previously
Elly menanyakan keadaan Pocoyo dengan cara menepuk pundaknya. Namun, Pocoyo hanya meletakkan jari telunjuknya ke bibir bawah.
Kemudian, ia pun berbicara. "Kalian siapa?"
Semuanya pun terkejut.
Sepertinya... Pocoyo lupa ingatan.
Jadi ini bagaimana?
.
.
Mendengar itu, Elly, Pato dan Loula tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka wajahnya masing-masing. Perlahan-lahan, Pato menggerakkan sayap kecilnya. Ia menunjuk dirinya sendiri.
"Kwek?" Tanyanya perlahan.
Pocoyo mengerjap.
"Kwek, kwek?"
Bibir Pocoyo mengerucut, ia cemberut. "Kamu... bicara apa?"
Ketiga pasang mata—yang berada di sekitar bayi biru itu—terbelalak. Jangan bilang Pocoyo juga tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
Elly menjadi cemas, ia segera menarik Pato dan Loula menjauh. Dengan bisikan-bisikan kecil yang terdengar di sana, terbuatlah kesimpulan menyedihkan kalau Pocoyo sudah benar-benar melupakan mereka bertiga.
.
.
.
POCOYO—REMEMBER—US—!
Pocoyo by Gullermo Garcia Carsi
AR—Alternate Reality
Pieree Present...
(Pocoyo—Pato—Elly—Loula)
.
.
two of four
-coba ingat-ingat-
.
.
Setelah perbincangan singkat di antara anjing, bebek dan gajah betina, akhirnya ketiganya memberikan sebuah kesimpulan: Pocoyo benar-benar lupa ingatan, dan Pocoyo sudah tidak mengerti lagi bahasa yang mereka katakan.
Oleh sebab itu, untuk membuatnya sadar... Elly memberikan sebuah ide. Yaitu... berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
Karenanya, segeralah Elly mendekati Pocoyo dan duduk di hadapannya. Di samping mereka berdua, tersedialah Loula dan Pato yang mengamati.
Pertamanya, Elly melepaskan tas birunya dan mengeluarkan sebuah pena yang agak panjang. Ia pegang ujung benda panjang tersebut, lalu menunjuk ke wajah Pocoyo. Bayi berumur tiga tahun itu memiringkan kepalanya.
"Ya?"
Elly memperserius pandangannya, lalu ia menunjuk dirinya. Gajah tersebut menggeleng.
Seandainya Pocoyo tau, saat ini Elly sedang menanyakan 'Apa kamu tidak tau aku?'.
Tapi sayangnya Pocoyo hanya bisa menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Ia tidak mengerti—sama sekali.
"Kwekkk..." Pato menghela nafas. Dan kemudian, sepasang mata bulatnya terbuka. "Kwek!"
Segeralah Pato berlari menuju suatu tempat, lalu kembali dengan beberapa lembar kertas putih yang dia gigit dengan paruh oranye-nya.
"Guk! Guk!"
Loula menyetujui ide Pato. Pato pasti menyuruh Elly menuliskan sesuatu di kertas. Siapa tau jika Pocoyo dapat membaca, ia bisa mengerti.
Elly pun menuliskan kalimat 'apa kamu mengingat kami?'. Meskipun tulisannya jelek, setidaknya bisa terbaca. Pocoyo mengernyit, lalu ia menggeleng.
Elly bersuara, dan kemudian ia menepuk wajahnya sendiri. Ia lupa kalau Pocoyo masih belum bisa baca.
Tapi mereka masih belum menyerah. Pato pun menyentuh pundak Pocoyo, lalu menyuruhnya untuk menunggu.
Kebetulan, Pocoyo mengerti maksud dari gerakan sayap Pato. Jadinya ia mengangguk.
Selama beberapa menit, Pato, Elly dan Loula menghabiskan waktu dengan menggambar menggunakan krayon. Kali ini mereka berdoa agar Pocoyo dapat mengerti maksud pertanyaan mereka apabila diadaptasikan ke gambaran.
Oke, semuanya selesai.
Kali ini Elly menunjukkan gambar wajah ceria Pocoyo dengan tulisan namanya di bawah gambar tersebut.
Pocoyo melihat gambar Elly, lalu ia melihat kedua telapak tangannya. Ia pandangi lagi gambar tersebut dan menyentuh tulisan 'POCOYO' di bawah sana dengan telunjuknya.
"Po... co... yo..." Pocoyo mengeja namanya. Lalu ia terdiam dan menunjuk dirinya sendiri. "Pocoyo? Aku?"
"Kwek!" Pato mengangguk kegirangan.
Gambar selanjutnya, gambar Pato. Di sana ada tiga gambar. Gajah berwarna pink, bebek kuning dan anjing coklat. semuanya telah diberi nama masing-masing di bawah gambarnya."
Pocoyo kembali mengeja.
"E... lly. Elly?"
Elly mengiyakan, lalu gajah tersebut menunjuk dirinya sendiri.
"Pa... to..."
"Kwek!" Pato mengepakkan sayapnya.
"Dan... Lo... u... la."
"Guk!"
Pocoyo memandangi mereka.
Dia tunjuk Elly. "Elly..."
Dia tunjuk Pato. "Pato..."
Dia tunjuk Loula. "Loula..."
Dan terakhir, ia menunjuk dirinya sendiri. "Pocoyo?"
"KWEK!"
Pato memeluk Pocoyo.
Meski Pocoyo belum sepenuhnya mengingat mereka, setidaknya sahabatnya yang itu sudah dapat mengetahui nama mereka.
Tapi, ini belum selesai. Pato, Elly maupun Loula harus terus membantu Pocoyo sampai ia mengingat semuanya...
.
.
see you
.
.
my note
Haha, update nih. Maaf ya kalo fict-nya ga jelas. Soalnya agak susah sih kalo ngebuat fict dengan chara yang ngga bisa ngomong kayak si Elly, Pato dan Loula... :D
.
.
warm regards,
Pieree...
