Naruto : Masashi Kishimoto-san
Lovely : Liciyha Namikaze
Pairing : SasuFEMNaru
Rating : T
Genre : Hurt,Love
Warning : typo(s), alur super cepat dan tidak jelas, EYD berantakan, cerita kga jelas, dll
PS : Fic ini mengandung unsur yang aneh dan sedikit menjijikan jika tidak suka silakan tekan tombol BACK untuk kembali daripada meninggalkan rasa sakit pada AUTHOR yang masih amatir dan berusaha untuk menjadi entertainer. Arigatou Minna-san…
Happy Reading!
KRINGG!
Dan Naruto harus menelan kekecewaannya saat telp Sasuke berdering.
"Angkat,Sasu" ujarnya setengah bergeming.
"Siapa tahu itu sangat penting?" Deathglare menjadi jawaban bisu Sasuke.
"Kumohon..." dan Pupyeyes pun menjadi pemenangnya.
Mendengus kasar,Sasuke beranjak dengan cepat meninggalkan Naruto dan menganggkat telp sialannya,sementara hawa dingin tiba-tiba merambat ke tubuh Naruto yang sedaritadi terbiasa dengan kehangatan yang Sasuke berikan.
"Harus malam ini?" Suara Sasuke yang kesal memecah lamunannya.
"Tidak bisakah kau mengatasinya sendiri? Aku sedang sangat sibuk!" Geram Sasuke pada lawan bicaranya.
"Sialan kau Sai! Aku bersumpah setelah semuanya selesai aku akan menghajarmu habis-habisan!" Sasuke mengakhiri sambungan telphonenya dan mendengus kesal.
"Dobe,aku harus pergi,ada kesalahpahaman kecil dikantor,dan si bodoh Sai tidak becus untuk janji tidak akan lama,tunggu aku pulang,kita akan langsung menyelesaikannya." Sasuke mencium lama bibir Naruto sebelum menjauh,berpakaian dan pergi.
Pria itu sama sekali tidak tahu akan akibat fatal apa yang akan terjadi jika ia pergi.
Jam terus berdentang sebanyak 12 kali yang menandakan sudah pukul 12 artinya sudah 1 jam berlalu sejak Sasuke pergi.
Naruto menatap gelisah langit kelabu. Ia hanya menggunakan piyama tipis walau udara diluar saat ini sedang tidak bersahabat. 'Kenapa perasaanku tidak enak?' pemikiran itu langsung di enyahkan saat pintu kamar terdengar itu segera meninggalkan balkon dan mendapati tubuh seorang pria yang telah bertelanjang dada tidur telungkup diranjang empuk.
"Ah...Kau ternyata sudah pulang,Sasu..." desah Naruto lega,ia segera menyusul pria itu. "Kau terlihat lelah? Kalau begitu kita lanjutkan besok..." Ucapan Naruto terhenti saat dengan cepat pria itu menelantangkan tubuh Naruto dan kasar ia menggigit dan menciumi sekujur tubuh Naruto,dan dengan kasar ia memenuhi tubuh Naruto.
Naruto berteriak,tapi bukan karena nikmat,melainkan akibat rasa sakit.
"Ada apa de-dengan...mu Sa-sasuke? Ke-kenapa kasar seka-engh! li?"
Dengan cepat,secepat awalnya,pria itu menjauh dari Naruto,ia mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas keluar.
Naruto yang masih terengah-engah tetap terdiam ditempatnya dan menangis kesakitan.
"Tadaima...!" Suara bariton memecah keheningan 1 jam kemudian. Sasuke merasa sangat lelah,tapi ketika ia pulang,ia merasa sangat bugar dan siap kembali bermain pada kekasih tercintanya. "Naru...to?"
Sasuke membeku saat melihat Naruto tengah menangis sembari menekan bagian terlarang miliknya. "Apa yang terjadi?" Ujarnya khawatir.
"Hiks...kau yang melakukannya,tapi kau sendiri justru bertanya?"
"Apa yang sudah kulakukan padamu? Aku bahkan baru pulang!" Rutuk Sasuke.
"Ya,kau memang baru pulang sekarang,tapi 1 jam yang lalu kau kembali kesini..."
"Kau bilang apa tadi? 1 jam yang lalu?" Naruto mengangguk sakit. "1 jam yang lalu aku masih ada dikantor mengurus segala sesuatunya. Tunggu dulu,jangan katakan jika apa yang sedang kupikirkan memang kau lakukan."
Sapphire Naruto membulat tak percaya. "Apa maksudmu,kalau bukan kau,jadi..." Naruto terkesiap,dadanya mendadak terasa sesak saat ini.
"Kau...kau sungguh keterlaluan!" Sasuke mengangkat Naruto dan menjatuhkannya ke ranjang dengan kasar. "Berani-beraninya kau menghianati kepercayaanku? Aku hanya pergi 2 jam saja dan kau sudah berselingkuh? A-ku kira kau sangat mencintai..." Sasuke berdecak muak. "Bodohnya aku,kita baru bertemu 2 bulan,mana mungkin kau mencintaiku,kau pasti memilih laki-laki lain yang jauh kau cintai..."
"Bicara apa kau itu? Aku tidak berselingkuh! Jangan bercanda Sas,ini tidak lucu!"
Sasuke tertawa muram. "Tidak selingkuh? Baik,kalau begitu ayo kita buktikan." Sasuke berjalan ke komputernya dan memutar ulang rekaman CCTV di kamarnya 1jam yang lalu. Ia memejamkan matanya dengan muak saat rekaman terus berjalan hingga akhir. Pria itu menatap tajam Naruto tanpa ekspresi.
"Itu...Itu kau bukan? Sudah kubilang,candaanmu tidak lucu!" Raung Naruto,entah kenapa ia merasa jika ini tidak akan berakhir dengan baik. Sasuke berjalan menuju Naruto layaknya predator yang siap menerkam mengguncang-guncang keras tubuh wanita itu dengan kasar.
"Apa kau pikir aku se-pikun dan sebodoh itu,hah? Jika kau ingin sukses berbohong,kau seharusnya meminta kekasihmu itu untuk mengenakan pakaian yang sama dengan yang kukenakan! Dasar penghianat! Pergi kau dari hadapanku! Jangan pernah menampakan wajah bajinganmu itu dihadapanku lagi!" Sasuke menyeret keluar Naruto dan melemparnya keluar rumah.
Naruto tetap terdiam tanpa berkata-kata,ia masih tidak percaya akan apa yang telah itu berdiri dan berjalan terseok-seok tanpa arah. 'Jadi,aku...berselingkuh? tidak mungkin,aku tidak pernah melakukannya,i-ini semua tidak mungkin terjadi? Aku sangat mencintaimu, kau menuduhku hingga sedemikian rupa? Kenapa kau percaya begitu saja akan rekaman itu? bukan aku yang menginginkannya,pria direkaman itulah yang menjebakku!' Raungnya dalam hati,ia tidak habis pikir dengan jalan pikir Sasuke,bukankah Sasuke memiliki otak yang cerdas,tapi kenapa pikirannya bisa sebuntu itu?
Tanpa disadarinya,gadis itu kini berdiri sendiri di tersenyum pahit,matanya terasa sangat panas saat ia ingin menangis,tapi itu percuma akan ada yang mempedulikannya.
Ingin rasanya ia mengamuk dan mencurahkan semua isi hatinya saat itu tidak akan pernah terjadi.
Pada siapa ia akan mengadu?
Ia sendirian sekarang.
Kedua orang tuanya telah lama Sasukelah yang menjadi dunianya.
Tapi kini ia pun sudah kehilangan laki-laki kejam yang langsung menuduhnya berselingkuh dan mengusirnya tanpa belas kasihan.
"Cih!" Naruto berdecih,ia sudah muak dengan kehidupan kelamnya setiap kali ia baru mendapat suatu kebahagiaan baru,takdir merebutnya dengan tidak ada seorang pun yang menolongnya.
Tuhan pun sudah muak dengannya.
'Tapi tidak ada salahnya bukan untuk kembali pada Nya? Tuhan mungkin akan sedikit berbaik hati padaku.'
Sasuke duduk terdiam dipinggir tempat tidurnya,ia menggengam erat sebuah foto kecil yang dibingkai indah dengan pigura. Itu adalah fotonya bersama Naruto yang diambil kira-kira seminggu yang lalu di sebuah taman di pusat foto itu,Naruto tersenyum bahagia sembari memeluk pinggang Sasuke dengan Sasuke meletakan salah satu tangannya di bahu Naruto dengan gerakan yang sangat posesif,dalam foto itu pula Sasuke terlihat merekahkan senyumannya meski sangat tipis dan adalah saat-saat terbaiknya bersama Naruto,dan ia tidak akan pernah bisa melupakannya dengan segala cara.
Sebagaimana ia tidak akan melupakan malam ini sekeras apa pun ia mencoba.
Sasuke tergelak dalam membelalak tak percaya saat ingatannya membawanya kembali ke beberapa waktu yang lalu di kantor.
FLASHBACK MODE ON
Sasuke merasa sangat kesal,ia jadi tidak bisa bermain semalaman dengan Naruto karena Sai yang bodoh itu.
"Ah,tuan kau datang juga,aku sudah semakin tidak sabar!" Seru Sai.
"Hn."
"Ada banyak masalah yang harus anda tangani,tuan" Tambah Sai langsung ke inti permasalahan.
"Hn,ayo cepat kita selesaikan..."
"Bukan kita,tuan,tapi anda." Potong Sai dengan penekanan disetiap kata.
Sasuke menaikan sebelah alisnya dan bertanya dengan nada datar khasnya. "Dan kau?"
"Kau akan tahu nanti,tuan Sasuke.Tapi kau tidak akan menyadarinya dan baru sadar saat semua sudah terlambat." Bisiknya di telinga semakin tidak mengerti. "Ah,kalau begitu saya pamit harus segera mengambil milik anda, ." Sai membungkuk hormat sebelum berlari meninggalkan Sasuke yang masih tidak mengerti.
FLASHBACK MODE OFF
"Kuso!" Raung ia paham dengan apa yang dimaksud secepat kilat,ia menyambar jaket tebalnya serta kunci mobil dan langsung menuju ke satu tempat.
Sai.
"Dingin sekali..." Lirih Naruto yang masih terus berjalan tanpa arah menembus badai salju yang semakin lama semakin lebat.
"Bodohnya aku,seharusnya setidaknya aku membawa jaket tebal untuk melewati ini." Seluruh inti dari tubuh luar dalamnya serasa membeku.
BRUK!
Naruto terjatuh,tubuhnya sudah tidak kuat lagi ia mau mati saat ini juga,tapi tidak bisa,Tuhan masih belum mau menerimanya.
Dan,disinilah ia lemah tanpa daya menunggu ajalnya yang tak kunjung datang berdoa dalam diam agar Tuhan menjemputnya,atau malaikat,bahkan Sasuke.
Laki-laki itu? ia bahkan tidak segan-segan untuk membuangnya.
"Cukup sudah,aku tidak bisa terus hidup menderita begini..."Ucap Naruto dengan lirih serta mulut yang bergetar bersusah payah,gadis itu mencoba berdiri dan kembali berjalan.
'Aku akan pulang ke Konoha!' Batinnya dengan tekad yang bulat.
"Sai!" Tanpa mengindahkan sopan santun,Sasuke mendobrak masuk ke rumah Sai sebelum berhenti mendadak dengan onxy yang membulat sempurna.
"... tenang saja,aku sudah melakukan semua perintahmu." Ujar Sai dengan bangga.
" katakan padaku,apa saja yang sudah kau lakukan padanya?" Jawab Sakura dengan nada keji yang memuakan.
"Ternyata kualitasnya cukup memuaskanku lebih dari semua pelacur yang pernah kutiduri."
"Cukup? Oh,kau akan segera tahu apa arti kata dari cukup,Sai." Bisik Sasuke sesaat setelah ia menyambar telp Sai dan memukul keras kepalanya hingga pria itu tak sadarkan diri.
"Wah-wah,Sai...kau memang yang terbaik,dan,apa kau sudah memastikan jika Sasuke ku sudah mengusirnya?" Tanya Sakura dengan selingan kikikan kecil.
"Ya,aku memang mengusirnya,dan itu adalah kesalahan terbesar dalam ,kau adalah penyebabnya." Geram Sasuke sebelum ia membanting telp Sai hingga hancur berkeping-keping dan membawa sang empu bersamanya.
Detik itu juga Sasuke memutuskan untuk membunuh Sai dengan keji,dan Sakura dengan pelan hingga wanita biadab itu terus merengek padanya untuk segera dibunuh.
'Tapi pertama-tama,aku harus mencari Naruto,cuaca sedang sangat ,bodohnya aku!' Rutuk Sasuke.
Tapi pria itu tidak tahu jika ia sudah terlambat.
TBC...
Hiyak! Akhirnya aku berhasil menuntaskan chapter 2 ini bung! Dan kali ini juga jauh lebih panjang!
Asoy...gimana ceritanya? Sungguh menyedihkan bukan? Sama, ana juga ngerasa sedih saat menulis ini. Sedih karena alurnya makin gaje! *nangis sejadi-jadinya*
*PLAK!* (Ditampar readers)
Haha... Sudah-sudah... ana mohon maafkanlah kelakuan hamba yang sungguh sangat aneh kali ini,maklum... NOVEL I ANA SUDAH TAMAT DAN AKAN SEGERA DIKETIK DAN DIKIRIMKAN!
Hahah...maklum kalau ana agak sombong dikit,sedang dilanda euforia (apala-apalah) tingkat dewa bung!
Kalau begitu... JUMPE LAGI DI CHAP LANJUT!
SEE YA!
