." Hyukjae mendorong dada Donghae. Memberi pesan non verbal pada kekasihnya itu agar menghentikan ciuman yang membuatnya hampir kehabisan napas.

Donghae menghentikan ciumannya di bibir Hyukjae dan sedikit memberi jarak diantara wajah mereka. Mata sendunya menatap Hyukjae teduh, kemudian senyum hangatnya tersungging begitu saja ketika melihat betapa susahnya Hyukjae meraup oksigen dengan rona merah yang kentara di wajahnya, terutama di kedua pipinya.

"Mianhae" ucap Donghae tulus sebelum mengecup dahi Hyukjae cukup lama, yang membuat Hyukjae memejamkan matanya, menikmati kecupan yang sangat dirindukannya itu.

Setelah beberapa detik, Donghae menyudahi kecupannya. Ia menatap Hyukjae dengan pandangan teduhnya dan menangkup kedua pipi Hyukjae.

"Bisa dilanjutkan?" Donghae mengusap sayang kedua pipi Hyukjae dengan kedua ibu jari tangannya.

"Eum" Hyukjae mengangguk sebelum bibir tipis Donghae kembali mendarat di permukaan bibir penuhnya.

.

.

Hyukjae mendesah tertahan saat tangan nakal Donghae mulai bergerilya di area dadanya. Mengusap dadanya berulangkali sebelum mencubit dan memelintir nipple-nya yang sudah menegang.

"Kumohon Haehh... Mhhh..."

Hyukjae melengkungkan tubuhnya ke atas kala bibir Donghae meraup salah satu nipple-nya. Menjilat, mengulum dan menggigit-gigit pelan tonjolan berwarna kecokelatan itu dengan salah satu tangan yang tetap mengerjai pasangannya dan tangan lain yang menggoda daerah lain di tubuh Hyukjae.

Donghae terlihat begitu menikmati kegiatannya. Sesekali ia berganti posisi untuk mengerjai nipple Hyukjae yang satunya dengan kegiatan yang sama. Ia melakukannya secara bergantian agar Hyukjae merasa nyaman dengan kenikmatan yang ia berikan ini.

Kegiatan 'mari memanjakan nipple Hyukjae' yang dilakukan oleh Donghae berlangsung beberapa menit sebelum namja tampan itu bangkit dari posisinya dan menggeser tubuhnya lebih rendah dari posisi tubuh Hyukjae di ranjang tersebut.

"Ah!"

Hyukjae yang sesaat lalu merasa sedikit lega karena rangsangan di dadanya terhenti sejenak, menjerit pelan saat ia merasakan ada sesuatu yang melingkupi benda kebanggaannya.

Ia kemudian menunduk dan mendapati Donghae yang tengah mengulum kebanggaannya dengan mata terpejam.

'Sejak kapan ia melepas celana dan celana dalamku?' tanya Hyukjae dalam hati, sebelum desahannya mengalun cukup keras karena hisapan Donghae yang cukup kuat pada kebanggaannya.

'Untung saja aku tidak ikut pulang. Kalau aku pulang dan Donghae juga berada disana, tamatlah kami' gurau Hyukjae dalam hati dengan desahan yang tak berhenti mengalun dari bibir penuhnya.

"Haehh... Biarkan akuh jugah.. Nghh.." Ucapan Hyukjae tertelan begitu saja oleh desahannya kala kedua tangan Donghae kembali bermain di area dadanya. "Donghaehh..." Hyukjae meremas rambut Donghae cukup kuat agar namja tampan itu menghentikan sejenak kegiatannya.

Donghae melepaskan kulumannya pada kebanggaan Hyukjae. "Ada apa sayang?" Ia mendongakkan wajahnya dan menatap Hyukjae penuh tanya.

"Biarkan aku juga memuaskanmu. Kita lakukan 69. Eotte?"

Donghae berpikir sejenak sebelum mengangguk pelan.

"Baiklah"

.

.

Pasangan bermarga sama itu kini saling mengulum kebanggaan masing-masing dengan posisi Hyukjae diatas tubuh Donghae. Keduanya terlihat saling menikmati, terlebih untuk Hyukjae. Karena saat ini Donghae tak hanya mengulum kebanggaan Hyukjae saja, kedua tangan namja tampan itu pun turut andil bermain dengan bongkahan seksi-menurut Donghae-milik Hyukjae.

"Haemmhh..." Desahan Hyukjae tertahan oleh kebanggan Donghae yang masih berada di dalam rongga mulutnya.

Donghae yang mendengarnya semakin bersemangat mengerjai tubuh Hyukjae. Selain karena senang mendengar desahan seksi itu, ia juga menikmati getaran pada kebanggaannya kala Hyukjae mendesah dan melenguh nikmat atas perlakuannya pada tubuh kekasihnya itu.

"A-ahh!" Mata Hyukjae membeliak kaget saat ia merasakan ada sesuatu yang lunak, basah dan hangat menusuk-nusuk analnya.

Donghae melakukannya dengan santai dan terlihat sangat menikmati. Bahkan kini ia mencoba untuk memasukkan satu jarinya ke dalam lubang yang sudah lama tidak ia jamah itu.

"K-kumohon Haehh... Ahhh..."

Hyukjae sudah tak sanggup lagi. Ia melepaskan kuluman dan genggamannya pada kebanggaan Donghae dan sibuk mendesah.

"T-tambah-ahhh-kan... Haehh..." pinta Hyukjae saat ia sudah merasa nyaman dengan satu jari Donghae di dalam analnya.

Donghae segera memenuhi permintaan Hyukjae, tidak menggoda namja manis itu seperti yang biasa ia lakukan. Ia ingin bermain cepat malam ini, agar besok ia bisa menghabiskan waktunya bersama Hyukjae di tempat lain.

"Eotte?" tanya Donghae saat ketiga jarinya sudah tenggelam di anal Hyukjae.

"Gerakkan Hae" ucap Hyukjae dengan suara pelan.

Tanpa pikir panjang, Donghae segera menggerakkan ketiga jarinya keluar-masuk lubang itu. Pikirannya bahkan sudah melayang kemana-mana saat ia menatap intens lubang sempit dengan sisi yang berkerut itu.

"Aku sudah tak tahan lagi" gumam Donghae pelan, yang mungkin tidak terdengar oleh Hyukjae karena namja manis itu sedang sibuk mendesah.

Namun sesaat kemudian Donghae merubah niatnya. Dengan tangan kirinya yang menganggur, Donghae mencoba untuk lebih melebarkan kangkangan kaki Hyukjae dan menempatkan kepalanya senyaman mungkin diantara kaki Hyukjae, sebelum...

"AKH!"

Benar! Itu suara Hyukjae.

Dan yang membuat Hyukjae bersuara seperti itu tentu saja adalah Donghae.

Ya. Namja tampan itu tadi melebarkan anal Hyukjae dengan menarik telunjuk serta jari manis tangan kanan dan kirinya berlawanan arah di dalam anal Hyukjae lalu memasukkan lidahnya ke dalam lubang itu. Menusuk, mengeluar-masukkan serta mengorek brutal anal yang sudah berkedut itu dengan lidahnya.

"H-haehhh... A-aku sudah tak tahan ahhh..."

Mendengar lenguhan itu, Donghae melepaskan salah satu tangannya dari anal Hyukjae dan beralih mengurut kebanggaan Hyukjae sesuai dengan tempo lidahnya yang masih bermain di anal Hyukjae. Tak hanya itu, jari-jarinya pun ikut keluar-masuk lubang itu. Menambah kenikmatan yang Hyukjae rasakan hingga...

Splurt!

Cairan kental berwarna putih itu keluar begitu saja dari lubang kecil di ujung kebanggaan Hyukjae, yang membuat Hyukjae mendesah lega.

"Puas?" tanya Donghae yang sudah bangkit dari posisinya tadi.

Hyukjae menoleh pada Donghae, kemudian ia menggeleng. "Tidak sebelum kau puas. Sebelum kita sama-sama puas lebih tepatnya" ucap Hyukjae dengan kerlingan di akhir ucapannya, yang membuat Donghae menyunggingkan smirk-nya.

"Nakal" gumam Donghae sebelum kembali menerjang tubuh Hyukjae.

.

.

Ciuman panjang itu terjadi untuk yang kesekian kalinya. Dan Hyukjae pun untuk yang kesekian kalinya menepuk dada Donghae cukup kuat, memberi tahu kekasihnya kalau ia sudah hampir kehabisan napas. Ia heran sendiri pada kekasih tampannya, kenapa ia kuat sekali berciuman se-lama itu.

"Maafkan aku... Aku terlalu merindukan bibirmu yang manis ini" Donghae terkekeh ketika melihat wajah cemberut Hyukjae.

Tak lama kemudian, raut cemberut di wajah Hyukjae tergantikan oleh raut heran saat melihat kekasihnya mengurut kebanggaannya sendiri dengan cairan miliknya.

"Hae, ke-kenapa... Eum, cairan itu..."

Donghae terkekeh melihat Hyukjae yang tampak tak sanggup mengatakan maksud ucapannya secara gamblang. Itu terlihat dari kedua pipi Hyukjae yang memerah. Namja manis itu malu.

"Ini?" Donghae dengan santainya tetap menaik-turunkan tangannya di kebanggaannya. Meratakan cairan itu sekaligus merangsang kebanggaannya agar lebih menegang. "Disini tidak ada lube bukan? Jadi aku sengaja membuatmu keluar lebih dulu agar aku bisa menggunakan cairanmu sebagai pelumas kegiatan inti kita"

Donghae kembali terkekeh saat melihat wajah Hyukjae yang semakin memerah.

"Kekasihku ini manis sekali kalau sedang tersipu malu seperti ini" Donghae menangkup wajah Hyukjae dengan kedua tangannya dan menggigit gemas hidung mancung Hyukjae, sebelum ia kembali menciumi seluruh bagian di wajah Hyukjae dan kembali berakhir di bibir kissable Hyukjae.

.

.

"Nghh..." Hyukjae melenguh pelan saat sesuatu yang lebih besar dari ukuran analnya mencoba menerobos masuk ke dalam analnya yang kembali berkedut.

"Sshh... Sempit sayang..." desah Donghae sambil berusaha untuk mendorong kebanggaannya lebih dalam ke anal Hyukjae.

"P-paksa saja... Shhh..." Hyukjae meringis saat merasakan perih di bagian analnya.

"Tidak sayang, nanti kau kesakitan" tolak Donghae.

"Ini" Hyukjae mengambil tangan kanan Donghae dan meletakkannya di atas kebanggaannya yang masih setengah menegang. "Paksa milikmu memasukiku sambil memainkannya"

Donghae mengerti dengan maksud Hyukjae dan mengangguk. "Persiapkan dirimu sayang... Rilekskan tubuh dan pikiranmu" ucap Donghae sebelum mengocok kebanggaan Hyukjae dan menghentakkan kebanggaannya dengan kuat ke dalam anal Hyukjae.

"AKH!"

Hyukjae menjerit cukup keras. Setitik airmata bahkan menetes dari kedua pelupuk matanya saat ia merasa jika analnya seperti dibelah secara paksa.

Sedangkan Donghae memejamkan matanya erat-erat sedetik setelah miliknya berhasil masuk sepenuhnya ke dalam anal Hyujae yang terasa sangat sempit. Ia merasa miliknya seperti diremas dan dihisap begitu kuat oleh dinding elastis itu.

Donghae tersadar dari kenikmatannya saat ia merasakan ada setetes air yang jatuh mengenai punggung tangannya yang ia letakkan di sisi kepala Hyukjae. Ia terpaku sesaat setelah melihat wajah Hyukjae yang mengernyit kesakitan dengan kedua mata yang basah. Lalu kemudian ia memeluk tubuh kurus itu, menenggelamkan wajahnya di dada Hyukjae dan mengucapkan kata maaf berulangkali dengan penuh penyesalan.

"Maaf sayang... Maafkan aku..." gumamnya lirih.

Hyukjae tersenyum ditengah rasa sakit yang menderanya. Ia kemudian mengusap surai kehitaman Donghae dengan penuh kasih sayang. "Bukan salahmu Hae. Aku yang menyuruhmu melakukannya. Jangan meminta maaf"

Mereka berdua terdiam beberapa saat sebelum Donghae mendongakkan wajahnya.

"Seharusnya aku mempersiapkanmu lebih lama. Kita sudah lama sekali tidak melakukan ini, jadi pasti rasanya sakit sekali" Donghae menangkup salah satu pipi Hyukjae dan memandang sedih namja manis yang begitu dicintainya ini.

Hyukjae tersenyum sambil menyeka airmata di pelupuk mata dan di pipinya. "Tidak. Yang tadi itu sudah cukup. Tapi mungkin tubuhku saja yang belum siap. Kau tahu? Rasanya seperti saat pertama kali" Hyukjae terkekeh. Namun sesaat kemudian ia mengernyit heran karena Donghae tak merespon ujarannya.

"Hae" Hyukjae menepuk pelan bahu kiri Donghae yang terlihat seperti sedang melamun. "Ada apa?" tanyanya saat dirasa jika Donghae sudah kembali ke alam sadarnya.

Donghae menatap mata Hyukjae sesaat sebelum memperhatikan tubuh Hyukjae. "Makanlah dengan baik sayang. Jangan pedulikan berat ideal tubuhmu saat ini. Kau... Terlihat jauh lebih kurus" gumam Donghae dengan raut sedih yang kentara di wajahnya.

Hyukjae menghembuskan napasnya sebelum mengusap pipi kiri Donghae dengan lembut. "Sudah kubilang, aku seperti ini karena stress, bukan karena diet. Lagipula saat ini sedang dalam masa wajib militer, untuk apa melakukan diet?" ucap Hyukjae dengan nada bercanda.

Donghae mengembangkan senyumnya sebelum memeluk tubuh Hyukjae. "Benar! Makanlah yang banyak setelah ini. Bila perlu kau menambah porsi makanmu"

"Dan mendapat hukuman seperti Siwonie? Begitu?"

Donghae terkekeh mendengarnya. "Bukan seperti itu sayang" Donghae melepaskan pelukannya dan menatap Hyukjae dalam. "Eomma pasti mengirimkan makanan untukmu bukan? Nah, makanlah yang banyak. Habiskan sendiri, jangan berbagi dengan teman-temanmu."

Hyukjae mencebikkan bibirnya. "Aku ini ketua pleton. Mana mungkin aku makan sendiri tanpa berbagi dengan anggota-anggotaku?" protes Hyukjae.

"Kalau begitu, disaat kau mendapat libur seperti ini, kau harus makan yang banyak"

"Kalau tubuhku menjadi sebesar Shindong hyung?"

"Itu bagus! Kau akan terlihat lebih seksi dan menggairah-Aww!"

Hyukjae mencubit perut Donghae cukup kuat. "Dasar mesum!"

Donghae hendak membalas Hyukjae, namun...

"Ahh..."

"Sshh..."

Niatan Donghae terhenti saat tanpa sengaja pergerakan Hyukjae membuat kebanggaannya melesak semakin dalam ke anal Hyukjae.

"Jadi, apa bisa kita melanjutkannya?"

"Um"

.

.

Hyukjae kini hanya bisa terbaring pasrah dibawah kungkungan Donghae dengan kedua mata yang terpejam erat, bibir yang terbuka serta nafas yang terputus-putus. Jangan lupakan desahan-desahan yang mengalun dengan begitu mudahnya dari bibirnya yang kini membengkak dan mengilap karena ciuman yang kerap ia dan Donghae lakukan sejak mereka bertemu 1 jam yang lalu.

Sedangkan Donghae, namja tampan itu terlihat memegang penuh kuasa atas kegiatan ini. Tubuhnya yang tetap terlihat mengagumkan sekalipun lebih kurus dari yang terakhir kali Hyukjae lihat, tampak bergerak konstan memompa miliknya di anal Hyukjae. Sesekali ia meringis atau mendesah halus saat anal Hyukjae mencengkram miliknya.

"Ashh... Hyukie... Sempit sekali sayangh..."

Hyukjae tak menjawab. Bukannya tak mau, tapi tak mampu. Ia hanya menggerakkan tangannya untuk meraih tangan kiri Donghae, lalu kemudian meletakkan tangan kekasihnya itu di kebanggaannya.

"Kumohonhh... Aku sudah akanh... Ah!"

Tubuh Hyukjae seperti terkena aliran listrik secara tiba-tiba.

"Hhh... Haehh... Lakukan lagih... Jebalh..."

Donghae menyeringai mendengarnya. Ia mengeluarkan miliknya dengan perlahan hingga hanya ujungnya saja yang berada di dalam anal Hyukjae. Kemudian ia segera memasukkan miliknya sepenuhnya ke dalam anal Hyukjae dalam sekali hentak, yang membuat Hyukjae menjerit nikmat karena daging kecil di dalam analnya tertumbuk secara akurat.

"Ohh... Nikmath Haehh... Lagih..." pinta Hyukjae.

Donghae dengan senang hati melakukannya.

Demi ironman yang disukainya, ia bersumpah bahwa tidak ada pemandangan yang lebih indah dari pemandangan wajah sayu Hyukjae yang basah akan peluh dan menatapnya dengan tatapan memohon. Jangan lupakan bibir merahnya yang terbuka dan mengeluarkan desahan-desahan yang membangkitkan gairahnya. Bila dilihat lebih ke bawah lagi, terlihat nipple kecoklatan yang menegang dan mengundang untuk dihisap dan digigit-gigit pelan. Dan yang terakhir adalah kebanggaannya yang mengacung dengan aliran precum di ujungnya yang sudah memerah. Damn! Donghae benar-benar sudah tidak tahan!

"Ohhhhh..."

Desahan panjang Hyukjae mengalun cukup keras kala Donghae menambah tempo pompaannya sekaligus mengocok milik Hyukjae yang sudah benar-benar basah oleh precum.

"Terush Haehh... Terush... Aku sudah hampir samp-ahhh..."

"Keluarkanh sayangh... Keluarkan sajah..."

Tak lama setelah itu, cairan kental nan lengket berwarna putih itu kembali menyembur cukup banyak dari lubang kecil di ujung kebanggaan Hyukjae, yang membuat Hyukjae mendesah lega. Sedangkan Donghae mati-matian menahan agar tidak 'keluar' saat anal Hyukjae menjepit miliknya begitu kuat ketika namja manis itu meraih puncak kenikmatannya. Tidak, tidak sekarang. Ia masih belum puas.

Mereka terdiam sesaat. Hyukjae mengatur nafasnya yang tersengal sedangkan Donghae menunggu Hyukjae selesai menikmati euphoria setelah pelepasannya tadi. Miliknya bahkan masih sangat keras di dalam anal Hyukjae, tetapi ia menghentikan pompaannya agar Hyukjae dapat berkonsentrasi merasakan puncak kenikmatannya. Karena bagi Donghae, kenikmatan dan kenyamanan yang dirasakan Hyukjae adalah yang paling utama daripada nafsunya sendiri.

"Lelah?" tanya Donghae sambil membelai sayang kepala Hyukjae.

"Eum. Tapi tidak merasa lelah saat mengingat kau belum keluar sama sekali"

Donghae tersenyum sesaat sebelum mencium kening Hyukjae.

"Gwenchana. Aku akan menunggumu siap kembali. Jangan sungkan mengatakan ketidaknyamananmu padaku"

Hyukjae tersenyum. Dalam hatinya ia benar-benar merasa beruntung memiliki kekasih yang baik dan sangat perhatian seperti Donghae. Namja tampan yang terkadang suka sekali membuatnya jengkel dan bertingkah childish itu begitu mencintainya dan selalu mengutamakan dirinya.

"Lanjutkan saja Hae. Aku tidak apa-apa"

Mendengar kode dari Hyukjae, Donghae segera memulai babak baru percintaan mereka.

.

.

Tubuh Hyukjae kini berada di tengah-tengah ranjang king size dengan posisi menelungkup. Kepalanya berada di atas bantal, kedua tangannya memegang erat sisi bantal dan yang terakhir, pantatnya ia angkat lebih tinggi dari posisi tubuhnya. Membuat Donghae menelan ludah saat matanya menatap anal Hyukjae yang berwarna merah dan berkedut.

"Masuklah Hae" undang Hyukjae sambil menggoyangkan pantatnya.

Bukan, Hyukjae bukan sedang menggoda Donghae. Namja manis itu hanya sedang memberi kode pada kekasih tampannya.

"Aku masuk sayang" ucap Donghae sebelum memasukkan miliknya ke anal Hyukjae.

"Ahhh..." desah mereka berbarengan saat milik Donghae masuk ke dalam anal Hyukjae dalam sekali hentak dan menusuk akurat daging kecil di dalam anal tersebut.

Desahan, lenguhan serta rintihan halus dan pelan itu semakin lama berubah menjadi jeritan-jeritan nikmat saat Donghae semakin memperdalam dan mempercepat tempo tusukannya. Mereka berdua bahkan sudah tak peduli ada orang yang mendengar suara berisik mereka atau tidak. Yang mereka pikirkan saat ini hanyalah puncak kenikmatan yang akan mereka raih di akhir kegiatan ini.

"Milikku Haehh... Jebalh... Ohhh... Aku inginh..."

Donghae segera meraih milik Hyukjae dan mengocoknya dengan tempo yang sama dengan tempo tusukannya. Tak hanya itu, bibirnya pun ikut andil mengecup dan mengggigit pelan daerah tengkuk dan punggung Hyukjae. Ia sengaja tak meninggalkan kissmark di tubuh indah Hyukjae agar Hyukjae tak ditanyai macam-macam oleh orang lain jika ada yang melihat kissmark di tubuhnya. Ingat! Donghae selalu mengutamakan kenyamanan Hyukjae.

"Mau keluarh Haehh..." Hyukjae memberitahu.

"Neh... Aku jugah... Mhhh... Bersama sayangh..."

Donghae benar-benar blingsatan dibuat Hyukjae. Namja manis itu kini sengaja menggerakkan dinding analnya, memijat sekaligus seakan menghisap milik Donghae.

"Kauh... sengaja hhh?" tanya Donghae ditengah desahannya.

"Aku sudah tak tahanhh" sahut Hyukjae susah payah.

"Kalau begitu ketatkanh... Ketatkanh lagi sayangh... Pijat penisku agar ia cepat keluarh"

Hyukjae merinding mendengarnya. Dirty talk yang Donghae lontarkan membuatnya lebih bergairah dan ingin 'keluar' saat itu juga.

"Ahh... Haehh... Lebih cepath... Dalamh... Ahh..."

"Sebentarh sayangh... Ahh... Ya... Seperti itu... Bertahanlah dengan jepitan ini... Shhh... Nikmat sekali sayangh"

Hyukjae tersenyum ditengah-tengah desahannya. Ia merasa senang bukan main. Itu artinya Donghae juga menikmati kegiatan ini bukan? Hyukjae tak ingin jika hanya ia saja yang merasa terpuaskan disini. Ia juga ingin Donghae merasa puas.

"Ahhh... Haehh... Aku tak tahan lagihh..."

"Sebentar sayanghh... Ahh... Come..."

Dan mereka menjerit nikmat berbarengan dengan saling menyebut nama masing-masing.

.

.

Kini keduanya tidur terlentang di tengah-tengah ranjang, dengan kepala Hyukjae yang berada di atas dada bidang Donghae. Kedua tubuh itu masih polos, hanya tertutupi oleh selimut tipis berwarna putih.

"Lelah?" tanya Donghae yang sudah terlebih dahulu bisa mengontrol napasnya. Ia tersenyum saat melihat Hyukjae yang masih terengah pasca puncak kenikmatan yabg mereka raih bersama.

"Tentu saja. Aku sudah keluar tiga kali." sahut Hyukjae dengan napas yang mulai teratur. Donghae tertawa mendengarnya. "Kau lama sekali" keluh Hyukjae sambil menyamankan kepalanya di atas dada bidang Donghae.

"Tentu saja sayang. Kau tahu sendiri bukan bagaimana tangguhnya aku?" Donghae mengecup kepala Hyukjae sedangkan Hyukjae menenggelamkan wajahnya di dada Donghae dan memeluk tubuh gagah itu dengan posisi menyamping.

"Hmm" gumam Hyukjae sambil memejamkan matanya.

Ini bagian yang paling Hyukjae suka. Berbaring bersama Donghae di atas ranjang setelah selesai bercinta dengan kepalanya yang berbantalkan dada bidang Donghae. Ya, Hyukjae sangat suka mendengar detak jantung Donghae. Jantung Donghae yang berdetak konstan itu selalu membuatnya tenang dan merasa nyaman. Apalagi saat ini Donghae juga membalas pelukannya. Ia merasa sangat terlindungi oleh sepasang lengan kekar itu.

"Hae, boleh aku menanyakan sesuatu?"

"Apa?"

"Kenapa kau tidak melakukannya seperti biasanya?"

Dahi Donghae mengerut mendengarnya. "Maksudmu?"

Hyukjae mendongakkan kepalanya, menatap wajah tampan itu. "Kau... eum... biasanya kau membuat tanda di tubuhku, dan tadi... umm... kau hanya keluar satu kali" cicit Hyukjae di akhir kalimatnya.

Donghae tertawa mendengarnya. "Aku sengaja" Donghae mengeratkan pelukannya pada tubuh Hyukjae dan menumpukan dagunya di atas kepala Hyukjae. "Aku tak ingin kau mendapat masalah karena tanda yang kubuat. Kau tahu sendiri bukan kalau di camp kita selalu melakukan aktifitas bersama-sama dengan teman-teman satu regu kita? Termasuk mandi?" Hyukjae mengangguk. "Aku hanya tak ingin kau merasa tak nyaman saat ada yang menanyakan tanda itu padamu nantinya. Jadi aku tak membuatnya satupun"

Hyukjae kembali mengangguk.

"Dan mengenai yang satu kali itu, ada apa? Kau belum puas, eum?" ucap Donghae dengan nada bercanda, yang membuat wajah Hyukjae memerah karena malu.

"Bukan begitu" Hyukjae memukul dada Donghae. "Aku hanya tak habis pikir, kau yang biasanya selalu keterlaluan hanya keluar satu kali. Ada apa denganmu? Aku hanya heran saja"

Donghae tersenyum mendengarnya. "Agar kau tidak kelelahan sayang" Donghae kembali mengecup kepala Hyukjae. "Aku tidak ingin kita hanya terkurung disini hingga besok sore. Aku ingin menghabiskan waktu liburku bersamamu di tempat lain juga"

"Kencan maksudmu?" tanya Hyukjae.

"Kekasihku ini memang pintar!" Donghae menyentil dahi Hyukjae sebelum kembali mengeratkan pelukannya yang sempat melonggar tadi.

"Donghae?"

"Hmm?"

"Happy Valentine's Day. Aku mencintaimu. Sangat." Hyukjae semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Donghae dengan mata yang kembali terpejam dan bibir yang tersenyum manis.

Donghae pun ikut tersenyum mendengarnya. "Ne... Nado" balas Donghae sebelum keduanya beranjak ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

.

.

TBC/END

.

.

.

.

.

Annyeong yadongersnya HaeHyuk~

*ditimpuk*

Eotte? Adegan NCnya udah hot ga? #plakk

Maaf ingkar janji... Kemarin-kemarin ada tugas dadakan dari atasan dan harus segera diselesaikan, jadi penulisan untuk chap ini tertunda. *deepbow*

Oh iya, ini no edit juga ya

Kali ini alasannya bukan karena buru-buru, tapi karena saya ga sanggup baca ulang #plakk

Jangan minta tambahan NC yah.. Saya ga sanggup *kibar bendera putih*

Sebenarnya ff ini sudah selesai sampai disini, karena judulnya Valentine Day, jadi menceritakan saat hari Valentine saja. Tapi kalau ada yang mau lanjutannya sampai Donghae balik ke camp lagi, saya sanggup buat ;)

Gimana? Mau lanjut atau tidak?

Silahkan tulis di kotak review n.n

Kalau banyak yang minta, saya akan tambahkan 1 chap lagi

Annyeong~

.

20.02.2016

Mei Hyun