Created by : jitan88 | 2014 |
Genre : Drama & Romance
Rating M, Alternate Universe, OOC.
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto. Semua nama tokoh dan lokasi yang tercantum tapi tidak terhubung dengan cerita Naruto yang sebenarnya adalah fiktif dari hasil pemikiran penulis. Sebelum membaca mohon memperhatikan rating; cerita ini termasuk dalam Rating M karena penggunaan bahasa, setting cerita, juga melibatkan unsur-unsur dewasa.
.
.
.
CLOVER
CHAPTER 1 : A FANBOY
.
.
Hinata_Hime :Jadi besok kita bertemu di alamat café itu, pukul enam sore?
Ino x Nara : Yep. Sudah kubilang, 'kan … sebagai member baru yang paling aktif di forum CLOVER ini, kau akan kubawa ke café yang pernah disinggahi semua anggota CLOVER saat pertama kali dibentuk!
Hinata_Hime : Benarkah? Benarkah di sana tempatnya?! WAH, TERIMA KASIH BANYAK ATAS BANTUANMU, NARA-SENPAI!
Ino x Nara : Haha, simpan teriakanmu yang asli untuk besok, newbie. Sampai jumpa.
Hinata_Hime : Sekali lagi terima kasih, dan sampai bertemu besok! :)
.
Sedetik setelah aku mencatat alamat dan menutup jendela percakapan antara aku—yang menggunakan username "Hinata_Hime"—dengan seorang fans senior di forum pecinta CLOVER, aku tidak bisa lagi menahan senyum lebar yang kini menghiasi wajah.
"YEAH! Akhirnya aku mendapatkan satu informasi super berharga tentang CLOVER dari si Nara!" sambil berteriak kegirangan seperti mendapatkan uang senilai seratus juta yen, aku bangkit dari depan meja komputerku dan melompat, "Besok aku akan pergi ke tempat pertama kali Hime tampil bersama CLOVER! Kami-sama, ini benar-benar luar biasa! Yes, yes, YEESSS!"
Dengan langkah ringan seakan melayang, aku segera berlari ke arah sebuah lemari yang sengaja kubeli untuk mengumpulkan segala hal tentang CLOVER juga Hinata. Perlu dibaca sekali lagi; SEGALA HAL tentang CLOVER maupun Hinata, dan kalian pasti tidak akan percaya apa saja yang telah kusimpan di dalam lemari itu. Bisa dikatakan, lemari itu adalah harta karunku saat ini. Bahkan jika terjadi kebakaran di apartemen, maka hal pertama yang akan kuselamatkan mati-matian adalah lemari ini!
Hahaha, pasti kalian menganggapku gila … tapi aku serius! Seluruh CD single, album, juga DVD konser orisinil adalah barang wajib yang harus tersimpan di lemari itu. Semuanya masih dalam kondisi sembilan puluh sembilan persen terawat baik, bersih tanpa debu. Sungguh, dunia yang kujalani saat ini benar-benar berbeda dari hidupku enam bulan yang lalu. Aku seperti dilahirkan kembali. Setelah enam bulan yang lalu mendengar lagu Bicycle milik Hinata di depan sebuah pusat perbelanjaan Konoha, mulai saat itu juga aku memutuskan untuk mengikuti dan menjadi fans berat seorang gadis manis bernama "Hinata" dari sebuah band yang dinamakan "CLOVER".
Awalnya, aku hanya memikirkan alternatif ini untuk merubah rutinitas harianku yang terkesan monoton. Ya, demi melupakan mantan kekasihku yang berselingkuh, terbesit sebuah ide untuk mengalihkan perhatianku dari rasa kesepian dan dunia patah hati dengan cara mengikuti seorang artis. Tapi ternyata, tanpa sadar—dan dengan senang hati—aku benar-benar terjerumus dalam dunia ini! Aku berubah menjadi seorang fanboy yang aktif hampir selama dua puluh empat jam sehari hanya untuk membahas perkembangan band pujaanku bersama orang-orang lain yang sama-sama mengidolakan CLOVER.
Aku tergila-gila pada mereka, dan telah mengusahakan banyak hal untuk melengkapi segala sesuatu yang berkaitan dengan CLOVER. Demi melengkapi koleksi, aku bahkan rela mengeluarkan kocek lebih dan begadang seharian hanya untuk bersaing di lelang online, semuanya demi mendapatkan satu set album CLOVER limited edition dengan tanda tangan asli Hinata! Lalu, aku juga mengumpulkan SETIAP artikel, poster, majalah, bahkan potongan iklan / gambar yang memuat para personil CLOVER. Terkadang, agensi mereka juga merilis pictorial book berisi foto-foto mereka, dan namaku selalu tercatat sebagai seratus orang pertama yang terdaftar sebagai pembeli sistem pre-order.
Mengerikan.
Tapi menyenangkan, sih ….
.
.
Ah, ya … ngomong-ngomong, namaku Naruto Uzumaki. Sebagai salah satu dari warga sipil Konoha yang sudah menginjak usaha dua puluh enam tahun, aku hidup mandiri dan tinggal di sebuah apartemen kecil di dekat stasiun kereta. Letaknya memang bukan di pusat kota, tapi cukup strategis karena hanya berjarak lima menit berjalan kaki dari subway terdekat. Selain menyukai kucing, warna hitam dan oranye, aku juga sangat menyukai ramen. Bagiku ramen adalah makanan terlezat sepanjang masa yang tidak akan pernah membuatku bosan, apalagi jika kaldunya kental dan terasa gurih hingga menyesap pada daging ... ugh, membayangkannya saja sudah membuatku lapar!
Sehari-hari aku bekerja sebagai pengelola kios buku kecil yang kudirikan sejak tiga tahun yang lalu. Aku bekerja bersama dengan Iruka; satu-satunya pegawai yang bekerja di toko bukuku. Sementara aku bertanggung jawab atas segala hal mengenai administrasi dan keuangan, Iruka menolongku dalam menjaga toko juga menata buku-buku.
Kilasan balik mengenai masa percintaanku memang tidak berakhir baik seperti di buku-buku dongeng. Tujuh bulan berlalu semenjak mantan kekasihku berselingkuh, dan aku berusaha "move on" dengan cara baru. Sekarang aku memilih untuk mengabdikan hidup demi hobi baruku ini; sebagai fans setia CLOVER. Lalu bagaimana kabar mantanku itu? Hmm … entahlah, aku sama sekali tidak tahu dan tidak berusaha mencari tahu apa-apa tentangnya setelah peristiwa itu. Aku terlalu sibuk beraktivitas dan mengejar segala sesuatu tentang CLOVER.
Meskipun demikian, tidak bisa kupungkiri … perasaan kosong itu masih sesekali membekas. Ingatan tentang seseorang yang pernah kita cintai dengan tulus memang tidak bisa seratus persen hilang, tapi perlahan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Terkadang, ketika aku melewati tempat-tempat tertentu yang pernah kami singgahi berdua, ingatan tentangnya kembali muncul. Yah, kupikir itu hal yang manusiawi dan tidak lagi menjadi hal yang kupusingkan. Sekarang yang perlu kulakukan saat jenuh adalah duduk di depan komputer, membuka forum CLOVER, dan kejenuhan itu akan segera sirna.
.
Mungkin ada yang bertanya, apa itu CLOVER?
CLOVER adalah sebuah nama grup band beraliran pop yang sedang naik daun di Konoha. Grup musik yang beranggotakan Yamanaka Ino, Konan, Sakura Haruno, dan Hinata Hyuuga ini dibentuk sejak dua tahun yang lalu. Meskipun baru menginjak dua tahun berkarir, bisa dibilang popularitas mereka patut disamakan dengan band-band senior lainnya. Dalam dua tahun saja, mereka telah mengeluarkan dua buah full album, satu album kompilasi, dan beberapa single lagu yang semuanya laris di pasaran. Beberapa kritikus musik bahkan mengkategorikan CLOVER sebagai oasis baru dalam dunia permusikan Konoha yang tengah mengalami kejenuhan. Kemunculan mereka disebut-sebut sebagai fenomena.
Beranggotakan empat orang gadis cantik dan pintar bermain musik, sebagian besar pendengar pasti mengenali CLOVER lewat wajah Yamanaka Ino si vokalis utama. Selain bersuara khas, berparas cantik ala blasteran dengan rambut pirang dan iris mata aquamarine yang bersinar cerah, Ino juga merangkap sebagai gitaris CLOVER. Fakta lainnya adalah, hampir delapan puluh persen fans pria menyukai payudara Ino yang tergolong berukuran besar di usianya yang menginjak dua puluh tahun. Yah, kalau menyinggung soal "aset" itu sih ... aku juga mengakui kalau dadanya memang indah, kekeke!
Oke, dari payudara Ino kita beralih ke penabuh drum andalan CLOVER; Haruno Sakura. Pemilik surai pink dan berusia dua puluh satu tahun ini dikenal—tentunya menurut sumber majalah dan internet—sebagai member paling ceria dan tomboy. Ketika tidak berada di belakang alat musiknya, Sakura paling suka berinteraksi dengan penonton. Biasanya ia banyak tersenyum juga melambaikan tangan, bahkan di atas panggung, beberapa kali Sakura pernah ber-selfie ria menggunakan ponsel fansnya.
Keberadaan Sakura yang ceria itu diimbangi oleh kehadiran Konan. Bassist yang merangkap sebagai leader CLOVER ini memiliki sifat yang tenang, pendiam namun tegas, dan cenderung misterius jika dibandingkan tiga anggota lainnya. Aura kemisteriusan Konan lebih banyak disebut "keren" oleh fans-fansnya, dan sebagian besar dari mereka adalah kaum wanita lho! Ibarat yin-yang yang menyeimbangkan aura kehebohan Sakura Haruno, Konan juga diyakini bertangan dingin dalam mengaransemen lagu dan melihat celah pasar musik. Dia juga disebut-sebut sebagai pemain bass handal di usianya yang kini menginjak dua puluh tiga tahun.
YOSH, ini saatnya!
Save the best for the last, dan untuk member CLOVER terakhir tentu sudah jelas siapa orangnya, 'kan?
Ya … member favoritku; Hinata Hyuuga! Kalau kata "beautiful" pantas disematkan untuk Ino, "cheerful" untuk Sakura, dan "cool" untuk Konan, maka kata-kata yang pantas disandang oleh Hinata adalah "elegant". Sebagai seorang pianis yang sudah menyukai piano sejak kecil, Hinata memang memiliki penampilan yang anggun. Berwajah manis, berperilaku lembut, lengkap dengan rambut panjang warna indigo yang semakin menambah intensitas kesan feminin, maka julukan "Hime" alias putri memang sangat cocok untuk menggambarkan sosok Hinata pujaanku.
Selain pandai bermain piano, Hinata merupakan vokalis kedua di CLOVER. Dia banyak menulis lirik dan menciptakan lagu yang di-aransemen sendiri maupun duet bersama Konan. Menurut beberapa sumber yang kubaca, Hinata-chan juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan sopan. Aaahh—lengkap sudah kriteria Hinata sebagai wanita pujaanku!
Ya, Hinata … gadis berusia dua puluh tahun inilah yang membuatku terpukau saat pertama kali melihatnya di layar raksasa beberapa bulan yang lalu. Lagu "Bicycle" yang dinyanyikan Hinata waktu itu merupakan lagu solo pertamanya di album kedua CLOVER. Lebih menariknya lagi, lirik maupun nada lagu yang sesuai dengan kondisi hidupku yang tengah "galau" itu juga ditulis dan di-aransemen sendiri oleh Hinata. Aku merasa bahwa lagu itu seolah-olah diciptakan Hinata untukku, sekaligus mengukuhkan kesan bahwa lagu "Bicycle" merupakan pengantar takdir antara aku dan Hinata-chan ….
Ups, maaf … abaikan kalimat terakhirku tadi. Itu cuma bagian dari dunia delusiku saja, huahahaha.
.
.
Ketika masih asyik menulis alamat café yang akan kusinggahi besok di sebuah map yang berisi seluruh kliping artikel mengenai CLOVER, tiba-tiba ponselku berdering kencang. Aku terlonjak kaget, dan dari nada deringnya aku tahu itu berasal dari nomor Iruka.
"Ya, halo?" sapaku segera setelah mengangkat telepon, "Ada apa? Apa ada masalah di toko, Iruka?"
"Ooi Naruto, ada berita luar biasa!" kali ini jawaban yang diberikan Iruka terdengar luar biasa antusias, berbeda sekali dari cara bicaranya yang cenderung datar. Meskipun berstatus sebagai atasan dan bawahan, keakraban kami sudah berhasil meluluhkan keharusan memberi sapaan hormat menggunakan nama keluarga satu sama lain. Kami sudah tidak canggung lagi memanggil dengan nama masing-masing, "Aku sedang menginput data penjualan kita bulan lalu, dan kau tahu? Penjualan toko kita naik sebesar dua belas persen dari bulan kemarin, Naruto! Hebat, 'kan? Ini pasti pertanda baik!"
Tentu saja, mendengar informasi tersebut aku ikut gembira. Hasil dana kenaikan penjualan bulan ini bisa kugunakan untuk membeli buku-buku baru atau stok buku best seller. Selain itu bisa juga kusisihkan untuk membayar iuran listrik dan air. Biaya hidup di Konoha memang tergolong tinggi, maka uang satu peser pun akan sangat berarti.
"Keren! Aku bahkan tidak menyangka kalau pendapatan kita bulan ini naik, kukira malah stagnan atau turun, lho. Kau memang hebat, Iruka!" aku memuji dengan nada bersemangat.
"Hei hei hei … aku tidak melakukan apapun, bos. Ini semua berkat inisiatifmu yang mulai menjual majalah musik dan menempel posternya di etalase depan toko. Majalah 'Konoha-POP' edisi kemarin dengan cover CLOVER pujaanmu itu laku keras! Pasti itu salah satu penyebab kenapa angka penjualan kita naik sampai dua belas persen!"
"Hoo—begitu yaa …." Aku hanya bergumam. Hmm … padahal aku mulai berlangganan majalah itu untuk mendapatkan setiap info dan artikel terbaru mengenai CLOVER, tapi ternyata justru laris manis dan menaikkan penjualan toko? Ya ampun, ternyata Hinata-chan benar-benar mendatangkan satu per satu keberuntungan di hidupku. Apa jangan-jangan dia dewi penyelamatku, ya? Kekeke~
"Oh ya, Iruka … besok jam 6 sore pastikan kau ada di toko ya! Aku harus pergi, ada acara perkumpulan forum di salah satu café. Tolong gantikan aku menjaga toko, oke?"
Segera setelah Iruka mengiyakan, aku menutup telepon.
Haah—selesai sudah tugasku hari ini! Selanjutnya hanya tinggal menyiapkan makan malam, mandi, lalu sebelum tidur aku akan menonton acara wawancara CLOVER yang sudah kurekam beberapa hari yang lalu. Tapi yang paling penting adalah tidur cukup, supaya besok aku bisa mengunjungi café itu dalam kondisi fisik prima. Itu 'kan tempat pertama kalinya CLOVER tampil setelah dibentuk? Aku juga wajib mengabadikannya lewat kamera. Wah wah wah, aku jadi tidak sabar menunggu besok sore nih!
.
.
.
Masashi Café – Konoha
"Nah, semuanya … pertama-tama mari kita mengangkat gelas kita tinggi-tinggi untuk merayakan pertemuan khusus pencinta CLOVER di Masashi Café! MARI BERSULANG!"
Euphoria langsung terasa ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini. Di ujung ruangan terdapat beberapa meja yang telah digabung menjadi sebuah meja panjang, sementara belasan orang sudah berkumpul disana. Tidak salah lagi, mereka adalah orang-orang yang tergabung dalam forum pencinta CLOVER dan diundang mengikuti gathering, sama sepertiku. Aku melirik arloji—mendapati sekarang sudah pukul enam lewat lima belas menit—dan itu berarti kedatanganku sedikit terlambat. Yah apa boleh buat, tadi aku dan Iruka sama-sama kelimpungan menangani para konsumen yang berdatangan ke toko. Aku tidak mungkin meninggalkan Iruka seorang diri, karena itu aku jadi terlambat lima belas menit.
Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling, dan otomatis rahangku terbuka akibat melongo takjub. Café ini memang terbilang kecil, tapi suasananya hangat dan benar-benar ramai dikunjungi. Suara dentingan alat makan atau gelas-gelas bir terdengar dari segala sisi, tapi bukan itu yang menarik perhatianku. Ya … tepat di panggung kecil yang mereka miliki, aku melihat ada sebuah poster CLOVER raksasa berukuran satu banding satu! Semua anggotanya juga lengkap, mereka tengah berdiri sambil berpose, sementara di sisinya terdapat TANDA TANGAN ASLI keempat member CLOVER! Pandanganku hanya tertuju pada wajah Hinata … disana ia tampak sangat cantik, tersenyum manis ketika sedang memainkan pianonya.
Gyaaa—ini pasti mimpi!
"Hei kau, rambut kuning …"
Kurasa ada seseorang yang memanggilku, tapi aku tidak menggubrisnya. Aku terlalu terpesona oleh poster jumbo para anggota CLOVER, bahkan tanpa sadar aku sudah merogoh kamera digital yang memang kupersiapkan untuk hari ini. Aku harus mengabadikan semuanya! Aku wajib berfoto ria dengan poster Hinata berukuran asli, juga sekalian mengabadikan poster-poster Sakura, Konan, juga Ino! Hohoho, lihat sa—
"Hei kau pria jabrik berambut kuning dan berjaket warna hitam-oranye yang sedang cengar-cengir mencurigakan! Kau dengar tidak, sih?!" bentak seorang pria. Tiba-tiba ia menepuk pundakku dari arah belakang, "Apa kau anggota forum juga?"
"Ah? Eh … iya," ketika aku menoleh, aku melihat sesosok pria dengan surai hitam yang dikuncir ke belakang. Ia mengenakan T-shirt putih bergambar Ino Yamanaka dan wajahnya terkesan super malas. Aku bahkan menebak jangan-jangan pria ini terlilit hutang sampai bermuka masam, "Aku anggota forum CLOVER juga … namaku Uzumaki Naruto. Ehm, salam kenal."
"Aku tidak kenal nama asli," balasnya sambil mengangkat satu alis, "sebutkan username-mu."
"Hinata_Hime," satu cengiran meluncur dari bibirku untuk mengurangi kekakuan antar kami.
"Hoo, halo newbie. Aku Shikamaru Nara, username Ino x Nara," ia mengulurkan tangan dan aku segera menyambutnya. Ternyata pria dengan tampang malas di hadapanku adalah senior yang mempersilahkan aku mengikuti pertemuan kali ini, "Selamat bergabung di gathering forum, sekaligus selamat datang di tempat bersejarah dimana CLOVER tampil pertama kali setelah dibentuk. Ayo, aku akan memperkenalkanmu pada member-member yang lain."
.
.
"Sudah lihat commercial break terbaru mereka? Aku paling suka wajah Ino disana!"
"Ah, menurutku Yamanaka Ino paling seksi itu waktu di video 'Oh My Boy', di menit 02:33 … tepatnya waktu di depan kamera ia berkedip lalu tersenyum ceria sambil bilang 'Love you boy~'!" kata salah satu member sambil bersemangat, "Gilaa, disana dia terlihat cantik dan seksi sekaligus!"
"Hahaha, aku juga paling suka lagu itu. Bukan cuma Ino saja yang cantik, tapi aura keceriaan Sakura-chan juga benar-benar terlihat dan …."
"Oi oi, sejak kapan kau seenaknya memanggil dia dengan suffix '-chan'?" Shikamaru menyeringai, "Lagipula, setahuku dulu kau lebih tertarik pada musik-musik beraliran rock … sekarang justru terjerumus di CLOVER yang lebih banyak berunsur pop."
"Ya, memang! Kau tahu alasannya kenapa? Pertama, karena lagu CLOVER enak dan ear catching. Kedua, karena personilnya cantik-cantik," jawab pria itu lagi, "dan ketiga … karena Sakura-chan ada disana, hahahaha."
Aku hanya diam sambil mendengarkan mereka membahas personil-personil favorit mereka. Jujur saja, sebenarnya pembicaraan di gathering ini tidak terlalu penting karena hanya sekedar membahas kesukaan sesama anggota member. Terkadang kami juga membahas berbagai koleksi, atau lagu-lagu yang selalu ada di playlist ponsel atau pemutar musik di komputer. Tapi, meskipun terkesan tidak penting, ternyata pertemuan semacam ini terasa menyenangkan juga. Aku bisa tahu bagaimana perjuangan sesama fans CLOVER demi mengumpulkan barang-barang incaran mereka, dan menyadari bahwa usahaku selama ini juga serupa dengan mereka.
"Hei Naruto, dari tadi kau cuma diam saja! Coba cerita, kenapa kau tiba-tiba bergabung di forum CLOVER? Kau baru bergabung beberapa bulan yang lalu, 'kan?" Tanya salah satu dari mereka, "Coba ceritakan bagaimana awal mulanya kau suka pada mereka!"
Selama sepersekian detik aku hanya diam di tempat.
Ya ampun, tiba-tiba disuruh bercerita? Dan wajah-wajah mereka yang penuh keingin-tahuan seperti itu membuatku tidak nyaman. Aku mendadak sedikit gugup, seperti berada di atas panggung untuk berpidato di hadapan ratusan orang.
.
"Err—yah, pertama kali aku menyukai CLOVER … karena mendengar lagu solo Hinata," aku mulai berceloteh, "karena liriknya serupa dengan keadaanku yang sedang kacau balau, aku merasa lagu itu seperti diciptakan untukku dan membuatku benar-benar tersentuh. Lagu itu juga yang membuatku tergerak untuk bangkit dan 'move on' dari kesedihan berlarut-larut. Mulai sejak saat itulah aku mencari tahu soal Hinata … sampai akhirnya menyukai lagu-lagu CLOVER, lalu mendaftar di forum dan benar-benar menjadi fans mereka. Hehe, yaa begitulah kira-kira ceritanya, senpai."
Sebagian di antara mereka terlihat cuek, tapi ada juga beberapa orang yang menganggukkan kepala. Entah kenapa, dibandingkan beberapa saat yang lalu ketika mereka sangat heboh membicarakan favorit member masing-masing, situasi sekarang sedikit sepi. Mungkin akibat ceritaku yang agak melankolis, ya?
"Aku juga suka lagu 'Bicycle' milik Hinata," tiba-tiba salah satu dari rombongan di meja sebelah mulai bersuara, "tapi tak kusangka ada orang yang benar-benar tersentuh sampai seperti itu. Mungkin karena nada-nada yang dibuat Hinata memang sangat indah, apalagi saat bernyanyi Hinata 'kan terkenal dengan cara pelafalan lirik yang sangat jelas?"
"Setuju," yang lain menambahkan, "cerita yang bagus, Uzumaki-san. Ngomong-ngomong, aku juga fansnya Hinata lho!"
Aku tersenyum lebar mendengarnya. Sebagian besar dari mereka bertepuk tangan dan keadaan kembali ramai oleh pembicaraan mengenai CLOVER. Pembicaraan lagi-lagi terhenti ketika Shikamaru Nara tiba-tiba berdiri dan mengangkat gelasnya tinggi-tinggi, "Baiklah. Untuk menyambut newbie kita yang satu ini, sekaligus menghargai ceritanya yang cukup melankolis … mari kita bersulang!"
"YEAH, BERSULAANG!"
Kami semua mengangkat gelas masing-masing dan melakukan tos.
.
Pembicaraan berlanjut sampai dua jam ke depan, dan aku mulai mengenal satu per satu dari mereka. Aku jadi sedikit paham mengenai genre-genre lagu yang difavoritkan banyak orang, atau alasan mengapa mereka menyukai salah satu personil CLOVER. Yah … seperti yang bisa kuduga sebelumnya, sebagian besar pria yang ada di ruangan ini—termasuk Shikamaru Nara—adalah fans berat Yamanaka Ino. Ada beberapa fans yang menyukai Hinata, dan sisanya tentu mengabdikan diri untuk Sakura atau Konan. Fans Konan sendiri rata-rata berusia lebih tua dariku, dan ada beberapa diantaranya berjenis kelamin wanita.
Nah, ketika kami semua selesai menyantap makan malam, beberapa senior forum tiba-tiba berdiri dan mengambil posisi di tengah-tengah meja. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, tapi menurutku ini salah satu kejutan yang sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara gathering. Dan benar seperti dugaanku, dari dalam tas berlambang CLOVER dengan empat kelopak daun yang melambangkan jumlah personil, Shikamaru Nara menarik keluar beberapa lembaran kertas. Di sebelahnya, juga telah berdiri seorang pria tambun yang memperkenalkan diri sebagai Choji. Oh ya, dia juga salah satu senior di forum kami ... dan sama-sama tergila-gila pada Yamanaka Ino.
"Saatnya acara puncak! Memang tidak tertulis di undangan kalian semua karena semuanya direncanakan secara rahasia, hahaha. Tapi percayalah … kalian semua tidak akan menyesal!" Choji mulai bersuara dengan lantang dan bersemangat, "Sekarang kita akan mengadakan sebuah kuis untuk menguji kemampuan dan kecintaan kalian terhadap segala hal yang berhubungan dengan CLOVER. Hadiahnya juga bermacam-macam, dan sebagian dari kalian mungkin belum punya. Bahkan ada hadiah khusus yang telah disiapkan spesial oleh moderator forum kita; Shikamaru!"
Keadaan berubah riuh setelah mendengar ocehan Choji. Kami semua bertepuk tangan penuh semangat—termasuk aku yang langsung berdebar-debar kegirangan. Mendapat tepukan dan pujian yang cukup meriah, Shikamaru yang terbiasa berwajah datar hanya tersenyum kecil sambil menganggukkan kepala. Aku sendiri langsung duduk tegak dengan wajah berbinar-binar. Pokoknya, apapun pertanyaan maupun hadiahnya … AKU INGIN MENANG!
.
.
"Pertanyaan pertama! Di video mana dan menit ke berapa Yamanaka Ino terlihat mengenakan bikini set berwarna merah?" Choji mulai mengajukan pertanyaan, dan deretan tangan-tangan terangkat langsung terlihat dimana-mana. Shikamaru-lah yang menjadi pengamat siapa yang mengacungkan tangan di udara lebih dulu, "Ya, kau! Jawabannya?"
"Video 'Happy Summer', menit ke dua … hmm, tepatnya 02:24!" teriak salah satu fans yang terpilih, dan karena benar dia memenangkan sebuah poster orisinil dari album kedua CLOVER.
"Apa makanan kesukaan Sakura Haruno?"
"Berapa berat badan Ino?"
"Apa warna favorit Konan?"
"Apa warna topi Hinata ketika menyanyikan lagu 'Oh My Boy'?"
Satu per satu pertanyaan mulai diajukan oleh Choji, dan Shikamaru menunjuk siapa yang berhak menjawab lebih dulu. Jika jawaban penjawab pertama gagal, maka dalam hitungan ketiga mereka saling berebut kembali untuk mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan tersebut. Hadiahnya juga bisa dibilang cukup beragam. Mulai dari poster orisinil, foto, cd album, juga beberapa pernah-pernik CLOVER. Hadiah berasal dari donasi beberapa member, sementara sebagian hadiah lainnya dibeli lewat dana joining VIP member yang telah disisihkan beberapa persen menurut ketentuan forum.
Err—sebenarnya aku sangat ingin memiliki salah satunya, tapi entah kenapa sulit sekali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Ternyata para fans berat disini benar-benar mengerikan sekaligus membuatku takjub. Bayangkan saja, mereka sampai hafal di menit dan detik ke berapa Ino menyanyi bait tertentu, hafal informasi sepele yang biasa kau lewatkan ketika membaca artikel, bahkan tahu persis apa warna topi Hinata—yang cuma muncul selama sepersekian detik—di salah satu video klip CLOVER! Di sisi lain aku beruntung karena sebagian dari hadiahnya juga telah terpajang rapi di lemariku. Jadi perasaanku tidak terlalu campur-aduk karena gagal menambah koleksi, hahaha.
.
"Pertanyaan selanjutnya … wajib dinantikan oleh orang-orang yang mengaku fans berat Ino!" Choji lagi-lagi mulai bersiap-siap mengajukan pertanyaan, "Biasanya kalian hanya perlu menjawab dan hadiahnya sudah kami tentukan. Tapi karena hadiah kali ini berbeda … maka kalian berkesempatan melihat—bahkan menyentuh—hadiahnya terlebih dahulu! Kekeke … menarik, 'kan?"
Eh? Hadiahnya spesial ya?
Hmm, meskipun untuk fans Ino, tapi aku jadi penasaran apa hadiahnya!
"Sudah siap?!" Choji membuat keadaan semakin hening karena tegang.
Seluruh pasang mata kini tampak tidak berkedip, secara bergantian mereka memandangi dua senior member forum itu dengan tatapan penasaran. Apalagi ketika Shikamaru kembali membuka tas dan bersiap-siap mengeluarkan sesuatu, rasanya waktu serasa berhenti dan—
"Ya, ini dia! Pertama kalinya di Konoha; ADULT COLLECTION untuk para pria yang menyukai keindahan dada Yamanaka Ino!" Choji mulai bertepuk tangan. Kami semua terbelalak ketika Shikamaru mengeluarkan sejenis mainan—atau apapun itu—berbentuk setengah tubuh polos Ino. Dari ujung kepala Ino hingga pundak berbentuk datar, hanya buah dadanya saja yang berbentuk tiga dimensi, "Hei para pria, coba lihat ini! Siapa yang tidak ingin mencoba bagaimana rasanya memainkan payudara Ino-chan? Ayo katakan, siapa yang tidak berminat?! Siapaa?"
Aku hanya meringis geli menanggapi pertanyaan Choji.
Tch, pertanyaan bodoh … mana ada laki-laki normal yang tidak tertarik pada dada seorang wanita? Apalagi jika itu milik seorang Yamanaka Ino! Hahaha—aku jamin cuma kaum homo saja yang menolak! Dan sesuai tebakanku, tidak ada satupun pria yang mundur apalagi menggelengkan kepala. Justru mereka yang awalnya tidak tertarik kini mencondongkan badan, sementara yang lainnya tampak menelan ludah; mungkin sebagian jiwa mereka telah melayang dan otaknya sudah singgah di dunia delusi ber-genre mesum.
"Produk ini dibuat dari bahan sintesis yang mirip dengan bentuk dan tekstur asli kulit manusia, dan dibuat mengikuti ukuran payudara Yamanaka Ino! Yes, tentunya pemenang pertanyaan kali ini bisa 'bebas' mengeksplorasi bagaimana rasanya mencicipi benda impian kita, 'kan?" Choji sendiri tampak tiga kali lebih antusias dari biasanya, "Oh ya mohon diingat, barang ini illegal ya … jadi simpan rapat-rapat dan jangan menyebarkannya di forum. Nah sekarang, silahkan … kalian bisa pegang dulu dan rasakan bagaimana dahsyatnya hadiah spesial yang satu ini! Siapa yang mau pertama kali menyentuhnya?"
.
Free tester?
Well, kalau begitu aku bersedia jadi volunteer pertama, huahahaha!
Dengan gagah berani aku mengangkat tangan, diikuti dengan beberapa pria lainnya. Tapi kurasa aku lebih cepat beberapa hitungan dari mereka.
"Oke, newbie … tanganmu yang paling cepat terangkat naik," kata Shikamaru datar.
YES!
Ia menyerahkan "dada keramat" itu dengan hati-hati sementara aku … melongo dengan detak jantung meningkat dua kali lipat. Kenapa? Uhm, bagaimana menjelaskan penyebabnya ya … pertama, meskipun aku bukan fans Ino, tapi aku tetap pria normal yang tertarik pada benda-benda semacam ini. Kedua, aku tidak menyangka ketika sudah melihatnya di depan mata … benda ini terlihat begitu nyata, hahaha. Alasan ketiga, kapan lagi kau akan mendapatkan kesempatan emas seperti ini?!
Tanpa basa-basi lagi, aku mulai mengangkat kelima jemariku, menarik napas, lalu perlahan-lahan meletakkannya di puncak payudara Ino yang tampak begitu indah. Ketika permukaan kulitku mulai bersentuhan dengan puting produk ilegal itu … di luar dugaan, aku cukup merinding. Gila, menyentuh kulit sintesisnya saja terasa begitu mendebarkan, aku bahkan memperlakukan barang ini layaknya menyentuh wanita asli! Lalu aku mulai … hmm, yah kalian para pria pasti tahu apa yang kulakukan berikutnya, 'kan? Singkat kata, aku mulai "mencoba memainkan" payudara buatan ini. Merasakan tiap sensasi dari ukuran asli Yamanaka Ino membuat tanganku bergerak tanpa canggung sedikit pun.
.
"Selesai, newbie … jangan lupakan ada antrian panjang menanti,"sekali lagi Shikamaru memperingatkan dan membawa setengah jiwaku yang tengah melayang kembali ambruk ke dunia nyata. Ia segera menggeser "dada keramat" itu ke arah sebelahku, dan ternyata antriannya sudah panjang.
"Bagaimana? Bagaimana rasanya?" Tanya beberapa orang yang terdengar tak sabaran di barisan belakang. Urutan mereka masih cukup jauh untuk menyentuh benda keramat itu, dan semuanya tengah menatapku dengan raut penasaran.
"Ah, ya … menakjubkan," aku berkomentar sambil menyeringai jahil, dan seluruh pria yang ada di ruangan ini langsung mengangguk mengerti.
"Uwoooh, jadi tidak sabar!" celetuk salah satu pria di barisan belakang.
"Hee—kau bersemangat sekali sih! Maklum ya, ada yang memang belum pernah berkesempatan memegang dada wanita yang asli … apalagi ini ukurannya Ino-chan!"
Beraneka komentar dan bisik-bisik mulai terdengar di sana-sini, termasuk dari beberapa orang yang telah mencoba produk tersebut. Hm, yah memang harus kuakui jika produk sintesis ini benar-benar menakjubkan sih. Di luar dugaan, produk itu mengasyikkan dan … membuatku cukup ketagihan. Tapi tentu saja sensasi dan teksturnya sedikit berbeda dengan benda aslinya—meskipun itu bukan dada Ino. Mau bagaimana pun juga, sebagus apapun produk imitasi, KW tetaplah KW! Barang orisinil tetap lebih mantap dari produk KW, kekeke.
Tiba-tiba sekelebat pikiran lain langsung terlintas di benakku; jika ada produk dengan gambar dan ukuran Ino Yamanaka … apa jangan-jangan produk serupa berukuran Hinata Hyuuga juga ada?! Aku mendadak panik. TIDAK, itu tidak boleh terjadi! Payudara Hinata-chan juga tidak kalah indahnya dari Ino, aku tidak rela jika ikut dibuat dalam produk ilegal nan mesum seperti ini. Apalagi jika nanti akan dipegang dan di salah gunakan oleh fans-fansnya selain aku, ugh … aku tidak rela!
.
"Newbie, jangan-jangan kau berpikir apa ada barang seperti ini dengan seri Hinata?"
Aku menoleh, dan super terkejut ketika sadar Shikamaru berhasil membaca pikiranku, "Err—i-iya, sebenarnya aku penasaran sih. Tapi bagaimana bisa kau tahu, apa senpai punya indera ke enam?"
"Tch, muka mesum sepertimu mudah ditebak," jawab Shikamaru dengan wajah super malas, "tapi sayang sekali, untuk member CLOVER hanya ada produk dengan seri Yamanaka Ino saja. Barang itu sendiri dihadiahkan oleh temanku, aku hanya mendonasikannya di sini."
Aku terbelalak tak percaya.
Shikamaru Nara mendonasikan barang keramat seperti ini pada orang lain, bukan untuk menambah koleksinya sendiri?
"Senpai memberikan barang itu untuk forum?" tanyaku tak percaya, "Kenapa? Bukankah Nara-senpai adalah fans berat Ino?"
"Aku tidak suka," sekilas aku melihat senyum tipis di antara bibirnya, "ah maksudku, aku memang suka barang itu … tapi kupikir caraku menyukai Ino dan CLOVER bukan seperti ini. Tanpa benda itu pun aku tetap bisa mendukung Ino dengan caraku sendiri, jadi kudonasikan saja dada imitasi itu pada kalian."
Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala saja, ikut berpikir. Benar juga ya … meskipun aku tidak menolak benda-benda semacam itu, tapi aku tidak ingin merusak kecintaanku pada CLOVER dan Hinata hanya karena buah dada imitasi semata. Hmm, baiklah … kalau begitu untuk pertanyaan yang satu ini aku pass saja deh. Aku merelakan dada itu untuk fans pria lainnya, apalagi setelah melihat sebagian dari mereka tampak mabuk kepayang seperti itu, hehehe.
.
Aku benar-benar tidak mencoba menjawab atau mengangkat tangan ketika pertanyaan mulai diajukan, meski jawabannya juga aku tidak tahu pasti. Pertanyaan untuk mendapatkan dada keramat itu adalah, "Sebutkan berapa tinggi, berat, dan ukuran lingkar tubuh Ino Yamanaka di data biografi yang tertera di website CLOVER!" Oh ya, sebelumnya seluruh peserta juga diminta menjauh dari ponsel atau segala alat yang bisa tersambung dengan media internet. Ternyata, sebagian dari penjawab tepat dalam menjawab tinggi badan, namun untuk berat dan ukuran tubuh mereka sedikit meleset.
"Tidak ada penjawab lain yang mau mencoba?" Choji bertanya keheranan, "Ayo, siapa yang mau coba jawab lagi? Apa barang ini harus direlakan kembali untuk Shikamaru?"
Mereka memang belum menyerah dan terus berusaha gigih. Tapi karena hitungannya harus presisi sesuai detil yang tercantum di website, maka pertanyaan ini sangat sulit dijawab. Alhasil, setelah berkutat di ukuran dan berat yang tidak bisa ditebak … akhirnya tidak ada satu pun yang berhasil menjawab secara tepat pertanyaan tersebut! Hahahaha, Shikamaru sempat melirik ke arahku dan meringis. Aku hanya tertawa geli. Padahal tadi dia sudah ngomong keren seperti itu, tapi ternyata takdir mesum tetap berpihak padanya! Yah, tujuannya memang mulia sih; mendonasikan benda itu karena ia merasa tidak membutuhkannya. Tapi mungkin barang itu memang sudah diperuntukkan untuk terus bersama dan memenuhi kebutuhan mesum seorang Shikamaru Nara, hahahahaha.
.
.
"Pertanyaan terakhir dan kalian tidak akan pernah menyesal jika berhasil menjawab pertanyaan ini!" Choji kembali mengiming-imingi kami dengan hadiah yang terkesan menarik meski masih dirahasiakan, "Percayalah, ini benar-benar hadiah utama … ini grand prize-nya!"
Aku mengerutkan alis dan mulai menilai, sepertinya pria tambun ini tidak berbohong.
"Oke, siap-siap ya untuk pertanyaannya! Kuingatkan, ini tidak ada di artikel maupun wawancara manapun, baik secara official maupun tidak," tambah Choji, "kalian harus mengandalkan daya ingat dan konsentrasi tentang seluruh hal yang berhubungan dengan CLOVER … secara keseluruhan. Mengerti?"
Seluruh peserta gathering di café ini mendadak diam mendengarkan, fokus. Tampaknya mereka juga sama sepertiku, tertarik pada pertanyaan maupun hadiah yang akan kami menangkan jika berhasil menjawab. Sementara kami terlihat penasaran, Choji mulai menyeringai senang.
"Sebutkan," ia mulai membacakan pertanyaan, "berapa jumlah masing-masing maupun total track song yang ada di seluruh single dan album CLOVER, termasuk di album kolaborasi?"
Aku terperangah.
I-INI DIA! Ini pertanyaan yang bisa kujawab dengan pasti! Persetan dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, tapi jika mengenai jumlah lagu … aku bahkan tidak perlu menjumlahkannya di luar kepala. Aku hafal di luar kepala! Kenapa? Karena seluruh lagu yang dinyanyikan CLOVER itu menjadi playlist di aplikasi pemutar musik ponselku, dan aku tahu persis berapa jumlah totalnya! Sudah bisa kupastikan, ini pasti kemenangan untukku!
Dengan penuh senyum dan rasa percaya diri yang tinggi, aku mengangkat tangan dan—
.
"Ya, kau yang pertama menjawab," senyumku langsung menghindar ketika Shikamaru menunjuk seorang pria kurus dengan rambut batok kelapa yang terlihat licin lupa dikeramas. Matanya bulat berwarna hitam pekat seperti mata kodok Keroppi dan dia punya bulu mata lentik ala boneka Barbie.
"Sembilan track di album pertama, sebelas track di album kedua, single pertama ada tiga lagu dan dua track instrument, single kedua ada lima lagu, sementara ketiga dan keempat masing-masing enam track! Ditambah tiga track kompilasi, maka jumlahnya adalah … empat puluh lima lagu!" pria itu menjawab penuh semangat, sementara aku mendengus kesal.
AARGGHH, SIALAAAN! Aku mengumpat kecil dan dongkol setengah mati. Apalagi setelah tahu pasti bahwa JAWABAN SI KODOK KEROPPI INI MEMANG 100% TEPAT! Sial, sial, siaal!
"Ya, tepat sekali! Hadiah utama ini akan jatuh kepada salah satu teman kita … Lee!" Choji langsung bertepuk tangan diikuti dengan Shikamaru dan seluruh peserta yang hadir—kecuali aku. Ampun, saking kesalnya aku bahkan tidak rela ikut bertepuk tangan untuk memberi selamat ke si kepala batok.
"Selamat untuk Lee, tapi tunggu … permainannya belum selesai sampai di sini!" Choji menepukkan tangannya sekali lagi dan keadaan langsung berubah hening, "HADIAHNYA MASIH ADA SATU LAGI LHO!"
Mataku kembali berbinar.
Uwooo—harapanku untuk mendapatkan hadiah utama belum pupus! Aku berhenti mengutuk pria batok bermata kodok barusan dan berubah semangat lagi. Kali ini aku bersumpah, aku harus berhasil!
"Siap-siap ya, ini pertanyaan kedua sekaligus pertanyaan terakhir untuk mendapatkan hadiah utama!" Choji sedikit berteriak lantang, dan kami segera menegakkan punggung tanda siaga.
.
"Setiap member CLOVER selalu berpenampilan menarik, 'kan? Tapi, jika kalian benar-benar jeli, kalian bisa melihat adanya satu keseragaman dalam hal warna. Ya, setiap member CLOVER sebenarnya memiliki warna khas masing-masing yang SELALU ADA di setiap penampilan, terutama dalam acara-acara LIVE! Jadi pertanyaannya sudah jelas, apa warna khas untuk Ino, Sakura, Hinata, dan Konan?"
Eh? Warna khas masing-masing member?
Bukan hanya aku, tapi seluruh peserta yang mengikuti gathering ini membisu seketika. Melihat keadaan yang hening dan belum ada satu pun tangan yang terangkat, aku mulai memutar otak dan mengingat-ingat. Warna khas? Tidak pernah ada satu pun artikel yang membahas mengenai warna khas para member, dan aku bisa pastikan itu. Baiklah, berarti satu-satunya cara adalah menelusurinya dari ingatanku tentang Hinata … baru merambat ke personil yang lain.
Selama ini, seingatku Hinata-chan selalu mengenakan pakaian yang berbeda-beda, aksesoris yang berbeda juga, dan warnanya juga beragam. Di video klip manapun dia tidak pernah menggunakan warna yang sama dan—eh, tunggu … tunggu dulu! Aku ingat, ada satu warna yang selalu dipakai oleh Hinata meski bukan warna dominan … ya, ya! Pasti itu! Tanpa pikir dua kali aku segera mengangkat tangan, mempertaruhkan satu-satunya kesempatan yang kupunya. Jika tebakanku yang ini salah, maka pupus sudah harapanku memenangkan hadiah itu.
"Newbie, kau yang pertama," tunjuk Shikamaru. Tapi sebelum mempersilahkan aku menjawab, ia melirik ke sekeliling ruangan yang masih hening. Tidak ada orang lain yang mengangkat tangannya selain aku, "ngomong-ngomong, meskipun kau yang tercepat … apa kau yakin jawabanmu benar? Teman-temanmu yang lain juga masih berpikir, apa kau benar-benar sudah tahu jawabannya? Kesempatanmu menjawab cuma satu kali, newbie."
Aku menganggukkan kepala.
"Baik, jadi jawabannya adalah?" Choji ikut menunjuk ke arahku.
"Warna khas Hinata Hyuuga adalah lavender, semacam warna ungu yang sangat muda. Yamanaka Ino identik dengan warna kuning-oranye, seperti warna senja matahari. Sakura Haruno sering terlihat menggunakan warna merah, tapi warna khasnya adalah pink," aku mulai menjawab sambil menjelaskan satu per satu warnanya, "dan yang terakhir … warna khas untuk Konan adalah navy blue."
.
Aku melirik.
Seluruh peserta gathering yang hadir di tempat ini tetap diam sambil mengerutkan alis. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan setelah mendengar jawabanku. Mungkin ada yang mengingat-ingat dan menilai apa jawabanku memang tepat, tapi mungkin juga ada yang mencemooh jawabanku barusan. Choji dan Shikamaru juga belum mengiyakan atau menggeleng … mereka masih mencocokkan jawabanku dengan kertas yang mereka pegang.
"Newbie," entah sejak kapan nama panggilanku berubah, tapi Shikamaru-lah yang memanggilku, "tidak kusangka jawabanmu cepat dan cukup teliti. Tapi sayang sekali, Newbie …."
Ia menggeleng pelan dan aku langsung merasa lemas.
Siaal, aku gagal lagi?!
"Sayang sekali aku memang harus memberikan hadiah ini padamu," lanjut Shikamaru Nara kemudian, "Jawabanmu tepat, Naruto! SELAMAT, hadiah untuk kalian berdua adalah …."
Selanjutnya aku tidak mampu berkata-kata kecuali berteriak girang dan mengacungkan tinjuku ke udara layaknya pemenang uang jutaan yen. Aku langsung melakukan tos sambil tertawa lebar, menikmati keriuhan yang terjadi, lalu meneguk minumanku seperti kesetanan. Bahkan sudah tidak kupikirkan lagi tentang si Lee kepala batok yang menjawab lebih dulu dibandingkan aku. Aku melupakan semua beban hidupku untuk sesaat! Sungguh … saat ini pikiranku sudah tidak stabil, apalagi jika mengingat jadwal dua minggu mendatang. Ya, keajaiban itu akan kurasakan dua minggu lagi, kekeke~
Well, kalian tahu apa yang kumenangkan?
Apa kalian bisa menebaknya?
YA … AKU SENDIRI TAK PERCAYA.
.
Aku mendapatkan sebuah tiket masuk ke Live in Concert CLOVER yang akan diselenggarakan dua minggu lagi di Konoha! Lebih gilanya lagi, karena ini disponsori secara official dari forum … aku juga mendapatkan kesempatan masuk ke acara Meet and Greet CLOVER lho! Gyaaa, aku tahu, ini benar-benar gila dan tak terbayangkan. Ini keajaiban bagi seorang fanboy baru sepertiku!
BRAVOOOOO!
Hinata-chan, tunggu aku dua minggu lagi!
.
.
.
Author's Note :
Selamat datang di chapter pertama cerita CLOVER, salam kenal dan terima kasih untuk para readers sekalian yang bersedia baca cerita ini, apalagi yang menyempatkan buat review. Kaget juga ternyata respon kalian untuk CLOVER bener-bener di luar dugaan, terima kasih banyak yaa atas dukungannya! ^^
Untuk chapter ini sendiri sangat berbeda dengan bagian prolog yang kesannya serba suram karena Naruto yang patah hati. Chapter satu lebih banyak membahas tentang apa itu CLOVER dan bagaimana kelakuan Naruto sama hobi barunya sebagai seorang fanboy. Untuk kesan maupun pertanyaan kalian di review, mohon maaf sekali lagi karena saya tidak sempat membalasnya satu per satu. Tapi tentunya sudah saya baca semua kok, terima kasih ya!
.
Nah, ini jawaban rangkuman buat semua review yang masuk di prolog kemarin :
Hegemony gimana dong?
Hegemony tetap jadi prioritas saya bikin cerita fanfic, dan karena itulah CLOVER belum punya tanggal publish tetap. Doakan terus semoga kerjaan saya lancar jadi otaknya juga lancar buat lanjutin fanfic, LOL.
CLOVER itu apa?
Soal apa itu CLOVER sudah dijelasin disini ya, mereka itu grup band bukan idol.
Cerita ini sampai berapa chapter?
Nggak bisa dipastikan berapa karena saya jenis manusia yang nggak pernah bikin plot, hahaha. Tapi perkiraan saya nggak akan sepanjang Hegemony, mungkin sepanjang Shattered Memories (tapi berharapnya kurang dari itu).
Siapa mantan Naruto? Nah itu juga masih mikir siapa ya baiknya … ada yang punya ide?
Lirik yang dinyanyiin Hinata itu lagu siapa?
Hahaha nggak ada penyanyinya kok, itu saya dapet dari pencampuran beberapa translasi lagu Jepang, Korea, bahkan quotes tentang kehidupan. Plus beberapa kalimat dari saya sendiri, kekeke.
.
Oke, sekali saya berterima kasih buat semua yang sudah baca, dan jangan sungkan untuk memberi review sesingkat apapun. Ide atau kritik saya terima dengan senang hati untuk perbaikan ke depannya.
Sampai jumpa di chapter dua, ya!
-jitan-
