Bertemu dengannya adalah sebuah kebetulan yang sangat ku sukuri, tetapi bagaimana bila aku menyukainya tapi ia tidak menganggap ku ada bahkan mengabaikanku.

.

.

.

BOBOIBOY BELONGS TO MONSTA

.

.

.

"ya…"

"Yay…"

"YAYA…" teriak Ying sambil memukul meja Yaya

"Eh iya ada apa" kaget Yaya

"Dari tadi dipanggil kok nga nyaut sih…" Ying berkata dengan sadikit mengembungkan pipinya kesal

"Maaf…maaf nga denger" Yaya berkata dngan nada menyesal

"Ngelamun mulu sih" Ucap Ying yang masih kesal

"Biasa yang lagi jatuh cinta mah beda" Syifa mulai menggoda

"Apaan sih nga jelas" jawab Yaya dengan muka bersemu merah

"Terus kenapa mukanya merah gitu" Blaze datang dan langsung ikut menggoda

"Ah…BERISIK…" Teriak Yaya frustrasi dan langsung pergi keluar kelas

"Yah dia marah kan…" Ying berkata dengan nada menyesal

Yaya pun keluar kelas dengan perasaan kesalnya. Ia terus berjalan tak tentu arah dan beberapa kali menabrak siswa lain sampai Yaya sadar bahwa ia didepan sebuah lorong kecil di pojok sekolahnya yang konon berhantu.

"Apa tidak apa-apa ya…" Yaya menatap lorong tersebut ragu-ragu dan sedikit takut

"Ah…apa peduliku yang terpenting akku tidak melihat mereka dan tak terlihat guru sedang membolos apa kata guruku kalau orang sepertiku bolos pelajaran…" Yaya terus mengumpat dan bahkan sangking asiknya mengumpat ia tak sadar bahwa ia telah memasuki lorong tersebut dan sudah sampai di unjung lorong tersebut.

"WAH…" saat Yaya sadar ia telah berada di ujung lorong ia langsumg terkesima saat melihat pemandangan yang disuguhkan

"Indahnya…kenapa ya siswa yang lain mengatakan ini tempat berhantu padahal sangat indah disini juga udaranya segar" Yaya tak henti-hentinya takjub deagan pemandangan tempat ini

Yaya terus menelusuri tempat yang baru ia tau ternyata ada disekolahnya ini dari sudut ke sudut sampai ia menemukan pohon besar dan ia pun menyandar di batang pohon tersebut lalu bersenandung kecil sampai ia melihat seseorang selain dia.

'Tunggu itu kan pemuda yang kemarin yang namanya Halilintar kan' batin Yaya terheran-heran

Yaya terus melihat Halilintar yang sedang megeluarkan benda berbentuk pipih lalu memasangkan sesuatu di telinganya dan mulai menyanyi

'Suaranya merdu…' Yaya terus mendengar Halilintar bernyanyi sampai ia tidak sadari bahwa Halilintar menyadari kehadirannya

"Eh kamu gadis yang kemarin kan…" Halilintar berkata di samping telinga Yaya yang sukses membuat Yaya kaget setengah mati

"Aku mau Tanya namamu si…"

"HUAAA…" belum sempat Halilintar menyelesaikan kalimatnya Yaya sudah lari terbirit-birit menuju kelasnya

"Aneh…" Halilintar heran dengan kelakuan Yaya

'…tapi aku menyukai sifat dan keluguannya itu' lanjut Halilintar di dalam hati disertai senyum tipis

~LOVE~

"Hah…hah…hah…" Yaya sedang menetralkan nafasnya yang memburu

'Kenapa aku berlari lalu kenapa aku merasa seperti ini,aduh Yaya sadar kamu harus kuat jangan sampai tergoda' Yaya terus menyemangati dirinya sampai ia ingat tujuannya di taman tersebut kan untuk membolos

"Aduh sial gara-gara dia aku lupa kalau aku sedang bolos mana sekarang udah masuk jam kedua lagi" ucap Yaya sambil melihat jam tangan pinknya

'Sudahlah masuk aja dulu terus saat di tanya pinter-pinter deh beralasan lagian yang ngajar juga bukan guru kiler' Yaya menyemangati dirinya di dalam hati lalu masuk kedalam kelas

"Saya disini untuk menganti guru kalian Papa Zola karna ia sedang sakit jadi saya akan mengantikannya selama seminggu…" kak Kaizo berhenti menjelaskan saat Yaya masuk ke dalam kelas

"Maaf pak saya te…" belum selesai Yaya berkata ia langsung terdiam saat melihat kalau yang mengajar bukan pak Papa Zola melainkan kak Kaizo

'Waduh sial kak Kaizo lagi' Yaya merutuki kesialannya hari ini

"Kalian semua kerjakan hal 13-14 soal latihan memakai cara yang terperinci dan jelas saya tidak menerima jawaban yang tidak memakai cara…lalu Yaya kau kesini" kak Kaizo menunjuk Yaya yang sedang terdiam

"Eh iya kak.." Yaya berjalan gontai menuju meja guru

"Kenapa kamu telat" Kaizo berkata dengan santai tapi tidak menghilangkan rasa takut Yaya

"Anu…kak tadi aku ke perpustakaan terus baca buku fiksi eh karna keasikan sampai lupa waktu deh kak" Yaya mencoba membuat alasan yang logis #padahal nga logis -_-

"Hm…coba saya tes biasanya kalo keasikan baca pasti inget donk apa yang di baca sebutin satu aja kalimat yang kamu inget dari buku itu"

'Mampus dah apa ya…udah lah asal jawab aja' batin Yaya pasrah

"Seorang gadis yang berlari karna melihat seorang pemuda yang membuat hatinya tak tenang…"

'Eh…itu kan yang tadi aku lakuin,terus kenapa malah itu yang kepikiran adu bodoh pasti kak Kaizo nga percaya'

"Oh…pasti itu cerita bergenre romance. Yaudah saya percaya cepat duduk dan kerjakan soal yang saya berikan" Kaizo berkata dengan gampangnya lalu mengalihkan perhatiannya kepada sebuah buku matematika

'Hah…kak Kaizo percaya seriusan…' batin Yaya bingung bercampur lega

Yaya pun meninggalkan meja guru dan begegas duduk di bangkunya yang tepat berada di samping Syifa

"Yaya kau kemana saja,kamu masih marah,terus kamu dihukum nga sama kak Kaizo" tanya Ying dengan muka cemas kedua sahabtnya pun sama cemasnya seperti Ying karna tau kak Kaizo orangnya tegas dan sedikit galak

"Huh…aku nga kemana-mana cuma jalan-jalan sebentar terus aku nga dihukum kok sama kak Kaizo dan aku sudah tidak marah lagi sama kalian" ucap Yaya sambil tersenyum tulus karna bagi Yaya mereka adalah sahabatnya yang sangat berarti

"Bagus lah kalau begitu…terus bagaimana kau bisa tidak di hukum" ucap Syifa mewakili kedua temannya

"Ada aja…" ucap Yaya sambil tersenyum karna melihat respon Syifa

Yaya pun melalui hari ini dengan senang karna ia sudah bermaafan degan ketiga sahabatnya dan mungkin karna ia bertemu dengan Halilintar

~LOVE~

Yaya POV

Sekarang ini aku sedang berada di kamarku merenungi kejadian tadi pagi. Akh…aku hampir setres karna kejadian itu,memang sih otakku berkata aku tidak menyukainya tapi kenapa rasanya hatiku berbeda pendapat dengan otakku ini apalagi saat ia menyanyi.

"AKH…APA YANG TERJADI DENGAN DIRIKU INI" teriak Yaya frustrasi

"Yaya ada apa nak" suara ibu yang terdengar kawatir

"Tidak apa-apa kok bu" Yaya berkata sambil merutuki kebodohannya tadi

Sepertinya tadi dia ingin menanyakan sesuatu tapi aku malah lari karna kaget. Ok…aku putuskan besok aku akan meminta maaf dan memperkenalkan diriku dengan sopan dan lagi aku juga belum tau dimana kelasnya.

Ah…jangan terlalu kupikirkan sebaiknya aku tidur karna ini sepertinya sudah larut malam.

Normal POV

Keesokan harinya seperti biasa Yaya bersama teman-temannya mengobrol sebelum jam pelajaran pertama dimulai dan juga Yaya yang habis-habisan digoda oleh ketiga sahabatnya

"Hehehe Yaya bagaimana hubunganmu dengan Halilintar" Syifa memulai

"Udah ah…jangan ngomongin Halilintar mulu dah…dan Syifa yang kamu harus pikirin itu matan kamu yang ada delapan itu" Yaya berkata dengan penekanan pada kata 'mantan'

"Eh serius syifa punya delapan mantan" Ying tidak percaya

'Hehehe…senjata makan tuan Syifa' batin Yaya

"Iya dia curhat sama aku kemarin mantanya ada delapan termasuk si kekanak-kanakan Blaze" Yaya berkata dengan senyuman iblis nya

"Wah kapan kamu pacaran sama Blaze Syifa…" Nanda ikut nimbrung pembicaraan

"Apaan sih aku nga paca…" ucapan Syifa terpotong saat Ying dan Nanda menghujaninya dengan berbagi pertanyaan lainnya

"Awas kau Yaya…" geram Syifa

"Hehehehe" Yaya hanya membalas dengan tertawa kecil

'Sekarang aku aman walau nga tau sampai berapa lama' batin Yaya pesimis

Pelajaran pertama pun dimulai walau pelajaran sudah dimulai Syifa tetap mendapat godaan dari kedua sahabatnya.

~LOVE~

KRING…KRING

Bel tanda istirahat pun berbunyi nyaring hampir semua murid menuju tempat yang sama yaitu kantin kecuali Yaya yang hari ini membawa bekalnya sendiri.

"Ying,Syifa,Nanda hari ini aku nga ke kantin aku bawa bekal. Kalau kalian mau ke kantin ya ke kantin saja aku mau makan di tempat lain soalnya" ucap Yaya kepada ketiga sahabatnya yang hanya ditangapi dengan 'oh' oleh ketiga sahabatnya

"Aku ingin ke taman yang kemarin ah…" ucap Yaya dengan suara kecil agar tempat yang ia temukan kemarin tak diketahui oleh orang lain

Yaya pun mengambil bekalnya lalu pergi ke tempat yang kemarin dan ia beri nama 'taman belakang'

'Aku harap aku tidak bertemu dengan Halilintar di tempat itu karna hari ini aku ingin ketenangan masalah meminta maaf nanti saja karna aku tiba-tiba gerogi' batin Yaya sambil berjalan menuju taman belakang

"Sebenarnya kan aku tidak suka sama Halilintar kenapa sih mereka tetep ngegoda aku…"

SREK…SREK

"Eh apa itu…ah palingan juga tupai kan tempat ini asri banget" Tanpa Yaya sadari ada sepasang mata ruby yang menatapnya sendu dan juga sedih disaat yang bersamaan

"…tapi apa benar aku tidak menyukainnya" lanjut Yaya

BEBERAPA MENIT SEBELUM YAYA BERADA DI TAMAN

"Halilintar kamu menyukai gadis yang kemarin ya…" Taufan berkata yang langsung di hadiahkan jitakan kasih sayang oleh Halilintar

"Tidak" Halilintar berkata dengan singkat dan melanjutkan acara sarapan di sekolah

"Yaudah sih jawab aja nga usah di pukul juga kali…" ucap Taufan dramatis

"Tapi bagaimana kau tau aku sempat bertemu dengannya kemarin" bingung Halilintar

"Hehehe…insting" jawaban yang membuat Taufan kembali mendapat hadiah dari Halilintar

"Lafgi ngumong afa suh *lagi ngomong apa sih* " Gopal datang dengan setumpuk makanan

"Telen dulu makanannya" Halilintar berkata dan menyudahi sarapannya

"Hehehehe…Iya ini udah ditelen terus tadi kalian lagi ngomong apa sih" Gopal kembali bertanya

"Ini Halilintar lagi suka sama anak kelas 7.7 yang namanya…" belum sempat Taufan menyelesaikan kalimatnya ia sudah diseret oleh Halilintar menjauh dari Gopal

"Aneh" Gopal berkata sambil meneguk habis minumannya

Halilintar terus menyeret Taufan tanpa belas kasih lalu melepaskanya setelah merasa sudah cukup jauh dari tempat Gopal berada

"Kau berkata dan menyebarkanya habis kau" Halilintar berkata dengan aura kelam menyelubungi tubuhnya

"Pergi…aku ingin sendiri dulu" Halilintar meningalkan Taufan yang sudah sujud sukur karna masih selamat dari amukan Halilintar

"Huh selamat…" Taufan menghembuskan nafas terakhirnya #eh salah maksudnya menghembuskan nafas lega

Halilintar pergi meninggalkan Taufan yang termenung sambil mensyukuri keberuntungannya karna ia selamat dari amukan Halilintar

"Cih…apa sih aku kan tidak menyukainya tapi mengapa kemarin aku merasa gugup dan gelisah berada di dekatnya…" Halilintar terus bergumam selama di perjalanan menuju tempat faforitnya dan hanya ia yang mengetahuinya yaitu taman belakang

"Apa mungikn aku menyu…" ucapan Halilintar terhenti saat suara gadis memasuki indra pendengarannya

'Eh itu kan dia…sebelum dia lari tanpa alasan aku harus bersembunyi…' batin Halilintar

'Tapi tunggu untuk apa aku melakukan ini lalu perasaan apa ini' batin Halilintar tidak karuan

'Mungkin aku benar menyukainya…' batin Halilintar mantap sebelum…

"Sebenarnya kan aku tidak suka sama Halilintar kenapa sih mereka tetep ngegoda aku…"

…kata-kata Yaya yang memasuki indra pendengarannya membuatnya patah hati

Tanpa tau kelanjutan dari kata-kata Yaya Halilintar langsung pergi dari tempat ia bersembunyi. Ia pergi ke kelasnya dengan perasaan kesalnya yang mungking merupakan pelampiasan dari rasa sedihnya.

~LOVE~

"Cih…sial kenapa aku sekesal ini" Halilintar berteriak frustrasi saat memasuki kelasnya

"Kau kenapa Halilintar" Tanya Fang yang kebetulan sedang berada di kelas Halilintar sedang mengobrol dengan Taufan

"Aku tidak apa-apa" ucap Halilintar dingin yang membuat sahabatnya tersebut diam membisu

"Taufan aku kembali ke kelas dulu ya…" ucap Fang berlalu pergi karna waktu istirahat akan segera habis

Fang pun keluar dari kelas Taufan dengan segudang pertanyaan di kepalanya dan juga dengan kekhawatiran terhadap temanya itu. Setelah Fang keluar dari kelas Taufan, Taufan pun menanyakan keadaan Halilintar.

"Hali kau kenapa" cemas Taufan karna bagi Taufan Halilintar itu orangnya temperament tapi sekarang seperti orang yang tak punya harapa hidup

"Tidak apa-apa"

"Jangan bohong kamu itu sekarang seperti orang yang tak punya harapan hidup tau…"

"…"

'Tuh kan…biasanya Hali pasti marah aku katain tapi ini dia diam…' batin Taufan bingung

'Nih orang berisik banget sih…udah tau lagi patah hati, ditolak tak langsung tau nga' batin Halilintar nelangsa

'Aku cemas Halilintar' Taufan merasakan firasat buruk

Mata pelajaran setelah istirahat adalah pelajaran favorit Halilintar yaitu matematika. Walaupun Halilintar sering bolos, tetapi ia adalah pelajar yang cerdas. Halilintar terus menatap papan tulis yang mulai penuh dengan rumus-rumus yang diyakini Halilintar sudah ia pelajari dangan tatapan enggan.

Halilintar POV

Aneh aku tak pernah merasa sesakit ini. Aku benar-benar kecewa dengan dia, bahkan nama pun aku belum tau.

'Nasibku benar-benar malang'

KKRRIINNGG… KKRRIINNGG… KKRRIINNGG…

Eh…itu kan suara bel pulang. Bukannya tadi aku baru masuk pelajaran ketiga tapi kok udah pulang. Dengan rasa penasaran aku melirik jam tangan yang selalu setia berada di tanggan ku. Aku begitu kaget saat jam sudah menunjukan waktu untuk pulang. Lalu aku dari tadi kemana, apakah aku melamun? Sebegitu sedihnya aku…

"Hali ayo pulang, atau kau mau menginap disini bersama diriku yang super ganteng ini" ucap Taufan narsis sambil menepuk bahuku

Itu suara Taufan sepertinya tersirat rasa cemas dari nada suaranya. Aku tak boleh terpuruk aku harus bangkit, aku tidak boleh membuat sahabat ku cemas.

Dengan kuat aku menjitak kepala Taufan, seperti biasa bila ia melakukan hal bodoh terhadap diriku.

"Dasar mesum…ayo cepat kita pulang" ucap datar seperti biasa

'Sepertinya Hali sudah tidak apa-apa' batin Taufan yakin

Tapi malang bagi Taufan, keyakinan yang ia dapat luntur seketika saat melihat Halilintar tidak merespon candaan dan kejahilannya.

'Sorot matamu sangat redup Hali' batin Taufan cemas bercampur kesal

Sepertinya aku tidak bisa bangkit secepat yang aku mau, buktinya saja aku tidak bisa menimpali candaan sahabatku Taufan.

Normal POV

Taufan terus berpikir kemungkinan apa yang dapat membuat Halilintar seperti ini. Taufan terus seperti itu sampai ia sadar saat menabrak tiang listrik

"Aduh…" rungis Taufan sambil mengusap-usap dahinya

"Hali kau jahat…bukanya bilang kalau ada tiang listrik" ucap Taufan sambil menoleh kesamping berharap menemukan Halilintar, tapi nihil ia tidak menemukan pemuda itu.

Taufan merutuki kebodohannya. Sudah tau Halilintar membutuhkan dirinya, tapi ia malah lalai. Taufan terus mencari Halilintar sampai ia melihat pemuda tersebut sedang menyebrang jalan saat lampu lalu lintas masih berwarna hijau.

"HALILINTAR…" pekik Taufan kaget bercampur takut

Taufan berlari untuk mengejar halilintar tapi…

TIN…TIN…TIN…

"Eh…tunggu itu suara klakson mobil, tunggu aku dimana" Halilintar memandang sekitar, lalu ia sadar bahwa ia dalam bahaya

"HALILINTAR…" suara Taufan memasuki telinga Halilintar

CCCKKKIIITTT…..

BRAK….

'Apakah aku terlabat' batin Taufan lalu terduduk lemas

.

.

.

.

TBC

HOLLAA…aku kembali ada yang kangen nga #di amuk masa

Hehehhe #garuk-garuk kepala maaf author baru bisa update ini juga ngetiknya ngebut jadi berbelit-belit deh ceritanya… XD

Kayaknya lebih dari dua minggu cerita ini ditelantarin. Ini semua gara-gara author sibuk banget belakangan ini…eh terus mood nulis lang deh… #digebukin reader

Untung aja kemaren nonton previw Boboiboy Galaxy jadi mood balik lagi deh…uh seneng banget apalagi pas Boboiboy sama Gopal berebut ngambil bola…terus opening nya juga seru…ngeliat Fang makin ganteng, makin keren, makin apalagi ya...ah pokoknya seru banget ditambah ada kapten Kaizo lagi…terus bla…bla…bla…

Fang : aduh ini author kayaknya udah sableng…kita balas review aja yuk…

Nakamoto Yuu Na

Hai…Nakamoto-san :D

Iya ini haliyaya kok…walaupun nanti nyelip pair lain jadi jangan cemas ok…XD

Chikita466

Wah…kita sama Chikta-san haliyaya juga OTP favori aku #balas pelukan Chikita

Makasih udah suka cerita aku…#terharu

Family-love

Aduh author terharu kamu mereview dua kali huhuhu…

Waduh cakap best pula #author makin terharu

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih…;D

Ini sudah disambung….

Vanilla Blue12

Huhuhu…ternyata ada yang senasib sama author #baper

Ok ini udah lanjut kok…

Ciiko

Maaf ya nga bisa kilat tapi ini udah di next kok…

Makasih juga nih…cerita author dibilang bagus…padahal bagi author cerita ini abal-abalan

Wah kamu udah nonton trailernya BBBG…sekarang tonton juga ya previw nya…

Diah869

Wah kita sama pair kesukaan aku juga haliyaya #tos bareng

Sorry auothor nga bisa kilat sibuk sih…tapi ini udah di next kok…

nee-san

ya pasti di next lah…sesibuk-sibuknya author pasti tetep nyempetin buat nulis kok…

makasih udah bilang cerita author keren…

Cutemuslimah N Alf

Utie-chan…#teriak gj

Kangen deh sana Utie-chan…emang Utie-chan berbuat apa sampai laptopnya disita #turut beduka atau gara-gara Alf #melirik Alf

Ya pasti di next lah Utie-chan masa ditelantarin #kenyataanya ditelantarin

Wah kita sama aku juga udah nonton trailernya…emang sih rada aneh tapi aku tetep suka soalnya Boboiboy nya masih ada kesan imut-imut gitu…XD

Regina Ramadhani

Wah emang lucu gitu ya…aduh makasih udah dibilang lucu #ceritanya bukan orangnya

Kamu kelas 7.7 juga sama donk sama aku…dulu juga aku kelas 7.7 kelasnya rame banget deh…

Fang :

aduh ini author kasian amat dah sampe jawab semua review di sini gara-gara paketan hampir abis…ckckckckc…

ok semua review udah di jawab. Aku Fang mewakili author dan yang lain mengucapkan terima kasih. Tanpa kalian cerita ini tidak ada apa-apa nya...

.

.

.

FOR THE LAST REVIEW PLEASE XD