Chapter 02

Disclaimer's: Masashi Khisimoto Naruto Dan Gakuto+ManyakoStrike The Blood

Summary: Awal dari seorang Vampire Keturunan Utama terkuat di dunia di dampingi dengan 12 Familiar beserta beberapa mahluk terkuat dan didampingi oleh seorang Sword Shaman yang memiliki kekuatan yang sangat hebat bagaimana kah sepak terjangnya sebagai Vampire yang akan menjadi Vampire terkuat di dunia.

Maaf Episode ini jelek banget dan gaje.

Episode ini aku memasukan sedikit OC Campione seperti Verethragna Dll

Aku memerlukan kekuatan Dewa Perang sang Pemenang buat puncak di Arch Chain.

Makasih buat yang udah pada baca dan Reviews. Dan juga maaf telat sampe 3 hari


Chapter 2

"Sial, kenapa juga aku harus berbelanja.."ucap Naruto dengan kesal sembari membawa beberapa bungkus belanjaan tiba-tiba saja ada sebuah getaran d tubuhnya"Siapa lagi ini yang menelpon saat aku kesusahan."ucap Naruto lalu dia merogoh kantung celananya dan saat dia menerima panggilan itu.

'Naruto-kun cepat pulang dan segera bawa belanjaannya!'ucap suara memekikan dari telepon genggamnya.

"Aku tahu ini aku juga mau pulang Nagisa tenang saja kali jangan lebay."ucap Naruto dengan malas.

'Iya iya, kalau begitu aku tutup dulu.'ucap Nagisa menutup telponnya setelah itu Naruto memasukan telponnya ke kantungnya kembali dan kembali berjalan untuk pulang.

Time Skip

Kini Naruto sedang berjalan dekat dengan taman dan tiba-tiba saja ada yang memanggil namanya.

"Hei, kau pemuda yang disana."ucap seseorang memanggil Naruto dan saat Naruto melihat ke belakang dia dapat melihat seseorang kakek tua berbadan besar dengan memakai pakaian berwarna putih dan kalau bisa di bilang mukanya mirip sebuah kera karena di tutupi rambutnya dan ada sebuah bandana terikat di dahinya.

"Etto...Ada apa?"ucap Naruto sembari memberi senyum kaku dia merasa ketakutan dengan orang tua itu.

"Apa kau mau melawanku?."ucap pria tua itu lalu tiba-tiba saja sebuah aura ungu gelap mengelilingi tubuhnya dan udara menjadi sesak di sertai dengan aura mencekam yang bisa Naruto rasakan dan hal itu membuat Naruto menjatuhkan belanjaannya dan juga kekuatan kakek tua itu membuatnya berkeringat dingin tapi dia berusaha tenang dan berusaha untuk sedikit mengelak agar tidak terjadi pertarungan dengan kakek tua itu karena dia menyadari kalau melawan kakek tua itu dia tidak mungkin akan menang.

"Bertarung? Maksudnya apa ya?"ucap Naruto bertanya dengan dengan pura-pura supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

"Heh, jadi ini mahluk terkuat."ucap kakek tua itu sembari meningkatkan kekuatannya.

Di Tempat Himeragi

"Aku harus segera kesana."ucap Himeragi buru buru menuju tempat Naruto karena secara diam-diam Himeragi mengintai Naruto dengan Shikigaminya untuk jaga-jaga jika terjadi sesuatu terhadap Naruto.

Kembali Ke Tempat Naruto

"Apa kau bersedia menjadi lawan tandingku?."ucap kakek itu kepada Naruto sementara Naruto bersiap saja untuk bertarung walaupun kemungkinan dia kalah sangat besar.

"Etto..."ucap Naruto supaya dia tidak perlu bertarung dan tiba-tiba saja kakek tua itu sudah berada di depan Naruto dengan menodongkan sebuah pedang hitam ke arah muka Naruto dan lalu tangan kakek itu bergerak seperti hendak menebas Naruto dan Naruto hanya menutup matanya.

Tapi setelah beberapa saat Naruto tidak merasakan sakit sama sekali dan Naruto membuka matanya.

"Hahaha, bocah kau sangat lucu sekali."ucap kakek tua itu sembari tertawa dan kemudia pedang yang ada di tangannya menghilang.

"Hah?."ucap Naruto melongo melihat tingkah kakek tua itu.

"Kalau begitu ikut aku sebentar."ucap kakek tua itu sembari menyentuh pundak Naruto dan tiba-tiba saja mereka tidak ada di tempat itu.

Beberapa Saat Kemudian

Yukina yang sudah tiba di tempat tadi Naruto berada kini dia buat bingung dan sedikit kaget karena Naruto dan orang yang bersama Naruto sudah tidak ada di tempat itu dia hanya menemukan plastik dan bahan makanan yang berserakan dimana-mana.

"Sebenarnya kemana mereka, lebih baik aku tunggu Senpai di sini."ucap Yukina lalu dia duduk di sebuah kursi di taman itu dan menunggu Naruto.

Sementara Di Tempat Naruto Berada

Kini Naruto tiba di sebuah tempat dimana semuanya berwarna abu-abu dan dihadapan Naruto terdapat sebuah bangunan kayu.

"Ayo masuk."ucap kakek tua itu sembari berjalan masuk dan Naruto hanya mengikutinya dan saat pintu rumah itu terbuka terlihat dua orang yang sudah berada di tempat itu yang satu seorang wanita berambut hitam dan yang satu seorang anak kecil berambut putih.

"Mereka berdua siapa?."ucap Naruto bertanya kepada kakek tua yang ada di sebelahnya.

"Yang satu Athena yang satu lagi Sheshuuin dan aku adalah Haya Susano Wo No Mikoto tapi aku lebih sering dipanggil Susano dan aku adalah seorang Dewa."ucap kakek tua yang diketahui bernama Susano.

"Susano? Seingatku Susano adalah nama seorang Dewa kuno dalam sejarah..."ucap Naruto belum menyadari sesuatu dan saat Susano sudah berjalan masuk kedalam dan duduk dia baru menyadarinya.

"Apaaaaaaaa?! Kau adalah seorang Dewa..."ucap Naruto terkejut karena dia adalah seorang Dewa.

"Dia bodoh?."ucap wanita yang diketahui bernama Sheshuuin.

"Aku rasa, oi bocah kemari dan duduk lah."ucap Susano menyuruh Naruto untuk duduk dan Naruto pun langsung masuk lalu duduk di sebelah dekat Sheshuuin dan Athena berada.

Lalu Susano meminum sebuah minuman dari botol Sake mereka duduk berhadapan dengan dibatasi sebuah tungku api.

"Sebenarnya ada apa ini."ucap Naruto bertanya.

"Kita masih harus menunggu lagi sebentar."ucap Susano kepada Naruto dan Naruto hanya menuruti saja dan saat Naruto melihat kedua wanita yang ada di sampingnya yang menatapnya dari tadi Naruto sudah seperti penjahat saja.

"Aku bosan."ucap Naruto kepada Susano lalu terpikirkan sebuah pikiran untuk melakukan sesuatu yang menarik dan kemudia dia menjentrikan jarinya dan tiba-tiba saja muncul sebuah meja batu.

"Kalau begitu ayo kita adu panco kita lihat apa yang kau miliki."ucap Susano sembari tersenyum sombong sementara Naruto meremehkan dan dua wanita itu sedikit agak senang.

"Heh, walaupun kau seorang Dewa tapi kau ini sudah tua mana mungkin menang melawan ku."ucap Naruto meremehkan Susano.

"Kalau begitu ayo kita lihat."ucap Susano sudah bersiap dan Naruto juga sudah bersiap.

"Ini akan mudah."ucap Naruto kepada Susano dan Shesuuin menjadi wasit dari pertandingan itu.

"Kalau begitu kita mulai."ucap Susano kemudia dia melirik ke arah Shesuuin dan menganguk dan Shesuuin memegangi tangan mereka berdua dan berucap.

"1, 2, 3, mulai."ucap Shesuuin dan pertandingan panco pun di mulai.

Naruto bangga karena hanya tinggal sedikit lagi Susano kalah bahkan kekuatannya tidak ada apa-apanya.

"Kau lihat kan?."ucap Naruto sombong padahal dia berkeringat sementara Susano santai-santai saja.

"Kalau begitu lihat ini."ucap Susano dan kemudian sebuah aura ungu mengelilingi Susano dan terjadi sebuah ledakan saat Susano membalikan keadaan dan banyak asap dimana-mana dan hal itu membuat Sheshuuin dan Athena terbatuk-batuk.

Saat asap sudah mulai menghilang terlihat hal yang mengejutkan bagaimana tidak keadaan meja batu tadi sudah tidak karuan dan Naruto sedang dalam posisi seperti orang yang tangannya di tarik bagaimana tidak dia sudah kalah dalam sekali hentakan.

"Se-sebenarnya apa yang terjadi?!."ucap Naruto bingung kemudia Susano melepas pegangannya dan tertawa.

"Hahhahaha kau terlalu lemah."ucap Susano mentertawai Naruto.

"Bagaimana bisa?"ucap Naruto bingung.

"Ayo kita coba lagi."ucap Susano kemudian menyentrikan jarinya lagi dan keadaan meja batu itu sudah kembali menjadi sedia kala dan Naruto menerimanya karena dia masih penasaran.

"Itu tadi apa? Aura aneh yang mengelilingi mu?."ucap Naruto bertanya.

"Kekuatan."ucap Susano membalas pertanyaan Naruto.

"Bagaimana melakukannya?."ucap Naruto kepada Susano.

"Di dunia ini semua kekuatan yang tersegel akan terbuka, kau hanya perlu memikirkannya."ucap Susano."Dan lagi kau adalah Keturuna Ke'Empat seharusnya kau sudah tahu yang seperti ini."ucap Susano kepada Naruto.

"Kau tahu siapa aku? Memikirkannya?."ucap Naruto terkejut.

"Pikirkan lah kau mengeluarkan suatu energi dari dalam tubuh mu."ucap Susano kepada Naruto.

"Memikirkannya?."ucap Naruto bertanya.

"Ya, kalau begitu ayo kita coba lagi"ucap Susano lalu Sheshuuin pun menjadi wasit kembali.

"1, 2, 3, mulai."ucap Shesuuin memberi aba-aba mdan Susano mulai mengeluarkan kekuatannya dan Naruto menahannya sekuat tenaganya dan dia mulai berpikir tentang apa yang Susano katakan tadi lalu dia mulai memejamkan matanya Susanonya yang melihat itu hanya diam saja.

Tidak beberapa lama setelah Naruto memejamkan matanya tiba-tiba saja sebuah getaran yang sangat hebat melanda tempat itu dengan pusat adalah Naruto.

"Apa ini?!."ucap Susano terkejut sembari berkeringat dingin walaupun Susano mengucapkan itu Naruto masih tetap memejamkan matanya kini Naruto di kelilingi Gravitasi berat karena terasa dari anginnya yang mengitarinya bahkan Shesuuin dan Athena melangkah mundur menjauhi Naruto karena sedikit sesak dan Susano meningkatkan kekuatannya supaya bisa mengimbangi Naruto dan memberi sedikit pelindung pada Shesuuin dan Athena.

Tubuh Naruto dikelilingi dengan sebuah aura berwarna orange dan tiba-tiba saja Naruto membuka matanya dan terjadi sebuah ledakan yang membuat asap tebal.

Dan saat asap tebal itu telah menghilang terjadi hal yang mencengangkan karena Naruto menang melawan Susano dan keadaan tempat mereka mengadu kekuatan hancur sehancur-hancurnya.

"Wow."ucap Athena melihat kejadian itu dan Sheshuuin ikut menganguk sebagai tanda berpendapat sama.

"Apaaaaa! Aku menang..."ucap Naruto terkejut di sertai dengan senyuman bangga lalu Susano melepaskan tangannya dan berkata.

"Menarik, kau bisa mengalahkan ku..."ucap Susano dengan senyuman yang sedikit di paksakan.

'Tadi kekuatan yang paling mengerikan yang pernah aku rasakan, bahkan seorang Dewa pun mungkin tidak akan menang...hah dasar kau kakek tua dan juga kenapa dia terlambat.'batin Susano setelah berkata kepada Naruto.

"Tadi saat aku menutup mata aku merasa seperti melihat sebuah aura orange seklias dan saat membuka mata padanganku sedikit aneh bisa kau jelaskan?."ucap Naruto bingung.

"Itu tadi kekuatan mu..."ucap Susano kepada Naruto.

"Oh, itu keku-."ucapan Naruto terhenti saat seorang anak kecil berambut biru tiba-tiba saja muncul dan terlihat anak itu sangat bercahaya.

"Heh, kau sudah sampai lambat sekali."ucap Susano sedkit mengejek.

"Dia? Dia siapa?."ucap Naruto bertanya kepada Susano.

"Akulah sang Pemenang. Mahluk terhebat yang mengalahkan semua musuhnya."ucap anak kecil berambut biru tua itu.

"Dia adalah Verethragna Dewa Perang dan Dewa Cahaya."ucap Susano menambahkan.

"Dewa perang? Dewa cahaya? Pemenang?."ucap Naruto menanyakan tiga pertanyaan sekaligus.

"Jadi Haya apakah ini orangnya?."ucap Verethragna bertanya lalu Susano berjalan ke arah Verethragna dan membisikan sesuatu.

"Heh, menarik sekali."ucap Verethragna sembari tertawa.

Naruto, Athena dan Sheshuuin yang melihat itu hanya dia saja.

"Kita pindah tempat."ucap Veretrhagna kemudia dia menyentrikan jarinya.

Kini mereka semua berada di sebuah pantai dan tetap saja keadaanya sama saja.

"Kau, coba keluarkan kekuatan Vampir mu."ucap Verethragna kepada Naruto.

"Untuk?."ucap Naruto bingung dan juga bagaimana anak kecil ini tahu kalau dia Vampir.

"Sudah lakukan saja Naruto."ucap Susano menyuruh Naruto untuk melakukannya dan Naruto pun melakukannya dan saat Naruto mengeluarkan kekuatan Vampirnya perubahan terjadi pada matanya.

"Terlalu lemah. Kekuatan Keturunan Ke'Empat ini terlalu lemah kalau begini aku tidak bisa mempercayainya untuk mengalahkannya nasib dunia berada di tangannya."ucap Verethragna tidak bersemangat.

"Seperti yang aku katakan."ucap Susano yang sudah duduk berserta dua wanita yang berada di sebelahnya.

"Sebenarnya ada apa ini? Aku benar tidak mengerti?."ucap Naruto tidak mengerti.

"Tapi karena dia sudah mulai mencarinya tidak ada pilihan lain untuk segera mengatasinya."ucap Verethragna sembari melihat ke arah Athena dan kembali kepada Naruto."Kemarilah."ucap Verethragna dan Naruto menurutinya dan setelah Naruto ada dihadapannya dia memegang tangan Naruto dan Naruto hanya diam.

Setelah beberapa saat kemudian terukir senyuman aneh di bibir Verethragna.

"Hahhaha, menarik sekali sangat menarik ini yang aku cari selama ini."ucap Verethragna dengan tawa maniak petarung.

"Jangan ajak dia untuk-"ucap Susano terputus saat Verethragna memotongnya.

"Ayo kita bertarung."ucap Verethragna memotong perkataan Susano dan hal itu membuat Naruto terkejut.

"Bertarung..."ucap Naruto agak takut.

"Sudahlah Naruto kalau begini lakukan saja dan juga ingat apa yang aku katakan waktu tadi."ucap Susano menyerah terhadap watak Dewa Perang itu.

"Baiklah."ucap Naruto kemudian menjauh dari tempat Verethragna dan saat jarak mereka sudah terpaut agak jauh Naruto memasang posisi bertarung dan Verethragna hanya memasang senyum sombong.

"Aku sudah siap."ucap Naruto dan dia masih mengingat perkataan Susano kepadanya.

"Kalau begitu terima ini!."ucap Verethragna tidak bergerak sama sekali dari tempatnya dan tiba-tiba saja langit berubah menjadi terang dan terdengar suara kuda dan dari cahaya yang sepertinya matahari terlihat sosok sebuah kuda api.

"A-apa itu."ucap Naruto terkejut melihat sebuah kuda di langit dan kemudia kuda itu mendekat ke arahnya hendak menyerangnya dan Susano yang melihat itu langsung ambil tindakan.

Saat serangan itu hampir mengenai Naruto ada sebuah penghalang yang melindungi Naruto.

"Lakukan seperti apa yang kau lakukan waktu tadi."ucap Susano kepada Naruto dan Naruto pun menganguk tanda mengerti.

'Aku adalah pahlawan super.'batin Naruto sembari membayangkan sosok pahlawan super di TV-TV.

Susano dan Verethragna yang melihat itu sedikit tersenyum senang dan Susano membuat pelindung untuk dirinya dan Athena serta Sheshuuin.

"Hahahah, keluarkan semua kekuatanmu."ucap Verethragna tertawa senang karena sangat jarang dia bertemu dengan lawan yang kuat.

Saat Naruto membuka matanya kini tubuhnya berubah sebagian karena dia seperti memakai jubah berwarna orange dengan aksara-aksara aneh dan jubahnya tidak menutupi seluruh tubuhnya.

"Apa ini!?."ucap Naruto kaget melihat perubahannya.

"Kalau begitu. Aku lantukan mantra kebangkitan. Akulah sang Pemenang yang mengalahkan semua musuhnya, sang Pemenang yang berasal dari Persia aku berjanji akan selalu mengalahkan semua musuh yang aku hadapai..."ucap Verethragna melantunkan mantra aneh.

"Oi!, kau berlebihan."ucap Susano yang melihat Verethragna melantunkan mantra gilanya itu karena Susano pun tidak mungkin menang melawan Verethragna karena dia pernah dikalahkan olehnya.

Terjadi ledakan di tempat Verethragna berdiri yang menimbulkan banyak asap dan saat asap menghilang terlihat Verethragna memegang sebuah pedang emas.

"Ayo kita mulai."ucap Verethragna sembari terbang maju menuju Naruto dan Naruto bersiap.

Verethragna berniat menyerang Naruto secara Horizontal dia ingin melihat apakah pedangnya mampu membelah kesaktian yang Naruto miliki dan benar saja Naruto tidak bisa menangkisnya dan terkena walaupun tidak ada dampak yang parah dan Naruto melompat mundur menjauh dari Verethragna.

"Hentikan."ucap Susano menghentikan setelah melihat Naruto tertebas.

"Hahahha, lucu sekali. Aku tidak salah memilihmu."ucap Verethragna senang.

"Apa?."ucap Naruto bingung.

"Ambil ini dan tebaslah aku."ucap Verethragna melempar pedang emasnya dan Naruto menangkapnya.

"Hah?."ucap Naruto bingung kepada Verethragna.

"Tebaslah aku dengan pedang itu tapi ada syarat untuk memakai pedang itu."ucap Verethragna kepada Naruto.

"Tapi masalah itu tidak akan berpengaruh di dunia ini."ucap Susano menambahkan perkataan Verethragna.

"Syarat?."ucap Naruto bertanya.

"Syaratnya kau perlu mengetahui kemampuan musuh mu."ucap Verethragna memberi penjelasan menggunakan pedang Emas itu.

Dan tiba-tiba saja terlintas sebuah gambaran di kepala Naruto dan lalu pedang Naruto bersinar dan kini Naruto dan Verethragna berada di tempat yang berbeda mereka berada di sebuah tempat dengan ribuan pedang yang siap menusuk Verethragna.

"Bagus, menari-"ucapan Verethragna terputus saat sebuah pedang menusuk tepat di perutnya dan kemudian tubuhnya di selimuti oleh sebuah api tetapi tubuhnya tidak terbakar.

"Apa-apaan ini?."ucap Naruto bingung saat melihat kejadian itu."Apa yang yang harus kulakukan?."ucap Naruto tidak tahu harus berbuat apa saat melihat Verethragna yang tertusuk salah satu pedang yang berada di kelilingnya.

"Mengesankan sekali, wahai pemuda ksatriaku!."ucap Verethragna dengan suara yang sangat senang dan memuji Naruto.

"Jangan banyak bicara!."ucap Naruto kepada Verethragna dia hendak berjalan ke arah Verethragna untuk menolongnya tapi tidak melangkah seperti ada yang menahannya.

"Kau tidak perlu menolongku, kaulah satu-satunya ksatria yang aku percayai jadi jangan mengecewakanku. Teruslah bertambah kuat agar saat 'dia' bangkit dari kegelapan dunia kau sudah siap melawannya."ucap Verethragna kepada Naruto.

"Maksudmu?."ucap Naruto bingung.

"Dan juga satu hal lagi lawan lah Dewi Kegelapan dari Alam Kematian, kalau begitu akan kulantunkan..."ucap Verethragna mengatakan hal yang Naruto tidak mengerti."Akulah sang Pemenang, Dewa Perang Cahaya yang akan memberikan pedang cahaya kemenangannya kepada Ksatria Cahaya yang akan menjadi pemenang dalam setiap pertarungannya dan Ksatria yang akan menjadi Pemenang selanjutnya."ucap Verethragna mengakhiri ucapannya dan ada sebuah lingkarang dengan gambar aneh di tengahnya dan di kelilingi beberapa lingkaran kecil dengan gambar yang aneh juga yang lalu mendekati Naruto dan masuk kedalam tubuh Naruto.

"Teruslah menjadi pemenang sampai kita bertarung dengan kekuatan penuh tetapi kau harus mengalahkan 'dia' terlebih dahulu."ucap Verethragna lalu tubuhnya mulai menjadi abu dengan perlahan.

"Apa maksudmu aku benar-benar tidak mengerti!."ucap Naruto berteriak.

"Aku ingatkan satu hal 'dia' akan bangkit di tempat yang tidak alami dia akan bangkit di P-."ucapan terakhir Verethragna terputus karena tubuhnya sudah berubah menjadi abu sepenuhnya dan perlahan tempat dengan ribuan pedang emas itu mulai menghilang.

Dan kini berada di tempat semula dimana ada Susano, Athena, dan Sheshuuin.

"Sepertinya ada hal yang menarik, heh?."ucap Susano kepada Naruto.

"Bisa kau jelaskan?."ucap Naruto bingung dan meminta penjelasan keapda Susano.

"Baiklah."ucap Susano membalas dan Naruto pun mendekati mereka bertiga dan Susano pun mulai menjelaskan.

Time Skip

Kini Naruto sudah kembali dari Dunia Ghaib itu ketempat sebelum dia di sentuh oleh Susano di bahu dan membawanya ke Dunia Ghaib itu dan dia masih saja tidak mengerti semua penjelasan dari Susano mulai dari bangkitnya Dewi Kegelapan dari Alam Kematian dia adalah ibunya Athena dan mengapa Verethragna melakukan hal itu serta yang paling membingungkan tentang bangkitnya 'dia' yang akan membasmi seluruh mahluk hidup bahkan para Dewa dan hari juga sudah mulai sore.

"Hah, aku bisa gila memikirkannya."ucap Naruto entah kepada siapa."Oh iya aku lupa belanjaan."ucap Naruto berbalik untuk mengambil barang belanjaannya dan saat berbalik dia terkejut bagaimana tidak Yukina sedang tidur di sebuah kursi taman di tidur dengan posisi duduk dan memegangi tas gitar yang selalu dia bawa.

"Apa dia menungguku dari tadi?."ucap Naruto sembari mendekati Yukina yang sedang tertidur dan duduk di sebelahnya dan saat Naruto sudah duduk di sebelahnya Yukina bergerak dan menyenderkan kepalanya ke bahu Naruto dan Naruto yang melihat itu tersenyum dan Naruto juga menyenderkan kepalanya ke kepala Yukina dan ikut tertidur dikeadaan sore matahari hampir terbenam.

Sementara Di Tempat Susano

Beberapa saat setelah Naruto pergi kini Susano kedatangan tamu tak di undang dia melayang di angkasa dan dia seorang anak kecil yang mirip dengan Athenan hanya saja dia di kelilingi oleh aura kegelapan.

"Untuk apa kau kemari?."ucap Susano melihat seseorang melayang di langit dan Sheshuuin yang melihat itu mengeluarkan pedang berwarna hitam.

"Aku hanya ingin mengambil dia."ucap seseorang yang melayang di atas sembari menunjuk Athena yang berlindung di balik punggung Sheshuuin

"Sheshuuin aku ingin kau pergi menemui Naruto cepat dan bawa Athena."ucap Susano memerintahkan Sheshuuin untuk pergi menemui Naruto karena dia sedikit agak khawatir kemungkinan besar dia akan kalah melawan musuhnya ini.

"Apa tidak apa-apa?."ucap Sheshuuin memastikan.

"Sudahlah cepat!."ucap Susano membentak Sheshuuin dan Sheshuuin menyadari sesuatu dan dia pun segera pergi dari tempat itu sembari membawa Athena menuju Naruto dan sosok yang melayang itu hendak mengejar Sheshuuin dan Susano menghentikannya.

"Kau harus melangkahiku terlebih dahulu."ucap Susano menghentikan anak kecil itu dengan sebuah tangan tengkorak.

"Menarik."ucap anak kecil itu sembari menyerang Susano dengan sebuah sabit hitam dengan membabi buta.

Sheshuuin Area

"Sekarang aku harus kemana?."ucapnya entah kepada siapa dia Athena hanya dia dalam gendongannya.

"Aku harus cepat."ucap Sheshuuin lagi kemudia dia berlari untuk mencari Naruto walaupun tidak tahu harus kemana dia berlari dalam gelapnya malam.

Back To Naruto

"Senpai kau bisa bangun sekarang."ucap Yukina sembari mencubit pipi Naruto yang sedang tidur di pahanya(Idih gw ngiri banget (-_-) ).

"Sebentar lagi."ucap Naruto membalas.

"Kau tidak boleh bermalasan ini sudah malam."ucap Yukina sedikit agak mengencangkan cubitannya.

"Apaaa sudah malam!."ucap Naruto segera bangun dan kaget.

"Memang kenapa?."ucap Yukina bertanya.

"Antar aku."ucap Naruto sembari menarik tangan Yukina untuk membeli belanjaan yang di titip Nagisa.

"Tunggu..."ucap Yukina sembari mengambil tas gitarnya dan kemudia segera di tarik oleh Naruto.

Time Skip

Mereka berdua kini berada di depan sebuah pintu Supermarket saat Naruto hendak masuk langkahnya terhenti karena Yukina yang sedang melihat sesuatu di sebelahnya.

"Ada apa Yukina? Apa ada sesuatu di Crane Game itu?."ucap Naruto bertanya karena Yukina terhenti sembari menengok ke arah sebuah Crane Game.

"Crane Game namanya? Mainan yang ada Nekomatan di dalamnya?."ucap Yukina tidak tahu tentang Crane Game.

"Nekomatan? Apa yang kau maksud adalah boneka kucing itu? Apa kau menginginkannya?."ucap Naruto bertanya.

"Iya, itu...dia cukup populer di sekolahku yang lama."ucap Yukina menjelaskan tentang Nekomatan yang sangat dia inginkan.

"Kalau begitu serahkan kepadaku."ucap Naruto kepada Yukina.

"Maaf, tidak ada apa-apa..."ucap Yukina terhenti karena di kembali melihat ke arah mainan yang ada di dalam Crane Game itu.

"Kau tidak perlu berbohong aku tahu kau menginginkannya."ucap Naruto sembari menarik tangan Yukina untuk mengikutinya lalu Naruto pun memainkan Crane Game itu.

Dan Naruto mulai menggerakan tangan mekaniknya dengan perlahan untuk mendapatkan Nekomatan( (-_-) greget gw) dan lalu saat menurutnya sudah pas dia pun menekan tombol untuk menjatuhnya tangan mekaniknya untuk mengambil Nekomtan.

Dan akhirnya dapat juga.

"Terbaik."ucap Naruto senang dan Yukina pun begitu dan Naruto pun mengambil Boneka yang di dapatnya dan memberikannya kepada Yukina.

"Nih."ucap Naruto memberikan bonekanya kepada Yukina.

"Terima kasih."ucap Yukina lalu dia mengambilnya dan wajahnya memancarkan kebahagian dan memeluk boneka itu dengan erat (Coba gw yang di peluk).

"Kalau begitu ayo masuk."ucap Naruto sembari berjalan masuk kedalam Supermarket dan Yukina pun mengikuti masih dengan kegiatan memeluk bonekanya.

Time Skip

Kini mereka berdua sudah keluar dengan membawa beberapa bungkus belanjaan dan berniat berjalan pulang tetapi saat hendak pergi ada yang memanggil Naruto dari belakang.

"Kalian berdua."ucap seseorang yang ada di belakang Naruto dan hal itu membuat Naruto dan Yukina terdiam."Kalian murid dari Akademi Saikai bukan? Apa yang kalian lakukan di jam segini?."ucap orang yang tidak di ketahui sementara Naruto tahu dari suaranya.

'Buset! Aku sangat sial hari ini.'batin Naruto merutuki dirinya.

"Bisakah kalian berbalik ke arahku."ucap orang yang sudah Naruto ketahui.

Dan tiba-tiba saja ada seseorang yang mendekat ke arah orang yang berada di belakang Naruto dan Naruto yang mengetahui itu segera memanfaatkannya.

"Kabur!."ucap Naruto sembari menarik tangan Yukina untuk lari.

"B-Baik."balas Yukina.

"Oi, kampret! Jangan lari!, kau."ucap guru Naruto kepada orang yang tadi mengatakan sesuatu yang berurusan dengan Pulau Itogami.

"Maaf."ucap orang yang di beri tatapan menakutkan.

Kembali Ke Naruto.

Kini mereka sudah berada di sebuah tempat yang aman.

"Hah, hah, hah, sepertinya kita sudah aman."ucap Naruto sembari terengah-engah.

"Ya."ucap Yukina membalasnya dia pun dalam keadaan yang sama seperti Naruto.

Dan tiba-tiba saja ada suara seseorang di depan Naruto dan Yukina.

"Target di temukan!."ucap seseorang yang berada di depan Naruto dan saat Naruto melihat ke arah depan dia dapat melihat seorang anak kecil berambut biru walapun tidak bisa di katakan anak kecil.

Tiba-tiba saja Yukina menjatuhkan barang bawaannya dan dia sudah mengeluarkan senjatanya dan segera berdiri di depan Naruto berniat melindunginya.

"Naruto-senpai cepat lari."ucap Yukina kepada Naruto dan Naruto yang.

"Tidak akan!."ucap Naruto membalas dan segera berdiri di sebelah Yukina tidak memperdulikan barang belanjaan yang tadi di beli.

"Senpai."ucap Yukina terlihat terkejut.

Lalu tiba-tiba saja.

"Hahaha, Keturuna Ke'Empat akhirnya ketemu."ucap seseorang dari kegelapan.


Maaf telat 3 hari,

A/N:Ini jelek ya? episode ini dibuat karena aku memerlukannya.

Update ga bisa di tentuin tapi di usahakan secepatnya