Oke, Ini fanfic kedua saya setelah fanfic oneshot 'I will Always Love You Forever Hinata' Dan saya harap, fanfic kedua saya ini bisa lebih memuaskan para Reader-san sekalian ^_^ Oke! R&R minna!

Title : The Story of Naruto Uzumaki

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Author : SenNath Uzumaki

Pairing : Naruto X ?

Rated : T

Warning : Gaje ; Abal ; Typo(s) ; Ngaur ; Semi-canon ; OOC ; Action ; Adventure ; Semi-Godlike ; Strong-Naru! ; Smart-Naru! ; And many more

Summary : Dunia shinobi ini butuh pendamai. Karena itu, sang penyelamat dunia sudah memilih anak yang akan menyelamatan dunia shinobi ini dari perang. Mampukah ia, sang anak yang dipilih menjadi penyalamat Dunia Shinobi?

Chapter 2 kekuatan baru

SEBELUMNYA

"Baiklah, kita aman mulai latihan. 5 tahun disini sama dengan 5 hari didunia nyata. Aku akan mengubah tempat ini menjadi padang rumput yang luas. Pertama-tama, kita mulai dari menanamkan Gravity seals seberat 10 ton disini. Dan akan bertambah 10 ton perbulannya." kata Rikudou dengan Evil-smile nya.

GLEK!

"Ba-baiklah, se-sensei." Kata Naruto tergagap. 'Ini akan sangat menyakitkan' Batin Naruto Pasrah.

Dan dari situ, mulailah penderitaan Naruto yang sesungguhnya.

O0o*****~~~~~^^~~~~~*****o0O

"Katon: Gouka Mekkyaku"

Lalu, keluarlah api dalam jarak lingkup yang luas dan besar, yang sanggup menghanguskan apapun didepannya.

Bola api itu dikeluarkan oleh seorang anak kecil yang nampak tidak kelelahan setelah mengeluarkan jutsu api skala besar tersebut.

"Shinra Tensei"

Setelah itu, keluar gelombang kejut tak kasat mata yang dikeluarkan oleh seseorang yang nampaknya adalah gurunya.

"Kau memang hebat, Rikudou-sensei." kata bocah tersebut kepada orang yang diketahui bernama Rikudou. "Kau juga, Naruto." Kata orang itu kepada orang yang bernama Rikudou.

"Tapi aku pasti akan mengalahkanmu, Rikudou-sensei!" kata Naruto dengan bersemangat. "Kita lihat saja" kata Rikudou sambil tersenyum. 'Ia sangat bersemangat' batin Rikudou senang.

"Baiklah, Rasakan ini! Raiton: Shichuu Shibari" kata Naruto sambil mengeluarkan jutsunya.

Lalu, keluarlah 4 pilar yang mengelilingi Rikudou, yang seperti mengurungnya.

"Shinra Tensei"

Keluar gelombang kejut yang menghancurkan keempat pilar tersebut.

"Akan ku keluarkan salah satu teknik ciptaan ku" kata Naruto dan kemudian membuat handseal.

"Katon: Ryƫsei no Kasai"

Keluarlah meteor api raksasa dari langit, yang sedang menuju ke Rikudou. "Kau hebat juga, Naruto." Kata Rikudou. "Tentu saja. Itu adalah Ninjutsu Rank-S ciptaan ku." Balas Naruto. "Tapi, itu belum cukup untuk menghentikanku." Kata Rikudou lagi.

"Shinra Tensei."

Kali ini, keluar gelombang kejut yang lebih besar dari yang tadi. Seketika, hilanglah meteor api raksasa itu. Naruto yang melihat jutsunya gagal, hanya bisa merutuki nasibnya. Lalu, ia melempar kunai buatan ayahnya, Yondaime Hokage, Minato Namikaze.

Ia pun melakukan jutsu, yang membuat ayahnya dikenal sebagai Konoha no Kiiroi Senkou, Hiraishin no Jutsu.

"Menyerah sensei?" kata Naruto sambil menodongkan kunai di belakang leher Rikudou-sensei. 'Sial, aku lupa. Dia bisa menggunakan Hiraishin.' batin Rikudou sedikit kaget. "Baiklah, aku menyerah." Kata Rikudou sambil tersenyum.

"Yatta. Aku menang lagi." kata Naruto girang. "Kau hebat juga, gaki." kata Kyuubi pada Naruto. Rikudou yang melihat mereka pun hanya bisa tersenyum. Ia jadi ingat, bagaimana dulu awal mula pertemanan Naruto dengan Kyuubi.

Flashback

"Hei, Gaki. Kemari! Ada yang ingin aku bicara kan." kata Kyuubi. "Ada apa?" tanya Naruto pada Kyuubi sambil menghentikan latihan yang diberikan oleh Rikudou-sensei.

"Aku... Aku minta maaf. Aku yang telah membuat mu menderita selama ini. Aku yang membuat mu dikatai monster. Aku yang membunuh orang tua mu. Aku menyesal. Tolong maafkanlah ak-" "Kau sudah ku maafkan, Kyuubi. Jauh sebelum kau meminta maaf kepadaku." kata Naruto memotong perkataan Kyuubi.

"Be-benarkah, gaki?" tanya Kyuubi penuh harap "Yap tentu saja. Lagi pula, Rikudou-sensei sudah mengatakan padaku yang sebenarnya. Ada seorang Uchiha yang mengendalikan mu pada saat itu. Jadi itu bukan kesalahanmu. Tenang saja." kata Kyuubi.

Kyuubi yang mendengarnya pun tersentuh. "Terima kasih, gaki. Terima kasih." Kata Kyuubi. Dan mulai saat itu, mulailah pertemanan antara Bijuu dengan seorang anak manusia.

End of Flashback

"Terima kasih, bola bulu bodoh." kata Naruto dengan senyum tanpa dosanya. "Sudah kubilang, JANGAN MEMANGGILKU BOLA BULU BODOH, BAKA GAKI!" kata Kyuubi mulai marah. "SIAPA YANG KAU PANGGIL BAKA GAKI, HAH?!" kata Naruto yang mulai terpancing juga amarahnya.

"KAU!" kata Kyuubi geram. "HUH! DIAM KAU!" balas Naruto. "KAU JUGA" balas Kyuubi lagi. Lalu, mereka saling memunggungi. "Hahh, kalian ini." Kata Rikudou-sensei sambil menghela napas.

"Naruto, kemari!" perintah Rikudou-sensei pada Naruto. "Ada apa, sensei?" tanya Naruto. "Sudah 5 tahun kita berlatih disini. Saatnya kau kembali kedunia nyata." kata Rikudou-sensei dengan tenang, tapi ada nada sedih didalamnya.

"Sudah 5 tahun ya? Tidak terasa." kata Naruto sedih. "Ya. Kita harus berpisah sekarang. Tapi aku punya beberapa hadiah untukmu. Pertama, tutuplah matamu, Naruto." kata Rikudou-sensei. Lalu, Naruto seperti merasakan ada sesuatu yang dirasakannya pada matanya. "Sekarang, bukalah matamu." kata Rikudou-sensei lagi.

Naruto pun membuka matanya. "A-ada apa dengan ma-mataku? Ke-kenapa aku merasakan ke-kekuatan yang dahsyat dari ma-mataku? Se-sensei kenapa de-dengan ma-matamu?" tanya Naruto bingung dan terkejut. "Aku menanamkan Rinnegan ku pada mu. Yang kedua, Kuchiyose no Jutsu: 4 Hewan Penjaga 4 Penjuru Mata Angin."

Lalu, keluarlah 4 hewan raksasa yang mempunyai aura hebat. "Ada apa, Rikudou-sama?" tanya salah satu diantara mereka. "Aku ingin memperkenalkan tuan kalian yang baru, dia adalah Naruto Uzumaki." kata Rikudou Sennin sambil menunjuk Naruto.

"Uzumaki? Oh, jadi kau orangnya. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik, Naruto." kata mereka. "Ya, mohon kerja samanya." balas Naruto. "Oh, Naruto, yang terakhir adalah aku akan memberi semua pengetahuan ku tentang jurus-jurus ninja yang ku ketahui padamu. Yah, kurasa sudah cukup sampai jum-" "Tunggu ayah." kata dua orang misterius yang memotong percakapan Rikudou. "Ka-kalian?" kata Rikudou dengan ekspresi terkejut.

"Lama tak bertemu, Indra, Ashura." Kata Rikudou. Kata Rikudou Sennin pada kedua anak-anaknya. "Ya, lama tak bertemu ayah." kata sang adik. "Hn." hanya itu dari sang kakak. "Bagaimana kalian berdua bisa kesini?" tanya Rikudou pada kedua anaknya. "Hn. Ceritanya panjang. Kata Indra.

Flashback

Trank!
Trank!
Trank!

"Hn... Kita akhiri saja, adikku!" Kata Indra dengan tenang. "Kenapa kita tidak berdamai saja, kakak?" kata Ashura penuh harap. "Kita ini hanya cakra yang melayang-layang bagai jiwa yang tak punya raga, kakak!" kata Ashura lagi.

"Hn... Lalu?" balas Indra dengan datar. "Sudah banyak orang yang kita jadikan reinkarnasi kita. Tapi, mereka semua mati sia-sia. Apa kau tidak lelah?" balas Ashura dengan wajah letihnya.

'Hn... Ashura benar. Aku pun sudah mulai lelah dengan pertempuran yang tidak ada habisnya ini.' Batin Indra setuju dengan adiknya itu. "Baiklah. Lantas, bagaimana cara kita agar tidak mengorbankan jiwa orang lagi? Dan sekaligus agar kita sudahi pertempuran kita yang tiada habisnya?" Tanya Indra.

Ashura pun bingung dengan pertanyaan kakaknya itu. Tiba-tiba sebuah ide terlintas di otak Indra. "Bagaimana jika kita berenkarnasi pada satu orang saja?" kata Indra.

"Kupikir, itu ide yang bagus." Kata Ashura tersenyum. Lalu mereka saling berjabat tangan dan setelah sekian lama, mereka berdua pun saling melempar senyum.

End of Flashback

"Begitulah ceritanya, ayah." Kata Ashura sesudah menjelaskan ceritanya. "Jadi, siapa anak yang akan menjadi reinkarnasi kalian berdua sekaligus?" tanya Rikudou sambil tersenyum.

"Ya. Kami pikir, Naruto yang akan menjadi reinkarnasi kami." Kata Indra sampil tersenyum tipis.

"Aku?!" tanya Naruto terkejut. "Ya. Kami berdua sudah memutuskan, kau adalah reinkarnasi kami berdua sekaligus, Naruto." kata Ashura sambil tersenyum. "Hn." Hanya itu dari Indra, tapi nampak sebuah senyum tipis dibibirnya. "Kalian berdua? Apa kalian yakin?" tanya Rikudou. "Ya." Jawab keduanya.

"Dan kau Naruto, kami ada hadiah untukmu." kata Indra. "Kami akan memberimu seluruh kemampuan kami padamu." kata Ashura. Lalu, terlihat Indra dan Ashura yang memegang kepala Naruto. Lalu, terlihat tubuh Naruto mulai bercahaya. "Wow. Ke-kekuatan ya-yang me-menakjubkan. Terima Kasih." kata Naruto. "Sama-sama." balas mereka berdua. Lalu, tampak tubuh mereka memudar, pertanda bahwa waktu mereka sudah habis.

"Nah, Naruto, ku kira kau sudah sangat kuat. Sekarang, apa tujuanmu?" tanya Rikudou. "Aku akan membuat Damai dunia yang kejam ini. Supaya tidak ada lagi yang merasakan penderitaan sepertiku." Naruto menjawab sambil tersenyum.

Rikudou yang melihatnya pun tersenyum. Lalu, perlahan namun pasti, tubuhnya memudar. "Ku pegang perkataan mu, Naruto." Lalu, Rikudou pun menghilang. Ashura dan Indra pun hanya tersenyum. Naruto pun hanya bisa membalas senyuman mereka sambil melihat kepergian mereka. Ia kemudian menatap Kyuubi. "Kau mau membantuku kan, Kurama?" tanya Naruto sambil menatap kearah Kyuubi, atau sekarang ia akan mulai memanggilnya Kurama. "Tentu saja, Gaki." jawab Kurama sambil tersenyum.

.

.

.

TBC

A/N : Oke segini dulu ya ceritanya. Dan saya harap, kalian mau membaca kelanjutan fanfic ini. Dan soal alurnya yg mainstream, hanya ini yg ada diotak saya. Sebenarnya banyak cerita diotak saya, tapi kalo saya publish semua nanti saya jadi bingung sendiri alur cerita setiap story. Soal 10 ton, hehehe, itu saya ngasal. Maklumlah pemula. Soal pairing, saya jujur masih bingung. Nanti aja lah, mungkin waktu dah masuk season shippuden baru saya bikin pairingnya naruto. Terimakasih sudah mau berkunjung di fanfic gaje ini, minna. Dan akhir kata, tolong di riview ^^