Annyeong ^^ . Hallo Minna-san. Salam kenal. Saya author yang baru. Masih fresh, newbie nya :D. Saya Sifa kepanjangan dari Siti Fatimah \ ._.)
Bleach itu punyanya ahjussi © Tite Kubo. Saya Cuma meminjam tokohnya saja #Semoga ga dilempar panci buluk lebih enak lagi kalo dilempar nasi uduk XO
I'm Your Target © _SheWonGirl_
Pairing : IchiRuki
Genre : Comedy Romance (Mungkin, soalnya engga yakin XD)
Rate : T (saya engga bisa nge-Rate)
Warning : Typo, OOC (banget -_-") cerita kacau, abal (yakin deh), alur –ga jelas (dari maju, mundur, maju lagi) – Cerita ini fiksi asli dari hasil imajinatif saya sendiri.
Typo nya aja udah muncul di prolog, dengan Pdnya saya mengganti Bleach dengan Belach -_-". Semoga kaga ada yang nuntut aja.
I'm Your Target © _SheWonGirl_
*Chapter
_ Flashback_
Rukia berjalan santai menuju ruang riasnya. Beberapa meter yang lalu ia baru saja meninggalkan toilet wanita. Hari ini Rukia ada jadwal pemotretan Majalah ViVi Valentine Edition. Ya, benar. Rukia seorang model. Rukia didapuk melakukan pemotretan bersama para anggota band Black Butterfly, band yang beraliran pop. Senang, tentu saja! Jangan bilang tidak. Black Butterfly itu band yang sedang melejit-melejitnya di Jepang. Merajai Oricorn Chart dengan penjualan album hampir 3 juta keping. Mengalahkan rekor Arashi dan AKB48. Dan dengan mudahnya menggeser kedudukan SNSD dan KARA. Dan bayangkan berapa pundi–pundi yen yang mereka kumpulkan o_O. Rukia sudah mempersiapkan dirinya. Dia senang sewaktu si manajernya – Yumichika – memberitahunya untuk menjadi model wanita yang akan berfoto ria dengan mereka sekitar dua minggu yang lalu. Hey…. bukan berarti dia fans dari Black Butterfly, dia itu masih setia dengan Ikimono-gakari. Dia tahu mereka dari teman-teman sekelasnya. Mana ada waktu senggangnya Rukia gunakan untuk membaca majalah – kecuali majalah fashion – dia itu anak yang imut, rajin, cute dan manis – itu kata Jii-samanya – yang punya waktu luang hanya untuk belajar. Wajar ia begitu karena kalau nilainya anjlok barang sedikit saja Rukia bisa dicincang habis oleh Nii-samanya.
Black butterfly terdiri dari orang aneh menurut Rukia. Si vokalis yang mempunyai rambut terang seperti senja mentari, yang kuning seperti jeruk busuk. Entah didapatkan ide gila dari mana si –Kurosaki Ichigo– itu mewarnai rambutnya. Si pemegang bass bernama Renji Abarai–dia tambah gila–mempunyai rambut kucir nanas berwarna merah yang norak. Si pengendali gitar yang mempunyai rambut warna gulali merah jambu yang tak kalah menakjubkannya seperti Yumichika –Szayelaporro Granz– entah keturunan negeri mana dia berasal. Dan yang terakhir pegulat drum si serba biru dari ujung kepala sampai kaki–Grimmjow Jaegerjaquez–mungkin maniak warna biru. See.. harusnya kita tahu kenapa mereka disebut Rukia aneh. Nama grup nya kenapa tidak sekalian Rainbow saja, melihat mereka yang berwarna–warni seperti itu. Ah ya,… mereka takut dituntut atas dasar Plagiator kalau nama mereka Rainbow, lihat saja nama Rainbow sudah digunakan duluan oleh Girlband asal Korea.Saat kembali dari toilet itulah dia bertemu dengan mereka, si 4 –makhluk aneh– personil Black Buttrefly di lorong ruangan. Dari formasi panggung, formasi foto, formasi poster, formasi berjalan dan bahkan formasi kalau mereka pergi bersama ke toilet mungkin itu berurutan dan selalu saja sama. Dari yang paling pinggir sebelah kanan (memulai sesuatu yang baik itu dari sebelah kanan kan) Szayel, disusul Renji, Ichigo dan Grimmjow. Sebagai seorang kohai yang sopan, tentu saja ia akan menyapa mereka bukan?. Rukia berjalan lebih cepat agar ia sampai dihadapan mereka.
" Hai, perkenalkan namaku Rukia, Kuchiki Rukia. Senang bertemu dengan kalian." Ucap Rukia diiringi dengan senyum indah nan lebarnya.
" Hey, anak kecil dapat kartu pass dari mana kau? Kenapa bisa ada disini?" tanya Renji.
" Ah, bukan. Aku …." ucapan Rukia terpotong oleh Ichigo " Hey, midget apa kau ingin tanda tangan dari kami? Kenapa kau tak muncul saja waktu fan signing!". Rukia hanya diam Tingkat kemarahan Rukia sudah level dua.
"Kau asisten baru kami ya? Kenapa kau bisa telat, cih dasar tak berguna." Grimmjow menatap Rukia dengan wajah menyebalkan. Kemarahan Rukia sudah level 5.
" Hey, tunggu tadi kau bilang Kuchiki Rukia kan? Apa kau model yang akan berfoto dengan kami?" tanya Szayel. Ah, .. Kami-sama akhirnya ada yang mengenaliku, batin Rukia. Terima kasih, Gulali. Ketiga orang disamping Szayel hanya memandang nanar kearah Rukia. Benarkah? Tak percaya, itu deskripsinya. Sedangkan Rukia tersenyum lagi mendengar itu dan menjawab dengan anggukan.
" Kau tahu, bahkan manajermu lebih cantik daripada kau." Jlebbbb… untuk Rukia dan ketiga makhluk adam itu hanya meringis menahan tawa.
Rukia melotot. ' Arg….Lupakan ucapan terima kasihku.'
"Sudahlah, sampai jumpa." ucap Rukia. Ia membungkukkan badannya lalu pergi begitu saja. Keempat orang memandangi punggungnya, tetapi Ichigo mengejarnya dan berujar " Hey, kau .. Kuchiki, tunggu sebentar!". Rukia berhenti dan kemudian menoleh cepat kearah suara Ichigo.
" Berikan tangan kirimu!" suruhnya. Rukia hanya menurutinya. Ichigo menerima ulurannya. " Tangan satunya lagi, mana?" Dan sekali lagi Rukia hanya menurut. " Ah, anjing pintar!" dan saat itulah disusul gelak tawa membahana dari ketiga teman-temannya. Rukia menatap horror dan menarik kasar tangannya. " Hey, kau… " umpat Rukia tertahan.
" Nona manis aku hanya ingin memastikannya saja." Dan ..Plukk.. Ichigo meletakkan tangannya didada Rukia. " Benar-benar rata." ucap Ichigo polos dan Rukia menggeplak kepala Ichigo keras sekali.
" Dasar pervert. Kalau nii-sama ku tahu, kau pasti akan mati." ancam Rukia. Rukia melengos dan mempercepat langkahnya meninggalkan mereka dan mereka menambah volume tawa.
" Strawberry, kau benar-benar baka." cela Szayel.
" Tapi, dia benar-benar manis." seringai Ichigo.
_SheWonGirl_
Rukia mendengus kesal. Ia memang belum memakai make up sehingga wajahnya terlihat seperti anak kecil. Tapi apa harus dia disebut gadis SMP, ya walau keadaannya tidak memungkinkan dia dipanggil anak SMA yang berumur 18 tahun. Tingginya hanya sekitar 155 cm, mungil sekali.
" Tinggi badanku, kenapa tak juga bertambah? Dan lagi aku dibandingkan dengan si blink-blink Yumichika, ck …." Gumam Rukia.
" Rukia-chan." Sedetik Rukia kaget. Lalu ia menoleh " Kau harus segera ganti baju, lalu aku akan me-make up mu!" suruh Shihoin Yoruichi, stylish sekaligus penata riasnya. Ia terlihat sedang bahagia sekarang.
" Huh, nasibku sial hari ini, seharusnya aku tidak menerima tawaran photo shoot ini dari si narsistic." ucap Rukia, ia segera mengulurkan tangannya untuk mengambil baju dari Yorouichi dan segera berlalu untuk mengganti bajunya.
_SheWonGirl_
Konsep Rukia adalah Lolita dengan furisode Yukata yang berwarna merah muda yang bercampur dengan detail warna hitam dan cap kupu-kupu hitam. Terlebih lagi ia memakai wig hitam panjang dan pita berwarna pink yang -dipasang miring- bertengger dikepalanya. Sepatu boots hitam dengan heels yang cukup tinggi untuk ia berdiri. Rukia terlihat manis. Sedang Black Butterfly dengan konsep pangeran yang tak kalah menarinya dengan Rukia(berwarna hitam-dan detail pink). Peran Rukia disini sebagai boneka.
" Desainernya benar-benar keren. Ia tahu style yang bagus." Ucap Szayel.
" Tapi aku benar-benar ingin merobeknya." ucap Grimmjow. Ia melirik kesal pada Szayel dan Szayel membalas tatapan itu seolah matanya berkata 'apa peduliku', Huh Grimmjow ingin sekali membunuhnya.
" Ya … ya… aku tahu warna ini terlalu feminim." Sahut Renji.
" Hey, sudahlah namanya juda Special Valentine kan, tapi kalau hasilnya jauh dari kata perfect aku benar-benar akan memutilasi Hisagi."
" Kau cerdas, jeruk." Sahut Grimmjow.
" Dan aku yang akan membuang mayatnya." Ujar Renji ceria.
" Cih, benar – benar tak tahu style." Decih Szayel
Saat ke 4 orang itu memasuki ruang pemotretan, Rukia sedang berbincang dengan Izuru Kira sang photographer. Jepang sudah memperhitungkan Kira sebagai photographer handal. Debutnya dimulai tahun 2011 lalu setelah ia memenangkan kontes nasional. Saat itu yang menjadi model pemotretannya nya adalah Rukia. Dan nama Rukia jadi dilirik oleh beberapa management artis karena wajahnya yang ekspresif.
" Ah, itu mereka. Baiklah, ayo kita mulai pemotretannya."
Ke 4 cowok itu terpesona juga melihat Rukia yang begitu cantik (Jangan harap FF ku akan berubah menjadi Harem). Hampir dua jam blitz kamera mengambil gambar mereka. Rukia dan Black Butterfly melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Sangat malah, walau Rukia harus memendam amarah untuk tidak ditunjukkan didepan Kira, karena Rukia begitu menghormati teman Nii-samanya itu.
" Pemotretan untuk ViVi magazine sudah selesai, dan untuk Ichigo juga Rukia, tolong kalian ganti baju dulu. Akan ada pemotretan untuk Nylon Magazine."
" Hah … aku Kira-san? Tapi Yumi bilang hanya …." tanpa sengaja ia melihat Yumichika yang sedang mengucapkan Gomen dari jauh. Dan langsung pergi begitu saja. ' Dia seenaknya lagi.' " Baiklah, Kira-san."
_SheWonGirl_
Posisi pemotretan kali ini benar-benar membuat Rukia tidak nyaman, harus berpose dengan Ichigo sendirian apalagi alur cerita yang mengharuskan mereka menjadi pasangan kekasih. Harus bersikap cute dan alami.
Badan Rukia sedikit bergetar karena Ichigo meletakkan dagunya di bahu kiri Rukia. Ia merasa geli. Ekspresi wajahnya pun jadi kaku. Sudah kedua kalinya ini dia di tegur Kira, " Rukia-chan, ekspresi wajahmu agak aneh, apa karena kau menggunakan wig panjang itu?"Tanya Kira.
" Midget, profesionalah sedikit. Atau jangan-jangan kau masih virgin?" bisik Ichigo.
" Bukan urusanmu." desis Rukia.
Tanpa diduga Rukia, Ichigo mencium lehernya. Secepat kilat Rukia menggeplak kepala Ichigo lagi. " Rukia-chan, ekspresi mu bagus sekali." sahut Kira.
" Kira-san, aku ingin pulang." Jerit Rukia, sedangkan orang-orang disitu memandang kaget, aneh dan tidak mengerti. Rukia hanya berlari keluar.
" Hei, aku kan bukan penyakit." cela Ichigo.
_ Flashback End_
_SheWonGirl_
" Hahahahhahhaha… jadi kau marah–marah seperti ini karena dia mencium lehermu?" tanya Yumichika.
" Aku ingin sekali membunuhnya. Kau tahu, itulah alasan kenapa aku tidak suka warna yang terlalu cerah." kesal Rukia.
Rukia segera mencari tasnya. Dengan sedikit takut ia membuka Hp flipnya yang berwarna ungu muda itu, berharap Nii-samanya itu tidak memberinya sms atau panggilan.
" Aku harus segera pulang, Nii-sama sudah menyuruhku pulang."
" Jadi kau sudah memberi tahu dia?" Tanya Yumichika mengambang.
" Tentu saja tidak, apa kau bercanda? Kalau ia tahu aku pasti akan dikurung selama 1 tahun dikamar. Terima kasih hari ini, kalau ada jadwal lagi kabari aku, oke." ucap Rukia. Dan dijawab Yumichika dengan anggukan. Rukiapun segera pergi dan ia menuju parkir gedung.
Sopir botaknya itu pasti sudah tidak sabar menunggui Rukia dari tadi, ' Coba pikirkan, itu kan bukan salahku' dan sekali lagi Rukia bisa menghilangkan kemarahannya yang membuncah.
_SheWonGirl_
' Ikkaku, sialan. Aku sudah menunggu 1 jam tapi kau tidak datang juga. Mau dipecat kau hah'. Rukia sudah menunggu didepan gerbang sekolahnya dari tadi, tetapi si kepala plontos itu belum datang juga. Bagaimana kalau nanti ia di culik orang, dia kan Rukia Kuchiki, cucu dari Ginrei Kuchiki yang memiliki perusahaan telepon genggam terbesar di Jepang.
Oke, lupakan dulu tentang Rukia kita berlanjut sejenak menuju Ichigo, cowok berkepala jeruk itu sedang berusaha mencari kunci mobilnya yang diterbangkan keluar jendela oleh Syazel yang disetujui oleh Renji dan Grimmjow. Sekarang ia sedang depresi ditaman samping kelasnya. Dicari tetapi tak ketemu dari tadi.
" Baiklah, kalian menang. Ayo kita taruhan." ujar Ichigo.
" Kenapa kau tidak bilang dari tadi, apa susahnya hah?" tanya Grimmjow.
" Aku kira kau playboy handal tetapi aku urungkan sebutanku," cibir Renji
" Jaga ucapanmu nanas, aku hanya tidak mau terlibat dengan gadis manja. Akhir-akhir ini kita sibuk, jadi aku tidak mau diganggu dengan urusan seperti ini."
" Sok jadi orang penting kau."
" Beri aku waktu satu bulan. Karena …."
" Kau gila apa 1 bulan, jangan bercanda strawberry. Itu terlalu lama," ujar Grimmjow.
" Kau sudah kehilangan pesonamu sebagai seorang lelaki ya, jeruk," ucap Szayel.
" Dia gadis yang berbeda dari yang biasanya. Nanti kalian akan tahu, aku berencana menciumnya didepan kalian. Ayo, akan aku perlihatkan pertunjukan yang keren." Ketiga temannya itu hanya ber –oh ria. " Hey, bantu aku mencari kuncinya."
" Kau telmi, jeruk, kuncinya tidak aku buang. Cepat antarkan kami menuju target mu." ejek Szayel
Ichigo menjitak kepala Szayel. Dan hanya dibalas degan cengiran oleh laki-laki berambut pink itu. Keempat makhluk itu berjalan meninggalkan taman.
_SheWonGirl_
Nah ini chapter I nya udah ada mohon reviewnya ya. Ada yang udah tahu kelanjutannya? ( Semoga enggak yah XD _wkwkwkwkw #Ketawa Evil Bareng Kyuhyun_)
Arigatou Semuanya :D
