CHAPTER 1

OH FAMILY

.

"Baba~ kita akan bertemu dengan appa kan?" tanya seorang bocah yang sedang memeluk boneka Pikachu kepada sang ayah yang duduk di sampingnya

"Tentu saja sayang" Luhan sang ayah mengelus rambut anak berumur 6 tahun yang bernama Ziyu

"Sehun appa kan?" tanya Ziyu memastikan dengan wajah polosnya

"Iya sayang~ memangnya aku punya berapa suami" Luhan tertawa kecil mendengarkan Ziyu yang sudah sangat merindukan sang ayah.

"Benarkah?" Ziyu melontarkan puppy eyes-nya

Luhan hanya bersenandung menjawab pertanyaan anak keduanya lalu dia tersenyum.

"Kau begitu merindukan appa mu ya?" Luhan melihat anaknya yang hanya menganggukkan kepalanya. "Tapi kan kita sudah menghubungi appa sebelum berangkat" lanjut Luhan

"yeaaah riiggghhttt" anak pertama Luhan, Haowen yang sedang menutup mata dan mencoba untuk tidur mendengar Baba nya berbicara lalu membiarkan nada sarkastik keluar dari mulutnya.

Dia mengangkat masker tidur bergambar Doraemon hingga mencapai dahinya dan sedikit memiringkan wajahnya hingga dia bertatap mata dengan Baba nya "Baba hanya membiarkan kami berbicara dengan appa tidak lebih dari satu menit dan baba langsung mengambil hp dari tangan kami" kata bocah berumur 9 tahun tersebut. Luhan menatap anak pertamanya yang duduk di sebelah adiknya, Ziyu.

"Itu karena aku merindukan appa mu" Luhan cemberut tanpa ia sadari

"Tapi baba skype dengan ayah semalam selama berjam-jam dan aku juga ingin berbicara dengan Lev" kali ini Haowen yang sedang cemberut. Luhan mencubit pipi Haowen saking gemasnya karena dia terlihat lucu saat sedang cemberut dan itu membuatnya semakin imut karena dia memakai masker tidur Doraemon dan juga bantal leher dengan gambar yang sama. Haowen sangat menyukai robot berwarna biru tersebut.

"Yah! Adikmu belum bisa berbicara dan dia sudah tertidur semalam" Luhan berpikir kalau Haowen sangat mirip dengan suaminya, Sehun. Tidak hanya wajahnya yang merupakan duplikat Sehun tetapi ayah dan anak sama-sama memiliki kepribadian yang nakal dan manja.

Hari ini adalah hari Sabtu. Hari dimana Luhan dan anak-anaknya terbang ke Korea. Karena Luhan adalah istri laki-laki Oh Sehun, seorang pengusaha jutawan, terbang kelas pertama merupakan sesuatu yang tidak ada apa-apa baginya. Dia juga mampu terbang dengan jet pribadi tetapi tidak… Sehun tidak akan mengizinkannya. Sehun mempunyai kepribadian yang down to earth dan dia akan berkata "Lu kita harus tetap humble"

Keluarga Oh baru saja pindah dari tanah kelahiran Luhan yaitu China karena ayah Sehun meminta anaknya untuk menggantikan posisi nya untuk memimpin perusahaan di Korea. Perusahaan di China merupakan anak perusahaan dan Sehun telah memimpin perusahaan tersebut dengan baik. Dia telah membuat ayahnya bangga. Ayahnya memutuskan untuk beristirahat dan memberikan perusahaan tersebut kepada anak tunggalnya tapi dia tetap menjabat sebagai Chairman dari Oh Corporation. Saat ini dia bisa relax dan enjoy menikmati waktu senggangnya dengan istri dan ketiga cucunya yang menggemaskan.

Disini lah mereka di dalam pesawat yang baru saja mendarat di Gimpo Airport pukul 6 sore dan siap untuk melanjutkan hidup baru mereka di Korea. Sehun dan anak ketiganya, Lev yang masih bayi sudah berada di Seoul semenjak minggu lalu. Sehun yang memang adalah suami dan ayah yang baik sudah mengurus semua kepindahan mereka ke rumah baru dan juga kebutuhan mereka. Maka dari itu, Istri laki-lakinya dan kedua anaknya tidak begitu banyak membawa barang dan hanya tiga koper yang mereka bawa.

Luhan membawa kopernya yang berwarna biru, Haowen bergambar Doraemon yang dibelikan ayahnya saat mereka berlibur ke Jepang dan Ziyu bergambar Hello Kitty yang dipilih Luhan. Ziyu hanya pasrah saat Luhan memilih koper pink bergambar kucing dengan pita berwarna pink tersebut. Sebenarnya Luhan ingin sekali koper itu karena Hello Kitty adalah kesukaannya tetapi tidak mungkin kan dia yang sudah mempunyai 3 anak mendorong koper tersebut. Lalu di limpahkan lah kepada Ziyu yang malang karena Haowen menolak mentah-mentah koper tersebut dan mengancam akan menangis sekeras mungkin saat mereka berada di Mall.

Mereka mulai berjalan keluar setelah menaruh koper-koper mereka ke dalam troli. Mereka mencari keberadaan Sehun yang berjanji akan menjemput mereka sampai akhirnya Ziyu berteriak dengan senang "Appa~" dan menunjuk dengan jari telunjuknya yang mungil kearah pria tinggi dengan rambut gelap. Dia memakai baju berwarna hitam dan jeans warna biru gelap. Pria tampan tersebut tidak lain adalah Sehun. Dia tersenyum dan melambaikan tangan kanannya dengan semangat begitu dia mendengar suara Ziyu. Sehun terlihat sempurna dengan kacamata hitam Armani limited edition yang sama persis dipakai dengan Luhan. Dia tidak terlihat seperti ayah yang memiliki 3 anak.

"SEHUUUUUUN~AAAH"

"APPPPPPAAAAA~"

Luhan dan Ziyu bersamaan berlari kearah Sehun meninggalkan Haowen dengan troli. Haowen menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kelakuan ayah dan adiknya. Mereka jelas-jelas mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitar mereka.

Luhan berlari ke pelukan Sehun. Dia memeluk suaminya dengan erat seperti seseorang yang baru kembali dari perang. Sementara Ziyu menempel di kaki panjang ayahnya seperti seekor koala. Mereka berbicara betapa mereka merindukan Sehun.

Luhan melepaskan pelukannya dan sedikit mendekatkan bibir nya "kamu seharusnya mecium aku sekarang"

Sehun tertawa kecil dengan tingkah childish istri laki-lakinya. Dia mencium bibir Luhan dengan lembut. "I miss you too, baby" dia membelai pipi mulus Luhan

Dia menggendong Ziyu dan mencium pipi chubby Ziyu. "Pikachu appa berkelakuan baik kan selama appa tidak ada?"

Keluarga Sehun mempunyai nama panggilan sayang untuk Ziyu. Mereka memanggilnya Pikachu. Kenapa? Itu bermula saat Ziyu menginjak umur satu tahun dan dia sedang menonton Pokemon dengan Haowen. Dia mencoba untuk menyebut Pikachu tetapi karena ia belum bisa berbicara, dia hanya bisa berkata "CHU~ CCCHUUUU~"

Haowen bilang kepada orang tuanya kalau adiknya mirip Pikachu. Luhan menggambar bulatan berwarna merah seperti Pikachu di kedua pipi Ziyu dengan lipstick merahnya (jangan tanya aku kenapa dia punya benda itu). Itu alasan kenapa mereka memanggil Ziyu Pikachu dan kemudian Pokemon menjadi kartun favorit Ziyu.

"Good~ good~ Ziyu menjaga baba dan Hao-ge seperti yang appa suruh" Ziyu menjawab ayahnya dengan sedikit bangga pada dirinya sendiri.

"Aigoo~ anak appa sudah besar sekarang" Sehun tertawa kecil dan mengusap rambut hitam anaknya.

Dia memberikan Ziyu ke dalam gendongan Luhan karena Sehun ingin menyapa putra pertamanya yang berdiri di depannya dengan masih menggunakan bantal leher dan masker tidur doraemon melingkar dilehernya juga.

"Apakah kau ingin dipeluk juga nak?" Sehun melebarkan kedua tangannya

"Tidak" Haowen menggelengkan kepalanya dengan menggemaskan. "Haowen manly! Pria manly tidak mendapatkan pelukan" lanjut Haowen. Kata-kata manly nya membuat Luhan dan Sehun menahan tawa nya.

"Yakin Haowennie tidak ingin dipeluk appa?"

"Jabat tangan lebih baik" dia mengangkat kedua bahunya.

Saat Haowen menawarkan tangan kanannya dan berjabat tangan dengan sang ayah tetapi Sehun tidak melepaskan tangan Haowen bahkan Sehun menarik tangan Haowen dan menggendong nya. Dia mencium pipi Haowen dan membuat dia tertawa kecil karena kegelian. Luhan dan Ziyu tertawa dan menemukan kalau ayah dan anak ini sungguh menggemaskan.

"Kau baru saja mendapatkan ciuman appa, Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Sehun terkekeh, Haowen berpura-pura merengek tetapi jauh di lubuk hatinya dia sangat senang kalau appa menciumnya. Dia sangat merindukan appa juga.

"Ayo kita pergi~ Winnie the Pooh sudah menunggu dirumah" Sehun menurunkan Haowen dan mendorong troli sampai ke parkiran

dan ya… Winnie the Pooh adalah panggilan sayang mereka untuk baby Lev. Dia memang terlihat menggemaskan seperti bayi beruang.

\(^_^)/ (~^_^)~\(^_^)/ ~(^_^~)

"Lev ayo tebak siapa yang datang?" Sehun berteriak saat dia memasuki rumah nya. Lev yang duduk di pangkuan Mr. Oh menyadari suara appa nya. Bayi laki-laki menggemaskan itu sedang bermain blocks dengan kakek dan neneknya di atas karpet. Perhatian Lev tertuju pada ayahnya yang berdiri di ruang keluarga dengan seseorang dibelakangnya. Kepala Luhan timbul dari balik bahu Sehun. Dia sedikit melompat ke samping dan membuka lebar tangannya "AAAAAAAWWW MY BABY" Luhan berkicau dengan senang hati.

"Ma~" Lev terlihat senang melihat Mama nya. Hanya Lev yang memanggil Luhan Mama sedangkan kedua kakaknya memanggil Luhan Baba. Lev melompat dari pangkuan Mr. Oh dan membuat para dewasa terkejut takut kalau Lev terjatuh. Karena dia masih belum bisa berjalan, jadi dia merangkak kearah mama nya dan bergumam "Ma~ Ma~ Ma~ Ma~ Ma~"

Luhan menggendong anaknya dan menghujani ciuman di seluruh wajahnya. "Mama rindu baby Lev. Kamu rindu mama juga tidak?" Luhan mendekatkan wajahnya ke wajah sang bayi berumur 8 bulan tersebut hingga hidung mereka bersentuhan. Bayi laki-laki tersebut hanya tertawa kecil sambil menangkup kedua pipi Luhan dengan tangannya yang kecil

"Aku rindu kau Lu" Mrs. Oh memeluk Luhan dan mencium pipinya

"Aku juga rindu eomma" Luhan tersenyum kepada ibu mertuanya. "Aku harap Lev tidak merepotkan"

"Dia terus merengek dan memanggil mama nya. Aku rasa dia sangat merindukan kau dan kedua kakaknya. Dia tampak kesepian" kata Ayah mertuanya yang memeluk dan mencium pipi menantu kesayangan nya seperti yang istrinya lakukan.

"Bicara tentang kakak-kakak Lev, kemana kedua cucu ku yang tampan?" tanya Mr. Oh. Dia tidak sabar ingin bertemu dengan cucunya yang senang bermain.

"Mereka masih berada diluar melihat kolam ikan. Tenang saja ada dua maids yang menemani mereka" jawab Sehun kepada ayahnya

"Kamu pasti lapar. Butler Lee sudah menyiapkan makan malam" kedua mata Luhan langsung berbinar saat mendengar makan malam. Sehun yang sedang memeluk pinggang kecil Luhan yang sambil menggendong Lev dapat merasakan perutnya menggeram.

"Haraboji! Halmeoni!" Ziyu dan Haowen berteriak bersamaan. Mereka berlari kearah kedua kakek nenek nya dan berkata betapa rindunya mereka dengan kakek nenek nya.

Suara cekikikan Lev yang menggemaskan memenuhi ruangan. Dia tidak bisa berhenti bergerak ketika melihat kedua kakaknya berlari memasuki ruangan. Luhan jongkok sambil dia menggendong Lev hingga dia sama tingginya dengan kedua anaknya.

"Hao-ge, Ziyu-ge… Lev ingin popo~" Luhan berkata kepada kedua anaknya. Ziyu mencium adiknya di pipi dan di bibir. Hal tersebut dilakukan oleh Haowen. Mereka membuat adik mereka semakin senang dan semakin bergerak agresif

"Ayo kita makan~" Luhan mulai berjalan menuju meja makan diikuti Sehun dari belakang.

\(^_^)/ (~^_^)~\(^_^)/ ~(^_^~)

Sehun memperhatikan Luhan yang sedang memakai krim malam di wajahnya. Dia selalu melakukan rutinitas skin care nya sebelum pergi tidur. Luhan hanya memakai baju kebesaran sehun berwarna putih yang menampilkan bahu dan kaki mulusnya. Dia tidak memakai apapun didalamnya.

Sungguh menggoda, pikir Sehun

"Lu kemari~ mari kita make love"

Luhan melihat suaminya yang merebahkan punggungnya pada headboard kasur. Sehun hanya memakai celana pijama nya tanpa sehelai baju yang menunjukkan perut abs dan bahunya yang bidang. Damn… dia begitu hot! Luhan berpikir ini merupakan hal yang bagus memakai baju Sehun.

"Make love?" Luhan terkekeh. "Memangnya kau berumur 17 tahun?" Dia berjalan dan bergabung dengan suaminya di ranjang dan duduk di atas pangkuan Sehun. Luhan melingkarkan kakinya di pinggang Sehun dan dia bisa merasakan junior Luhan menyentuh perut sehun.

Sehun mencium bibir Luhan dan memperdalam ciuman mereka. Mereka sudah tidak berhubungan intim selama seminggu dan mereka sudah lapar dengan satu sama lain

"Kita akan lunch dengan Kai, Kyungsoo, Xiumin dan Jongdae besok di rumah kita" kata Luhan setelah dia melepaskan ciuman mereka.

"Mereka akan membawa anak-anaknya juga dan kemungkinan mereka akan tinggal sampai makan malam" Sehun mengelus pipi lembut Luhan

"Butler Lee harus siap-siap untuk besok. Banyak yang harus dia lakukan" Luhan terkekeh

"Kita akan kelelahan" Sehun merengek

"Maka dari itu kita harus menambah energy malam ini" Luhan menyeringai

"Oh ya? Yakin? Bagaimana bisa?" goda Sehun

"Kita akan berhubungan sex atau tidak?" Luhan melipat kedua tangannya di atas dada. "hole ku lapar akan junior mu yang besar Oh Sehun!" Luhan berkata dengan nada tidak sabar.

"God… aku sangat mencintaimu ketika kamu berkata kotor!" Sehun memutar tubuh Luhan hingga dia berada di atas tubuh Luhan dan menyerang bibirnya.

.

.

.

AN:

Gw udah fast update nih... hahahaha

Gimana menurut kalian?

Ahhh semoga kalian suka yah, kekeke~ ^^

Gw sengaja bikin anak HunHan 3 biar si Luhan kerepotan ngurusnya.. hohoho maap ya Lu XD

Thanks udah mau baca *wink* *kiss*

HAPPY WEEKEND YAH!^^