CHAPTER 2
Beginning
Main pairing: Namjin
Side pairing: Yoonmin, Taekook,
Rate: T-M
.
.
.
.
.
.
Namjoon terbangun dari tidurnya. Sinar matahari yang datang dari jendela kamarnya membuatnya berdecak kesal, terlalu terang. Dia mencoba untuk menarik seseorang yang seharusnya berada di atas ranjang bersamanya namun ternyata orang itu tidak ada, tangannya hanya menggapai angin belaka. Namjoon mendengus kesal, ah, tentu saja Seokjin sudah terbangun duluan, dia harus berada di sekolah pagi-pagi.
Entah bagaimana cara Seokjin dapat bertahan, bangun setiap pagi dan belum harus mendengarkan anak-anak kecil berteriak di telinganya, dia ingat Seokjin hanya tertawa ketika Namjoon menanyakannya ("Karena aku sudah terbiasa Namjoon, kau pikir bagaimana aku bisa menghadapimu?" "Hey!").
Namjoon dengan malas bangkit dari ranjang nya, mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai dan berjalan keluar kamar, langkah nya terseok-seok karena dia masih dalam keadaan setengah sadar. Dia mendengar ada suara dating dari dapur dan hidungnya pun mencium wangi masakan, dia tersenyum dan berjalan menuju dapur.
Seokjin sedang menyiapkan sarapan, dia mengenakan celana jeans dan cardigan biru muda. Menjadi guru taman kanak-kanak tidak mengharuskannya memakai pakaian formal, dan dia sangat bersyukur akan hal itu karena dia tidak harus bangun awal setiap hari hanya untuk memilih pakaian.
Dia tengah memindahkan omelette keatas piring saat sepasang lengan memeluknya dari belakang. Seokjin mendengking kaget, karena Teflon yang dia pegang hampir terlepas "Namjoon!" dia menaruh teflonnya di tempat cucian sebelum memutar dirinya untuk menghadap ke lelaki dibelakangnya "Jangan mengagetkanku" Seokjin menusuk dada Namjoon dengan jari nya, tetapi lelaki itu hanya terkekeh "Maaf sayang, aku tidak bermaksud" Seokjin memutar bola matanya, tetapi dia tidak bisa menahan untuk tersenyum
"Good morning" Seokjin berujar, menarik baju Namjoon untuk mendekatkan mereka. Dia mendaratkan ciuman singkat di bibir tebalnya "Good morning" Namjoon membalasnya, tangannya memeluk pinggang Seokjin "Morning breath" Seokjin berpura-pura memasang tampang jijik. Namjoon memajukan bibirnya, dan menghentakkan kakinya seperti anak yang sedang merajuk "Hyunnnggggggg I don't have a morning breath!"
Seokjin tertawa, mencium bibirnya sekali lagi "Kau tahu aku hanya bercanda babe, sekarang, sarapanlah, kemudian mandi, Yoongi menelfonku karena kau tidak mengangkat telfonmu, katanya kau ada meeting dengannya" Namjoon mendelik, kemudian mengerang "Aku hampir lupa, untung saja kau memberitahuku" Seokjin hanya menggeleng "Untung saja Yoongi tidak tahu kau lupa, jika dia tau, mungkin kau sudah habis sekarang" Seokjin melihat jam di dinding dapur, hampir jam 8, dia harus segera ke sekolah "Baiklah, aku akan berangkat" Seokjin mencium pipi kekasihnya "Be careful, okay?" Seokjin berkata lirih di pipi Namjoon, Namjoon mengangguk "Always, kau tidak sarapan?" Seokjin tersenyum kecil "Aku sudah duluan, maafkan aku, aku harus datang awal ke sekolah hari ini, ada persiapan pertemuan orang tua" ia melepaskan dirinya dari pelukan Namjoon dan memberikan kekasihnya satu kecupan singkat sebelum berjalan keluar dari apartemen mewah nya,
Sudah hampir satu tahun Namjoon dan Seokjin tinggal bersama, hampir dua tahun mereka menjalin hubungan sebagai kekasih. Ingatan bagaimana Seokjin bertemu dengan Namjoon masih membekas di otaknya. Dia masih ingat bagaimana ia menemukan Namjoon tergeletak tidak berdaya dekat apartemen nya, darah mengucur deras dari perutnya, wajahnya pucat.
Dia ingat bagaimana dia tidak bisa berhenti bergetar saat melihat luka sayat di perutnya, dan yang lebih gila Namjoon meminta nya menjahitnya dengan benang gigi, ya benang gigi! Karena dia menolak untuk dibawa kerumah sakit. Hingga sekarang lukanya masih membekas di perut Namjoon dan dia terkadang suka memegangnya.
Butuh beberapa bulan untuk Namjoon akhirnya mengakatan apa sebenarnya pekerjaannya. Kim Namjoon adalah leader dari geng terkuat di Korea Selatan, kerajaannya ia bangun semenjak dia remaja, dia adalah pemasok senjata api illegal terbesar di Korea Selatan yang bisa dia jual bebas dan dia memiliki banyak club, kasino dan hotel yang berserakan di Korea, sangat berguna untuk menutupi kedoknya, bahkan anggota militer Korea Selatan pun pernah membeli darinya, itulah mengapa dia dapat dengan bebas bergerak di industry ini.
Sedangkan Seokjin? Tidak ada yang menarik dari Seokjin, dia hanya seorang guru taman kanak-kanak, ya dia hanya seorang guru TK. Dia memilih untuk menjadi guru TK karena dia suka dengan anak-anak, tingkah mereka yang lucu dan menggemaskan walaupun kadang mereka juga tak jarang membuat Seokjin kesal tetapi dia suka berbaur dengan anak anak, lagipula mengajar anak-anak membuatnya mudah melupakan
Seokjin tiba di sekolah tempat ia bekerja dengan mobil tua miliknya. Walaupun Namjoon sudah berkali-kali menawarkan untuk membelikan mobil baru untuknya dia menolak, mobil ini memiliki banyak kenangan akan jerih payahnya dia tidak mungkin tega untuk menjualnya ataupun menggantikannya. Dia memakirkan mobilnya di parkiran staff dan melenggang ke dalam sekolah.
"Pagi hyung!" Jimin yang pertama kali menyapanya saat ia memasuki teacher lounge "Pagi!" Seokjin tersenyum padanya. Jimin mengenakan sweater berwarna abu-abu yang sama dengan rambutnya, dan celana jeans serta sepatu sneakers. Bila dipikir dia tidak seperti seorang guru TK, karena pakaiannya terlewat kasual. Namun peraturan TK ini tidak mengharuskan anak dan gurunya mengenakan seragam ataupun pakaian formal, karena anak-anak akan lebih senang belajar di atmosfir yang rileks.
"Apa kau siap untuk pertemuan orang tua nanti?" Jimin berjalan kearah mejanya, Seokjin mendesah "Jujur saja, aku tidak siap, karena pasti akan ada orang tua yang berkelahi lagi seperti pertemuan yang lalu" Jimin tertawa, membuat matanya berubah menjadi bentuk bulan sabit "Tapi itu sangat lucu hyung! Seperti menonton drama, live lagi" Seokjin hanya melirik nya memberikan sentilan di dahi Jimin, membuat lelaki berambut abu-abu itu mendengking dan menutup dahinya, Seokjin tersenyum puas dan tertawa saat Jimin melihatnya seperti dia baru saja menendang kucing nya "Hyung!" Seokjin masih tertawa "Sudah sana, sebentar lagi anak-anak akan datang dan hari ini tugasmu menyambut mereka" Jimin mendengus kesal dia menjulurkan lidahnya pada Seokjin sebelum berbalik dan keluar dari teacher lounge. Seokjin menggeleng dan menyiapkan dirinya untuk mengajar.
"Ini laporan penjualan kita beberapa bulan ini" Seorang pria berkulit pucat dan berambut hitam melemparkan map merah yang berisikan data penjualan senjata diatas meja. Namjoon mengambilnya, mengangguk puas saat melihat isinya "Hm, ternyata militer pun membeli senjata illegal" Yoongi atau yang kerap dipanggil Suga, nama aliasnya mengangkat ujung bibirnya "Tak ada yang benar-benar bersih di dunia ini, Man" Yoongi duduk didepannya, mereka berada di ruang meeting Bangtan Corp, perusahaan Namjoon yang dia gunakan sebaga kedok untuk menutupi usaha illegalnya, koneksi yang dia miliki begitu banyak sehingga tak perlu repot untuknya membuat ijin palsu.
Mereka membicarakan mengenai strategi yang akan digunakan berikutnya untuk mendapat supplier yang lebih baik "Bagaimana kabar mu dan Seokjin?" Yoongi tiba tiba berujar, membuat Namjoon mengangkat pandangannya dari laporan itu "Kami baik-baik saja, kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?" Yongi menggeleng dengan cepat "Tidak-tidak, hanya ingin tahu saja" Namjoon terus menatapnya, dia terlihat tidak yakin. Yoongi tetap terdiam. Namjoon mendesah "Tidak biasanya kau ingin tahu urusan pribadi orang, hyung" Yoongi mendengus dan menggendikkan bahunya "Kau bukan sembarang 'orang', Man kau adalah temanku" Yoongi menatapnya
"Hoseok bilang bahwa barang nya sudah siap di dermaga, akan dikirimkan nanti malam. semuanya berjalan lancar hingga sekarang, bisa dipastikan bahwa senjatanya akan tiba besok" dia berbicara seolah ingin mengganti topic, tetapi Namjoon hanya mengangguk "Baiklah, dan dengan klub malam yang di Gangnam?" "Taehyung yang mengurusnya" Namjoon tersenyum puas "Good, nanti malam aku akan melihat keadaan disana" Yoongi menaikkan alisnya "Apa Seokjin tidak akan membunuhmu?" Namjoon tertawa "Maka dari itu, aku akan mengajaknya agar di tidak membunuhku" Yoongi memutar bola matanya "Kau benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya" Namjoon tersenyum kecil, melempar map merah itu kembali ke Yoongi "Ya, memang benar, aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya" Yoongi menatap leder geng mereka itu dengan wajah terheran-heran, dia diam sejenak, kemudian dia berdehem "Namjoon" suaranya berubah serius, Tubuh Namjoon menegang mendengar perubahan di suaranya
"Ya, hyung?" dia bertanya, mencoba untuk tenang "Apa kau pikir, Seokjin tidak aneh?" mendengar itu pandangan Namjoon berubah menjadi keras "Apa maksudmu hyung?" dia berkata seperti menahan amarah "Maksudku Namjoon" Yoongi meletakkan sikunya diatas meja, tangannya terlipat diatas meja "Dia sangat tenang mengingat pekerjaanmu adalah leader geng yang melakukan perbuatan illegal, sepertiā¦.seperti dia-" "Maksudmu Seokjin adalah suruhan orang yang dikirim untuk membunuhku?"
Yoongi memuta bola matanya "Aku tidak bisa berkata itu tidak benar, tapi yang jelas seperti dia sudah terbiasa akan hal itu, seperti dia pernah terlibat di dunia bawah sebelumnya" mendengar itu Namjoon terdiam dan kemudian dia tertawa dengan agak keras membuat Yoongi terhenyak di kursinya "Yoongi hyung, Seokjin adalah guru TK, bagaimana mungkin guru TK seperti dia pernah terlibat di dunia bawah? Lagipula Seokjin sudah berkata dia tidak peduli" Yoongi mendengus "Terserah apa katamu, aku hanya khawatir kau tahu itu" Namjoon mengangguk "Aku tahu, dan aku hargai itu, hyung. Kabari semuanya nanti kita adakan pertemuan di club" Namjoon memerintah seraya berdiri dari kursi nya untuk keluar dari ruang meetingnya, Yoongi hanya mengangguk "Baik boss, sampai bertemu lagi nanti"
Namjoon tersenyum, namun dalam hati dia masih memikirkan perkataan Yoongi.
Jadi sebenernya Seokjin ini beneran Cuma guru TK bukan sih? Dan apakah Namjoon akan meragukan Seokjin? Stay tune buat chapter berikutnya ya!
Hallo! Kyukubi disini! Wah cepet banget yak update nya? Hahaha ya soalnya memang udah ada draft buat chapter 2, jadi ya selesain aja sekalian hehehehe, dan terimakasih buat semua yang udah review! I'm so happy it got a positive review, tapi entah kenapa aku ga bisa liat review nya disini, ._. dan maaf banget apabila ada kesalahan, kegajean, typos is all mine and don't don't forget to review! Kritik dan saran sangat sangat diterima ^^ also, please don't hesitate to ask!
Review:
Esazame: Belum kok :D ini series, dan terimakasih! Hope you like it!
Hanami96 : Yang italic flashback (Maaf lupa ngasih note ), jadi dia lama ketemu sebelum akhirnya tinggal bareng ^^
NowMe: Belum kok ehehehehe masih baru prologue , thank you so much!
kim joungwook: Omo! I read your fics just yesterday! Hahaha, I love them, and thank you so much, it means a lot for me!
