Chapter 2
Bleach © Kubo Tite
Die or Alive? © ReRe-cHaN_Yami no_Hito (The Crazy Teams)
Rating : K+ / T
Pairing : HitsuHina
Genre : Friendship / Tragedy (Some romance maybe…)
Warning : Very Very Ooc, Oc, Au, Typo, Tak bermaksud mem – bashing, dan berbagai kesalahan lain. Don't like, Don't Read, and Don't Flame.
Summary : Apa yang akan kau lakukan jika mungkin kematian akan segera mendekatimu? Sementara, hal lain terus berdatangan. Akankah kematianku semakin dipercepat ataukah semakin diperlambat? Dan, masalah apa saja yang akan mendatangiku? Apa aku harus mengkhianati orang – orang yang menyayangiku?
Tema fic ini, berasal dari hidupnya G – kun.
Please Enjoy Reading!
…
Kau ini sebenarnya siapa?
.
.
.
Senna masuk kedalam kelasnya. Setelah, kejadian yang membingungkan terjadi. Wajahnya terlihat malas dan tidak bersemangat, kurang lebih seperti biasa.
"Eh, loe kenapa Sen? Kusut amat tuh muka. Disetrika dong! Hehehe." ucap seorang perempuan dengan rambut oranye ikalnya, bernama Matsumoto Rangiku.
"Tadi mau kusetrika, tapi gak jadi gara – gara ketemu hal memusingkan." jawab Senna malas.
"Hal apa? Hal apa? Ketemu Kurosaki – senpai ya? Hehehe."
"Jangan ikut campur." Senna berjalan menuju kursinya tanpa mempedulikan Rangiku.
"Dia kenapa sih?" Rangiku bertanya pada Nemu.
"Gak tahu." jawab Nemu singkat.
(Skip to break time)
.
.
.
Senna tengah duduk di kursinya dengan kepala di atas meja, tanpa keinginan untuk berbuat apapun. Tak peduli yang lain sudah pergi ke kantin untuk mengisi perut.
"Senna, ke kantin yuk!" ajak Rukia.
"Pergi saja sendiri." jawab Senna malas.
"Partnerku, kau harus ikut!" Rukia menarik tangan Senna, memaksanya untuk ikut. "Ayolah."
"Malas."
"Ayo!"
"Dengan Hazao saja."
"Ah~ Senna ayo!"
"Hazao sa-" kata – kata Senna terpotong.
"Apa panggil – panggil aku?" tanya cewek bernama Hanamori Hazao dari belakang.
"Hazao – chan, ke kantin yuk!" ajak Rukia dan melepas tangan Senna.
"Sen – sen gak ikut?"
"Gak." tolak Senna.
"Ya udah. Ayo!" Hazao mengajak Rukia ke kantin meninggalkan Senna yang masih menumpu-kan kepalanya di atas tangan.
.
Tak lama setelah Rukia dan Hazao pergi, Senna menggerakan tangannya mengambil laptopnya yang berada di dalam tas, lalu menghidupkannya.
"OEY! PENDEK!" teriak suara dari luar, yang cukup memekakkan telinga.
"Apalagi itu…!" geram batin Senna.
"Kurang ajar! Sini loe!" sahut Geki yang memang memiliki postur tubuh pendek dan merasa kalau yang dimaksud pendek oleh orang yang berteriak tadi itu adalah dia.
"Hehehe." orang yang berteriak tadi hanya terkekeh pelan dan langsung lari.
Senna berjalan mendekat ke pintu, ia merasa penasaran dengan orang yang barusan berteriak. Matanya melihat ke arah kiri dan kanan. Mencoba mencari keberadaan orang yang tadi berteriak. "Dia… mungkin…" gumam Senna.
Senna menutup pintu lalu, berbalik kembali ke kursinya. Matanya mencoba mencari keberadaan Geki di ruangan kelas.
"Hey, Geki!" panggil Senna setelah mendapati orang tersebut berada di sudut kelas setia bersama laptopnya.
"Apa!" sahut Geki dari belakang.
"Yang tadi tuh, siapa?"
"Yang mana?"
"Yang barusan teriak 'pendek'."
"Kalau mau menghina bilang saja!" dia pura – pura cemberut.
"Jangan mengajakku ribut! Aku hanya tanya namanya!"
"Iya – iya! Nama orang yang tadi? Tadi itu, Toushirou."
"Inisialnya memang T. Nama lengkapnya?"
"Hitsugaya Toushirou. Kenapa tanya - tanya? Loe naksir ya?"
"Ngaco. Gak mungkin dan gak bakal."
"Oh iya ya, loe naksirnya sama Kurosaki Ichigo 8 r. 2 ya. Hehehe…"
Wajah Senna sedikit memerah. "Tutup mulutmu pendek!"
"Sialan! Pendek – pendek gini, banyak yang naksir."
"Iya – iya, semut – semut di tanah." Senna berjalan kembali ke kursinya.
"Sialan!"
.
~Senna POV~
Aku duduk dikursiku. Aku sedang membuka vidoe Big Bang Haru Haru sekarang. Lagu itu, lumayan menenangkan pikiranku yang kacau ini.
Ya ampun… semuanya merepotkan… Aku memijit kepalaku pelan.
Tapi… paling tidak aku sudah tahu nama aslimu. Jadi, namamu Hitsugaya Toushirou.
Namamu bagus… tapi… sifatmu buruk. Bertolak belakang dengan namamu 'shirou' yang berarti putih. Sifatmu jika digambarkan dengan warna mungkin adalah 'Kuro', warna hitam. Mungkin seharusnya, namamu Hitsugaya Toukuro…
Kututup laptopku. Aku berjalan keluar kelas dan duduk di bangku depan kelasku. Banyak yang tengah berkumpul entah dari kelasku maupun kelas lain. Kelihatannya… ini benar – benar tempat pangkalan umum ya?
Aku duduk di sebelah Hazao dan Geki (yang baru saja keluar). Ada Rukia juga, dia duduk di sebelah Hazao. Kulihat, Geki sedang bermain game di laptopnya (seperti biasa).
Aku menyadari ada sekelebat bayangan yang lewat dihadapanku. Bayangan itu melangkahkan kakinya dan berhenti tepat disebelah Geki. Dia memperhatikan game yang tengah dimainkan Geki sambil bersandar ditembok, dan…
… entah memang aku yang jelas – jelas sadar penuh atau aku yang terlalu ke geer-an, orang itu kadang melirik kearahku.
Aku melihatnya. Yah, bayangan itu, memang orang yang membuat pikiranku kacau belakangan ini. Siapa lagi, kalau bukan Hitsugaya Toushirou.
~End of Senna POV~
.
"Eh, Sen!" panggil Geki yang tengah berkutat dengan gamenya dan Toushirou yang tengah memperhatikannya sambil bersandar didinding.
"Apa?" jawab Senna.
"Minta game Moto Gp donk!"
"Ogah." balas Senna cuek.
"Pelit loe!"
"Suka – suka gue!"
"Namanya juga pemarah." sela Toushirou seraya berjalan kembali kearah kelasnya dengan seringai yang terukir di wajahnya.
"BRENGSEK KAU, FAKE G – DRAGON!" umpat Senna dengan teriakan yang dapat didengar sekitar dengan jelas.
Orang yang diteriaki tadi tidak menoleh, dia hanya terkekeh pelan sambil menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Sabar Sen, sabar. Sabar 'ntar disayang Kurosaki." ucap cowok bernama Kimisuke Ryuhito. Dia baru saja akan membuka pintu kelas dan mau keluar, tapi langsung disambut dengan teriakan Senna yang 'lumayan' memekakkan telinga.
"TUTUP TUH MULUT!" bentak Senna.
"Hah? Tutup?" Ryuhito menutup mulut dengan kedua tangan dengan wajah polos tanpa dosa.
Rukia menepuk dahinya."Bukan gitu maksudnya! Ryu-kun!"
"Oh? Bukan ya?"
"Iyalah! Maksudnya tuh jangan banyak omong!"
"Oooohh…!" Ryuhito ber – oh ria.
.
.
.
3 hari kemudian…
"Akhirnya, ada juga tugas yang berhubungan dengan internet…" ucap Senna yang sekarang sudah ada di hadapan sebuah komputer di warnet.
Dia membuka Mozilla Firefox lalu kemudian menuliskan alamat Facebook, Yahoo, dan Google.
Dia melihat – lihat isi Facebooknya. Ada 3 obrolan.
Kitashima Ayano
G – Dragon No***z
Ruki~Chappy~Bunny
Senna menghela nafas pelan. Tidak ada yang menarik. Sebenarnya, semuanya menarik. Hanya saja, tak ada topik yang cocok dibicarakan. Terutama dengan G – Dragon No***z itu, Hitsugaya Toushirou. Kalau dengan yang lain, mungkin topiknya akan kesana – kemari…
Senna menggerakkan mouse untuk berpindah ke tab lain. Tapi, matanya terhenti pada satu hal. Dari tab obrolan.
"Hh…" Senna menghela nafas. "Dia lagi, dia lagi… tidak bosan ya…?" akhirnya, Senna memutuskan untuk meladeni obrolan itu, daripada tak ada kerjaan.
…
(a/n) Mulai dari sini obrolan di Fb.
G – Dragon No***z : Hey…
Saya : Hm…
G – Dragon No***z : Wah, tumben dibalas…
Saya : Terserahlah…
Saya : Mau apa kau?
G – Dragon No***z : Aku ingin minta maaf…
G – Dragon No***z : Karena aku udah manggil kamu pemarah…
G – Dragon No***z : Hey, maafin gak?
Saya : Hn.
G – Dragon No***z : Maksudnya.
Saya : Iya, iya, cerewet.
G – Dragon No***z : Hehe, sorry, sorry…
G – Dragon No***z : Boleh minta nomor hp-mu?
Saya : Untuk apa?
G – Dragon No***z : Gak apa – apa…
G – Dragon No***z : Cuma gak ada kerjaan aja…
G – Dragon No***z : Boleh gak?
Saya : Males…
G – Dragon No***z : Kenapa?
Saya : Gak apa – apa…
Saya : ~Mirokumaru is Senna~ is offline.
…
Senna menutup akun Facebook-nya. Dia memijat keningnya pelan.
"Yare yare… mendokusai…" gumamnya.
.
.
.
To Be Continued
ReRe : Pendeknya… saya kehabisan ide… (meratapi nasib)
Ai : Kasiannya partner (bego) ku satu ini…
ReRe : Hiks… iya partner (bego) ku…
Kimisuke Ryuuhito (Ryuu-pyon) : Kenapa malah jadi acara hina menghina sih?
Hina (dari One Piece) : Apa panggil – panggil?
ReRe : Lah? Kok bisa sampe sini?
Hina : Dipanggil tadi ama bocah bertampang uke diatas!
Ryuu-pyon : TIDAAAAAAAAAAAAAAAK! AKU BUKAN UKEEEE!
ReRe : Berisik ah… Mohon direview para readers… Saya miskin review…
Klik tombol ijo – ijo dibawah~
