The Feelin Between Us
Chapter 2: When We Meet Again
Disclaimer:
Bleach
by Tite Kubo
Hari itu, hari pertama masuk sekolah usai liburan musim panas. Rukia mengenakan kemeja putihnya, rok pendek abu-abunya dan dasi merahnya. Ia berjalan santai menuju sekolahnya: SMU Karakura.
Setibanya di sekolah, Hinamori menghampirinya.
"Rukia! Ada anak baru di kelas kita!" ujar Hinamori bersemangat.
"Ohya? Siapa?" Rukia ikut-ikutan bersemangat.
Tanpa menjawab, Hinamori menarik tangan Rukia menuju kelas mereka. Sesampainya di depan pintu kelas, Hinamori menunjuk,
"Itu dia anak barunya!"
Rukia tersentak. Rukia terdiam. Dia? Ichigo Kurosaki itu anak barunya?! Rukia ingat ia digoda oleh Ichigo tempo hari, tapi entah kenapa, sisi dalam hatinya malah menikmati fakta itu.
"Ah!" Ichigo menjulurkan kepalanya dari kerumunan anak-anak sekelasnya dan melihat Rukia, "kau yang waktu itu! Senang bisa bertemu!" Ichigo melambai-lambaikan tangannya pada Rukia.
"Kau kenal dia?" tanya Hinamori heran.
Rukia tidak menjawab dan langsung menuju tempat duduknya. Hinamori hanya bisa heran melihat tingkah sahabatnya itu, tapi dia tak mau ambil pusing, jadi ia tidak membahas soal Ichigo lagi pada Rukia.
Bel masuk berbunyi. Seorang guru wanita berkacamata memasuki kelas dengan wajah lesu.
"Liburan musim panas sudah berakhir... Oh, aku butuh lebih banyak waktu libur..." Ia menunduk ke bawah, sementara murid-muridnya hanya terdiam menyaksikannya.
"Tapi, tidak apa-apa!" tiba-tiba guru itu—Misato-sensei—mengangkat wajahnya yang penuh semangat ke hadapan murid-muridnya, "kita harus semangat menjalani hidup! Berjuanglah dalam segala hal termasuk dalam pelajaran sekolah!" sorak guru itu. Murid-muridnya hanya tertawa dan ikut bersorak.
"Ngomong-ngomong, kalian mendapat teman baru..." Misato-sensei melirik ke arah Ichigo yang sedari tadi sibuk menggambar sesuatu di bukunya. "Hei kau, rambut oranye, kemarilah. Perkenalkan dirimu."
"Eh? Aku?" Ichigo menunjuk dirinya sendiri dan memasang wajah bingung, tapi kemudian ia maju ke depan kelas. "Yaa~ namaku Ichigo Kurosaki, aku pindah ke sini karena... yah, urusan pribadi," ujar Ichigo sambil memasang tampang konyol.
Murid-murid sekelas tertawa karena tingkahnya.
"Aku senang menggambar dan.. menggoda wanita!"
Lagi-lagi murid-murid sekelas tertawa. Tapi kali ini Rukia tidak tertawa dan dengan yakin mengecap Ichigo sebagai seorang 'penggoda perempuan' dan 'lelaki yang harus diwaspadai'.
Usai Ichigo memperkenalkan dirinya, Misato-sensei meminta para murid di kelasnya membuat kelompok untuk membuat sebuah drama dengan tema bebas. Tapi, Misato-sensei yang menentukan anggota kelompoknya. Ia mulai menyebutkan nama para murid satu persatu.
"...Kelompok 3.. Ichigo Kurosaki, Keigo Asano, Momo Hinamori dan.. Rukia Kuchiki."
Rukia hanya terdiam menerima takdirnya. Dengan niat setengah-setengah, ia menghampiri ketiga temannya yang sudah duduk berkelompok.
"Kita mau pilih tema apa?" tanya Rukia.
"Aku sih, terserah kalian saja deh. Tapi, kalau tema-nya percintaan, aku akan sangat senang," tambah Hinamori dengan wajah berseri-seri.
"Hei-hei, kita ini cuma berempat. Sebaiknya kita pilih tema yang simpel dan tidak membutuhkan banyak karakter," usul Keigo.
"Aku setuju dengan Hinamori, kita bikin drama percintaan saja. Bagaimana kalau.. cinta segiempat?" sela Ichigo.
"Tidak Ichigo, itu terlalu ribet. Bagaimana kalau begini: 2 orang dari kita—tentu saja lelaki dan perempuan—menjadi tokoh utama yang saling menyukai, yang lain mendukungnya sebagai sahabat."
"Itu.. terlalu simpel," tukas Rukia. "Harus ada konflik supaya drama kita menarik dan membuat yang lainnya penasaran.." katanya lagi.
"Itu menarik," ujar sebuah suara yang tiba-tiba datang dari belakang mereka. Rupanya itu Misato-sensei. "Sebaiknya kalian mengundi siapa yang akan mendapatkan peran-peran itu dengan ini.." Misato-sensei menunjukkan tangannya yang menggenggam 4 potong kertas putih. Hei, itu berarti dia sudah menyiapkannya untuk mereka? Apakah dia menguping?
"Baiklah, dalam hitungan ketiga, kita menarik salah satu dari kertas itu," ujar Keigo.
Belum sempat Hinamori bertanya 'bagaimana kalau ada yang hendak menarik kertas yang sama', Keigo sudah menghitung dan masing-masing dari mereka dengan sigap memilih potongan kertas itu. Siapa mendapat peran apa?
"Aku menjadi sahabat tokoh lelaki," ujar Keigo sambil membaca kertas di tangannya.
"Tokoh utama laki-laki," ujar Ichigo.
"Sahabat tokoh perempuan," ujar Rukia.
"Tokoh utama perempuan," baca Hinamori.
"Perannya sudah jelas, silahkan kalian buat jalan ceritanya. Alur cerita dapat berubah sewaktu-waktu ketika kalian mendapat ide baru. Aku mengharapkan cerita yang bagus dari kalian, anak-anak!" dukung Misato-sensei yang kemudian beranjak pergi ke kelompok lain.
Ketika bel pelajarannya berakhir, Misato-sensei berkata,
"Ohya, nanti kalian tidak menampilkan drama ini di depan kelas, tapi kalian merekam akting kalian di tempat lain, jadi kalian bisa mengembangkan ide dan latar tempat lebih banyak. Durasi maksimal 10 menit, akan Ibu tayangkan melalui proyektor. Nah, selamat berdramaria!"
"Di mana bocah berambut oranye itu?" tanya Rukia.
"Ichigo? Dia bilang dia sedang diantar Ryo Kunieda berkeliling sekolah," jawab Hinamori sambil menggeliat.
Saat itu, mereka sedang berada di halaman belakang sekolah, duduk di bawah pohon rindang, sambil menulis naskah drama dan sesekali melahap roti isi yang mereka beli di kantin.
"Nah, itu dia!" ujar Hinamori tiba-tiba.
Benar saja, dari kejauhan terlihat Ichigo berlari-lari menghampiri mereka. "Maaf aku terlambat," katanya, "Keigo bilang dia ada latihan klub, jadi mari kita bicarakan awal ceritanya dulu."
"Kau telat," tukas Rukia. "Aku sudah membuat awal ceritanya..." Rukia menunjukkan hasil kerjanya dan Ichigo membacanya kagum.
"Baiklah, kita mulai saja adegan pertama, ketika Hinamori tak sengaja bertemu Ichigo yang sedang mencabuti rumput karena dihukum oleh Misato-sensei .."
To be continued
Gimana minna-san? Datar atau cukup? ._. Maaf author lebay hoho.. RnR please~
