GOMENASAI MINNA-SAN! Author abal-abal ini tidak menepati janji,kemarin saya berkata jika chap 2 akan di update 30 menit – 1 jam kedepan setelah chap 1 di update,tapi jadi ngelantur 2 hari.

Gara-gara,tiba-tiba saja saya ingat kalau saya harus mengerjakan tugas sekolah serta belajar ,terpaksa harus diundur.

Mohon dimaklumi ya para Readers semua yang baik hati dan tidak sombong *Puppy eyes* *PLAK, ditampar readers*

Ok,sekarang dengan bangga saya persembahkan fanfic chap 2 saya dengan judul... *suara drum*

MY LOVELY DARKNESS!

HOPE YOU ENJOY IT!

Naruto: Masashi Kishimoto-san

Lovely: Liciyha Namikaze

Pairing: SasuNaru

Rating: M (Nanti)

Genre : Supranatural, Romance, Friendship

Peringatan: typo (s), alur kerja super cepat, standar berantakan, sampah-wanita, sedikit jahat, dll

PS: Fic ini mengandung unsur menjijikan dan berdarah, jika tidak suka bisa langsung tekan tombol BACK untuk kembali dari membuat PENULIS yang masih amatir ini sakit hati.

~ SELAMAT MEMBACA ~

"Hn." Tanggap aktor itu tak acuh. Pria itu berjalan santai menuju kotak p3k yang selalu tersedia di tenpatnya. Ia mengambil obat merah, perban, dan gel penghilang rasa sakit.

Pria itu mendekati Naruto yang masih merintih sakit dan menyibakan seragam gadis itu asal-asalan.

Dan seperti yang kita ketahui,Naruto memekik dan melancarkan pukulannya ke arah wajah mulus milik sang aktor. Beruntung pria itu memiliki ketangkasan yang luar biasa, jadi ia masih sempat untuk menghentikan gerakan gadis itu dengan tangannya.

Naruto membelalak. "Kenapa kau menghentikannya!" Ia kembali berteriak.

"Jangan bodoh." Pria itu mengatakannya dengan dingin.

"Cih,kuso Seharusnya anata membiarkannya. Anata bisa menganggap itu sebagai balasan atas kelakuanmu yang tidak memiliki rasa sopan santun!" Dan Naruto mulai berceramah.

Aktor itu mendengus. "Aku yakin bahwa kau tidak memiliki cukup uang untuk biaya ganti rugi atas wajahku yg akan kau seharusnya bersyukur aku mau repot-repot membawamu kesini dan merawat lukamu" Sindiran sang aktor tepat mengenai sasaran. Naruto merengut dan melengos.

Dalam hati sang aktor, ia bersumpah jika ini pertama kalinya ia bicara jaringan kata sebanyak itu.

Bingung dengan perubahan suasana hati Naruto yang sangat cepat, sang aktor menidurkan tubuh gadis itu dan mulai mengobati lukanya. Dan tak lupa untuk meminta izin terlebih dahulu.

Suasana di ruangan itu sungguh sangat canggung. Meski Naruto tidak tahu siapa laki-laki yang di sebut-sebut sebagai aktor yang paling berbakat dan paling tampan itu. Ia sangat paham jika pria itu tidak akan pernah mau repot-untuk memulai percakapan terlebih dahulu,pria itu pasti lebih suka kedamaian yang canggung. Jadi Naruto memutuskan untuk memulainya dulu walau ia tahu hanya akan di tanggapi dengan datar.

"Ne,siapa namamu?" Mulainya. Aktor tersebut pertamanya hanya menaikan sebelah alisnya lalu menggeleng pasrah.

"Sasuke. Uciha Sasuke." Jawab sang aktor.

"Owh...pantas saja." Tanggap Naruto.

"Apa maksudmu?" Tanya Sasuke dengan nada yang sedikit menajam.

"Maksudku, pantas saja kau sangat dingin. Bukankah klan uciha memang dikenal dengan ekspresi mereka yang dingin, kan?"

"Hn... Sudah selesai,sekarang cepat seret bokongmu jika kau masih ingin mengikuti pelajaran." Ujar Sasuke tak peduli tentang apapun yang baru saja Naruto katakan.

"Apa?" Butuh waktu beberapa saat bagi Naruto untuk mencerna kata Sasuke. Sebelum akhirnya ia terlonjak dan memaksakan dirinya untuk berlari menuju kelasnya dan segera lupa akan keberadaan Sasuke disana.

Sasuke hanya memperhatikan Naruto dari jauh dengan tatapan datarnya yang tajam sembari bergumam. "Dobe." Dan tepat setelah ia mengatakannya, Naruto tersandung oleh kakinya sendiri dan jatuh. Tapi lagi-lagi dengan tangkas Sasuke menangkapnya dan mendengus.

"Dasar Dobe kau itu." Hardik pria itu sambil menggendong Naruto ala bridalstyle menuju kelas.

Naruto yang masih terkejut hanya dapat memperhatikan pria yang tengah menggendongnya untuk yang kedua kalinya dengan tatapan yang tidak bisa bahkan tidak memikirkan bagaimana cara pria yang tadinya berjalan jauh darinya dapat menolongnya dalam waktu yang sesingkat itu.

Tapi Naruto orangnya memang tidak pernah peka?

Tak perlu repot-repot mengetok pintu atau mengucapkan sepatah kata,Sasuke memasuki kelas 3-1 dan langsung dihadang oleh guru killer di kelas 3. Tsunade-sensei

"Yo, kami mengobati Dobe." Terang Sasuke dengan sangat singkat dan lancang. Yap, itulah jalan hidup uciha.

Tsunade sensei biasanya akan langsung memotong murid yang berani bicara seperti itu padanya, namun kali ini tidak. Dan alasanya tidak mungkin sangat sepele seperti karena Sasuke seorang aktor terkenal yang memiliki darah uciha. Pasti masih ada sesuatu yang lebih besar lagi yang tidak semua orang ketahui.

" Naze " Tanya Tsunade sensei sebelum meluncurkan tatapan membunuh pada seluruh gadis yang terus berteriak memanggil nama sang aktor.

"Tanya saja muridmu yang lain. Sekarang, dimana tempat dudukku?" Tanya Sasuke.

Menghela napas kesal,Tsunade sensei mulai kembalik angkat bicara. "First,introduce yourself,please."

Dengan tetap menggendong Naruto,pria itu mulai memperkenalkan diri dengan kesal.

"Sasuke Uciha.16th years old." Sasuke menyeringai kejam. "Tempat duduk?" Ulangnya.

"Kau tanya saja dengan pacarmu yang kau gendong itu dimana tempatnya duduk. Kau akan duduk di sebelahnya." Tsunade tak perduli jika raut wajah tan milik Naruto memucat (meski tidak sepucat kulit salju Sasuke) dan pipinya yang merona merah.

"Kau dengar itu Dobe?" Sindir Sasuke saat Naruto hanya memandang ke bawah.

"Di bagian paling belakang sana." Ujar Naruto dengan lesu. Entah mimpi apa ia semalam hinggan harinya saat ini sangat buruk.

"Hn." Tanpa banyak bertanya lagi,Sasuke segera membawa Naruto dan mendudukannya di kursi yang paling dekat dengan jendela.

'Hah...ini sangat buruk...' Rutuk Naruto dalam hati. Ia tidak tahu mimpi apa yang didapatnya semalam hingga harus mengalami semua hebatnya,Naruto yang terkenal selalu memperhatikan semua penjelasan senpai tanpa kurang suatu apa pun kini justru menjadi orang pertama yang berani melamun di kelas Tsunade-sensei.

"Jangan banyak mengeluh." Sindir tersentak dan menatap Sasuke seakan pria itu baru saja hendak memenggal kepalanya.

"Nani?" Tanya Sasuke dengan tatapan yang jengah.

"I-iie...hanya saja aku bingung,naze kau bisa mengatakan itu?"Selidik Naruto

Sasuke mengangkat sebelah alisnya sebelum ia menyadari sesuatu.

"Kau itu mudah dibaca, wajar jika aku mengatakannya." Dusta Sasuke.

Naruto memasang raut terluka sebelum kemudian memutuskan untuk berusaha memusatkan konsentrasinya pada penjelasan senpainya yang mulai memperhatikan geriknya dengan sengit.

Bel istirahat yang paling ditunggu-tunggu oleh semua makhluk yang ada di KHS tersebut akhirnya tiba.

Termasuk Naruto yang biasanya mengeluh saat bel itu berbunyi pun turut bersorak ria.

"Hah...Akhirnya selesai juga.." Keluh gadis sapphire itu dengan segera membereskan mejanya dan dan hendak berjalan keluar menuju kantin saat ia harus berhenti saat sebuah suara bariton memaksanya untuk menunggunya.

"Apalagi sekarang?" Keluh Naruto dengan kesal. 'Kenapa laki-laki ini selalu mengganggu ku?' Tambahnya dalam hati.

Sasuke berdecih kecil sebelum menjawab. "Mau kemana kau?" ujar Sasuke dengan ketus yanv dibalas dengan tak kalah ketus oleh Naruto yang mendelik kesal.

"Tentu saja ke pentingnya buatmu?"

"Hn." Gumam Sasuke tak jelas sambil berlalu meninggalkan Naruto yang bersungut-sungut kesal dibelakangnya. 'Dasar Teme gila'

Dan akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya lidah dan mulutnya bisa berkolaborasi untuk mengucapkan rangkaian umpatan untuk yang pertamakalinya.

Di kantin...

Naruto memakan dengan lahap takoyaki terakhirnya yang dibelinya di biasanya gadis berambut pirang itu menghabiskan uangnya untuk membeli makanan biasanya selalu membuat bekal untuknya hati ini ia tidak bisa karena alasan yang jika Naruto ingat lagi akan membuat moodnya jatuh.

"Hah...kenyangnya..."Desah Naruto dengan sangat memejamkan matanya untuk menikmati hidupnya yang sedikit baik.

Dan saat ia membuka kelopak terkejut bukan kepalang saat mendapati jika wajah Sasuke berada tepat di sedikit maka ia akan mendapati bibirnya berlabuh dengan bibir pria dingin itu.

"A-apa yang...!"

"Jangan tidur dikantin,Dobe" Potong Sasuke dengan nada yang itu menjauh dari Naruto dan duduk disamping gadis pirang yang tampak bersungut-sungut.

"Kau...Aku tidak sedang tidur!Aku hanya kekenyangan karena sarapan ini!"

"Kau akan gendut jika banyak makan"

"Apa urusanmu jika aku gendut atau tidak? Memang peduli apa kau?" Amuk beberapa jam saja ia mengenal pria ini,ia sudah merasa sangat jengah dan sangat tidak nyaman atas kehadiran Sasuke.

Sasuke menghela napas kecil sebelum menatap tajam Naruto. "Aku peduli." Ujarnya dengan nada tegas.

"Nani?Tapi,kenapa " Naruto sama sekali tidak bisa memahami jalan pikiran pria itu. Sasuke-seorang aktor terkenal peduli padanya? Gadis yatim-piatu yang hidup sederhana yang bahkan tidak pernah melihat Sasuke di televisi? (0ke,mungkin hal yang terakhir tidak bisa dimaafkan).

"Karena kau adalah calon istriku."

"Owh..." Naruto memang gadis yang sangatlah kurang peka.

1 detik

2 detik

3 detik

"APA?CALON ISTRI KATAMU?!" Pekiknya saat otaknya sudah mendapat memutar bola matanya bosan saat seluruh penghuni kantin memfokuskan pandangan mereka pada Naruto dan dirinya.

"Pelankan suaramu, Dobe." Geram Sasuke yang terlihat berusaha keras menahan sesuatu. 'Tidak,jangan sekarang!' batinnya saat onxynya merasa mulai berputar-pertanda buruk.

Tapi,beruntung Naruto berhasil mengalihkan perhatiannya dengan terus berceloteh kurang ajar padanya. "...Teme,kenapa kau mengatakan jika aku calon istrimu? Apa kepalamu terbentur sesuatu? Atau semacam..."

Bel tanda jam istirahat telah usai memaksa Naruto untuk berhenti ,ia harus menghabiskan sisa jam pelajarannya untuk memikirkan perktaan Sasuke bodoh itu dengan bibir yang mengerucut lucu.

'Kau akan segera tahu alasanku mengatakan hal itu, my Lady.'

"Apa kau mengatakan sesuatu,Teme?" Tanya hanya membalasnya dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat. "Ok,aku hanya merasa kau mengatakan sesuatu saja,jangan aneh" cibir gadis kembali menatap papan tulis dan merenung. 'Katakan sekali lagi,Teme.' Batin Naruto yang berpikir jika mungkin saja Sasuke dapat berkomunikasi dengan telepati.

'My Lady.' Jawab suara bariton yang tidak lain tidak bukan adalah milik memelototi pria itu dengan tatapan menuduh. "Kau bisa bertelepati,bukan?"

Sasuke mengangkat bahunya malas. "Suara batinmu terlalu keras." Ujarnya yakin jika Naruto tidak akan percaya,tapi ia segera menarik kata-katanya dan mengumpat pelan saat gadis itu mengangguk pelan sambil mengernyit dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang pernyataan Sasuke. 'Bagus, urusan jodohku(?) padamu,dan kau mempertemukanku dengan manusia? Dengan IQ rendah sepertinya? Aku bersumpah,saat aku kembali ke dunia kita nanti,aku akan menghajarmu habis-habisan.' Batin pria seorang Uciha tidak akan pernah melanggar sumpahnya.

Sasuke menarik napas dalm-dalam saat amarah mulai masih berada di dunia ini-dunia manusia,ia harus menjaga emosinya sedikit saja bisa berakibat fatal.

Yah,seperti sekarang ini,contohnya.

"Teme,apa kau memakai lensa kontak? Warna matamu merah darah dengan bintik 3?" Bisik Naruto yang memperhatikan mata Sasuke yang berubah lekat-lekat. "Juga berputar-putar."

"Tatap terus, tidak akan mengingat warna mata ini,ingat saja jika aku membuatmu kesal." Sasuke mencoba menghipnotis Naruto.

"Apa? Apa maksudmu melupakannya?" Dan tampaknya apa pun yang Sasuke lakukan tak ada gunanya.

'Celaka!'

#BERSAMBUNG#

Jadi tambah ngawur yak?

Hehe.. Gomen minna-san... Chapter yang sekarang juga tambah pendek. Yak anggap saja saya sudah kehabisan ide. Tapi sebagai balasannya di chapter selanjutnya bakal lebih panjang.

Kira-kira ada yang bisa nebak ngak siapa Sasuke sebenarnya? Kira-kira Sasu itu Devil,Zombie,Angel,Sucubus,kawanan,atau Vampir? Yang bisa jawab jangan lupa tinggalkan jejak di kotak reviw ya

Buat readers semua yang sudah membaca dan berminat menghabiskan waktunya untuk membaca fic gaje ini,mohon tinggalkan sebuah jejak,entah berupa like,follow,favorite,atau reviws.

Hitung-hitung jadi suntikan penyemangat saya! *Nari-nari gaje*

Arigatou ...

Sekali lagi mohon dimaklumi klo ceritanya jelek. Saya masih Author abal-abalan.

SAMPAI JUMPA