SELAMAT TAHUN BARU SEMUA!
akhirnya author hanya bisa ngelanjutin fic ini walopun cuma dikit yang tau XD. makasih banget bagi yang udah baca, dan yang berbaik hati mau me-review fic ini. author hanya bisa ngucapin makasih~. moga" bisa terhibur~ :D
.
.
NB: AUTHOR GA TAU CARA NGE-REVIEW ADAKAH ORANG YANG MAU BERBAIK HATI MENGAJARI AUTHOR?
KUROSHITSUJI TRIP TO PONTIANAK?!
DISCLAIMER: OOC, AUTHOR OON, ANEH, GARING KRIUK KRIUK KRESS *?*, GA LUCU SAMA SEKALI , TYPO *mungkin*, DAN LAIN-LAIN.
KUROSHITSUJI PUNYA TOBOSO
SAYA CUMA PUNYA FIC INI.
ENJOY~
.
.
.
.
sekonyong-konyong..
"Tuan muda! Kita udah sampai di Bandara Supadio!" kata Sebastian.
"Siapa yang nanya? Kucing yang lagi boker juga tau kita sudah sampai kok." omel Ciel. Ha? kucing? bentar.. KUCING?
"Yah, Betul Tuan Muda kucing yang sedang boker terlihat sangat lucu" kata Sebastian sambil nge-blush ria *hobimu menjijikkan sekali mas :v*
Dan tiba" jejejejejejejejeng~ apa yang terjadi? Apa gerangan yang telah terjadi?
.
.
"GAWAT TUAN MUDA!" seru Sebastian pake muka panik
"Apaan? Jangan teriak lah, Malu diliatin orang!" omel Ciel.
"Betul-Betul gawat tuan mudaaa!" Tangis Sebastian
"Memang kenapa? Ada apa? Kau menyadari bahwa aku ganteng kah?" tanya Ciel dengan pedenya.
"Bukan!"
"Akhirnya kau tau bahwa aku ini seme-mu?" tanya Ciel dengan semangatnya *woooi! ngapain ngomongin hubungan seme-uke dan segala sesuatu yang tabuu?!*
"Bukan!"
"Author ngapdet fic Black Triangle Love Harmony kah?"
"Bukan dan TIDAK MUNGKIN tuan muda!"
"Trus apa?"
"Celana dalam anda ketinggalan!"
"WAT DE PHAAAK?!" teriak Ciel dengan histerisnya mengetahui celana dalamnya ketinggalan. kasihan sekali dirimu Ciel
"Terpaksa kita harus membelinya terlebih dahulu.." saran Sebastian pada Ciel.
"Kolor gue yang ada motip sapidermennya ketinggalaan?! Padahal gue baru mau pake hari ini Bas! ya ampun plis deh ah!" teriak Ciel, Anda kelewat alay deh mas :v
"Maafkan keteledoran saya Tuan muda!" kata Sebastian sambil menyiapkan dirinya untuk menerima hukuman spesial dari Ciel.
"Yaudah deh, Ntar beli yang baru aja" kata Ciel sambil memaafkan perbuatan Sebastian yang menurut Ciel gak dan gak akan pernah termaafkan itu.
.
.
Mulailah perjalanan mereka demi mencari 1 lempok durian yang di request langsung dari sang ratu kita tercintah, Queen Victoria.
"Ah, aku betul-betul lelah.." desah Ciel.
"Anda pasti betul-betul menyerah ketika tau kabar buruknya kan?" ledek Sebastian pada Ciel.
"Bu-bukan begitu bodoh!" omel Ciel sambil nge-blush *napa mas?*. "Daripada itu, aku ingin kau cepat-cepat melaksanakan tugas ini! Aku masih punya banyak tugas yang lebih penting dari ini!" jah, Ciel ngelak :v
"Yes, My Lord."
.
.
Sesampainya di tempat yang betul-betul random *?*, mereka melihat satu sosok yang tak asing dari mata mereka. BIM SALA BIM INI SIAPA PROK, PROK, PROK~ *author ditabok*. Mereka melihat pria Berambut MERAH, ber-jas MERAH, memakai HIGH HEELS yang tingginya 3 cm, memakai kacamata ber-frame MERAH, dan membawa GERGAJI ditangannya.
ketebak siapa orangnya?
.
.
"Ga-gawat Sebastian! kenapa dia ada disini?" kata Ciel dengan paniknya plus plus muka pucat dan keringat yang bisa bikin minum sekampung *?*. oke ngaco.
"Tuan muda! bediri dibelakang saya!" perintah Sebastian.
"ng? KYAA~~ ada SE-BA-SU-CHAN~~" ketauan siapa yang ngomongkan? bagus.
"Sebastian kita kabur sekarang juga! ini perintah!" pintah Ciel dengan tegasnya.
"YES MY LORD!"
.
.
akhirnya mereka pun kabur sampai ke Pantai Pasir Panjang yang ada di Singkawang. Kalian bertanya kenapa mereka bisa sampai kesana? Ya, jawabannya hanya ada 1. TAKUT. Mungkin juga si dedemit belah tengah ini pengen ke pantai buat nge-rayu cewe" disana ( Fangirls Sebastian: TIDAAAAAK! ) Pokoknya author ga tau pasti. Hanya mereka dan Tuhan yang tau.
.
.
"Sebastian, aku ingin bertanya sesuatu padamu." kata Ciel sambil siap" nabok kepala butlernya itu.
"Ada apa tuan muda?" tanya Sebastian dengan muka polos plus senyuman mesum dari dirinya.
"KAPAN AKU MENYURUHMU BERLARI SAMPAI KE TEMPAT INI?" omel Ciel pake Deathglare plus plus BackGround hitam dibelakangnya, sambil nyiapin tanganya buat nabok kepala butlernya.
"Lebih baik daripada kita terkena Banci itu kan?" kata Sebastian dengan entengnya sambil nunjukin muka mesum spesial darinya (Fangirls Sebastian: KYAAAAA!)
"Dan lagi pula kita mau ngapain disini? berenang, ha? ga mungkin ada lempok durian disini SEBASTIAAAAN!" kata Ciel sembari menyubit pipi Butlernya sampe merah. menyeramkan sekali dirimu Ciel.
"Mahafhan haya huan huha (Maafkan saya tuan muda)" kata Sebastian saat dicubit sambil pura-pura jaim. Padahal dalamnya bilang sakit tuh~ *shot*
"AAAH! kau bikin aku naik darah aja!" omel Ciel. "Sudah, Cepat suruh Author untuk menyari penginapan kita! Bilangin juga, JANGAN PAKE LAMA." pintah Ciel pada Author. *ha? kok aku yang kena?*
"Yes My Lord, Nah, Nona Author, Silahkan pergi mencari penginapan untuk malam ini dan jangan pakai lama." pintah Sebastian pada Author.
KOK AKUUU?!
"CEPAT. 3 DETIK DARI SEKARANG!" kata Ciel sambil memancarkan Deathglare pada Author.
BAIIIIIK!.
.
.
.
Sesampainya di Hotel yang telah dipesan oleh Author *hik..hik..tega..*, Mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dan mencari info-info tentang Kota Pontianak. Alhasil bukan mereka sih, tetapi hanya SEBASTIAN yang mencarinya dari mbah G**gle. Maklum, berhubung Ciel kita yang satu ini agak GAPTEK *shot*, maka Sebastian lah yang mencarinya.
.
.
"Aaah... bosaaaan.." desah Ciel sambil ngeratapin BB-nya yang penuh dengan Broadcast tak berguna dari Alois Trancy.
Jangankan kau Ciel. Authorpun lagi Bosan.
"Sebastian... mana kudapan malam hari-kuuuu?" tanya Ciel pada Sebastian yang asik ngeliat Y*ri di Internet. HAH! ternyata kau FUJOSHI!.
"Ara, Tuan Muda, tanya saja ke Author" kata Sebastian sambil nge-lap nosebleednya.
"OOOI! Authooor.. mana kudapan kuuu?" tanya Ciel pada Author yang lagi koprolan di lantai.
Mana ku tahu?
"Haaa? Kok gitu?" kata Ciel sembari guling-guling diatas kasur.
Asalkan kau memberi hamba lawakan yang benar-benar bikin pembaca ketawa, aku akan memberimu kudapan.
"Sebastian!"
"Yes, My La- I mean My Lord?" kata Sebastian sambil ngeliat Y*oi karena takut kehabisan darah kalo ngeliat Y*ri.
"Bikin lawakan gih sana!" pintah Ciel pada Sebastian yang Nosebleeding parah.
"Excuse me?" kata Sebastian
"LAWAKAN. L-A-W-A-K-A-N. CEPAT." pintah Ciel
"Y-yes My Lord."
.
.
LAWAKAN SEPERTI APAKAH YANG AKAN DITAMPILKAN OLEH SEBASTIAN? RnR dulu please~
.
.
Gimana? Garing kan? sudah saya bilang XD
katakanlah SARAN & KRITIKAN anda pada Review. Dan, terimakasih sudah membaca~
.
.
MIND TO RnR? :)
O-WA-RI 3
