Long Late

.

.

.

.

.

.

Main Cast : Park ChanyeolxByun Baekhyun (Gs)

Other cast : Kyungsoo (Gs), byun Minho (choi minho), Oh sehun, Byun yoona (Im Yoona), Park Siwon (Choi Siwon)

Genre : Hurt, Angst

Category : Gender Switch/GS

Rate : M

OOC

.

.

.

.

.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

Chapter 2

Baekhyun Pov

Aku melangkah lesu sambil menundukan kepala menyusuri jalan taman menuju sebuah bangku. Aku duduk dan merenungkan skenario hidupku ini. Mungkin kebanyakan orang yang tidak begitu mengenalku menilai bahwa aku hidup bahagia dengan memiliki keluarga yang utuh, pekerjaan orang tua yang mapan, hidup berkecukupan dan apa yang ku inginkan dengan mudah kudapatkan. Ya ku benarkan bagian pekerjaan orangtua yang mapan dan hidup berkecukupan tapi untuk bagain keluarga lengkap? itu termasuk benar memang hanya saja itu tidak lebih dari sebuah status yang bahkan aku sendiri pun tak tahu kegunaannya apa? Orang bilang kau akan mendapatkan kasih sayang yang utuh didalam sebuah keluarga yang utuh pula, kau akan diajarkan terutama oleh ibu bagaimana mencintai dan menyayangi dengan tulus, kau akan mendapat dukungan dari ayah dan ibu mu ketika kau mempunyai keinginan dan tujuan yang baik menurut mu dan orang tua, ibu yang selalu menyiapkan bento setiap pagi untuk mu kesekolah, ibu yang memasangkan dasi kerja ayah dengan penuh kelembutan dan kasih sayang menandakan bahwa hubungan keduanya harmonis, orang tua yang menghadiri acara-acara yang diadakan sekolah sang anak yang harus dihadiri oleh orang tua bahkan ketika kau meraih suatu prestasi disekolah yang menurut kebanyakan orang tua itu adalah kebanggaannya dan disaksikan langsung oleh mereka, tapi apa yang orang bilang bahkan aku tak pernah merasakannya sama sekali, sejak aku menduduki kelas 4 elementary school aku mulai mengerti dengan keadaan keluarga kami yang berlangsung hingga saat ini, eomma yang jarang pulang kerumah dengan alasan sibuk bekerja, eomma dan appa yang selalu cek-cok ketika bertemu dirumah, itu lah yang selalu ku jumpai di dalam keluarga ku, hingga usia ku hampir menginjak 19 tahun ini. Appa? Kurasa tidak ada masalah yang siknifikan dengan appa ku, mengenai kami yang jarang bertemu itu disebabkan karena pekerjaan appa yang mengharuskanya tidak dapat berdiam diri terlalu lama dirumah dan berdampak beliau yang kadang tak kujumpai dirumah, aku cukup mengerti dengan keadaanya yang menyandang sebagai kepala keluarga, karena meski jarang, jika appa ada waktu luang ia tak akan segan mengajakku menghabiskan waktu luangnya dengan jalan-jalan dan makan bersama misalnya, menurutku itu sudah lebih dari cukup. Eomma? Inilah yang selalu jadi pertanyaan dalam hidupku kenapa eomma selalu bersikap seolah tak menghiraukan ku dan juga appa, bahkan merasakan masakannya saja aku tak pernah. Meskipun sikapnya terbilang lembut bahkan tak pernah membentak sebelum peristiwa tadi malam. Meski begitu, aku byun baekhyun harus menjadi anak yang baik dan selalu berfikir positif bukan? aku masih punya appa dan kyungsoo yang kurasa menyayangiku dengan tulus. Huh memikirkan keadaan keluarga membuat kepalaku jadi tambah pusing saja tak cukup dengan pikiran barusan, aku kembali teringat dengan prkataan chanyeol ketika aku menemuinya tadi.

Flashback

"Kau" chanyeol menunjuk baekhyun dengan tangannya. "Mulai sekarang kau adalah budakku, kau tidak boleh menentang apa yang ku perintahkan"

Baekhyun menatap chanyeol tidak percaya dengan apa yang dikatakannya barusan. "budak?" tanya baekhyun lagi.

"kenapa, kau ingin menarik pernyataanmu, bahkan orang sepertimu lebih rendah dari budak" ucap chanyeol dengan wajah datarnya pada baekhyun yang wajahnya sudah dibanjiri dengan air mata dan menatap chanyeol dengan penuh perasaan terluka.

"baiklah a-aku bersedia" ucap baekhyun sesegukan sambil menahan isakanya.

"bagus" ucap chanyeol sambil menyeringai melihat kearah baekhyun.

Chanyeol menatap baekhyun yang tiba-tiba menunduk dengan bahu bergetar "ck" decaknya, Lalu kemudian ia mengatakan sesuatu yang mengarah kepada perintah "dan kau harus tinggal diapartemenku" putus chanyeol

Baekhyun mendongakkan kepalanya untuk kesekian kalinya menatap chanyeol "bagaimana bisa aku tinggal bersamamu? apa yang harus kukatakan pada appa" ucap baekhyun menanggapi perintah chanyeol.

"aku tidak perduli"ucap chanyeol final

"Chanyeol aku akan melakukan apapun untukmu tapi tidak dengan aku harus tinggal bersamamu" ucap baekhyun dengan penuh permohonan kepada chanyeol

"sudah kubilang aku tidak perduli! kau ini bodoh ya? Kau sendiri yang mengatakan akan melakukan apapun untuk ku, itu berarti apa yang ku perintahkan kau harus mematuhinya kau tidak mengerti dengan pernyataan mu sendiri!" ucap chanyeol mulai sengit dan sukses membuat baekhyun ketakutan karena chanyeol yang menatapnya dengan penuh intimidasi. Baekhyun kembali menunduk dengan bahu yang bergetar sambil menggigit bibir bawahnya.

"Lebih baik kau pergi dari sini! Aku mulai muak melihat mu" ucap chanyeol lalu kembali duduk di kursi kerjanya dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda karena kedatangan baekhyun. Tidak ada pergerakan dari baekhyun ia hanya tetap berdiri dengan keadaan sama seperti sebelumnya.

"Kau selain bodoh ternyata juga tuli ya?" ucap chanyeol datar dan sukses membuat baekhyun tersedar dari keterdiamanya

"Maafkan aku chanyeol" ucap baekhyun dan dengan berat hati ia membalikan badannya dan berjalan menuju pintu. ketika tanganya sudah menyentuh knop pintu gerakanya terhenti ketika mendengar suara dari orang yang menyuruhnya segara pergi dari ruangan itu

"Ketika aku pulang kau harus sudah berada diapartemen dan melaksanakan kewajibanmu!" ucap chanyeol yang menyenderkan tubuhnya di senderan kursi kerjanya sambil menatap punggung baekhyun.

"baiklah" ucap baekhyun sendu tanpa membalikan tubuhnya dan keluar dari ruangan itu.

Setelah kepergian baekhyun dari ruanganya, chanyeol menghela nafasnya yang tersa berat, menatap kearah pintu dengan tatapan yang sulit diartikan lalu setelahnya ia mengeleng dan mengepalkan kedua tanganya dengan raut muka yang berubah menjadi penuh dengan kebencian "putrimu harus merasakan apa yang eommaku rasakan!"

Flashback off

Apa yang harus ku katakan pada appa? Oh tuhan sesulit inikah mendapat maaf dari kesalahan yang bahkan bukan aku yang melakukanya. Apa aku harus berbohong pada appa, mengatakan bahwa aku menginap dirumah keyungsoo untuk menemaninya? Tapi apa bisa disebut menginap jika aku sendiripun tidak tahu sampai kapan aku 'menginap dirumah kyungsoo' Kurasaa ini bukan solusi yang bagus appa pasti bertanya langsung pada kyungsoo dan aku tak ingin kyungsoo mengetahui masalahku yang baru ini ai tak akan membiarkanku menanggung semuanya sendiri dan akan menyalahkan siapaun yang menurutnya bersalah dan tak akan segan memarahinya, meskipun itu chanyeol yang tak begitu dikenalnya dan aku tak ingin kyungsoo terlibat dalam masalah yang menyangkut keluargaku ini, kyungsoo sudah sangat baik pada ku dan aku tak ingin merepotkanya terlalu banyak. apa lagi kalau ia mengetahui aku harus menjadi budak chanyeol jangan harap ia akan diam saja. Memikirkan solusinya saja membuatku hampir frustasi seperti ini. "drrrt" aku merasakan ponselku bergetar dikantung hoodie yang kukenakan, menampakan nama 'appa' sebagai panggilan masuk aku mengkerutkan keningku "tumben sekali appa menelpon dijam segini" pikirku. ku angkat telpon tersebut kudengar suara appa memanggilku diseberang telepon

"yeobseyo baekhyun"

"Ne yeobseyo appa"

"Apa kau sedeng sibuk sekarang?"

"Ani, aku baru selesai kuliah appa" bohongku

"Begitukah, hm appa ingin mengajak mu makan siang"

"jinjayo appa?" aku memastikan kembali ajakan appa barusan, tidak biasanya appa mengajakku makan siang di hari-hari sibuknya secara appa kan seorang pengacara dan mengajak ku makan siang? ku rasa ada hal penting yang ingin appa sampaikan, atau jangan-jangan chanyeol! Ah tidak mungkin pikirku sembari mengeleng

"Yeobseyo baekie apa kau mendengar appa" aku tersadar dari ekspetisiku mengingat sambungan telpon yang masih terhubung.

"ne appa, mian hehe" jawabku

"Sekarang apa kau ingi appa jemput dikampusmu?"

"Ani aku berangkat sendiri saja appa" ayolah mana mungkin aku menyuruh appa menjemputku dikampus sedangkan aku tak berada disana sekedar informasi hari ini aku bolos kuliah.

"Baiklah, kita makan siang di restoran jepang favorite baekie oke"

"Appa daebak hehe" ucapku girang, meskipun aku tak dapa melihat namun aku dapat merasakan appa tersenyum tulus diseberang telepon dan itu dapat membantu menenangkan pikiranku sejenak.

"appa menunggu mu, kau hati-hati dijalan ne" ucapnya diseberang telpon

"ne appa" setelahnya sambungan telpon terputus. Aku segera bergegas menuju halte bus terdekat untuk menuju restoran jepang yang appa maksud barusan, aku mencoba menepis pikiran-pikiran yang membuatku cemas. mungkin sajakan appa mengajakku makan siang karena merindukan makan bersama anaknya dan aku pun begitu sengat merindukan makan bersama appa.

Baekhyun Pov End

.

.

.

Seorang namja berusia kepala emapt namun masih terlihat tampan dan gagah baru saja memasuki restoran jepang yang seringkali ia kunjungi bersama sang anak jika terdapat waktu luangnya, mengingat pekerjaannya yang menyebabkannya selalu sibuk hingga jarang bisa menghabiskan banyak waktu bersama anak yang sangat ia sayangi. Setelah memilih tempat yang pas namja itu byun minho tepatnya lalu memduduki tempat duduknya seorang pelayan restoran menghampirinya

"permisi tuan byun" ucap pelayan tersebut ramah dan terlihat akrab mengingat minho sudah menjadi custumer tetap di restoran itu jadi wajar pelayan tersebut sedikit banyak mengenalnya. Minho tersenyum ramah pada pelayan itu

"Apa pesanan seperti biasa tuan?" tanya pelayan itu kepada minho.

"Ne, Karena aku akan makan siang bersama putriku jadi butkan porsi yang banyak" ucap minho dengan ramah.

"Baiklah tuan byun, seya permisi dulu" ucap pelayan tersebut setelah mencatat apa yang minho pesan.

bebrapa saat kemudian ia merasakan ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk menampakan nama 'Oh sajangnim' orang yang memanggilnya. Minho lalu menjawab panggilan telepon itu. "yeobseyo" ucap minho pada orang diseberang telepon.

"Yeobseyo pengacara byun, apa saya mengganggu waktu anda?" Tanya orang yang diketahu adalah Oh sajangnim diseberang telepon

"Tidak juga, apa ada yang ingin anda sampaikan sajangnim?" Tanya minho pada kliennya yang yang berada dijepang itu

"bisakah anda mempercepat keberangatan menuju jepang, dan hari ini anda harus berangkat karena kasus perusahaan semakin menjadi dan sidang pertama dipercepat menjadi mmenjadi bulan depan pengacara byun, saya akan mengurus segala keperluan anda disini saya harap anda siap untuk berangkat hari ini" ucap Oh sajangnim diseberang telepon.

"baiklah, saya mengambil penerbangan jam 4 sore" putus minho

"baik, saya menunggu kedatangan pengacara byun" setelahnya sambungan telepon terputus barbarengan dengan itu sang anak yang tadi ditunggu olehnya akhirnya tiba, minho melambai tangannya kepada baekhyun yang juga melambaikan tangan kearahnya lalu berjalan menuju ayahnya.

"apa appa sudahh lama menunggu?" tanya baekhyun pada sang ayah

"Tidak juga, kau datang lebih cepet dari yang appa perkirakan" ucap minho pada anak cantiknya itu

"Apa appa sudah memesan makanan?" Tanya baekhyun lagi pada appanya

"Ne, kau tenang saja chagi" ucap minho pada anaknya sambil mengelus surai putri cantiknya. "Apa putri appa ini sudah sangat lapar hm?" tanya minho pada baekhyun

"sangat! Appa tahu sebelum appa menelpon ku, aku sudah berencana ingin makan karena aku sangat lapar, dan ketika appa menelponku, aku harus mengurungkan niatku dan menahan lapar kurang lebih 30 menit dan apa harus bertanggung jawab akan itu ucap baekhyun berbicara sambil memajukan bibirnya dan itu mmembuat minho gemas dengan tingkah manja putrinya ini.

"Benarkah, kalau begitu appa minta maaf ne, kau tenang saja appa sudah pesan makanan yang banyak" ucap minho dengan tersenyum tulus kepada putrinya.

"Permisi tuan dan nona byun" ucap pelayan yang membawa makanan lumayan banyak, karena yang membawa pesanan adalah dua pelayan dengan nampan besar, dimana diatas mnampan itu terdapat sushi yang disajikan dengan wadah khusus berbentuk bulat, sukiyaki dengan asap yang mengepul, jangan tanya siapa yang memesan makanan yang lebih pas dimakan pada malah hari atau musim dingin ini, lalu dipesan pada siang bolong seperti ini pelakunya tidak lain adalah putri kesayangan tuan byun lah pelakunya, ada juga okonomiyaki serta dessert kue mochi yang berwarna warni, dan ice matcha latte minuman favorite ayah dan anak ini. Baekhyun berbinar melihat meja mereka yang hampir penuh disi banyak makan namun setelahnya iya mengkerutkan keningnya. "appa" ucapnya.

"Ne" tanggap minho

Sepertinya mereka melupakan sesuatu, aku tidak melihat sup miso disini" ucap baekhyun polos sambil melihat-lihat makanannya

Minho tersenyum melihat tingkah sang anak. "Mungkin mereka lupa, lebih baik kita segera makan saja, nanti bila kau masih lapar dan ingin sup miso mu appa akan pesanka ne" ucap minho pada baekhyun yang menganguk mengiyakanya. Setelahnya mereka menikmati hidangan yang sudah tersaji itu.

"ngomong-ngomong dalam rangka apa appa mengajaku makan siang ini?" tanya baekhyun pada minho disela-sela makannya

"ada yang ingin appa sampaikan pada mu" jawab minho dan kembali mengunyah makanannya.

"Apa ini menyangkut pekerjaan appa? Atau yang lain?" tanya baekhyun sambil mengunyah makannya. Inilah salah satu kebiasaan anak dan ayah ini terbiasa berbicara ketika makan, pikir mereka lumayan untuk ngisi waktu mengobrol. Anak dan ayah yang kompak.

"ya, ini menyangkut pekerjaan, hari ini appa akan berangkat kejepang, dan mungkin akan menetap selama beberapa bulan, klien appa disana sedang terkenan kasus serius dan appa harus segera kejepang untuk menanganinya. Sebenarnya rencana awal appa berangkat lusa dan ingin memanfaatkan waktu libur besok mengajak baekie jalan-jalan, tapi karena baru saja klien appa memberitahukan kabar mendadak jadi appa harus berangkat hari ini" jelas minho panjang lebar pada putrinya. "jadi tidak apakan baekie appa tinggal beberapa bulan? appa janji akan menghubungimu jika terdapat waktu luang" tanya minho pada baekhyun yang yang mencerna ucapanya barusan sambil mengunyah makanannya.

"Gwencana appa, baekie tak appa, lagi pula masih ada kyungsoo yang menemani baekie, aku sudah cukup senang, sebelum brangkat appa meluangkan waktu makan siang bersama ku hehe" baekhyun berucap dan tersenyum lima jari kepada ayahnya namun itu hanya sebatas cover tida dengan isi hatinya dan pikiranya menurutnya mungkin ini adalah awal hari-hari yang lebih buruk dari sebelumnya, merindukan appa dan menjadi budak chanyeol, oh ayolah siapa orang didunia ini tidak terluka hatinya ketika dijadikan budak dan diperlakukan kasar oleh orang yang sangat kau cintai.

Minho tersenyum dengan tanggapan putri cantiknya itu. "nanti jika appa kembali, appa akan membawa manga favorite mu dan akan di tandatangani langsung oleh mangakanya"

"Jinjayo, appa daebak" tanggap baekhyun dengan mata berbinar dan antusias

"Um yaksok" jawab minho dan mereka melanjutkan makan siangnya dengan obrolan-obrolan kecil..

.

.

.

Tida terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.30 itu artinya setengah jam lagi pesawat yang ditumpangi minho akan take off. Saat ini baekhyun dan appanya sedang berada dibandara. Setelah makan siang minho menyempatkan pulang kerumah untuk menyiapkan keperluanya selama di jepang dan itu dibantu oleh baekhyun setelahnya baekhyun mengatar appanya kebandara dengan menggunakan taxi sekedar info baekhyun itu beum bisa menyetir mobil jadi mereka menggunakan jasa taxi untuk kebandara.

"Jaga diri baik-baik ne, appa akan segera kembali" ucap minho sambil memeluk anaknya, baekhyun mengangguk dalam pelukan minho.

"ne, appa juga disana jangan terlalu lelah, selalu jaga kesehatan" minho hanya menganguk dan mengecup pucuk kepala putrinya. Setelahnya minho berjalan menuju ruang tunggu saat hampir sampai ia membalikan badanya dan melambai kearah baekhyun. Baekhyun yang masih menatap kearah appanya melakukan hal yang sama melambaikan tangan kearah sang appa.

Baekhyun yang masih berada dibandara melihat kerah pesawat yang baru lepas landas. "appa bogoshippo" lirihnya, entah tiba-tiba baekhyun merasakan firasat buruk seolah ini adalah terakhir kalinya ia bertemu dengan sang ayah, dan ia segera menepis perasaan itu. Mungkin efek karena ini pertama kalinya baekhyun berpisah dengan ayahnya selama beberapa bulan. Meski jarang bertemu baekhyun dan minho paling lama tak bertemu hanya kurang lebih tiga minggu.

Terlalu asik dengan lamunannya hingga akhirnya ia baru menyadari tadi disaat ia membantu appa packing ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk, baekhyun segera melihat ponselnya ternyata pesan dari chanyeol ternyata, yang mengatakan bahwa ia akan pulang pukul 16.00 dan memberikan password apartemennya. Ketika baekhyun melihat jam diponselnya sudah pukul 17.15 dan itu artinya chanyeol sudah berada di apartemennya lebih dari satu jam yang lalu, mati kau byun baekhyun. Ia menghela nafas frustasi "apa yang akan chanyeol lakukan kepadaku, bahkan aku belum menjalankan tugas, apa iya suda mendapatkan hukuman dan caci maki lagi" pikirnya lalu ia bergegas menuju apartemen chanyeol. baekhyun memang sudah mengetahui dimana letak apartemen tersebut bahkan ia masih ingat dengan password apartemen itu kenapa chnayeol malah memberitahukan password itu lagi, ayolah baekhyun itu selalu mengingat dengan baik hal-hal yang menyangkut chanyeol. ketika merekan menjalin hubungan dulu baekhyun sering menghabiskan waktu disana meski kadang hanya ia sendirian disana mengingat chanyeol yang sibuk dengan jabatanya sebagai CEO tapi saat itu situasinya berberda sikap chanyeol yang penuh dengan kelembutan dan sangat menghargai baekhyun membuat baekhyun hampir tak percaya dengan sikap nya yang berubah 180o dengan chanyeol yang ia kenal dulu.

kini baekhyun sudah berada di depen pintu apartemen chanyeol 'ketok dulu apa langsung masuk ya' pikirnya dan ternyata baekhyun memilih langsung masuk ia lalu menekan beberapa tombol angka dan setelahnya pintu apartemen itu terbuka. Saat baekhyun sudah masuk keadaan ruangan gelap 'apa chanyeol belum pulang ya' pikirnya ia lalu berjalan menuju saklar lampu dan semua ruangan terang menampakan keadan apartem yang mewah dan bersih "apa yang harus ku kerjakan di apartemen yang sudah bersih ini" gumamnya.

"Dari mana saja kau" seketika tubuh baekhyun langsung meneganya ia tak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang duduk disopa ruang tamu, orang tersebut adalah park chanyeol. chanyeol menatap baekhyun datar denga melipatkan tangannya didepan dada.

"A-aku mengantar appa kebandara chanyeol, maaf aku tidak berada disini sebelum kau pulang" ucap baekhyun terbata sambil menunduk tak berani menatap kearah chanyeol.

Chanyeol lalu berjalan kearah baekhyun dengann memasukan tangannya kesaku celana. "Kau tahu hukuman apa yang pantas bagi budak yang tak penurut" chanyeol menatap baekhyun lekat "lihat orang yang sedeng berbicara denganmu!" Bentak chanyeol dan ia langsung mencengram rahang baekhyun kasar membuat baekhyun terpaksa mendongakan wajahnya menghadap chanyeol. chanyeol melepas cengkramannya lalu membelai waja putih mulus baekhyun dan 'plak' di tamparnya wajah baekhyun hingga menyebabkan pipinya memerah dan sukses menghasilkan denyutan sakit dipipi putih nan mulus itu. Baekhyun memegangi pipinya dan menatap pria yang menamparnya tak percaya apa yang dilakukan chanyeol barusan kepadanya. Belum sempat berkata apa-apa, chanyeol langsung menarik tangan baekhyun masuk menuju kamarnya. baekhyun yang tak berani melawan hanya mengikuti kemana arah chanyeol membawanya ternyata setelah masuk kamarnya chanyeol membawa baekhyun masuk kekamar mandi ditariknya baekhyun dengan kasar lalu diposisikanya baekhyun dibawah shower.

"Lepas seluruh pakaianmu jangan ada satupun yang tersisa" printah chanyeol

"a-apa yang akan kau lakukan chanyeol?" baekhyun bertanya takut-takut pada chanyheol yang menatapnya seolah ingin menguliti seluruh tubuhnya

"Aku bilang lepas seluruh pakaianmu, kau ingin melawan ku hah!" bentak chanyeol pada baekhyun membuat baekhyun makin takut dan sukses membuatnya menuruti perintah chanyeol untuk melepas seluruh pakaian yang ada ditubuhnya. Setelah semua sudah terlepas dan baekhyun dalam keadaan telanjang bulat tanpa ada sehelai benang pun ditubuhnya. Tak dapat disangkal biar bagaimanapun chanyeol adalah seorang seorang lelaki yang mempunyai hasrat sex didirinya, lelaki mana yang tak tergiur melihat wanita dengan tubuh putih dan mulus tanpa ada cacat sedikitpun bertelanjang bulat didepan lelaki macam chanyeol yang bahkan belum punya pengalaman sex sekalipun. Mengenai pernyataannya saat memutuskan baekhyun ditaman, itu semua hanya karangannya agar meyakinkan bahwa ia benar-benar brengsek dan baekhyun akan sangat hancur setelah mengetahuinya. chanyeol memang sering keclub bersama teman-temannya untuk melepas penat setelah bekerja namun bukan berarti ia mau one night stand dengan para jalang disana ayolah chanyeol itu pemilih.

"berbalik" perintah chanyeol pada baekhyun kepada baekhyun yang sedari tadi hanya menunduk, malu dengan keadanya yang seperti itu. Baekhyun berbalik lalu chanyeol menghidupka shower dengan air dingin seluruh tubuh baekhyun basah dihujani oleh air shower disaat yang bersamaan dengan susah payah chanyeol menegug selipanya menandakan bahwa ia tergiur dengan tubuh didepannya ini. Lalu ia mundur beberapa langkah kebelakang sambil berkata "jangan berbalik sebelum aku menyuruh mu berbalik". Chanyeol melepaskan ikat pinggang dari celana kerja yang masih ia kenakan ditariknya ikat pinggang itu lalu setelahnya dicambukanya kepunggung baekhyun dengan keras hingga menghasilkan bekas kemerahan. "akhrrrr" erang baekhyun saat merasa sakitnnya cambuak itu, tanpa sadar liquid bening itu menetes tidak hanya fisiknya yang sakit namun juga hatinya 'beginikah rasanya mencintai dan mengharapkan maaf dari orang yang membencimu' batinnya. chanyeol yang mendengar erengan kesakitan baekhyun menyeringai lalu mengerakan ikat pinggang itu lagi dan mencambukannya berulang kali dipungung baekhyun hingga ia tak sanggup lagi untuk berdiri baekhyun terduduk dengan belar-belar dipunggungnya, baekhyun tak sanggup untuk berdiri lagi ia sudah merasa sangat kedinginan dan nyeri dipunggungnya.

"sudah siap dengan sesi berikutnya" ucap chanyeol menyeringai dan menarik baekhyun yang sudah lemas keluar kamar mandi, baekhyun yang tak bisa melawan hanya pasrah mungkin jika chanyeol membunuhnya ia tak akan bisa berbuat apa-apa.

"bruk" tubuh baekhyun yang dalam keadaan basah kuyub dihempaskan diatas tempat tidur baekhyun yang tak berdaya hanya ketakutan sambil mengawasi apa yang akan dilakukan chanyeol selanjutnya.

"a-apa yang akan kau lakukan chanyeol hiks" ucap baekhyun sambil terisak dan bergetar karena kedinginan. Chanyeol yang membuka lemari pakaianya mengambil dua buah dasi lalu menuju baekhyun ketempat tidur diikatnya tangan baekhyun kekepala ranjangan "diam!" bentaknya pada baekhyun yang terisak-isak

"Chanyeol kumohon jangan lakukan ini hiks" baekhyun memohon pada chanyeol yang berusaha menguatkan ikatan ditangan baekhyun

"Kubilang diam jalang!, "plak" chanyeol menampar wajah baekhyun lagi untuk kedua kalinya (astaga papih ceye ko tempramen amat ya hiks maafkan daku mih)

baekhyun terisak tanpan suara. Setelahnya chanyeol mengikat rahang baekhyun menggunakan dasi yang satunya dengan ikatan dasi yang tersumpal dimulut baekhyun hingga ia tak dapat bisacara "hiksmm" baekhyun hanya dapat mengeleng dengan isakan yang tertahan dan air mata membasahi wajahnya.

Chanyeol melepas celana kerja yang masih dikenakannya dan menampakan kedaan penisnya yang sudah eraksi, hanya celana yang ai lepaskan tidak dengan kemeja yang masih ia kenakan. Baekhyun yang melihat hal itu hanya bisa terisak dan mencoba merapatkan kakinya. Chanyeol yang sedang melihat reaksi baekhyun menyeringai dan mulai merangkak menuju baekhyun.

"bukankah ini yang kau inginkan jalang" ucap chanyeol dan langsung menerjang tubuh baekhyun mengecup dan menghisap leher jenjangnya hingga menghasilkan tanda merah keunguan disana, tak hanya itu tangannya yang tak tinggal diam meremas payudara baekhyun dengan keras dan kasar setelah puas ia lalu mengankat tubuhnya memandang keadaan baekhyun "ck, bahkan kau terlihat menikmatinya jalang" baekhyun yang tak bedaya hanya bisa terisak dalam diam betapa hancur perasaanya saat ini terlebih ketika chanyeol yang selalu mengatainya 'jalang'.

"kau tahu, sekarang aku berfikir kenapa tidak dari dulu aku menyentuh mu, haha mungkin aku dulu terlalu baik pada jalang seperti mu, dan sekarang tak ada chanyeol yang baik untuk jalang murahan sepertimu byun!" chanyeol yang sudah siap dengan posisinya ini tanpa aba-aba terlebih dahulu langsung menyodokan penisnya kearah lubang kewanitaan baekhyun 'jleb' "akhrrrr" erang baekhyun saat merasakan sesuatu yang keras telah memasukinya dan itu terasa sangat menyakitkan seperti ada yang robek dan pecah didaerah kewanitaanya. Dapat chanyeol lihat darah segar mengalir disana "ck, aku yang pertama ternyata" ucapnya setelahnya ia mulai mengerakan tubuhnya memaju mundurkan dengan gerakan brutal dan penuh amarah didirinya tak segan-segan ia memukul wajah baekhyun disela kegiatan stimulasinya hingga penis chanyeol mulai membesar dan berkedut menandakan bahwa ia orgasme pada sodokan ketiga chanyeol mendesah panjang chanyeol melakukan klimaks dan menumpahkan cairanya didalam rahim baekhyun setelahnya ia melepas penyatuan itu. Baekhyun yang sudah tak berdaya bahkan tak sanggup untuk membuka matanya. Chanyeol yang sudah mengunakan celananya kembali menatap lekat keadaan baekhyun akibat ulahnya itu lalu melepas ikat tangan baekhyun dan ikatan dirahangnya setelah itu chanyeol keluar dari kamarnya. Chanyeol yang kini sudah berada diluar pintu kamar tiba-tiba merosotkan tubuhnya dan terduduk didepan pintu sambil mencengkram dan mengacak-acak rambutnya "akhrrrr" teriaknyanya frustasi karena saat ini chanyeol merasakan rasa sesak itu lagi dan berakhir menimbulkan rasa penyesalan dihatinya namun ia selalu menyangkal akan hal itu menurutnya mungkin karena ia belum terbiasa dengan tidakannya beberapa saat yang lalu.

"ini harus terus berlanjut" tekatnya, kemudian pergi meninggalkan apartemennya itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

You know that I'm coming back for you
Don't you worry readers, don't you worry readers
You know that I'm coming back for you
Don't you worry readers, I'll be back for you

Yehet lirik lagu maroon 5 diubah dikit gapapa kali yee huhahahah *tawajahat*