[PENTING! BACA A/N DIBAWAH SAMPAI HABIS!]

Ryu D.(onquixote) Doflamingo Presents…

Naruto : After War.

[Judul Akan Diganti di Chapter Berikutnya.]

Rate : M.

Disclaimer : Saya Cuma Punya Cerita Ini Aja.

Summary : Setelah perang, Naruto dan Sasuke diberi kesempatan kedua oleh Kaguya. Apa kesempatan yang ditawarkan Kaguya.

[Summary Akan Diganti di Chapter Berikutnya]

Warning : Gaje, Typo, Dimensional Travel, XOver!, DLL.

.

Terimakasih Buat Kalian Semua Yang Telah Berbaik Hati Untuk Mereview Fic Ini! : Ikanatsu, uchiha leo, .58, agung. , Yogi.35912, namikaze natsu, Ailfrid, Guest (1), Ashura naruto sannin, minyak tanah, altadinata, 1, Guest (2), AlanhefildDery, Kirisaki Shin, Nakazawa Nazuka, Shido, Seiryu, leontujuhempat, Namikaze007, Dark Namikaze Ryu, nanaleo099, thedy76, shintaro, Namikaze uzumaki ilham, .9, Rinnegan Serizawa, Naminamifrid, SECRET ADMIRER, Varian Andika, , Ae Hatake, yuichi, 27, nichan-ah, zukito, namikaze16, silent reader, Arif, .faris, , Guest (3), ahmadbima27, lemonade, andibhayangkara, Dickymabiesojo, reviewer gelap, agisummimura, rasenjogato007, Hiruka, UzumakyDesy, Onixynight, , dan RaFa LLight S.N.

[Mohon maaf apabila ada yang namanya tidak tertulis atau ada kesalahan penulisan nama. Karena saya mengetik namanya satu-persatu. Karena, apabila saya pakai metode CoPast, ntar ada beberapa nama yang kaga muncul atau jadi 19. Dan sebagainya.]

Q/A :

Kenapa Naruto dan Sasuke dipisah?

Sengaja, nantinya, fic ini akan berfokus tentang Naruto di dunianya. Setelah tamat, fic baru yang menceritakan Sasuke, juga akan dibuat.

Update!

Iya.

Yang keempat judul Animenya apa?

Highschool DxD.

Cara buat akun Fanfiction gimana?

Umm… Gimana ya? Sebenernya kaga terlalu beda sih sama daftar Facebook/Twitter. Tinggal klik Sign Up, lalu isi kolom-kolomnya.

.

Yah, Sepertinya Cuman Itu Pertanyaan-Pertanyaan Dari Reviewer Non-Login.. Oke! Selamat Membaca!

.

Chapter 2 : New World

"Hmmm…. Pilihan yang menarik.. kenapa kau memilih itu?" Tanya Kaguya pada Naruto.

"Hehehehe.. Entahlah, hatiku berkata kalau dunia itu menarik." Ucap Naruto.

Kaguya hanya tersenyum melihat reinkarnasi cucunya itu, "Kau benar-benar reinkarnasi Ashura, mengikuti segala hal berdasarkan hati dan perasaan."

Naruto hanya menyengir mendengar kata Nenek Buyutnya itu.

"Baiklah, kami akan mengirimmu kedunia itu. Tapi ingat, ingatanmu tentang dunia Shinobi serta semua kemampuan lamamu akan kami hapus." Jelas Kaguya.

"Tunggu dulu! Bagaimana dengan Kurama!?" Tanya Naruto.

Hagoromo tak menjawab pertanyaan Naruto. Dia malah tersenyum kemudian menjentikkan jarinya.

BOFFTTT.

Kumpulan asap yang sangat besar tiba-tiba muncul mengelilingi mereka. Setelah asap tersebut mulai memudar dan kemudian menghilang, terlihat sembilan makhluk raksasa dengan bentuk dan jumlah ekor yang berbeda-beda, "Ini mereka. Dan Kurama, dia akan tinggal disini bersama kami, bersama delapan Bijuu lainnya." Jawab Hagoromo.

"Benar Partner. Mungkin ini saatnya mengucapkan perpisahan." Ucap Kurama pada Naruto.

"Kenapa kau tidak ikut bersamaku!?" Tanya Naruto.

"Itu tidak mungkin. Kepergianku akan mengacaukan sistem sembilan bijuu dan tentunya akan mengacaukan dunia ini." Jelas Kurama.

Tampak Naruto mulai meneteskan air matanya, "Jangan menangis Naruto. Kami akan selalu mengawasimu." Ucap Son dan kemudian mengulurkan kepalan tangannya diikuti 8 bijuu lainnya.

Naruto menghapus air matanya kemudian menyatukan tinjunya sambil tersenyum, "Arigatou, Minna, Kurama."

Naruto mengalihkan pandangannya pada Sasuke dan mengulurkan kepalan tangannya. Mengerti masuk Naruto, Sasuke juga mengulurkan kepalan tangannya dan menyatukannya dengan tangan Naruto.

"Kurasa, ini saatnya kita berpisah."

"Kau benar."

Tubuh Naruto pun mulai bercahaya, "Selamat tinggal, Saudaraku." Naruto sempat memberikan sebuah senyuman tulus sebelum dirinya lenyap ditelan cahaya.

"Ya, Saudaraku." Balas Sasuke juga dengan senyum tulus yang tak pernah diberikannya pada siapapun.

"Selamat tinggal, Naruto." Ucap Kesembilan bijuu, Hagoromo, dan Kaguya.

Kaguya menatap Sasuke, "Dan kau, apa pilihanmu?"
Sasuke memandang keenam layar proyeksi di hadapannya, "Tidak adakah dunia lain yang lebih menarik?"

.

.

.

[Disuatu Tempat….]

Disebuah pulau, Seorang bocah berumur sekitar 13 tahun terbaring lemas ditanah. Dia memiliki rambut kuning jabrik, dan 3 pasang goresan di pipinya yang menyerupai kumis kucing. Dia memakai set jaket Hitam-Oranye yang tampak sangat kebesaran untuk tubuhnya. Ditambah dengan ikat kepala dengan lambang aneh dikepalanya. Kondisinya sangat memprihatinkan, tubuhnya penuh dengan luka. Tampaknya, dia habis bertempur melawan sesuatu. Apapun itu, yang jelas apa yang dilawannya tidaklah seimbang dengannya.

"Oy! Ace! Sabo! Lihat apa yang aku temukan!"

Kini, tampak 3 orang anak tengah mengerubungi anak yang pingsan tadi. Tampak wajah-wajah bodoh mereka memandang penuh minat kearah bocah yang pingsan tadi.

"Oy! Ace, apa kau mengenalnya?" Tanya seorang bocah bertopi jerami kepada temannya yang diketahui bernama Ace.

"Entahlah Luffy, aku baru pertama kali melihatnya. Bagaimana menurutmu, Sabo?" Tanya Ace kepada seorang bocah bertopi yang dipanggil Sabo.

"Aku juga baru pertama kali melihatnya." Jawab Sabo.

Siapa dia? Dimana dia tinggal? Kenapa bajunya kebesaran? Kenapa tubuhnya penuh luka? Apakah dia alien? Berbagai pertanyaan mulai berputar liar di otak 3 bocah ber-IQ jongkok itu.

Sabo menemukan pergerakan pada tubuh bocah itu, "Sepertinya dia masih hidup. Bagaimana kalau kita bawa pulang?" Usulnya.

"Kau gila!? Dadan pasti tidak akan mengijinkan! Paling-paling kita akan dihajar lagi." Ucap Ace tidak setuju.

"Yah, tapi mau bilang apa… Masa' kita tega meninggalkannya disini?"

"Sabo benar. Lagipula langit sudah gelap. Mungkin sebentar lagi turun hujan." Luffy memasang pose sok berfikir.

"Tapi…"

"Sudahlah. Ayo kita bawa anak ini." Kata Sabo sambil menggendong bocah berambut jabrik itu.

.

.

[Dadan's House.]

"Pwuahhh! Dogra, ambilkan lagi sakenya!"

"Baik bos!"

Saat ini, seorang pria tu… Eh! Seorang wanita tu..! Etto… Seorang wanita muda cantik dan sexy yang tampaknya merupakan bos di rumah itu tengah menunggu sake yang diambilkan salah satu anak buahnya. Sudah 10 botol sake diminumnya hari ini. Kelihatannya dia tengah menunggu seseorang.

"Kenapa mereka belum pulang ya? Sudah mau hujan lagi.." Gumam Wanita itu atau lebih dikenal dengan nama Dadan.

Ternyata gumaman Dadan didengar Magra, salah satu anak buahnya, "Kau mengkhawatirkan mereka bos?" Tanyanya berusaha menggoda bosnya.

"Iya, Eh! APPAAA! TIDAK! Untuk apa aku mengkhawatirkan berandalan seperti mereka!?" Sanggah Dadan.

Tok! Tok! Tok!

"OKAERINASAIIIII!"

"Panjang umur. Baru dibicarain udah muncul." Ucap Magra.

"Oh, kalian bertiga sudah pulang? Apa yang kalian bawa hari ini? Dan Sabo, siapa yang berada digendonganmu itu?" Tanya Dadan.

Sabo menurunkan bocah digendongannya, "Kami mendapatkan 2 ekor buaya dan 20 karung kayu bakar. Dan anak ini? Aku juga tak tahu. Kami menemukannya terkapar ditengah hutan." Jawabnya.

Magra dan Dogra yang telah kembali dari dapur memperhatikan anak itu dengan seksama, "Wah, keadaannya buruk sekali." Ucap Dogra, "Kau benar Dogra. Apa dia telah diserang oleh monster atau semacamnya?" Tanya Magra.

Luffy mengangkat bahunya, "Entahlah, saat kami menemukannya, dia sudah seperti itu."

"Kami memutuskan membawanya kemari." Tambah Ace.

Semua mata menatap kearah Dadan.

"Kenapa kalian menatapku seperti itu!? Aku tidak setuju!" Tolak Dadan.

"Tapi bos, dia sekarat. Masa' kau tega meninggalkannya dihutan? Sebentar lagi kan mau hujan." Ucap Magra.

"Aku tidak pe…"

JDERRRR! JRESSSHHHHHHHH…..

"Tuh kan…"

Sebenarnya Dadan juga tidak tega, tapi dia sudah cukup stress dengan kehadiran 3 monster kecil dirumahnya. Kalau anak ini tidak sekarat, mungkin Dadan langsung mengusirnya. Tapi tidak ada pilihan lain, "Ya. Baiklah. Tapi ingat, aku tidak bertanggung jawab. Anak itu menjadi tanggung jawab kalian!" Dadan akhirnya menyetujuinya.

"Hore! Dadan, ternyata kau memang baik. Tidak seperti bandit gunung lainnya." Ucap Luffy, Ace, dan Sabo kemudian mereka membawa anak itu ke kamar mereka.

'Apa itu!? Mereka mengatakan kalau aku ini baik?' Dadan membatin dan tanpa sadar meneteskan air mata.

"Hei bos, kau menangis?" Tanya Dogra.

"Tidak, aku tidak menangis!"

"Kau menangis.. Lihat tuh air matamu mengalir deras."

"Huhuhuhuhu, Eh! AKU TIDAK MENANGIS!"

.

.

"Hei! Dia sudah sadar!"

Bocah berambut pirang jabrik itu mulai mengerjap-erjapkan matanya, berusaha menetralkan banyaknya cahaya yang tiba-tiba masuk kematanya. Dia berusaha untuk duduk namun tubuhnya masih lemas. Berinisiatif, Ace membantu anak pirang itu duduk, "Sudah berapa lama aku pingsan?" Tanya anak itu.

Bukannya menjawab, Luffy malah memperkenalkan dirinya, "Aku Luffy! Orang yang akan menjadi raja bajak laut! Nah, orang yang memakai topi itu, Sabo." Sabo, melambaikan tangannya, "dan orang berwajah bodoh itu, Ace!" Lanjut Luffy.

"HEY!" Teriak Ace tersinggung.

"Jadi, siapa namamu!?" Tanya Luffy tanpa memperdulikan amukan Ace.

"Naruto. Namikaze D. Naruto."

Memutuskan menemui Dadan, Luffy, Ace, dan Sabo membawa Naruto keruang tengah. Namun, saat membuka pintu kamar dan hendak memasuki ruang utama, betapa terkejutnya mereka saat melihat Dadan tiba-tiba muncul dengan wajah garangnya. Untuk, Luffy, Ace, dan Sabo, hal itu sudah biasa bagi mereka dan mereka tidak terkejut lagi. Tapi lain hal untuk Naruto. Dengan rasa kaget yang teramat sangat, secara reflek, Naruto melompat kearah Dadan kemudian menendang wajah cantiknya dengan sangat keras.

DUAKHHHHHH!

"SETAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNN!"

.

.

"Gomenasai…."

Entah berapa kali Naruto mengucapkan maaf. Kini dihadapannya, Dadan tengah duduk dengan wajah yang sangat kesal, "Kenapa kau menendangku!?" Tanyanya marah.

"Maaf. Aku sangat terkejut tadi, kau tiba-tiba saja muncul dihadapanku dengan wajah Psikopatmu itu. Dan yang tadi itu hanya reflek." Ucap Naruto menyesal.

"Psi.. Psi.. PSIKOPAT! KAU BILANG WAJAHKU SEPERTI PSIKOPAAATTTTTT!"

"Ya.." Naruto tertunduk.

"HUUHUHUHUUUHUUU!" Dadan menangis tersedu-sedu kemudian menarik kerah baju Dogra dan Magra.

"HUHUHUHUHU! DOGRA, MAGRA! MENURUT KALIAN, APA WAJAHKU INI SEPERTI PSIKOPAT!?" Tanya Dadan sambil mengguncang Dogra dan Magra.

"He.. Hei! Tenangkan dirimu Bos!"

"Apa yang dikatakannya tidaklah salah!"

Salah bicara.

Dadan berhenti mengguncang-guncang Dogra dan Magra. Suasana menjadi hening seketika. Aura gelap tiba-tiba menguar dari tubuh Dadan. Naruto, Luffy, Ace, Sabo, Dogra, Magra, dan anak buah Dadan yang lain yang melihat itu hanya bisa Sweatdropped missal. Suasana dan Hawa tak mengenakkan melanda mereka. Semua mempunyai firasat buruk.

"Psikopat heh?" Suara dingin Dadan memecah keheningan.

"B.. Bos?"

"AKAN KUTUNJUKKAN APA YANG DISEBUT PSIKOPAT!" Dadan kemudian menerjang semua orang yang ada di Dadan's House, tanpa terkecuali.

Dia meng-obrak-abrik seluruh penjuru rumahnya.

"GKYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

.

.

[2 Bulan Kemudian….]

Disebuah hutan, 4 orang anak tengah berlari mencari hewan yang bisa mereka buru. Mereka adalah Naruto, Luffy, Ace , dan Sabo dengan pipa paralon di genggaman mereka.

Naruto, yang ternyata tidak mengingat apapun selain namanya, tidak butuh waktu lama untuk menjadi dekat dengan 3 bocah tadi. Bahkan, minggu lalu mereka sudah bertukar cawan sake yang meresmikan ikatan persaudaraan mereka. Naruto sebagai aniki tertua, Sabo dan Ace sebagai adik Naruto serta kakak dari Luffy yang merupakan ototo terkecil mereka.

"Naruto-nii! Hari ini kita berburu apa?" Tanya Luffy pada kakaknya itu.

"Entahlah Luffy.. Bagaimana menurut kalian?" Naruto mengalihkan pandangannya pada dua adiknya yang lain.

GROOARRRRR!

Saat Sabo dan Ace hendak mengutarakan pendapatnya, mereka dikejutkan dengan auman keras dari seekor macan raksasa. Macan berwarna hitam dengan corak oranye itu memiliki tinggi 5 meter, serta panjang sampai ekor sekitar 15 meter.

"AHH! Bagaimana kalau dia!" Seru Sabo dan Ace bersamaan.

"Tentu saja!"

"Shishishishi…. Aku sudah tidak sabar! Macan bakar, pasti sedap!"

Macan itu menerjang Naruto dan ketiga adiknya. Namun, dengan gesit, keempat bocah itu mampu menghindari serangan Macan berukuran jumbo itu. Luffy memulai serangan pertama dengan merenggangkan tangan karetnya, "Gomu Gomu no Pistol!"

Tangan karet itu melesat dengan cepat. Namun, bukannya mengenai sang macan, tangan itu malah menghantam tanah kemudian berbalik arah dan menghantam wajah Luffy, "UAGHH!" Luffy terpental dan dengan bodohnya mendarat di depan mulut sang macan.

"Adudududuh…."

"LUFFYY! AWAAASSSS!" Teriak Sabo dan Ace.

Luffy mengalihkan pandangannya kesamping. Betapa terkejutnya dirinya mendapati seekor macan dengan liur yang menetes-netes hendak melahap badan kecilnya.

"GROOOARRR!"

"GKYAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

DRUAKKKGGGHHHHH!

Saat Macan itu hampir memakan Luffy. Sebuah pukulan telak mendarat di kepala sang macan yang membuat macan malang itu menghantam tanah dan pingsan dengan mata spiral komikal serta bintang-bintang komikal yang berputar di kepalanya.

"Luffy… Kan sudah kubilang, teknik pistolmu itu belum sempurna." Ternyata Narutolah yang telah menghantam kepala Macan itu dengan pipa paralonnya.

"Bukan tidak sempurna, tapi tidak berguna!" Tawa Ace.

Ejekan Ace tentu saja membuat Luffy geram. Pertengkaran komikal pun tidak terelakkan.

DUAKGHH! DUGGHH!

Ace dan Luffy mengusap benjolan dikepala mereka akibat hantaman pipa Naruto.

Naruto menyengir kepada ketiga adiknya itu, "Ayo kita makan!" Ace, Sabo, dan Luffy pun membalas dengan cengiran yang sama.

[Keesokan harinya.]

"LUFFYYY, ACEE, SABOOOOO!"

3 bocah yang sedang membakar seekor buaya besar itu mengalihkan pandangannya ke belakang dan menemukan Naruto yang tengah berlari tergopoh-gopoh kearah mereka, "Ada apa, Nii-chan?" Tanya Ace.

"Hehehe… Lihat apa yang kutemukan!" Seru Naruto riang sembari menunjukkan benda ditangannya.

Ternyata, benda yang dipegang Naruto adalah sebuah benda aneh berbentuk buah. 'Buah' tersebut memiliki bentuk seperti apel, memiliki warna coklat dengan garis-garis kasar diseluruh bagian kulitnya.

"Apa itu?" Tanya Sabo bingung.

"Entahlah, aku menemukannya tak jauh dari tempat kalian menemukanku 2 bulan lalu!" Jelas Naruto.

"Ini seperti Akuma no Mi.." Luffy tiba-tiba menggumam.

"Akuma no Mi?" Beo ketiga saudaranya.

"Yah, kabarnya, buah ini dapat memberikan kekuatan-kekuatan aneh yang berbeda-beda. Bahkan kemampuan Gomu-Gomu-ku berasal dari buah seperti ini." Jelas Luffy.

"Darimana kau tahu?" Tanya Ace.

Luffy hendak menjawab, namun terpotong oleh Naruto yang berteriak kesenangan, "SUGGGOOOIIIIII! Kekuatan apa yang akan aku dapat yah!?" Kata Naruto, "GULP!" Naruto memakan buah itu.

"HUEKKKK! RASANYA GAK ENAK!" Teriaknya.

"HHEEEEHHHHH! KAU MEMAKANNYA!?" Teriak Luffy, Ace, dan Sabo.

"Hehehehe.. Habis, tadi Luffy bilang aku bakal kekuatan super. Jadi aku makan saja. Tapi kelihatannya tidak ada apapun yang berubah." Jawab Naruto.

"Kata Shanks, orang yang makan buah itu tidak akan pernah bisa berenang. Dan jika kau tidak beruntung, maka buah itu bisa saja memberikanmu kekuatan yang membuatmu aneh."

"EHHHHH!"

"Ngomong-ngomong, bagaimana rasanya, Niichan?" Tanya Ace penasaran.

"Entahlah! Sulit untuk menjelaskannya! Yang jelas rasanya seperti pahit keasam-asaman yang tercampur aduk." Jelas Naruto.

"Eh!? Bau apa ini?" Tanya Sabo mengalihkan pembicaraan setelah mencium bau baru yang masuk ke hidungnya.

"EHHHHHHHH! BUAYANYA GOSONGG!"

.

.

Naruto, Luffy, Ace, dan Sabo kini tengah berjalan melewati hutan. Mereka sedang mencari hewan baru untuk mereka bakar. Gara-gara Akuma no Mi yang ditemukan Naruto, mereka melupakan buaya yang sedang mereka bakar sehingga gosong dan tidak bisa dimakan lagi.

"Huh! Ini gara-gara kau, Naruto-nii!" Semprot Luffy pada Naruto.

"Apa-apaan! Aku kan hanya menunjukkan benda yang kutemukan!" Naruto tak mau kalah.

"Sudahlah, Luffy, Naruto-niichan! Lebih baik kita fokus mencari buruan kita!" Lerai Sabo.

Tak lama, Naruto dan ketiga adiknya melihat pergerakan dari sebuah semak belukar. Memutuskan untuk mendekat, betapa terkejutnya mereka ketika melihat beruang setinggi 6 meter tiba-tiba muncul dari semak-semak tadi.

"GROOOOAAARRRRR!"

Tanpa ampun, beruang tadi langsung menggunakan tangannya dan memukul 4 bersaudara itu menjauh. Pukulan yang sangat kuat dari seekor beruang raksasa, mau tak mau membuat Naruto, Luffy, Ace, dan Sabo terpental jauh.

"UAGHHHH!"

"GAHHHHHH!"

"UKHHHHHH!"

"KYAAAAAAAA!"

Kini, tampak Naruto dan saudara-saudaranya terkapar tak jauh dari sang beruang. Beruang ini cukup kuat sehingga mampu melukai mereka cukup parah. Keempat bocah itu masih memiliki kesadaran, namun luka-luka yang cukup banyak membuat mereka kesulitan bergerak. Mereka semua membelalakkan mata saat sang beruang mengangkat kakinya dan mencoba memijak dan menghancurkan Luffy dan saudara-saudaranya.

'Sial! Apa kami akan mati!' Batin mereka semua yang entah kenapa bisa sama.

Tanpa sadar, tubuh Naruto tiba-tiba bergerak sendiri, Naruto mengangkat tangan kanannya, menjulurkan jari telunjuknya dan mengarahkannya kearah sang beruang "Mokuton : Juumokusenbon!" (Wood Release : A Thousand Wood Neddle!).

Tiba-tiba saja, melalui jari telunjuk Naruto, muncul ribuan kayu kecil yang mirip dengan jarum yang menyerang sang beruang. Tusukan dari ribuan jarum kayu tersebut ternyata berhasil melumpuhkan dan membuat sang beruang jatuh dan mati.

Luffy, Ace, dan Sabo memandang Luffy dengan pandangan tidak percaya, "SUGGGOOOOIIIIIIII!" Teriak mereka bertiga bersamaan dengan mata bintang komikal.

"Bagaimana kau melakukannya!?" Tanya Luffy.

"Entahlah, tubuhku bergerak sendiri." Jawab Naruto sekenanya.

"Itu berarti, yang kau makan tadi adalah buah iblis!" Tebak Ace.

"Kita namakan apa yah?" Sabo memasang pose berfikir.

"Bagaimana kalau Moku-Moku no Mi? (Wood Wood Fruit.)" Usul Naruto.

"Moku-Moku?"

Luffy mengangguk setuju, "Ya! Itu nama yang keren, Niichan!"

"Ya, Moku-Moku Naruto-niichan memang keren. Tapi tidak seperti Gomu-Gomu milikmu yang tidak ada gunanya." Ejek Ace.

"Apa kau bilang!?" Luffy tersinggung.

"Lemah, BWEKKK!" Ace menjulurkan lidahnya.

Untuk entah-yang-keberapakalinya Luffy dan Ace kembali bertengkar. Naruto dan Sabo hanya bisa sweatdropped. Samar-samar mereka sempat mendengar 'Gomu-Gomu no Pistolku bisa memecahkan wajahmu!' dan 'Sudah kubilang lemah, yah tetap lemah!' dan beberapa ejekan seperti 'karet gelang', 'jerawat', dan sebagainya.

Menggunakan insting, Naruto mengatupkan kedua tangan dan berkonsentrasi, "Mokuton : Shichuurou!" (Wood Release : Four-Pillar Prison!).

Tiba-tiba, muncul kayu-kayu yang menjulang tinggi mengelilingi Luffy dan Ace yang sedang bertengkar. Kayu-kayu tersebut terus bergerak sampai akhirnya membentuk sebuah penjara yang mengurung Luffy dan Ace. Pertengkaran Luffy dan Ace pun terhenti.

"SUGGOOOIIII!" Teriak Sabo, "Bagaimana kau melakukannya!?" Tanyanya.

Naruto sempat terjatuh dan terengah-engah setelah menggunakan jurus tadi. Setelah mengambil nafas, Naruto berdiri dan memandangi tangannya lalu tersenyum senang, "Bagaimana? Keren bukan? Aku hanya mengikuti instingku saja. Tapi, sepertinya aku harus banyak berlatih. Membuat penjara ini saja sudah membuatku sangat kelelahan." Naruto menjelaskan.

Ace dan Luffy yang sempat terkagum-kagum tiba-tiba menyadari sesuatu, "Eh? Naruto-nii? Bisa keluarkan kami?" Tanya mereka yang mulai panik.

Naruto tidak menggubris mereka dan malah mengalihkan pandangannya kearah Sabo dan mengedipkan matanya. Sabo yang mengerti maksud sang Nii-chan hanya menyeringai sebagai balasan kedipan mata Naruto.

"Oy, Sabo! Kurasa aku mendengar sesuatu.." Kata Naruto dengan wajah liciknya.

"Ya, Niichan. Tapi untuk apa kita perdulikan, lebih baik kita pulang dan membawa beruang ini untuk Dadan." Sabo mengikuti Naruto dan memasang wajah licik.

Naruto dan Sabopun meninggalkan Luffy dan Ace.

"HEY!"

"LEPASKAN KAMI!"

"NIICHAN, SABO!"

"LEPASKAN KAMI, BRENGSEKKKKK!"

.

.

.

[Satu Tahun Kemudian…]

Semua anggota Dadan's Familiy sedang berdiri di pinggir pantai utara pulau itu. Mereka kini tengah bersiap melepas Naruto yang hendak melanjutkan petualangannya mengarungi seluruh lautan.

Naruto saat ini memakai dalaman kemeja oranye dan dilengkapi dasi berwarna hitam. Kemeja tersebut dibalut dengan setelan Tuxedo putih yang dibiarkan terbuka. Untuk celana, dia memakai set yang sama berwarna putih. Dan untuk sepatu, Naruto hanya memakai sepatu berwarna hitam. Naruto tampak cool dengan semua pakaian yang membalut tubuhnya yang memiliki tinggi 175cm. Ditambah lagi, sebuah topi tinggi berwarna putih yang mirip dengan topi milik Sabo. Yang membedakan hanya warna putih dan jika pada topi Sabo diikatkan Google, maka topi milik Naruto dihiasi Hitai-ate hitam yang ditemukan Luffy, Ace, dan Sabo setahun yang lalu. Pertanyaannya dimana Naruto mendapatkan satu set pakaian mahal tersebut? Jawabannya sederhana. Mencuri. Dan setelah merasa semua lengkap, Naruto kini siap untuk berangkat.

"Jadi, ini saatnya. Luffy, Ace, Sabo inilah saatnya kita berpisah. Jangan lupa jaga diri kalian." Ucap Naruto sambil tersenyum.

Luffy dan Ace ikut tersenyum, "Tentu saja, Niichan! Suatu saat, kita pasti akan bertemu di lautan." Ucap Luffy semangat dan diikuti anggukan Ace dan Sabo.

"Dadan, mungkin kau menyeramkan, galak, dan semacamnya. Namun, sebenarnya, kau itu adalah seorang ibu yang baik. Kali ini, aku minta tolong dengan sangat padamu, jaga mereka ya." Naruto memeluk Dadan.

Naruto melepaskan pelukannya. Dadan yang dipuji seperti itu kemudian menangis tersedu-sedu. "Hey Bos! Kau menangis!?" Tanya Dogra dan Magra.

"HUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHU! Eh! TIDAK!" Dadan membantah.

"Tapi air matamu mengalir deras."

"HIKS! AKU TIDAK MENANGIS!"

Naruto tersenyum melihat pemandangan didepannya. Inilah yang membuat Dadan's Family tidak pernah membosankan. Bos yang memiliki ego dan harga diri tinggi, namun peduli dengan orang-orang disekitarnya, anak buah dengan kepribadian yang berbeda-beda yang sangat setia dan loyal pada bosnya, dan masih banyak hal yang membuat Naruto berat untuk meninggalkan keluarganya itu.

Naruto berjalan kearah ketiga adiknya, kemudian memeluk ketiga adiknya itu dengan erat., "Jaga diri kalian yah, Ototou." Ucapnya. "Ha'I Aniki." Balas ketiga adiknya kompak.

Naruto menaiki kapalnya dan menurunkan layarnya. Hanya layar putih biasa, karena Naruto tidak seperti ketiga adiknya yang mempunyai impian menjadi bajak laut. Naruto, memilih menjadi pelaut biasa dengan impian mengarungi seluruh lautan dan menemukan All Blue. Untuk kapal Naruto, kapal yang diberi nama 'Kurama' itu memiliki ukuran yang cukup besar (A/N : Ukuran Sama Seperti Going Merry.). Memiliki layar putih yang berlambang spiral dan memiliki tulisan 'NARUTO' dibawahnya. Kapal yang dibuat dari kemampuan Moku-Moku Naruto itu memiliki fitur yang sangat lengkap. Mulai dari mesin uap untuk melewati Calm Belt, kolam renang, 10 kamar, dapur, dan berbagai fitur lainnya. Ternyata, kemampuan Moku-Moku milik Naruto mampu mengeluarkan berbagai jenis kayu. Salah satunya kayu Adam, yang dikatakan sebagai jenis kayu terkuat yang pernah ada. Naruto pun menggunakan kayu adam untuk membuat kapalnya. Dibagian depan kapal, terdapat ukiran kepala rubah oranye yang bernama 'Kurama'.

Mulai menjalankan kapalnya, Naruto melambaikan tangannya kearah para teman dan keluarganya. Luffy, Ace, dan Sabo juga melambaikan tangannya sembari berteriak, 'SAAT KITA BERTEMU, KITA MUSUH!' yang dibalas dengan anggukan kakaknya. Naruto juga melihat Dogra dan Magra serta seluruh anak buah Dadan yang melambaikan tangan dan dilengkapi dengan senyuman. Dan terakhir, dia melihat Dadan yang menangis tersedu-sedu.

"AKU BERANGKAT!"

.

.

To Be Continiue…

.

.

A/N : Yo! Minna! Chapter Kedua Sudah Update! Sudah Tau Kan Di XOver-in Sama Anime Apa? Yup! One Piece. Kelihatannya, Permintaan Di Review, PM dan E-Mail Sangat Bervariatif. Namun, Setelah Saya Hitung, Ternyata Jumlah Orang Yang Meminta Naruto di One Piece atau Highschool DxD Itu Sama! Setelah Saya Pertimbangkan, Akhirnya Saya Memutuskan Memasukkan Ke One Piece Karena DxD Sudah Terlalu Banyak.

Eniwey, Untuk Chapter 3, Bakalan Saya Pindah Ke Fandom NarutoxOne Piece. Jadi, Buat Yang Nunggu Fic Ini Update, Tungguin Aja Di Fandom Itu. Dan Buat Kemampuan Naruto, Disini Sudah Disebutkan. Kemampuan Naruto Diambil Dari Fandom Naruto. Mokuton!

Info Devil Fruit Naruto.

Nama : Moku Moku no Mi (Wood Wood Fruit, Buah Kayu Kayu.)

Tipe : Logia.

Kemampuan :

Mokuton : Juumokusenbon (Wood Release : A Thousand Wood Neddle.)

Naruto menjulurkan jari telunjuknya dan mengeluarkan peluru-peluru jarum yang terbuat dari kayu.

Jarak Jurus : Sempit, Kelas : Bawah.

Mokuton : Shichuurou (Wood Release : Four-Pillar Prison.)

Naruto memunculkan sebuah penjara kayu yang dapat memenjarakan musuh.

Jarak Jurus : Sempit-Luas, Kelas : Bawah-Menengah.

Oke Itu Aja! Buat Yang Ada Saran Atau Pertanyaan, Silahkan Saja Tulis Di Kolom Review. Hargai Kerja Keras Saya Dengan Menggunakan Waktu Kalian Sekitar 5 Menitan Untuk Memberi Kritik, Saran, ataupun Pertanyaan Pada Saya.

Fic Akan Di Update Setelah 100 Reviews Masuk! :D

Jadi, Buat Yang Pengin Fic Ini Lanjut, Mohon Reviewnya!

Review