Title : I'm not a girl!

Pairing : SasuNaru

Disclaimer : Naru punya Masashi

Warning ! NO YAOI (tapi tetep aja SasuNaru XD)

Chapter 1

"AAAAAAAAA! ITU SASUKE-KUN !" Seru para gadis yang tampak begitu histeris ketika sebuah mobil sport hitam mewah berhenti di area parkir sekolah. Mereka tak henti-hentinya menyeru-nyerukan nama 'Sasuke' yang seolah adalah bintang yang paling bersinar di sekolah itu.

Seorang pria bertubuh tinggi jenjang—sangat proporsional bagi seorang laki-laki—dengan wajah putih pucat bak porselen keluar dari mobil itu. Wajahnya dingin, dengan dagu yang terangkat, mencerminkan sosok yang angkuh namun dapat menghipnotis siapapun yang menatap binar wajahnya. Netra hitam sekelam langit malam yang tak berbintang miliknya menatap orang-orang dingin. Angin seolah ingin memperdalam suasana, menyibakkan helaian-helaian surai hitam kebiruan melawan gravitasi yang begitu berkilau indah.

Dan tiba-tiba sebuah motor ninja berwarna merah berhenti tepat di samping mobil sport milik Sasuke. Seketika gadis-gadis lainnya pun berteriak tak kalah histerisnya dengan fans Sasuke. " AAAAAAAAA! NARUTO-KUN !"

" AAAAAAAAAAAA! Benar-benar sungguh pemandangan yang begitu membuat hatiku terpana., Sasuke-kun dan Chinen-kun~ Huaaah !" Teriak salah satu gadis, sebelum ia jatuh pingsan, entah dengan alasan apa.

Seorang lelaki melepaskan helm merah yang senada dengan motornya dengan cepat. Angin berhembus menyibakkan surai pirang secerah matahari milik lelaki yang diteriaki 'Naruto-kun' itu. Manik sapphire secerah langit biru tanpa awan yang indah miliknya telah menangkap sesosok lelaki yang kurang—ah bahkan mungkin amat sangat tidak disukainya. Ya. Siapa lagi lelaki yang ada disana selain dirnya dan, Uchiha Sasuke..

Kali ini atmosfer di tempat itu terasa begitu berbeda. Aura membunuh dan ingin saling menjatuhkan tiba-tiba menyeruak dari kedua sosok yang selalu menjadi sorotan para gadis di sekolah itu. Lelaki pemilik kulit kecoklatan yang bernama Namikaze Naruto, dan satunya lagi bernama Uchiha Sasuke saling melemparkan 'death glare' terbaiknya satu sama lain.

" Menyingkir dari sana pecundang, kau menghalangi jalanku !" Ucap Naruto sarkasme.

Sasuke menyeringai kecil, " Bisakah kau bicara lebih sopan, baka? Kau bersikap seolah kau bukanlah orang berpendidikan. Bisa kau lihat disini, siapa yg menghalangi jalanku? Kau ! Aku sudah sampai duluan disini, dan kau menghalangi jalanku dengan motor sialanmu itu !" Ucapnya tak kalah sengit.

" Apa? Kau sebut aku baka ?!"

" Ya, apa kurang jelas bagimu ? Manusia sok pintar ?"

" Seharusnya aku yang berbicara seperti itu padamu, pangeran sempurna ! Katakan itu sekali lagi !"

" Kita lihat siapa yang benar-benar bodoh disini ," Ucap Sasuke ketus sembari menyeringai.

" Kau !"

TENG..

TENG..

TENG..

Untungnya suasana itu tak bertahan lama, tepat setelah bel sekolah berbunyi. Mereka pun segera menyingkir dari sana, sebelum hal buruk terjadi, sama seperti biasanya.

" Sasuke-kun, aku kurang mengerti pada bagian ini.. Bisakah kau menjelaskannya padaku?" tanya seorang gadis pemilik manik lavender, dengan buku-buku yang bertumpukan di pangkuannya.

" Kau tidak melihat aku sedang sibuk ?" Ucap Sasuke ketus, ia mengenakan head-set nya dan men-stel lagunya kencang-kencang.

" Be—begitu yah, maaf telah mengganggu.." Ucap gadis itu—kecewa. Ia segera berjalan keluar dari kelas itu.

" Hoy Sasuke !" Panggil seorang murid gempal. " Kau mendapat hadiah ini dan kue ini, dari gadis-gadis yang berada disana. Sepertinya mereka baru saja dari kelas memasak.." Lelaki itu menunjuk pada segerombolan gadis yang sedang memandangnya dari koridor dengan tatapan yang beragam, entah itu berbinar, senang, terharu, dan terkesima.

" Tch ," Sasuke segera membuang wajahnya. " Ambil saja untukmu, Chouji.."

" Tapi—gadis-gadis itu akan membunuhku jika kau tidak mengambil ini !" Serunya. " Kau bisa lihat lokerku ?! Itu sudah penuh oleh benda-benda berwarna pink menjijikan itu ! Aku bahkan tidak ingin mencium bau kue-nya sekali pun ," Ucap Sasuke ketus.

" Ya aku sih tidak masalah jika kau memberikan kue ini padaku, tapi kado-kado dan bingkisannya—"

" Taruh saja di pojok kelas, nanti aku akan membawanya. Dan kuenya kau bisa makan itu ,"

" Benarkah ?! Arigatou !" Seru Chouji. " Aku belum pernah makan cake strawberry seindah ini!"

" Ya ya ya ! Pergilah Chouji, kau sangat menganggu !" Ucapnya sembari memalingkan wajah, ia hanya menatap langit kebiruan di luar sana.

" Suke—" Panggil seorang lelaki jangkung bersurai putih yang entah sejak kapan telah berdiri di depan meja duduknya.

" Mengapa orang-orang senang sekali menginterupsi ketenanganku ?"

" Kau berlebihan Sasuke—" Ucap lelaki itu, " Lihat itu ," Tunjuk lelaki jangkung yang itu, pada segerombolan gadis di bawah sana.

"AAAAAAAAA! ITU SASUKE-KUN !"

" SASUKE-KUN ! LIHAT KEMARI!"

" AAAAAAAA! SASUKE-KUN MELIHATKU !"

" TIDAK BODOH ! DIA SEDANG MELIHATKU !"

" SASUKE-KUN ! AKU SANGAT MENYUKAIMU !"

" AAAAAA ! SASUKE-KUN KAU BEGITU MANIS ! MENIKAHLAH DENGANKU !"

" Astaga Suigetsu, mereka benar-benar meracuni pikiranku. Mereka selalu membuat keributan disana, kau tahu ?" Ucap Sasuke seolah telah putus asa.

" Suke, telingaku sudah nyaris tuli mendengar semua fansmu berteriak seperti itu setiap hari. Apa mereka tidak bosan berteriak tanpa sedikitpun respon darimu ?"

" Hn, aku tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka sebenarnya ,"

" Kau memiliki banyak talenta yang tidak dimiliki oleh murid laki-laki lain Sasuke. Belum lagi kau murid yang cerdas, Wajahmu juga cukup tampan, kau juga keren. Walaupun tak pernah sekeren aku ! Hahaha.." Lelaki yang dipanggil Suigetsu itu terkekeh pelan, namun segera terhenti ketika ia menyadari bahwa sahabatnya yang satu ini telah melemparkan 'death glare' padanya.

" Well Suke, kau yakin tidak akan mengatakan sepatah atau dua patah kata pada fans-fans-mu itu ?" Tanya Suigetsu sembari terkekeh lagi.

" Tch, just shut the fuck up, Suigetsu ! And stop calling me 'Suke' !" Ucapnya sembari mengeluarkan death glare terbaiknya pada Suigetsu. Namun Suigetsu yang telah terbiasa menatap tatapan mematikan dari Sasuke, hanya bisa tertawa keras.

" Hoy Sasuke !" Panggil seorang lelaki berbadan besar dengan rambut berwarna jingga. Sasuke mengalihkan pandangannya pada lelaki itu, " Ada apa, Juugo ?"

" Sampai kapan kau akan mengabaikan Karin, Sasuke ? Dia itu gadis yang lumayan loh, apalagi dia sangat populer—"

" Aku tidak suka dengan si maniak merah itu ,"

" Memangnya kau tidak kasihan padanya, Suke ? Dia sampai mengemis-ngemis cinta darimu loh ! Hahaha !" Tambah Suigetsu.

" Shut up Sui ! Sudah kukatakan berhenti memanggilku 'Suke' !" Seru Sasuke, " Dimana dia sekarang ?"

" Siapa ? Karin maksudmu ?" Tanya lelaki yang dipanggil Juugo itu.

" Hn ,"

" Dia berada di perpustakaan. Menunggumu—"

Sasuke segera bangkit dari kursi yang didudukinya, ia berjalan menuju keluar kelas. " Hey, kau mau kemana ?"

" Perpustakaan ," Jawab Sasuke tanpa sedikitpun menghentikan langkahnya, apalagi berbalik ke belakang.

" Bagus sekali Sasuke ! Aku ingin melihat apa yang akan kau lakukan pada gadis itu !" Ucap Suigetsu bersemangat sembari mengikuti Sasuke dari belakang, " Oy Juugo, kau tidak mau ikut ?"

" Tidak, aku ada urusan dengan Ino ,"

" Ya sudah ,"

" Hey Sasuke-kun !" Sapa Karin.

" Hn ,"

" Kemana perginya fans-fansmu itu ?"

" Sudahlah mereka tak penting ," kata Sasuke dingin. " Langsung saja, untuk apa kau menungguku disini ?"

" Sebenarnya aku—"

" Karin-chan !" Seru seorang pemuda blonde, ia pun berlari mendekati Karin.

' Tch, bocah itu ' batin Sasuke.

' Tch, si muka tembok itu lagi ' batin Naruto.

" Kau!" Mereka berdua langsung memanggil bersamaan. Aura di sekitarnya pun berubah seketika. Mereka berdua saling memberikan 'Death Glare'nya satu sama lain.

" Mau apa kau di sini ?!" Tanya Naruto ketus.

" Hhh, seharusnya aku yang bertanya padamu ! Dasar idiot !" Bentak Sasuke yang tak kalah dinginnya dengan Naruto.

" Apa kau bilang ?!" Bentak Naruto yang langsung naik darah.

" Kurang jelas ?" Tanya Sasuke tanpa ekspresi.

" Hey..hey.. kalian sudah-sudah ! Akhiri pertengkaran yang tak penting ini!" Karin menengahi

" Dia yang mulai duluan !" Naruto langsung menunjuk Sasuke.

" Sebenarnya siapa yang harus disalahkan? Bukankah kau yang salah, idiot?" Ucap Sasuke dengan dingin.

" Kau!"

" Stop! Kalian ini seperti anak kecil,ya?! Akhiri pertengkaran yang tak penting ini !"

" Daripada bertemu dengan makhluk idiot seperti dia, lebih baik aku pergi saja.." kata Sasuke sambil melangkahkan kakinya, pergi menjauh dari mereka berdua. " Sasuke-kun, tunggu !"

" Sudahlah Karin-chan, orang seperti dia sebaiknya dijauhi.." kata Naruto enteng.

" Hhhhh ," Karin hanya bisa menghela nafasnya.

-

" Sial !" Sasuke melemparkan tubuhnya di kursi.

" Hoy Sasuke ! ada apa lagi denganmu? Apakah Naruto mencari masalah lagi denganmu?" kata Suigetsu menghampirinya.

" Semakin hari ia semakin berani saja padaku! Memangnya ia tidak tahu siapa aku apa ?!" bentaknya.

" Astaga, kau ini berisik sekali! Biasakah kau bersikap biasa saja ?"

" Bersikap biasa saja ? Sepertinya aku bisa, asalkan seseorang yang bernama Namikaze Naruto itu enyah dari kehidupanku ,"

" Hhhh, terserah padamulah.."

" Apa kau tak memiliki ide untuk menjahilinya? Aku sudah bosan berhadapan dengan makhluk idiot yang super menjengkelkan itu !" Ucap Sasuke, ia menatap Suigetsu dengan serius. " Biasanya kau yang memiliki ide-ide jenius dan hebat !"

" Ah.., ide seperti itu tak pernah terlintas dari pikiranku. Bila kau bosan, pindah saja dari sekolah ini, itu membuatmu lebih sedikit tenang kan?"

" Ah, sial! Kau pikir semudah itu apa ? Bila aku keluar, aku mengaku kalah! Tentu saja hal seperti itu tak akan pernah membuatku tenang!"

" Baiklah, sekarang terserah padamu! Aku takkan ikut campur tangan!" Kata Suigetsu, dan segera meninggalkan Sasuke sendiri di ruangan itu.

" Sepertinya aku memiliki ide bagus—" gumam Sasuke setengah berteriak.

-

" Aisshh! Makhluk seperti Uchiha Sasuke itu harus dipunahkan! Apa-apaan dia! Berani-beraninya memanggilku dengan sebutan 'idiot'?! Padahal sebenarnya dia yang idiot! Bahkan jauh lebih idiot dari sekumpulan orang-orang idiot!" Gerutu Naruto kesal.

" Sudahlah Naruto ," Kata Karin menenangkan, walaupun tak dapat mengubah keadaan.

" Mana bisa seperti itu ?! Tentu aku jauh lebih baik daripada si Uchiha itu ! Makhluk sombong yang sok dingin dan mencuekkan fans-nya, bahkan ia belum tahu kalau fans-ku jauh lebih banyak daripada dirinya !" Gerutunya lagi.

" Hhhh, lama-lama aku bisa jadi gila bila aku berada di dekat mereka berdua," gumam Karin pelan.

" Ehm, kau berkata sesuatu, Karin-chan ?"

" Tidak ," Katanya sambil memalingkan wajahnya.

' hahh, kau mengganggu sekali, Naruto ! Andai tadi kau tidak datang, sekarang aku sudah menjadi kekasih dari seorang Uchiha Sasuke ! Ishh..' pikir Karin sambil melirik Naruto sesekali.

-

" Lakukan rencana itu sekarang.. Cepat !"

" Baik !" Beberapa lelaki kekar segera menjauh dari hadapan Sasuke. Ia hanya bisa menunjukan senyum kemenangannya,dengan bangga.

" Namikaze Naruto wajahmu akan segera enyah dari hadapanku ! Hahahaha!"